• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prosiding Seminar Nasional, ISBN: Pemberdayaan Masyarakat Berbasis LEISA, Banda Aceh, 10 September 2017 KATA PENGANTAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Prosiding Seminar Nasional, ISBN: Pemberdayaan Masyarakat Berbasis LEISA, Banda Aceh, 10 September 2017 KATA PENGANTAR"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

KATA PENGANTAR

Pemberdayaan Masyarakat merupakan suatu upaya yang berkaitan erat dengan peningkatan kemampuan dan kapasitas masyarakat. Biasanya konsep ini sering digunakan untuk memberdayakan masyarakat miskin yang sangat membutuhkan bantuan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Di Indonesia, sektor pertanian selama ini dikenal luas sebagai lumbung kemiskinan.

Sebagai golongan masyarakat mayoritas, keadaan faktual seperti ini tentunya menjadi sebuah ancaman terhadap kemajuan bangsa. Oleh sebab itu, sebagai sumberdaya pembangunan kita harus mampu menanggulangi dan memecahkan persoalan ini melalui kerja-kerja nyata yang mampu mewujudkan perubahan untuk mendorong proses kemajuan di dalam masyarakat.

Kegiatan seminar nasional “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis LEISA (Low External Input Sustainable Agriculture)” ini merupakan salah satu bentuk program yang mengangkat hasil kerja nyata para pemerhati, praktisi dan akademisi dalam bentuk penelitian dan pengabdian di bidang pertanian yang meliputi sub sektor: pertanian, peternakan, perikanan, ekonomi kreatif, serta sektor-sektor pendukung lainnya melalui penerapan konsep pertanian berkelanjutan dengan input luar yang rendah yang mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam (tanah, air, tumbuhan, tanaman dan hewan) dan manusia (tenaga, pengetahuan dan ketrampilan) yang tersedia di tempat; dan yang layak secara ekonomis, mantap secara ekologis, adil secara sosial dan sesuai dengan budaya. Pemanfaatan input luar tidak dikesampingkan namun hanya sebagai pelengkap pemanfatan sumber daya lokal.

Sebagai arah baru bagi pertanian konvensional (HEIA : High External Input Agriculture), konsep LEISA (Low External Input Sustainable Agriculture) sangat cocok dilaksanakan pada sistim pertanian negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Hal ini dikarenakan negara kita memilik kekayaan dan keanekaragaman sumber daya alam. LEISA merupakan konsep pertanian masa depan yang menggabung dua prinsip yaitu agro-ekologi serta pengetahuan dan praktek pertanian masyarakat setempat/tradisional. Pemahaman akan hubungan dan proses ekologi maka agroekosistim dapat dimanipulasi. Hal ini bertujuan untuk

(3)

ditimbulkan bagi lingkungan maupun sosial dengan meminimalkan input eksternal.

LEISA tidak bertujuan untuk mencapai produksi maksimal dalam jangka pendek, melainkan untuk mencapai tingkat produksi yang stabil dan memadai dalam jangka panjang.

Kegiatan ini bertujuan untuk (i) melakukan sosialisasi program pemberdayaan masyarakat berbasis LEISA, (ii) mempertemukan para pemerhati, praktisi, dan akademisi yang melakukan kegiatan penelitian dan pengabdian di bidang pemberdayaan masyarakat, (iii) menjadi wadah diskusi dan sharing informasi terkait program-program pemberdayaan masyarakat berbasis LEISA.

Pelaksanaan kegiatan dilakukan berdasarkan kerjasama Pusat Studi Mekanisasi dan Perbengkelan Pertanian Unsyiah, Program Studi Teknik Pertanian Unsyiah, dan Pertamina EP Asset I Field Rantau.

Tentunya kegiatan yang sangat bermanfaat ini tidak akan terlaksana dengan baik tanpa bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu rasa terimakasih dan penghargaan yang tinggi kami sampaikan kepada Rektor Unsyiah, Dekan Fakultas Pertanian Unsyiah, Kepala Program Studi Teknik Pertanian Unsyiah, Kepala Pusat Studi Mekanisasi dan Perbengkelan Pertanian Unsyiah, dan CSR PT.

Pertamina EP Asset I Field Rantau, serta seluruh para pemerhati, peneliti, dan pengabdi yang telah berkontribusi melahirkan hasil pemikiran melalui seminar dan penulisan artikel sebagaimana diterbitkan dalam prosiding ini.

Harapan kami, hasil karya ini mampu memberi manfaat yang luas, memberi sumbangan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, menginspirasi para pengambil kebijakan, dan mampu mendorong proses pembangunan pertanian yang berkelanjutan di Indonesia sesuai dengan motto: “better environment, better farming, and better living”.

Darussalam, 10 September 2017 Tim Editor,

Dr. Muhammad Yasar, S.TP., M.Sc Mustaqimah, S.TP., M.Sc

Diswandi Nurba, S.TP., M.Si

(4)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ...i DAFTAR ISI... iii SAMBUTAN KEPALA PUSAT STUDI MEKANISASI DAN

PERBENGKELAN PERTANIAN (PUSMEPTAN) UNSYIAH ...vi SAMBUTAN REKTOR UNIVERSITAS SYIAH KUALA... viii SIKLUS SELAGEH ALAM, PENERAPAN LEISA (LOW EXTERNAL

INPUT SUSTAINABLE AGRICULTURE) PADA PENGELOLAAN PROGRAM CSR PUSAT PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

PERTAMINA (PPMP) ...1 PELUANG DAN TANTANGAN PENGEMBANGAN MEKANISASI

PERTANIAN KAITANNYA DENGAN PEMBERDAYAAN

MASYARAKAT ...14 PERAN PEMERINTAH DALAM PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

TANI MENUJU PEMBANGUNAN PERTANIAN BERKELANJUTAN ...28 PERTANIAN

OPTIMASI SAWAH TADAH HUJAN BERBASIS TEKNOLOGI GREEN ENERGY DALAM MENUNJANG KETAHANAN PANGAN DI PULAU SIMEULUE ...34 PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN SEMPIT DENGAN

TEKNOLOGI AQUAPONIK DALAM RANGKA PEMBERDAYAAN DAN PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

GAMPONG KANDANG KECAMATAN DARUL IMARAH

KABUPATEN ACEH BESAR ...41 PENGARUH TEKNOLOGI BUDIDAYA DA DOSIS PEMUPUKAN NPK TERHADAP SIFAT KIMIA TANAH DAN PRODUKSI PADI SAWAH

(ORIZA SATIVA L) ...58 TEKNOLOGI SISTEM KENDALI IRIGASI OTOMATIS BERBASIS

TENAGA SURYA DI KELOMPOK TANI KECAMATAN MEUREUBO

KABUPATEN ACEH BARAT...72 SIMULASI SISTEM PERPIPAAN DALAM IN-STORE DRYER

SEBAGAI PENGERING KONVEKSI UNTUK BIJI JAGUNG ...80

(5)

KAJIAN DAMPAK NEGATIF JARIGAN IRIGASI DI ACEH BESAR UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI MASYARAKAT

MEWUJUDKAN IRIGASI BERKELANJUTAN ...90 APLIKASI BUDIDAYASAYURAN DENGAN TEKNIK FERTIKULTUR GUNA PEMENUHAN PANGAN SAYURAN KELUARGA...98 DAMPAK EROSI TANAH DAN KEBERLANJUTAN SISTEM

PERTANIAN PADA LAHAN KERING...107 ANALISIS KAPASITAS SIMPAN AIR PADA DAS ...123 KRUENG MEUREUBO KABUPATEN ACEH BARAT...123 REKAYASA TEKNOLOGI KINCIR UNTUK MENAIKKAN AIR DAN

MENGATASI BENCANA KEKERINGAN AREAL PERSAWAHAN DI

KABUPATEN ACEH BARAT DAYA ...130 PERIKANAN

APLIKASI PENGERING ERK-HYBRID BAGI KELOMPOK USAHA

MIKRO PENGOLAHAN IKAN DI DAERAH PESISIR ACEH BARAT ...140 PEMANFAATAN KEKAYAAN LAUT KEUDE MEUKEK UNTUK

KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PESISIR ...147 PENEBARAN PAKAN DENGAN MENGGUNAKAN MESIN PENEBAR PAKAN OTOMATIS DI DESA TENEMBAK LALANG KECAMATAN

LAWE BULAN KABUPATEN ACEH TENGGARA ...156 PETERNAKAN

SIMULASI KEBIJAKAN TERHADAP PERMINTAAN DAN

PENAWARAN DAGING DI KABUPATEN ACEH BARAT ...180 PENYEDIAAN PAKAN TERNAK SECARA BERKELANJUTAN

DALAM BENTUK WAFER RANSUM KOMPLIT...190 PERKEBUNAN

KOMPOSISI PENGGUNAAN ORGAN PISANG ABACA DALAM

KEHIDUPAN MASYARAKAT ...206 PEMBENTUKAN KELEMBAGAAN KOPERASI PETANI SAWIT DI

DESA SERBAJADI KECAMATAN DARUL MAKMUR KABUPATEN

NAGAN RAYA...213 APLIKASI ALAT PENGERING KAKAO TYPE HYBRID BERBAHAN

BAKAR BRIKET DI DESA SALIMPIPIT DAN LAWE MALUM

KECAMATAN BABUL RAHMAH KABUPATEN ACEH TENGGARA ...222

(6)

DIVERSIFIKASI PANGAN MELALUI PENGOLAHAN BELIMBING

WULUH...234 MODEL USAHA MEKANISASI PENGELOLAAN PELEPAH SAWIT

MENJADI MULSA DAN KOMPOS...245 DAYA SAING MINYAK PALA ACEH UNTUK INDONESIA ...256 EKONOMI KREATIF

ANALISIS DAYA SAING KAKAO DAN PRODUK KAKAO

INDONESIA DI PASAR ASEAN + 6 ...266 PEMBERDAYAAN PETANI GAMPONG SEUMANTOK

KECAMATAN PANTE CEUREUMEN MELALUI PENERAPAN MESIN PENGUPAS KULIT KACANG TANAH DAN PENGOLAHAN

PRODUK OLAHANNYA ...277 PERBAIKAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN DAN PENGEMASAN

PADA USAHA MINUMAN RINGAN DARI NIRA AREN (IE JOK

MAMEH)...287 PENGGUNAAN TEKNOLOGI ZIF GEOMEMBRAN TERHADAP

KUALITAS GARAM RAKYAT DI KECAMATAN SAMATIGA

KABUPATEN ACEH BARAT...295 PERBAIKAN TEKNOLOGI PRODUKSI KUE BHOI DALAM UPAYA

MELESTARIKAN KUE TRADISIONAL KHAS ACEH ...303 DAFTAR PENULIS ...307

(7)

PEMBERDAYAAN PETANI GAMPONG SEUMANTOK KECAMATAN PANTE CEUREUMEN MELALUI PENERAPAN MESIN PENGUPAS

KULIT KACANG TANAH DAN PENGOLAHAN PRODUK OLAHANNYA

Dewi Sri Jayanti dan Raida Agustina A. Pendahuluan

Seumantok merupakan salah satu desa yang berada di Mukim Kinco, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat dengan posisi koordinat pada 418’30” - 438’40” LU dan 9610’30” - 9638’30” BT. Kecamatan Pante Ceureumen memiliki komoditi pertanian unggulan yaitu kacang tanah dan juga sebagai daerah dengan produksi kacang tanah terbesar di Kabupaten Aceh Barat.

Selama ini hasil panen kacang tanah tidak diolah menjadi produk akan tetapi dijual dalam bentuk kacang tanah mentah yang belum dikupas maupun sudah dikupas kulitnya. Sebagian besar petani di Kecamatan Pante Ceureumen masih mengupas kacang tanah secara tradisional atau manual tanpa menggunakan bantuan alat atau mesin. Hal ini mengakibatkan hasil kupasan kacang tanah yang dihasilkan tidak maksimal (masih sangat rendah) dan membutuhkan waktu yang lama. Untuk memaksimalkan pengupasan kulit kacang tanah maka perlu dilakukan upaya teknologi tepat guna. Dengan kemajuan teknologi diharapkan pengolahan produk kacang tanah menjadi lebih baik dan optimal sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat setempat. Untuk meningkatkan nilai tambah produk kacang tanah diperlukan kegiatan pasca panen berupa diversifikasi (penganekaragaman) produk olahan berbahan baku kacang tanah menjadi aneka ragam produk olahan seperti kacang telur, selai kacang, ting-ting kacang, kacang salju, kacang asin, kepang kacang dan produk lainnya.

Kecamatan Pante Ceureumen sebagai salah satu daerah yang mempunyai potensi sumberdaya alam dan sumberdaya manusia yang belum dimanfaatkan secara optimal dan belum mendapat kontribusi pengembangan wilayah yang optimal baik dari pemerintah maupun perguruan tinggi.

(8)

Umumnya pengolahan kacang tanah sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia.

Namun, pengolahan yang dilakukan masih terbatas pada pengolahan secara tradisional, sehingga perlu dilakukan penganekaragaman dan pengembangan (diversifikasi) produk olahan. Dengan diversifikasi selain dapat menganekaragamkan produk olahan juga dapat memberi nilai tambah (nilai jual) dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Oleh karena itu diperlukan pengetahuan tentang bagaiamana pengolahan berbagai olahan produk kacang tanah.

Sebagian besar petani di Gampong Seumantok masih mengupas kacang tanah secara tradisional atau manual tanpa menggunakan bantuan alat atau mesin. Hal ini mengakibatkan hasil kupasan kacang tanah yang dihasilkan tidak maksimal dan membutuhkan waktu yang lama. Untuk memaksimalkan pengupasan kulit kacang tanah maka diperlukan suatu upaya teknologi tepat guna sehingga dapat memaksimalkan pengupasan kacang untuk pengolahan produk kacang tanah dalam rangka untuk meningkatkan kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat setempat.

Salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah pembuatan mesin pengupas kulit kacang tanah. Pengupasan kulit kacang tanah secara manual rata-rata kapasitas produksinya adalah 25 kg/hari. Apabila diterapkan mesin pengupas kulit, diharapkan produktivitas pengupasan dapat meningkat minimal menjadi empat kali lipatnya, atau 100 kg/hari. Apabila kapasitas produksi meningkat, maka keuntungan petani/perajin juga dapat meningkat (Saputro, 2012). Dengan menggunakan mesin pengupas selain dapat memudahkan pekerjaan petani, juga lebih efisien, higienis serta meningkatkan pendapatan petani.

Keterbatasan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki kelompok tani dan masyarakat tentang pengupasan kulit kacang tanah yang baik, tepat dan cepat, minimnya alat dan mesin pengupas kulit kacang tanah serta permasalahan kegiatan pasca panen berupa pengolahan kacang tanah menjadi produk-produk olahannya.

Berdasarkan permasalahan di atas, melatarbelakangi pelaksanaan pengabdian ini dalam rangka memberdayakan masyarakat dengan menerapkan mesin pengupas kulit kacang tanah dan mengolah kacang tanah menjadi produk-produk olahan.

Pemanfaatan mesin pengupas kulit luar kacang tanah dimaksudkan untuk mempermudah proses pengupasan kacang tanah secara mekanik dan diversifikasi (penganeka-ragaman dan pengembangan) produk olahan berbahan baku kacang

(9)

tanah. Selama ini, pengolahan kacang tanah masih terbatas pada produk kacang asin (tojin) dan rempeyek, sehingga perlu dilakukan diversifikasi produk berupa kacang telur, selai kacang, dan ting-ting kacang.

Luaran yang ingin dicapai adalah: (1) menghasilkan dan mengoperasikan mesin pengupas kulit luar kacang tanah sehingga petani dapat menghemat waktu dan tenaga serta hasil kupasan kacang tanah yang lebih higienis jika dibandingkan dengan pengupasan secara manual; (2) menghasilkan produk hasil olahan kacang tanah yang dihasilkan oleh kelompok tani berupa kacang telur, selai kacang, dan ting-ting kacang; (3) mendesain kemasan produk hasil olahan kacang tanah yang dihasilkan oleh kelompok tani; dan (4) meningkatkan pendapatan bagi para petani Gampong Seumantok.

B. Metode Dan Bahan

Tahapan pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan metode pendekatan PRA (Parcipatory Rural Appraisal) yaitu pendekatan yang melibatkan seluruh peserta pengabdian secara aktif serta dengan terjun langsung kepada masyarakat dan metode pustaka sehingga hasil akhirnya dapat menjadi lebih bermanfaat. Tahapan pelaksanaan kegiatan penelitian berpegangan pada program kerja kelompok tani yang terdiri atas tahap: persiapan; pelaksanaan; pembinaan; dan percobaan/evaluasi.

Persiapan alat dan bahan untuk pembuatan mesin pengupas kacang tanah tipe PKT dilakukan ± 2 bulan sebelum kegiatan pengabdian dilaksanakan. Pemilihan lokasi, pembelian alat dan bahan disesuaikan dengan ketersediaan dan keterjangkauan harga. Bahan baku pembuatan produk olahan kacang tanah serta bahan-bahan lain yang dibutuhkan dibawa dari lokasi asal pelaksana dan juga didapatkan langsung sekitar program kegiatan dilaksanakan.

Peralatan yang digunakan adalah pisau, talenan, serok, timbangan, baskom, blender, panci, wajan penggorengan, kompor, nampan/talam, kemasan plastik, botol, hand sealer dan alat pendukung lainnya. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk kacang telur adalah kacang tanah kupas, bawang putih, gula halus, kuning telur, tepung terigu, garam, dan minyak. Bahan yang dibutuhkan untuk selai kacang adalah kacang tanah kupas, gula halus, garam, dan mentega putih. Bahan yang

(10)

dibutuhkan untuk ting-ting Kacang adalah kacang tanah kupas, wijen, havermut atau cornflakes, gula pasir, margarin dan kertas roti.

Persiapan dilakukan dengan menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan, kemudian mengolah produk olahan berbahan baku kacang tanah. Tingkat keberhasilan kegiatan ini dievaluasi dengan menggunakan parameter berikut : (a) keikutsertaan dan respon peserta selama kegiatan berlangsung; (b) penguasaan peserta terhadap materi pengoperasian mesin pengupas kulit luar kacang tanah dan pengolahan kacang tanah menjadi produk olahan berupa kacang telur, selai kacang dan ting-ting kacang serta penggunaan alat hand sealer; dan (c) masyarakat sasaran dapat mengolah produk olahan dan menggunakan sendiri peralatan yang diberikan.

C. Hasil Dan Pembahasan

Kegiatan pengabdian diawali dengan mengadakan survey dan wawancara dengan masyarakat petani dan aparat Gampong Seumantok Kecamatan Pante Ceureumen Kabupaten Aceh Barat. Berdasarkan hasil survey diketahui bahwa produksi kacang tanah di Gampong seumantok sangat berlimpah dengan luas lahan 930 Ha. Petani di Gampong Seumantok tidak mengolah hasil panen kacang tanah menjadi produk olahan melainkan menjual dalam bentuk mentah yang belum dikupas maupun sudah dikupas kulitnya. Pengupasan kulit luar kacang tanah ini juga masih dilakukan secara manual/tradisional dengan menggunakan tangan yang mengakibatkan hasil kupasan kacang tanah tidak maksimal dan membutuhkan waktu yang lama.

Kegiatan penyuluhan diberikan dalam dua tahap, yaitu: (1) training terhadap khalayak sasaran tentang pengolahan produk olahan berbahan baku kacang tanah;

dan (2) memberikan pelatihan capacity building dengan metode penyuluhan dan mempraktekkan secara langsung tentang proses pengolahan produk olahan kacang tanah, pengoperasian mesin pengupas kulit luar kacang tanah dan hand sealer; cara pengemasan yang baik dan menarik; serta proses pemasaran yang dapat dilakukan.

Kegiatan pengabdian ini dimaksudkan agar hasil kupasan kacang tanah tidak dijual tetapi diolah terlebih dahulu menjadi produk olahan diantaranya kacang telur, selai kacang dan ting-ting kacang. Masyarakat dan petani di Gampong Seumantok belum mengetahui kacang tanah dapat dianekaragamkan menjadi variasi yang

(11)

berbeda seperti kacang telur, selai kacang dan ting-ting kacang. Produk makanan berbahan baku kacang tanah oleh masyarakat hanya kacang asin (tojin), kepang kacang, rempeyek dan bumbu rujak. Kelompok tani dan kelompok PKK di gampong tersebut menyatakan bahwa belum ada yang memberikan pelatihan sebelumnya bagaimana cara pembuatan ataupun pengolahan produk olahan kacang tanah lainnya. Sehingga kegiatan pengabdian ini perlu dilakukan untuk memberikan informasi, pengetahuan, wawasan, keterampilan dan penyuluhan kepada masyarakat khususnya petani Gampong Seumantok tentang penggunaan mesin pengupas, hand sealer serta cara pembuatan produk olahan berbahan baku kacang tanah. Materi yang disampaikan adalah tentang bagaimana cara membuat produk kacang telur, selai kacang dan ting-ting kacang, serta cara menggunakan atau mengoperasikan mesin pengupas dan hand sealer. Selanjutnya juga disampaikan bahwa: (1) dengan menggunakan mesin pengupas maka pengerjaan pengupasan kacang tanah dapat lebih menghemat waktu dan tenaga; (2) menganekaragamkan produk olahan maka dapat menambah nilai jual dari kacang tanah dan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat; (3) hand sealer merupakan alat yang dapat digunakan untuk merekatkan plastik yang cocok untuk kebutuhan rumah tangga maupun home industry karena dapat digunakan untuk mengemas berbagai produk dalam kemasan plastik seperti makanan, snack dan lain-lain; (4) selain kacang telur, selai kacang dan ting-ting kacang juga dapat diolah menjadi beberapa produk olahan lain diantaranya kacang salju, kacang bawang, kacang manis pedas, kacang atom, gula kacang jahe dan aneka kue kering kacang.

Pengemasan yang baik dan menarik juga merupakan salah satu program yang diberikan oleh tim pengabdi. Produk olahan menggunakan kemasan bertujuan agar waktu simpan lebih lama, lebih menarik, mudah dikenali oleh konsumen dan memiliki nilai jual tinggi sehingga dapat meningkatkan pendapatan para anggota kelompok tani Gampong Seumantok. Diharapkan dengan adanya pengemasan nilai jual produk akan lebih tinggi jika dibandingkan menggunakan kemasan plastik biasa.

Kegiatan yang dilaksanakan diikuti oleh 22 orang yang merupakan anggota kelompok tani, perwakilan BP3K (Balai Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan) Kecamatan Pante Ceureumen, perangkat desa, dan masyarakat

(12)

Gampong Seumantok. Hasil pada kegiatan pengabdian ini dilihat pada gambar berikut ini:

Gambar 1. Alat pengering (a); alat pengepres; dan (b) hand sealer

Gambar 2. Bahan baku pembuatan kacang telur, selai kacang dan ting-ting kacang

Gambar 3. Proses pembuatan kacang telur

(a) (b)

(13)

Gambar 5. Proses pembuatan ting-ting kacang

Gambar 6. Label kemasan (a) kacang telur; (b) selai kacang; (c) ting-ting kacang

Gambar 7. Produk kacang telur

Gambar 8. Produk selai kacang

(a) (b) (c)

(14)

Gambar 9. Produk ting-ting kacang

Gambar 10. Produk hasil olahan berbahan baku kacang tanah yang telah diberi label kemasan

Gambar 11. Proses Pengupasan kulit luar kacang tanah

Mesin pengupas kulit luar kacang tanah telah diserahkan kepada kelompok tani Gampong Seumantok melalui ketua kelompok tani dalam kondisi mesin dalam keadaan baik, lengkap, dan untuk dipergunakan sebaik-baiknya dengan memelihara dan merawat dengan baik mesin pengupas tersebut serta dipergunakan untuk

(15)

Hasil evaluasi dari kegiatan dapat diketahui dengan cara:

1. Antusias masyarakat dalam mengikuti kegiatan ini dilihat dari tingkat partisipasi dan kehadiran mereka selama mengikuti pelatihan dan tahap-tahap selanjutnya yaitu sebesar 88%. Persentase ini didapatkan dari kehadiran peserta sebanyak 22 orang dari 25 orang peserta yang direncanakan sebelumnya.

2. Masyarakat Gampong Seumantok juga sangat antusias untuk mengetahui bagaimana tata cara mendiversifikasi (menganekaragamkan) produk olahan berbahan baku kacang tanah, serta mengoperasikan alat pengering dan menggunakan hand sealer.

3. Masyakarat Gampong Seumantok telah memahami pengolahan produk berbahan baku kacang tanah serta telah mampu untuk memproduksi ketiga produk olahan tersebut secara mandiri maupun home industry.

Para peserta menunjukkan respon yang positif terhadap kegiatan ini, terlihat dengan antusias serta keseriusan dalam mengikuti kegiatan ini secara keseluruhan.

Salah satu tanda respon positif dari masyarakat adalah masyarakat menanggapi penyuluhan yang pengabdi berikan dengan proses tanya jawab secara terbuka pada saat kegiatan berlangsung. Masyarakat di Gampong Seumantok juga mengharapkan agar kegiatan ini dapat dilanjutkan untuk keberlanjutan program berupa mesin pengupas kulit ari kacang tanah dan berlanjut sampai pada proses pemasaran ke jenjang yang lebih luas dan pengurusan dalam pembuatan izin PRT dan izin BPOM.

D. Kesimpulan Dan Saran

Beberapa hal yang dapat disimpulkan dari kegiatan yang telah dilakukan, yaitu:

4. Kegiatan ini telah berhasil memperkenalkan dan mendemonstrasikan fungsi mesin pengupas kulir luar kacang tanah dan hand sealer.

5. Keberhasilan kegiatan pengabdian ini sekitar 88%. Indikator keberhasilan antara lain: keikutsertaan masyarakat untuk semua kegiatan, demonstrasi, pelaksanaan, penguasaan materi, kemampuan mengoperasikan serta respon masyarakat saat kegiatan pengabdian, kebahagiaan masyarakat mendapatkan mesin pengupas kacang tanah, hand sealer serta mendapatkan ilmu dan pengetahuan baru pembuatan produk olahan kacang tanah.

(16)

6. Kegiatan ini juga telah melatih anggota kelompok mitra dalam proses membuat produk olahan berbahan baku kacang tanah dan membantu anggota kelompok mitra mendesain kemasan produk menjadi lebih menarik.

Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan dapat disarankan sebagai berikut : 3. Mesin pengupas kulit luar kacang tanah sudah dapat bekerja dengan baik,

namun masih perlu adanya modifikasi mesin pengupas sehingga persentase kacang yang terkupas lebih tinggi.

4. Selain itu juga perlu adanya pendampingan pada pembuatan kemasan yang menarik, proses pemasaran serta pengurusan dalam pembuatan izin PRT dan izin BPOM.

5. Kelompok mitra dan masyarakat memberikan saran agar adanya kegiatan pengabdian lanjutan berupa mesin pengupas kulit ari kacang tanah.

Daftar Pustaka

Aksi Agrag Kanisius. 1991. Kacang Tanah. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Balai Besar Pengembangan Mekanisasi Pertanian. 2012. Mesin Pengupas Kacang Tanah. http://www.mekanisasi.litbang.pertanian.go.id/mesin-pengupas- kacang-tanah. Tanggal akses 22 Oktober 2014

Haryoto. 2009. Membuat Aneka Olahan Kacang Tanah. Penerbit Kanisius, Yogyakarta.

Indonews. 2015. Manfaat Kacang Tanah Untuk Kesehatan Anda.

http://www.indonews.co.id/ini-dia-11-manfaat-kacang-tanah-untuk- kesehatan-anda/. Tanggal akses 7 Maret 2015.

Ismantarti, R. 2011. Membuat Aneka Olahan Kacang Tanah.

http://kp4kkulonprogo.blogspot.com/2011/01/membuat-aneka-olahan- kacang-tanah.html. Tanggal akses 12 Desember 2014.

Priyowidodo, T. 2013. Cara Budidaya Kacang Tanah Organik.

http://alamtani.com/budidaya-kacang-tanah-organik.html. Tanggal akses 7 Maret 2015.

Wikipedia. 2014. Kacang Tanah. http://id.wikipedia.org/wiki/Kacang_tanah.

Tanggal akses 15 Desember 2014.

(17)

Gambar

Gambar 3. Proses pembuatan kacang telur
Gambar 5. Proses pembuatan ting-ting kacang
Gambar 9. Produk ting-ting kacang

Referensi

Dokumen terkait