• Tidak ada hasil yang ditemukan

KABUPATEN BIREUEN YANG BERMARTABAT DAN MANDIRI BERLANDASKAN UUPA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KABUPATEN BIREUEN YANG BERMARTABAT DAN MANDIRI BERLANDASKAN UUPA"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BAB V

VISI, MISI, TUJUAN, DAN SASARAN

5.1 Visi

Memperhatikan amanat Undang-undang No.25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, bahwa Visi dan Misi dari Kepala Daerah/Wakil Kepala daerah terpilih, dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Bireuen terpilih Pemilukada Kabupaten Bireuen tahun 2012, ditetapkan menjadi dasar Visi dan Misi pembangunan Kabupaten Bireuen Periode 2012-2017. Atas dasar tersebut, memperhatikan permasalahan, tantangan, dan isu-isu strategis pembangunan di masa mendatang serta mengedepankan penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan berwibawa, Pemerintah Kabupaten Bireuen menetapkan Visi Pembangunan Tahun 2012-2017 sebagai berikut :

“ KABUPATEN BIREUEN YANG BERMARTABAT DAN MANDIRI BERLANDASKAN UUPA”

Visi tersebut mengandung 3 (tiga) unsur pokok, yaitu; bermartabat, mandiri, dan berlandaskan UUPA. Masing-masing unsur tersebut dapat diterjemahkan sebagai berikut :

1. Bermartabat dimaksudkan, masyarakat Kabupaten Bireuen yang beradab, beretika dalam segala segi kehidupan, memiliki harga diri, saling hormat- menghormati, kepedulian sosial yang tinggi, menjunjung tinggi nilai-nilai budaya dan adat istiadat, cinta damai, bersatu, taat hukum, dan menolak segala bentuk kemungkaran. Bermartabat juga mengandung unsur maju, integritas, dan sejahtera, yang masing-masing bermakna sebagai berikut.

a. Maju dimaksudkan, masyarakat Kabupaten Bireuen yang berkualitas, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, cerdas dan terampil, memiliki wawasan luas, kreatif, dan produktif, serta mampu memberikan kontribusi positif dalam mendorong percepatan pembangunan.

(2)

Berikutnya, mencerminkan pula menurunnya angka kemiskinan dan angka pengangguran, serta terwujudnya pertumbuhan ekonomi daerah berkualitas. Maju tersebut dapat dijabarkan menurut aspek-aspek berikut ini :

(1) Maju dalam bidang ekonomi;

Dimaksudkan bahwa masyarakat Bireuen memiliki kemampuan ekonomi yang mapan, terutama mampu memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga, serta memiliki lapangan usaha dan lapangan kerja yang produktif. Selain itu, kemajuan dari sisi ekonomi tercermin pula dari menurunnya angka pengangguran dan kemiskinan, meningkatnya pendapatan masyarakat, serta meningkatnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam struktur pendapatan daerah.

(2) Maju dalam bidang pendidikan;

Kemajuan dalam bidang pendidikan terlihat dari kualitas sumber daya manusia yang handal, menguasai ilmu dan teknologi, mampu berinovasi dan menciptakan peluang-peluang untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta berperan aktif dalam proses pembangunan daerah.

(3) Maju dalam bidang kesehatan

Artinya, masyarakat Bireuen memiliki kualitas derajat kesehatan yang tinggi, baik jasmani maupun rohani, di samping juga ditandai oleh menurunnya angka kematian, menurunnya angka gizi buruk, meningkatnya produktivitas tenaga kerja, dan meningkatnya angka harapan hidup.

(3)

(4) Maju dalam bidang sosial budaya

Dimaksudkan bahwa masyarakat Bireuen memiliki rasa kepedulian yang tinggi, persatuan dan kesatuan yang kokoh, terciptanya keamanan dan ketertiban umum, dan tegaknya hukum secara adil.

Di samping itu, terpeliharanya anak-anak yatim dan penyandang sosial lainnya, serta meningkatnya kualitas pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Lebih lanjut, masyarakat Bireuen memiliki kemampuan dalam mengadopsi budaya-budaya luar yang mendukung pembangunan daerah, mampu mengendalikan budaya asing yang bertentangan dengan Syariat Islam, serta mampu melestarikan dan menumbuhkembangkan nilai-nilai budaya asli daerah.

(5) Maju dalam bidang politik dan hukum

Artinya, masyarakat Bireuen yang sadar dan taat hukum, memiliki kemampuan politik yang mengarah kepada pembaharuan dan perubahan positif dan dinamis tanpa mengenyampingkan persatuan dan kesatuan bangsa serta keberlanjutan perdamaian.

b. Integritas dimaksudkan, masyarakat Kabupaten Bireuen yang menjadi masyarakat yang berkualitas, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, cerdas dan terampil, memiliki wawasan luas, kreatif, tekun, dan rajin, produktif, mampu memberikan kontribusi dalam pembangunan, makmur dalam kehidupan dan tingginya pertumbuhan ekonomi daerah.

c. Sejahtera dimaksudkan, masyarakat Kabupaten Bireuen yang sehat baik jasmani maupun rohani, hidup layak, mencapai kemakmuran, mampu memenuhi kebutuhan dasar dengan sebaik-baiknya, bebas dari kemiskinan dan kesengsaraan, bebas dari ketakutan, ancaman dan tindak kekerasan, tertib dan aman, baik dalam keluarga maupun di lingkungan masyarakat.

(4)

2. Mandiri

Mandiri yang dimaksud adalah masyarakat Kabupaten Bireuen mampu mengembangkan potensi diri guna memenuhi kebutuhan hidup. Mandiri diartikan pula bahwa Kabupaten Bireuen harus sejajar dan sederajat dengan daerah lainnya yang telah maju dengan mengandalkan kemampuan potensi sumber daya dan kekuatan sendiri.

3. Berlandaskan UUPA

Dimaksudkan bahwa penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Bireuen sebagaimana yang telah dituangkan dalam Undang-undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh sehingga terwujudnya masyarakat Bireuen yang bermartabat, mandiri, dan sejahtera dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

5.2 Misi Pembangunan

Misi Pembangunan Kabupaten Bireuen 2012-2017 merupakan rumusan dari usaha-usaha yang harus diimplimentasikan untuk mewujudkan visi pembangunan jangka menengah Kabupaten Bireuen sampai akhir tahun 2017. Disadari bahwa, keberhasilan pelaksanaan misi pembangunan tersebut juga tidak terlepas dari kondisi dan tantangan lingkungan internal dan eksternal yang mempengaruhinya kurun waktu 2012-2017.

Atas dasar tersebut, untuk mewujudkan Kabupaten Bireuen yang bermartabat dan mandiri berlandaskan UUPA, maka ditempuh Misi Pembangunan Kabupaten Bireuen tahun 2012-2017 sebagai berikut :

Misi 1 : Mewujudkan Pemerintahan yang Islami, Berbudaya, Bersih, dan Berwibawa (good and clean governance)

Tata kelola pemerintahan yang Islami, berbudaya, bersih, dan berwibawa merupakan salah satu agenda yang harus diwujudkan Pemerintah Kabupaten Bireuen periode 2012-2017. Sejalan dengan

(5)

penerapan Syariat Islam, praktik tata kelola pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen harus mencerminkan nilai-nilai islami sehingga terbentuk aparatur yang amanah, disiplin, dan jujur dalam mengemban tugas dan tanggung jawab memberikan pelayanan berkualitas bagi masyarakat. Tata kelola pemerintahan akan terus diperbaiki dan dilakukan secara menyeluruh melalui sinergitas reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintahan yang diimplimentasikan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh. Wujud dari perbaikan tata kelola pemerintahan ini terlihat dari peningkatan kualitas pelayanan publik, pengesahan APBK tepat waktu, kapasitas aparatur pemerintah yang memadai, perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja, serta perbaikan penempatan dan promosi aparatur.

Misi 2 : Mewujudkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas

Tantangan pembangunan ke depan yang lebih berat dan persaingan antardaerah membutuhkan kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di Kabupaten Bireuen. SDM yang berkualitas dan berdaya saing merupakan modal utama pembangunan yang akan diwujudkan melalui percepatan pembangunan pendidikan dan kesehatan. Kualitas layanan pendidikan akan terus ditingkatkan secara bertahap dan berkesinambungan. Perbaikan kualitas layanan tersebut tercermin dari peningkatan angka partipasi murni (APM) dan angka partisipasi kasar (APK) di semua tingkatan pendidikan, peningkatan rata-rata lama sekolah, dan pengurangan angka buta huruf.

Pemantapan pelayanan kesehatan berkualitas akan diupayakan melalui pembangunan rumah sakit umum (RSU) yang baru, pembangunan puskesmas, peningkatan fasilitas RSUD dr. Fauziah, dan berbagai inovasi pelayanan kesehatan lainnya. Wujud dari perbaikan layanan kesehatan berkualitas terlihat antara lain dari peningkatan angka harapan hidup, pengurangan angka kematian bayi dan angka kematian ibu serta angka

(6)

prevalensi gizi buruk. Perluasan akses layanan pendidikan dan kesehatan merupakan bentuk keseriusan dan langkah konkrit Pemerintah Kabupaten Bireuen dalam upaya pencapaian tujuan pembangunan milenium (Millenium Development Goals/MDGs).

Misi 3 : Memberdayakan ekonomi berdaya saing secara berkelanjutan berbasis sumber daya lokal

Ekonomi rakyat yang berdaya saing dan tangguh berbasis sumber daya lokal merupakan kunci untuk mewujudkan kemandirian daerah dalam mencapai kesejahteraan masyarakat. Ekonomi rakyat yang dibangun tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan mengedepankan prinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development).

Penguatan ekonomi rakyat menjadi prioritas dan dilakukan secara terencana dan terpadu dalam upaya mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya ekonomi lokal yang berdampak signifikan terhadap percepatan perekonomian daerah dan perbaikan taraf hidup masyarakat Kabupaten Bireuen secara berkesinambungan.

Percepatan pembangunan pertanian sebagai leading sector ekonomi daerah harus terus didorong. Di wilayah pesisir akan dikembangkan Program Minapolitan dan perikanan tangkap yang diharapkan berimplikasi positif terhadap kesejahteraan masyarakat pesisir.

Selanjutnya, akan dikembangkan pula Program Agropolitan dengan basis komoditas unggulan spesifik daerah dan karakteristik wilayah.

Pengembangan ternak unggulan juga menjadi prioritas yang dilakukan secara terencana dan terpadu sehingga mendukung ketahanan pangan daerah. Dalam kaitan itu pula, guna meraih nilai tambah yang lebih besar akan dikembangkan pula industri pengolahan berbasis hasil pertanian yang didukung dengan pengembangan industri alat-alat pertanian. Melalui upaya tersebut diharapkan adanya keterkaitan yang kuat antara pertanian dan industri pengolahan, perluasan kesempatan

(7)

kerja, optimalisasi pemanfaatan sumberdaya pertanian, dan peningkatan pendapatan masyarakat secara berkesinambungan (income generating) dalam jangka menengah ke depan.

Kabupaten Bireuen sebagai pusat perdagangan dan jasa akan terus diperkuat sehingga arus perputaran barang dan jasa semakin lancar dan memberikan multiplier effect dalam mendorong kinerja ekonomi daerah yang lebih baik dan kokoh. Untuk mewujudkannya diperlukan upaya yang secara konsisten terus meraih peluang positif dari daerah hinterland dan menguatkan peran aktif pelaku bisnis/dunia usaha dalam menunjang aktivitas perdagangan barang dan jasa. Kerjasama antardaerah hinterland (Pidie Jaya, Pidie) dan daerah lainnya juga akan terus didorong sebagai upaya meraih peluang positif dan mendorong peningkatan investasi di Kabupaten Bireuen yang berkelanjutan.

Penguatan ekonomi rakyat akan didukung pula melalui perluasan akses masyarakat gampong ke wilayah perkotaan dan membangun infrastruktur yang berkualitas. Dalam kaitan itu pula, akan terus diupayakan pembangunan jalan dan jembatan, pengembangan jaringan jalan menuju sentra-sentra produksi, rehabilitasi irigasi, serta peningkatan akses informasi dan pemasaran. Wujud dari pemberdayaan ekonomi yang berdaya saing tercermin dari peningkatan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan per kapita, pengurangan angka kemiskinan dan pengangguran secara berkelanjutan, produksi dan produktivitas komoditas pangan dan pertanian yang meningkat, dan menguatnya kontribusi perdagangan dan jasa dalam struktur ekonomi daerah.

Misi 4 : Mewujudkan persatuan dan keberlanjutan perdamaian berdasarkan UUPA

Semangat persatuan dan perdamaian yang telah terbina dan terajut dengan baik pasca MoU Helsinki akan terus diperkuat. Lahirnya Undang- undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) yang

(8)

merupakan bagian penting dari keberlanjutan perdamaian secara konsisten menjadi acuan dan landasan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan. Penguatan persatuan dan keberlanjutan perdamaian harus terus dibangun secara terus menerus sehingga terciptanya suasana yang lebih aman dan damai di Kabupaten Bireuen. Nilai-nilai kebersamaan, anti kekerasan, penghormatan HAM, dan nilai-nilai politik yang demokratis akan terus diupayakan yang pada akhirnya berimplikasi positif terhadap penguatan persatuan dan keberlanjutan perdamaian.

1.3 Tujuan Pembangunan

Sejalan dengan visi dan misi pembangunan, maka ditetapkan tujuan pembangunan yang ingin dicapai periode 2012-2017 sebagai berikut :

1. Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang Islami, berbudaya, bersih, dan berwibawa;

2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan;

3. Menumbuhkembangkan dan menguatkan ekonomi masyarakat yang berdaya saing secara berkelanjutan berbasis sumber daya lokal; dan

4. Menguatkan persatuan dan keberlanjutan perdamaian berdasarkan UUPA.

1.4 Sasaran Pembangunan

1.4.1 Tujuan misi pertama adalah meningkatkan tata kelola pemerintahan yang Islami, berbudaya, bersih, dan berwibawa, dengan sasaran sebagai berikut :

1. Meningkatnya implimentasi tata kelola pemerintahan yang Islami, bersih, dan berwibawa yang didukung terobosan kinerja secara terpadu, akuntabel, dan integritas, dengan indikator utama sebagai berikut :

a. Meningkatnya kualitas pengelolaan kegiatan internal SKPK/unit kerja yang terkait dengan administrasi, SDM, dan sarana dan prasarana;

b. Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangan;

c. Pengesahan APBK Bireuen tepat waktu;

(9)

d. Persentase Rancangan qanun diusulkan Eksekutif dengan qanun yang disahkan;

e. Meningkatnya kompetensi sumber daya aparatur; dan f. Hasil audit dan pengawasan yang ditindaklanjuti.

2. Meningkatnya kapasitas keuangan daerah dalam menunjang pembangunan daerah dan mendukung penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM), antara lain dengan indikator utama, yaitu :

a. Kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam struktur APBK terus meningkat;

b. Komposisi belanja langsung yang terus meningkat dalam struktur APBK;

c. Penyampaian Laporan pertanggungjawaban APBK tepat waktu.

3. Meningkatnya kualitas pelayanan publik yang didukung manajemen pelayanan yang profesional, SDM aparatur berintegritas, dan penerapan standar pelayanan minimal, dengan indikator capaian sebagai berikut :

a. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap pelayanan pemerintah yang terus meningkat;

b. Pengurusan perizinan yang cepat, tepat, dan transparan; dan c. Pelayanan administrasi kependudukan yang baik.

4. Meningkatnya kualitas perencanaan pembangunan yang inovatif dan partisipasif, dengan indikator utama sebagai berikut :

a. Pelaksanaan musyawarah perencanan pembangunan (Musrenbang) di tingkat kabupaten dan kecamatan yang partisipatif dan tepat waktu;

b. Konsistensi penjabaran program RKPK mengacu pada RPJM;

c. Pengesahan Qanun Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bireuen pada tahun 2013;

(10)

d. Pengesahan Qanun Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kawasan Perkotaan Bireuen pada tahun 2014 dan kawasan perkotaan kecamatan sampai dengan tahun 2017; dan

e. Tersedianya data statistik dan informasi pembangunan yang akurat dan tepat waktu.

5. Meningkatnya implementasi nilai-nilai Dinul Islam dalam tatanan pemerintahan dan kehidupan masyarakat, dengan indikator utama sebagai berikut;

a. Berkurangnya kasus pelanggaran Syariat Islam; dan

b. Terlaksananya muzakharah ulama yang berkontribusi positif terhadap penerapan Dinul Islam.

1.4.2 Tujuan misi kedua adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia secara berkelanjutan, dengan sasaran sebagai berikut;

1. Meningkatnya akses dan pemerataan pelayanan pendidikan yang terpadu dan berkualitas, dengan indikator utama sebagai berikut;

a. Terlaksananya penetapan zona pendidikan Kota Santri di wilayah barat (Samalanga dan sekitarnya) dan Kota Pelajar di wilayah Timur (Matangglumpang Dua dan sekitarnya) pada tahun 2013;

b. Meningkatnya angka partisipasi murni (APM), angka partisipasi kasar (APK), dan angka kelulusan pada tingkat pendidikan dasar dan menengah;

c. Menurunnya angka putus sekolah di tingkat SMP/sederajat dan SMA sederajat;

d. Meningkatnya angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah penduduk berusia 15 tahun ke atas;

e. Meningkatnya profesionalisme dan pemerataan distribusi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan;

f. Terlaksananya revitalisasi kelembagaan pendidikan dayah.

(11)

2. Peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, dengan indikator utama sebagai berikut;

a. Meningkatnya angka harapan hidup, serta menurunya angka kematian ibu melahirkan dan angka kematian bayi;

b. Meningkatnya cakupan persalinan yang ditolong tenaga kesehatan terlatih di setiap puskesmas dan rumah sakit;

c. Meningkatnya profesionalisme dan pemerataan distribusi tenaga kesehatan; dan

d. Menurunnya angka prevelansi gizi buruk.

1.4.3 Tujuan misi ketiga adalah menumbuhkembangkan dan menguatkan ekonomi masyarakat yang berdaya saing secara berkelanjutan berbasis sumber daya lokal, dengan sasaran sebagai berikut;

1. Menurunnya tingkat kemiskinan menjadi 9,45 persen dari jumlah penduduk pada akhir tahun 2017;

2. Terlaksananya revitalisasi pertanian yang didukung pengembangan komoditas unggulan sesuai potensi dan karakteristik wilayah, antara lain dengan indikator, yaitu :

a. Meningkatnya produksi dan produktivitas komoditas tanaman pangan;

b. Meningkatnya produksi dan produktivitas komoditas perkebunan; dan c. Meningkatnya populasi dan produksi ternak yang mendukung

ketahanan pangan daerah; dan d. Terlaksananya program agropolitan.

3. Berkembangnya ekonomi masyarakat pesisir dan meningkatnya kesejahteraan nelayan, dengan indikator sebagai berikut :

a. Meningkatnya produksi perikanan tangkap;

b. Meningkatnya produksi dan produktifitas perikanan budidaya; dan c. Terlaksananya program minapolitan dalam mendukung peningkatan

pendapatan nelayan secara berkesinambungan.

(12)

4. Berkembangnya aktivitas perdagangan dan jasa serta meningkatnya kapasitas UMKM berbasis sumber daya lokal, dengan indikator utama sebagai berikut :

a. Tertatanya pusat pasar;

b. Kontribusi sektor perdagangan dan jasa yang terus meningkat signifikan dalam struktur ekonomi daerah; dan

c. Meningkatnya unit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam mendorong percepatan ekonomi daerah.

5. Meningkatnya kualitas infrastruktur yang mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, dengan indikator sebagai berikut :

a. Meningkatnya kualitas dan jaringan infrastruktur jalan dan jembatan;

b. Meningkatnya kualitas dan jaringan jalan menuju sentra-sentra produksi;

c. Meningkatnya kualitas pelayanan transportasi darat yang menghubungkan pusat perkotaan (ibukota) dengan pusat kecamatan;

d. Meningkatnya kualitas dan jaringan irigasi dalam mendukung peningkatan produktivitas komoditas pangan;

e. Meningkatnya akses layanan komunikasi dan informatika;

f. Meningkatnya RT yang terlayani air bersih;

g. Meningkatnya RT yang terlayani listrik; dan

h. Meningkatnya rumah layak huni bagi masyarakat miskin/kaum dhuafa.

6. Terciptanya kelestarian lingkungan dan pengelolaan kebencanaan yang terpadu, dengan indikator sebagai berikut :

a. Meningkatnya kualitas lingkungan; dan b. Berkurangnya daerah yang rawan bencana.

(13)

1.4.4 Tujuan misi keempat adalah menguatkan persatuan dan keberlanjutan perdamaian berdasarkan UUPA, dengan sasaran sebagai berikut;

a. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan dan perdamaian;

b. Terbangunnya kerjasama lintas sektor dalam menjaga keamanan dan perdamaian;

c. Terwujudnya supremasi hukum yang berkeadilan;

d. Meningkatnya eksistensi kelembagaan adat dalam mendukung perdamaian dan berperan strategis dalam pembangunan daerah.

Referensi

Dokumen terkait

Faktor lain yang menyebabkan pernikahan usia dini adalah perjodohan. Hal tersebut sebenarnya bukan menjadi suatu masalah. Namun yang menjadi masalah adalah usia saat

Float cafe and resto ini pada umumnya hanya sebuah tempat makan dan duduk bersantai, namun jika ditelusuri lebih dalam lagi, tempat ini bukan hanya sekedar tempat untuk

Apabila di dalam pernyataan WITH terdapat lebih dari satu record, haruslah pada kedua record tersebut tidak ada field dengan nama yang sama.. Sebagai

2 periode tidak dapat diusulkan kembali menjadi Kepala Bagian LKA. Tujuannya adalah memberi kesempatan kepada pengajar yang lain untuk mengisi posisi tersebut. d)

Jepang berupaya untuk mengatasi masalah ini misalnya dengan, mengadakan “Premium Friday”, memberikan tunjangan untuk pulang kepada karyawan, pemutusan listrik diluar

Varietas tanaman yang dibudidayakan petani sangat beraneka ragam dalam waktu yang lama varietas-varietas tersebut dapat berkem- bang menjadi spesies yang lain. Faktor yang

Bakteri Acetobacter xylinum akan dapat membentuk nata jika ditumbuhkan dalam air kelapa yang sudah diperkaya dengan karbon dan nitrogen, melalui proses terkontrol. Dalam

Setelah data primer atau data utama pada riset dilakukan, sebagai sarana pendukungnya adalah data bersifat sekunder atau yang kedua, maksudnya adalah bahwa selain data utama,