• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAHAN AJAR BUDAYA JEPARA .

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BAHAN AJAR BUDAYA JEPARA ."

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

BAHAN AJAR disajikan hal-hal yang berkaitan dengan Jepara.

1.

Sejarah Jepara

SEJARAH JEPARA

Dari sisi etimologis, menurut C. Lekkerker Jepara berasal dari kata Ujungpara. Disebut ujungpara karena dahulu ada orang dari Majapahit yang sedang mengembara lalu melihat nelayan yang sedang membagi-bagi ikan hasil tangkapannya. "Membagi" dalam bahasa Jawa adalah "para" (dibaca: Poro), maka pengembara tersebut menceritakan di kota tujuannya bahwa dia melewati Ujungpara karena dia melewati ujung pulau Jawa yang ada orang sedang membagi-bagi ikan hasil tangkapannya. Nama tersebut berubah menjadi Japara pada tahun 1950-an. Kata Ujung dan Para sendiri berasal dari bahasa jawa, Ujung artinya bagian darat yang menjorok ke laut dan Para yang artinya menunjukkan arah, yang digabung menjadi suatu daerah yang menjorok ke laut. Letak geografis memang menempatkan Jepara di semenanjung yang strategis dan mudah dijangkau oleh para pedagang.

Orang Jawa menyebut menyebut nama Jepara menjadi Jeporo, dan orang Jawa yang menggunakan bahasa krama inggil menyebut Jepara menjadi Jepanten, dalam bahasa Ingris disebut Japara, Sedangkan orang

(3)

2.

Bahasa

3.

Agama

Kabupaten Jepara merupakan salah satu kabupaten yang terletak di jalur pantai utara provinsi Jawa Tengah. Jepara sebagai

salah satu kabupaten di Jawa Tengah terletak pada 5°43`20,67” sampai 6°47` 25,83” Lintang Selatan dan 110°9` 48,02” sampai 110°58`37,40” Bujur Timur. Sebelah Barat dan Utara berbatasan

dengan Laut Jawa, sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Kudus dan Pati dan sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Demak. Jarak terdekat dari ibukota kabupaten adalah Kecamatan Tahunan yaitu 7 km dan jarak terjauh adalah Kecamatan Karimunjawa yaitu 90 km.

Bahasa sehari-hari yang digunakan oleh sebagian besar masyarakat Jepara adalah bahasa Jawa dengan dialek Jeporonan, disamping bahasa resmi yang digunakan adalah bahasa Indonesia. Beberapa contoh dialek Jeporonan yang khas adalah imbuhan si, hera, nda di akhir kalimat. Contohnya “Iyo si”, “ora nda”.

(4)

4.

Priwisata

Kali ini kita akan belajar lebih dekat mengenal pariwisata di Jepara. Di Jepara, pariwisatanya didominasi oleh pantai karena Jepara terletak di dekat pantai utara.

Pantai Bandengan

Pantai Tirto Samudro atau Pantai Klein Scheveningen atau yang dikenal oleh masyarakat umum dengan sebutan Pantai Bandengan adalah pantai yang terletak 7 km sebelah utara dari pusat kota Jepara. Pantai berpasir putih ini banyak dikunjungi untuk melihat matahari terbit dan matahari terbenam. Pantai ini juga sering digunakan untuk acara tingkat nasional maupun internasional berupa festival layang-layang dan ajang motor cross.

Pantai Empu Rancak

(5)

Pantai Kartini

Pantai Kartini adalah objek wisata pantai di Bulu, Jepara. Pantai ini terletak 2,5 km arah barat dari pendopo Kantor Bupati Jepara. Kawasan dengan luas lahan 3,5 ha ini merupakan kawasan yang strategis, karena sebagai jalur transportasi laut menuju objek wisata taman laut nasional Karimunjawa dan Pulau Panjang. Selain itu Pantai Kartini, tidak bisa lepas dari suatu acara tradisional yang disebut “Lomban”. Acara ini merupakan acara budaya masyarakat Jepara yang berlangsung selama 1 hari tepatnya pada tanggal 8 Syawal atau seminggu setelah Hari Raya Idul Fitri. Pantai Kartini disebut juga "Pemandian" yang terletak di bagian barat Pantai Kartini, karena pada awalnya digunakan sebagai pemandian yang dipercayai masyarakat dapat menyembuhkan penyakit remati dan gatal-gatal.

Terjun Songgo Langit

(6)

Wono Sreni Indah

Wono Sreni Indah atau Sreni Indah adalah salah satu objek wisata yang berjarak 35 km dari pusat kota, tepatnya berada di Desa bategede. Sreni Indah merupakan hutan lindung yang berada di kaki gunung Muria, namun karena keindahan pemandangan perbukitan, persawahan, perkampungan dan juga sungai yang indah, pemerintah kabupaten Jepara meresmikan Sreni Indah sebagai salah satu objek wisata di Jepara. Biasanya di liburan panjang akhir sekolah, tempat ini digunakan untuk berkemah dan pendakian.

Masjid dan Makam Mantingan

Masjid dan Makam Mantingan terletak 5 km arah selatan dari pusat kota Jepara di desa Mantingan kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara. Masjid dan Makam Mantingan ini berdiri dalam satu kompleks yang mudah dijangkau dengan kendaraan roda empat dari berbagai jurusan dengan sarana jalan aspal. Objek wisata sejarah ini dengan sarana angkutan jurusan Terminal Jepara-Mantingan yang dapat ditempuh beberapa menit.

Benteng Portugis

(7)

Museum Kartini

Museum Kartini adalah museum yang terletak di kabupaten Jepara. Provinsi Jawa Tengah. Museum ini didirikan pada 30 Maret 1975 saat pemerintahan Bupati Soemarno Djjomardowo sementara peresmiannya dilakukan pada 21 April 1977 oleh Bupati Soedikto. Museum ini terdiri atas 3 gedung yang dibangun di atas area seluas 5.210 m2. Apabila dilihat dari atas, gedung-gedung tersebut berbentuk huruf K,T, dan N yang merupakan singkatan dari KARTINI.

Jepara Ourland Park

(8)

Pasar Ngabul

Pasar Ngabul atau Pasar Buah Ngabul adalah pasar tradisional yang merupakan pusat pasar buah di Jepara terutama buah Durian, Rambutan, dan Nangka. Pasar ini di tetapkan pemerintah Kabupaten Jepara sebagai Pasar Durian Jepara. Pasar buah Ngabul direncanakan pemerintah Kabupaten Jepara sebagai Pasar Induk Buah. Pasar ini terletak di Desa Nagbul, Kecamatan Tahunan,Kabupaten Jepara. Pasar ini awalnya berdiri di depan Jalan Raya Ngabul tepatnya di 50 meter sebelum bundaran ngabul, tapi karena sering menjadi penyebab kemacetan arus jalan raya. Maka Pemerintah Kabupaten Jepara memindahkan Pasar Ngabul di dalam jalan desa.

a. Wisata Religi

1) Makam Syekh Siti Jenar (Sunan Jepara) di Balong. 2) Makam Mbah Roboyo, di Robayan.

3) Makam Datuk Gunardi, di Singorojo. 4) Makam Habib Ali, di Mayong.

5) Makam Syeh Abu Bakar, di Pulau Panjang. 6) Makam Ki Gede, di Bangsri.

7) Makam Syeh Amir Hasan (Sunan Nyamplungan), di Karimunjawa.

(9)

5.

Perayaan Tradisional

Perayaan tradisional di Jepara masih terselenggara di era modern ini untuk melestarikan budaya. Berikut beberapoa perayaan tradisional di Jepara.

Pesta Baratan Jepara

Tradisi Baratan merupakan tradisi yang dilaksanakan untuk mengenang Ratu Kalinyamat, salah satu tokoh pahlawan wanita dari Jepara. Tradisi ini dilaksanakan di daerah Kalinyamatan. Rangkaian kegiatan yang dilakukan sebelum pelaksanaan tradisi Baratan ini cukup panjang. Dimulai dengan berbagai seleksi untuk memilih orang-orang yang pantas memerankan tokoh prajurit, pengawal, dan Ratu Kalinyamat. Khusus untuk peran Ratu Kalinyamat, gadis yang telah terpilih harus berpuasa selama tujuh hari untuk kemudian didoakan agar selamat. Pada saat pelaksanaan acara Baratan, Ratu Kalinyamat diarak memutari desa Kalinyamat. Para pengawal, prajurit, pemain musik mengarak Ratu Kalinyamat yang duduk di atas kudanya. Biasanya, saat tradisi ini dilakukan, warga Jepara akan berjejer disepanjang jalan yang dilewati arak-arakan tersebut. Mereka sangat antusias untuk menyaksikan tradisi Baratan ini.

Lomban

(10)

Foto Perang Obor

6.

Seni Budaya

a. Tari Kridadjati

Tari Kridhajati merupakan tarian khas Jepara. Tarian yang bisa dipraktikkan satu orang, berkelompok maupun secara massal ini menggambarkan masyarakat Jepara yang adiluhung dalam berkarya seni. Tarian ini dicipta dan dikemas atas petunjuk Bapak Drs. Hendro Martojo, MM. Tarian Kridhajati ini ditarikan dalam bentuk figurasi huruf: hari jadi Jepara dan dipentaskan setelah upacara hari jadi Jepara. Jika memperhatikan geraknya, tarian ini jelas menggambarkan proses kinerja kerajinan ukir. Mulai dari pencarian kayu di hutan, menggambar objek di kayu, menatah, hingga diplitur dengan warna-warni yang memukau dan dikemas. Setelah tahap itulah, ukiran yang telah jadi kemudian dipasarkan.

Perang Obor

(11)

b. Tari Tayub

Foto Tari Tayub

Tari Tayub atau acara Tayuban, merupakan salah satu kesenian Jepara yang mengandung unsur keindahan dan keserasian gerak. Tari tayub mirip dengan tari Gambyong yang lebih populer. Tarian ini biasa digelar pada acara pernkahan, khitan, serta acara kebesaran misalnya hari kemerdekaan Republik Indonesia, perayaan kemenangan dalam pemilihan kepala desa, serta acara bersih desa. Anggota yang ikut dalam kesenian ini terdiri atas sinden, penata gamelan, serta penari khususny wanita. Penari tari tayub bisa dilakukan sendiri atau bersama. Pelaksanaan acara dilaksanakan pada tengah malam antara pukul delapan malam sampai pukul tiga dini hari.

(12)

c. Emprak

Foto Emprak

Emprak adalah jenis pengembangan kesenian rakyat Emprak, berupa seni peran yang mengangkat pesan moral, diiringi dengan musik yang biasanya berupa salawatan. Emprak tradisional dimainkan oleh 9 sampai 15 orang, semuanya lelaki. Pengiringnya adalah alat musik rebana besar, kecil, dan kentongan, pakaian dan rias wajah seadanya berupa kaos, sarung, dan topi bayi. Waktu pementasan semalam suntuk di atas lantai dengan gelaran tikar lesehan. Kostum pemain diperbaharui dengan rompi dan sarung, rias wajah yang lebih baik, serta waktu pementasan yang bisa dibatasi lebih pendek dalam 1-2 jam. Pementasan dilakukan di panggung khusus. Tema diambil dari kejadian di masyarakat seperti : kawin lari, kawin paksa, perselisihan rumah tangga, dan sebagainya yang diakhiri dengan pesan-pesan dan hikmah dari cerita yang dipentaskan. Emprak menyuguhkan suatu cerita juga diselingi dengan lawakan, tuntunan-tuntunan, serta pesan pengetahuan.

7. Sisitem Pemerintahan

(13)

Kamituwo ini biasa bertugas sebagai penghulu dan pemimpin doa saat ada warga yang meninggal. Bayan adalah petugas bagian operasional yang bertugas mengurusi hal-hal yang berkaitan langsung dengan warga, misalnya pembagian beras raskin ke setiap RT maupun mengumpulkan uang pajak dari setiap ketua RT. Mudin adalah pemuka agama yang biasanya menjadi wakil masyarakat dalam bidang agama.

Setiap desa bisa saja memiliki lebih dari satu kamituwo, bayan, dan modin. Biasanya tiap kamituwo, bayan, dan modin bertugas sesuai dengan daerah masing-masing.

8. Kuliner Khas Jepara a. Pindang serani

Foto Pindang Serani

Pindang Serani adalah sejenis sup ikan berkuah bening dengan bahan utama ikan segar. Cocok jadi makanan pembuka sebelum makan besar atau saat pagi hari jadi brunch. Rahasia kelezatan Pindang serani terletak pada pemilihan bahan utamanya, yaitu ikan laut. Ikan harus segar, karena itu mempengaruhi kualitas dan kelezatan kaldu. Ikan yang cocok digunakan sebagai bahan pindang serani adalah ikan yang dagingnya lembut, bertekstur kenyal, memiliki lemak dan minim duri. b. Horok-horok

(14)

Horok-horok merupakan makanan ringan yang terbuat dari tepung pohon aren. Horok-horok umumnya dimakan dengan sate kikil, bakso, gulai, dan sayur pecel. Selain itu dapat juga dimakan dengan diberi santan dan sedikit gula pasir, seperti bubur. Bahan pokok horok-horok adalah tepung yang terbuat dari pohon aren, Makanan ini sudah populer semenjak masa gerakan tiga puluh September. Horok-horok bertekstur kenyal. Bagi masyarakat Jepara, Horok-Horok merupakan sumber karbohidrat masyarakat Jepara sebagai pengganti nasi atau lontong

c. Sego Janganan

Foto Klenyem

Sego Janganan ini biasanya meliputi godhong kudu, tewel/nangka muda, kangkung, dan kecambah, kemudian dicampur dengan sambal, bumbu kelapa dan ditambah serondeng serta bubuk kedelai agar lebih nikmat..

\ d. Klenyem

(15)

e. Adon-adon coro

Foto Adon-adon Coro

Adon-Adon Coro atau sering disebut Jamu Adon-Adon Coro merupakan minuman tradisional khas kota Jepara. Sebenarnya Adon-Adon Coro merupakan sebuah jamu yang terbuat dari beberapa rempah-rempah, antara lain pandan, merica bubuk, kayu manis, cengkeh, lengkuas, yang disiram dengan santan, jahe gula merah, dan air. Minuman ini berasa pedas dan hangat karena bahan utama minuman ini merupakan jahe.

Adon-adon coro bisa ditemui di pelataran sekitar Alun-Alun Kota Jepara. Cara penyajian dari adon-adon coro adalah satu sendok jamu ditaruh di dalam mangkok, lalu disiram dengan wedang jahe dan diminum selagi masih panas atau hangat.

f. Es Gempol atau Pleret

Foto Es Gempol

(16)

mencoba kesegarannya. Jangan lewatkan untuk mencoba minuman ini ketika Anda berada di kota berjuluk Kota Kartini ini.

Gempol pleret terbuat dari bahan utama beras yang digiling halus. Setelah menjadi tepung beras, kemudian diaduk dengan sedikit air sehingga menjadi adonan. Setelah menjadi adonan, kemudian untuk gempol dibentuk menjadi bulat sementara pleret dibentuk pipih dan berwarna merah muda. Dua bentuk adonan yang berbeda inilah kemudian menjadi sebuah minuman yang diberi nama gempol pleret. Sajian gempol pleret ini bertambah nikmat dengan campuran bahan seperti sirup, santan dan diberi es.

Gempol pleret disajikan dalam wadah mangkok. Satu mangkuk gempol pleret begitu segar untuk dinikmati. Lembutnya tekstur gempol dan kenyalnya tekstur pleret berpadu dengan manisnya sirup dan kuah santan dan es menjadikan jaminan kesegaran bagi siapa saja yang menikmatinya.

(17)

MARI BERLATIH

Pasangkan pertanyaan di lajur kiri dengan jawaban di lajur sebelah kanan!

No Jawaban

(18)

SUMBER DATA

https://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Kridhajati

https://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Tayub

https://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Emprak

https://id.wikipedia.org/wiki/Horok-Horok

https://id.wikipedia.org/wiki/Klenyem

https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/gempol-pleret-minuman-segar-khas-jepara

https://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Jepara

www.ticjepara.com

SUMBER GAMBAR www.google.com

WAWANCARA Narasumber :

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan analisis deskriptif persentase perkembangan infrastruktur di kawasan obyek wisata Pantai Kartini

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan bahwa pengembangan pariwisata Pantai Kartini yang dilakukan oleh Pemda Jepara sudah tergolong baik,

Begitu pula dengan strategi pengembangan yang telah dilakukan untuk meningkatkan arus kunjungan di obyek wisata Pantai Kartini, Pemerintah atau Dinas Pariwisata dan

Hotel Resort Syariah sebagai Pendukung Wisata Halal di Pantai Bandengan Jepara adalah bangunan penginapan di tepi pantai yang berorientasi syariah untuk

DAS Jepara merupakan bagian dari DAS yang terletak di Kabupaten Lampung Timur dengan luas 10 km 2 , di mana Sungai Jepara merupakan salah satu sungai yang mengalir ke Danau

Daya Tarik wisata - Desa namu memiliki lebih dari satu objek wisata yaitu wisata pantai (pantai pasir putih yang terletak di 5 titik yaitu pantai Olo’a, Pantai Wiawia, Pantai

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pengembangan kawasan pantai kartini sebagai kawasan wisata islami di kabupaten Jepara dengan

Begitu pula dengan strategi pengembangan yang telah dilakukan untuk meningkatkan arus kunjungan di obyek wisata Pantai Kartini, Pemerintah atau Dinas Pariwisata dan