■ ; ■
■ 1' " • •'t
VARIASI DIAMETER NOSEL DAN KETINGGIAN PENYIRAMAN MENGGUNAKAN IRIGASI CURAH (Sprinkle Irrigatiori) TERHADAP PEMADATAN TANAH
Oleh
MARIEN ARIFNIGULTOM
;
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA 2012
V
s.
jL-2^Ari^}
VARIASI DIAMETER NOSEL DAN KETINGGIAN PENYIRAMAN MENGGUNAKAN IRIGASI CURAH (Sprinkle Irrigation) TERHADAP PEMADATAN TANAH
S
CV. csj. °/
(poL
Oleh u
M ARIEN ARIFNI GULTOM
HTL-4. IToJ'fh
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA
INDRALAYA
2012
SUMMARY
MARIENARIFNIGULTOM. The VariationEffect ofNozzle Diameters and Watering Application Heights Using Sprinkle Irrigation on Soil Compaction(SupervisedbyHELDAAGUSTINAandR.MURSEDI).
This research objective was to determine the best combination of nozzle diameter sizes and watering application heights on soil compaction considering the sprinkle irrigation efficiency which was determined by spreading uniformity and distribution uniformity coefficients.
conductedatAgriculturalTechnologyDepartmentand SoilPhysicsand Soil ConservationLaboratory, FacultyofAgriculture, SriwijayaUniversity from It was
February2011 toMarch2012.
This study used description method through observation and the results were presentedin tabular and graphical forms that consisted oftwo The first treatment factors and two replications for each treatment.
treatment factor was nozzle diameter sizes and the second treatment factor was watering application height. The lateral inlet pressure was kept constant at20 psi and soil height of15 cm. The observed parameters were soil texture, soil structure, soil compaction, water content, bulk density, porosity, spreadinguniformityanddistributionuniformitycoefficients.
The results showed that the highest water content was 62.08% that found on 3 mm nozzle diameter and 1 meter wateringheight, whereas the lowest one was 48.28% that found on 1 mm nozzle diameter and 2 m
wateringheight. Thebesttreatmentcombination was3 mmnozzle diameter and 2 m watering height having bulk density of 1.25 g.cmf3, porosity of 32.12% and soil compaction of21.55%. The highest values ofspreading uniformity coefficient and distribution uniformity coefficient were 71.49%
and 61.18%, respectively, that was found on on 3 mm nozzle diameterand 1 m watering height. These values were lower than the stated Standard values of > 85% and > 75% for spreading uniformity coefficient and distributionuniformitycoefficientusuallyfoundonsprinkleirrigation.
RINGKASAN
Variasi Diameter Nosel dan Ketinggian Penyiraman Menggunakan Irigasi Curah (Sprinkle Irrigation) terhadap Pemadatan Tanah(DibimbingolehHILDAAGUSTINAdanR. MURSIDI).
Penelitian ini bertujuanuntukmendapatkan kombinasi terbaik ukurandiameter nosel dan ketinggian penyiraman terhadap pemadatan tanah dengan mempertimbangkan efisiensi penyiraman irigasi curah yang ditentukan oleh koefisien keseragaman penyebaran dan keseragaman distribusi penyiraman.
Penelitian dilaksanakan di JurusanTeknologi PertaniandanLaboratorium Fisikadan Konservasi Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya, Indralaya. Penelitian
inidimulaipadabulanFebruari2011 sampaiMaret2012.
Metode yang digunakan adalah metode deskripsi melalui pengamatan dan penyajian secara tabulasi dan grafik dengan 2 faktor perlakuan dan dua ulangan.
Perlakuanpertamayaituukurandiameternoseldan perlakuankeduayaitu ketinggian penyiraman. Selama percobaan tekanan inlet lateral yang digunakan sama/konstan yaitu 20 psi dan ketinggian tanah 15 cm. Parameter yang diamati berupa tekstur tanah, struktur tanah, pemadatan tanah, kadar air, kerapatan isi dan porositas, koefisien keseragamanpenyebarandankeseragamandistribusipenyiraman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air tertinggi yaitu 62,08% yang terdapat pada perlakuan diameter nosel 3 mm dengan tinggi penyiraman 1 m dan kadar air terendahyaitu 48,28% yang terdapat pada perlakuan diameter nosel 1 dengan tinggi penyiraman 2 m. Pada perlakuan diameter nosel 3 mm dan tinggi
MARDEN AREFNI GULTOM
mm
penyiraman 2 m merupakan perlakuan terbaik untuk bulkdensity yaitu 1,25 g.cm*3, porositas yaitu 32,12% dan pemadatan tanah yaitu 21,55%. Nilai koefisien keseragaman penyebaran dan keseragaman distribusi penyiraman tertinggi terdapat pada perlakuan diameter nosel 3 mm dengan tinggi penyiraman 1 m yaitu 71,49%
dan 61,18%. Perlakuan diameter nosel dan tinggi penyiraman untuk koefisien keseragaman penyebaran (CU) dan keseragaman distribusi penyiraman (DU) belum memenuhinilai standarsistem irigasicurahyaitu>85%dan>75%.
VARIASI DIAMETERNOSELDANKETINGGIANPENYIRAMAN MENGGUNAKANIRIGASI CURAH(SprinkleIrrigation)TERHADAP
PEMADATANTANAH
Oleh
MARIENARIFNIGULTOM
SKRIPSI
sebagai salah satusyaratuntukmemperoleh gelar SarjanaTeknologiPertanian
pada
PROGRAMSTUDITEKNOLOGIHASILPERTANIAN JURUSANTEKNOLOGIPERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITASSRIWIJAYA
INDRALAYA 2012
Skripsi berjudul
VARIASIDIAMETERNOSELDANKETINGGIANPENYIRAMAN MENGGUNAKAN IRIGASICURAH(SprinkleIrrigation)TERHADAP
PEMADATANTANAH
Oleh
MARIENAREFNIGULTOM 05053106046
telah diterimasebagaisalahsatusyarat untuk memperoleh gelar
SarjanaTeknologiPertanian
Indralaya, Maret2012 PembimbingI
FaktltasPertanian Universitas Sriwijaya Dei in>
Hilda Agustina.S.TP..M.Si.
PembimbingH
Ir. R.Mursidi,M.Si. Prof»Dr. Ir.H.Imron Zahri.M.S.
NIP. 19521028 197503 1 001
!
Skripsi berjudul “VariasiDiameterNoseldanKetinggianPenyiramanMenggunakan Irigasi Curah (;Sprinkle lrrigatiori) terhadap Pemadatan Tanah oleh Manen Arifm Gultomtelahdipertahankandi depanKomisi Pengujipadatanggal 07Maret2012.
KomisiPenguji
1. Dr. Ir. EdwardSaleh,M.S.
Anggota (
2. Ir. HaryAgusWibowo,M.P.
Anggota (
3. Dr.Ir. KikiYuliati,M.Sc.
Mengesahkan, IS’
KetuaProgramStudi TeknikPertanian Mengetahui,
KetuaJurusan TeknologiPertanian
V
Dr. Ir.HersvamshM. Agr, HildaAfeustina. S.TP..M.Si.
NIP. 19600802 198703 1 004 NIP. 19770823 2002122 001
PERNYATAAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa seluruh datadaninformasi yangdisajikan dalam skripsi ini,kecuali yangdisebutkan denganjelas sumbernya, adalah hasil penelitian atau investigasi saya sendiri beserta pembimbing dan belum pernah atau tidak sedang diajukan sebagai syarat untuk memperoleh gelarkesarjanaanyangsamaditempatlain.
Indralaya, Maret2012 Yangmembuatpernyataan
MarienArifiiiGultom
RIWAYATHIDUP
Penulis dilahirkan pada tanggal 01 Januari 1988 di Medan, merupakan anak keempatdari empatbersaudara. OrangtuabernamaDrs. ArifinGultomdanMarintan Silaen.
Pendidikansekolahdasardiselesaikan padatahun 1999 di SDNegeri 060910 Medan, sekolah menengah pertama pada tahun 2002 di SMP RK Deli Mumi dan sekolah menengah atastahun 2005 di SMA RK Deli Mumi Delitua Medan. Tahun 2005 penulis tercatat sebagai mahasiswa di Program Studi Teknologi Hasil Pertanian, Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Sriwijaya, melaluijalurSeleksi PenerimaanMahasiswaBaru(SPMB).
Penulis telah melaksanakan Praktik Lapangan di PT. PUSRI dengan judul
“Tinjauan Proses Produksi Pengolahan Sampah Menjadi Pupuk Organik di PT.
Pupuk SriwidjajaPalembang”yang dibimbingoleh bapakDr. Ir. Hersyamsi, M.Agr.
dan Ibu Ari Hayati, S.TP. Selama menjadi mahasiswa, penulis pernah aktifdalam kegiatan organisasi, yaitu sebagai anggota Himpunan Teknologi Pertanian (HIMATETA)tahun2005-2006.
KATAPENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena hanyadenganrahmat-Nyapenulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Skripsi berjudul Variasi Diameter Nosel dan Ketinggian Penyiraman Menggunakan Irigasi Curah (Sprinkle Irrigation)terhadap Pemadatan Tanah merupakan salah satu syarat untuk memperolehgelarSarjanaTeknologiPertanian.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi terbaik ukuran diameter nosel dan ketinggian penyiraman terhadap pemadatan tanah dengan mempertimbangkan efisiensi penyiraman irigasi curah yang ditentukan oleh koefisienkeseragamanpenyebarandankeseragamandistribusi penyiraman.
xr
UCAPANTERIMAKASIH
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada telah membantu dalam menyelesaikan skripsi ini, terutama semua pihak yang
kepada:
1. Bapak Prof. Dr. Ir. Imron Zahri, M.S., selaku Dekan Fakultas Pertanian UniversitasSriwijaya.
2. Bapak Dr. Ir. Hersyamsi, M.Agr., selaku Ketua Jurusan Teknologi Pertanian FakultasPertanianUniversitas Sriwijaya.
3. Ibu Hilda Agustina, S.TP.,M.Si., selaku Ketua Program Studi Teknik Pertanian sekaligus dosen Pembimbing I yangtelah memberikan arahan, bantuan, nasihat, sarandankritikkepadapenulis.
4. BapakIr. R. Mursidi, M.Si., selakudosenPembimbingII yangtelahmemberikan arahan,bantuan,nasihat,sarandankritikkepadapenulis.
5. Ibu Ari Hayati, S.TP dan Bapak Ir. Haisen Hower, M.P. selaku dosen Pembimbing Akademik yang telah memberikan nasihat, bimbingan dan arahan
selamastudi sampaidenganselesai.
6. BapakDr.Ir. Edward Saleh,M.S., selakudosenPenguji I yangtelah memberikan masukan,arahandanbantuankepadapenulis.
7. Bapak Ir. Hary Agus Wibowo, M.P., selaku dosen Penguji II yang telah memberikanmasukan, arahandanbantuankepadapenulis.
8. Ibu Dr. Ir. Kiki Yuliati, M.Sc., selaku dosen Penguji III yangtelah memberikan masukan, arahandanbantuankepadapenulis.
XII
9. Seluruh dosen Jurusan Teknologi Pertanian yang telah mengajarkan semua pengetahuandibidangteknologipertanian.
10. Seluruh stafJurusan TeknologiPertanian(KakJhon, YukAna,KakHendra) atas semuabantuandankemudahanyangdiberikankepadapenulis.
11. Keduaorangtuaku yang sangatkusayangi,BapakDrs. Arifin GultomdanMama Marintan Silaen yang selalumendoakan sertamemberikan dukungan, semangat, cintakasih,pengorbanandanketulusandalammengharapkankeberhasilanku.
12. Ketiga saudaraku TettyD. Verawati Gultom, Amd., FreddyM. Gultom, Foriska D. M. Gultom, Spd., yang telah memberikan dukungan moril, materi dan doa sertapengharapanyangluarbiasauntukkeberhasilanku.
13. Tulangdan Nantulang serta kakMery Silaen, SEbeserta keluarga atas bantuan materi danmotivasikepadapenulis.
14. Budi Gunawan S. yang telah memberikan semangat, doa, cinta kasih dan bantuanmateri kepadapenulis. Terimakasihuntukkesabarandan ketabahannya dalammengisihari-harikudarikejauhan,(ncitku)
15. Teman-teman seperjuangan, Maikel Jonatan, Fery Adi, Amona, Ervan, Gagah, Petrikson dan Sari Lidya Kusuma, S.TP yang telah banyak membantu selama penelitiandanmemberikansemangatkepadapenulis. Suksesuntukkitasemua!
16. ItoEep, SH., itoRico SE., ito Desmon Gultom., ST., itoDesmon Sitinjak yang telah memberikan bantuan tenaga, waktu dan motivasinya selama penelitian kepadapenulis.
17. Jefri Manurung yang telah memberikan bantuan kepada penulis mulai dari praktiklapanganhinggaskripsi ini.
xm
18. Teman-teman BSC, Safriyanti, Riama, Reyke, San, Eva, Christie, Ito Tony, Benny, Jeky, Sabam, David, Christian dan Sumandia yang telah menghibur dalammasa-masa sulitdan memberikanbantuan berupalayanan internet, tenaga danwaktuselamadalampenelitianini. BSCnowandforever!
19. SemuaadiktingkatGerobakTeknologiPertanianAngkatan2007 dan2008.
20. Adik-adikku, SalySembiring, AtaliaSembiring, Riah Ginting danDestry Sitepu yang telah memberikan semangat dan penghiburan. Semangat buat kuliahnya danlakukanyangterbaikbuatorangtuadanTuhan.
21. Semua pihak yang telah memberikan bantuan dan kontribusi dari pelaksanaan hinggaselesainyaskripsi iniyangtidakdapat disebutkansatupersatu.
22. Almamaterku.
Semoga skripsi ini dapat memberikan memberikan sumbangan pemikiran yangbermanfaatbagikitasemua.
Indralaya, Maret2012
Penulis
XIV
UPT PBPKUSTAKAAN UNI\/EF:$ITAl' S'f»«ViJAYA.
Nd.UAFTAS
U 074 7
""•i: 19 MAR 2012 :
DATTAIl isi
'i 'T♦»
<
Halaman KATAPENGANTAR XI
DAFTARTABEL XVII
DAFTARGAMBAR xvm DAFTARLAMPIRAN xx
I. PENDAHULUAN 1 A.LatarBelakang 1 B. Tujuan 3
C. Hipotesis 3
H. TINJAUANPUSTAKA 4 A.PemadatanTanah 4 B. Irigasi 5
C. SifatFisikTanah 8
IH. PELAKSANAANPENELITIAN 12 A.TempatdanWaktu 12
B. AlatdanBahan 12 C. MetodePenelitian 12 D.CaraKeija 13
15 E. ParameterPengamatan
F. AnalisisTeknis 15
xv
Halaman IV. HASILDANPEMBAHASAN 18
A. PemadatanTanah 18 B. KadarAir 21
C. KerapatanIsi (bulkdensity) 24 D. Porositas 28
E. KoefisienKeseragamanPenyebaran 30 F. KeseragamanDistribusiPenyiraman 35 G. LajuPenyiraman 38
39 H. WaktudanDebitPenyiraman
V. KESIMPULANDANSARAN 41
DAFTARPUSTAKA 43
LAMPIRAN 46
XVI
DAFTARTABEL
Halaman 1. Kadarair 63
2. Pemadatan tanah. 63
3. Kerapatanisi (bulkdensity) 64 4. Porositas 64
5. Koefisienkeseragamanpenyebaran 65
6. Keseragamandistribusipenyiraman 65
xvn
(
DAFTARGAMBAR
Halaman 1. Pemadatantanah denganperlakuandiameternosel... 18
2. Pemadatantanahdenganperlakuantinggipenyiraman 19 3. Pemadatantanahsetiapperlakuan... 20
4. Kadarairdenganperlakuandiameternosel...
5. Kadarairdenganperlakuantinggipenyiraman
21 22 6. Kadarairsetiapperlakuan... 24
7. Kerapatanisi (bulkdensity)denganperlakuandiameternosel...
8. Kerapatanisi(bulkdensity)denganperlakuantinggipenyiraman
24 26 9. Kerapatanisi{bulkdensity) setiapperlakuan. 27
10. Porositastanahdenganperlakuandiameternosel 28
11. Porositas tanahdenganperlakuantinggi penyiraman. 28
12. Porositastanahsetiapperlakuan 29
13. Koefisienkeseragamanpenyebarandenganperlakuandiameternosel.... 30 14. Koefisienkeseragamanpenyebarandenganperlakuan
tinggipenyiraman... 32 15. Koefisienkeseragamanpenyebaransetiapperlakuan...
16. Keseragamandistribusipenyiramandenganperlakuandiameternosel...
17. Keseragamandistribusipenyiramandenganperlakuan
tinggipenyiraman...
18. Keseragamandistribusipenyiramansetiapperlakuan...
19. Lajupenyiraman...
33 35
36 37 38
xvm
Halaman 20. Waktudandebitpenyiraman 39
XIX
DAFTAR LAMPIRAN
Halaman 1. Teladanperhitungankadarairsecaragravimetrik... 47
2. Teladanperhitunganpemadatantanah,bulkdensitydanporositas.
3. Teladanperhitungankoefisienkeseragamanpenyebaran(CU)dan keseragamandistribusipenyiraman(DU)...
50
57 4. Teladanperhitungananalisateksturtanah 62
66 5. Gambarpengeringantanah
6. Gambarhasilpengayakan tanah. 66
7. Gambarpemadatantanahsetelahpenyiraman 66
8. Gambaralatirigasicurah 67
9. Gambarpompa 67
10. Gambarneracaanalitik 67
11. SuratketerangantelahmelakukananalisadiLaboratoriumFisika
danKonservasi TanahJurusanTanah... 68
xx
L PENDAHULUAN
A. LatarBelakang
Tanah sebagai penopang tegaknya tanaman harus cukup kuat agar tanaman dapatberdiridengankokohdantidakmudah roboh. Tanahjugaharus cukupgembur sehingga akar tanaman dapat berkembang dan menjalankan fungsinya tanpa mengalami hambatan yang berarti. Tanah harus memiliki kedalaman yang efektif sehinggaakartanaman tidakhanyaterpusat pada lapisanatas karenatanaman dapat kekuranganunsurharadanmudahtumbangkarenaterpaanangin (IslamidanUtomo,
1995).
Ultisol merupakan tanah yang telah mengalami pelapukan lanjut dan berasal daribahan induk yang sangatmasam. Tanah ini mengandungbahan organikrendah dan strukturnya tidak begitu mantap sehingga peka terhadap erosi. Pembentukan tanah berjalan cepat didaerah yang beriklim humid dengan suhu tinggi dan curah hujan tinggi. Seperti halnya di Indonesia, ultisol telah mengalami pencucian yang sangat intensif menyebabkan ultisol memiliki kejenuhan basa yang rendah dan pelapukan mineral yang rendah. TanahUltisol memiliki kepadatan tanah 1,10-1,35 g/cm3, tingkat permeabilitas, infiltrasi dan perkolasi sedang hingga lambat dan kemasaman tanahtinggi, kejenuhan Al tinggi, KTK rendah, kandunganN, P,dan K rendahsehinggaUltisol miskinsecarafisikdankimia(Hardjowigeno, 1987).
Tingkatkepadatan tanah dapat mempengaruhi pertumbuhan tanamanterutama pada saat perkecambahan dan pertumbuhan sistem perakaran. Hambatan yang
1
i
2
dialami oleh tanaman dalam pertumbuhan maupun dalam menjalankan fungsinya dapat dibagimenjadi tiga kelompokyang salingberhubungan yaituhambatan kimia, fisik dan biologis. Hambatan fisik berhubungan dengan kekurangan air, tahanan mekanis bagi tanaman dan akar, serta kondisi aerobik atau temperatur yang tidak Tahanan mekanis berupa kepadatan tanah merupakan peristiwa bertambahnya volume berat kering tanah oleh beban dinamis. Kebanyakan terjadinya kepadatantanah diakibatkan oleh perlakuan pengolahan tanah, perlakuan agronomi dan tanaman serta sebagian kecil diakibatkan oleh pukulan air hujan atau irigasi.
sesuai.
Irigasi merupakan pemberian air pada tanah secara buatan untuk menunjang curah hujan yang tidak cukup bagi pertumbuhan tanaman. Hal ini bertujuan untuk menghindari kekurangan air pada musim kemarau atau pada lahan kering sehingga pertumbuhan tanaman tetap normal. Berbagai metode pemberian air irigasi telah banyak dikembangkan dan sangat bervariasi pada berbagai tanah pertanian dalam suatu lingkungan. Hal ini disesuaikandengan perbedaanpadajenis tanah,topografi, persediaan air, tanamandan kebiasaan baik secara tradisional dan modem. Linsley dan Joseph (1996), membagi lima metode pokok dalam pemakaian air irigasi di lapanganyaitusistem genangan, irigasi alur(furrow irrigation), irigasi bawah tanah (subirrigatiori),irigasi tetes,danpenyemprotan(sprinkling).
Salah satu komponen yang sangat penting pada sistem irigasi curah adalah Menurut Hansen et al., (1979), daerah pendistribusian airtergantungdaribesarnyajenisaliran,jenistanah, dankelembaban tanah. Faktorlain yang mempengamhi pendistribusian air padasistem irigasi curah adalah ketinggian penyiraman dan diameter pada nosel. Pukulan air irigasi dapat nosel sebagai pendistribusi air.
3
menyebabkan peningkatan kepadatan pada tanah olah. Berhubungan dengan hal tersebut, makaperbaikan sifat fisiktanah mutlak dilakukan dalam pengolahantanah untuk mengurangi kepadatan tanah. Untuk itu, diperlukan penelitian/percobaan tentang hubungan antara kepadatan tanah yang dinyatakan dalam bobot isi dengan variasi diameter nosel dan ketinggian penyiraman menggunakan sistem penyemprotan(sprin/cling).
B. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan kombinasi terbaik ukuran diameter nosel dan ketinggian penyiraman terhadap pemadatan tanah dengan mempertimbangkan efisiensi penyiraman irigasi curah yang ditentukan oleh koefisienkeseragamanpenyebarandankeseragamandistribusipenyiraman.
C. Hipotesis
Diduga variasi diameter nosel dan ketinggian penyiraman pada irigasi curah menyebabkantingkatkepadatantanahyangberbeda-beda.
b
DAFTARPUSTAKA
1984. Irrigation Engineering System. Faculty of Benami, A and A. Ofen.
AgriculturalEngineeringTecnion. Haifa. Israel.
BuckmandanNyle. C. Brady. 1982. IlmuTanah. BhataraKaryaAksara. Jakarta.
Damanik,P. 2007. PerubahanKepadatanTanahdanProduksi KacangTanahAkibat Intensitas Lintasan Traktor dan Dosis Bokasi [skripsi]. Bogor: Fakultas TeknologiPertanian,InstitutPertanianBogor.
Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Edisi ke Tujuh. Gadjah Mada Foth, H. D. 1987.
UniversityPress. Yogyakarta. 728hal.
Hakim, N., M. Y. Nyakpa, A. M. Lubis, S. G. Nugroho, M. A. Diha, Go Ban H Bailey. 1986. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas Hong dan H.
Lampung. Hal. 46-137.
Hanafiah, K. A. 2005. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta. 360hal.
Hansen, V. E, O. W. Israelsen and G. E, Stringham. 1979. Irrigation Principles andPractices. DiterjemahkanolehTachyan,E. PdanSoetjipto. 1984. Dasar- dasardanPraktikIrigasi. PenerbitErlangga. Jakarta.
Hardjowigeno, S. 1987. IlmuTanah. Pt.MedyatamaSaranaPersada. Jakarta.
Hartati, S. 1998. Hubungan Kerapatan Perakaran Tanaman dengan Sifat Fisik Tanah pada Berbagai Sistem Pola Tanam pada Ultisol Lampung Utara.
UniversitasBrawijaya. Malang.
Hillel, D. 1980. Introductionto SoilsPhysics. Diterjemahkan olehR. H. Susanto dan R. H. Pumomo. 1996. PengantarFisika Tanah. Universitas Sriwijaya, Inderalaya.
Islami, T dan W. H. Utomo. 1995. Hubungan Tanah, Air dan Tanaman. IKIP SemarangPress. Semarang.
Israelsen, O. W. 1958. Irrigation Principles and Practices. John Wiley and Sons, Inc.,NewYork.
Jensen, M. E. (Editor). 1993. Design and Operation ofFarm Irrigation Systems AmericanSocietyofAgriculturalEngineering. St. Joseph. USA.
43
44
<1
Keller,J and R. D. Bliesner. 1990. SprinklerandDripIrrigation. AVIPublishing Company. Inc. NewYork. USA.
Kumia, U. 2004. Prospek Pengairan Pertanian Tanaman Semusim Lahan Kering.
JurnalLitbangPertanian,23(4): 131-138.
Lenka,D. 2001. IrrigationandDrainage. KalyaniPubl. NewDelhi.
Linsley, R. K. dan Joseph B. F. 1996. Teknik Sumberdaya Air. Teijemahan DjokoSasongko. Erlangga. Jakarta.
Mandel, R. C. dan P. K. Jana. 1998. Water Resource Utilization and Micro Irrigation(SprinklerandDripSystem). KalyaniPubl.,NewDelhi.
Merriem, J. L, M. M. Shearer, C. M. Burt. 1981. EvaluatingIrrigation System andPractice. TransofASAE. Michigan.
Michael, A. M. 2001. Irrigation-Theory and Practice. Vikas Publishing House PVTLTD. NewDelhi.
Nadler, A., S. Desberg, and I. Lapid. 1991. Time Domain Gravimetry Measurements ofWater Content andElectrical Conductivity ofLayered Soil Columns. Soil Sci. Soc. Am. J. 55: 938-943.
Najiaty, S. dan Danarti. 1993. Petunjuk Mengairi dan Menyiram Tanaman.
PenebarSwadaya. Jakarta.
A. 2004. Perubahan Resistensi Listrik pada Tanah dalam Hubungannya dengan Sifat Fisik Tanah (Kadar Air dan Bobot Isi) [skripsi].
Bogor: FakultasTeknologiPertanian,InstitutPertanianBogor.
Pamungkas, M. Y. 2004. Pengaruh Tingkat Kepadatan Tanah dan Pertumbuhan Tanaman dan KarakteristikUmbi Lobak [skripsi]. Bogor: Fakultas Teknologi Pertanian,InstitutPertanianBogor.
Partowijoto, A. 1974. Beberapa Aspek dalam Rancangan dan Tata Letak Irigasi Curah. MajalahMekanisasi. 9:6-12
Prastowo. 2003. TeknologiIrigasiHematAir. PelatihanAplikasiTeknologi Irigasi Saidi, H. A. 2006. FisikaTanahdanLingkungan. AndalasUniversity Press.
Padang.
Rajaguguk, B. 2004. Devoloping Sustainable Agriculture on Tropical Peatland.
Chalanges andprospects. Pp 707-712. InJ. Palvanen(ed). Procedingofthe 12th International peat Congress. Wise use of peatlands. Vol 1.
presentations. Tampere,Findland. 6-11 June2004.
Nugraha, A.
Oral
f
45
Fisika Tanah dan Lingkungan. Andalas University Press.
Saidi, H. A. 2006.
Padang.
Desain Alat Irigasi Curah untuk Budidaya Hemat Air.
2000.
Sarmidi, A.
ProseddingSeminarNasionalGerakanHematAir. Jakarta.
Schwab, G. O. R. K. Frevert,T. W. AdmisterandK. K. Bames. 1981. Soiland WaterConvervationEngineering. JohnWilleyandSons,Inc. NewYork.
Sembiring,E. N. 1981. MotorBakardanTraktorPertanian. IPB. Bogor.
Seyhan, E. F. 2005. Dasar-Dasar Hidrologi. Penerjemah Ir. Sentot Subagyo.
GadjahMadaUniversityPress. Yogyakarta.
Simanujntak, R. 2005. Pengaruh Pemberian BO, Kapur, dan Belerang terhadap ProduksiBiomassa, KadarSerapanBelerangpadaTanamanJagung(Zeamays) di Tanah Podsolik, Jasinga [skripsi]. Bogor: Fakultas Pertanian, Institut PertanianBogor.
2005. Dasar-dasar Ilmu Tanah Konsep dan Kenyataan. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.
USDA. 1998. Soil Quality Indicators: Infiltration. The U. S. Department of Agriculture(USDA). Washington.
soils.usda.gov/sqi/files/infiltration.Ddf. Diakses tanggal 23 September Sutanto, R.
WWW.
2011
Wilson E. 2006. Kepadatan Tanah akibat Penyaradan oleh Forwarder dan Pengaruhnya terhadap Pertumbuhan Semai [skripsi]. Bogor. Fakultas Kehutanan,InstitutPertanianBogor.