• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH STRAY CURRENT TERHADAP SISTEM PROTEKSI KATODIK DENGAN VARIASI KONDISI LINGKUNGAN, BESAR TEGANGAN DAN JARAK TERHADAP SISTEM PROTEKSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGARUH STRAY CURRENT TERHADAP SISTEM PROTEKSI KATODIK DENGAN VARIASI KONDISI LINGKUNGAN, BESAR TEGANGAN DAN JARAK TERHADAP SISTEM PROTEKSI"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS AKHIR – RL 1585

PENGARUH STRAY CURRENT TERHADAP SISTEM PROTEKSI KATODIK DENGAN VARIASI KONDISI LINGKUNGAN, BESAR TEGANGAN DAN JARAK TERHADAP SISTEM PROTEKSI

NIA ARININGTYAS NRP. 2702 100 020 Dosen Pembimbing Dr. Ir. Sulistijono, DEA

Jurusan Teknik Material Fakultas Teknologi Industri

Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2006

(2)

FINAL PROJECT – RL 1585

THE EFFECT OF STRAY CURRENT TO CATHODIC PROTECTION SYSTEM WITH VARIATION OF SURROUNDING, VOLTAGE AND DISTANCE FROM PROTECTION SYSTEM

NIA ARININGTYAS NRP. 2702 100 020 Advisor Lecturer Dr. Ir. Sulistijono, DEA

Material Engineering Department Faculty of Industrial Technology Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya 2006

(3)

PENGARUH STRAY CURRENT TERHADAP SISTEM PROTEKSI KATODIK DENGAN VARIASI KONDISI

LINGKUNGAN, BESAR TEGANGAN DAN JARAK TERHADAP SISTEM PROTEKSI

Nama Mahasiswa : NIA ARININGTYAS

NRP : 2702 100 020

Jurusan : Teknik Material FTI-ITS Dosen Pembimbing : Dr. Ir. SULISTIJONO, DEA

Abstrak

Penggunaan listrik semakin luas. Sedikit banyak listrik memberi pengaruh pada lingkungan, termasuk dalam bidang korosi. Oleh karena itu perlu diketahui bagaimana pengaruh dari arus listrik yang berupa stray current pada pengendalian korosi agar kerusakannya dapat dikurangi. Percobaan dibatasi hanya pada uji potensial saja dan hanya resistivitas tanah saja yang mempengaruhi beda potensial pada kondisi lingkungan yang berbeda.

Untuk mengetahui besarnya pengaruh stray current, maka percobaan ini dilakukan. Suatu sistem proteksi katodik impressed current yang mempunyai beda potensial 0.85-1.1 Volt terhadap CSE diganggu oleh arus DC yang dialirkan oleh kawat tembaga berdiameter 1 cm dengan jarak, tegangan dan kondisi lingkungan yang berubah-ubah. Setelah itu dilihat perubahan beda potensialnya di sepanjang pipa

Dari penelitian didapatkan suatu hasil yaitu dengan semakin dekatnya jarak sumber stray current dan kutub negatif pada suatu daerah pada pipa, semakin besarnya tegangan stray current dan semakin kecil resistivitas tanah akan mengakibatkan penurunan prosentase proteksi yang semakin besar. Pada tanah kering (kadar air 10 %) penurunan proteksi terbesar adalah sebesar 61.63 % dan pada tanah basah (kadar air 30 %) sebesar 71.0 %.

Kata kunci : stray current, arus DC, sistem proteksi, impressed current

(4)

THE EFFECT OF STRAY CURRENT TO CATHODIC PROTECTION SYSTEM WITH VARIATION OF SURROUNDING, VOLTAGE AND DISTANCE FROM

PROTECTION SYSTEM

Name : NIA ARININGTYAS NRP : 2702 100 020

Departement : Teknik Material FTI-ITS Advisor Lecturer : Dr. Ir. SULISTIJONO, DEA

Abstract

Nowadays electrics are widely used. More or less electrics give influence to the environment, included corrosion. Therefore it is important to know how they influence corrosion protection system in order to minimize the damage. This attempt is only use potential test and soil the different environmental condition only affected by soil resistivity.

The attempt is done to analize the effect of stray current.

Cathodic protection sytem using impressed current with potential difference 0.85-1.1 Volt to CSE bothered by direct current conducted by copper wire (diameter 1 cm) with variations of distance and environment condition. The changes of potential difference alongside pipe show the influence of stray current.

The result of this attempt show that less distance from the pipe and the higher voltage and soil resitivity can decrease the protection to the system (pipe). At 10 % water content, the lowest degradation of protection is about 61.63 % and 71.0 % for wet soil (30 % water content).

Key word : stray current, direct current (DC), protection system, impressed current

(5)

PENGARUH STRAY CURRENT TERHADAP SISTEM PROTEKSI KATODIK DENGAN VARIASI KONDISI

LINGKUNGAN, BESAR TEGANGAN DAN JARAK TERHADAP SISTEM PROTEKSI

TUGAS AKHIR

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Teknik

pada

Bidang Studi Korosi dan Kegagalan Material Jurusan Teknik Material

Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Oleh :

NIA ARININGTYAS Nrp. 2702100020

Disetujui oleh Tim Penguji Tugas Akhir :

1. Dr. Ir. Sulistijono, DEA ... (Pembimbing) 2. Ir. Wahid Suherman ... (Penguji I) 3. Ir. Rochman Rochiem, MSc ... (Penguji II) 4. Hariyati P, S.Si, M.Si ... (Penguji III)

SURABAYA JULI 2006

(6)

DAFTAR ISI

BAB HALAMAN

Abstrak . . . . i

Halaman Pengesahan . . . v

Kata Pengantar . . . . vii

Daftar Isi . . . ix

Daftar Gambar . . . xiii

Daftar Tabel . . . xvii

BAB I PENDAHULUAN . . . 1

1.1. Latar Belakang . . . 1

1.2. Permasalahan . . . 2

1.3. Batasan Masalah . . . 2

1.4. Tujuan . . . 2

1.5. Relevansi Kegiatan Tugas Akhir . . . 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA . . . 5

2.1. Definisi. . . 5

2.2. Direct Current. . . 6

2.2.1. Anodic interference. . . 6

2.2.2. Cathodic interference. . . 7

2.2.3. Combine interference. . . 8

2.3. Alternating Current. . . 9

2.4. Telluric Current. . . 9

2.5. Pengendalian Korosi akibat Stray Current. . . 9

2.6. Studi Kasus Stray Current : DC Rail Transit System. 13 2.7. Penurunan Efek Proteksi Katodik pada Pipa Bawah Tanah yang Disebabkan oleh Stray Current dan Telluric Current. . . 16

(7)

BAB III METODE PENELITIAN . . . 17

3.1. Diagram Alir. . . 17

3.2. Alat dan Bahan. . . 19

3.2.1. Alat. . . 19

3.2.2. Bahan. . . 19

3.3. Langkah-langkah Kerja. . . 20

3.3.1. Preparasi pembuatan sistem. . . 20

3.3.2. Pemasangan sistem proteksi katodik. . . 22

3.3.3. Pemasangan kawat yang diberi arus DC. . . 23

3.3.4. Pengukuran potensial. . . 24

BAB IV HASIL PENELITIAN. . . 25

4.1. Hasil Pengukuran. . . 25

4.1.1. Kadar air dalam tanah. . . 25

4.1.2. Resistivitas tanah. . . 26

4.1.3. Beda potensial pipa sebelum proteksi. . . 26

4.2. Hasil Rancangan Proteksi. . . 27

4.2.1. Beda potensial pipa setelah diproteksi. . . 27

4.2.2. Perbandingan sebelum dan sesudah proteksi. . . 27

4.3. Hasil Proteksi yang Dipengaruhi Stray Current. . . 29

BAB V PEMBAHASAN. . . 51

5.1. Pengaruh Jarak Stray Current terhadap Sistem Proteksi. . . 51

5.2. Pengaruh Besar Tegangan Stray Current. . . 55

5.3. Pengaruh Lingkungan. . . 55

5.4. Analisa Hubungan antara Variabel-variabel yang Ada dengan Beda Potensial . . . 57

BAB IV PENUTUP. . . 61

6.1. Kesimpulan. . . 61

6.2. Saran. . . 61

(8)

Daftar Pustaka. . . 63

Lampiran I. . . 65

Lampiran II. . . 75

Lampiran III. . . 79

Lampiran IV. . . 83

(9)

DAFTAR GAMBAR

GAMBAR HALAMAN Gambar 2.1 Contoh Anodic Interference (skematik) 6 Gambar 2.2 Contoh Cathodic Interference (skematik) 7 Gambar 2.3 Contoh Kombinasi Anodic dan Cathodic

Interference (skematik) 8

Gambar 2.4 Penggunaan Drainage Bond untuk Mengurangi Laju Keluarnya Stray

Current dari Pipa (skematik) 10

Gambar 2.5 Prinsip Cathodic Shield untuk Meminimalisasi Anodic Interference

(skematik) 11

Gambar 2.6 Penggunaan Sacrificial Anodes (anoda korban) untuk Mengurangi Cathodic

Interference (skematik) 12

Gambar 2.7 Pipa yang Direlokasi dengan Sistem Proteksi yang Baru untuk Menghindari

Stray Current Corrosion 14

Gambar 2.8 Stray Current yang Ditimbulkan oleh

Electrified Transit System (skematik) 15 Gambar 3.1 CSE sebagai Elektroda Referensi 19 Gambar 3.2 Pengukuran Resistivitas Tanah dengan

Metode Wenner 21

Gambar 3.3 Skema Sistem Proteksi Katodik

Impressed Current 22

Gambar 3.4 Skema Kawat Tembaga yang Dialiri Arus

DC 23

Gambar 3.5 Skema Kawat Tembaga yang Dipasang di luar Sistem Proteksi Katodik Impressed

Current 23

Gambar 4.1 Grafik Perbandingan Beda Potensial antara sebelum dan sesudah Proteksi pada

Tanah Kering 29

(10)

Gambar 4.2 Grafik Perbandingan Beda Potensial antara sebelum dan sesudah Proteksi pada

Tanah Basah 29

Gambar 4.3 Grafik Perbandingan Beda Potensial pada Test Point 1-3 pada Tanah Kering 33 Gambar 4.4 Grafik Perbandingan Beda Potensial Pada

Test Point 4-6 pada Tanah Kering 33 Gambar 4.5 Grafik Perbandingan Beda Potensial pada

Test point 7-9 pada Tanah Kering 35 Gambar 4.6 Grafik Perbandingan Beda Potensial pada

Test Point 10-12 pada Tanah Kering 35 Gambar 4.7 Grafik Perbandingan Beda Potensial pada

Test Point 13-15 pada Tanah Kering 35 Gambar 4.8 Grafik Perbandingan Beda Potensial pada

Test Point 16-18 pada Tanah Kering 37 Gambar 4.9 Grafik Perbandingan Beda Potensial pada

Test Point 19-21 pada Tanah Kering 37 Gambar 4.10 Grafik Perbandingan Beda Potensial pada

Test Point 22-24 pada Tanah Kering 37 Gambar 4.11 Grafik Perbandingan Beda Potensial pada

Test Point 25-27 pada Tanah Kering 39 Gambar 4.12 Grafik Perbandingan Beda Potensial pada

Test Point 1-3 pada Tanah Basah 43 Gambar 4.13 Grafik Perbandingan Beda Potensial pada

Test Point 4-6 pada Tanah Basah 43 Gambar 4.14 Grafik Perbandingan Beda Potensial pada

Test Point 7-9 pada Tanah Basah 45 Gambar 4.15 Grafik Perbandingan Beda Potensial pada

Test Point 10-12 pada Tanah Basah 45 Gambar 4.16 Grafik Perbandingan Beda Potensial pada

Test Point 13-15 pada Tanah Basah 45 Gambar 4.17 Grafik Perbandingan Beda Potensial Pada

Test Point 16-18 pada Tanah Basah 47 Gambar 4.18 Grafik Perbandingan Beda Potensial pada

Test Point 19-21 pada Tanah Basah 47

(11)

Gambar 4.19 Grafik Perbandingan Beda Potensial pada Test Point 22-24 pada Tanah Basah 47 Gambar 4.20 Grafik Perbandingan Beda Potensial pada

Test Point 25-27pada Tanah Basah 49 Gambar 5.1 Grafik Perbandingan Prosentase

Penurunan Proteksi Pengujian 1,4 dan 7

untuk Tanah Kering 51

Gambar 5.2 Grafik Perbandingan Prosentase

Penurunan Proteksi Pengujian 4, 13 dan

22 untuk Tanah Kering 53

Gambar 5.3 Grafik Perbandingan Prosentase

Penurunan Proteksi Pengujian 10, 11 dan

12 untuk Tanah Kering 55

Gambar 5.4 Grafik Perbandingan Prosentase

Penurunan Proteksi Pengujian 10 untuk

Tanah Kering dan Basah 57

(12)

DAFTAR TABEL

TABEL HALAMAN Tabel 2.1 Contoh Kerusakan akibat Direct Stray current

pada Electrified Transyt System 13

Tabel 4.1 Hasil Pengukuran Kadar Air dalam Tanah

Kering 25

Tabel 4.2 Hasil Pengukuran Kadar Air dalam Tanah

Basah 25

Tabel 4.3 Resistivitas pada Tanah Kering 26 Tabel 4.4 Resistivitas pada Tanah Basah 26 Tabel 4.5 Potensial Pipa sebelum Proteksi pada Tanah

Kering 27

Tabel 4.6 Potensial Pipa sebelum Proteksi pada Tanah

Basah 27

Tabel 4.7 Potensial Pipa setelah Proteksi pada Tanah

kering 27

Tabel 4.8 Potensial Pipa setelah Proteksi pada Tanah

Basah 27

Tabel 4.9 Beda Potensial setelah Terkena Stray Current

untuk Tanah Kering 31

Tabel 4.10 Beda Potensial setelah Terkena Stray Current

untuk Tanah Basah 41

Referensi

Dokumen terkait