42
Jurnal Paradigma Multidisipliner (JPM)
E-ISSN: 2722-872X
PENGARUH HUMAN CAPITAL, TENAGA KERJA, DAN TEKNOLOGI TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI BERKUALITAS JAWA TENGAH TAHUN 2017-2019
THE EFFECT OF HUMAN CAPITAL, LABOR, AND TECHNOLOGY ON CENTRAL JAVA'S QUALITY ECONOMIC GROWTH 2017-2019
Dewi Lailatul Muna 1*
1Fakultas Ekonomi Universitas Tidar, 1Universitas Tidar,
Abstrak
___________________________________________________________________
Pertumbuhan ekonomi berkualitas pada dasarnya merupakan tumbuhnya semua kegiatan ekonomi yang banyak ditekuni oleh masyarakat luas, juga bukan pertumbuhan yang hanya terjadi pada aktivitas padat modal atau sektor-sektor yang tidak berpengaruh pada terserapnya tenaga kerja. Di Indonesia pertumbuhan ekonomi dari tahun ketahun cenderung sudah mengalami peningkatan, namun pertumbuhan tersebut belum berkualitas sehingga perlu dikaji kualitas pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh human capital, tenaga kerja, dan teknologi terhadap pertumbuhan ekonomi berkualitas di Provinsi Jawa Tengah tahun 2017-2019. Penelitian ini menggunakan data yang diperoleh dari BPS tahun 2017-2019.
Alat analisis yang digunakan adalah analisi regresi dengan data panel dan menggunakan model Random Effect. Perangkat lunak yang dipakai dalam membantu menganalisis data adalah eviews10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel Human Capital berpengaruh tidak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi berkualitas di Provinsi Jawa Tengah. Variabel tenaga kerja dan teknologi berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi berkualitas di Provinsi Jawa Tengah.
Kata kunci: Human Capital, Tenaga Kerja, Teknologi, Pertumbuhan Ekonomi
Abstract
________________________________________________________________
Quality economic growth is basically the growth of all economic activities that are mostly occupied by the wider community, nor is it growth that only occurs in capital-intensive activities or sectors that have no effect on the labor market. In Indonesia, economic growth from year to year has increased, but this growth has not been qualified so it is necessary to study the quality of its growth. This study aims to determine the effect of human capital, labor, and technology on quality economic growth in Central Java Province in 2017-2019. This study uses data obtained from BPS in 2017-2019. The analytical tool used is regression analysis with panel data and using the Random Effect model. The software used to help analyze the data is eviews10. The results showed that the Human Capital variable had no significant effect on quality economic growth in Central Java Province. Labor and technology variables have a significant effect on quality economic growth in Central Java Province.
Keywords: Human Capital, Labor, Technology, Economic Growth
43
PENDAHULUANPertumbuhan ekononomi di Indonesia pada dasarnya semakin melonjak, tetapi pertumbuhan tersebut belum berkualitas sehingga perlu dikaji kualitas pertumbuhannya. Menurut menteri Keuangan Sri Milyani indrawati, pemerintah pada 2022 telah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8% year on year (yoy).
Menteri keuangan mengatakan bahwa untuk mewujudkan proyeksi tersebut harus terjadi reformasi struktural. Selain itu, Menteri Keuangan juga mengatakan untuk mencapai proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan faktor pendorong utamanya adalah investasi dan ekspor. (News Setup, 2021).
Pertumbuhan ekonomi adalah masalah keuangan dalam jangka panjang. Jadi untuk mengetahui sejauh mana peningkatan keuangan harus dibandingkan keuntungan di seluruh negeri dari tahun yang beragam dihitung terutama didasarkan sepenuhnya pada harga yang konsisten. Perubahan dalam biaya keuntungan di seluruh negeri paling mudah dilakukan dengan menggunakan uang receh dalam tahap aktivitas keuangan.
Pertumbuhan ekonomi adalah sistem peningkatan output yang konsisten dengan kapita dalam jangka panjang. Peningkatan ekonomi dikaitkan dengan pertumbuhan output yang konsisten dengan kapita. Di sini ada sisi kritis, khususnya seluruh output dan jumlah penduduk. Output konsisten dengan kapita adalah seluruh output dibagi dengan bantuan penggunaan seluruh penduduk.
Aspek. Definisi 1/3 dari peningkatan finansial adalah perspektif jangka waktu yang panjang.
Pertumbuhan ekonomi adalah pertumbuhan kemampuan dalam seorang pedesaan khawatir untuk menawarkan berbagai item keuangan untuk populasi.
peningkatan kemampuan itu sendiri ditentukan atau dibuat layak melalui cara kemajuan teknologi atau penyesuaian, faktor
institusional dan ideologis dari situasi yang ada. Maka, peningkatan kemampuan bahwa suatu proses keuangan dinyatakan untuk meningkat jika tingkat aktivitas keuangan lebih baik daripada yang diselesaikan dalam waktu sebelumnya. Dengan kata yang berbeda, Kecenderungan baru diciptakan sementara bagian tubuh dari produk dan jasa diproduksi dipercepat dalam 12 bulan berikutnya. Sementara itu, untuk mengetahui apakah suatu sistem keuangan mengalami peningkatan keinginan untuk diputuskan perubahan apa yang sebenarnya terjadi dalam olahraga keuangan dari 12 bulan hingga 12 bulan
Ada banyak reformasi untuk meningkatkan sistem ekonomi tahun berikutnya. Pertama, Human Capital dirancang dengan pengeluaran kerajaan dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial. Kedua, modal tubuh terdiri dari infrastruktur tradisional dan virtual. Ketiga, reformasi birokrasi dan regulasi yang tidak rumit. Keempat, reformasi esensial sebagai gagasan sistem ekonomi, termasuk regulasi untuk mengurangi penggunaan karbon. (Chairul Nizar, 2013)
Menurut Menkeu, keempat reformasi tersebut dapat melukiskan jika hal yang penting untuk direformasi melalui UU Nomor sebelas Tahun 2020 tentang Penciptaan Lapangan Kerja ingin segera dilakukan.
Grafik 1. Pertumbuhan Menurut Lapangan Usaha 2016-2018 dan Pertumbuhan Menurut Komponen Tahun 2018
44
Sumber : BPS Jawa TengahDari data diatas dapat dijelaskan, BPS Provinsi Jawa Tengah telah mencantumkan tahun 2018 keadaan ekonomi Jawa Tengah meningkat menjadi 5,32%, dimana keadaan tersebut lebih besar dibandingkan pada 2017 yang hanya 5,26%. Perekonomian Indonesia menurut harga PDRB tahun 2018 sebesar Rp1.268.700,97 m serta untuk PDRB konstan 2010 Rp941.283,28 m.
Pertumbuhan tertinggi ekonomi Jawa Tengah yang tercatat oleh Lapangan Usaha Informasi dan Komunikasi mencapai 12,39%.
Sedangkan dari sisi pengeluaran pertumbuhan yang diraih oleh komponen ekspor mencapai 11,42%. Pada tahun 2018 struktur ekonomi di Jawa Tengah dari sisi produksi masih dikuasi Lapangan Usaha Industi Pengolahan yang mencapai 34,50%, sementara untuk sisi pengeluaran lebih dikuasai oleh PKRT yaitu sebesar 60,58%.
Sementara ekonomi Jawa Tengah pada Triwulan IV-2018 pertumbuhan meningkat sebesar 5,28% dibandingkan triwulan pada tahun sebelumnya. Bersama dengan itu, semua lapangan usaha mendorong ekspansi ekonomi, dengan Lapangan Usaha Jasa Kesehatan yang mencapai pertumbuhan tertinggi yang tumbuh 11,49%. Sedangkan pertumbuhan tertinggi untuk PK-LNPRT yang merupakan sisi pengeluaran 9,87%.
Performa PDRB jawa tengah tahun 2019 sebesar 5,41% dimana > 2018 yang hanya 5,31%. Performa pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah bertambah 0,01% dari pada 2018.
Adapun beberapa sektor yang didapati pertumbuhannya signifikan yaitu 11,62%, perusahaan 10,54%, akomodasi dan makan minum sebesar 9,14%. Sedangkan yang cukup besar berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dari sisi lapangan usaha yakni industri pengolahan sebesar 34,42%, perdagangan besar dan eceran yang
mencapai 13,74%, dan kontruksi sebesar 10,80%. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah yang diamati dari sisi penciptaan sumber, yang tertinggi industri yaitu sebesar 1,78%, perdagagan yang mencapai 0,87%, dan informasi dan komunikasi yang mencapai 0,56%.
Pokok persoalannya ialah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata dengan sasaran pertumbuhan ekonomi yang tinggi saja belum cukup. Oleh sebab itu, laju pertumbuhan ekonomi selayaknya perlu diikuti kesetaraan distribusi pendapatan seperti juga harapan penting yang harus dicapai agar efek pertumbuhan mereka bisa dirasakan di semua lapisan masyarakat. Dengan demikian, tujuan perbaikan tidak lagi paling efektif berhenti dengan lonjakan harga moneter yang berlebihan, tetapi juga pertumbuhan moneter sangat memuaskan dengan terus memperhatikan distribusi pendapatan dan pengentasan masalah kemiskinan dan pengangguran. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan kepuasan yang tinggi dapat menggambarkan ledakan dalam bisnis komersial dan kegiatan moneter yang pada gilirannya dapat menawarkan kemungkinan besar untuk tekanan kerja keras di dalam pasar. Maka, pertumbuhan ekonomi berlebihan dan kepuasan tinggi dapat paling efektif dicapai jika bertepatan dengan kemungkinan pertumbuhan lapangan kerja dan pengurangan biaya pengangguran di dalam jaringan. Pertumbuhan dalam panjangnya partisipasi tekanan kerja keras dan rendahnya pengangguran adalah gambaran dari kemampuan masyarakat untuk mengambil keuntungan dari pertumbuhan ekonomi yang berlebihan dan mengalami persentase dari tingkat pendapatan. Jadi, sangat penting untuk mengurangi harga pengangguran seminimal mungkin. Oleh karena itu, pihak berwenang perlu membuat pedoman yang mungkin
45
mampu menginspirasi daerah yang sebenarnya menyerap berbagai tenaga kerja.Kemudian, pengendalian ekonomi pro- negatif ditujukan untuk menurunkan kemiskinan. Salah satu indikator kebutuhan yang sekaligus dapat menunjukkan peningkatan kesejahteraan masyarakat adalah rendahnya keragaman masyarakat negatif. Oleh karena itu, paket dan pedoman kewenangan yang beragam, baik sekaligus maupun tidak langsung, perlu ke lapisan yang lebih rendah. Oleh karena itu, tujuan peningkatan tidak selalu paling efektif untuk meningkatkan pendapatan, tetapi juga memungkinkan untuk menawarkan akses ke masyarakat yang terdiri dari kesehatan, pelatihan air bersih dan sebagainya. Untuk mengenali hal-hal tersebut, kita perlu menyadari bahwa ada cukup banyak pertumbuhan ekonomi tidak selalu terlalu berlebihan tetapi juga harus sangat memuaskan. Ruginya kita perlu memiliki kemampuan untuk memanfaatkan seluruh kemampuan yang dimiliki oleh seluruh masyarakat Indonesia, baik itu human capital maupun, kerja keras, selain juga kemampuan dan penguasaan teknologi. (MBS, 2014)
Human capital atau modal manusia ialah segenap keahlian, pengetahuan, kreativitas serta keterampilan yang diwujudkan dalam potensi kinerja yang dapat digunakan untuk mengenali penawaran ahli dan nilai uang. Pada prinsipnya merupakan bagian dari pengendalian sumber daya manusia, hanya saja peningkatan dan pengendalian keterampilan manusia sebagai sumber daya yang bermanfaat lebih difokuskan pada peningkatan kemampuan dan pengetahuan yang dapat membantu mengembangkan suatu perusahaan. Tim pekerja adalah penduduk usia kerja.
Ketenagakerjaan sesuai UU no. tiga belas tahun 2003 Bab I Pasal 1 ayat 2 adalah semua orang yang mampu untuk memasok barang atau sesaji masing-masing untuk memenuhi
keinginannya sendiri dan untuk masyarakat.
(Lubis, 2014)
Dalam banyak cara, teknologi telah mempengaruhi masyarakat dan sekelilingnnya. Teknologi juga telah membantu memperbaiki ekonomi dan telah memungkinkan bertambahnya kaum senggang di banyak kelompok masyarakat.
Penerapan berbagai ragam teknologi telah mempengaruhi nilai suatu masyarakat, serta teknologi baru juga kerap kali memuncukan pertanyaan-pertanyaan etika baru.
Menurut studi yang dilakukan Luntung (2008), Sitompul (2007), dan Rustiono ( 2008), pertumbuhan ekonomi daerah lebih dipicu oleh investasi yang berpengaruh secara signifikan. Dapat dikatakan bahwa dengan investasi yang tinggi dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi maupun penyerapan tenaga kerja.
Sehingga dengan begitu tingkat pengangguran dapat menurun dan meningkatnya pendapatan masyarakat maka kesejahteraan masyarakatpun juga meningkat. Investasi juga dapat terjadi transfer teknologi dan pengetahuan dari negara maju ke negara berkembang.
(Prasetyo, 2008)
Dalam kaitannya dengan hal-hal diatas, terdapat satu prasyarat penting yang harus dipenuhi agar pertumbuhan ekonomi berkualitas dapat dicapai, yaitu dimana stabiltas ekonomi makro. Oleh karena itu, perlu adanya faktor pendorong peningkatan ekonomi yang berlebihan dan memuaskan termasuk investasi sumber daya manusia yang cukup dan berkelanjutan, jangkauan manusia dan penguasaan pemanfaatan pembangkitan. Motif penelitian ini adalah untuk menentukan dampak sumber daya manusia, tenaga kerja, dan generasi terhadap peningkatan moneter yang sangat memuaskan di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2017-2019.
46
LANDASAN TEORIPertumbuhan Ekonomi
Pertumbuhan ekonomi adalah peningkatan dalam pembuatan produk dan penawaran karena peningkatan pendapatan.
Peningkatan pendapatan ini tidak ada hubungannya dengan pertumbuhan populasi, dan dapat dinilai dari peningkatan output, peningkatan jumlah teknologi yang berkembang, dan inovasi di dalam bidang sosial. Peningkatan ekonomi juga dapat diartikan sebagai cara mengubah sistem keuangan negara ke situasi keuangan yang lebih tinggi di pedesaan dalam jangka waktu tertentu. Secara umum, peningkatan keuangan ini dapat terlihat melalui peningkatan kemampuan manufaktur yang ditemukan melalui peningkatan pendapatan di seluruh negeri.
Pertumbuhan ekonomi adalah masalah keuangan dalam jangka panjang.
Jadi untuk mengetahui sejauh mana peningkatan keuangan harus dibandingkan keuntungan di seluruh negeri dari tahun yang beragam dihitung terutama didasarkan sepenuhnya pada harga yang konsisten.
Perubahan dalam biaya keuntungan di seluruh negeri paling mudah dilakukan dengan menggunakan uang receh dalam tahap aktivitas keuangan. Pertumbuhan ekonomi adalah sistem peningkatan output yang konsisten dengan kapita dalam jangka panjang. Peningkatan ekonomi dikaitkan dengan pertumbuhan output yang konsisten dengan kapita. Di sini ada sisi kritis, khususnya seluruh output dan jumlah penduduk. Output konsisten dengan kapita adalah seluruh output dibagi dengan bantuan penggunaan seluruh penduduk. Aspek.
Definisi 1/3 dari peningkatan finansial adalah perspektif jangka waktu yang panjang.
Pertumbuhan ekonomi adalah pertumbuhan kemampuan dalam seorang pedesaan khawatir untuk menawarkan berbagai item keuangan untuk populasi.
peningkatan kemampuan itu sendiri ditentukan atau dibuat layak melalui cara kemajuan teknologi atau penyesuaian, faktor institusional dan ideologis dari situasi yang ada. Maka, peningkatan kemampuan bahwa suatu proses keuangan dinyatakan untuk meningkat jika tingkat aktivitas keuangan lebih baik daripada yang diselesaikan dalam waktu sebelumnya. Dengan kata yang berbeda, Kecenderungan baru diciptakan sementara bagian tubuh dari produk dan jasa diproduksi dipercepat dalam 12 bulan berikutnya. Sementara itu, untuk mengetahui apakah suatu sistem keuangan mengalami peningkatan keinginan untuk diputuskan perubahan apa yang sebenarnya terjadi dalam olahraga keuangan dari 12 bulan hingga 12 bulan.
Human Capital
Menurut Gamberdella, Panico, dan Valentini (2013) salah satu penentu dari keberhasilan suatu perusahaan adalah human capital. Menurut adam smith (2011) faktor utama yang menentukan kemakmuran suatu negara adalah manusianya. Elemen penentu dalam menumbuhkan peningkatan finansial sehingga jika tidak ada human capital yang sangat memuaskan, body capital mungkin tidak ada artinya.
Human capital atau modal manusia ialah segenap keahlian, pengetahuan, kreativitas serta keterampilan yang diwujudkan dalam potensi kinerja yang dapat digunakan untuk mengenali penawaran ahli dan nilai uang. Pada prinsipnya merupakan bagian dari pengendalian sumber daya manusia, hanya saja peningkatan dan pengendalian keterampilan manusia sebagai sumber daya yang bermanfaat lebih difokuskan pada peningkatan kemampuan dan pengetahuan yang dapat membantu mengembangkan suatu perusahaan. Tim pekerja adalah penduduk usia kerja.
Ketenagakerjaan sesuai UU no. tiga belas
47
tahun 2003 Bab I Pasal 1 ayat 2 adalah semua orang yang mampu untuk memasok barang atau sesaji masing-masing untuk memenuhi keinginannya sendiri dan untuk masyarakaMenurut Kumar (2006) modal manusia berkaitan dengan pengetahuan serta keterampilan yang dimiliki seseorang dimana diperoleh melalui pelatihan, pendidikan serta pengalaman yang dapat bermanfaat untuk produksi barang, jasa maupun pengembangan pengetahuan yang lebih lanjut. Sehingga, yang menjadi kunci utama sumber daya manusia adalah sekolah yang dilengkapi dengan unsur-unsur bersama dengan kesehatan, lingkungan lukisan dan unsur-unsur lain. Jika Anda ingin memperluas jumlah modal yang luar biasa dan merupakan kegiatan pendanaan.
Sementara itu, mengkritisi kegunaan manusia dari segi pekerja, sebagai akibat bertambahnya periode waktu pekerja/investor dimana personil sebagai pemilik human capital terlihat sebagai investor. Ekstra sikap ini termasuk mengubah sampel. Sejalan dengan gagasan, karyawanl adalah modal dalam kegiatan pendanaan para pemilik modal, menempatkannya pada individu pada saat yang sama dengan sebaliknya menempatkannya pada kemampuan individu. Secara lebih rinci, dapat dibandingkan, orang yang berperan dalam peningkatan pekerja adalah orang yang menunjuk personel atau kontrol.
Misalnya, melalui penyediaan lingkungan yang dapat menarik dan mempertahankan personel untuk terus memasukkan uang ke dalam sumber daya manusia saat ini. Selain itu, ini juga dapat menawarkan kemungkinan bagi karyawan untuk memperluas sumber daya manusia mereka. Dalam contoh ini, kontrol bisa menjadi ekstra proaktif.
Human Capital untuk meningkatkan kinerja pekerja dan perusahaan secara keseluruhan. Yang terbesar berdampak pada kompetensi pusat korporasi. Ide modal
manusia mengasumsikan bahwa pendapatan perusahaan komersial meningkat dan berkelanjutan sementara perusahaan mampu menghasilkan barang dan penawaran yang memenuhi keinginan klien lebih tinggi daripada yang disajikan melalui cara pesaingnya. Dengan kata lain, korporasi memiliki keuntungan agresif. Keunggulan yang tahan lama dan berkelanjutan biasanya berorientasi pada dinamika keinginan klien.
Metode tersebut meliputi: menempatkan sumber daya manusia sebagai aset dan peserta kunci yang unggul dalam menumbuhkan sebagian besar kinerja perusahaan komersial secara keseluruhan, perhitungan dan pengendalian modal manusia mirip dengan pengendalian modal ekonomi, manajer perusahaan mampu belajar dari tinjauan mereka untuk membuat keputusan yang lebih tinggi secara bertahap.
Komponen penting maksimum ketika mengatur fungsi kinerja keseluruhan pekerja di dalam perusahaan, mereka harus memiliki kemampuan yang menyenangkan untuk memenuhi keinginan klien daripada personel di perusahaan pesaing. Yang lebih ditekankan dalam metode sumber daya manusia adalah bahwa tidak ada hari tanpa peningkatan kemampuan personel dan staf kontrol. Jika perusahaan membuat karyawan sukses, mereka mungkin benar-benar merasa senang. Dengan kata lain, jika tingkat pencapaian adalah kesenangan yang berlebihan dari klien dan pemegang saham, maka manusia bisnis juga harus terdiri dari orang-orang sebagai manusia sukses. Dan mereka mungkin senang karena mereka telah mendapat kontribusi yang sangat berarti bagi perusahaan. Di sinilah fungsi penting dari kontrol sumber daya manusia adalah untuk membuat perangkat yang dapat meningkatkan, meningkatkan, dan menawarkan imbalan yang proporsional kepada karyawan. Sumber daya manusia sangat penting karena pembaruan strategis
48
melalui penelitian, laboratorium, kontrol mimpi, rekayasa ulang metode, dan pengembangan atau peningkatan keterampilan karyawan. Selain itu, sumber daya manusia menawarkan harga yang disampaikan kepada perusahaan. Harga yang disampaikan yang dapat disumbangkan dengan bantuan karyawan yang menggunakan adalah dalam bentuk:peningkatan keterampilan yang dimiliki dengan bantuan perusahaan, peralihan keahlian dari orang ke perusahaan dan penyesuaian budaya kontrol. Human capital adalah campuran keahlian, keterampilan, inovasi, dan kapasitas seseorang untuk melakukan kewajibannya sehingga dapat menciptakan harga untuk mencapai tujuan.
Pembentukan harga yang disampaikan disumbangkan dengan menggunakan sumber daya manusia dalam melaksanakan kewajiban mereka dan akan menawarkan penjualan berkelanjutan bagi sebuah organisasi.
Tenaga Kerja
Menurut UU no. tiga belas tahun 2003 Bab I Pasal 1 ayat 2 menyatakan semua yang mampu bekerja untuk memberikan barang atau bahan masing-masing untuk memenuhi keinginannya sendiri dan untuk masyarakat. Staf adalah orang- orang dalam rentang usia kerja. Variasi usia kerja di Indonesia adalah 15 sampai 64 tahun.
Tenaga kerja menurut BPS adalah kita semua yang bisa bekerja untuk memberikan barang dan jasa masing- masing untuk memenuhi keinginannya sendiri dan untuk masyarakat. Staf dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu angkatan kerja dan non-kerja. Angkatan kerja adalah para pegawai atau penduduk usia kerja, khususnya mereka yang berusia 15-64 tahun yang sedang bekerja dan yang tidak bekerja namun bersedia mencari pekerjaan. Adapun angkatan non-kerja,
khususnya warga yang masih menempuh pendidikan, ibu rumah tangga, lansia, dan penyandang disabilitas. (Sri Ayuni Purnamasari, 2017).
Teknologi
Menurut Robert Solow teknologi adalah faktor yang mempengaruhi tingkat output. Menurtu arsyad (1997) kemajuan teknologi diperoleh dari inovasi baru atau pengembangan cara lama dari aktivitas yang tradisional seperti menjahit, bertani, atau membangun rumah. Menurut Donou- Adonsou (2017) penggunaan teknologi dengan baik akan mendorong pertumbuhan ekonomi jangka pendek dimana lebih baik dari pada perbaikan kualitas sumberdaya manusia itu sendiri.
Kualitas sumber daya manusia yang meningkat bermanfaat sebagai faktor penggerak produksi yang memainkan peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi. Dimana semakin tinggi jenjang pendidikan seseorang maka hal itu akan membuat merka semakin efektif dalam melakukan kegiatan produksi. Karena dengan kuallitas sumber daya manusia yang meningkat tersebut seorang individu akan mampu menggunakan teknologi dengan lebih baik sehingga kerja lebih efektif yang akan mendorong produktifitas. (Cici Lucya, 2019)
Teknologi (pengembangan teknologi) untuk ekonomi yang maksimal adalah penawaran kritis maksimum dari pertumbuhan moneter. Dalam arti paling sederhana, perkembangan teknologi terjadi karena penemuan metode terbaru atau pengembangan metode kuno untuk mengatasi pekerjaan kegiatan konvensional.
Teknologi adalah komunitas laptop yang
terdiri dari: banyak aditif pemrosesan
statistik yang menggunakan bentuk
statistik yang berbeda perangkat keras,
49 perangkat lunak, manajemen informasi, dan pembuatan komunitas statistic.
Teknologi juga adalah kerangka pengetahuan dan rekayasa teknologi yang dapat dilakukan untuk desain produk, proses, dan studi untuk
memanfaatkan pengetahuan baru.
Teknologi berubah menjadi diciptakan untuk menawarkan keuntungan yang luar biasa bagi kehidupan manusia, menawarkan banyak kenyamanan,
Perkembangan zaman yang semakin pesat dalam teknologi modern globalisasi telah menawarkan banyak keuntungan dalam pembangunan di berbagai aspek sosial. Penggunaan era dengan bantuan menggunakan manusia untuk membantu memecahkan. Bekerja adalah suatu keharusan dalam hidup. Perkembangan zaman ini juga harus diwaspadai dengan menggunakan kecenderungan dalam SDM. Manusia sebagai pelanggan era harus mampu mengambil keuntungan dari era modern, selain peningkatan teknologi tersebut lanjut. Model manusia untuk teknologi yang meningkat harus dilakukan melalui sekolah. Hal ini dilakukan agar generasi penerus tidak tertinggal di belakang pada subjek teknologi baru. Dengan demikian, zaman dan sekolah dapat berkembang secara kolektif dengan generasi baru karena penerus dari generasi.
METODE PENELITIAN Jenis Penelitian
Jenis penelitian adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.
Data, Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data
Data yang digunakan adalah data sekunder bersumber website BPS Provinsi Jawa Tengah, antara lain : data Laju
Pertumbuhan Ekonomi, Rata-rata Lama Sekolah, Jumlah Penduduk Yang Bekerja, dan Presentse Penggunaan Internet sebanyak 29 kabupaten dan 6 kota di Provinsi Jawa Tengah pada 2017-2019.
Metode Analisis Data
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan data kuantitatif analisis regresi linear berganda data panel yang diolah menggunakan aplikasi Eviews. Dalam menganalisis data dengan metode regresi linear berganda data panel terdapat beberapa pengujian, yaitu Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier.
Hasil Penelitian dan Pembahasan 1. Uji Chow
Uji Chow adalah pemeriksaan ini dilakukan untuk menentukan apakah versi Common Effect (CE) atau versi Fixed Effect (Fe) lebih tinggi dalam mengestimasi data panel.
Tabel 1. Uji Chow
Sumber : Hasil olah Eviews10
Berdasarkan pengaruh Chow check tabel 1.1 diatas, maka peluang harga masing- masing f-test dan chi-square adalah besar dengan p-value 0,0000 < 5%, hal ini
Redundant Fixed Effects Tests Equation: Untitled
Test cross-section fixed effects
Effects Test Statistic d.f. Prob.
Cross-section F 15.797390 (35,69) 0.0000 Cross-section Chi-square 237.458167 35 0.0000
50 berarti p-value lebih kecil dari (0,05), dengan demikian menolak H0. dan menerima pengiriman H1, diyakini bahwa Model Efek Tetap lebih tinggi daripada Model Efek Umum, sehingga versi estimasi yang lebih tinggi untuk diterapkan adalah Model Efek Tetap.
2. Uji Hausman
Analisis Hausman adalah tinjauan yang digunakan untuk memilih metode terbaik, apakah Fixed Effect atau Random Effect lebih tinggi digunakan dalam memperkirakan data panel.
Tabel 2. Uji Hausman
Correlated Random Effects - Hausman Test Equation: Untitled
Test cross-section random effects
Test Summary
Chi-Sq.
Statistic Chi-Sq. d.f. Prob.
Cross-section
random 0.928247 3 0.8186
Sumber : hasil olah Eviews10
Berdasarkan konsekuensi uji Hausman tabel 1.2 di atas, menunjukkan bahwa p- value 0,8186 lebih besar dari 0,05, sehingga menerima H0 karena ini bahwa teknik luar biasa yang harus digunakan adalah dampak acak dalam preferensi untuk dampak konstan.
3. Uji Lagrange Multiplier
Cek Lagrange Multiplier (LM) adalah cek yang digunakan untuk memutuskan apakah versi Random Effect (RE) lebih tinggi dari teknik Common Effect (CE) dalam mengestimasi data panel. Namun dalam penelitian ini untuk uji lagrange multiplier tidak menunjukkan hasil data ( data tidak muncul.
Sehingga dari ketiga uji tersebut yaitu Uji Chow, Uji Hausman, dan Uji Lagrange Multiplier model yang paling cocok digunakan adalah model Random Effect.
Model Random Effect
Random effect menurut Kuncoro (2012) disebabkan karena adanya versi dalam biaya dan rute koneksi antara subjek, dianggap acak berbeda dalam bentuk residu. Versi random impact digunakan untuk mengatasi kelemahan Fixed Effect yang memanfaatkan variabel dummy (Widarjono, 2009). Versi ini memperkirakan informasi panel di mana variabel residual adalah ide untuk hubungan di antara waktu dan di antara subjek.
Tabel 3. Model Random Effect
Dependent Variable:LAJU_PERTUMBUHAN_PDRB
Method: Panel EGLS (Cross-section random effects) Date: 12/08/20 Time: 07:48
Sample: 2017 2019 Periods included: 3
Cross-sections included: 36
Total panel (balanced) observations: 108
Swamy and Arora estimator of component variances
Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.
RLS 0.100525 0.096553 1.041134 0.3002 BEKERJA -4.39E-09 4.43E-08 -0.099056 0.9213 INTERNET 0.003041 0.003972 0.765629 0.4456 C 4.513432 0.778175 5.800025 0.0000
Sumber : Hasil olah Eviews10
Dari hasil regresi diatas, maka persamaan
regresi dari data panel tersebut adalah
sebagai berikut :
51 Y
it= α
0it+ β
1RLS
it+ β
2BEKERJA
it+ β
3INTERNET
it+ ε
itY
it= 4.513432
it+ 0.100525
it- 4.39E-09
it+ 0.003041
it+ ε
itDimana :
Y = Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas
α
0= Konstanta
X
1= Rata-rata Lama Sekolah (Human Capital)
X
2= Jumlah Tenaga Kerja
X
3= Teknologi
ε = Error
β
1, β
2, β
3= Koefisisen regresi
i = Kota/Kabupaten di Jawa Tengah
t = Tahun (2017 – 2019)
Interpretasi dari perhitungan diatas : 1. Konsistensi 4.513432 menyatakan
bahwa setiap variabel yang tidak memihak, khususnya X1, X2, dan X3 memiliki kekuatan pada variabel yang ditetapkan, maka
Pertumbuhan Ekonomi
Berkualitas meningkat sebesar 4,513432%.
2. Koefisien variabel Human Capital (X1) adalah 0,100525 yang berarti bahwa begitu terjadi kenaikan di dalam variabel Human Capital hingga 1%, dapat terjadi penurunan Quality Economic Growth (variabel dependen Y) sebesar 0,100525% dengan
keyakinan bahwa variabel alternatif yang tidak memihak adalah X2 dan X3 tetap. Koefisien variabel X1 berkualitas tinggi sehingga Human Capital tidak diragukan lagi terkait dengan Kualitas Pertumbuhan Ekonomi (Y).
3. Koefisien biaya variabel Tenaga Kerja (X2) adalah - 4.39E-09 ini berarti bahwa begitu ada peningkatan dalam variabel Tenaga Kerja hingga 1%, mungkin ada penurunan Pertumbuhan Ekonomi Kualitas (variabel Y) yang lebih rendah dari - 4.39E- 09% dengan asumsi variabel alternatif yang tidak memihak, khususnya X1 dan X3 adalah tetap.
Koefisien variabel X2 sangat buruk sehingga tim pekerja berhubungan negatif dengan pertumbuhan keuangan yang baik (Y).
4. Koefisien fee variabel Teknologi (X3) adalah 0,003041 yang berarti bahwa begitu terjadi peningkatan dalam variabel Teknologi hingga 1%, maka akan terjadi Pertumbuhan Ekonomi Kualitas (variabel mapan Y) sebesar 00.003041% dengan keyakinan bahwa variabel alternatif yang tidak memihak adalah X1 dan X2 permanen. Koefisien variabel X3 berkualitas tinggi sehingga variabel Teknologi tidak diragukan lagi terkait dengan Pertumbuhan Ekonomi Kualitas (Y).
Uji Statistik
Uji F (uji simultan)
Dari hasil uji Random Effect Model dapat
menunjukkan bahwa biaya f-statistik
adalah 0,619080 dan peluang 0,604190
tidak besar pada 5%, maka menerima Ho
52 dan menolak H1, sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel Human Capital, Tenaga Kerja, dan Teknologi secara bersama-sama tidak besar berpengaruh pada variabel Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas di Provinsi Jawa Tengah.
Uji T (uji parsial)
a. Human Capital terhadap Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas Hipotesis ke-1 menyatakan bahwa Human Capital diduga memiliki pengaruh tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas di Kabupaten/ Kota di Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan Tabel Random Effect Model diketahui nilai t
hitungsebesar 1.041134 < nilai t
tabelsebesar 1.771 dan nilai probabilitas sebesar 0.3002 > 0.05 (taraf nyata = 5%) yang berarti Ho ditolak dan H1 diterima.
b. Tenaga Kerja terhadap Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas
Hipotesis ke-2 menyatakan bahwa Tenaga Kerja diduga memiliki pengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas di Kabupaten/ Kota di Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan Tabel Random Effect Model diketahui nilai t
hitungsebesar -0.099056 < nilai t
tabelsebesar 1.771 dan nilai probabilitas sebesar 0.9213 > 0.05 (taraf nyata = 5%) yang berarti Ho ditolak dan H1 diterima.
c. Teknologi terhadap Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas
Hipotesis ke-3 menyatakan bahwa Tekonologi diduga memiliki pengaruh signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas di Kabupaten/ Kota di Provinsi Jawa
Tengah. Berdasarkan Tabel Random Effect Model diketahui nilai t
hitungsebesar 0.765629 < nilai t
tabelsebesar 1.771 dan nilai probabilitas sebesar 0.4456 > 0.05 (taraf nyata = 5%) yang berarti Ho diterima dan H1 ditolak.
Koefisien Determinas (R2)
Dari hasil uji Random Effect Model menunjukkan bahwa nilai R-square (R
2) sebesar 0.017545 yang berarti 1,75%
Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas di Provinsi Jawa Tengah secara bersama- sama dapat dijelaskan oleh variabel independen yaitu Human Capital, Tenaga Kerja, dan Teknologi dan sisanya sebesar 98,25% dijelaskan oleh variabel lain di luar model yang tidak termasuk dalam penelitian.
Interpretasi Hasil
a. Hubungan Tingkat Human Capital terhadap Tingkat Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa tingkat human capital berpengaruh positif tetapi probability-nya tidak signifikan.
Sehingga disimpulkan bahwa tingkat human capital tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi berkualitas di Provinsi Jawa Tengah.
b. Hubungan Tingkat Tenaga Kerja terhadap Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis
menunjukkan bahwa jumlah tenaga
kerja berpengaruh positif dan
signifikan terhadap pertumbuhan
ekonomi berkualitas di Provinsi Jawa
53 Tengah. Peningkatan tenaga kerja berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi berkualitas di Jawa Tengah, dimana ketika tenaga kerja terserap naik maka akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi berkualitas di Jawa Tengah dan sebaliknya jika tenaga kerja terserap menurun maka akan mengurangi tingkat pertumbuhan ekonomi berkualitas di Jawa Tengah.
c. Hubungan Tingkat Teknologi terhadap Pertumbuhan Ekonomi Berkualitas
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis menunjukan bahwa tingkat teknologi berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi berkualitas di Jawa Tengah.
Peningkatan teknologi berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi berkualitas dimana ketika penggunaan teknologi meningkat maka juga akan meningkat pertumbuhan ekonomi berkualitas, sebaliknya apabila penggunaan teknologi semakin sedikit maka akan menurunkan tingkat pertumbuhan ekonomi berkualitas.
KESIMPULAN
Penelitian ini melakukan uji coba dengan meneliti variabel yang berdampak pada kenaikan ekonomir tingkat pertama di Jawa Tengah pada tahun 2017-2019. Variabel- variabel ini terdiri dari kenaikan ekonomi tingkat pertama karena variabel berbasis dan variabel tidak memihak, terutama sumber daya manusia, tenaga dan generasi. Analisis catatan ini menggunakan evaluasi regresi catatan panel dengan menggunakan Random Effect Modell. Konsekuensi dari spekulasi yang memeriksa penggunaan evaluasi regresi
catatan panel secara bersamaan sumber daya manusia, tenaga, dan generasi secara kolektif tidak memiliki dampak yang cukup besar pada variabel Kualitas Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Jawa Tengah. Sementara konsekuensi dari evaluasi parsial menunjukkan bahwa variabel modal manusia tidak memiliki dampak yang cukup besar pada kenaikan moneter tingkat pertama di Jawa Tengah pada tahun 2017-2019 dan untuk variabel tenaga dan pembangkitan, hal ini menunjukkan bahwa variabel tersebut memiliki dampak yang cukup besar pada petumbuhan ekonomi berkualitas di Jawa Tengah tahun 2017-2019.
DAFTAR PUSTAKA
News Setup. (2021, april 30). Retrieved from https://newssetup.kontan.co.id/news/
sri-mulyani-pemerintah- menargetkan-pertumbuhan-
ekonomi-pada-2022-sebesar-58-yoy Chairul Nizar, A. H. (2013). Pengaruh
Investasi Dan Tenaga Kerja Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Serta Hubungannya Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Indonesia. Jurnal Ilmu Ekonomi.
Cici Lucya, A. A. (2019). PENGARUH TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN
TERHADAP PERTUMBUHAN
EKONOMI DI INDONESIA. Jurnal Kajian Ekonomi dan Pembangunan.
Lubis, C. A. (2014). Pengaruh Jumlah Tenaga Kerja, Tingkat Pendidikan Pekerja Dan Pengeluaran Pendidikan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi.
Jurnal Ekonomi.
Prasetyo, P. E. (2008). THE QUALITY OF GROWTH: PERAN TEKNOLOGI DAN INVESTASI HUMAN CAPITAL SEBAGAI PEMACU PERTUMBUHAN EKONOMI BERKUALITAS. JEJAK.
SBM, N. (2014). Pengaruh Pendidikan Terhadap Pertumbuha Ekonomi.
Media Ekonomi dan Manajemen.