• Tidak ada hasil yang ditemukan

1/12 PENGEMBANGAN KELAS INDUSTRI PADA SMK DI PROVINSI JAWA TENGAH.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "1/12 PENGEMBANGAN KELAS INDUSTRI PADA SMK DI PROVINSI JAWA TENGAH."

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

1/12

PENGEMBANGAN KELAS INDUSTRI PADA SMK DI PROVINSI JAWA TENGAH.

Nama Diklat : Diklatpim Tingkat III Angkatan XXXIV

Tahun : 2017

Ruang lingkup inovasi : Provinsi

Cluster inovasi : Pendidikan & Kebudayaan Inovator : Sulistyo, S.Pd, MM

Jabatan : Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan DISDIKBUD Provinsi Jawa Tengah Instansi : Pemerintah Provinsi Jawa Tengah

Latar Belakang

Kemajuan perekonomian dan teknologi di era globalisasi ini semakin menuntut tersedianya Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan kompeten di segala sektor usaha agar mampu menghadapi persaingan yang semakin tajam, hal ini menyebabkan perlunya peningkatan kemampuan SDM setempat agar diakui memiliki kompetensi pada bidangnya masing-masing untuk menghindari marginalisasi tenaga kerja lokal.

Presiden Republik Indonesia telah menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan Dalam Rangka

Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia. Pada dasarnya Inpres tersebut menginstruksikan agar para Menteri, Gubernur dan Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk :

(1) Mengambil langkah-langkah yang diperlukan sesuai tugas, fungsi,dan kewenangan masing-masing untuk merevitalisasi SMK guna meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia,

(2) Menyusun peta kebutuhan tenaga kerja bagi lulusan SMK sesuai tugas, fungsi dan kewenangan masing-masing dengan berpedoman pada peta jalan pengembangan SMK, dan

(3) Mempercepat sertifikasi kompetensi bagi lulusan SMK, pendidik, dan tenaga pendidik SMK serta mempercepat pemberian lisensi bagi SMK sebagai lembaga sertifikasi profesi pihak pertama. Dan menginstruksikan secara khusus kepada gubernur untuk : melakukan penataan kelembagaan SMK yang meliputi program kejuruan yang dibuka dan lokasi SMK, mengembangkan SMK Unggulan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mendapat layanan pendidikan SMK sesuai dengan potensi wilayahnya.

(2)

2/12

Dari analisis pendekatan model McKinsey 7s Framework (1982) di atas, dapat diidentifikasi bahwa masalah utamanya terdapat pada hard elements yaitu strategy dan system yg kurang saling mendukung dan kurang konsisten dengan nilai-nilai kebersamaan dan professional, untuk soft elements yaitu skills dan staff yang kurang mendukung hard element, serta berdasarkan hasil Bencmarking ke Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan berupa layanan pendidikan berbasis teknologi dalam aplikasi cerdas berupa elektronik Panrita (e-Panrita). Layanan pendidikan berbasis elektronik ini menyajikan berbagai layanan dalam satu aplikasi. Anatara lain (1) Absensi online : Fitur ini berbasis geotracking (GPS) yang langsung terhubung dengan gadget tiap guru dan kartu tanda pengenal tiap siswa di sekolah. Melalui absensi online, guru maupun siswa bisa dideteksi keberadaannya pada saat jam sekolah. (2) E-learning: Fitur e-learning merupakan fitur yang memungkinkan guru maupun siswa melengkapi dan mendapatkan pembelajaran secara online. Dalam fitur ini guru dan siswa bisa mendownload materi pelajaran, ribuan buku ajar, hingga kuis-kuis pelajaran secara gratis. Aplikasi ini juga bisa merekap tingkat kehadiran guru dalam mengajar dalam setiap pekannya. Begitu pula dengan tingkat kehadiran siswa di sekolah dapat dideteksi melalui absensi online ini. (3) Video Conference : Melalui video konferensi pihak-pihak yang terlibat dalam dunia pendidikan seperti Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel, UPT Dinas Pendidikan wilayah kabupaten/kota, hingga kepala sekolah dan guru-guru dapat berinteraksi secara langsung secara bersamaan.

(4) Entertainment and News : Fitur ini menyajikan layanan kabar tentang dunia pendidikan se sulawesi selatan dan berita – berita baru pemerintahan provinsi Sulawesi Selatan. (5) E-Polling : Fitur e-Polling menyajikan layanan pemilihan guru-guru maupun siswa-siswa favorit baik oleh guru dengan sesame guru maupun oleh siswa dan sebaliknya. (6) Guru : Data-data guru meliputi sebaran guru, jumlah guru se-Sulsel dan per kabupaten/kota, guru mata pelajaran, hingga status/kualifikasi pendidikan guru dapat diketahui oleh masyarakat luas dalam fitur ini. Begitu pula dengan jumlah guru bersertifikat, berstatus PNS dan non-PNS akan diinput secara berkala dalam fitur ini. (7) E-Budgetting : Jumlah anggaran tiap sekolah hingga keterbukaan dalam penggunaan Dana BOS tiap sekolah diinput secara berkala dalam fitur ini sehingga masyarakat luas dapat mengontrol penggunaan dananya sekaligus sebagai fungsi pengawasan bagi pihak sekolah. (8) CCTV Sekolah : Melalui fitur e-Panrita, dari ruang control utama di Disdik Sulsel keadaan rill tiap sekolah se-Sulsel dapat disaksikan dan dikontrol. Jika terdapat hal-hal yang perlu segera dikomunikasi setelah

menyaksikan di CCTV, pihak Disdik dapat terhubung melalui fitur video conference.

Aplikasi ini juga telah beberapa kali dimanfaatkan untuk berkomunikasi dalam banyak hal seperti saat pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hingga pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online 2017. beberapa hal yang dapat diadopsi diantaranya adalah :

1. Kepemimpinan

Dalam hal kepemimpinan kami dapat melakukan adaptasi nilai kepemimpinan antara lain sebagai berikut :

a. Kepala Dinas pendidikan Provinsi Sulawesi selatan seorang pemimpin yang sangat inovatif, adaptif dan kreatif sehingga mendapat dukungan dari berbagai pihak;

b. Memiliki keteladanan yang tinggi dan patut ditiru oleh semua kalangan terutma bagi para pemimpin

2. Organisasi

Dengan diberlakukannya Undang–undang nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah dimana pengelolaan pendidikan menengah menjadi kewenangan pemerintah provinsi maka dengan penerapan layanan pendidikan berbasis teknologi dalam aplikasi cerdas berupa elektronik Panrita (e-Panrita) ini sangat membantu

(3)

3/12

OPD Dinas pendidikan Sulawesi Selatan dalam mengendalikan 24 kabupaten/kota dengan jumlah sekolah SMA sebanyak 569 sekolah dan 428 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK);

Struktur Organisasi UPTD yang berfungsi mengendalikan satuan pendidikan SMA dan SMK di provinsi Sulawesi Selatan dibentuk pada Tiap kabupaten/kota.

3. Manajemen

Keberhasilan pengelolaan layanan pendidikan provinsi Sulawesi Selatan disebabkan adanya partisipasi dari masyarakat dan adanya komitmen dari Pemerintah Daerah dengan menyiapkan seperangkat sarana prasarana berupa : (1) Ruangan JK. E- Panrita Centre (2) sistem aplikasi elektronik (3) Biaya operasional tekomunikasi jaringan internet (4) peralatan eletronik dan sistem kendali dan monitor aplikasi elektronik.

Dengan mengadopsi nilai-nilai semangat pelayanan kepada masyarakat Jawa Tengah dapat lebih lebih hemat, optimal dan lebih efektif dan efisien sehingga perlu inovasi pelayanan pendidikan Kejuruan melalui proyek perubahan Pengembangan Kelas Industri pada SMK di Jawa Tengah.

Manfaat

Manfaat proyek perubahan dalam layanan pendidikan kejuruan di Provinsi Jawa Tengah adalah sebagai berikut :

1. Maanfaat bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah : Peningkatan kinerja dan Leadership dalam pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan di Provinsi Jawa Tengah.

2. Manfaat bagi Sekolah :

a. Pengembangan kurikulum sesuai kebutuhan industri dan kebutuhan pasar;

b. Efisiensi biaya pendidikan (Biaya praktek merupakan bagian dari proses produksi);

c. Hasil produk dapat dijual dengan kualitas ditentukan industri;

d. Terbentuk integrated process planning dan quality control;

e. Terbentuk corporate culture;

(4)

4/12

1. Manfaat bagi peserta didik / siswa :

a. Transfer teknologi secara berkesinambungan;

b. Peningkatan karakter kewirausahaan;

c. Kemampuan problem solving;

d. Aplikasi praktek kewirausahaan.

1. Manfaat bagi masyarakat :

Biaya pendidikan akan lebih murah dan kualitas peserta didik lebih siap kerja.

1. Manfaat bagi Guru / Tenaga Pendidik :

a. Guru / Tenaga pendidik mempunyai pengalaman industri sehingga kompetensi professional guru semakin baik;

b. Kemampuan komunikasi guru dengan pelanggan sehingga akan meningkatakan kompetensi social;

1. Manfaat bagi Dunia Usaha / Dunia Industri:

a. Mendapatkan sumber calon tenaga kerja yang kompeten sesuai kriteria indutri;

b. Bentuk tanggungjawab social bagi industri akan kewajiban pengabdian masyarakat dalam proses alih teknologi;

Milestone

No

(5)

5/12

TAHAPAN UTAMA (MILESTONES)

(6)

6/12

OUT PUT TAHAPAN

(7)

7/12

WAKTU

(8)

8/12

(9)

9/12

Jangka Pendek

1 Pembentukan Tim Efektif

· SK Tim Efektif oleh Ka. Dinas Dikbud Prov.

Jateng

Minggu ke IV Sept 2017

2

FGD (Forum Group Discussion) penyusunan Rancangan naskah Juknis kelas Industri pada SMK.

· Draf Juknis Kelas Industri

Minggu ke I

Oktober 2017

3 Survai kesiapan Pilot Projek Kelas Industri SMK

· Berita Acara

kesanggupan pelaksana Pilot Projek Kelas industri oleh Ka. SMK

Minggu II – III

Oktober 2017

4 Kesepakatan kerjasama SMK dengan Du/Di Pelaksanaan kelas Industri

· Dokumen

Kesepakatan kerjasama SMK dan Industri pasang dalam pelaksanaan kelas Industri Bid. Keahlian Pariwisata dan Tek.

Rekayasa

Minggu ke IV

Oktober 2017

5 Pelaksanaan Uji Coba (Pilot projek) Kelas Industri SMK

· Dokumen

Pelaksanaan Uji Coba Kelas industri Bid.

Keahlian Pariwisata dan Tek. Rekayasa

· Hasil Pekerjaan siswa

Minggu ke I-III

Nop 2017

(10)

10/12

6

Pengesahan Petunjuk Teknis Pengembangan Kelas Industri pada SMK

· Juknis Kelas industri SMK oleh Ka. Dinas Dikbud Prov.

Minggu ke IV

Nop 2017

7 Evaluasi dan Pelaporan

· Instrumen evaluasi kelas Industri.

· Dokumen hasil pelaksanaan dan tindak lanjut

Minggu ke I

Des. 2017

Jangka Menengah

1

Sosialisasi Petunjuk Teknis

Pengembangan Kelas Industri pada SMK sasaran dan Stakeholder di Wilayah BP2MK

· Dok. Pelaksanaan Sosialisasi Pengembang an Kelas Industri di Wil.

BP2MK

Peb. 2018

2 Fasilitasi / Adopsi Pelaksanaan kelas industri

· Dokumen Pelaksanaan Kelas industri Bid. Keahlian Pariwisata dan Tek.

Rekayasa

· Hasil Pekerjaan siswa

April. 2018

(11)

11/12

3 Pelaksanaan Kelas Industri wil BP2MK

· Dok. Pelaksanaan Pengembang an Kelas

Industri di Wil. BP2MK Mei. 2018

Jangka Panjang

1

Sosialisasi Petunjuk Teknis

Pengembangan Kelas Industri pada SMK sasaran untuk bidang keahlian lainya sesuai potensi Wilayah.

· Dok. Pelaksanaan Sosialisasi Pengembang an Kelas Industri untuk SMK yg Membuka Bid.

Keahlian sesuai potensi wilayah.

Agst. 2018

2 Fasilitasi / Adopsi Pelaksanaan kelas industri

· Dokumen Pelaksanaan

Pengembang an Kelas Industri untuk SMK yg Membuka Bid. Keahlian sesuai potensi wilayah.

· Hasil Pekerjaan siswa

Okt. 2018

3 Pelaksanaan Kelas Industri Bidang keahlian lainya

· Dok. Pelaksanaan Pengembang an Kelas Industri untuk SMK yg Membuka Bid. Keahlian seuai potensi wilayah BP2MK

Peb. 2019

Dicetak melalui website E-Proper BPSDMD Provinsi Jawa Tengah (https://bpsdmd.jatengprov.go.id/eproper) pada 28 Feb 2022 01:42:45

(12)

12/12

Powered by TCPDF (www.tcpdf.org)

Referensi

Dokumen terkait

Kelola Mina Laut (KML FOOD). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah bauran pemasan memiliki pengaruh yang besar atau tidak memiliki pengaruh. Berdaasarkan latar

Sehubungan dengan pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bandung selaku Pejabat Pengelola Keuangan Daerah

Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa baik eksplan yang berasal dari tunas aksilar maupun tunas adventif yang ditanam pada media dasar MS dengan penambahan zat pengatur

Berdasarkan pembahasan hasil pengujian data dengan menggunakan analisis regresi berganda, maka kesimpulan dari penelitian ini adalah pertumbuhan dana pihak ketiga berpengaruh

Rumusan Masalah Penelitian Berdasarkan permasalahan yang teridentifikasi tersebut diatas, maka permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini dibatasi di sekitar meningkatkan gerak

Hasil penelitian menyimpulkan adanya hubungan positif yang signifikan antara motivasi diri dengan kemampuan empati pada mahasiswa profesi ners angkatan 2014 STIKES

Kesimpulan penelitian adalah sebagai berikut: (1) faktor-faktor individu penyuluh yang berpengaruh terhadap kinerja mereka adalah kompetensi, motivasi dan

Status Zarri Bano dalam keluarga berkaitan dengan stereotipe gender ini telah mengikat tubuh Zarri Bano dengan tradisi keluarga yang telah dibentuk secara turun