• Tidak ada hasil yang ditemukan

Semikonduktor. Sifat. (ohm.m) Tembaga 1,7 x 10-8 Konduktor Silikon pd 300 o K 2,3 x 10 3 Semikonduktor Gelas 7,0 x 10 6 Isolator

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Semikonduktor. Sifat. (ohm.m) Tembaga 1,7 x 10-8 Konduktor Silikon pd 300 o K 2,3 x 10 3 Semikonduktor Gelas 7,0 x 10 6 Isolator"

Copied!
23
0
0

Teks penuh

(1)

Semikonduktor

• Definisi I: Bahan yang memiliki nilai hambatan jenis (ρ) antara konduktor dan isolator yakni

sebesar 10

-6

s.d. 10

4

ohm.m

• Perbandingan hambatan jenis konduktor, semikonduktor, dan isolator:

Bahan Hambatan Jenis (ohm.m)

Sifat Tembaga 1,7 x 10-8 Konduktor

Silikon pd 300oK 2,3 x 103 Semikonduktor

Gelas 7,0 x 106 Isolator

(2)

Tiga buah bahan yakni tembaga, silikon, dan gelas masing-masing memiliki panjang 1 m, dan diameter 1mm, jika pada kedua ujung bahan tersebut terpasang tegangan 10V, tentukan besarnya arus yang lewat

masing-masing bahan tersebut!

Jawab:

Hitung dulu R dengan rumus:

Selanjutnya dihitung I untuk masing-masing bahan dengan rumus:

R = ρ A l

R I = V

r

2

A = π

2

r = D

(3)

Tembaga

Silikon

Gelas

10V

i=0,46 x 103 A

i= 3,41 x 10-9 A

i=1,12 x 10-12 A

Perhatikan! Arus yang mengalir pada bahan-bahan tersebut dari yang terbesar adalah pada konduktor

(tembaga), semikonduktor (silikon), dan isolator (gelas)

(4)

Semikonduktor

• Definisi II: Bahan yang memiliki pita terlarang (forbidden band) atau energy gap (EG) yang relatif kecil kira-kira sebesar 1 eV

EG Pita

Terlarang Pita Konduksi

Pita Valensi

6eV EG1eV

Pita

Konduksi

Pita Valensi

Elektron bebas

Hole

KONDUKTOR SEMIKONDUKTOR ISOLATOR

(5)

Bahan-bahan Semikonduktor

• TRIVALENT: logam-logam yang memiliki atom- atom dengan jumlah elektron terluar 3 buah

seperti Boron (B), Gallium (Ga), dan Indium (In)

• TETRAVALENT: logam-logam yang memiliki atom-atom dengan jumlah elektron terluar 4

buah seperti Silikon (Si) dan Germanium (Ge)

• PENTAVALENT: logam-logam yang memiliki

atom-atom dengan jumlah elektron terluar 5

buah seperti Fosfor (P), Arsenikum (As), dan

Antimon (Sb)

(6)

Bahan-bahan Semikonduktor

• Bahan yang paling banyak digunakan adalah Si dan Ge

• Jumlah elektron Si 14 buah

• Jumlah elektron Ge 32 buah

• Jumlah elektron valensi (elektron terluar) Si maupun Ge `masing-masing 4 buah

• Jenis ikatan kovalen

(7)

Jenis Semikonduktor: Intrinsik

• Semikonduktor Intrinsik Merupakan semikonduktor murni dan tidak cacat ,

contoh Silikon Murni

Si

Si

Si

Si Si

+4 +4 +4

+4 +4 +4

+4 +4 +4

Elektron Valensi

Ikatan Kovalen

Visualisasi 3-dimensi

Visualisasi 2-dimensi

Struktur kristal Si: pengulangan secara teratur satuan sel 3 dimensi berbentuk tetrahedral

(8)

Semikonduktor intrinsik pada suhu yang sangat rendah:

• Semua elektron berada pada ikatan kovalen

• Tak ada elektron bebas atau tak ada pembawa muatan sehingga bersifat sebagai isolator

Semikonduktor intrinsik pada suhu kamar:

• Agitasi termal menyebabkan beberapa elektron valensi keluar dari ikatan kovalen menjadi elektron bebas

sebagai pembawa muatan negatif

• Munculnya elektron bebas diikuti dengan terbentuknya hole (lubang) sebagai pembawa muatan positif,

peristiwanya disebut pembangkitan (generation)

• Jika dipasang beda potensial, terjadi aliran arus (sebagai konduktor dengan konduktansi rendah)

(9)

+4 +4 +4

+4 +4 +4

+4 +4 +4

+4 +4 +4

+4 +4 +4

+4 +4 +4

Elektron Bebas

Hole

EG1,2eV EG1,1eV

Hole Elektron

Bebas

Si pada OoK Si pada 300oK Pita Konduksi

Pita Valensi Pita Terlarang

(10)

Sifat bahan Silikon dan Germanium (milman, 1986)

Sifat Si Ge

Nomor atom 14 32

Berat atom 28,1 72,6

Kerapatan, gr/cm3 2,33 5,32

Konstanta dielektrik 12 16

Atom/cm3 5,0 x 1022 4,4 x 1022

Jurang tenaga (EG) pada 0oK, eV 1,21 0,785 Jurang tenaga (EG) pada 300oK, eV 1,1 0,72 Konsentrasi Intrinsik (300oK), ni, cm-3 1,5 x 1010 2,5 x 1013 ρ intrinsik pada 300oK, ohm.cm 230.000 45 Mobilitas elektron pada 300oK (µn), cm2/V.s. 1.300 3.800 Mobilitas elektron pada 300oK (µp), cm2/V.s. 500 1.800

(11)

Pembawa Muatan Pada Semikonduktor Intrinsik

+4 +4 +4

+4 +4 +4

+4 +4 +4

+4 +4 +4

+4 +4 +4

+4 +4 +4

Generation

Semikonduktor Intrinsik

e1 h1

e2 en

Semikonduktor Intrinsik

e1 h2

e2

h0 en

Recombination

Medan Listrik Terpasang, E

Keadaan Terdahulu Keadaan Kemudian

(12)

Jenis Semikonduktor: Ekstrinsik

• Semikonduktor ekstrinsik: semikonduktor yang

memperoleh pengotoran atau penyuntikan (doping) oleh atom asing

Semikonduktor Ekstrinsik

Semikonduktor Tipe-N

Semikonduktor Tipe-P

Pengotoran oleh atom pentavalent spt P, As, Sb

Atom pengotornya disebut atom donor

Pembawa muatan: elektron

Pengotoran oleh atom trivalent spt B, Ga, In

Atom pengotornya disebut atom akseptor

Pembawa muatan: hole

(13)

Jenis Semikonduktor: Ekstrinsik

• Tujuan doping: meningkatkan konduktivitas

semikonduktor, dan memperoleh semikonduktor dengan hanya satu pembawa muatan (elektron atau hole) saja

• Perbandingan doping:

Atom dopant : atom murni=1:106 s.d. 108

Dopant adalah atom pengotor. Atom-atom dopant pada semikonduktor tipe-N adalah atom-atom pentavalent dan dinamakan atom donor, sedangkan pada

semikonduktor time-P trivalent dan dinamakan atom akseptor.

(14)

Semikonduktor Tipe-N

+4 +4 +4

+4 +5 +4

+4 +4 +4

Elektron Bebas

As

Pita Konduksi

Pita Valensi EG Tingkat energi donor

0,05eV

EV ED

EC

Elektron bebas sebagian besar terjadi karena doping, dan sebagian kecil lainnya bersama hole karena generation akibat agitasi termal.

Elektron bebas menjadi pembawa muatan mayoritas dan hole sebagai pembawa muatan minoritas.

(15)

Semikonduktor Tipe-P

+4 +4 +4

+4 +3 +4

+4 +4 +4

Hole

In

Pita Konduksi

Pita Valensi EG Tingkat energi akseptor

0,05eV

EV

EA

EC

Hole sebagian besar terjadi karena doping, dan sebagian kecil lainnya bersama elektron bebas karena generation akibat agitasi termal. Hole menjadi pembawa muatan mayoritas dan elektron bebas sebagai

pembawa muatan minoritas.

(16)

Piranti Semikonduktor

• Beberapa piranti semikonduktor: diode pertemuan pn, transistor, termistor, SCR (silicon controlled rectifier), IC (Integrated Circuit)

(17)

Diode Pertemuan PN

• Suatu pertemuan pn adalah kristal tunggal

semikonduktor yang pada satu sisinya mendapat penyuntikan atom akseptor dan pada sisi yang lain mendapat penyuntikan atom donor

• Pertemuan pn merupakan blok bangunan dasar (basic building block) bagi piranti semikonduktor

• Diode pertemuan pn: pertemuan pn yang pada kedua sisinya dilekatkan logam (metalurgical bond) sehingga terdapat dua ujung logam yang merupakan terminal atau elektrode, yakni anode pada sisi p dan katode pada

sisi n.

(18)

Pertemuan PN

Atom-

atom Akseptor

Atom- atom Donor

Doping Doping

Kristal Tunggal Semikonduktor

Hasilnya:

Type-P Type-N

(19)

Diode Pertemuan PN

Type-P Type-N

PERTEMUAN PN

Logam Logam

Kawat Kawat

Pembungkus

Hasilnya:

Anode Katode

Simbol:

(20)

Pertemuan PN Terbuka

- - - - - +

- - - - - - - - - - - - - - -

+ + + + + + + + + + + + + + + + + + + -

- - -

+ + + + Lapisan Pengosongn

Jenis p Jenis n

Hole Elektron

Ion Akseptor Ion Donor Bidang

Pertemuan

• Atom-atom yang mengandung hole dapat digambarkan sebagai ion-ion negatif karena kekurangan elektron, dan atom-atom yang kelebihan elektron sebagai ion positif

• Ion-ion akseptor adalah ion-ion negatif dan ion-ion donor adalah ion-ion positif.

(21)

Pertemuan PN Terbuka

Lapisan Pengosongan:

Saat p dan n dipertemukan, terjadi difusi elektron ke arah p dan difusi hole ke arah n, menimbulkan arus difusi ke kanan

Terjadi recombination (penggabungan) di sekitar bidang pertemuan sehingga elektron dan hole lenyap

Di sekitar bidang pertemuan tak terdapat pembawa muatan, disebut daerah pengosongan (depletion region)

Tegangan Penghalang:

Lenyapnya elektron meninggalkan ion donor (+), dan lenyapnya hole meninggalkan ion akseptor (-)

Adanya ion positif dan negatif menyebabkan adanya medan listrik sehingga ada tegangan, disebut tegangan kontak atau tegangan penghalang (barrier potensial), menimbulkan arus drift ke kiri

Karena pertemuan pn ini terbuka, maka ada kesetimbangan antara arus drift dengan arus difusi

(22)

Pertemuan pn dengan prasikap maju (forward bias):

Adanya VD menyebabkan arus difusi lebih besar dari arus drift

Jika potensial penghalang sebelum diberi VD adalah Vo, maka potensial penghalang turun menjadi Vo-VD, daerah pengosongan menjadi sempit

Pembawa mayoritas punya energi yang cukup untuk melewati potensial penghalang

Hole dari sisi p (pembawa mayoritas) dapat melewati daerah pengosongan menjadi pembawa minoritas di sisi n

Elektron dari sisi n (pembawa mayoritas) dapat melewati daerah pengosongan menjadi pembawa minoritas di sisi p

Jumlah arus dari elektron dan hole merupakan arus total yang lewat diode

- - - -

+ + + +

Lapisan Pengosongn

VD

Jenis P Jenis N

E

Katode Anode

(23)

Pertemuan pn dengan prasikap mundur (reverse bias):

- - - -

+ + + +

Lapisan Pengosongn

VD

Jenis P Jenis N

E

Katode +

+ + +

+ + + + -

- - - - - - - Anode

Hole pada sisi p bergerak ke kiri, elektron pada sisi n bergerak ke kanan, daerah pengosongan melebar, potensial penghalang menjadi Vo+VD, tidak ada arus lewat bidang pertemuan

Karena daerah pengosongan pada dasarnya merupakan semikonduktor intrinsik, agitasi termal dapat menyebabkan terjadinya generation sehingga muncul pasangan elektron dan hole pada daerah ini

Pengaruh medan listrik yang terpasang terhadap adanya elektron dan hole di daerah pengosongan menyebabkan terjadinya arus yang arahnya dari katode ke anode dan disebut arus balik saturasi yang besarnya 10-8 sampai dengan 10-14 A.

Referensi

Dokumen terkait