MAHKAMAH KONSTITUSI
REPUBLIK INDONESIA
---
RISALAH SIDANG
PERKARA NOMOR 38/PHPU.D-VI/2008
PERIHAL
PERMOHONAN KEBERATAN TERHADAP PENETAPAN
PENGHITUNGAN SUARA HASIL PEMILIHAN
KEPALA DAERAH KABUPATEN JENEPONTO,
SULAWESI SELATAN
ACARA
PEMERIKSAAN PERKARA (I)
J A K A R T A
MAHKAMAH KONSTITUSI REPUBLIK INDONESIA
--- RISALAH SIDANG
PERKARA NOMOR 36/PHPU.D-VI/2008 PERIHAL
Permohonan Keberatan Terhadap Penetapan Penghitungan Suara Hasil Pemilihan Kepala Daerah Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan
PEMOHON
- H. Sjamsudin Zainal, S.E., M.P - Djahini, S.H.
TERMOHON
KPUD Kabupaten Jeneponto
ACARA
Pemeriksaan Perkara (I)
Jumat , 14 November 2008, Pukul 14.00 –14.32 WIB Ruang Sidang Pleno Gedung Mahkamah Konstitusi RI, Jl. Medan Merdeka Barat No. 6, Jakarta Pusat
SUSUNAN PERSIDANGAN
1) Maruarar Siahaan, S.H. (Ketua)
2) Dr. Muhammad Alim, S.H., M.Hum. (Anggota) 3) Prof. Dr. Maria Farida Indrati, S.H. (Anggota)
Pihak yang Hadir :
Kuasa Hukum Pemohon :
- Irwan Muin, S.H. - Anwar, S.H. - Murlianto, S.H.
Termohon (KPUD KPUD Kota Makasar) :
- Drs. H. Azis. B. Basa (Ketua KPUD Jeneponto)
Kuasa Hukum Termohon (KPUD Kabupaten Jeneponto) :
- Mappinawang, S.H. - Sofyan
1. KETUA : MARUARAR SIAHAAN, S.H.
Baik Saudara-Saudara, sidang panel dalam Perkara Nomor 38/PHPU.D-VI/2008 dengan ini kita buka dan dinyatakan terbuka untuk umum.
Hari ini baru sidang awal ini, jadi meskipun demikian kita akan periksa dulu daftar hadirnya dari Pemohon silakan, siapa saja yang hadir?
2. KUASA HUKUM PEMOHON : IRWAN MUIN, S.H.
Terima kasih Majelis Hakim Yang terhormat,
Yang hadir pada hari ini Pemohon keberatan adalah tiga orang kuasa hukum tanpa dihadiri oleh Pihak Prinsipal, tiga orang kuasa hukum itu, saya sendiri Irwan Muin, Murlianto dan Anwar, terima kasih.
3. KETUA : MARUARAR SIAHAAN, S.H.
Anwar ya? Irwan Mumin bukan Munir Ya?
Baik, jadi tanpa dihadiri oleh Principal, yang hadir di sebelah kiri ini dari Termohon, diberitahu siapa yang hadir.
4. KUASA HUKUM TERMOHON (KPUD JENEPONTO) : MAPPINAWANG, S.H.
Terima kasih Majelis Hakim yang terhormat, yang hadir adalah kuasa hukum para Termohon, saya sendiri Mappinawang, anggota tim Sofyan bersama dengan Bachthiar. Di ujung kiri pihak Prinsipal Ketua KPUD Kabupaten Jeneponto, terima kasih.
5. KETUA : MARUARAR SIAHAAN, S.H. .
Baiklah hari ini baru sidang pendahuluan ini, tapi langsung nanti akan, karena perkaranya cepat kan? Kami beri kesempatan ini kepada Pemohon untuk mengutarakan permohonannya tetapi garis-garis besarnya saja, artinya apa positanya, kemudian argumennya apa? Apa permintaannya?
SIDANG DIBUKA PUKUL 14.00 WIB
Silakan.
6. KUASA HUKUM PEMOHON : IRWAN MUIN, S.H.
Terima kasih Majelis Hakim Konstitusi yang terhormat.
Perkenankan kami selaku Pemohon pada kesempatan ini mengutarakan dalil-dalil keberatan kami terhadap Penetapan KPU Kebupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan tentang rekapitulasi hasil penetapan akhir yang pada pokoknya terurai sebagai berikut;
Bahwa pada prinsipnya Pemohon keberatan dan menganggap perhitungan Pemohon mengenai rekapitulasi perhitungan akhir yang dilakukan terhadap Pemilukada di Kabupaten Jeneponto itu tidak benar menurut versi Pemohon. Bahwa versi Termohon pada saat rekapitulasi perhitungan akhir suara telah menetapkan pasangan calon nomor urut (1) memperoleh suara 2.128 atau sekitar 1,12%, sedangkan nomor urut (2) memperoleh suara 15.305 atau 8,09%, nomor urut (3) memperoleh 3,276 atau 1,73 %, nomor urut (4) memperoleh 1.912 atau 1,01% kemudian nomor urut (5) yang kemudian ditetapkan sebagai pemenang oleh Termohon adalah perolehan suaranya 100.434 atau 53,07% sedangkan suara nomor urut (6) dalam hal ini Pemohon memperoleh suara 66.189 atau 34,98%.
Bahwa Pemohon keberatan terhadap versi perhitungan yang dilakukan oleh Termohon yang telah menempatkan selisih perhitungan suara antara Pemohon dan pemenang yaitu sebesar 34.245 suara, karena menurut data-data yang kami peroleh dari saksi maupun tim pemenangan Pemohon sendiri yang kami kemudian urai dalam gugatan ini, itu diperoleh fakta terjadinya beberapa penggelembungan suara dan/atau penggembosan suara yang oleh kami nilai sebagai kejadian yang sistematis, yang dilakukan oleh Termohon sebagai penyelenggara Pemilukada dimana jika kemudian kita kritisi lebih jauh mengenai terjadinya penggelembungan suara tersebut, maka fakta itu terjadi: 1. Penggelembungan suara, terjadi Penggelembungan suara sejumlah 680
(enam ratus delapan puluh) suara yang terjadi dan menyebar pada beberapa TPS di wilayah Kecamatan Bontoramba dan sebagaian kecil di Binamo, dimana sejumlah penggelembungan suara tersebut itu berimplikasi terhadap perolehan suara calon pemenang. Bahwa kemudian beberapa karakteristik dari modus operandi penggelembungan suara tersebut diperoleh berdasarkan pendalaman kami dari beberapa saksi yang dilakukan itu terjadi satu dalam DPT. DPT itu menjadi tidak akurat, karena ada pemilih yang sudah dinyatakan meninggal tapi masih tetap terdaftar. Kemudian ada pemilih yang di bawah umur tapi tetap terdaftar sebagai pemilih. Kemudian itu juga tetap melakukan pencoblosan.
2. adanya terjadinya penggembosan suara. Jadi ada fakta penggelembungan suara, ada fakta penggembosan suara, dalam perspektif pemahaman kami yang kami pahami dengan istilah
penggembosan adalah berkurang suara dari Pemohon yang seharusnya diperoleh pada saat perhitungan suara atau pada saat tahap penghitungan suara tetapi itu tidak dinikmati oleh Pemohon oleh karena terjadi terjadinya kelalaian yang dilakukan oleh Termohon tersebut yang tidak mendistribusikan secara fair undangan maupun kartu pemilih kepada pemilih yang terdaftar dalam DPT atau yang disebut dengan pemegang hak Pilih, dan jumlahnya itu setelah kita cocokkan pada jumlah suara sah jumlah suara yang tidak sah yang dihitung pada saat perhitungan akhir di rekap KPU itu memperoleh selisih sekitar 47.954 suara pemilih DPT yang tidak menggunakan hak pilihnya. Dari 47.954 pemilih dalam DPT ini yang tidak menggunakan hak pilihnya dapat kita bagi dalam dua katagori: yang pertama ada pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya karena secara sadar dan sengaja berkehendak memang tidak menyalurkan hak pilihnya, ini yang kita sebut dengan Golput, ini tidak ada masalah ini. Tetapi yang kedua adalah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya karena kelalaian Termohon dan jajarannya yang tidak memberikan undangan dan/atau kartu pemilih kepada mereka sehingga mereka telah terhalangi haknya untuk menyalurkan hak pilihnya pada saat pemungutan suara di TPS. Bahwa apa yang dilakukan oleh Ttersebut tidak bersesuaian dengan apa yang diatur dalam ketentuan perundang-undangan mengenai, seharusnya itu dibagikan kepada pemilih sebagaimana, dilihat karena tidak berkesesuaian dengan apa yang ditentukan dalam Pasal 83 ayat (11) Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2005 tentang Pemilihan dan Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Jo PP Nomor 17 Tahun 2005 tentang hal yang sama.
Kemudian ada juga fakta yang ingin kami ungkapkan dalam hal ini bahwa pula telah terjadi secara sistematis KPU telah tidak memberikan dalam hal ini Termohon, tidak memberikan formulir C1 KWK dan formulir C2 KWK kepada para saksi pasangan calon Pemohon dan/atau pasangan calon lainnya yang kami dapat dari berita surat kabar waktu itu, bahwa menurut versi kami ada sejumlah 315 sampai saat kami ajukan gugatan ini. Saksi pasangan Pemohon yang ditempatkan menyebar di beberapa TPS tidak mendapatkan formulir jenis C.1 KWK dan formulir jenis C.2 KWK, sehingga saksi pasangan calon tersebut tidak memiliki back up
data yang jelas untuk memperoleh gambaran yang riil, yang sebenarnya mengenai rekap perhitungan pada saat dihitung di TPS. Nah jumlah ini pada kesempatan ini pula jumlah 315 yang kita dalilkan dalam gugatan pada halaman 10, poin kesepuluh dalil kesepuluh kami tambah 19 dengan demikian jika diperkenankan pada kesempatan ini kami ingin juga bermaksud merubah atau menambah dalil gugatan khusus untuk menyangkut jumlah saksi yang tidak mendapatkan formulir C.1 dan C.2 KWK dari 315 ditambah 19 menjadi 334.
Oleh karena itu berdasarkan dalil dan fakta-fakta tersebut Pemohon pada kesempatan ini meminta berkenan kepada Majelis Hakim yang terhormat dalam primer mengabulkan permohonan keberatan
Pemohon untuk keseluruhan.
Dua, menyatakan akan hasil penghitungan suara yang ditetapkan oleh KPU Kabupaten Jeneponto berdasarkan berita acara penetapan calon terpilih Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto 2008-2013 Nomor 77 dari P.KWK–JP/XI/II/2008 tertanggal 6 November 2008 oleh KPU Kabupaten Jeneponto Jo. berita acara rekapitulasi hasil penghitungan suara pemilihan umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Jeneponto tahun 2008-2013 oleh KPU adalah tidak benar, Tiga, membatalkan berita acara penetapan calon terpilih Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jeneponto periode 2008-2013 Nomor 77/P.KWK-JP/XI/II/2008 tertanggal 6 November 2008 oleh KPU Jeneponto junto hasil penghitungan suara hasil pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Jeneponto tahun 2008 oleh KPU Jeneponto.
Menetapkan kasil penghitungan yang benar adalah sebagai berikut pasangan nomor urut 1 memperoleh suara 2.128 atau 0,90%, nomor urut calon kedua, memperoleh suara 13.305 atau 6,85%, nomor urut 3 memperoleh suara 3.276 atau 1,46%, nomor urut 4 memperoleh suara 1.912 suara atau 0,85, nomor urut 5 memperoleh 99.754 suara atau 44,56%, nomor urut 6 memperoleh suara 101,496% atau 45,32%.
Menyatakan pasangan calon nomor urut 6 atas nama Sjamsudin Zaenal dan Djahini sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih Jeneponto untuk periode 2008-2013, memerintahkan kepada Termohon untuk segera menetapkan yang demikian nomor urut 6 untuk sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih Kabupaten Jeneponto, subsider apabila Majelis Hakim berpendapat lain mohon putusan yang seadil-adilnya.
Demikian permohonan keberatan ini diajukan, terima kasih.
7. KETUA : MARUARAR SIAHAAN, S.H.
Terima kasih, Saudara Pemohon menurut penglihatan saya permohonan ini sudah agak memenuhi syarat tapi tadi perubahan yang dilakukan tentang jumlah saksi menjadi 334, itu direnvoy saja itu semua barangkali itu nanti bisa diterima oleh KPUD, tetapi memang seperti rekan saya memberi beberapa komentar barangkali apakah nanti akan ada perbaikan atau tidak. Kalau saya mencoba melihat ini angka yang Saudara sebutkan ini misalnya 680 suara penggelembungan, menambah kepada pemenang atau calon nomor 5 tadi 331 suara jumlah pemilih menggunakan hak pilih 334 menggunakan suara penggelembungan. Dilihat dari angka ini tampaknya saudara akan menjumlahkan seluruhnya kepada perolehan Saudara kan? Sehingga klaim akhir bahwa Saudara merupakan pememang, jadi kalau saya lihat tadi perbedaannya tadi itu sekitar hampir mirip tadi pemenang KPUD yang ditentukan KPUD 9.9754 atau 52.90% Saudara Pemohon 66.189 atau 35 sekian persen, kemudian yang Saudara klaim tadi ditambahkan semua sehingga Saudara menjadi menyatakan itu menjadi porsi hak Saudara.
Oleh karena itu nanti merupakan pembagian-pembagian pembuktian artinya semua suara yang menggelembung, oke nanti dibuktikan tapi yang tidak dipanggil dan yang lain-lain itu asumsinya dengan demikian jadi bergeser kepada Saudara kan begitu. Coba bayangkan jumlahnya itu apakah benar begitu?
8. KUASA HUKUM PEMOHON : IRWAN MUIN, S.H.
Demikian Majelis.
9. KETUA : MARUARAR SIAHAAN, S.H.
Itu namanya masih asumsi kan? Oke apakah ada komentar Ibu Farida?
Silakan.
10. HAKIM KONSTITUSI : Prof. Dr. MARIA FARIDA INDRATI, S.H., M.H.
Ya terhadap kecurangan-kecurangan yang Anda dalilkan apakah anda sudah melaporkan itu?
11. KUASA HUKUM PEMOHON : IRWAN MUIN, S.H.
Sebagian sudah dilaporkan sebagian sedang berjalan di tingkat penyidikan dan sebagian yang tidak diterima, tidak dilanjutkan prosesnya, demikian.
12. HAKIM KONSTITUSI : Prof. Dr. MARIA FARIDA INDRATI, S.H., M.H.
Jadi seperti Ketua Hakim Ketua tadi dikatakan bahwa di dalam persidangan ini maka yang diperiksa adalah sengketa hasil Pemilunya, jadi melihat penghitungan suara itu. Sehingga kalau anda mendalilkan yang ada di sini maka anda harus bisa membuktikan ini pada kesaksian nanti, ya saya rasa itu dan tidak banyak yang saya kemukakan tetapi hal-hal yang perlu diperbaiki adalah sebaiknya Anda perbaiki secepatnya, saya rasa itu.
13. KETUA : MARUARAR SIAHAAN, S.H.
Pak Alim kalau ada? Oh tidak ada, tadi saya masih lupa Saudara Termohon surat kuasanya sudah diserahkan itu? Saudara petugas coba diambil itu.
Baik, perubahannya tidak begitu signifikan tadi hanya mengenai tambahan jumlah saksi yang tidak diberikan oleh Saudara di tingkat
KPPS oleh karena itu formulir yang disebutkan itu, apakah akan dijawab sekarang kami beri kesempatan.
14. KUASA HUKUM TERMOHON (KPUD KAB JENEPONTO) : MAPPINAWANG, S.H.
Terima kasih Majelis Hakim Yang Mulia.
Kami memerlukan waktu 1 atau 2 hari untuk memberikan jawaban atas permohonan Pemohon, mohon perkenan Majelis.
15. KETUA : MARUARAR SIAHAAN, S.H.
Ini sudah belum dikirimkan permohonan ke KPUD coba ini dicek dulu ini kita ini cepat bergeraknya karena 14 hari harus sudah diputus sejak diterima. Jadi itu penundaan seperti itu tipikal peradilan biasa dalam perkara biasa begitu. Apakah sudah disampaikan kepada Saudara? Tanggal berapa begitu saja. Karena Saudara seharusnya sudah bisa menjawab tidak perlu tundalah kan sudah hafal ini. Oh kemarin jadi baru kemarin kita tunda hari Selasa.
Jadi artinya Saudara belum bisa menggambarkan jawabannya ya ini Ju’mat, Sabtu, Minggu. Wah, jauh betul ya? Oke, kalau memang tidak bisa kita tidak bisa juga paksa, tetapi begini Saudara Termohon dan Pemohon, kalau tidak ada perubahan signifikan lagi dan ini sudah akan dijawab kita akan tunda sidang nanti langsung pembuktian. Jadi saya sudah mengatakan tadi semua yang Saudara klaim ini harus dibuktikan tetapi jangan Anda membuktikan dengan asumsi itu argumentasi asumsi, ini kelompok saya tidak dipanggil itu diasumsikan bahwa sudah harusnya menusuk pada Saudara, namanya juga sekarangkan cerdas rakyat kalau bahasa solo njiih mboten kepanggih ya semuanya, iya kan saya pilih Anda begitu kan? Apalagi kalau ada kaos, Silahkan Bapak.
16. HAKIM KONSTITUSI : Dr. MUHAMMAD ALIM, S.H., M.Hum
Bapak Ketua, jadi kedua belah pihak nanti kalau mengajukan jawaban dan sekaligus persiapan pengajuan bukti-bukti bukti tertulis itu setiap eksemplar itu dimaterai, bukan setiap lembar, setiap eksemplar kalau ini namanya satu eksemplar, tapi lembarnya mungkin 20 halaman satu bukti, satu eksemplar. Jadi tiap satu jenis surat eksemplar itu dimateraikan 6000 di cap di kantor pos, baru dimajukan kemari.
Bagi Penggugat astagfirullah, Pemohon, begitu juga Termohon tulis nomornya P-1, P-2 , P-3 dan seterusnya supaya, karena persidangan ini harus putus dalam 14 hari kerja sejak diregister. Jadi dia waktunya terburu-buru, demikian pula pihak Termohon dalam hal pengajuan saksi-saksi kalau ada nanti dibuatkan daftarnya saksinya sekaligus dengan identitas dan lain-lain, supaya gampang dicatat oleh
Panitera dan memperlancar jalannya sidang, demikian juga Pihak Termohon kalau ada yang mau diajukan.
Saya kira cukup Pak Ketua.
17. KETUA : MARUARAR SIAHAAN, S.H.
Sebelum kita tutup ini tadi penting juga Saudara Pemohon mungkin tampaknya ini banyak penonton, mungkin sudah jadi saksi ini barangkali. Tapi kalau memang sama nanti kesaksian itu dipilah saja diseleksi, saja artinya kalau keterangannya menerangkan yang itu juga misalnya bisa diseleksi. Kemudian sesudah dikatakan tadi daftar diberikan dulu supaya kita tidak usah lagi tanya namanya siapa itu ini apa pergerakan cepat itu dengan itu disederhanakan, demikian juga kepada KPUD. Tetapi pertanyaan saya yang karena ini rata semua argumen begini banyak penggelembungan dan lain sebagainya pertanyaan pokok ini sama KPUD, apa memang banyak masalah yang disampaikan tidak diselesaikan, misalnya ada laporan karena pemilih atau orang yang tidak berhak memilihkan atau dua kali itu banyak laporan begitu yang tidak diselesaikan. Apa tidak bisa dijawab dulu Pak, sementara, pijit dulu.
18. TERMOHON : Drs. H. AZIS. N. BASA (KETUA KPUD JENEPONTO)
Majelis Hakim yang saya hormati, kalau kita bicara tentang pemilih bahasanya sangat panjang Ketua Majelis.
Pertama data yang kami terima itu hasil pendataan dari dinas catatan sipil, kemudian khusus untuk Pilkada ini kami menerima surat dari Menteri Dalam Negeri tentang penyerahan DP4 kepada setiap kabupaten yang melakukan Pilkada, ini adalah hasil olahan dinas catatan sipil dan kependudukan di kabupaten dan itu diserahkan kepada kami ternyata data yang diberikan oleh Menteri Dalam Negeri itu ada 15 atau 25 desa yang tidak punya data yang riil dan itu yang kami olah kembali dan diolah di tingkat, mulai di tingkat KPUD Kabupaten kemudian ditingkat PPS ditingkat desa.
Kami akui memang bahwa apa yang disampaikan oleh Pemohon tadi terjadi kondisi yang seperti itu, tapi sepertinya ini adalah suatu kesalahan yang berantai, mulai dari catatan sipil yang dilakukan oleh Pemda kami di komisi pemilihan umum dengan aparat di tingkat TPS tapi secara normatif PPS juga sudah melakukan prosedur yang harusnya dilalui misalnya dengan mengumumkan baik di daftar pemilih sementara maupun didaftar pemilih tetap namun karena banyak data yang diterima ditingkat lapangan yang diolah oleh dinas catatan sipil maupun oleh komisi pemilihan umum sudah tidak dikoreksi lagi secara detail oleh karena ditingkat PPS itu yakin bahwa ditingkat kabupaten diolah data ini dengan menggunakan teknologi canggih, oleh karena itu dari 243 pemilih sangat mustahil untuk dilihat satu persatu data mana yang cukup
umur, kecuali barangkali data yang sudah meninggal. Tapi ada kemungkinan setelah ditetapkan daftar pemilih tetap ada orang yang meninggal, sehingga pada saat pencoblosan orang itu masih tercatat sebagai pemilih. itu terjadi di daftar pemilih, kemudian apa yang disampaikan oleh Pemohon tadi tentang adanya saksi-saksi dari pasangan calon nomor 6 yang tidak menerima C1 kami lebih melihat pada kemampuan SDM dari KPPS, dimana KPPS ini tenaga sukarela yang hanya bekerja selama 15 hari, 28 hari sebelum pemilihan suara. Itu kami bentuk pada 1 Oktober dan masa kerjanya hanya untuk 1 bulan, sehingga dengan demikian ada kemungkinan tingkat kemampuan membuat laporan pada hari itu harus diselesaikan oleh KPPS secara teknis saya ingin menggambarkan bahwa hasil penghitungan suara yang dilakukan oleh PPS pada hari itu juga tanggal 28 selesai jam 1, harus selesai pada paling lambat sore hari. Setiap KPPS membuat laporan sejumlah paling kurang 10 eksemplar, 6 eksemplar untuk semua pasangan calon masing-masing 1, 1 eksemplar untuk arsip, 1 eksemplar untuk PPK dan 1 eksemplar untuk komisi pemilihan umum , 1 eksemplar untuk pemantau. Setiap eksemplar ada 15 lembar yang harus diisi, sehingga kalau kami menjumlah jumlah lembaran yang harus diisi oleh KPPS pada hari itu adalah sekitar 135 lembar dengan tingkat pemahaman dan tenaga sukarela sepertinya ada PPS yang mampu menyelesaikan sesuai dengan jadwal waktu, tapi ada juga mohon maaf ada KPPS bisa memenuhi sesuai dengan aturan, tapi ada juga yang tidak mampu memenuhinya. Tapi sepenuhnya bukan kesalahan KPPS oleh karena sekaligus seperti saya gambarkan tadi 135 lembar mmebutuhkan waktu yang bukan waktu yang singkat, dia melakukannya dalam waktu yang berjam-jam sehingga ada saksi yang tidak sabar menunggu selesainya penghitungan suara itu dalam bentuk laporan sudah meninggal tempat dan ini kembali ke kandidat yang melaporkan bahwa ini saya tidak diberikan model C,mana yang benar? Tapi itulah yang terjadi di lapangan, saya kira itu sementara Bapak Ketua Majelis Hakim Yang saya Hormati,
Assalamu’alaikum wr.wb.
19. KETUA : MARUARAR SIAHAAN, S.H.
Ya jadi saya pikir nanti itu termasuk bagian yang Saudara buktikan, nanti dijawab itu dimasukkan, itu termasuk bagian pembuktian apakah itu keadaannya memang begitu atau ada itikad tidak baik misalnya sengaja dulu pertama kan. Karena menurut saya tentu seberapa rendah pendidikan kan ada pelatihan dari KPUD dulu untuk mereka kan untuk teknik mengisi itu.
Baiklah saya kira kita berikan kesempatan nanti pembuktian dan bukti lawannya dari Anda supaya kita bisa selesaikan nanti hari Selasa kita tunda, mudah-mudahan semua bisa rampung hari itu, tapi Saudara bersiap benarlah karena di tiap tingkat itu seandainya ada keberatan
sudah tercatat dalam berita acara itu harus bisa Saudara tunjukkan juga untuk bisa sampai ke sini tentu berjenjang dan juga yang diklaim tadi semua bisa didukung oleh bukti-bukti secukupnya, bukan hanya asumsi. Saya ulangi sekali lagi untuk pembuktian kita akan tunda sidang sampai hari selasa, oh jawaban langsung pembuktian. Kami ulangi jawaban dan pembuktian tanggal 18 November 2008 jam 16.00, Saudara tidak dipanggil lagi hadir tidak dipanggil lagi ini merupakan panggilan resminya, apa ada lagi sebelum kita tutup ada dari Saudara?
20. KUASA HUKUM TERMOHON (KPUD JENEPONTO) : MAPPINAWANG, S.H.
Majelis Hakim yang terhormat kami beranggapan juga Termohon pada hari itu akan menyampaikan bukti-bukti.
21. KETUA : MARUARAR SIAHAAN, S.H.
Ya jadi buat daftarnya nanti nanti kita akan periksa satu persatu kalau perlu diberikan elaborasi secara lisan, sama nanti kita beri hak sama supaya fair ini dan di sana tidak ada sisa masalahkan. ini Pilkada ini lama-lama jadi berat, kalau di Amerika itu kalah ya kalahlah selamat ya sana selamat Anda lebih hebat kan begitu disini maunya begitu tapi kalau KPUD mampu melaksanakan dengan cermat itu harapan kita ini mudah-mudahan tidak ada masalah apa-apa kan yang tersisa, sehingga seperti Barack Obama mendapat ucapan selamat dari Mc Cain kan begitu maunya cerita itu, kitapun lebih hebat sebenarnya dari orang Amerika itu karena musyawarah di kampung kita dulukan bagus kan dia.
Baiklah dengan pengumuman ya (...)
22. KUASA HUKUM PEMOHON : IRWAN MUIN, S.H.
Yang Mulia ada hal yang ingin kami pertanyakan apakah pada saat hari Selasa itu kami juga sudah harus mengajukan saksi Majelis?
23. KETUA : MARUARAR SIAHAAN, S.H.
Saya kira Iya. tuntaskan hari itu kalau perlu kita sidang sampai malam begitu, karena ini namanya cepat dan perkara Anda itu adalah satu dari sekian banyak yang secara mendadak sejak dilimpahkan dari Mahkamah Agung datang ke sini tapi tampaknya belum siap betul semua, karena banyak yang membawa hanya keluhan. Tapi di sini tidak keluhan bukti kan begitu.
Jadi saya ulangi dengan ini sidang kita nyatakan akan ditutup dan akan kita tunda sampai tanggal 18 november 2008 hari Selasa jam 16.00 yang ini merupakan panggilan bagi para pihak, dengan ini sidang kita tutup.
SIDANG DITUTUP PUKUL 14.32 WIB KETUK PALU 1X