• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. bentuk-bentuk karya sastra yang lainnya seperti puisi, cerpen, drama, dan lain

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. bentuk-bentuk karya sastra yang lainnya seperti puisi, cerpen, drama, dan lain"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1 1. 1 Latar Belakang

Novel merupakan salah satu bentuk karya sastra yang populer di antara bentuk-bentuk karya sastra yang lainnya seperti puisi, cerpen, drama, dan lain sebagainya. Sebutan novel dalam bahasa Inggris (dan inilah yang kemudian masuk ke bahasa Indonesia) berasal dari bahasa Itali novella (yang dalam bahasa Jerman: novelle), istilah novella dan novelle mengandung pengertian yang sama dengan istilah Indonesia novelet (Inggris: novelette), yang berarti sebuah karya prosa fiksi yang panjangnya cukupan, tidak terlalu panjang, namun juga tidak terlalu pendek (Nurgiyantoro, 1995:9). Banyak yang beranggapan bahwa novel merupakan bentuk karya sastra yang paling populer, jika dilihat pada kenyataannya mungkin anggapan tersebut memang benar. Novel banyak beredar di masyarakat sebagai bahan bacaan dan hiburan, selain itu penikmat novel juga dapat memetik pelajaran-pelajaran yang banyak tersirat di dalam sebuah novel, sehingga tidak heran jika novel menjadi sebuah karya sastra yang populer dan digemari. Sastra populer adalah perekam kehidupan, dan tak banyak memperbincangkan kembali kehidupan dalam serba kemungkinan. Ia menyajikan kembali rekaman-rekaman kehidupan itu dengan harapan pembaca akan mengenal kembali pengalaman-pengalamannya sehingga merasa terhibur karena seseorang telah menceritakan pengalamannya itu (Nurgiyantoro, 1995:18). Hal itulah yang pada umumnya terdapat pada novel, dan membuat orang gemar membacanya.

▸ Baca selengkapnya: cerpen yang diubah menjadi puisi

(2)

Novel yang dipilih dalam penelitian ini adalah novel berbahasa Jawa berjudul Pisungsung Kang Wingit, yang dalam penulisan selanjutnya akan disingkat PKW. Sebuah novel karya Atas S. Danusubroto yang diterbitkan oleh Taman Budaya Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2002. Novel ini dipilih menjadi objek penelitian karena PKW merupakan sebuah novel yang tidak dicetak untuk khalayak umum dan dalam jumlah yang tidak banyak, bisa dikatakan limited edition. Serta adanya amanat-amanat yang dapat diambil dari novel. Dengan menggunakan analisis struktural diharapkan akan bisa memudahkan khalayak umum yang tidak semua paham dengan bahasa Jawa untuk memahami novel tersebut. Sebuah novel diciptakan tentunya dengan harapan pembaca dapat memahami makna yang terkandung dalam sebuah karya sastra tersebut. Untuk memahami pengalaman yang digambarkan melalui cerita, hendaknya dipahami terlebih dulu fakta-fakta dan tema yang menjadi elemen- elemennya (Stanton, 2007:12). Fakta-fakta cerita yang dimaksud adalah meliputi tema, karakter, alur, dan latar. Sebuah analisis dalam hal ini mencoba menerangkan unsur-unsur pembentuk karya sastra novel, memilah-milah unsur tersebut dan menjelaskannya sehingga nantinya pembaca dapat lebih mudah memahami makna sebenarnya dari sebuah novel, terlebih lagi novel yang menjadi objek analisis merupakan novel berbahasa Jawa yang tidak semua orang memahami bahasa Jawa.

Sebuah novel karya Atas S. Danusubroto dengan judul Pisungsung Kang Wingit ini merupakan sebuah novel hasil sayembara penulisan novel Jawa pada tahun 2000 yang diadakan oleh Taman Budaya Yogyakarta. Selanjutnya

(3)

diterbitkan pada tahun 2002 oleh penerbit Taman Budaya Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan keterangan yang terdapat pada sampul belakang novel, sang pengarang yaitu Atas S. Danusubroto lahir di Cilacap pada tanggal 11 April 1949, biasa menulis esai dan sastra berbahasa Indonesia maupun Jawa pada majalah dan koran seperti misalnya pada harian Kompas, Sinar Harapan, Mimbar Pedoman, majalah budaya Basis, Minggu Ini, dan lain

sebagainya. Salah satu karya novelnya yang berjudul Pisungsung Kang Wingit ini menyuguhkan cerita yang sangat kompleks dan mempunyai alur cerita yang beragam dan penuh intrik, oleh karena itu melalui analisis struktural, cerita novel yang sedemikian rupa akan dikupas satu per satu unsur yang membentuknya seperti misal tema, penokohan, alur dan latar. Dengan hal tersebut, sebuah cerita yang panjang lebar akan diuraikan secara mendetail strukturnya, sehingga dari cerita yang panjang lebar menjadi sebuah penyajian yang mudah untuk dicerna.

1. 2 Rumusan Masalah

1. Bagaimana struktur yang membentuk novel Pisungsung Kang Wingit karya Atas S. Danusubroto?

2. Apa sajakah amanat yang terdapat dalam novel Pisungsung Kang Wingit karya Atas S. Danusubroto?

(4)

1. 3 Tujuan Penelitian

1. Menganalisis novel Pisungsung Kang Wingit karya Atas S.

Danusubroto dengan teori struktural, melalui teori ini nantinya dapat dilihat bahwa novel tersebut mempunyai struktur pembentuk yang meliputi: tema, penokohan, alur dan latar.

2. Mengungkapkan amanat yang terkandung dalam novel Pisungsung Kang Wingit karya Atas S. Danusubroto.

1. 4 Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini hanya dibatasi pada novel PKW karya Atas S. Danusubroto dengan menggunakan teori analisis struktural menurut Robert Stanton yang meliputi tema, fakta-fakta cerita (penokohan, alur, dan latar), serta sarana-sarana sastra (judul, sudut pandang, gaya dan tone, simbolisme, ironi). Dalam hal ini berarti penelitian menggunakan teori Robert Stanton, akan tetapi dalam penelitian ini hanya dibatasi pada analisis tema serta fakta-fakta cerita (penokohan, alur dan latar). Karakter, alur, dan latar merupakan fakta-fakta cerita. Elemen-elemen ini berfungsi sebagai catatan kejadian imajinatif dari sebuah cerita. Jika dirangkum menjadi satu, semua elemen ini dinamakan „struktur faktual‟ atau „tingkatan faktual‟ cerita (Stanton, 2007:22). Satu hal yang perlu dimengerti, sarana-sarana sastra tidak turut mengemban tema, tetapi mampu menonjolkan dan menguraikannya (Stanton, 2007:44). Berdasarkan pernyataan dari kedua kutipan tersebut maka sarana-sarana sastra tidak dimasukan dalam ruang lingkup

(5)

penelitian ini. Sarana-sarana sastra hanya sebagai sebuah sarana yang bersifat penunjang, sementara fakta-fakta cerita bersifat pokok karena merupakan unsur yang faktual atau nyata dari sebuah cerita. Setelah diketahui struktur pembentuk novel tersebut kemudian dicari amanat yang terkandung dalam novel.

1. 5 Tinjauan Pustaka

Sebuah tinjauan pustaka dibuat dengan melihat dan menguraikan tentang penelitian yang sudah dilakukan oleh peneliti terdahulu, dalam hal ini tentu saja tentang penelitian yang terkait dengan penelitian yang akan dilakukan. Sejauh tinjauan pustaka yang sudah dilakukan mengenai penelitian ini, belum ada peneliti yang menguraikan analisis struktural pada novel Pisungsung Kang Wingit. Namun cukup banyak penelitian yang menggunakan teori analisis struktural, tetapi tentu saja menggunakan objek yang berbeda. Berikut beberapa penelitian yang menggunakan teori struktural.

Yang pertama adalah sebuah skripsi oleh Apri Rohayatun berjudul

“Analisis Struktural Novel Sinta karya Sunarno Sisworahardjo” (Fakultas Ilmu Budaya UGM, 2012). Penelitian tersebut mengkaji struktur novel menggunakan teori Robert Stanton yang meliputi fakta-fakta cerita (karakter, alur, latar) dan tema. Serta terdapat analisis sarana-sarana sastra (judul, sudut pandang, gaya dan nada, simbolisme, ironi) beserta dengan unsur-unsur didaktis.

Kemudian yang kedua adalah skripsi oleh Yassinta Nurlita Sari berjudul

“Analisis Struktural dan Amanat Novel Sundari Karya Oskandar R” (Fakultas

(6)

Ilmu Budaya UGM, 2014). Penelitian tersebut juga mengkaji analisis struktural novel menggunakan teori dari Robert Stanton yang meliputi fakta-fakta cerita (karakter, alur, latar) dan tema yang dibagi menjadi dua bagian yaitu tema mayor dan tema minor. Serta analisis sarana-sarana sastra (judul, sudut pandang, gaya dan nada, simbolisme, ironi) beserta dengan unsur-unsur didaktis.

Dari beberapa tinjauan pustaka dapat dilihat beberapa penelitian yang menggunakan teori struktural yang nantinya juga akan diterapkan dalam penelitan pada novel PKW. Penelitian-penelitian pada tinjauan pustaka menggunakan teori yang sama yaitu teori struktural, objek yang dikupas dengan teori struktural juga sama yaitu novel, yang membedakan penelitian ini tentu saja novel yang digunakan adalah novel dengan judul yang berbeda. Dari hasil tinjauan pustaka tidak ditemukan penelitian dengan objek novel berjudul Pisungsung Kang Wingit yang akan digunakan pada penelitian ini. Mungkin juga karena memang novel PKW ini merupakan novel yang tidak beredar di pasaran, novel ini hanya

diterbitkan terbatas oleh Taman Budaya Yogyakarta. Dengan hal ini tentu saja dapat memperkuat bukti keaslian penelitian.

1. 6 Landasan Teori

Teori yang digunakan untuk penelitian ini adalah teori analisis struktural menurut Robert Stanton yang meliputi fakta-fakta cerita (alur, karakter, latar), tema, dan sarana-sarana sastra (judul, sudut pandang, gaya dan tone, simbolisme, ironi). Sebuah analisis menggunakan teori struktural terhadap sebuah novel

(7)

merupakan suatu sistem analisis yang bertujuan untuk membongkar dan memaparkan secermat, seteliti, semenditel dan mendalam mungkin keterkaitan dan keterjalinan semua anasir dan aspek karya sastra yang bersama-sama menghasilkan makna menyeluruh (Teeuw, 1984:135). Dalam hal ini teori struktural diterapkan setelah diketahui isi dari novel, kemudian satu per satu unsur pembentuk novel dapat dipaparkan. Analisis Struktur sebuah karya tak lain dan tak bukan adalah sebuah usaha untuk sebaik mungkin mengeksplisitkan dan mensistematikan apa yang dilakukan dalam proses membaca dan memahami karya sastra (Teeuw, 1984:154). Oleh karena itu untuk memahami suatu makna terdalam karya sastra harus dikaji berdasarkan struktur pembentuk karya sastra tersebut. Teori struktural merupakan suatu disiplin yang memandang karya sastra sebagai suatu struktur yan terdiri atas beberapa unsur. Unsur-unsur tersebut saling berkaitan satu dengan lainnya dan membentuk satu makna yang bulat dan utuh (Sangidu, 2004:172). Dalam penelitian ini unsur-unsur pembentuk menurut Robert Stanton yang saling berkaitan tersebut meliputi tema serta penokohan, alur, dan latar yang merupakan fakta-fakta cerita. Dalam analisis nantinya diperlukan teori terjemahan karena objek penelitian menggunakan bahasa Jawa dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Menerjemahkan berarti menyalin atau memindahkan dari satu bahasa ke bahasa lain. Terjemahan adalah penggantian teks suatu bahasa dengan teks bahasa lain yang ekuivalen (Catford, 1964:20). Penerjemahan dalam penelitian ini menggunakan gabungan dari beberapa metode terjemahan, antara lain terjemahan kata per kata, terjemahan harafiah, dan terjemahan bebas. Penggunaan beberapa gabungan metode

(8)

terjemahan dalam penelitian ini dilakukan karena tidak semua kata dalam bahasa Jawa terdapat padanan katanya di dalam bahasa Indonesia.

1. 7 Metode Penelitian

Sebuah metode penelitian sangat penting untuk memulai sebuah penelitian, metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan, mencari segala hal yang berhubungan dengan objek penelitian melalui studi pustaka atau melalui buku, bukan melalui wawancara, observasi atau yang lainnya. Langkah-langkah yang dilakukan untuk metode ini antara lain adalah sebagai berikut :

1. Menentukan objek yang akan dikaji.

Menentukan novel yang dijadikan objek, yaitu novel berjudul Pisungsung Kang Wingit karya Atas S. Danusubroto yang diterbitkan oleh Taman Budaya

Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan berbagai pertimbangan baik dari segi judul, jumlah halaman, hingga kandungan isi novel.

2. Membaca novel yang menjadi objek tersebut.

Langkah ini merupakan salah satu langkah yang sangat penting, dengan membaca novel yang telah menjadi objek penelitian pastinya akan didapatkan hal- hal menarik yang dapat dijadikan bahan dan permasalahan yang akan dikaji.

Melalui langkah membaca ini juga akan menambah pemahaman terhadap objek sehingga peneliti dapat menguasai objek dengan baik.

(9)

3. Merumuskan dan mendefinisikan masalah yang didapatkan dari hasil membaca.

Setelah dilakukan langkah membaca pastinya akan didapatkan hal-hal yang dapat menjadi masalah untuk dikaji, dari hal tersebut maka selanjutnya dilakukan perumusan masalah yang akan dikaji yang selanjutnya didefinisikan apa saja permasalahan tersebut.

4. Melakukan studi pustaka mengenai teori dan segala hal yang berhubungan dengan objek penelitian.

Untuk menjadi landasan pada proses pemecahan masalah yang akan dipecahkan selanjutnya yaitu mencari buku-buku yang berhubungan dengan segala macam hal mengenai penelitian. Hal ini berguna untuk nantinya menerapkan teori yang didapat dari buku-buku tersebut. Dalam analisis nantinya pasti akan sangat membutuhkan banyak sumber buku sebagai referensi untuk pengolahan objek penelitian.

5. Menganalisis data dari objek penelitian.

Setelah segala macam hal sudah ditentukan, mulai dari objek, data, permasalahan hingga teori yang akan digunakan, maka selanjutnya dilakukan analisis terhadap objek penelitian menggunakan teori yang sudah ditentukan.

Pertama dengan membaca keseluruhan novel hingga diketahui kandungan isinya.

Kemudian selanjutnya mencari penokohan, alur, latar, dan amanat yang semuanya sudah terkandung di dalam novel. Membuat daftar tokoh serta perwatakannya, memahami alur yang digunakan, memilah latar yang terdapat dalam novel, membuat daftar amanat yang terdapat dalam novel, hingga akhirnya mengerucut

(10)

ditemukan sebuah tema dari novel. Melalui proses analisis inilah yang nantinya akan menentukan hasil akhir penelitian.

6. Menyajikan hasil analisis dalam bentuk laporan berupa skripsi.

Setelah analisis dan segala macam hal tentang penelitian selesai, maka langkah terakhir adalah dengan menyajikannya dalam bentuk laporan berupa skripsi.

1. 8 Sistematika Penyajian

BAB I: PENDAHULUAN

Berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, ruang lingkup penelitian, tinjauan pustaka, landasan teori, metode penelitian, dan sistematika penyajian.

BAB II: SINOPSIS NOVEL PISUNGSUNG KANG WINGIT

Berisi ringkasan cerita novel Pisungsung Kang Wingit.

BAB III: ANALISIS STRUKTURAL DAN AMANAT NOVEL PISUNGSUNG KANG WINGIT

Berisi analisis struktural pada novel Pisungsung Kang Wingit yang meliputi : tema, penokohan, alur, latar, dan amanat.

BAB IV: KESIMPULAN

Referensi

Dokumen terkait

Pendidikan karakter melalui musik merupakan salah satu cara yang memuat potensi besar dalam mendidik manusia di zaman sekarang, namun perlu diteliti lebih lanjut jenis musik

Prinsip wewenang dan tanggung jawab merupakan sesuatu hal yang sangat penting dalam suatu organisasi, karena dalam suatu organisasi setiap pegawai telah dilengkapi dengan wewenang

Namun demikian, Kode ini tidak dibuat untuk dapat langsung menjawab setiap masalah yang Anda hadapi saat bekerja di Ingram Micro, maka saya mengajak Anda untuk selalu

Mivel egyre több kutatóhelyen, doktori iskolában folynak az agrárinformatikai tématerülethez kapcsolódó kutatások, a folyóirat szükséges közvetít ő közeget

Penelitian dilakukan terhadap 2 kelompok mencit yaitu mencit yang tidak diinfeksi bakteri (normal) dan mencit yang diinfeksi bakteri Escherichia coli (E. coli)

Dia memberikan yang terbaik kepada mereka yang menyerahkan pilihan kepada-Nya.” Yang pertama-tama harus kamu lakukan dalam mencari kehendak Tuhan adalah mengesampingkan kehendak

Dalam Tempoyac Jambi Edisi III Tahun 2016 kali ini, tim redaksi menyajikan berbagai artikel antara lain: Penyerahan LHP PKN ke Kejati Jambi atas Pengalihan Hak

Dari hasil analisis uji Anova taraf 5% menjelaskan bahwa lahan di bawah tegakan tanaman serbaguna seperti pada komoditi aren, durian dan karet tidak memberi pengaruh