• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO TUTORIAL PADA MATERI TEKNIK DASAR LAY UP SHOOT BOLABASKET

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO TUTORIAL PADA MATERI TEKNIK DASAR LAY UP SHOOT BOLABASKET"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO TUTORIAL PADA MATERI TEKNIK DASAR LAY UP SHOOT

BOLABASKET

DEVELOPMENT OF LEARNING MEDIA BASED ON TUTORIAL VIDEO ON FUNDAMENTAL TECHNIQUE LAY UP SHOOT BOLABASKET MATERIAL

¹)Alyu Mardiana, ²)Muchsin Doewes, ³)Sapta Kunta Purnama Program Studi S2 Ilmu Keolahragaan Fakultas Pascasarjana

Universitas Negeri Sebelas Maret Surakarta

Jln. Ir. Sutami 36 Kentingan, Jebres, Surakarta, Jawa Tengah Email:[email protected]

ABSTRAK

Tujuan penelitian ini adalah : 1) Memudahkan dan memperjelas materi latihan teknik dasar bolabasket dengan media video tutorial. 2) Mengetahui cara mengembangkan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. 3) Mengetahui kelayakan media pembelajaran berbasis video tutorial pada materi lay up shoot bolabasket. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan dengan rancangan model pengembangan prosedural, karena model ini bersifat deskriptif, yaitu suatu prosedur yang menggambarkan langkah-langkah yang harus diikuti dalam menghasilkan produk. langkah pengembangan video tutorial adalah: 1) Penelitian dan Pengumpulan Data, 2) Perencanaan, 3) Pengembangan Draf Produk, 4) Uji Coba Lapangan Awal, 5) revisi, 6) Uji Coba Lapangan Kecil, 7) Diseminasi dan Implementasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tersusunnya media pembelajaran berbasis video tutorial pada materi lay up shoot bolabasket. Dengan tingkat kelayakan berdasarkan penilaian ahli materi diperoleh persentase sebesar 79,58 % termasuk kategori layak, penilaian ahli media diperoleh persentase sebesar 77, 5 % termasuk kategori layak, penilaian ahli pembelajaran dengan persentase sebesar 86, 13 % termasuk kategori sangat layak. Hasil uji coba terbatas hasil yang diperoleh persentase sebesar 86,13 % termasuk kategori sangat layak. Hasil uji coba luas diperoleh persentase sebesar 75, 87% termasuk kategori layak.

Kata kunci: media, pembelajaran, lay up shoot bolabasket, video tutorial.

ABSTRACT

The objectives of this study are: 1) Facilitate and clarify basic basketball technical training materials with video tutorial media. 2) Know how to develop according to the needs and characteristics of students. 3) Knowing the feasibility of video-based learning media in the basketball shoot lay-up material. This research uses development research methods with the design of procedural development models, because this model is descriptive, namely a procedure that describes the steps that must be followed in producing a product. steps for developing video tutorials are: 1) Research and Data Collection, 2) Planning, 3) Product Draft Development, 4) Initial Field Trials, 5) revisions, 6) Small Field Trials, 7) Dissemination and Implementation. The results showed that the composition of tutorial video-based learning media on the basketball shoot lay-up material. with the level of feasibility based on the assessment of material experts obtained a percentage of 79.58% including the appropriate category, the assessment of media experts obtained a percentage of 77, 5% including the appropriate category, assessment of learning experts with a percentage of 86, 13% including the very feasible category. The results of the limited trial results obtained a percentage of 86.13% including the very feasible category. The results of extensive trials obtained a percentage of 75, 87% including the feasible category.

Keywords: media, learning, basketball shoot lay-up, video tutorial.

(2)

PENDAHULUAN

Yang terpenting dalam kegiatan pembelajaran adalah terjadinya proses belajar (learningg process). Sebab sesuatu dikatakan hasil belajar kalau memenuhi beberapa ciri berikut: (1) belajar sifatnya disadari, dalam hal ini timbul dalam diri siswa motivasi-motivasi untuk memiliki pengetahuan yang diharapkan sehingga tahapan-tahapan dalam belajar sampai pengetahuan itu dimiliki secara permanen (retensi) betul- betul disadari sepenuhnya.

(2) hasil belajar diperoleh dengan adanya

proses, dalam hal ini tidak secara spontanitas, instan, namun bertahap (sequensial) (Susilana & Riyana, 2008:1).

Kaitan bahwa belajar membutuhkan interaksi, hal ini menunjukan bahwa proses pembelajaran merupakan proses komunikasi, artinya didalamnya terjadi proses penyampaikan pesan dari seseorang (sumber pesan) kepada seseorang atau sekelompok orang (penerima pesan), menurut kemp (1975:15) dalam Susilana (2008:2) menggambarkan proses komunkasi sebagai berikut:

Gambar. Proses Komunikasi

Dalam sistem pembelajaran modern saat ini, siswa tidak hanya berperan sebagai penerima pesan, bisa saja siswa bertindak sebagai penyampai pesan. Dalam konsisi seperti itu, maka terjadi apa yang disebut dengan komunikasi dua arah (two way traffic communication) bahkan komunikasi banyak arah (multi way communicaion). Dalam bentuk komunikasi pembelajaran manapun sangat dibutuhkan peran media untuk meningkatkan tingkat keefektifan pencapaian tujuan/kompetensi.

Artinya proses belajar tersebut akan terjadi apabila komunikasi antara penerima pesan dan sumber pesan lewat media tersebut (Susiana & Riyana, 2008:3-4).

Tujuan penelitian ini adalah : 1) Memudahkan dan memperjelas materi latihan teknik dasar bolabasket dengan media video tutorial. 2) Mengetahui cara mengembangkan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. 3) Mengetahui kelayakan media pembelajaran berbasis video tutorial pada materi lay up shoot bolabasket.

Levie dan Lentz (1982) dalam Arsyad (2011:16-17), mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, yaitu (a) funsi atensi, (b) fungsi afektif, (c) fungsi

kognotif, (d) fungsi kompensatoris. Fungsi atensi yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan materi pelajaran. Fungsi afektif dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks bergambar.gambar atau lambang visual bahkan video dapat menggugah emosi dan sikap siswa, misalnya informasi yang menyangkut ras atau sosial. Fungsi kognotif terlihat dari temuan-temuan penelti yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar dan video memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung di dalamnya.

Fungsi kompensatori media pembelajaran terlihat dari hasil penelitian bahwa media yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali. Media pembelajaran berfungsi untuk mengakomodasikan siawa yang lemah dan lambat menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dengan dengan teks atau disajikan secara verbal.

Source of

message Message encode Message receive and

decode Destination of message

channel

(3)

Dale (1969:180) dalam arsyad (2011:19) mengemukakan bahwa bahan- bahan audio-visual (video) dapat memberikan banyak manfaat asalkan guru berperan aktif dalam proses pembelajaran.

Dari pendapat beberapa ahli dapat disimpulakan manfaat dari media pembelajaran di dalam proses pembelajaran sebagai berikut: 1) media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan dan informasi sehingga dapat memperlancar dan meningkatkan proses dan hasil belajar. 2) media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian siswa sehingga dapat menimbulakan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan memungkinkan siswa untuk belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya. 3) media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera, ruang, dan waktu. 4) media

pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungn mereka, serta memungkinkan terjadi interaksi langsung denagn guru dan lingkungan.

(Arsyad, 2011:25-26).

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan dengan rancangan model pengembangan prosedural, karena model ini bersifat deskriptif, yaitu suatu prosedur yang menggambarkan langkah-langkah yang harus diikuti dalam menghasilkan produk.

langkah pengembangan video tutorial adalah: 1) Penelitian dan Pengumpulan Data, 2) Perencanaan, 3) Pengembangan Draf Produk, 4) Uji Coba Lapangan Awal, 5) revisi, 6) Uji Coba Lapangan Kecil, 7) Diseminasi dan Implementasi.

Gambar 2. Langkah-Langkah R &D Yang Digunakan

Pengembangan media video tutorial ini menggunakan instrument berupa angket berbentuk chek list dan berisi pertanyaan tertulis untuk menjaring informasi dari subjek validasi maupun subjek uji lapangan.

Penilaian menggunakan rating scale (skala bertingkat), jawaban pada rating scale merupakan jumlah yang berskala. Data yang didapat dari subjek validasi dan uji lapangan akan diolah menggunakan teknik deskriptif prosentase dengan cara mengubah data kuantitatif menjadi bentuk prosentase. Data selanjutnya akan di interpretasikan dengan kalimat yang bersifat kualitatif. Rumus yang digunakan untuk pengolahan data dari subjek validasi adalah rumus pengolahan data.

Validasi Ahli Penelitian dan

Pengumpulan Data Perencanaan Pengembangan

Draf Produk

Revaisi Uji Coba Lapangan

Kecil

Diseminasi dan Implemantasi

(4)

Data hasil penilaian terhadap kelayakan produk pengembangan media video tutorial dianalisis secara deskriptif. Penentuan tingkat kevalidan dan revisi produk seperti pada tabel di bawah ini:

Persentase

(%) Kriteria validasi 76-100 Valid (tidak perlu revisi)

56-75 Cukup valid (tidak perlu revisi) 40-55 Kurang valid (revisi)

0-39 Tidak valid (revisi) Tabel.1 Tingkat Kevalidan Dan Revisi Produk Rumus yang digunakan untuk pengolahan data adalah:

Keterangan:

P = Persentase

Χ = Jumlah sekor jawaban responden dalam satu item Χi = Jumlah sekor ideal dalam satu item

Σχ = Total jumlah sekor jawaban responden Σχi = Total jumlah skor ideal

100 = Konstanta

Tabel 2 Interprestasi Kriteria Hasil Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN

Dalam pelaksanaan penelitian dilaksanakan dengan 3 tahap utama yaitu:

1. Tahap Studi Pendahuluan

Pada tahap ini terdiri dari 2 bagian antara lain: studi literatur dan studi lapangan. Studi literatur dilakukan

dengan mencari referensi maupun pustaka terkait materi lay up shoot bolabasket. Sedangkan studi lapangan adalah melakukan observasi di lapangan dengan menggali informasi, menggali permasalahan dan mengidentifikasi masalah.

(5)

2. Tahap Pengembangan

Pada tahap ini terdiri dari 8 bagian diantaranya:

a. Penyusunan draft desain model.

Data yang didapat dari survei lapangan dan ditunjang dengan dasar-dasar teori dari hasil studi kepustakaan selanjutnya peneliti menyusun draft desain model media pembelajaran yang terdiri dari 3 tahap, antara lain:

1) Penyusunan draft materi, naskah, dan storyboard video tutorial. Penyusunan draft materi mengacu pada teknik dasar lay up shoot bolabasket.

2) Pengambilan video.

Proses pengambilan video dilakukan di Lapangan bolabasket SMK Negeri 1 Jenangan Ponorogo

3) Editing video

Pada tahap ini out put yang dihasilkan berupa media tutorial teknik dasar lay up shoot bolabasket dalam bentuk DVD.

Isi DVD terdiri dari 2 macam yaitu opening dan menu utama, lebih lengkap pada gambar 3, dan 4 di bawah ini.

Gambar 3. Opening video

Gambar 4. Menu utama Dalam opening video terdapat judul

media pembelajaran yaitu pengembangan media pembelajaran berbasis video tutorial pada materi teknik dasar lay up shoot bolabasket yang telah dikembangkan yang berfungsi untuk mengetahui media interaktif yang dipakai. Sedangkan pada

menu utama terdapat 4 materi pembelajaran, seperti: 1st step- appoach (langkah awal untuk melakukan pendekatan terhadap ring), 2nd low step (langkah kedua lambat untuk mengawali tumpuan), power up (lompatan ke atas untuk memberi dorongan bola ke arah ring),

(6)

release (melepaskan bola kearah ring) , pengguna dapat memilih materi yang akan dipelajari.

b. Validasi tim ahli (expert judgment)

Validitas penilaian pada penelitian ini mengacu pada pendapat Sugiyono (2013: 168) menyatakan bahwa instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrumen tersebut dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Penilaian media pembelajaran lay up shoot dilakukan oleh pakar atau praktisi melalui instrumen penilaian

berdasarkan teori-teori yang sudah ada kemudian dijadikan indikator dalam penilaian oleh pakar. Pakar atau praktisi meliputi tiga pakar ahli antara lain : pakar materi, pakar media dan pakar pembelajaran.

Pakar materi yang menilai kelayakan media pembelajaran adalah dosen pengampu mata kuliah bolabasket UNESA, Dr.

Abdul Rachman Syam Twasikal, M.Pd. Penyajian data hasil penilaian media pembelajaran oleh ahli materi dijelaskan pada gambar 5 sebagai berikut:

Gambar 5. Diagram Penilaian Dari Ahli Materi Perhitungan persentase ahli materi

yang ditinjau dari relevansi terhadap materi praktek teknik dasar lay up shoot bolabasket diantaranya: persentase penilaian sebesar 80% didapat dari pengujian teknik 1st step-approach, pengujian teknik 2nd low step sebesar

78,30%, 80%,dari pengujian teknik power up , dan pengujian teknik release sebesar 80%. Pakar media yang menilai kelayakan media adalah dosen Teknologi Pembelajaran UNESA.

Validasi penilaian oleh ahli media berisi 23 butir pertanyaan dengan indikator antara lain: mutu teknis, komposisi, keseimbangan dan keterpaduan untuk

menilai kelayakan media pembelajaran berbasis video tutorial pada materi praktek teknik dasar lay up shoot bolabasket.

Dengan persentase penilaian sebagai

(7)

berikut: aspek mutu teknis sebesar 82%, aspek komposisi sebesar 76%, aspek keseimbangan sebesar 80%, keterpaduan sebesar 72%, jika dirata-rata tingkat kelayakan media pembelajaran berbasis video tutorial menurut penilaian ahli media sebesar 77,5%.

Pakar pembelajaran yang menilai kelayakan media pembelajaran berbasis video tutorial adalah dosen Strategi pembelajaran UNESA.

Penilaian kelayakan oleh ahli pembelajaran melalui validasi penilaian pakar pembelajaran berisi 25 butir pertanyaan. Indikator pertanyaan antara lain: tujuan, ketepatgunaan, mutu teknis, tingkat kemampuan siswa dan manfaat.

Dengan persentase hasil penilaian sebagai berikut: aspek tujuan sebesar 90%, aspek ketepatgunaan sebesar 80%, aspek mutu teknis sebesar 77,14%, aspek tingkat kemampuan siswa sebesar 80% dan aspek manfaat sebesar 82,85%. Jika dirata-rata penilaian ahli pembelajaran sebesar 81,99%.

c.

Penyusunan penilaian uji coba.

Penilaian uji coba berupa validasi penilaian yang dilakukan oleh pengguna media yaitu mahasiswa.

Lembar penilaian disusun berdasarkan indikator-indikator pemilihan media pembelajaran.

Uji coba terbatas dilakukan dengan 3 responden dari siswa kelas XI Keperawatan SMK Kesehatan Bakti Indonesia Medika Ponorogo untuk menilai media pembelajaran yang telah dirancang dan telah melalui validasi dari para ahli.

Indikator uji coba terbatas antara lain : kesederhanaan, kejelasan, kemudahan, edukatif, dan daya

tarik dengan 23 butir pertanyaan yang diajukan. Persentase hasil penilaian sebagai berikut: aspek kesederhanaan sebesar 84%, aspek kejelasan sebesar 73,33%, aspek kemudahan sebesar 84,44%, aspek edukatif sebesar 97,77% dan aspek daya tarik sebesar 91,11%.

Uji coba terbatas media pembelajaran berbasis video tutorial dirata-rata diperoleh hasil sebesar 86,13%.

Setelah itu media pembelajaran berbasis video tutorial pada materi praktek teknik dasar lay up shoot bolabasket dilakukan uji coba luas di kelas XI Keperawatan SMK Kesehatan Bakti Indonesia Medika Ponorogo diikuti sebanyak 32 mahasiswa.

Berdasarkan indikator berupa kesederhanaan, kejelasan, kemudahan, edukatif, dan daya tarik dengan 23 butir pertanyaan.

Dengan persentase penilaian diantaranya: aspek kesederhanaan sebesar 76,75%, aspek kejelasan sebesar 72,91%, aspek kemudahan sebesar 76,66%, aspek edukatif sebesar 76,87%, aspek daya tarik sebesar 76,14%. Rata –rata penilaian pada uji coba luas sebesar 75,87%.

Kelayakan media pembelajaran berbasis video tutorial yang ditinjau oleh ahli materi, ahli media, ahli pembelajaran dan siswa selaku pengguna / pemakai media pembelajaran melalui validasi penilaian berupa instrumen, mengacu pendapat Sugiyono (2013: 136), dapat dilihat pada tabel 3 berikut:

No. Penilai Hasil

% Kelayakan

1. Ahli materi 1 (dosen) 80 Valid

2. Ahli media 1 (dosen) 77,5 Valid

3. Ahli pembelajaran 1 (dosen) 81,99 Valid 4. Siswa (uji coba terbatas) 86,13 Valid

5. Siswa (uji coba luas) 75,87 Valid

Tabel 3 Kelayakan Berdasarkan Instrumen Penilaian

(8)

3. Tahap Evaluasi

Model final merupakan bagian dari tahap evaluasi setelah media pembelajaran video tutorial divalidasi penilaian oleh ahli materi, ahli media dan ahli pembelajaran.

Pengembangan media

pembelajaran pada materi praktek teknik dasar lay up shoot bolabasket khususnya praktek tidak terlepas dari peran multimedia yang menghasilkan suatu informasi berupa gambar, suara, dan animasi sehingga peran multimedia sangat membantu dalam penyalur informasi.

Menurut Oetomo (2002: 109), secara umum multimedia diartikan sebagai kombinasi teks, gambar, seni grafik, animasi, suara dan video.

Aneka media tersebut digabungkan menjadi satu kesatuan kerja yang akan menghasilkan suatu informasi yang tidak hanya dapat dilihat

sebagai hasil cetakan, melainkan juga dapat didengar, membentuk simulasi dan animasi yang dapat membangkitkan minat dan memiliki nilai seni grafis yang tinggi dalam penyajiannya. Ariani & Haryanto (2010: 25) mengemukakan bahwa multimedia terbagi menjadi dua kategori, yaitu : multimedia linier dan multimedia interaktif.

Pengembangan media pembelajaran materi teknik dasar lay up shoot bolabasket mengacu kategori multimedia interaktif, yaitu media pembelajaran yang dilengkapi alat pengontrol yang dapat dikendali oleh pengguna. Pengembangan media praktek teknik dasar lay up shoot bolabasket dirancang dengan memadukan gambar, suara, dan animasi yang digabung menjadi satu kesatuan.

SIMPULAN

Berdasarkan data hasil penelitian dan pembahasan yang telah dijelaskan pada bab sebelumnya dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Tersusun media pembelajaran interaktif berbasis video tutorial pada materi teknik dasar lay up shoot bolabasket.

2. Kelayakan media pembelajaran berbasis video tutorial diketahui berdasarkan validasi penilaian ahli materi, ahli media, ahli pembelajaran dan siswa.

a. Ahli materi.

Kelayakan media pembelajaran berdasarkan pakar ahli materi dengan persentase sebesar 80 % termasuk kategori layak.

b. Ahli media.

Kelayakan media pembelajaran berdasarkan pakar ahli media dengan persentase sebesar 77,5 % termasuk kategori layak.

c. Ahli pembelajaran.

Kelayakan media pembelajaran berdasarkan pakar ahli pembelajaran dengan persentase sebesar 81,99 % termasuk kategori sangat layak.

d. Uji coba kelompok kecil.

Kelayakan media pembelajaran berdasarkan pendapat 3 siswa kelas XI Keperawatan SMK Kesehatan Bakti Indonesia Medika Ponorogo diperoleh persentase sebesar 86,13

% termasuk kategori sangat layak.

e. Uji coba kelompok luas.

Kelayakan media pembelajaran berdasarkan pendapat 32 siswa kelas XI Keperawatan SMK Kesehatan Bakti Indonesia Medika Ponorogo diperoleh persentase sebesar 75,87

% termasuk kategori layak.

SARAN

Media yang dikembangkan adalah media pembelajaran interaktif, maka pengguna dituntut aktif dalam mengoperasikannya. Produk hasil penelitian masih ada kekurangan. Ke depan bagi peneliti yang ingin mengembangkan media pembelajaran berbasis video tutorial

(9)

dengan software Pinnacle Studio bisa memadukan dengan software Adobe Flash Player agar media pembelajaran lebih interaktif.

DAFTAR PUSTAKA

Amung Ma’mum, Yudha M. Saputra. 2000. Perkembangan Gerak dan Belajar.

Jakarta:Departemen Pendidikan Nasional

Arikunto, S.2009. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Edisi Revisi 6. Jakarta : Rineka Cipta.

Arsyad, Azhar .2011. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Badarudin. 2011. Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran. (Online), (http://ayahalby.wordpress.com/2011/02/23/model-pengembanganperangkat-

pembelajaran/), di akses 13 Mei 2011.

Bidang III PB, PERBASI. 2006. Bolabasket Untuk Semua. Jakarta: Pengurus Besar Persatuan Bolabasket Seluruh Indonesia.

Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung. Alfabeta.

Susilana, Rudi & Riyana,Mansur. 2007. Media Pembelajaran. Bandung: Wacana Prima.

Wasis D. Dwiyogo. 2004. Konsep Penelitian dan Pengembangan. Pusat Kajian Kebijakan Olahraga LEMLIT UM.

Wissel, Hal. 2000. Bola Basket Dilengkapi Dengan Program Pemahiran Teknik dan Taktik.

Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Gambar

Gambar 2. Langkah-Langkah R &D Yang Digunakan
Tabel 2 Interprestasi Kriteria Hasil Penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN
Gambar 3. Opening video
Gambar 5. Diagram Penilaian Dari Ahli Materi Perhitungan persentase ahli materi

Referensi

Dokumen terkait

Penilaian media berbasis video tutorial gerak dasar olahraga tenis lapangan berdasarkan penilaian dari ahli materi, ahli media dan pelatih dan atlet sekolah tenis

Berdasarkan hasil validasi media video tutorial model pembelajaran berbasis masalah oleh ahli materi fisika, ahli media pembelajaran, ahli pendidikan dan pengajaran (pedagogik)

Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan latihan adalah aktivitas untuk meningkatkan keterampilan dengan menggunakan media video tutorial agar dapat menguasai

Abstrak: Penelitian ini di latar belakangi oleh Minimnya model latihan teknik dasar futsal, sehingga pemain cenderung jenuh dengan materi latihan teknik dasar yang

Setelah dilakukan revisi dan ditinjau berdasarkan hasil penilaian kelayakan media video pada Diagram 2, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran video tutorial teknik

Media Pembelajaran Berbasis Video Tutorial Teknik Dasar Sepak Sila dan Sepak Badek dalam Permainan Sepak Takraw pada Mahasiswa Prodi Penjaskesrek Ketut Karin Preayani1*, I Ketut

Berdasarkan penelitian diatas, penulis mengembangkan sebuah penelitian pengembangan video tutorial teknik shoot bola futsal berbasis animasi 3D captain tsubasa, dengan menggunakan

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBEAJARAN BERBASIS VIDEO TUTORIAL DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI SKETCHUP MATA PELAJARAN MENGGAMBAR TEKNIK JURUSAN DESAIN PEMBELAJARAN DAN INFORMASI BANGUNAN