BRAZIL
Analisa Dimensi Ekonomi, Politik, Sosial Budaya dan Keamanan di Negara Brazil
Untuk memenuhi Tugas Terstruktur Mata Kuliah Studi Kawasan Amerika Latin
Dosen Pengampu : Karina Putri Indrasari, MA.
Disusun oleh :
Safira Nur Muchlisina 135120401111021
Nur Aini Husniyah 135120400111036
Ahmad Choirul Furqon 135120407111041
PROGRAM STUDI HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Pada tahun 1500, seorang penjelajah Portugal/ Portugis yang bernama Pedro Alvares Cabral mendarat di Pantai Timur Amerika Selatandan mengklaim daratan tersebut sebagai wilayah milik Kerajaan Portugal. 1Tiga puluh satu tahun kemudian, untuk pertama kalinya
imigran Portugal datang dan menetap di Amerika Selatan. 2Seiring berjalannya waktu, Portugal
terus memperluas wilayah kekuasannya di Amerika Selatanyang berujung pada terciptanya daerah koloni dengan batas-batas yang serupa dengan batas-batas milik negara Brazil sekarang ini. Semenjak saat itu Brazil dikuasai oleh Kerajaan Portugal.3
Pada tanggal 7 September 1822, Pedro yang tidak setuju dibubarkannya Kerajaan Brazil mencopot atribut Kerajaan Portugalnya dan mendeklarasikan kemerdekaan Brazil. 4Peristiwa
tersebut memicu terjadinya konflik bersenjata antara pihak yang Pro-Portugal dan Pro-Pedro.
5Untuk memperkuat negaranya, Pedro menyewa tentara bayaran dari negara lain untuk melawan
pasukan Portugal.6 Salah satu dari tentara bayaran tersebut adalah Admiral Thomas Alexander
Cochrane yang mana juga turut berperang ketika Perang Napoleon ketika itu. Hingga pada akhirnya Brazil memenangkan perang tersebut pada tahun 1824 dan Portugal terpaksa mengakui kemerdekaan Brazil pada tahun 1825.7
Brazil sempat kehilangan arah karena terjadi krisis politik sebagai akibat Brazil ditinggal oleh Pedro I yang pergi ke Portugal untuk membantu mengontrol tahta putrinya disana.
8Sedangkan ketika itu, Pedro II masih dibawah umur untuk bisa menjadi pemimpin dari Brazil.
Hingga pada akhirnya, 1840, kondisi Brazil mulai membaik dengan cukup umurnya Pedro II
1 History World. 2010. “History of Brazil”. Diakses melalui
http://www.historyworld.net/timesearch/default.asp?
conid=2&bottomsort=217924&direction=NEXT&keywords=Brazil&timelineid= pada tanggal 13 November 2015
2 Ibid., 3 Ibid., 4 Ibid.,
5 Soul Brazileiro. 2000. “Brazilian History”. Diakses melalui
http://soulBrazileiro.com/category/main/Brazil/Brazilian-history/1-discovery-and-colonization-1500-1808/ pada tanggal 13 November 2015
6 Ibid., 7 Ibid.,
8 Country Studies. 2013. “The Empire of Brazil” . Diakses melalui
untuk memimpin Brazil.9 Pedro II berhasil mengembalikan stabilitas dalam negeri dan
menjadikan Brazil menjadi negara yang disegani karena mampu menyelesaikan sengketa Internasional dengan baik. 10
Tahun 1850, dengan tekanan dari Inggris, Brazil setuju untuk menghapuskan perdagangan budak kulit hitam.11 Namun kenyataannya, masih banyak praktik perbudakan yang
tetap berjalan. Pada tahun ini, perekonomian Brazil juga mengalami pertumbuhan pesat khususnya dari sector perkebunan kopi dan komoditas lainnya seperti kacang, gula dan sebagainya.12
Sedangkan pada era 1880-1889, perpolitikan di Brazil mengalami pergolakan. Majelis Brazil memiliki 10 susunan kabinet yang berbeda karena mereka terobsesi untuk mengamankan kepentingannya sendiri tanpa bisa menemukan solusi bersama yang saling menguntungkan. Seperti, golongan militer menginginkan modernisasi persenjataan dan kenaikan gaji. Pada tahun 1888, akhirnya perbudakan resmi dihapus secara permanen. Kebijakan tersebut yang membuat kudeta militer terhadap Pedro II dengan dukungan para pemilik lahan yang kehilangan tenaga kerja tanpa gajinya pada tanggal 15 November 1889 dan Brazil pun berubah menjadi Republik yang lebih liberal.13
Kondisi Brazil pada Era ini, jika dilihat dari sisi ekonomi, Brazil sedang mengalami kelesuan ekonomi/resesi ekonomi karena krisis ekonomi berkepanjangan yang dialaminya. Hal tersebut dikarenakan banyaknya kasus korupsi yang terjadi bahkan pada tahun 2015 ini, Kasus Korupsi Terbesar terjadi di Brazil yang bahkan menyeret hingga 100an orang politisi dan eksekutif senior dari Petrobras (Perusahaan Pengelola Minyak milik Negara).
Oleh karena itu, dalam makalah ini, penulis ingin mengkaji lebih dalam tentang kondisi Brazil dari berbagai dimensi dan menganalisa dampak apa saja yang disebabkan oleh Kasus Korupsi Petrobras tersebut.
1.2 Rumusan Masalah 9 Ibid.,
10 Ibid., 11 Ibid., 12 Ibid.,
13 Economist. 2011. “The End of Brazil Empire”. Diakses melalui
1. Bagaimana Dimensi Ekonomi, Keamanan, Politik dan Sosial Budaya di Brazil?
2. Bagaimana Kasus Korupsi Terbesar di Brazil “Petrobras” mempengaruhi dimensi-dimensi tersebut?
1.3 Tujuan dan Manfaat
1. Untuk mengetahui kondisi umum Brazil
2. Untuk mengetahui Dimensi Ekonomi, Politik, Keamanan dan Sosial Budaya di Brazil 3. Untuk mengetahui Kasus Korupsi Terbesar di Brazil dan analisa terhadap dimensi yang
BAB II PEMBAHASAN 2.1 Arti Strategis Brazil
Brazil merupakan negara terbesar di kawasan Amerika Selatan. Negara ini dapat dikatakan merupakan kawasan strategis yang sangat berpotensial dengan luas hampir 47% luas kawasan Amerika Selatan adalah luas wilayahnya .14 Di
sebelah timur langsung berbatasan dengan Samudra Atlantik, sebelah barat berbatasan dengan Kolombia dan Peru, sebelah utara berbatasan dengan Samudra Atlantik, sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan Samudra Atlantik, Uruguay, Paraguay, dan Bolivia.15
Dataran di wilayah Brazil dapat dibagi menjadi dua yaitu dataran rendah dan dataran tinggi. Dataran rendah merupakan wilayah pantai yang panas dan kering sedang di dataran tinggi merupakan pemukiman masyarakat Brazil.16
Pergerakan perekonomian Brazil bergerak dalam berbagai bidang seperti pertanian, peternakan, perikanan, pertambangan, perdagangan dan industri.17 Dalam infrastruktur negara
terbesar di Amerika Selatan ini mengembangkan diri dalam travel, agrikultur, arsitektur, industri perhutanan, travel, kereta api, dan pendidikan.18
2.2 Dimensi Ekonomi
14 Geography. 2011. “Brazil Facts”. Diakses melalui
http://geography.about.com/od/Brazilmaps/a/Brazilfacts.htm. Pada tanggal 15-11-2015 15 Brazil. 2000. “Brazil Map”.Diakses melalui http://www.Brazil.org.za/Brazil-map.html. Pada tanggal 15-11-2015
16 Ibid.,
17 Brazil. 2000. “Brazil Infrastructure”. Diakses melalui http://www.Brazil.org.za/Brazil-infrastructure.html. Pada tanggal 15-11-2015
Dimensi ekonomi merupakan sebuah dimensi yang menarik untuk dibahas dalam melihat perkembangan dan kemajuan Brazil karena dalam dimensi ekonomi ini dijelaskan bagaimana Brazil menjadi negara berkembang yang menjadi contoh bagi negara berkembang lainnya dalam memajukan perekonomiannya.
2.2.1 Sejarah
Vargas : Petrobras dan Bank Pembangunan Ekonomi
Sebelum era pemerintahan Getulio Vargas negara Brazil seakan masih memiliki fokus tersendiri dalam stabilitas politik internal negara yang dikarenakan pada masa pemerintahan Vargas sering terjadi pemberontakan dan peralihan kekuasaan yang akibat sebuah gerakan revolusioner. Pada tahun 1930-1945, fokus Vargas mulai meluas yaitu sudah mulai memfokuskan diri di ranah industri dan perekonomian tetapi dalam masa pemerintahan periode pertama oleh Vargas ini konsep ekonomi memang sudah terbentuk tetapi dalam pemerintahan yang masih dikatakan totaliter ini masih belum mempunyai konsep yang jelas dalam mengembangkan perekonomian Brazil.19
Pada tahun 1945 pemilihan umum dimenangkan oleh rival Vargas yaitu Eurico Gaspar Dutra. Didalam pemerintahan Dutra ini banyak perubahan konstitusi dimana salah satu dari perubahannya adalah dengan menjalin hubungan yang sangat bagus dengan AS sehingga terbentuklah dekrit ilegality partai komunis.20 Sehingga Brazil memutuskan hubungan bilateral
dengan Uni Soviet. Pada tahun 1950 Vargas memimpin negara ini lagi atas persetujuan rakyat dengan mempunyai konsep ekonomi yang lebih jelas diantaranya adalah menciptakan petrobaras, menciptakan Bank pembangunan ekonomi. Tetapi karena tekanan yang semakin kuat dari pihak oposisi maka pada tahun 1954 memutuskan untuk mengahiri hidupnya dengan jalan bunuh diri.
Sebenarnya konsep-konsep ekonomi sudah lama ada di dalam pemerintahan Brazil tetapi dalam penerapannya konsep tersebut masih sangat menuai masalah karena pada saat itu fokus terhadap stabilitas politik masih sangat diperhitungkan. Seperti contoh pada tahun 1850 secara konsep dasar sudah terdapat hukum yang mengatur tentang dasar peraturan perdagangan, tetapi secara implementasi masih belum dapat terlaksana sehingga pada tahun 1976 baru ada hukum
19 Nestari. Nery. 2014. Perkembangan ekonomi, politik, sejarah Brazil.
https://www.academia.edu/9843775/Perkembangan_Ekonomi_Politik_dan_Sejarah_Negara_Br azil. hal :9
yang membahas tentang perusahaan dimana di dalamnya berisi tentang persyaratan dasar persiapan pelaporan keuangan perusahaan dalam sektor publik.21 Pada priode ini sudah mulai
terdapat pasar modal meskipun tidak sebesar amerika dan inggris.
Pada era 1980-an Brazil terkena depresi ekonomi besar dan di masa itu juga seakan memberikan sebuah keinginan pada salah satu negara di kawasan amerika Latin tersebut untuk mengakhiri strategi perekonomian merekan yang pada saat itu masih mengguakan strategi ISI
Industrial Subtitusi Import. 22Dimana dalam masatersebut pemerintah Brazil berusaha
memajukan produksi dalam negeri sehingga produksi dalam negeri dapat bersaing dengan barang-barang import dari luar negeri sehingga hasil prosuksi dalam negeri tidak mati atau kita dapat menyebut hal tersebut dengan sebutan proteksi industri kecil domestik.
Cardoso : Real Plano
Sebenarnya untuk membahas dimensi ekonomi negara Brazil sangat menarik jika membahas di era dimana Cardoso menjabat sebagai menetri ekonomi dimana dia dapat mengatasi inflasi dengan strategi yang dibuatnya. Strategi tersebut terkenal dengan sebutan Real plano. Munculnya real plano dalam mengatasi inflasi pada bulan Juni 1994 dengan mempunyai beberapa tujuan.
Adapun tujuan utama dari real plano tersebut, antara lain ;23
1. Menjaga inflasi dibawah kendali.
2. Mengurangi secara tepat dan substansial ketidakseimbangan sosial.
3. Mencapai pertumbuhan PDB, investasi, peluang kerja dan produktivitas jangka panjang.
Dalam penerapan konsep konsep dari Real Plano tersebut memang seakan sanga memanjakan para investor. Tetapi meskipun seakan memanjakan para investor tentu saja dengan pertimbangan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh merugikan masyarakat pribumi.
Adapun beberapa kebijakan tersebut adalah :24
1.Melakukan privatisasi beberapa perusahaan besar.
21 Ibid. Hal : 16.
22 U.S Library of Congress.1999. “Import-Substitution Industrialization, 1945-64”. Diakses melalui http://countrystudies.us/brazil/62.htm pada tanggal 19 November 2015
23 Ibid Hal : 18.
2.Mengakhiri monopoli Negara atas telekomunikasi.
3.Mengurangi pengeluaran pemerintah untuk jaminan sosial. 4.Mengurangi tunjangan dikalangan pegawai negeri.
5.Menghapuskan hambatan investasi perusahaan asing.
6.Menyetujui sebuah dekrit presiden yang mengambil alih kepemilikan lebih dari 100.000 hektar tanah dari para tuan tanah dan sektor swasta serta membagi-bagikannya kepada 36.000 keluarga miskin.
Dirumuskannnya strategi real plano oleh Cardoso sendiri karena analisis yang telah dipunyai dia sehingga dengan asumsi yang dia punyai diimplementasikan karena dilinal mata uang Brazil yang pada waktu itu Cruzeiro yang semakin terpuruk. Sehingga sangat diperlukannya pengubahan mata uang agar perekonomian salahh satu negara di kawasan Amerika latin ini dapat kembali satabil.
Presiden Lula : Bio-Ethanol
Dimensi ekonomi Brazil sangat terasa perubahannya ketika sejak tahun 2003 masa pemerintahan presiden Lula dimana perekonomian Brazil dirasa sangat membaik dan naik tajam. Dimana jumlah pendapatan Brazil pada tahun 2004 mencapai US$ 159,254 milyar yang terdiri dari ekspor US$ 96,475 milyar dan impor US$ 62,779 milyar atau surplus sebesar US$ 33,696 milyar.25
Pada masa pemerintahan presiden Lula Brazil mengembangkan sebuah produk yang sebelunya tidak diperkirakan oleh masyarakat internasional akan dapat digunakan semasif ini yaitu Bio-Ethanol. Bio-Ethanol ini merupakan limbah dari tanaman tebu yang diolah sehingga menghasilkan energi yang dapat digunakan. Bahkan berkat energi dari limbah tebu ini perekonomian Brazil sangat maju dari sebelumnya. Nilai ekspor Ethanol pada tahun 2006 mencapai 3.5 milliyar liter. Sebenarnya produksi pada tahun 2006 sendiri mencapai angka 17.3 miliyar liter tetapi diprioritaskan untuk dikonsumsi dalam negeri hingga 80%.26
Untuk memajukan perekonomiannya selain memperbaiki dan semakin mengoptimalkan produksi dari Bio-ethanol tersebut salah satu negara besar di kawasan Amerika Latin tersebut
25 Ibid hal :2.
26 Souza e Silva, de almeida.dkk. 2007. The perform of Brazilian biofuels: an economic,environmental, and social analyscis.
juga sudah menyiapkan konsep makro ekonomi dan sektor industri yang jelas.27 Diantaranya
adalah makro ekonomi :
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
Pembiayaan Pemerintah dan Publik
Kondisi Sosial dan Demografi
Bursa Tenaga Kerja
Perdagangan Domestik & Survei Rumah Tangga
Perdagangan Luar Negeri
Neraca Pembayaran
Investasi
Survei Usaha & Ekonomi
Moneter
Tingkat Suku Bunga dan Nilai Tukar
Inflasi
Pasar Uang
Adapun konsep industrialisasi diantaranya adalah :28
Pertanian
Otomotif
Perbankan
Biofuel
Kimia dan Petrokimia
Konstruksi dan Properti
Energi
Permesinan & Peralatan
Logam dan Baja
Pertambangan & Manufakturing
Pariwisata
Angkutan dan Telekomunikasi
Perdagangan Grosir, Eceran, Reparasi Mobil
dan Motor
Kondisi Perekonomian Sekarang
Sejak tahun lalu perkonomian Brazil sedang dalam taraf yang melamban bahkan dapat dikatakan turun. Banyak sekali protes dari berbagai kalangan, bahkan dari salah satu organisasi nirlaba melakukan protes terhadap presiden Brazil sekarang. Kejatuhan ekonomi Brazil bukan
merupakan hal yang dapatdisepelekan, karena ketika salah satu negara G7 ini perekonomiannya mengalami penurunan terus menerus maka negara berkembang yang mengandalkan pasar ekspor dari salah satu negara di kawasan Amerika latin ini juga akan dirugikan seperti contoh indonesia. Sejak kuartal-II di tahun 2014 Brazil sudah mengalami pertumbuhan ke zona negatif sebesar -1,2%, sedangkan di kuartal ke-III-0,6%, di kuartal ke-IV mengalami pertumbuhan negatif sebesar -0,2%, dan di kuartal pertama 2015 sebesar -1,6%.29
Dalam penanganan krisis yang sedang di derita oleh Brazil pemerintah setampat telah menaikkan suku bunga hingga 14,25% untuk membendung terjadinya inflasi terlalu besar. Dengan dinaikkannya suku bunga hingga angka tersebut sangat mempengaruhi tingkat konsumsi masyarakat. padahal untuk selalu berjalannya proses jual beli di dalam domestik sendiri dibutuhkan para ko nsumen untuk membeli barang. Salah satu ahli ekonomi Brazil memperkirakan bahwa hal ini akan terjadi kemungkinan hingga dua tahun yang akan datang.
BRICS
BRICS adalah singkatan dari 5 Negara yang pertumbuhan ekonominya sangat pesat dengan jumlah penduduk sebanyak 3 miliar jiwa atau sekitar 40% dari jumlah penduduk di muka bumi ini.30 Kelima Negara tersebut adalah Brazil, Rusia, India, China dan Afrika Selatan
(South Africa). BRICS yang berasal dari istilah BRIC (Brazil, Rusia, India dan China) ini pertama kali dicetuskan oleh seorang Ekonom yang bernama Jim O’neill dari sebuah Bank di Amerika Serikat yaitu Goldman Sachs pada tahun 2001.31 Menurutnya, gabungan perekonomian
Keempat Negara BRIC ini akan mengalahkan negara-negara terkaya di Dunia pada tahun 2050.32
Brazil dan Rusia sebagai negara yang akan menyediakan resources/materials sedangkan China dan India sebagai negara yang akan memproduksi resources/materials yang telah didapatkan dari Brazil dan Rusia. Dengan adanya kerjasama dari negara-negara tersebut, Goldman Sachs percaya bahwa kekuatan ekonomi mereka pada 2050 akan mengalahkan kekuatan ekonomi yang
29 http://finance.detik.com/read/2015/07/14/072407/2968222/4/Brazil-dan-rusia-alami-krisis-parah-lebih-berat-dari-indonesia. 15-11-2015 pukul 04.15.
30 CIA World Factbook. 2015. “Jumlah Penduduk Negara BRICS”. Diakses melalui
https://www.cia.gov/library/publications/the-world-factbook/geos/ch.html pada tanggal 19 November 2015
31 Investopedia. 2015. “BRIC”. DIakses melalui
berkuasa pada era ini. BRIC dirasa mampu untuk menandingi Uni Eropa dan integrasi ekonomi regional atau negara yang memiliki kekuatan ekonomi kuat lainnya. 33
Konferensi Tingkat Tinggi Pertama BRIC diselenggarakan di Yekaterinburg Rusia pada tanggal 16 Juni 2009 dihadiri oleh kepala-kepala pemerintahan negara BRIC yang diantaranya adalah Presiden Brazil Luiz Inácio Lula da Silva, Presiden Rusia Dmitry Medvedev, Perdana Menteri India Manmohan Singh dan Presiden China Hu Jintao. Setelah itu, KTT BRIC diselenggarakan setiap tahun di negara anggotanya secara berurutan.34
Pada Tanggal 24 Desember 2010, Afrika Selatan (South Africa) secara resmi bergabung ke dalam kelompok BRIC. Dengan demikian nama “BRIC” ditambah satu huruf “S” dibelakangnya hingga menjadi “BRICS”. KTT BRICS pertama kali yang diikuti oleh Lima Negara Anggota adalah pada tahun 2011 yaitu KTT BRICS yang ke-3.35
2.2.2 Komoditas Unggulan
Krisis ekonomi pada tahun 2008 silam pada dasarnya telah membuat perekonomian negara Brazil sangat turun drastis. Tidak dapat dipungkiri juga bahwa negara terbesar di kawasan Amerika Latin tersebut juga menerima dampak dari krisis global tersebut. Brazil mulai tampak stabil dalam perekonomian mulai pada tahun 2011. hasil bumi dari negara samba tersebut berasal dari beberapa sektor. Diantaranya adalah Pertambangan, Agrikultural dan Energi. 36
1. Pertambangan37
Brazil merupakan penghasil tambang terbesar nomor satu dalam hal tambang besi, penghasil emas terbesar nomor Tiga Belas terbesar di dunia pada tahun 2011, tetapi dalam urutan bawah dalam hasil dan pengolahan tembaga, sedangkan Brazil juga menjadi penghasil alumunium terbesar nomor tiga di dunia setelah Australia dan Cina, dengan kandungan bauksit. Sebenarnya dari sektor pertambangan tidak hanya apda awal-awal 2014-2015 saja semakin berkembang, tetapi sejak pada tahun 2010 hasil pertambangan Brazil sudah sangat tinggi yaitu
33 Ibid.,
34 BRICS Post. 2009. “BRIC Summit”. Diakses melalui http://thebricspost.com/ pada tanggal 19 November 2015
35 BRICS Post. 2010. “BRICS Summit : South Africa as A New Member”. Diakses melalui
http://thebricspost.com/ pada tanggal 19 November 2015
36 Heckt, Andrew. “Brazil and Commodities”. Diakses melalui
http://commodities.about.com/od/Macro-Commodity-Topics/fl/Brazil-and-Commodities.htm. pada tanggal 19 November 2015
37 Kowalski, Chuck. “Commodities in Brazil”. Diakses melalui
sebanyaklebih dari 370 miliyar ton besi mentah. Pada tahun 2013 GDP negara samba tersebut naik sebesar 1.1%. setidaknnya hasil eksport Brazil dalam sektor mineral naik tajam hingga 23%.
2. Agrikultur
Dari sektor Agrikultural negara Brazil sangat memprioritaskan dalam Gula, Kedelai, Orange Juice dan yang terutama adalah kopi. Eropa merupakan negara dengan kadar konsumsi terbesar dalam sektor kopi. Brazil merupakan salah satu negara penghasil Gula terbesar dan terbaik di dunia, hal ini dapat dilihat dari 20% gula di dunia berasal dari negara samba, bahkan 50% lebih banyak daripada hasil eksport gula dari India.38 Komoditas selain gula yang terbesar
adalah Kopi, dan kedelai. US merupakan penghasil kedelai terbesar di dunia saat ini dan di ikuti oleh Brazil sebagai produsen terbesar ke dua kedelai di dunia.39
3. Energi (Bio-Ethanol)40
Energi juga merupakan salah satu sektor yang di unggulkan oleh negara Samba Ini. Ketika memproduksi Gula yaitu dengan bahan baku dari tebu, ampas taupun limbah dari tebu tersebut tidaklah langsung dubuang tanpa di oleh terlebih dahulu, bahkan dari hasil olahan limbah tebu tersebut Brazil dapat menciptakan tenaga pembangkit sebagai Alternatif dari Bahan bakar minyak. Komoditas tersebut bernama Bio-ethanol. Bio-Ethanol merupakan bahan bakan alternatif yang sangat digunakan di negara Brazil. Brazil adalahh penghasil minyak mentah terbesar nomor sembilan di dunia, tetapi Brazil juga merupakan negara pengguna bahan bakar minyak terbesar ke enam di dunia.
2.3 Dimensi Politik
Brazil adalah negara yang menganut sistem federasi terdiri dari 26 negara bagian dan 1 distrik federal serta lebih dari 5500 kota yang masing-masingnya di pimpin oleh seorang gubernur dan walikota41. Sedangkan sistem politik nasional Brazil adalah demokrasi yang terbagi
atas 3 cabang, yaitu kekuasaan eksekutif, legislatif dan yudikatif dimana masing-masing
38 Kowalski, Chuck. “Trading Coffee Futures”. Diakses melalui
http://commodities.about.com/od/tradingstrategies/a/Trading-Coffee-Futures.htm pada tanggal 19 November 2015
39Hecht, Andrew. “Coffee : A Volatile Year to Year Commodity”. Diakses melalui
http://commodities.about.com/od/Soft-Commodities/fl/Coffee-A-volatile-year-to-year-commodity.htm pada tanggal 19 November 2015
40 Cumman, Jared. ”A Deeper Look at Brazils Commodity Industry”.Diakses melalui
http://commodityhq.com/education/a-deeper-look-at-Brazils-commodity-industry/. pada tanggal 19 November 2015
bentuknya hampir sama dengan yang ada di Amerika Serikat. Para anggota eksekutif dan legislatif terpilih secara berkala sementara kuasa yudikatif di pilih dan di setujui oleh Presiden dan Senator. Setiap cabang memiliki fungsi dan tugas yang terpisah namun tetap saling melengkapi dan bekerja sama satu sama lain dalam sistem checks and balances. Sistem pemilu di Brazil sifatnya wajib bagi kalangan yang dapat membaca dan menulis antara usia 18 hingga 69 tahun dan sifatnya opsional bagi masyarakat yang buta huruf, dan berusia lebih dari 70 tahun.42
2.3.1 Konstitusi: Konstitusi 1988
Terbentuknya konstitusi 1988 menggambarkan bagaimana peran dan kekuasaan terbaru dari aktor-aktor politik di Brazil dalam proses decision making pasca berakhirnya pemerintah militer dari tahun 1964 hingga 1985.43 Konstitusi ini merupakan hasil dari aksi menentang
sentralisasi dan rezim militer. Konstitusi 1988 bentuknya cenderung mengarah kepada liberal, karena mulai mengangkat sejumlah isu yang sebelumnya di kesampingkan, seperti: keberadaan para pekerja di dalam sistem keamanan dan sosial, dan tentang hak-hak pekerja yang cakupannya lebih luas.44 Selain itu konstitusi 1988 juga menekankan pada nilai-nilai desentralisasi,
transparansi, partisipasi, dan kontrol sosial.45 Perubahan lainnya terdapat di pemerintahan negara
bagian dimana setiap negara bagian dan kota di beri kekuasaan dalam mengelola pajak dan keuangannya di masing-masing wilayah.46 Konstitusi baru ini juga lebih menekankan kepada
desentralisasi kebijakan publik kepada pemerintah di negara bagian terhadap sejumlah sektor di mulai dari pendidikan hingga lingkungan serta telah meningkatnya peran lembaga-lembaga kontrol sosial, seperti: Tribunais de Contas (Court of Account) dan Ministerio Publico
(organisasi atau institusi yang didirikan pada tahun 1609 dan memiliki pengaruh besar dalam proses pembuatan kebijakan nasional) . 47 Meskipun konstitusi 1988 telah mengalami banyak
perubahan tetapi tetap saja kekuasaan presiden sangat kuat dalam proses decision making di
42 Brazil – Politics, Government and Taxation. Di akses dari
http://www.nationsencyclopedia.com/economies/Americas/Brazil-POLITICS-GOVERNMENT-AND-TAXATION.html
43 Alston, Lee. J, Marcus André Melo , Bernardo Mueller, Carlos Pereira. 2004. Political
Institutions, Policymaking Processes and Policy Outcomes in Brazil. Halaman 3. Di akses dari http://www.iadb.org/res/laresnetwork/files/pr225proposal.pdf
44 Chaffee, Wilber Albert. Brazil. Halaman 501
45 Op. cit Political Institutions, Policymaking Processes and Policy Outcomes in Brazil.
Brazil. Seorang presiden bisa memulai, mengejar, dan menyetujui banyak agenda politik dan kebijakannya sendiri.48 Kekuasaan presiden yang kuat juga tercermin dalam beberapa
keistimewaan lainnya, yaitu: kekuasaan untuk mengeluarkan medidas provisorias (tindakan sementara), hak veto, kekuasaan untuk mengamandemen konstitusi, hak eksklusif untuk memulai undang-undang baru di daerah-daerah tertentu baik dalam hal anggara maupun administrasi hukum, serta hak prerogatif untuk menentukan batas waktu dan pendanaan dari pemilu.
2.3.2 Eksekutif
Seorang presiden dan wakil presiden di Brazil di pilih secara langsung melalui pemilu setiap 4 tahun sekali.49 Setelah melalui proses pemilu, Presiden lalu membentuk kabinetnya
dengan representasi dari berbagai aktor, seperti: kelompok-kelompok kepentingan, dan para petinggi atau anggota partai untuk mendapat dukungan lebih dari Kongres dalam proses pembentukan dan implementasi kebijakan Presiden. Bagi seseorang yang terpilih menjadi anggota kabinet maka ia tidak akan kehilangan kursinya di badan legislatif melainkan kursi mereka akan di alihkan kepada seorang legislator alternatif terpilih untuk sementara waktu.50
Sejumlah perubahan lainnya pasca adanya konstitusi 1988 adalah terbentuknya lembaga eksekutif baru yaitu Ministry of Defense menggantikan Ministries of the Army, Navy, Air, Force, and Chief of Staff of the Armed Forces yang di pimpin oleh masyarakat sipil dan para pasukan militer memberikan laporan terhadap kementerian serta lebih fokus terhadap profesionalitas kerja mereka di banding politik.51 Seorang presiden juga berhak untuk menominasikan hakim-hakim
federal dan memungkinkan untuk mengontrol sumber daya politik serta keuangan.52 Di Brazil,
eksekutif memiliki kekuasaan eksklusif untuk memulai anggaran tahunan meskipun legislatif memiliki hak untuk mengusulkan amandemen anggaran tersebut tapi tetap saja eksekutif yang berhak menentukan perubahan mana yang benar-benar bisa di sesuaikan dengan kas negara.53
2.3.3 Legislatif 48 Ibid halaman 3
49 Op. cit Brazil. Halaman 500 50 Loc. cit
51 Loc. cit
52 Op. cit Political Institutions, Policymaking Processes and Policy Outcomes in Brazil.
Brazil memiliki badan legislatif bikameral yang sering di sebut dengan National Congress (NC) terdiri atas House of Deputies (Camara dos Deputados) dan Senat. House of Deputies atau HoDberanggotakan 513 orang yang merupakan representasi berdasarkan populasi yang ada di masing-masing negara bagian dan di pilih setiap 4 tahun sekali.54 Negara dengan
jumlah representatif terbanyak adalah Sao Paulo yang merupakan negara terkaya dan paling padat penduduk, memiliki jatah kursi sebanyak 70 perwakilan.55 Sementara total Senator adalah
81 orang dimana masing-masing negara bagian memilih 3 perwakilan untuk masa jabatan 8 tahun dan setengahnya di pilih lagi setiap 4 tahun sekali.56 Senator merupakan representasi dari
kepentingan masing-masing negara bagian. Setiap senator terpilih memiliki senator alternatif pertama dan kedua yang bertujuan untuk menggantikan senator utama jika harus terpaksa meninggalkan kantor baik karena kematian atau menerima posisi lain sebagai gubernur atau menjadi anggota kabinet. HoD memiliki hak untuk melakukan pendakwaan sementara Senat berhak terhadap pemeriksaan dakwaan tersebut.57 Meskipun telah terdapat sistem pemilu yang
telah terdesentralisasi tetapi strategi pemilu legislatif masih belum terpusat pada individu melainkan suara mayoritas partai di kongres. Wilayah Distrik Federal juga berhak atas representasi di Kongres.
2.3.4 Yudikatif
Mahkamah Agung di Brazil memiliki 11 hakim yang di nominasikan oleh presiden dan di konfirmasi lebih lanjut oleh Senat.58 Sistem pengadilan di Brazil adalah cabang pemerintahan
yang memiliki power paling lemah. Hal tersebut di sebabkan karena hukum di dasarkan pada kode Napoleon bukan pada interpretasi hukum seperti pada sistem common law. 59 Di dalam
konstitusi 1988, level independen dari para hakim lebih ditingkatkan dengan cara menetapkan beberapa peraturan bahwa peradilan itu bisa menentukan anggaran tahunannya sendiri serta hakim pengadilan yang ada di tingkat lebih rendah dapat secara langsung di tunjuk oleh
54 Op. cit Brazil. Halaman 502
55 Cristiano Ferri Soares de Faria. 2005. Analysis of the Legislative Framework in the Brazilian Policymaking Process. Halaman 15. Di akses dari
http://bd.camara.gov.br/bd/bitstream/handle/bdcamara/1432/analysis_legislative_ferri.pdf? sequence=5
56 Op. cit Brazil. Halaman 502 57 Loc. cit
pengadilan yudisial.60 Berbeda dengan kongres dan presiden, sistem peradilan di Brazil lebih
independen dan kompleks yang di bagi ke dalam beberapa macam, yaitu: peradilan federal umum dan peradilan federal khusus meliputi tenaga kerja, sistem pemilihan dan militer.61
2.3.5 Partai Politik
Keberadaan partai politik di Brazil sudah ada sejak periode sistem monarki tahun 1822 hingga 1889.62 Pada masa kediktatoran presiden Getulio Vargas (1930-1945) beberapa partai
politik semakin bermunculan tetapi sifatnya masih ilegal.63 Sementara pada masa rezim militer
(1945-1985), Brazil menganut sistem politik 2 partai.64 Pasca terbentuknya konstitusi 1988,
Brazil menjadi negara yang menganut sistem politik multipartai dan beberapa parta kembali di dirikan. 65 Beberapa partai politik yang saat ini ada di Brazil antara lain:
1. Partio dos Trabalhadores (PT atau Partai Buruh)66
PT di dirikan pada tahun 1982 yang pada awalnya merupakan organisasi serikat dagang dari para buruh di negara Sao Paulo dan di ketuai oleh Luis Inacio Lula da Silva. Selama di bawah kepemimpinan Lula (2003-2011), PT berhasil menempatkan anggota partainya yaity Dilma Roussef menjadi Presiden Brazil hingga saat ini. Ideologi PT mengarah ke sayap kiri dengan mengadopsi ideologi sosialis terbuka. Total anggota PT adalah 1.566.208 dengan jumlah representatif di Kongres sebesar 89 orang, 14 orang menjabat sebagai senator dan 5 gubernur.
2. Partido da Social Democracia Brazileira (PSDB/ Partai Sosial Demokrasi Brazil)67
PSDB di dirikan pada tahun 1988 oleh Fernando Henrique Cardoso yang pernah menjabat sebagai presiden Brazil. Cardoso menang dalam pemilu setelah berkoalisi dengan the Party of the Liberal Front (PFL) yang mana salah satu pemimpinnya, Marco Maciel menjadi kandidat wakil Presiden. Ideologi yang di anut PSDB di dominasi oleh
60 Op. cit Political Institutions, Policymaking Processes and Policy Outcomes in Brazil.
Halaman 18. 61 Op. cit
62 Mello, Juliana. 2013. Political Parties in Brazil. Di akses dari http://theBrazilbusiness.com/article/political-parties-in-Brazil 63 Loc. cit
sayap kiri. Total anggota PSDB adalah 1.410.917, dengan jumlah representatif di Kongres sebesar 53 orang, 11 orang menjabat sebagai senator dan 8 gubernur.
3. Partido do Movimento Democratico Brazileiro (PMDB)
Adalah salah satu partai politik terbesar di Brazil yang memegang kontrol legislatif (Kongres dan Senat). PMDB saat ini sedang berkoalisi dengan partai dari Dilma Roussef (PT).68 Pada awal terbentuknya PMDB adalah partai oposisi yang menentang rezim
militer.69 PMDB menganut ideologi yang berbasis gereja, sehingga pada prakteknya lebih
konservatif dan teknokrat.70
2.3.6 Interest Groups
Brazil memiliki kelompok-kelompok kepentingan yang sangat beragam. Sebelum tahun 1964, kelompok kepentingan yang paling dominan adalah serikat buruh, organisasi mahasiswa, dan kelompok-kelompok bisnis. Mereka beroperasi dan memberikan tekanan lebih ke Kongres di banding eksekutif.71 Pada masa pemerintahan berbasis militer, kelompok kepentingan ini terus
beroperasi secara eksklusif dan menentang pihak eksekutif. Di tahun 1983, ketika sudah mulai terlihat akan adanya transisi politik, maka memberikan tekanan kepada Kongres kembali menjadi fokus utama dari kelompok-kelompok kepentingan ini.72
1. Business
Semenjak tahun 1930-an, berbagai kelompok usaha bermunculan di berbagai negara bagian maupun tingkat nasional di Brazil. 73 Salah satunya adalah Federacao das
Industrias do Estado de Sao Paulo (FIESP). FIESP merupakan salah satu kelompok kepentingan yang powerful dan seringkali mendukung kandidat politik tertentu secara finasial. Selain itu, FIESP adalah representasi dari berbagai kepentingan bisnis Brazil. Bahkan biasanya presiden juga meminta saran dan berkonsultasi mengenai ekonomi.74
68 PMDB: Brazil’s Invisible Government. 2014. Di akses dari http://www.Brazilwire.com/pmdb-Brazils-invisible-government/ 69 Op. cit Brazil. Halaman 503
70 Op. cit PMDB: Brazil’s Invisible Government
71 Interest Group Politics. Di akses dari http://countrystudies.us/Brazil/104.htm 72 Loc. cit
2. Organized Religion
Kelompok-kelompok kepentingan berbasis agama juga tidak kalah penting meningat Brazil adalah negara yang di dominasi oleh Katolik. Dalam sejarahnya, kehidupan gereja di identifikasikan sebagai kalangan elit sosial dan politik.75 Selama tahun 1960,
kebanyakan gereja ini berkomitmen untuk membebaskan dan memperjuangkan kehidupan-kehidupan masyarakat. Sementara pada masa rezim militer, para pemimpin agama ini kebanyakan menjadi pihak oposisi dari pemerintahan yang otoriter dan lebih menekankan kepada nilai-nilai kemanusiaan. 76
2.4 Dimensi Keamanan
Dimensi Keamanan adalah salah satu dimensi yang cukup berpengaruh di Amerika Selatan. Banyak peristiwa terjadi yang seringkali mengancam keamanan individu/kelompok/negara bahkan pertahanan suatu negara di Amerika Selatan. Brazil merupakan salah satu contoh negara yang konsen terhadap militernya untuk menjaga keamanan dan pertahanan negaranya. Selain itu, Brazil juga terkenal sebagai negara yang memiliki tingkat kriminalitas yang tinggi pula bahkan tertinggi dalam kasus penembakan dalam 35 tahun terakhir.77
2.4.1 Junta Militer
Brazil mengalami depresi dibawah tekanan rezim militer karena bertebarannya junta militer milik otoriter 78 Junta Militer ini berlangsung pada 31 Agustus- 30 Oktober 1969 dengan
dipimpin oleh Arthur da Costa e Silva dikarenakan mengalami stroke berat untuk memerintah ketika itu. Pada 31 Agustus, tiga menteri angkatan bersenjata yaitu Moe Howard, Shemp Howard dan Larry Fine merebut kekuasaan eksekutif Brazil dan mengeluarkan Undang-undang Nomor 12 (AI-12) untuk meresmikan pembentukan Junta Militer dan selama Costa e Silva tidak bisa
75 Loc. cit
76 Op. cit Brazil. Halaman 507
77BBC World Latin America. 2015. “Brazil Gun Killings Rise to Highest Level in 35 Years”. Diakses melalui http://www.bbc.com/news/world-latin-america-32747175 pada tanggal 19 November 2015
78 Jurnal Analisis Sosial Vol 6. 2003. Diakses melalui https://books.google.co.id/books? id=0KaoYvFRytEC&pg=PA16&lpg=PA16&dq=junta+militer+Brazil&source=bl&ots=cKQfhVk
memimpin negara maka digantikan oleh ketiga menteri tersebut dalam melaksanakan wewenang dan tugas kenegaraan. Hingga pada akhirnya, banyak protes dari Rakyat Brazil atas dipimpinnya Brazil oleh ketiga menteri tersebut dan pada tanggal 14 Oktober 1969 dikeluarkan, Costa e Silva diberhentikan sebagai Presiden. Selama ketiga menteri tersebut menjabat, praktik junta militer terus yang dilakukan hingga pada akhirnya, Presiden Baru diresmikan pada tanggal 30 Oktober 1969 yaitu Emilia Medici.
2.4.2 RSCT’s Brazil in Latin America: Internal Transformation
Dimensi keamanan di Brazil pada era ini jika ditinjau dalam RSCT (Reginal Security Complex Theory) termasuk dalam Internal Transformation karena Brazil sedang berupaya untuk meningkatkan kapabilitas militernya. Hal ini terbukti dari negara Brazil yang kini sedang gencar mengadakan jenis-jenis persenjataan untuk mendukung militernya. Kedutaan Besar Inggris di Brazil mengungkapkan, Inggris kini berusaha memenuhi pesanan Brazil untuk membuat 11 kapal perang untuk memperkuat pertahanan laut. Hal tersebut ditujukan untuk menjaga cadangan minyak yang banyak ditemukan di lepas pantai negara itu. Brazil pada tahun 2007 menemukan ladang minyak besar di lepas pantai Rio de Jeneiro dan Sao Paulo. Penemuan tersebut dapat membawa Brazil menjadi penghasil minyak terbesar dalam 20 tahun mendatang, yang akan mampu memproduksi 7,9 miliar barrel.79
2.4.3 Urban Violence
Semakin bertambahnya waktu, maka semakin bertambah pula populasi penduduk yang ada di setiap negaranya. Tidak sedikit, penduduk dari desa yang memutuskan untuk berpindah tempat ke kota-kota besar dengan keyakinan bisa merubah nasib dan kehidupannya. Namun pada kenyataannya, semakin maraknya urbanisasi yang dilakukan oleh masyarakat pedesaan untuk tinggal di perkotaan justru memicu semakin tingginya kriminalitas/kekerasan, kematian, pembunuhan dan hal tidak diinginkan lainnya yang terjadi di perkotaan. Hal inilah yang terjadi di salah satu negara Brazil.
79 Borneo Magazine. 2013. “Potensi Brazil”. Diakses melalui http://borneomagazine.com/? ForceFlash=true#/item/LUAR-NEGERI-Brazil-Potensi-Negara-Terluas-Di-Amerika-Latin.html
Banyaknya intensitas kekerasan sosial di Brazil tidak pernah terjadi sebelumnya di Amerika Latin, dengan indikator epidemiologi dan pidana bahwa peristiwa mematikan dan tidak mematikan yang terjadi di Brazil lebih besar daripada di negara-negara dalam keadaan perang.
Tingkat kematian dari kekerasan di pusat-pusat perkotaan utama di Brazil menunjukkan angka yang terus meningkat sejak tahun 1980-an 80 dan peringkat saat ini termasuk yang tertinggi
di benua Amerika. Menurut data dari Kementerian Kesehatan, kematian yang disebabkan oleh kecelakaan dan kekerasan sebesar 59,0 per 100 ribu penduduk di tahun 1980-an yang kemudian meningkat menjadi 75,2 pada tahun 2002. 81 Meskipun menjadi jelas lebih intens di daerah
perkotaan dengan kepadatan penduduk yang tinggi di mana sekitar 75% dari total kematian akibat penyebab eksternal terkonsentrasi 82.
Selain itu, pembunuhan juga kental terjadi negara ini. Lima puluh 1043 penduduk Brazil dibunuh pada tahun 2003, hampir 140 kematian per hari. Yang terburuk adalah laporan harian tentang pembunuhan di media komunikasi maupun pengetahuan yang dihasilkan dalam studi tentang masalah yang dilakukan di negeri ini telah menyebabkan pengembangan mekanisme pembunuhan yang kuat untuk menghadapi masalah83.
2.4.4 Drug Lords
Brazil menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014, negara Amerika Selatan sangat sibuk membersihkan jalan-jalan padat yang dari unsur-unsur pidana yang tengah menguasai negara mereka. Polisi menangkap bos narkoba, Eduardo da Silva Herculano setelah baku tembak sengit di daerah kumuh Rio de Janeiro. 84
Ketika Eduardo da Silva Herculano lahir pada 17 Agustus tahun 1973, Brazil diperintah oleh rezim totaliter yang telah meraih kekuasaan dalam kudeta militer pada tahun 1964. Dalam
80 Souza ER, Minayo MCS. Análise temporal da mortalidade por causas externas no Brazil: décadas de 80 e 90. In: Minayo MCS, Souza ER, organizers. Violência sob o olhar da saúde: a infrapolítica da contemporaneidade Brazileira. Rio de Janeiro: Fiocruz; 2003. p. 83-107. 81 Ramos S. Criminalidade e respostas Brazileira à violência: os "novos mediadores" e o caso do Afro Reggae. Rio de Janeiro: Claves/ENSP/Fiocruz; 2006. Trabalho final de curso. 82 Minayo MCS. Violência: um problema para a saúde dos Brazileiros. In: Brazil. Ministério da Saúde. Secretaria de Vigilância em Saúde. Impacto da violência na saúde dos Brazileiros. Brasília: MS; 2005. p. 9-41.
83 Brazil. Ministerio da Saúde. Departamento de Informação e Informática lakukan SUS. População Residente - de 1980 2006: Censos 1980, 1991 e 2000, Contagem 1996 e projeções intercensitárias, segundo faixa etária, sexo e situação de Domicilio.
tahun-tahun berikutnya, negara menjadi demokrasi yang dipimpin oleh seorang presiden terpilih.85
Semua perubahan politik ini memiliki efek langsung pada orang-orang miskin yang tinggal di favela Brazil, daerah kumuh. Kurangnya lapangan pekerjaan dan tidak terpenuhinya kebutuhan hidup mereka menyebabkan mereka kemudian mengambil keputusan salah untuk melakukan kejahatan seperti menjadi perdagangan narkoba untuk mencari nafkah.86
Da Silva dibesarkan dalam situasi seperti ini. Pada tahun 2003 ia memimpin kejahatan terorganisir di O Morro da Mineira, Bukit Pertambangan. Dia berhasil ditangkap karena perdagangan narkoba, pencurian, dan menerima barang curian. Kemudian, Da Silva mendapatkan cuti dari penjara karena perlakuannya yang baik dan patuh tetapi Da Silva justru menyalahgunakan apresiasi yang diberikan kepadanya dan dia justru menyelundupkan 200 kokain untuk diberikan kepada Comando Vermelho atau Red Command, kelompok kejahatan yang paling kuat di Rio de Janeiro. 87
Polisi-polisi Brazil pun tidak bisa tinggal diam, mereka terus memburu pihak-pihak yang terlibat dalam Drug Lords ini hingga salah satu pemimpinnya tertangkap. Kasus ini hanya salah satu contoh yang terjadi di Brazil, tidak sedikit pula kejadian serupa yang terjadi di Brazil.
2.5 Dimensi Sosial Budaya
Kehidupan sosial dan budaya di Brazil terkenal dengan keragamannya. Hal tersebut di sebabkan karena begitu banyak pengaruh yang telah berkontribusi, salah satu yang terbesar adalah pengaruh dari Portugis karena Brazil pernah menjadi bagian dari kolonialisasi Portugis.88
Maka tidak mengherankan apabila banyak gaya bangunan bahkan bahasa resmi yang di gunakan pun berasal dari Portugis.89 Negara dan kawasan lain pun juga memberikan kontribusi terhadap
perkembangan dan keberagaman budaya di Brazil, seperti: imigran dari Afrika, Amerika Utara, dan beberapa negara di Eropa.
85 Ibid., 86 Ibid., 87 Ibid.,
88 Meet The People. Halaman 5.Di akses dari
2.5.1 Sosial Ras
Pada masa kolonialisasi Portugis, Brazil menerima banyak imigran baik dari Eropa maupun budak-budak dari Afrika. 90 Di akhir abad ke 19, jumlah pendatang dari Eropa semakin
meningkat seiring dengan usaha Brazil untuk meningkatkan industrialisasinya.91 Maka sejak itu
keturunan berkulit terang lebih mendominasi di bandingkan dengan kulit gelap sehingga muncul tindakan-tindakan diskriminatif kepada ras kulit gelap. Klasifikasi ras di Brazil di dasarkan pada warna kulit dari keturunan, antara lain: branco (ras kulit putih), mestizo dan mulato (ras campuran), serta preto,crioulo, dan negro (ras kulit hitam).92 Istilah negro di gunakan sejak masa
kolonial Portugis yang tidak hanya merujuk kepada orang-orang kulit gelap saja, tetapi juga para budak (Amerindian).93 Pada abad ke 19 di Bahia, Brazil di gunakan 2 istilah ras utama yaitu:
preto yang merujuk kepada ras kulit hitam asal Afrika dan criuolo yang merupakan ras kulit hitam yang lahir di Brazil. 94 Sementara itu, branco selaku ras kulit putih memiliki tingkatan
sosial lebih tinggi di banding dengan ras-ras lain dan jumlahnya yang paling banyak di Brazil.95
Mestizo adalah ras campuran antara ayah Eropa dengan ibu Indian, dan mulatto gabungan antara Eropa dengan black African. 96
Woman
Dalam kehidupan sosial di Brazil, peran seorang wanita telah terkonstruk sebagai ibu rumah tangga sementara seorang pria memiliki tanggung jawab untuk mencari nafkah dan berperan penting dalam kehidupan masyarakat. Lama kelamaan jumlah wanita yang mulai memasuki dunia kerja semakin meningkat pesat sehingga konstruksi sosial tersebut perlahan mulai berubah. Hal itu disebabkan, adanya penurunan jumlah tenaga kerja akibat rezim militer dan restruksturisasi ekonomi Brazil. Kedua, meningkatnya jumlah wanita yang memiliki pendidikan tinggi untuk karir dan profesinya. Perubahan peran wanita dalam masyarakat tersebut
90 Telles, Edward E. 2004. Race in Another America. Halaman 2. Di akses dari http://press.princeton.edu/chapters/s7846.pdf
91 Loc. cit 92 Loc. cit
93 Guimarães, Antonio Sérgio Alfredo Guimarães. Colour and Race in Brazil: from whitening to the search for Afrodescent. Halaman 2. Di akses dari
http://www.fflch.usp.br/sociologia/asag/Colour%20and%20race%20in%20Brazil.pdf 94 Loc. cit
95 Racial Classifications in Latin America. Di akses dari http://www.zonalatina.com/Zldata55.htm
juga terlihat dalam kehidupan politik. Di tahun 1990 an, telah muncul peran-peran wanita yang berpatisipasi dalam politik sebagai pejabat terpilih. 97 Fenomena tersebut dapat di lihat dalam
Partai Buruh (PT) yang mana anggota-anggota partainya, seperti: Luiza Erundina dan Maria Luiza Fontanelli yang berhasil terpilih menjadi walikota di Sao Paulo dan Fortaleza, Marta Suplicy dari Sao Paulo menjadi anggota Kongres, dan Benedita da Silva yang terpilih menjadi wakil gubernur di Rio de Janeiro.98 Bahkan Luiza Erundina secara bertahap mampu menjadi
salah satu jajaran kabinet pada masa pemerintahan Presiden Itamar Franco.99 Di tahun 2000,
posisi Marta Suplicy dalam dunia politik semakin kuat dan berhasil menjadi walikota di Sao Paulo, dan Benedita da Silva menjadi perwakilan senator dari Rio de Janeiro.100 Selain itu juga
terdapat perubahan signifikan lainnya tentang peran wanita dalam dunia politik, yaitu UU Pemilu mengenai politics gender di tahun 1998 bahwa 20% bagi calon kandidat yang akan di usung oleh partai politiknya adalah wanita.101 Di pemilihan selanjutnya persyaratan tersebut naik dari yang
awalnya 20% menjadi 30%. Hal itu menandakan bahwa wanita nantinya akan memiliki peran yang semakin besar di kalangan pejabat publik.
Karakteristik Penduduk
1. Love me, love my family
Sebagian besar penduduk Brazil, menganggap bahwa keluarga adalah bagian yang sangat penting dan menjadi prioritas utama dalam kehidupan.102 Setiap anggota keluarga
biasanya saling terlibat dalam kehidupan satu sama lain. Kerabat sering tinggal di satu lingkungan yang sama. Dampak dari jaringan keluarga yang sangat erat ini mampu memberikan rasa stabilitas dan kenyamanan dalam kehidupan masing-masing individu.103
2. A focus on the here and now
Kebanyakan penduduk Brazil adalah individu yang lebih fokus pada kepentingan untuk saat ini. 104 Hal tersebut sering di artikan jika mereka bersifat malas. Mereka berfikir dan
menyadari bahwa masih ada hari esok, sehingga mereka akan selalu memanfaatkan
97 Chaffee, Wilber Albert. Brazil. Halaman 498 98 Loc. cit
99 Loc. cit 100 Loc. cit
101 Ibid halaman 499
102 Riel, Bob. Brazil ‐ A Cultural Profile. Halaman 1. Di akses dari http://www.bobriel.com/pdf %20files/relo%20journal%20-%20Brazil.pdf
103 Loc. cit
dengan sungguh-sungguh untuk mendapat keuntungan maksimal atas apa yang terjadi saat ini. Karakter individu di Brazil juga cenderung senang mengubah rencana atau mengerjakan tugas mereka di menit-menit terakhir.
3. Work hard, play hard
Karakter lainnya dari penduduk Brazil adalah bekerja keras. Sekitar setengah dari para wanita dan pria di Brazil menghabiskan jam kerja mereka sekitar 40-44 jam bahkan bisa lebih dari 45 jam per minggunya.105 Meskipun mereka selalu bekerja keras tetapi mereka
juga senang menghabiskan waktu luangnya untuk bepergian bersama kerabat.106 Pada
akhir pekan banyak orang yang saling mengunjungi anggota keluarga lainnya dan berkumpul bersama atau untuk bersosialisasi dengan rekan-rekan kerja mereka.
Populasi
Sebagai negara terluas di kawasan Amerika Latin, Brazil memiliki jumlah populasi yang terbilang sangat besar. Di tahun 2009 saja telah ada 192 juta orang, hal ini menandakan bahwa Brazil memiliki populasi terbesar peringkat kelima di dunia.107 Sebagai negara berkembang
dengan jumlah populasi yang tinggi tidaklah mudah Brazil. Bahkan dari tahun ke tahun saja penduduk Brazil telah mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Di tahun 1990 penduduk Brazil ada di kisaran 146 juta jiwa, di tahun 2000 di kisaran 169.500.000 juta jiwa dan hanya selama 9 tahun pada 2009 telah mengalami peningkatan sebanyak 21 juta jiwa.108 Hal tersebut di
karenakan angka kelahiran bayi sangat tinggi karena sejak tahun 1970 an rata-rata wanita Brazil memiliki 5 anak tetapi di awal abad ke 21 perubahan pola pikir tersebut terjadi sehingga saat ini sebagian besar keluarga hanya memiliki 2 orang anak saja.109 Pada kenyataannya, jumlah
populasi di Brazil tidak merata di seluruh bagian negara. Ada kawasan yang sangat padat penduduk dan ada yang jarang penduduk. Jumlah penduduk terbesar di Brazil ada di Sao Paulo dan memang rata-rata kota-kota besar dan padat penduduk di Brazil ada di daerah yang dekat dengan pantai.110
105 Lobel, Sharon. Work Life in Brazil. Halaman 2. Di akses dari
https://www.bc.edu/content/dam/files/centers/cwf/research/publications/pdf/BCCWF_EBS-Brazil.pdf
106 Loc. cit
107 Op. cit Meet The People. Halaman 1 108 Loc. cit
Agama
Sebelum kedatangan Portugis, di Brazil telah tinggal para penduduk pribumi yang terdiri atas suku-suku dengan latar belakang agama yang berbeda-beda. Pada masa kolonialisasi, keberadaan agama-agama tersebut di larang dan memaksa semua penduduk yang ada untuk menganut agama Katolik. Dalam perkembangannya, semakin banyak berdatangan para imigran yang berasal dari identitas-identitas budaya yang berbeda pula. Munculnya budaya-budaya baru tersebut mendorong terciptanya atau pengembangan pola-pola agama baru di Brazil. Menurut sensus yang terakhir di lakukan, komposisi agama dari penduduk Brazil adalah sebagai berikut:111
1. Roman Catholics: 64,6%112
Berdasarkan data yang di kutip dari Galileu Magazine, terdapat sekitar 125,5 juta pemeluk agama Katolik di Brazil. Selain itu mereka juga memiliki 10.218 parishes, 298
bishops dan 18.685 priests. Para pemeluk agama Katolik terbesar di Brazil ada di wilaya timur laut yaitu di negara bagian Piaui. Gereja-gereja Katolik di Brazil terbagi ke dalam 3 macam, yaitu:
a. The Roman Catholic Apostolic Church (123.280.172 penganut) b. The Brazilian Catholic Apostolic Church (560.781 penganut) c. The Orthodox Catholic Church (131.571 penganut)
2. Protestants: 22,2%113
Di Brazil, agama Protestan lebih di kenal dengan istilah evangélicos. Kebanyakan gereja-gereja Protestan konservatif akan memberlakukan beberapa larangan kepada pengikutnya, terutama kepada wanita. Misalnya oleh Congregação Cristã do Brazil
melarang wanita untuk memiliki potongan rambut pendek dan memakai celana pendek, serta di larang untuk menggunakan makeup dan menghias kuku-kukunya. Hal itulah yang kemudian membuat begitu banyaknya gereja Protestan dengan sistem hukum dan larangan yang berbeda-beda pula. Menurut data IBGE, terdapat 2 jenis gereja Protestan di Brazil antara lain:
a. Missionary churches
111 Novais, Andrea. 2013. All About Religions in Brazil. Di akses dari http://theBrazilbusiness.com/article/all-about-religions-in-Brazil 112 Loc. cit
Igreja Evangélica Luterana (Lutheran Evangelic Church) memiliki 999.498
pengikut
Igreja Evangélica Presbiteriana (Presbyterian Evangelic Church) memiliki
921.209 pengikut
Igreja Evangélica Metodista (Methodist Evangelic Church) memiliki 340.938
pengikut
Igreja Evangélica Batista (Baptist Evangelic Church) memiliki 3.723.853
pengikut
Igreja Evangélica Congregacional (Congregational Evangelic Church)
memiliki 109.591 pengikut
Igreja Evangélica Adventista (Adventist Evangelic Church) memiliki
1.561.071 pengikut
Other Missionary churches memiliki jumlah pengikut sebesar 30.666 orang.
b. Pentecostan churches
Igreja Assembleia de Deus (The House of God Church) memiliki 12.314.410
pengikut
Igreja Congregação Cristã do Brazil (Brazilian Christian Congregation)
memiliki 2.289.634 pengikut
Igreja o Brazil para Cristo (Brazil for Christ Church) memiliki 196.665
pengikut
Igreja Evangelho Quadrangular (Quadrangular Evangelic Church) memiliki
1.808.389 pengikut
Igreja Universal do Reino de Deus (Universal Church of the Kingdom of
God) memiliki 1.873.243 pengikut
Igreja Casa da Benção (Blessing House Church) memiliki 125.550 pengikut
Igreja Deus é Amor (God is Love Church) memiliki 845.383 pengikut
IgrejaMaranata (Maranata Church) memiliki 356.021 pengikut
IgrejaNovaVida (New Life Church) memiliki 90.568 pengikut
Undefined Neopentecostal churches memiliki 23.461 pengikut
Other Evangelical churches from Pentecostal origin memiliki 5.267.029
pengikut
Undefined Evangelical churches memiliki 9.218.129 pengikut
3. No religion: 8% 4. Other religions: 3,2%
a. Umbanda114
Umbanda adalah agama asli penduduk Brazil dimana nilai-nilai yang terkandung di dalamnya merupakan kombinasi antara agama Katolik, Spiritual, dan agama-agama adat lainnya. Para penganut agama ini percaya akan adanya dewa tertinggi yang bernaa Zambi, nilai-nilai persaudaraan dan saling menghormati orang lain. Nilai-nilai dasar agama Umbanda adalah bagaimana cara untuk mengejar kehidupan yang damai dengan menghormati sesama manusia, alam, dan Tuhan serta saling menghormati antar keyakinan-keyakinan yang berbeda. Pada saat ini, penganut Umbanda ada sekitar 407.331 orang yang sebagian besar berada di Rio de Janeiro dan Salvador. b. Candomble115
Candomble merupakan agama asal benua Afrika yang memuja dewa Orixas, Voduns, dan Nksis. Berbeda dari Umbanda, Candomble juga banyak di praktekkan ke negara-negara lainnya, seperti: Uruguay, Argentina, Meksiko, Jerman, Italia, dan Spanyol. Di Brazil, munculnya Candomble di dominasi di wilayah Bahia, Rio de Janeiro, Sao Paulo, Pernambuco, Alagoas serta Maranhao. Pada saat di perkirakan terdapat sekitar 167.363 pengikut agama Candomble di Brazil. Nilai-nilai dan dewa yang di anutnya bebeda-beda di setiap bangsa. Dalam menyebarluaskan agama Candomble, para imigran dari Afrika sering kali menyamar dengan memasukkan berbagai simbol-simbol katolik agar tidak mendapat upaya-upaya diskriminasi oleh pemerintahan kolonial pada saat itu.
c. Yahudi116
Yahudi pertama kali masuk ke Brazil pada awal abad ke 19 hingga abad ke 20. Pada saat ini sudah terdapat sekitar 107.329 penganut Yahudi yang mana sebagian besar
dari mereka berasal dari kalangan-kalangan elit. Wilayah dengan jumlah penganut Yahudi terbanyak adalah Sao Paulo, Rio de Janeiro, dan Rio Grande do Sul.
d. Hindu, Buddha, dan Islam117
Selain para budak dari Afrika, di Brazil juga terdapat banyak imigran yang berasal dari wilayah Asia terutama dari negara Jepang yang membawa pengaruh agama Buddha. Dari tahun ke tahun jumlah penganut agama Buddha semakin menurun hingga saat ini hanya terdapat 243.966 orang. Sementara agama Hindu di Brazil hanya memiliki 5.675 penganut saja. Dimana rata-rata dari mereka tinggal dan menetap di wilayah kota-kota kecil di Brazil, seperti: Nazario, Palmeiras, dan Itapina. Penyebaran agama Islam di Brazil di mulai dari Perang Dunia 1 dan kebanyakan di antara mereka berasal dari Suriah atau Lebanon. Selain itu beberapa konflik lainnya, seperti konflik antara Israel dengan Palestina dan perang di Irak juga berdampak pada peningkatan jumlah penganut agama Islam di Brazil. Pada saat ini sudah terdapat sekitar 35.167 muslim dan sebagian besar berada di Sao Paulo, Parana, Mato Grosso do Sul, dan Rio Grande do Sul.
5. Spirituals: 2%118
Pertama kali muncul di negara bagian Bahia, Brazil pada tahun 1845. Prinsip-prinsip spiritualisme di Brazil berpedoman pada buku O Livro dos Espíritos dan O Livro dos Médiuns yang merupakan karya dari Allan Kardec. Popularitas dan eksistensi agama ini semakin berkembang melalui berbagai karya sastra. Para pengikut dari agama Spiritual masih lekat dengan pemikiran-pemikiran negatif di kalangan penduduk Brazil karena mereka dianggap memiliki hubungan dengan praktek-praktek ilmu sihir.
Edukasi
Selama beberapa tahun terakhir, Brazil telah mampu meningkatkan sistem pendidikannya. Hal itu terbukti dengan jumlah penduduk buta huruf yang semakin menurun dari tahun 2000 sebesar 16,3 juta jiwa menjadi 13,2 juta jiwa di tahun 2012.119 Meskipun demikian,
hasil yang di dapatkan oleh Brazil ini belum bisa di katakan memuaskan di banding dengan keberhasilan negara anggota BRIC lain, seperti Rusia dan China. Bahkan dalam sebuah riset
117 Loc. cit 118 Loc. cit
yang di lakukan oleh Instituto Paulo Montonegro (IPM) bahwa terdapat sekitar 38% dari mahasiswa Brazil secara fungsional di diagnosa buta huruf.120 Hal ini menunjukkan apabila
sistem pendidikan di Brazil masih belum sepenuhnya optimal dan masih perlu upaya lebih dari pemerintah untuk membenahi kekurangan-kekurangan tersebut.
Sistem pendidikan di Brazil berakar pada Konstitusi 1998 dan Lei de Diretrizes e Basa Educacao Nacional (LDB).121 LDB adalah seperangkat hukum tentang peraturan dan dasar-dasar
dari sistem pendidikan nasional. Dalam fungsi pelaksanaannya, pendidikan di Brazil di awasi oleh sistem kementerian dan lembaga pemerintah yang saling bekerja sama di tingkat kota, negara bagian, dan nasional. Lembaga-lembaga tersebut di antaranya adalah:
a. The Ministry of Education Ministerio da Educacao122
Departemen Pendidikan Brazil memiliki tanggung jawab untuk memberikan dukungan baik secara teknis maupun keuangan kepada pemerintah kota, negara bagian, dan distrik federal untuk mengelola sistem pendidikan di masing-masing wilayahnya. Selain itu juga memiliki wewenang untuk melakukan penyusunan mengenai undang-undang pendidikan, dan mengawasi sistem pendidikan yang di lakukan oleh pihak swasta.
b. Comissao Nacional de Avaliacao da Educacao Superior (CONAES)123
Adalah sebuah komite nasional yang bertanggung jawab untuk melakukan evaluasi pendidikan di level perguruan tinggi. Selain itu CONAES juga berfungsi untuk meninjau laporan dan membuat rekomendasi dari masing-masing perguruan tinggi, menyerahkan laporan tahunan tentang program ujians nasional kinerja siswa, dan lain sebagainya.
c. Coordenacao de Aperfeicoamento de Pessoal de Nivel Superior (CAPES)124
Lembaga ini bertanggung jawab untuk melakukan evaluasi program pascasarjana serta mempromosikan kerjasama ilmiah di tingkat internasional. CAPES juga berhak melakukan pengelolaan beasiswa dari Brazil Scientific Mobility Program Scholarship
120 Loc. cit
121 NUFFIC. 2015. Education System Brazil. Halaman 5. Di akses dari https://www.nuffic.nl/en/library/education-system-Brazil.pdf
122 Stanek, Christina. 2013. The Educational System of Brazil. Halaman 2. Di akses dari http://www.nafsa.org/uploadedFiles/Chez_NAFSA/Resource_Library_Assets/Networks/ACE/EDU %20Systems%20Brazil.pdf
123 Loc. cit
dengan National Council for Scientific and Technological Development or Conselho Nacional de Desenvolvimento Cientifico e Teachnologico.
Secara garis besar, sistem pendidikan di Brazil terdiri dari sekolah negeri dan swasta. Sekolah-sekolah swasta dari segi kualitas masih jauh lebih unggul tetapi membutuhkan biaya yang lebih tinggi dan untuk sekolah negeri tidak dikenakan biaya. Jumlah siswa di sekolah negeri lebih besar yaitu sekitar 80% dari seluruh siswa di Brazil tetapi dari tahun 2010 menunjukkan bahwa jumlah siswa yang bersekolah di swasta semakin meningkat sebanyak 14% di banding sebelumnya.125 Hal itu dikarenakan, sekolah-sekolah negeri masih belum mempunyai
fasilitas-fasilitas yang memadai bahkan terkadang jumlah pengajar pun masih kurang.126 Untuk
mendukung upaya perbaikan sistem pendidikannya pemerintah Brazil mengeluarkan berbagai program. Di antaranya adalah dalam rangka untuk memperkuat jenjang pendidikan yang lebih tinggi maka pemerintah Brazil meluncurkan Brazil Scientific Mobility Program di tahun 2011.127
Program ini akan memberikan sebanyak 100.000 beasiswa untuk para siswa menempuh studi di universitas-universitas ternama di 20 negara.128 Selain itu terdapat program lainnya bernama
STEM Brazil, ini merupakan program pengembangan keterampilan kognitif yang di luncurkan pada bulan Agustus 2009 di 3 sekolah menengah umum di Brazil. 129
Sistem pendidikan di Brazil terbagi ke dalam 5 tahapan utama, yaitu:130
a. Educacao Infantil (Pre-school) untuk anak-anak rentang usia 2-5 tahun b. Ensino Fundamental I e II (Elementary) dari rentang usia 6 hingga 14 tahun c. Ensino Medio (Secondary) dari rentang usia 15 hingga 17 tahun
d. Ensino Tecnico (Technical-school) e. Ensino Superior (Higher-education)
2.5.2 Budaya
Di Brazil terdapat banyak makanan yang disukai dan banyak di minati oleh kebanyakan orang-orang di Amerika Serikat dan Eropa. Di kawasan perkotaan misalnya, makanan-makanan
125 Op. cit Education System Brazil. Halaman 5 126 Loc. cit
127 Op. cit The Educational System of Brazil. Halaman 2 128 Loc. cit
129 Horta, Dr Hugo. 2012. Educationin Brazil: Access, quality and STEM. Halaman 14. Di akses dari http://www.acola.org.au/PDF/SAF02Consultants/Consultant%20Report%20-%20Brazil.pdf
junkfood telah berkembang semaking pesat, seperti: McDonalds, Starbucks, Burger King, dan lain sebagainya. Makanan tradisional Brazil sendiri juga tidak kalah beragam dan menarik. Salah satu kuliner yang populer di seluruh Brazil adalah olahan kacang rebus dengan nasi di tambah dengan berbagai lauk lain seperti daging atau ikan.131 Selain itu juga terdapat jenis kuliner
lainnya, antara lain: di kawasan utara terkenal dengan Tacaca yang merupakan olahan sup dari daerah Amazon dengan perpaduan udang dan paprika kuning.132 Di sebelah timur laut terdapat
Vatapa with Acaraje adalah campuran dari roti, udang, santan, minyak kelapa, dan kacang tumbuk dan di makan dengan pangsit kacang. Di kawasan tenggara Brazil ada hidangan
Feijoada and Caipirinha yang merupakan perpaduan antara daging sapi dan babi yang di campur dengan kacang lalu di rebus.133 Terakhir, di sebelah selatan terkenal dengan Churrasco adalah
olahan dari daging sapi yang di panggang dan di sajikan khusus ketika mengunjungi rumah kerabat dekat.134
Tidak hanya terkenal dengan kulinernya, Brazil juga sangat terkenal dengan sepak bolanya di mata dunia. Sepak bola memang merupakan olahraga yang paling populer di Brazil. Dari sudut pandang sejarah, tim sepak bola nasional Brazil selalu berada di peringkat tinggi FIFA. Brazil sendiri telah memenangkan Piala Dunia selama 5 kali, yaitu pada tahun 1958, 1962, 1970, 1994, dan 2002 dan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2014 serta tuan rumah Olimpiade di Rio de Janeiro.135 Brazil pun telah mencetak banyak pesepak bola handal dan bermain di
klub-klub ternama dunia. Olahraga lain yang juga banyak di minati oleh penduduk Brazil adalah basket, voli, tenis, dan berenang. Sementara olahraga yang paling populer dimainkan di sekolah-sekolah adalah olahraga handball. 136
Perkembangan musik di Brazil dapat di katakan cukup pesat. Banyak penyanyi-penyanyi populer dunia yang berasal dari Brazil, seperti: Madonna, Amy Winehouse, Beyonce, Shakira, dan Ricky Martin.137 Brazil juga memiliki bentuk-bentuk musik khas dari negara ini dan yang
paling terkenal adalah bossa nova dan samba.138 Kebanyakan orang menilai bossa nova hampir
sama dengan samba tetapi pada kenyataannya telah ada sejak tahun 1950-an. Versi pertama dari
131 Op. cit Meet The People. Halaman 6 132 Ibid halaman 7
133 Loc. cit 134 Loc. cit
135 Ibid halaman 8 136 Loc. cit
bossa nova muncul dari Rio de Janeiro yang kemudian dengan cepat menjadi populer di seluruh Brazil bahkan negara lain.139 Beberapa idola genre musik ini adalah Astrud Gilberto, Carlos Lyra,
dan Antonio Carlos Jobim yang di tahun 1960 telah berhasil melakukan tur ke Amerika Serikat.140 Bentuk musik populer lainnya adalah samba. Samba merupakan gabungan dari musik
dan tarian khusus khas Brazil. Tarian Brazil memiliki langkah-langkan dan gerakan yang cepat. Samba selalu di tampilkan pada karnaval tahunan di Brazil. Karnaval juga merupakan budaya Brazil yang selalu di selenggarakan di berbagai wilayah dan yang terbesar ada di Rio de Janeiro.141 Karnaval tersebut berlangsung selama 4 hari dan berhasil menarik ribuan wisatawan
baik domestik maupun asing.
2.6 Challenge and Opportunity 2.6.1 Challenge
1. Masih ada gap dalam perkembangan ras-ras di Brazil.142
2. Meskipun konstitusi 1988 muncul sebagai perlawanan terhadap rezim militer sebelumnya dan bertujuan untuk mengurangi peran pemimpin yang sangat tinggi tetapi pada kenyataannya kekuasaan eksekutif masih sangat kuat dalam proses pembuatan kebijakan di bandingkan dengan kuasa legislative.143
3. Korupsi. Banyaknya cadangan sumber daya alam yang dimiliki Brazil yang berpotensi
akan meraup keuntungan besar justru seringkali digunakan untuk melakukan praktik korupsi karena tergiur. Seperti, Petrobras, perusahaan minyak milik negara dikabarkan di dalam terdapat praktik Korupsi.144
4. Utang. Brazil yang masih sering terikat utang dengan negara atau Lembaga Internasional lainnya seperti IMF atau World Bank.145
139 Loc. cit 140 Loc. cit 141 Loc. cit
142 Racial Classifications in Latin America. Di akses dari http://www.zonalatina.com/Zldata55.htm
143 Alston, Lee. J, Marcus André Melo , Bernardo Mueller, Carlos Pereira. 2004. Political Institutions, Policymaking Processes and Policy Outcomes in Brazil. Di akses dari http://www.iadb.org/res/laresnetwork/files/pr225proposal.pdf
144
5. Krisis Politik. Brazil seringkali terjadi kudeta militer terhadap pemimpin negaranya, dikhawatirkan intensitas terjadinya kudeta militer yang banyak mengakibatkan akan sering terjadi pula krisis politik atau kekosongan pemimpin yang dialami oleh Brazil.146
6. Resesi Ekonomi. Krisis Ekonomi berkepanjangan yang terjadi di Brazil terjadi kelesuan ekonomi karena tidak mendapatkan alternative solusi yang bisa mengeluarkan Brazil dari Krisis Ekonomi tersebut.147
7. Tingginya kriminalitas yang terjadi di Brazil karena populasi penduduk yang semakin meningkat dan berusaha untuk bertahan hidup dengan berbagai cara.148
2.6.2 Opportunity
1. Kebudayaan khas yang ada di Brazil dan berbagai acara unik, seperti Karnaval tahunan di Rio de Janeiro apabila semakin di kelola dengan baik dan terstruktur maka bisa menjadi salah satu bentuk soft power Brazil.
2. Dari segi Ekonomi Brazil berhasil melakukan diversifikasi ekonomi tidak hanya di bidang industri tetapi juga di bidang jasa dengan sama baiknya. Selama awal dekade 1990an, sektor perbankan mencapai 16 persen dari GDP. Sektor finansial ini mendukung industrialisasi Brazil. Bursa saham di Sao Paulo dan Rio de Janeiro sebagai tempat untuk melakukan privatisasi. Selain itu, selama pemerintahan Lula, perdagangan Brazil meningkat secara dramatis. Merubah angka-angka defisit menjadi surplus sejak 2003. Pada 2004 surplus mencapai 29 milyar dolar Amerika Serikat karena peningkatan substansial pada permintaan dunia atas produk Brazil (terutama datang dari China).149
3. Brazil memiliki banyak resources yang berlimpah. Pertama, cadangan mineral yang besar berupa bijih besi, termasuk tembaga dan emas. Sumberdaya mineral terutama penting untuk ekspor dan sebagai material untuk industri. Yang paling penting adalah bijih besi, emas, tembaga, seng, bauksit, mangan, dan timah. Sedangkan materi non metalnya adalah semen,
146 S, Bambang. 2015. “Krisis Politik Membuat Ekonomi Brazil Tersendat”. Diakses melalui
http://analisadaily.com/ekonomi-internasional/news/krisis-politik-membuat-ekonomi-brazil-tersendat/162110/2015/08/19 pada tanggal 19 November 2015
147 Gallas, Daniel. 2015. “Brazil’s Economy Enters Recession”. Diakses melalui
http://www.bbc.com/news/business-34088144 pada tanggal 19 November 2015 148 Bruha, Patrick. 2014. “Crime Rate in Brazilian Cities”. Diakses melalui
http://thebrazilbusiness.com/article/crime-rate-in-brazilian-cities pada tanggal 19 November 2015
149 Trading Economics. 2015. “Brazil Balance of Trade”. Diakses melalui