BAB III
ANALISIS DAN PENGEMBANGAN APLIKASI
Bab ini akan membahas mengenai analisi dan pengembangan aplikasi dapodik untuk program Indonesia pintar. Aplikasi ini diberi nama “Aplikasi Validasi Program Indonesia Pintar”, Analisis dan pengembangan aplikasi ini dilakukan dengan berorientasi objek dan UML (Unified Modeling language) sebagai alat bantu pemodelan sistem aplikasi, Use Case digunakan untuk mendeskripsikan kebutuhan sistem dan bagaimana pengguna berinteraksi dengan sistem. Activity Diagram digunakan untuk menjelaskan alur kerja professional secara step-by-step dari komponen suatu sistem. Diagram relasi digunakan untuk mendeskripsikan jenis-jenis objek/entitas dalam sistem dan berbagai macam hubungan statis yang terdapat diantara mereka. Sequence Diagram digunakan untuk menggambarkan kelakuan dinamis sistem yang terjadi diantara objek atau entitas.
3.1 Tinjauan Instansi
Profil Instansi 3.1.1
Berdasarkan Peraturan Presiden nomor 14 tahun 2015 bahwa dengan telah ditetapkannya pembentukan kabinet kerja periode tahun 2014-2019 dan melaksanakan ketentuan pasal 11 Undang-Undang nomor 39 tahun 2008 tentang kementerian negara, perlu menertapkan Peraturan Presiden tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Indonesia, 2015).
Direktorat Jendral Pendidikan Dasar Menengah berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri. Dalam melaksanakan tugas terhadap penyelenggaraan pelaksanaan kebijakan di bidang pendidikan dasar dan Menengah. Adapun beberapa yang telah dirumuskan sesuai dengan peraturan presiden nomor 14 tahun 2015 pasal 16 adalah sebagai berikut:
a. Perumusan kebijakan di bidang kurikulum, peserta didik, sarana dan prasarana, pendanaan, dan tata kelola pendidikan dasar dan menengah;
b. Pelaksanaan kebijakan di bidang peningkatan kualitas pendidikan karakter peserta didik, fasilitasi sumber daya, pemberian izin dan kerja sama penyelenggaraan satuan pendidikan yang diselenggarakan perwakilan negara asing atau lembaga asing, penyelenggaraan
pendidikan di daerah khusus dan daerah tertinggal (pendidikan layanan khusus), dan penjaminan mutu pendidikan dasar dan menengah;
c. Fasilitasi pembangunan teaching factory dan technopark di lingkungan sekolah menengah kejuruan;
d. Penyusunan norma, standar, prosedur, dan kriteria di bidang pendidikan dasar dan menengah;
e. Pemberian bimbingan teknis dan supervisi di bidang pendidikan dasar dan menengah;
f. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan di bidang pendidikan dasar dan menengah;
g. Pelaksanaan administrasi direktorat jenderal pendidikan dasar dan menengah; dan
h. Pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh menteri
Struktur Organisasi Instansi 3.1.2
Gambar 3.1.1 Struktur Organisasi Setditjen Dikdasmen
3.2 Analisis Sistem Berjalan
Usecase Sistem Berjalan 3.2.1
Gambar 3.2.1 Usecase Sistem Berjalan
Proses Bisnis Sistem Berjalan 3.2.2
Gambar 3.2.2 Proses bisnis sistem berjalan
Prosedur penetapan penerima bantuan program Indonesia pintar sebelumnya menggunakan prosedur manual. Dimana sekolah harus melakukan pengisian formulir yang telah ditanda tangani oleh kepala sekolah. Setelah itu mengirimkan berkas ke dinas pendidikan Kabupaten kota setempat. Berkas akan divalidasi kemudian dikirimkan ke direktorat teknis terkait.
Direktorat teknis adalah Direktorat PSMA dan PSMK, instansi yang akan mengakomodir bantuan program Indonesia pintar. Setelah semua usulan diterima maka akan segera ditetapkannya SK penerima bantuan program Indonesia pintar. Setelah SK ditetapkan maka langkah selanjutnya adalah melakukan koordinasi dengan bank penyalur untuk segera menyalurkan bantuan kepada siswa pada sekolah yang telah mengusulkan.
3.3 Analisis Sistem Usulan
Analisis sistem adalah sebuah istilah yang secara kolektif mendeskripsikan fase- fase awal pengembangan sistem. Analisis sistem adalah teknik pemecahan masalah yang menguraikan bagian-bagian komponen dengan mempelajari seberapa bagus bagian- bagian komponen tersebut bekerja dan berinteraksi untuk mencapai tujuan mereka.
Analisis sistem merupakan
Gambar 3.3.1 Mekanisme validasi rogram Indonesia Pintar
Tahap paling awal dalam pengembangan sistem yang menjadi pondasi menentukan keberhasilan sistem tersebut. Berikut adalah gambaran analisa aplikasi usulan.
Mekanisme yang diajukan meringkas beberapa proses. Melalui aplikasi dapodik mengurangi aktifitas pada sekolah. Semula membutuhkan banyak berkas dan data, dengan aplikasi usulan validasi program indonesia pintar. Pihak sekolah hanya melengkapi berkas yang kurang dan hal tersebut bisa langsung dicek oleh dinas pendidikan kabupaten kota tanpa harus mengirim berkas manual usulan maupun bukti fisik calon penerima bantuan program indonesia pintar.
3.4 Pengembangan Aplikasi
Usecase Diagram 3.4.1
Gambar 3.4.1 Usecase Diagram Aplikasi
Skenario Usecase 3.4.2
1. Skenario Usecase Dashboard
Table 3.4.1 Skenario Usecase Dashboard
Usecase Name : Dashboard ID : UC-2 Priority : High
Actor : Semua Pengguna ( Operator Sekolah, Operator Kabupaten kota, dan operator Propinsi )
Description :
aktifitas ini menggambarkan tampilan awal aplikasi setelah pengguna berhasil login.
Tampilan yang memiliki perbedaan pada setiap peran yang login.
Trigger : Login Berhasil Preconditions :
Pengguna telah melakukan registrasi terlebih dahulu baik pada aplikasi dapodik maupun pada single sign on kemdikbud
Normal Course : 1. Berhasil login
2. System akan langsung menampilkan tampilan dashboard 3. Menu dashboard adalah menu default tampilan awal aplikasi
4. Aktifitas selesai Postcondition :
Data yang ditampilkan berupa data rekapitulasi siswa calon penerima bantuan PIP untuk peran sekolah. Untuk Kabupaten kota data yang akan ditampilkan adalah rekapitulasi siswa per kecamatan berdasarkan bentuk pendidikan, jumlah yang memiliki KPS, dan beberapa kriteria lainnya. Memiliki persamaan dengan Kabupaten kota, untuk propinsi akan menampilkan data tersebut dengan berdasarkan Kabupaten kota di wilayahnya
2. Skenario Usecase Validasi No KPS/KKS
Tabel 3.4.1 Skenario Validasi No KPS/KKS
Usecase Name :Validasi No KPS/KKS ID : UC-3 Priority : High Actor :
Operator Sekolah Description :
Usecase ini menggambarkan akses utama operator sekolah dalam melakukan validasi no KPS/KKS yang ada pada data peserta didik di sekolah terkait
Trigger : Data KPS/KKS Peserta didik Preconditions :
Operator sekolah telah melakukan penginputan data terkait pada aplikasi dapodik, dan telah melakukan sinkronisasi pada aplikasi dapodik
Normal Course :
1. Memilih menu validasi No KPS/KKS 2. Memilih siswa yang akan divalidasi datanya 3. Melakukan validasi dengan memilih No KPS/KKS
4. Menyesuaikan data antara data pada aplikasi dapodik dengan data TNP2K, lalu klik validasi
5. selesai Postcondition :
Validasi berhasil, mendapatkan hasil validasi data peserta didik calon penerima bantuan program Indonesia pintar
3. Skenario Usecase Pengajuan FUS
Tabel 3.4.2 Skenario Pengajuan FUS
Usecase Name : Pengajuan FUS ID : UC-5 Priority : Medium Actor : Operator Sekolah
Description :
Usecase ini menggambarkan proses pengajuan format usulan sekolah bagi peserta didik yang tidak memiliki no KPS/KKS tetapi ingin mendapatkan bantuan Program Indonesia pintar
Trigger : Data peserta didik, data sekolah dan surat keterangan tidak mampu (SKTM) Preconditions :
Operator sekolah sudah memiliki bukti dan surat keterangan yang menandakan bahwa siswa atau peserta didik tidak mampu
Normal Course :
1. Melakukan pengecekan data siswa non KPS/KKS 2. Memilih siswa yang tidak memiliki kartu KPS/KKS
3. Memberikan keterangan siswa dan Upload bukti fisik SKTM 4. Melakukan proses pengajuan fus dengan klik tombol “submit”
Postcondition :
Pengajuan format usulan sekolah berhasil, data siswa/peserta didik terdaftar pada hasil validasi calon penerima bantuan program Indonesia pintar
4. Skenario Usecase Pembatalan Validasi
Table 3.4.2 Skenario Pembatalan Validasi
Usecase Name : Pembatalan
Validasi ID : UC-4 Priority : Medium
Actor : Operator Sekolah Description :
Usecase ini menggambarkan akses bantuan bagi operator yang ingin melakukan pembatalan validasi program Indonesia pintar
Trigger : Data KPS/KKS Peserta didik Preconditions :
Operator sekolah telah melakukan validasi KPS/KKS peserta didik, dan data peserta didik terdaftar di hasil validasi program Indonesia pintar
Normal Course :
1. Melakukan pengecekan data siswa
2. Memilih data yang akan dibatalkan validasinya
3. Melakukan proses pembatalan dengan klik tombol “Batalkan”
Postcondition :
Pembatalan Validasi berhasil, data peserta didik keluar dari daftar validasi KPS/KKS
5. Skenario Usecase Download Hasil FUS
Tabel 3.4.3 Skenario Download Hasil FUS
Usecase Name :
download hasil validasi ID : UC-6 Priority : Medium Actor : Operator Sekolah
Description : Usecase ini menggambarkan proses mengunduh hasil validasi, baik yang menggunakan No KPS/KKS maupun yang menggunakan SKTM
Trigger : Data peserta didik dan entitas terkait didalamnya
Preconditions : Operator sekolah sudah melakukan validasi KPS/KKS dan atau sudah melakukan proses pengajuan format usulan sekolah (FUS)
Normal Course :
1. Selesai Melakukan validasi KPS/KKS 2. Selesai melakukan pengajuan FUS
3. Memastikan siswa/peserta didik data sudah berada pada hasil validasi
4. Masuk menu download, download data siswa KPS atau download format FUS Postcondition : Memberikan hasil validasi beruba file excel dengan format yang sudah ditentukan dan untuk pengarsipan mengetahui kepala sekolah.
6. Skenario Usecase Cek Usulan Sekolah
Tabel 3.4.4 Skenario cek usulan sekolah
7. Skenario Usecase Rekap Validasi
Tabel 3.4.5 Skenario rekap validasi
Usecase Name : Cek usulan Sekolah ID : UC-7 Priority : High Actor : Operator Kabupaten kota dan provinsi
Description : Usecase ini menggambarkan proses approval hasil validasi yang telah dilakukan oleh seluruh operator sekolah di daerahnya masing-masing
Trigger : data siswa/peserta didik yang telah di validasi
Preconditions : Operator sekolah sudah melakukan validasi KPS/KKS dan atau sudah melakukan proses pengajuan format usulan sekolah (FUS).
Normal Course :
1. Operator sekolah sudah melakukan validasi 2. Pilih nama daerah yang akan disetujui
3. Operator Kabupaten memilih berdasarkan kecamatan yang ada pada daerahnya 4. Operator propinsi memilih data berdasarkan Kabupaten dan kecamatan yang ada
pada daerahnya
5. Kemudian memilih sekolah dengan cara klik nama sekolah
6. Setelah muncul nama siswa pada sekolah terkait, silakan memilih dengan mencentang
7. Untuk approval silakan klik tombol “setujui”
Postcondition : Memastikan bahwa data siswa sudah disetujui dan masuk kedalam draft approval dinas, sehingga direktorat teknis dapat segera mencetak atau menerbitkan SK Penetapan calon penerima bantuan program Indonesia pintar.
Usecase Name : Rekap validasi ID : UC-9 Priority : Medium Actor : Operator Kabupaten kota dan provinsi
Description : Usecase ini menggambarkan proses rekap hasil validasi yang telah dilakukan oleh operator sekolah baik itu validasi no KPS/KKS maupun pengajuan FUS Trigger : data siswa/peserta didik yang telah di validasi beserta keterangan format usulan sekolah
Preconditions : Operator sekolah sudah melakukan validasi data siswa/peserta didik baik itu validasi no KPS/KKS maupun pengajuan FUS
8. Skenario Usecase Cek Data Sekolah
Tabel 3.4.6 Skenario cek data sekolah
Normal Course :
1. Operator sekolah sudah melengkapi data dan mengirim data melalui sinkronisasi aplikasi dapodik
2. Pilih menu rekap validasi data
3. Operator Kabupaten memilih berdasarkan kecamatan yang ada pada daerahnya 4. Operator propinsi memilih data berdasarkan Kabupaten dan kecamatan yang ada
pada daerahnya
5. Kemudian system akan menampilkan data SMA dan SMK serta hasil rekap yang sebelumnya telah dilakukan oleh operator sekolah
6. Pengguna bisa melihat data lebih dalam jika melakukan klik pada nama daerah yg dipilih
7. Kemudian Sistem akan menampilkan data individual siswa per sekolah sesuai dengan nama sekolah yang telah dipilih
Postcondition : Menampilkan rekapitulasi data hasil validasi per Kabupaten, kecamatan hingga data individu siswa per sekolah. Memberikan Informasi hasil rekap sesuai keterangan validasi yang telah dilakukan operator sekolah
Usecase Name :
Cek data Sekolah ID : UC-8 Priority : Medium
Actor : Operator Kabupaten kota dan provinsi
Description : Usecase ini menggambarkan proses pengecekan data individual siswa/peserta didik calon penerima bantuan program Indonesia pintar
Trigger : data siswa/peserta didik yang telah di validasi
Preconditions : Operator sekolah sudah melakukan melengkapi data melalui aplikasi dapodik dan telah melakukan sinkronisasi.
Normal Course :
1. Operator sekolah sudah melengkapi data dan mengirim data melalui sinkronisasi 2. Pilih nama daerah yang akan disetujui
3. Operator Kabupaten memilih berdasarkan kecamatan yang ada pada daerahnya 4. Operator propinsi memilih data berdasarkan Kabupaten dan kecamatan yang ada
Activity Diagram 3.4.3
3.4.3.1 Activity Diagram Dashboard
Gambar 3.4.2 Activity Diagram Dashboard
3.4.3.2 Skenario Activity Diagram Dashboard
Table 3.4.3 Activity Diagram Dashboard
Activity Name : Dashboard ID : AD-2 Priority : High
Actor : Semua Pengguna ( Operator Sekolah, Operator Kabupaten kota, dan operator Propinsi
Description :
aktifitas ini menggambarkan tampilan awal aplikasi setelah pengguna berhasil login.
pada daerahnya
5. Kemudian memilih sekolah dengan cara klik nama sekolah
6. Sistem akan menampilkan data individual siswa per sekolah sesuai dengan nama sekolah yang telah dipilih
Postcondition : Menampilkan data individual siswa/peserta didik calon penerima bantuan program Indonesia pintar per sekolah beserta keterangan pendukung lainnya, sesuai dengan data yang telah dikirimkan oleh operator sekolah.
Tampilan yang memiliki perbedaan pada setiap peran yang login.
Trigger : Login Berhasil
Preconditions : Pengguna telah melakukan registrasi terlebih dahulu baik pada aplikasi dapodik maupun pada single sign on kemdikbud
Normal Course : 1. Berhasil login
2. System akan langsung menampilkan tampilan dashboard 3. Menu dashboard adalah menu default tampilan awal aplikasi 4. Aktifitas selesai
Postcondition :
Data yang ditampilkan berupa data rekapitulasi siswa calon penerima bantuan PIP untuk peran sekolah. Untuk Kabupaten kota data yang akan ditampilkan adalah rekapitulasi siswa per kecamatan berdasarkan bentuk pendidikan, jumlah yang memiliki KPS, dan beberapa kriteria lainnya. Memiliki persamaan dengan Kabupaten kota, untuk propinsi akan menampilkan data tersebut dengan berdasarkan Kabupaten kota di wilayahnya
3.4.3.3 Activity Diagram Validasi No KPS/KKS
Gambar 3.4.3 Activity Diagram Validasi No KPS/KKS
3.4.3.4 Skenario Activity Diagram Validasi No KPS/KKS
Table 3.4.4 Skenario Activity Diagram Validasi No KPS/KKS
Activity Name : Validasi No KPS/KKS ID : AD-3 Priority : High Actor : Operator Sekolah
Description :
Activity diagram ini menggambarkan akses utama operator sekolah dalam melakukan validasi no KPS/KKS yang ada pada data peserta didik di sekolah terkait
Trigger : Data KPS/KKS Peserta didik Preconditions :
Operator sekolah telah melakukan penginputan data terkait pada aplikasi dapodik, dan telah melakukan sinkronisasi pada aplikasi dapodik
Normal Course :
1. Melihat data siswa
2. Memilih data siswa
3. Melakukan validasi data siswa 4. Melakukan klaim kartu KPS/KKS
5. Menunggu hasil validasi system, jika berhasil silakan melakukan validasi kepada siswa lainnya
6. selesai Postcondition :
Validasi berhasil, mendapatkan hasil validasi data peserta didik calon penerima bantuan program Indonesia pintar
3.4.3.5 Activity Diagram Pengajuan FUS
Gambar 3.4.4 Activity Diagram Pengajuan FUS
3.4.3.6 Skenario Activity Diagram Pengajuan FUS
Table 3.4.5 Skenario Activity Diagram Pengajuan FUS
Activity Name : Pengajuan FUS ID : AD-5 Priority : Medium Actor : Operator Sekolah
Description :
Activity diagram ini menggambarkan proses pengajuan format usulan sekolah bagi peserta didik yang tidak memiliki no KPS/KKS tetapi ingin mendapatkan bantuan Program Indonesia pintar
Trigger : Data peserta didik, data sekolah dan surat keterangan tidak mampu (SKTM) Preconditions :
Operator sekolah sudah memiliki bukti dan surat keterangan yang menandakan bahwa siswa atau peserta didik tidak mampu
Normal Course :
1. Melakukan pengecekan data siswa non KPS/KKS 2. Memilih siswa yang tidak memiliki kartu KPS/KKS 3. Klik tombol usulkan, menunggu system memproses usulan
4. Setelah itu silakan melengkapi data dengan surat keterangan tidak mampu atau SKTM
5. Melakukan pengisian kriteria siswa, setelah itu
6. Melakukan proses pengajuan fus dengan klik tombol “submit”
7. Menunggu proses pengajuan oleh system, system akan menampilkan Informasi proses.
8. selesai Postcondition :
Pengajuan format usulan sekolah berhasil, data siswa/peserta didik terdaftar pada hasil validasi calon penerima bantuan program Indonesia pintar
3.4.3.7 Activity Diagram Pembatalan Validasi
Gambar 3.4.5 Activity Diagram Pembatalan Validasi
3.4.3.8 Skenario Activity Diagram Pembatalan Validasi
Table 3.4.6 Skenario Activity Diagram Pembatalan Validasi
Activity Name : Pembatalan Validasi ID : AD-4 Priority : Medium Actor : Operator Sekolah
Description :
Activity diagram ini menggambarkan akses bantuan bagi operator yang ingin melakukan pembatalan validasi program Indonesia pintar
Trigger : Data KPS/KKS Peserta didik Preconditions :
Operator sekolah telah melakukan validasi KPS/KKS peserta didik, dan data peserta didik terdaftar di hasil validasi program Indonesia pintar
Normal Course :
1. Melakukan pengecekan data siswa
2. Memilih data yang akan dibatalkan validasinya
3. Melakukan proses pembatalan dengan klik tombol “Batalkan”
4. Menunggu beberapa detik, system akan memproses.
5. Jika berhasil maka silakan melakukan pembatalan validasi terhadap siswa yang tidak jadi diusulkan untuk mendapatkan bantuan PIP
6. selesai Postcondition :
Pembatalan Validasi berhasil, data peserta didik keluar dari daftar validasi KPS/KKS
3.4.3.9 Activity Diagram Download Hasil Validasi
Gambar 3.4.6 Activity Diagram Download Hasil Validasi
3.4.3.10Skenario Activity Diagram Download Hasil Validasi
Table 3.4.7 Skenario Activity Diagram Download Hasil Validasi
Activity Name : download hasil validasi ID : AD-6 Priority : Medium Actor : Operator Sekolah
Description :
Activity diagram ini menggambarkan proses mengunduh hasil validasi, baik yang menggunakan no KPS/KKS maupun yang menggunakan SKTM
Trigger : Data peserta didik dan entitas terkait didalamnya
Preconditions :
Operator sekolah sudah melakukan validasi KPS/KKS dan atau sudah melakukan proses pengajuan format usulan sekolah (FUS)
Normal Course :
1. Selesai Melakukan validasi KPS/KKS 2. Selesai melakukan pengajuan FUS
3. Memastikan siswa/peserta didik data sudah berada pada hasil validasi
4. Masuk menu download, download data siswa KPS atau download format FUS Postcondition :
Memberikan hasil validasi beruba file excel dengan format yang sudah ditentukan dan untuk pengarsipan mengetahui kepala sekolah.
3.4.3.11Activity Diagram Cek Usulan Sekolah
Gambar 3.4.7 Activity Diagram Cek Usulan Sekolah
3.4.3.12 Skenario Activity Diagram Cek Usulan Sekolah Activity Name : Cek usulan Sekolah ID : UD-7 Priority : High Actor : Operator Kabupaten kota dan provinsi
Description :
Activity ini menggambarkan proses approval hasil validasi yang telah dilakukan oleh seluruh operator sekolah di daerahnya masing-masing
Trigger : data siswa/peserta didik yang telah di validasi Preconditions :
Operator sekolah sudah melakukan validasi KPS/KKS dan atau sudah melakukan proses pengajuan format usulan sekolah (FUS).
Normal Course :
1. Operator sekolah sudah melakukan validasi 2. Pilih nama daerah yang akan disetujui
3. Operator Kabupaten memilih berdasarkan kecamatan yang ada pada daerahnya 4. Operator propinsi memilih data berdasarkan Kabupaten dan kecamatan yang ada
pada daerahnya
5. Kemudian memilih sekolah dengan cara klik nama sekolah
6. Setelah muncul nama siswa pada sekolah terkait, silakan memilih dengan mencentang
7. Untuk approval silakan klik tombol “setujui”
Postcondition :
Memastikan bahwa data siswa sudah disetujui dan masuk kedalam draft approval dinas, sehingga direktorat teknis dapat segera mencetak atau menerbitkan SK Penetapan calon penerima bantuan program Indonesia pintar.
3.4.3.13 Activity Diagram Rekap Validasi
Gambar 3.4.8 Activity Diagram Rekap Validasi
3.4.3.14Skenario Activity Diagram Rekap Validasi
Table 3.4.8 Skenario Activity Diagram Rekap Validasi
Usecase Name : Rekap validasi ID : UC-9 Priority : Medium Actor : Operator Kabupaten kota dan provinsi
Description :
Activity ini menggambarkan proses rekap hasil validasi yang telah dilakukan oleh operator sekolah baik itu validasi no KPS/KKS maupun pengajuan FUS
Trigger :
data siswa/peserta didik yang telah di validasi beserta keterangan format usulan sekolah Preconditions :
Operator sekolah sudah melakukan validasi data siswa/peserta didik baik itu validasi no KPS/KKS maupun pengajuan FUS
Normal Course :
1. Operator sekolah sudah melengkapi data dan mengirim data melalui sinkronisasi aplikasi dapodik
2. Pilih menu rekap validasi data
3. Operator Kabupaten memilih berdasarkan kecamatan yang ada pada daerahnya 4. Operator propinsi memilih data berdasarkan Kabupaten dan kecamatan yang ada
pada daerahnya
5. Kemudian system akan menampilkan data SMA dan SMK serta hasil rekap yang sebelumnya telah dilakukan oleh operator sekolah
6. Pengguna bisa melihat data lebih dalam jika melakukan klik pada nama daerah yg dipilih
7. Kemudian Sistem akan menampilkan data individual siswa per sekolah sesuai dengan nama sekolah yang telah dipilih
Postcondition :
Menampilkan rekapitulasi data hasil validasi per Kabupaten, kecamatan hingga data individu siswa per sekolah. Memberikan Informasi hasil rekap sesuai keterangan validasi yang telah dilakukan operator sekolah
3.4.3.15 Activity Diagram Cek Data Sekolah
Gambar 3.4.9 Activity Diagram Cek Data Sekolah
3.4.3.16 Skenario Activity Diagram Cek Data Sekolah
Table 3.4.9 Skenario Activity Diagram Cek Data Sekolah
Usecase Name : Cek data Sekolah ID : UD-8 Priority : Medium Actor : Operator Kabupaten kota dan provinsi
Description :
Activity ini menggambarkan proses pengecekan data individual siswa/peserta didik calon penerima bantuan program Indonesia pintar
Trigger : data siswa/peserta didik yang telah di validasi Preconditions :
Operator sekolah sudah melakukan melengkapi data melalui aplikasi dapodik dan telah melakukan sinkronisasi.
Normal Course :
1. Operator sekolah sudah melengkapi data dan mengirim data melalui sinkronisasi 2. Pilih nama daerah yang akan disetujui
3. Operator Kabupaten memilih berdasarkan kecamatan yang ada pada daerahnya
Sequence Diagram 3.4.4
3.4.4.1 Sequence Diagram Dashboard
Gambar 3.4.10 Sequence Diagram Dashboard
4. Operator propinsi memilih data berdasarkan Kabupaten dan kecamatan yang ada pada daerahnya
5. Kemudian memilih sekolah dengan cara klik nama sekolah
6. Sistem akan menampilkan data individual siswa per sekolah sesuai dengan nama sekolah yang telah dipilih
Postcondition :
Menampilkan data individual siswa/peserta didik calon penerima bantuan program Indonesia pintar per sekolah beserta keterangan pendukung lainnya, sesuai dengan data yang telah dikirimkan oleh operator sekolah.
3.4.4.2 Sequence Diagram Validasi No KPS/KKS
Gambar 3.4.11 Sequence Diagram Validasi No KPS/KKS
2.4.4.3. Sequence Diagram Pengajuan FUS
Gambar 3.4.12 Sequence Diagram Pengajuan FUS
3.4.4.4 Sequence Diagram Pembatalan FUS
Gambar 3.4.13 Sequence Diagram Pembatalan Validasi
3.4.4.5 Sequence Diagram Download Hasil FUS
Gambar 3.4.14 Sequence Diagram Download Hasil FUS
3.4.4.6 Sequence Diagram Cek Usulan Sekolah
Gambar 3.4.15 Sequence Diagram Cek Usulan Sekolah
2.4.4.7. Sequence Diagram Rekap Validasi
Gambar 3.4.16 Sequence Diagram Rekap Validasi
3.4.4.8 Sequence Diagram Cek Data Sekolah
Gambar 3.4.17 Sequence Diagram Cek Data Sekolah
3.5 Struktur Basis Data
Class Diagram 3.5.1
Gambar 3.5.1 Class Diagram
Kamus data 3.5.2
1. Tabel Bentuk Pendidikan
Tabel 3.5.1 Kamus data tabel bentuk pendidikan
bentuk pendidikan
Nama field Tipe data Panjang Keterangan
bentuk_pendidikan_id int 2 Primary key
bentuk pendidikan
Nama field Tipe data Panjang Keterangan
nama varchar 50 Nama bentuk pendidikan
jenjang_paud int 1
Indikator jenjang pendidikan
jenjang_tk int 1
jenjang_sd int 1
jenjang_smp int 1
jenjang_sma int 1
jenjang_tinggi int 1
direktorat_pembinaan varchar 40
aktif int 1
create_date date 6
last_update date 6
expired_date date 6
last_sync date 6
last_sync date 6
2. Tabel fus_pip
Tabel 3.5.2 Kamus data tabel fus_pip
fus_pip
Nama field Tipe data Panjang Keterangan
pd_id uuid 32 Primary key
sekolah_id varchar 32 Foreign key
tanggal_input date 0
tanggal_edit date 0
soft_delete int 2
flag_dinas int 2
flag_direktorat int 2
bentuk_pendidikan_id int 2 Foreign key
sktm int 18
no_sktm varchar 32
kriteria int 18
usulan_dpr varchar 50
fus_pip
Nama field Tipe data Panjang Keterangan
akun_dinas varchar 50
3. Tabel mst_wilayah
Tabel 3.5.3 Kamus data mst_wilayah
mst_wilayah
Nama field Tipe data Panjang Keterangan
kode_wilayah int 8 Primary key
nama varchar 100 Nama master wilayah
id_level_wilayah int 16
mst_kode_wilayah char 8
negara_id char 2
asal_wilayah char 8
kode_bps char 7
kode_dagri char 7
kode_keu varchar 10
create_date date 6
last_update date 6
expired_date date 6
last_sync date 6
4. Tabel penerimaPIP2015
Tabel 3.5.4 Kamus data penerimaPIP2015
penerimapip2015
Nama field Tipe data Panjang Keterangan
provinsi varchar 64
kabupaten varchar 64
kecamatan varchar 64
desa varchar 64
namasiswa varchar 100
alamat varchar 100
penerimapip2015
Nama field Tipe data Panjang Keterangan
tahunlahir int 4
bulanlahir int 2
nisn int 12
jeniskelamin char 2
namaibuwali varchar 50
namaayahwali varchar 50
namasesuaibdt varchar 50
kodewilayah int 4
kodekeluarga varchar 10
kodeindividu varchar 10
urutankeluarga int 10
sekolah Varchar 255
5. Tabel Pengguna
Tabel 3.5.5 Kamus data pengguna
pengguna
Nama field Tipe data Panjang Keterangan
updater_id uuid 32 Primary key
username varchar 50 Username pengguna
password varchar 50 password
nama varchar 60 Nama pengguna
nip_nim int 18
jabatan_lembaga varchar 25 Jabatan pada instansi terkait
ym varchar 50 Alamat YM
skype varchar 50 Alamat Skype
alamat varchar 100 Alamat rumah
kode_wilayah int 8
no_telepon varchar 15
no_hp varchar 15
aktif int 1
last_update date 12
pengguna
Nama field Tipe data Panjang Keterangan
soft_delete int 1
last_sync date 12
6. Tabel Peran
Tabel 3.5.6 Kamus data peran
peran
Nama field Tipe data Panjang Keterangan
peran_id int 32 Primary key
nama varchar 50
create_date date 12
last_update date 12
expired_date date 12
last_sync date 12
last_sync date 12
7. Tabel peserta_didik
Tabel 3.5.7 Kamus data peserta_didik
peserta_didik
Nama field Tipe data Panjang Keterangan
peserta_didik_id uuid 64 Primary key
nama varchar 150 Nama peserta didik
jenis_kelamin char 1
nisn int 12
nik Int 16
tempat_lahir varchar 100
tanggal_lahir date 6
agama_id int 8 Foreign key
kebutuhan_khusus_id int 32 Foreign key
sekolah_id uuid 32 Foreign key
peserta_didik
Nama field Tipe data Panjang Keterangan
alamat_jalan varchar 80
rt int 2
rw int 2
nama_dusun varchar 50
desa_kelurahan varchar 50
kode_wilayah char 8
kode_pos char 5
jenis_tinggal_id int 2 Foreign key
alat_transportasi_id int 2 Foreign key
nomor_telepon_rumah varchar 20
nomor_telepon_seluler varchar 20
email varchar 50
penerima_kps int 1
no_kps varchar 50
status_data int 32
nama_ayah varchar 60
tahun_lahir_ayah int 4
jenjang_pendidikan_ayah int 2
pekerjaan_id_ayah int 32 Foreign key
penghasilan_id_ayah int 32 Foreign key
kebutuhan_khusus_id_ayah int 32
nama_ibu_kandung varchar 60
tahun_lahir_ibu int 4
jenjang_pendidikan_ibu int 2
penghasilan_id_ibu int 32 Foreign key
pekerjaan_id_ibu int 32 Foreign key
kebutuhan_khusus_id_ibu int 32 Foreign key
nama_wali varchar 30
tahun_lahir_wali int 4
jenjang_pendidikan_wali int 2
pekerjaan_id_wali int 32 Foreign key
penghasilan_id_wali int 32 Foreign key
peserta_didik
Nama field Tipe data Panjang Keterangan
kewarganegaraan char 2
last_update date 6
soft_delete int 1
last_sync date 6
updater_id uuid 32 Foreign key
8. Tabel sekolah
Tabel 3.5.8 Kamus data sekolah
Sekolah
Nama field Tipe data Panjang Keterangan
sekolah_id uuid 32 Primary key
nama varchar 80
nama_nomenklatur varchar 80
nss char 12
npsn char 8
bentuk_pendidikan_id int 16 Foreign key
alamat_jalan varchar 80
rt int 2
rw int 2
nama_dusun varchar 50
desa_kelurahan varchar 50
kode_wilayah char 8
kode_pos char 5
lintang int 11
bujur int 11
nomor_telepon varchar 20
nomor_fax varchar 20
email varchar 50
website varchar 100
kebutuhan_khusus_id int 32 Foreign key
status_sekolah int 1
Sekolah
Nama field Tipe data Panjang Keterangan
sk_pendirian_sekolah varchar 50
tanggal_sk_pendirian date 6
status_kepemilikan_id int 1 Foreign key
yayasan_id uuid 6 Foreign key
sk_izin_operasional varchar 50
tanggal_sk_izin_operasional date 6
no_rekening varchar 20
nama_bank varchar 20
cabang_kcp_unit varchar 50
rekening_atas_nama varchar 50
mbs int 1
luas_tanah_milik int 7
luas_tanah_bukan_milik int 7
kode_registrasi int8 64
npwp char 15
flag char 1
pic_id uuid 32 Foreign key
last_update date 6
soft_delete int 1
last_sync date 6
updater_id uuid 32 Foreign key
9. Tabel upload_file
Tabel 3.5.9 Kamus data upload_file
upload_file
Nama field Tipe data Panjang Keterangan
pd_id uuid 32 Foreign key
sekolah_id uuid 32 Foreign key
filename varchar 100 Nama file hasil upload
soft_delete int 18
tgl_masuk date 6
upload_file
Nama field Tipe data Panjang Keterangan
tgl_edit date 6
10. Tabel user_pip
Tabel 3.5.10 Kamus data User_pip
user_pip
Nama field Tipe data Panjang Keterangan
id int 32
username varchar 64
password varchar 64
nama varchar 150
role varchar 4
kode_wilayah varchar 10
nama_anggota varchar 100 Nama anggota DPR
no_hp_ta varchar 15 No HP Tenaga Ahli
no_anggota varchar 15 No HP Anggota
dapil varchar 64 Daerah pilihan
email_ta varchar 100 Email Tenaga Ahli
flag int 2 Keterangan aktif pengguna
11. Tabel view_pd
Tabel 3.5.11 Kamus data view_pd
view_pd
Nama field Tipe data Panjang Keterangan
sekolah_id uuid 32 Primary key
wil_sekolah char 8
prop_sekolah varchar 50
kab_sekolah varchar 50
kec_sekolah varchar 50
alamat_sekolah varchar 80
view_pd
Nama field Tipe data Panjang Keterangan
desa_kelurahan_sekolah varchar 50
nama_dusun_sekolah varchar 50
npsn_sekolah char 8
nama_sekolah varchar 80
pd_id uuid 32 Primary key
prop_siswa varchar 50
kab_siswa varchar 50
kec_siswa varchar 50
nama_siswa varchar 60
alamat_siswa varchar 80
nik char 16
nisn char 10
jenis_kelamin char 1
tempat_lahir varchar 32
tanggal_lahir date 6
nama_ibu_kandung varchar 60
nama_ayah varchar 60
nama_wali varchar 30
no_kps varchar 50
penerima_kps int 1
kelas int 2
bentuk_pendidikan_id int 16
last_sync varchar 20
vld char 30
jurusan_id varchar 25
jurusan varchar 100
umur int 32
3.6 Perancangan Antarmuka Aplikasi
Dashboard 3.6.1
Gambar 3.6.1 Rancangan Antarmuka Dashboard Operator Sekolah
Dashboard Operator Dinas 3.6.2
Gambar 3.6.2 Rancangan Antarmuka Dashboard Operator Dinas
Menu Validasi No KPS 3.6.3
Gambar 3.6.3 Rancangan Antarmuka Validasi no KPS/KKS
3.6.4 Menu Pengajuan FUS
Gambar 3.6.4 Rancangan Antarmuka Pengajuan FUS
3.6.5 Menu Pembatalan Validasi
Gambar 3.6.5 Rancangan Antarmuka Pembatalan Validasi
3.6.6 Menu Download Hasil Validasi
Gambar 3.6.6 Rancangan Antarmuka Download Hasil Validasi
3.6.7 Menu Cek Usulan Sekolah
Gambar 3.6.7 Rancangan Antarmuka Cek Usulan Sekolah
3.6.8 Menu Rekap Validasi
Gambar 3.6.8 Rancangan Antarmuka Rekap Validasi
3.6.9 Menu Cek Data Sekolah
Gambar 3.6.9 Rancangan Antarmuka Cek Data Sekolah
3.6.10 Menu Panduan Singkat
Gambar 3.6.10 Rancangan Antarmuka Panduan Singkat