BAB III
Metode Penelitian
3.1 Jenis Penelitian
Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang
bertujuan membuat gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai
fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antarfenomena yang diselidiki (Mohd Nazir
2011 : 54). Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran antara 2 variabel
independen yaitu penjualan tidak langsung (online) dan penjualan langsung (offline) terhadap satu variabel dependen yaitu minat beli.
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan pada usaha bersama Teaveeshop di Medan,
dilaksanakan sejak Maret 2015 sampai dengan Juli 2015.
3.3 Batasan Operasional
Menurut Sugiyono (2010:58) variabel penelitian adalah “suatu atribut,
sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi antara satu
dengan yang lainnya atau objek lainnya”.Variabel yang digunakan dalam
penelitian terbagi atas 2 bagian, yaitu :
1. Variabel bebas (Variabel Independen) adalah variabel yang
penyebab dari variabel lain. Variabel bebas dalam penelitian ini terdiri
dari Penjualan tidak langsung(online) (X1) dan penjualan langsung
(X2).
2. Variabel terikat (Variabel dependen),Variabel tidak bebas merupakan
variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya
variabel bebas. Variabel dependen dalam penelitian iniadalah minat
3.4 Definisi Operasional Varibel Penelitian
Tabel 3.1
Operasionalisasi Variabel
Variabel Definisi Dimensi Indikator Skala
ukur
kejelasan dan kelengkapan informasi yang diberikan seller
3. Konsumen mudah melakukan
Transaksi Belanja Online
4. Transparansi dalam Transaksi
Online
5. Memberi perhatian kepada
konsumen pasca pembelian
6. Pelayanan yang baik dari
perusahaan kepada Konsumen secara Online
1. Memudahkan Akses untuk
membeli Produk
2. Melayani konsumen dengan
baik saat melakukan Pembelian 3. Pemberian Informasi Produk
oleh Seller untuk memudahkan Kosumen dalam Berbelanja
4. Kemampuan Seller dalam
Meyakinkan Kualitas Produk
kepada Konsumen agar
konsumen tertarik membeli produk.
5. Program Promosi dari
Sumber: (Rhonda Abram 2008 : 216), Ferdinand (2002:129), Murti Sumarni (2003 : 321), diolah
3.5 Skala pengukuran variabel
Penelitian ini menggunakan skala Likert yang digunakan untuk mengukur
sifat, pendapat, dan persepsi seseorang ataupun kelompok tentang fenomena sosial
(Sugiono 2005:104).Responden memberikan tanggapan positif dan negatif atau
menyatakan persetujuan atau ketidaksetujuan dengan 5 skala angka yang
selanjutnya setiap jawaban diberi bobot sebagai berikut :
Tabel 3.2
Instrumen Skala Likert
NO Alternatif Jawaban Skor
1 Sangat Setuju (SS) 5
1. Konsumen ingin membeli
produk.
2. Konsumen mereferensikan
produk kepada Kerabat dan Teman-temannya
3. Konsumen memilih produk
Teavee Shop.
4. Konsumen Mencari Informasi mengenai produk Teavee Shop 5. Berkunjung ke penjual untuk
Melihat produk secara langsung atau membeli produk
Sumber : Sugiyono (2012:273)
3.6 Populasi dan Sampel
1. Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek
yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti
untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono,2005 : 90).
Populasi dalam penelitian ini tidak diketahui jumlahnya (Unidentified Population). Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang tinggal di kota Medan.
2. Sampel
Menurut Sugiyono (2010:118) sampel adalah bagian dari jumlah dan
karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.Pemilihan sampel dilakukan
dengan menggunakan metode Purposive Sampling, yaitu penentuan sampel berdasarkan jenis orang tertentu yang dapat memberikan informasi yang
diinginkan yang memenuhi beberapa kriteria yang ditentukan oleh peneliti
(Sekaran, 2006:136). Kriteria dalam penentuan sampel adalah pelanggan
Teaveeshop yang pernah membeli mininal satu kali, sampel adalah angggota
masyarakat kota Medan. Teaveeshop sendiri berdiri sejak akhir 2012, Teaveeshop
beroperasi selama kurang lebih 3 tahun. Teaveeshop tidak selalu rutin melakukan
penjualan langsung di tempat khalayak seperti di Lapangan Merdeka. Sampel
dalam penelitian ini tidak diketahui. Sampel untuk populasi yang tidak terbatas
atau tidak diketahui secara pasti jumlahnya dapat ditentukan dengan rumus
� = ∝ �
Keterangan:
n = Jumlah sampel
(Zα) = Nilai tabel Z berdasarkan tingkat signifikan tertentu (α)
Bila α = 0,05 Z 1,67
Bila α = 0,01 Z 1,96
p = Estimator proporsi populasi yang sesuai kriteria sampel
q = Proporsi populasi tidak sesuai kriteria sampel (1 – p)
d = Penyimpangan yang ditolerir
Berdasarkan pra survey yang dilakukan peneliti terhadap 30 orang masyarakat, ditemukan ada 5 orang yang berminat membeli produk Teaveeshop.
Sehingga dapat ditemukan estimasi proporsi populasi (p) sebesar 30% atau sama
dengan 0,30. Dengan demikian, jumlah sampel yang mewakili populasi dalam
penelitian ini adalah:
� = Z ∝ 2d p q2
� = , 9 2 ,, 2 ,9
� = , = � � ��
Maka sampel dalam penelitian ini adalah 35 Responden. Peneliti
menambahkan sampel sebanyak 5 orang sehingga menjadi 40 orang agar jumlah
sampel lebih genap.
1. Data primer
Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari responden pada
lokasi penelitian. Data primer diperoleh dengan memberikan kuesioner kepada
responden.
2. Data sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh tidak langsung dari lokasi
penelitian. Data sekunder diperoleh dari data-data penjualan, berkas-berkas atau
arsip usaha bersama Teaveeshop, jurnal, internet, buku dan lain-lain.
3.8 Metode Pengumpulan Data
Pengumpulan data dilakukan menggunakan beberapa metode, yaitu:
1. Kuesioner
Mengajukan pernyataan-pernyataan yang sudah dipersiapkan secara
tertulis dengan menyebarkan angket dan disertai dengan alternatif jawaban yang
akan diberikan kepada responden yang bersumber dari indicator-indikator
penelitian.
2. Studi dokumentasi atau kepustakaan
Membaca, mengambil sumber-sumber dari buku, jurnal, internet dan
referensi lainnya yang berhubungan dengan penelitian.
3.9 Uji validitas dan Realibilitas
Menurut Situmorang dan Lufti (2012:76), “validitas menunjukkan sejauh
mana suatu alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur”. Validitas adalah
tingkat keandalan dan kesahihan alat ukur yang digunakan. Intrumen dikatakan
valid berarti menunjukkan alat ukur yang dipergunakan untuk mendapatkan data
itu valid atau dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya di ukur
(Sugiyono, 2004:137).
Untuk mencari nilai validitas dari sebuah item kita akan mengkorelasikan
skor item tersebut dengan total skor item-item dari variabel tersebut. Apabila nilai
korelasi diatas 0,3 maka dikatakan item tersebut memberikan tingkat kevalidan
yang cukup, sebaliknya apabila nilai korelasi dibawah 0,3 maka dikatakan item
tersebut kurang valid. Reliabilitas menunjukkan akurasi dan konsistensi dari
pengukurannya. Dikatakan konsisten jika beberapa pengukuran terhadap subjek
yang sama diperoleh hasil yang tidak berbeda. Validitas dan realibilitas kuesioner
dalam penelitian ini menggunakan bantuan aplikasi software SPSS 17.0 for
Windows. Pengujian validitas dengan kriteria sebagai berikut:
1. Jika rhitung≥ rtabel peryataan dinyatakan valid dan
jika rhitung≤ rtabel pernyataan dinyatakan tidak valid.
2. rhitung dapat dilihat pada kolom corrected item-total correlation.
Nilai rtabel dengan ketentuan df = N-2 (30-2) = 28 dan tingkat signifikansi
sebesar 5% , maka angka yang diperoleh = 0,36.
Tabel 3.3 Uji Validitas
No. Pernyataan rhitung rtabel Keterangan
40 Per.III-7 0,628 0,361 Valid
Sumber: Hasil Penelitian 2015 (Data Diolah)
3.9.2 Uji Realibilitas
Menurut Sugiyono (2010:458), bahwa uji reliabilitas adalah sejauh mana
hasil pengukuran dengan menggunakan objek yang sama, akan menghasilkan data
yang sama. Bila suatu alat pengukur dipakai dua kali – untuk mengukur gejala
yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relatif konsisten, maka alat
pengukur tersebut reliabel. Setelah dapat nilai reliabilitas instrument (r hitung),
maka nilai tersebut dibandingkan dengan r tabel jumlah responden dengan taraf
nyata. . Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai
cronbach alpha> 0,80. Uji reliabilitas menggunakan software SPSS 17.0 for windows, dengan kriteria sebagai berikut:
1. Jika nilai rhitung > dari rtabel maka kuesioner penelitian dinyatakan
reliabel.
2. Jika nilai rhitung < dari rtabel maka kuesioner penelitian dinyatakan tidak
reliabel.
Tabel 3.4 Hasil Uji Realibiltas
38 Per.III-5 0,80 0,967 Reliabel
Sumber: Hasil Penelitan (Data Diolah, 2015)
Dari Tabel 3.4 dapat dilihat bahwa nilai Cronbach’s Alpha If Item Deleted
setiap butir instrumen pernyataan lebih besar dari 0,967 sehingga dapat
disimpulkan bahwa setiap butir instrumen dinyatakan reliabel. Realibilitas juga
dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 3.5 Uji Realibilitas
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
.968 48
Sumber: Hasil Penelitian 2015 (Data Diolah)
Pada 50 Pernyataan dengan tingkat signifikansi 5 % diketahui bahwa
koefisien Alpha (Cronbach’s Alba) adalah sebesar 0,968, ini berarti 0,968 > 0,80
sehingga dapat dinyatakan bahwa kuesioner tersebut reliabel dan dapat disebarkan
kepada responden untuk dijadikan sebagai instrumen penelitian.
Uji Validitas dan Realibilitas kuesioner dalam penelitian ini dilakukan
dan realibilitas dalam penelitian ini dilakukan pada usaha bersama Teaveeshop di
Medan.
3.10 Teknik Analisis Data
3.10.1 Metode Analisis Deskriptif
Menurut (Sugiyono, 2012:147) metode analisis deskriptif adalah “suatu
metode yang digunakan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan data yang
telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang
berlaku untuk umum atau generalisasi.” Data dikumpulkan, diklasifikasikan,
dianalisis, dan diinterpretasikan sehingga memberikan informasi dan gambaran
mengenai topik yang dibahas.
3.10.2 Metode Analisis Regresi Linear Berganda
Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda.Analisis ini
untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel
dependen apakah masing-masing variabel independen berhubungan positif atau
negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai
variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan.
Keterangan :
Y = Penjualan
a = Konstanta
X1 = Penjualan tidak langsung (online)
X2 = Penjualan langsung (Offline)
b1,b2 = Koefisien regresi dari setiap variabel independen
e = Standar Error
3.10.3 Uji Hipotesis
3.10.3.1 Uji Signifikan simultan (Uji F)
UjiFhitung dilakukan untuk mengetahui apakah secara serentak variabel
bebas mempunyai pengaruh positif signifikan atau tidak terhadap variabel terikat.
Model hipotesis yang digunakan dalam uji Fhitung ini adalah
H0: b1 = b2= 0 Penjualan tidak langsung (Online) (X1), Penjualan langsung
(Offline) (X2), secara bersama-sama tidak berpengaruh positif dan signifikan
terhadap Minat Beli.
H1 : b1 ≠ b2 ≠ 0 (Penjualan tidak langsung (Online) (X1), Penjualan
langsung (Online) (X2), secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan
terhadap minat beli.
Nilai Fhitung akan dibandingkan dengan nilai Ftabel. Kriteria pengambilan
keputusan yaitu:
1. H0 diterima jika � n < � el pada = 5%
2. H0 ditolak jika � n > � el pada = 5%
Uji thitung bertujuan untuk melihat secara parsial apakah ada pengaruh yang
signifikan dari variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Bentuk
pengujiannya yaitu:
Ho : b1 = 0 Penjualan tidak langsung (Online) (X1), Penjualan langsung
(Offline) (X2), secara parsial tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap
minat beli.
Ho : b1 ≠ 0 Penjualan tidak langsung (Online) (X1), Penjualan langsung
(Offline) (X2), secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat
beli).
Nilai thitung akan dibandingkan dengan nilai ttabel. Kriteria pengambilan
keputusan yaitu:
1. H0 diterima jika thitung < ttabel pada α = 5%
2. H0 ditolak jika thitung ≥ ttabel pada α = 5%
3.10.3.3 Uji Koefisien Determinasi (R2)
Identifikasi determinasi (R²) berfungsi untuk mengetahui signifikansi
variabel maka harus dicari koefisien determinasi (R²). Koefisien determinasi
menunjukkan besarnya kontribusi variabel independen terhadap variabel
dependen. Semakin besar nilai koefisien determinasi, maka semakin baik
kemampuan variabel independen menerangkan variabel dependen. Jika
determinasi (R²) semakin besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa
pengaruh variabel independen adalah besar terhadap variabel dependen. Hal ini
berarti, model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh
3.11 Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik digunakan untuk melihat atau menguji model yang
termasuk layak atau tidak layak digunakan dalam penelitian. Uji asumsi klasik
yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui distribusi sebuah data
mengikuti atau mendekati distribusi normal. Uji normalitas dilakukan dengan
menggunakan pendekatan kolmogrov smirnov. Dengan menggunakan tingkat signifikan 5% maka nilai Asymp.sig. (2-tailed) di atas nilai signifikan 5%, artinya variabel residual berdistribusi normal (Situmorang dan Lufti 2011 : 107 ).
2. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas varians variabel independen adalah konstanta untuk
setiap nilai tertentu variabel independen. Jika varians sama, dan ini yang
seharusnya terjadi maka dikatakan ada homoskedastisitas. Sedangkan varians
tidak sama dikatakan terjadi heteroskedastisitas. Heteroskedastisitas diuji dengan
menggunakan uji Glejser dengan pengambilan keputusan jika variabel independen signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen, maka ada indikasi
terjadinya heteroskedastisitas. Nilai probabilitas signifikannya diatas tingkat
kepercayaan 5%, maka dapat disimpulkan model regresi tidak mengarah adanya
3. Uji Multikolinieritas
Uji multikolinieritas artinya variabel independen yang satu dengan yang
lain dalam model regresi berganda tidak saling berhubungan secara sempurna.
Untuk mengetahui ada tidaknya gejala multikolinieritas dapat dilihat dari besarnya
Tolerance dan VIF (Variance Inflation Factor) melalui program SPSS. Tolerance
mengukur variabilitas variabel terpilih yang tidak dijelaskan oleh
variabelindependen lainnya. Nilai umum yang bisa dipakai adalah Tolerance > 0,1 atau VIF < 5, maka tidak terjadi multikolinieritas (Situmorang dan Lufti 2011 :
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Usaha
4.1.1 Profil Singkat Teaveeshop
Teaveeshop adalah sebuah usaha kecil yang resmi didirikan pada 1
Oktober 2012 di Jl. Candi Borobudur No.10 Medan. Teaveeshop merupakan
suatu bentuk usaha yang bergerak dalam bidang penjualan pakaian (konveksi).
Teaveeshop didirikan oleh 5 orang yang dahulu berasal dari sekolah yang sama.
Ide pendirian Teaveeshop disebabkan karena para pemilik ingin mencoba
beriwausaha dan memiliki penghasilan sendiri. Teaveeshop pada awal
pendiriannya hanya didirikan 4 orang saja. Kemudian seiring perkembangan,
bertambah 1 orang yang bergabung dengan Teaveeshop.
Pada awal pendirian, Teaveeshop melakukan penjualan produk-produk
pakaian secara online saja. Seiring berjalannya waktu, Teaveeshop melakukan penjualan secara langsung dengan mendirikan sebuah workshop (toko) yang beralamat di Jl. Candi Borobudur No. 10 Medan, dan melakukan penjualan
dengan cara terjun langsung ke tempat-tempat umum masyarakat, contohnya di
lapangan Merdeka kota Medan. Pada awal pendirian, Teaveeshop mengumpulkan
modal secara sukarela dari masing-masing anggota. Pada saat itu, Teaveeshop
masih melakukan penjualan secara online, sehingga modal yang dikumpulkan tidak terlalu besar.
Modal yang dimiliki pada awal pendirian Rp. 1.100.000 (Satu juta seratus
termasuk bentuk usaha milik bersama. Pada awal pendirian, Teaveeshop dimiliki
oleh Muhammad Helmy, Aliefya Hutomo, Muhammad Haikal, dan Harsya
Gusmanda. Kemudian pemilik bertambah dengan bergabungnya Muhammad Dian
Nuralam.
Teaveeshop tidak memiliki karyawan untuk mengurus toko. Pengelolaan
bisnis sepenuhnya dilakukan oleh para pemilik. Toko yang dimiliki Tevaeeshop
masih terkesan sederhana dan jauh dari standar toko-toko pada umumnya, toko
tersebut dulunya sebuah ruangan kecil (kamar) yang berada di lingkungan rumah
salah pemilik. Toko tersebut memiliki 2 buah manekin, 2 buah lemari dinding
untuk penyimpanan stok, 2 buah tiang gawang (tempat mnggantungkan produk),
kipas angin, hanger dan peralatan lain seperti meja, kursi dan lain lain. Teaveeshop menjual beberapa jenis pakaian, seperti Baju bola (jersey), celana, kaos kaki bola, jaket dengan merek Adidas dan Nike, jaket-jaket monza, berbagai
kaos seperti kaos warna, kaos polos, dan sebagainya. Teaveeshop juga
menyediakan layanan kaos sablon dan Print DTG (Direct to Garment).
Teaveeshop melayani pemesanan partai besar atau partai kecil untuk
masing-masing produk. Sistem penjualan secara online dilakukan dengan cara pemesanan melalui pre order. Masa pemesanan (pre order) dibuka mulai hari senin sampai dengan jumat, pada hari sabtu, pesanan konsumen dikumpulkan
serta diproses, Penjualan langsung yang dilakukan di tempat umum (Lapangan
4.1.2 Visi dan Misi
1. Visi
Menjadi salah satu perusahaan konveksi (pakaian) yang terkemuka dan
handal dalam menyediakan kebutuhan konsumen
2. Misi
Untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan, maka misi yang ingin
dicapai adalah:
A. Memberikan pelayanan yang baik pada konsumen dengan cara
merespon keluhan konsumen dengan baik, melayani konsumen dengan
ramah dan sopan, memberitahukan konsumen jika pengiriman barang
tertunda, memberikan penjelasan yang baik tentang produk dan
sebagainya dalam aktivitas penjualan.
B. Menjalin kerjasama atau integritas yang kuat diantara para pemilik,
supplier, dan reseller
C. Menjalankan kegiatan usaha yang mengutamakan kepuasan konsumen,
dan pemilik usaha.
4.1.3 Tujuan Kegiatan Usaha
Adapun tujuan kegiatan usaha adalah:
1. Mencari keuntungan/laba secara wajar dan berusaha meningkatkan laba
yang diperoleh demi kelangsungan hidup perusahaan, memberikan
kepuasan pada para pemilik dan perluasan usaha di masa mendatang.
2. Memberikan kepuasan kepada konsumen melalui pemenuhan kebutuhan
4.1.4 Jenis Produk
Teaveeshop memiliki pilihan produk pakaian mulai dari Jersey(Baju Bola) untuk pria dan wanita, Celana Bola, Kaos Kaki Bola, Jaket Bola, Jaket bermerek
Nike, Jaket bermerek Adidas, Jaket impor dengan harga murah (monza), Baju Kaos polos, Baju Kaos Sablon, Baju Kaos Print DTG (Direct to Garment) Teaveeshop menjual produk dengan metode pre-order dan metode penjualan langsung di toko maupun di tempat khalayak.
4.1.5 Sistem Pembayaran
Teaveeshopmenawarkan dua sistem pembayaran, yaitu sebagai berikut :
1. Bayar di Tempat (Cash on Delivery)
Bayar di Tempat merupakan layanan metode pembayaran di mana konsumen
dapat membayar barang yang dipesan kepada pemilik atau reseller disaat konsumen menerima barang pesanan mereka. Layanan Bayar di Tempat dapat
dilakukan di kota Medan yang berlokasi tidak terlalu jauh dari lokasi toko
Teaveeshop.
2. Bank Transfer
Teaveeshop menerima pembayaran melalui transfer uang tunai antarbank
Konsumen Teaveeshop dapat melakukan transfer uang tunai melalui bank dan
juga melalui ATM. Teaveeshop menerima transfer uang tunai melalui beberapa
4.1.6 Sistem Pengiriman Barang
Teaveeshop mengirimkan barang pesanan ke seluruh Indonesia.
Teaveeshop menggunakan layanan JNE untuk mengirimkan barang pesanan
konsumen. Masa pemesanan (pre order) dibuka mulai hari senin sampai dengan jumat, pada hari sabtu dikumpulkan pesanan konsumen serta diproses, Pengiriman
barang kurang lebih dilakukan dalam waktu 7 hari kerja yang dimulai pada hari
senin sampai dengan sabtu. Jika terdapat kerusakan atau ketidaksesuaian barang
pesanan, Teaveeshop memberikan waktu 7 hari kepada para pelanggan untuk
melakukan penukaran barang atau pengembalian uang. Pengembalian barang
dilakukan dengan menghubungi pihak Teaveeshop terlebih dahulu melalui
berbagai aplikasi dan sosial media seperti Blackberry Messenger, Path dan sebagainya dan nomor telpon seluler.
4.1.7 Struktur Organisasi
Organisasi dapat didefinisikan sebagai kesatuan yang terbentuk dari
hubungan-hubungan antar departemen. Organisasi dibentuk dari berbagi sumber
daya manusia (stakeholder) yang dimiliki perusahaan. Organisasi ada dalam suatu perusahaan dan digunakan untuk membantu perusahaan mencapai tujuan. agar
organisasi mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, organisasi harus
memiliki strategi yang dinamis mengikuti perkembangan zaman. salahs atu tujuan
organisasi adalah menghasilkan spesialisasi dari setiap tugas ataupun pekerjaan,
memperjelas tugas, wewenang dan tanggung jawab, mempermudah pelaksanaan
Teaveeshop adalah usaha/bisnis konveksi berskala kecil yang berbeda
dengan perusahaan berbadan hukum yang memiliki struktur organisasi yang jelas
dan terorganisir. Teaveeshop memiliki struktur organisasi yang tidak tertulis,
namun Teaveeshop memiliki pembagian kerja, wewenang, tugas dan tanggung
jawab yang jelas dan manajemen yang baik yang telah ditetapkan bersama oleh
para pemilik.
Teaveeeshop adalah usaha milik bersama, struktur organisasinya dibagi
berdasarkan tugas, tanggung jawab dan bidang produk, tanpa ada 1 pihak yang
dijadikan pemilik murni. Adapun tugas dan tanggung jawab masing-masing
bagian tugas yang telah ditetapkan Teaveeshop adalah :
1. Pimpinan (Manajer Umum)
Pimpinan diangkat berdasarkan kesepakatan para pemilik. Tugas,
tanggung jawab dan wewenang pimpinan adalah memimpin, mengatur berbagai
hal-hal yang menyangkut Teaveeshop secara keseluruhan, secara bersama-sama
ikut serta dalam menentukan strategi perusahaan, manajer umum sekaligus
menangani lini produk/pelayanan sablon.
2. Bagian Pemasaran
Mengelola berbagai program pemasaran produk, brand Teaveeshop dan sebagainya. Menangani lini produk pakaian olahraga (jersey, celana, kaos kaki bola, syal dsb)
Mengelola berbagai hal mengenai keuangan Teaveeshop (transfer ke
supplier, transfer masuk dari konsumen dsb), menangani lini produk kaos print
DTG
4. Bagian IT dan sosial media
Bertugas menangani berbagai sosial media yang dipakai Teaveeshop,
admin website dan blog.
4.2 Hasil Penelitian
4.2.1 Hasil Analisis Deskriptif
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Adapun
jumlah pernyataan seluruhnya adalah 50 pernyataan yang terdiri dari 17
pernyataan untuk variabel Penjualan Tidak Langsung (Online), 18 pernyataan untuk variabel Penjualan Langsung (Offline), dan 15 pernyataan untuk variabel Minat Beli. Sesuai dengan tujuan dari penelitian ini, untuk membuat
gambaran/deskripsi mengenai Penjualan Tidak Langsung (Online) dan Penjualan Langsung (Offline) yang dilakukan Teaveeshop pengaruhnya terhadap minat beli masyarakat (konsumen) di kota Medan. Sehingga diharapkan sebagai masukan
dan dapat bermanfaat bagi pemilik usaha untuk melakukan perbaikan cara-cara
penjualan yang dilakukan demi mempertahankan konsumen yang ada dan menarik
konsumen baru.
4.2.1.1 Deskriptif Responden
Berikut ini adalah tabulasi mengenai karakteristik responden yang
Tabel 4.1
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Jumlah Presentase
Laki-Laki 22 55%
Perempuan 18 45%
T O T A L 40 100%
Sumber : Hasil Penelitian 2015 (Data Diolah)
Tabel 4.1 menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah Laki-laki
dengan presentase sebesar 55%, dan Wanita sebesar 45%.
Tabel 4.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Usia Responden Jumlah Presentase
Dibawah 20 Tahun 1 2,5%
20-30 Tahun 38 95%
31-40 Tahun 0 0%
41-50 Tahun 1 2,5%
Diatas 50 Tahun 0 0%
Total 40 100%
Sumber : Hasil Penelitian 2015 (Data Diolah)
Tabel 4.2 menunjukkan bahwa jumlah responden dibawah 20 tahun
sebanyak 1 orang atau sebesar 2,5 %, responden berusia 20-30 tahun sebanyak 38
orang atau sebesar 95%, responden berusia 41-50 tahun sebanyak 1 orang atau
sebesar 2,5 %, responden berusia 31-40 tahun sebanyak 0 responden atau 0% dan
responden berusia diatas 50 tahun juga 0 atau 0%. Hal ini dikarenakan
perkembangan dunia fashion daripada yang berusia kurang atau pun lebih dari 20-30 tahun.
Tabel 4.3
Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
Jenis Pekerjaan Jumlah Persentase
Pelajar/Mahasiswa 35 87,5%
Pegawai Negeri Sipil 0 0%
Pegawai Swasta 2 5%
Wiraswasta 2 5%
Lain-lain 1 2,5%
Total 40 100%
Sumber : Penelitian 2015 (Data Diolah)
Tabel 4.3 menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah
pelajar/mahasiswa sebanyak 35 orang atau sebesar 87,5%, pegawai negeri
sebanyak 0 responden atau sebesar 0%, pegawai swasta sebanyak 2 orang atau
sebesar 5%, wiraswasta sebanyak 2 orang atau sebesar 5%, dan lain-lain sebanyak
1 orang atau sebesar 1%. Hal ini dikarenakan pelajar/mahasiswa lebih cenderung
suka membeli produk pakaian yang harganya terjangkau, mudah dalam proses
pembelian.
Tabel 4.4
Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir
Pendidikan Terakhir Jumlah Persentase
SD 0 0%
SMP 1 2,5%
SMA/SMK 29 72,5%
D3 1 2,5%
S2 0 0%
S3 1 2,5%
Total 40 100%
Sumber: Hasil Penelitian, 2015 (data diolah)
Tabel 4.4 menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah tamatan
SMA/SMK sebanyak 29 orang atau sebesar 72,5%, S1/D4 sebanyak 1 orang atau
sebesar 2,5%, D3 sebanyak 1 orang atau sebesar 2,5%, SMP sebanyak 1 orang
atau sebesar 2,5% dan S3 sebanyak 1 orang atau sebesar 2,5%. Hal ini
dikarenakan tamatan SMA/SMK adalah Pelajar/Mahasiswa dan Pekerja yang
masih memperhatikan penampilan atau gaya berpakaian serta mengikuti
perkembangan dunia fashion.
4.2.1.2 Deskriptif Variabel
Deskriptif persentase hasil penelitian setiap variabel dengan tanggapan
responden sebagai berikut:
Tabel 4.5
9 0 0 1 2,5 2 5 30 75 7 17,5 40 100 1,63
Sumber: Hasil Penelitian, 2015 (data diolah)
Pada Tabel 4.5 dapat diketahui bahwa:
1. Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 12,5% responden
menyatakan sangat setuju bahwa Program promosi Teaveeshop member
secara online berupa diskon 10% memberi keuntungan bagi mereka, 62,5% menyatakan setuju, 15% menyatakan kurang setuju, 10%
menyatakan tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat tidak
setuju dengan pernyataan tersebut.
2. Pada pernyataan kedua, dari 40 responden, sebanyak 10% responden
menyatakan sangat setuju bahwa Program promosi quiz secara online
yang diadakan Teaveeshop memberi keuntungan mereka, 72,5%
menyatakan setuju, 12,5% menyatakan kurang setuju, 5% menyatakan
tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan
pernyataan tersebut.
3. Pada pernyataan ketiga, dari 40 responden, sebanyak 37,5% responden
dapat potongan harga Rp. 5000 memberi keuntungan bagi mereka, 50%
menyatakan setuju, 12,5% menyatakan kurang setuju, 0% menyatakan
tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan
pernyataan tersebut.
4. Pada pernyataan keempat, dari 40 responden, sebanyak 15% responden
menyatakan sangat setuju bahwa mudah mendapatkan berbagai informasi
harga produk dari website atau blog Teaveeshop, 70% menyatakan setuju, 15% menyatakan kurang setuju, 0% menyatakan tidak setuju, dan
0% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan
tersebut.
5. Pada pernyataan kelima, dari 40 responden, sebanyak 10% responden
menyatakan sangat setuju bahwa mendapatkan berbagai informasi
tentang bahan produk yang jelas dan lengkap dari Blackberry Messenger, Line, Instagram, Twitter Teaveeshop, 72,5% menyatakan setuju, 15% menyatakan kurang setuju, 2,5% menyatakan tidak setuju,
dan 0% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan
tersebut.
6. Pada pernyataan keenam, dari 40 responden, sebanyak 25% responden
menyatakan sangat setuju bahwa mendapatkan informasi yang jelas dan
lengkap tentang kualitas produk, jenis produk, sistem pembayaran dari
Website/Blog/Blackberry Messenger, 57,5% menyatakan setuju, 17,5% menyatakan kurang setuju, 0% menyatakan tidak setuju, dan 0%
7. Pada pernyataan ketujuh, dari 40 responden, sebanyak 30% responden
menyatakan sangat setuju bahwa mudah memesan produk Teaveeshop
melalui contact person,sosial media yang tersedia, 57,5% menyatakan setuju, 7,5% menyatakan kurang setuju, 5% menyatakan tidak setuju, dan
0% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan
tersebut.
8. Pada pernyataan kedelapan, dari 40 responden, sebanyak 7,5% responden
menyatakan sangat setuju bahwa Transaksi belanja (pembayaran) online
dari Teaveeshop melalui transfer rekening mudah dilakukan, 70%
menyatakan setuju, 20% menyatakan kurang setuju, 0% menyatakan
tidak setuju, dan 2,5% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan
pernyataan tersebut.
9. Pada pernyataan kesembilan, dari 40 responden, sebanyak 17,5%
responden menyatakan sangat setuju bahwa Proses pengiriman barang
dari penjualan online Teaveeshop tidak memakan waktu lama dan tidak berbelit belit, 75% menyatakan setuju, 5% menyatakan kurang setuju,
2,5% menyatakan tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat
tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
10. Pada pernyataan kesepuluh, dari 40 responden, sebanyak 22,5%
responden menyatakan sangat setuju bahwa Teaveeshop memberitahukan
kepada mereka jika barang sedang di perjalanan/telah dikirim ke tempat
setuju, 5% menyatakan tidak setuju, dan 0% responden menyatakan
sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
11. Pada pernyataan kesebelas, dari 40 responden, sebanyak 20%
responden menyatakan sangat setuju bahwa Teaveeshop mengkonfirmasi
jika transfer pembayaran pembelian online telah masuk ke rekening Teaveeshop dari konsumen, 60% menyatakan setuju, 15% menyatakan
kurang setuju, 5% menyatakan tidak setuju, dan 0% responden
menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
12. Pada pernyataan keduabelas, dari 40 responden, sebanyak 17,5%
responden menyatakan sangat setuju Teaveeshop memberitahukan jika
pengiriman barang pembelian online mengalami gangguan, 75% menyatakan setuju, 7,5% menyatakan kurang setuju, % menyatakan tidak
setuju, dan % responden menyatakan sangat tidak setuju dengan
pernyataan tersebut.
13. Pada pernyataan ketigabelas, dari 40 responden, sebanyak 15%
responden menyatakan sangat setuju Teaveeshop meminta tanggapan
dari konsumen mengenai produk yang dibeli dalam bentuk testimonial,
65% menyatakan setuju, 17,5% menyatakan kurang setuju, 2,5%
menyatakan tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat tidak
setuju dengan pernyataan tersebut.
14. Pada pernyataan keempat belas, dari 40 responden, sebanyak
22,5% responden menyatakan sangat setuju Teaveeshop segera
produk, 50% menyatakan setuju, 27,5% menyatakan kurang setuju, 0%
menyatakan tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat tidak
setuju dengan pernyataan tersebut.
15. Pada pernyataan kelima belas, dari 40 responden, sebanyak 30%
responden menyatakan sangat setuju Pemilik memberikan garansi produk
yang dibeli, jika produk cacat, maka produk dapat dikembalikan, 60%
menyatakan setuju, 7,5% menyatakan kurang setuju, 0% menyatakan
tidak setuju, dan 2,5% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan
pernyataan tersebut.
16. Pada pernyataan keenam belas, dari 40 responden, sebanyak 22,5%
responden menyatakan sangat Pelayanan yang mereka terima dari
Teaveeshop secara online sesuai dengan harapan mereka, 65% menyatakan setuju, 7,5% menyatakan kurang setuju, 5% menyatakan
tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan
pernyataan tersebut
17. Pada pernyataan ketujuh belas, dari 40 responden, sebanyak 17,5%
responden menyatakan sangat setuju Pemilik Teaveeshop cepat
merespon, proaktif ketika saya mencari informasi secara online dari
Blackberry Messenger, Twitter dsb, 75% menyatakan setuju, 5% menyatakan kurang setuju, 2,5% menyatakan tidak setuju, dan %
responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
18. Pada pernyataan kedelapan belas, dari 40 responden, sebanyak
pertanyaan-pertanyaan saya tentang produk, pengiriman dsb dengan
jelas, tepat dan menggunakan bahasa yang sopan dari contact person dan aplikasi chatting (line dsb), 65% menyatakan setuju, 15% menyatakan kurang setuju, 0% menyatakan tidak setuju, dan 0% responden
menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
Tabel 4.6
Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Penjualan Langsung No.
Sumber: Hasil Penelitian, 2015 (data diolah)
Pada Tabel 4.6 dapat diketahui bahwa:
1. Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 12,5%
responden menyatakan sangat setuju bahwa responden mudah
toko, 72,5% menyatakan setuju, 12,5% menyatakan kurang setuju,
2,5% menyatakan tidak setuju, dan % responden menyatakan sangat
tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
2. Pada pernyataan kedua, dari 40 responden, sebanyak 12,5% responden
menyatakan sangat setuju bahwa Toko Teaveeshop terletak di lokasi
yang strategis di kota Medan, 57,5% menyatakan setuju, 25%
menyatakan kurang setuju, 2,5% menyatakan tidak setuju, dan 2,5%
responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
3. Pada pernyataan ketiga, dari 40 responden, sebanyak 17,5% responden
menyatakan sangat setuju bahwa Lokasi atau jalan menuju toko atau
tempat Teaveeshop berjualan banyak dilalui kendaraan, 62,5%
menyatakan setuju, 17,5% menyatakan kurang setuju, 2,5% menyatakan
tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan
pernyataan tersebut.
4. Pada pernyataan keempat, dari 40 responden, sebanyak 25% responden
menyatakan sangat setuju bahwa Para pemilik Teaveeshop melayani
mereka dengan sopan dan teliti dalam mencari produk yang diinginkan
konsumen dan memberikan harga, 60% menyatakan setuju, 12,5%
menyatakan kurang setuju, 2,5% menyatakan tidak setuju, dan 0%
responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
5. Pada pernyataan kelima, dari 40 responden, sebanyak 32,5% responden
menyatakan sangat setuju bahwa Pelayanan yang mereka terima dari para
keinginan/harapan, 60% menyatakan setuju, 5% menyatakan kurang
setuju, 2,5% menyatakan tidak setuju, dan 0% responden menyatakan
sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.
6. Pada pernyataan keenam, dari 40 responden, sebanyak 17,5% responden
menyatakan sangat setuju bahwa Para pemilik Teaveeshop langsung
merespon ketika mereka datang dan menanyakan dengan ramah produk
apa yang ingin mereka cari, 60% menyatakan setuju, 17,5% menyatakan
kurang setuju, 5% menyatakan tidak setuju, dan 0% responden
menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut
7. Pada pernyataan kelima, dari 40 responden, sebanyak 20% responden
menyatakan sangat setuju bahwa Informasi tentang bahan produk cukup
jelas dan lengkap, 72,5% menyatakan setuju, 5% menyatakan kurang
setuju, 2,5% menyatakan tidak setuju, dan 0% responden menyatakan
sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut
8. Pada pernyataan kelima, dari 40 responden, sebanyak 25% responden
menyatakan sangat setuju bahwa informasi tentang sistem pembayaran
yang disampaikan pemilik cukup jelas, 65% menyatakan setuju, 7,5%
menyatakan kurang setuju, 2,5% menyatakan tidak setuju, dan 0%
responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut
9. Pada pernyataan kelima, dari 40 responden, sebanyak 22,5% responden
menyatakan sangat setuju bahwa Informasi tentang program promosi
setuju, 2,5% menyatakan kurang setuju, 2,5% menyatakan tidak setuju,
dan 0% responden menyatakan sangat tidak setuju.
10. Pada pernyataan kelima, dari 40 responden, sebanyak 12,5% responden
menyatakan sangat setuju Pemilik Teaveeshop menjelaskan cara
perawatan produk dan jenis bahan produk sehingga responden mengerti,
72,5% menyatakan setuju, 15% menyatakan kurang setuju, 0%
menyatakan tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat tidak
setuju.
11. Pada pernyataan kelima, dari 40 responden, sebanyak 20% responden
menyatakan sangat setuju bahwa Pemilik Teaveeshop menjelaskan cara
pemakaian produk dan membolehkan konsumen mencoba produk sebelum
membeli , 65% menyatakan setuju, 15% menyatakan kurang setuju, 0%
menyatakan tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat tidak
setuju.
12. Pada pernyataan kelima, dari 40 responden, sebanyak 17,5% responden
menyatakan sangat setuju bahwa Pemilik Teaveeshop menjelaskan daya
tahan produk dan cara pencucian produk dengan cara yang benar, 60%
menyatakan setuju, 17,5% menyatakan kurang setuju, 5% menyatakan
tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat tidak setuju.
13. Pada pernyataan kelima, dari 40 responden, sebanyak 15% responden
menyatakan sangat setuju bahwa responden Program promosi beli 3
menyatakan setuju, 12,5% menyatakan kurang setuju, 2,5% menyatakan
tidak setuju, dan 5% responden menyatakan sangat tidak setuju.
14.Pada pernyataan kelima, dari 40 responden, sebanyak 12,5% responden
menyatakan sangat setuju bahwa program cuci gudang memberi
keuntungan bagi mereka, 65% menyatakan setuju, 12,5% menyatakan
kurang setuju, 5% menyatakan tidak setuju, dan 5% responden
menyatakan sangat tidak setuju.
15. Pada pernyataan kelima, dari 40 responden, sebanyak 20% responden
menyatakan sangat setuju bahwa responden program promosi member card memberi keuntungan bagi mereka, 42,5% menyatakan setuju, 27,5% menyatakan kurang setuju, 7,5% menyatakan tidak setuju, dan 2,5%
responden menyatakan sangat tidak setuju.
Tabel 4.7
13 0 0 4 10 8 20 21 52,5 7 17,5 40 100 1,51
14 2 5 1 2,5 5 12,5 25 62,5 7 17,5 40 100 1,54
15 1 2,5 1 2,5 7 17,5 25 62,5 6 15 40 100 1,54
Sumber: Hasil Penelitian, 2015 (data diolah)
Berdasarkan Tabel 4.7 dapat diketahui bahwa:
1. Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 12,5%
responden menyatakan sangat setuju bahwa responden membeli
produk-produk Teaveeshop karena harga produk sesuai keinginan
responden, 50% menyatakan setuju, 22,5% menyatakan kurang
setuju, 10% menyatakan tidak setuju, dan 5% responden menyatakan
sangat tidak setuju.
2. Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 20% responden
menyatakan sangat setuju bahwa responden membeli produk
Teaveeshop karena kualitasnya sesuai keinginan responden, 65%
menyatakan setuju, 7,5% menyatakan kurang setuju, 7,5% menyatakan
tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat tidak setuju.
3. Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 12,5%
responden menyatakan sangat setuju bahwa Teaveeshop memberikan
jaminan/garansi kualitas produk yang sesuai harapan responden,
52,5% menyatakan setuju, 27,5% menyatakan kurang setuju, 7,5%
menyatakan tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat tidak
setuju.
4. Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 12,5%
atau mereferensikan produk-produk Teaveeshop kepada teman-teman,
75% menyatakan setuju, 10% menyatakan kurang setuju, 2,5%
menyatakan tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat tidak
setuju.
5. Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 17,5%
responden menyatakan sangat setuju bahwa responden mereferensikan
produk Teaveeshop kepada keluarga, 60% menyatakan setuju, 20%
menyatakan kurang setuju, 0% menyatakan tidak setuju, dan 2,5%
responden menyatakan sangat tidak setuju.
6. Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 17,5%
responden menyatakan sangat setuju bahwa responden mereferensikan
produk Teaveeshop kepada rekan-rekan lain (rekan kerja dsb), 55%
menyatakan setuju, 22,5% menyatakan kurang setuju, 2,5%
menyatakan tidak setuju, dan 2,5% responden menyatakan sangat tidak
setuju.
7. Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 10% responden
menyatakan sangat setuju bahwa responden memilih produk-produk
Teaveeshop dibandingkan produk bisnis lain karena melihat
keunggulan produk Teaveeshop dibandingkan produk bisnis lain, 45%
menyatakan setuju, 27,5% menyatakan kurang setuju, 7,5%
menyatakan tidak setuju, dan 10% responden menyatakan sangat tidak
8. Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 5% responden
menyatakan sangat setuju bahwa responden lebih memilih produk
Teaveeshop dibandingkan produk merek lain karena harga produk
Teaveeshop sesuai budget, 50% menyatakan setuju, 27,5% menyatakan kurang setuju, 7,5% menyatakan tidak setuju, dan 10%
responden menyatakan sangat tidak setuju.
9. Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 12,5%
responden menyatakan sangat setuju bahwa responden memilih produk
Teaveeshop karena produk Teaveeshop lebih tahan lama, 42,5%
menyatakan setuju, 27,5% menyatakan kurang setuju, 15%
menyatakan tidak setuju, dan 2,5% responden menyatakan sangat tidak
setuju.
10.Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 17,5%
responden menyatakan sangat setuju bahwa responden mencari
informasi produk Teaveeshop dengan bertanya kepada
rekan/teman/saudara yang telah menggunakannya, 42,5% menyatakan
setuju, 30% menyatakan kurang setuju, 7,5% menyatakan tidak setuju,
dan 2,5% responden menyatakan sangat tidak setuju.
11.Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 20% responden
menyatakan sangat setuju bahwa responden mencari informasi produk
yang lengkap dan detil terlebih dahulu sebelum memutuskan membeli,
menyatakan tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat tidak
setuju.
12.Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 10% responden
menyatakan sangat setuju bahwa responden mencari informasi produk
Teaveeshop dengan bertanya langsung kepada pemiliknya agar
informasi yang respomden dapatkan lebih lengkap, 70% menyatakan
setuju, 12,5% menyatakan kurang setuju, 2,5% menyatakan tidak
setuju, dan 5% responden menyatakan sangat tidak setuju.
13.Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 17,5%
responden menyatakan sangat setuju bahwa responden berkunjung ke
toko Teaveeshop atau lokasi berjualan diluar toko untuk mencari
produk yang responden inginkan, 52,5% menyatakan setuju, 20%
menyatakan kurang setuju, 10% menyatakan tidak setuju, dan 0%
responden menyatakan sangat tidak setuju.
14.Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 17,5%
responden menyatakan sangat setuju bahwa responden berkunjung ke
toko atau lokasi berjualan diluar toko dengan memberitahukan kepada
pemilik bahwa responden ingin datang, 62,5% menyatakan setuju,
12,5% menyatakan kurang setuju, 2,5% menyatakan tidak setuju, dan
5% responden menyatakan sangat tidak setuju.
15.Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 15% responden
menyatakan sangat setuju bahwa responden berkunjung ke toko atau
membeli (butuh), 62,5% menyatakan setuju, 17,5% menyatakan
kurang setuju, 2,5% menyatakan tidak setuju, dan 2,5% responden
menyatakan sangat tidak setuju.
4.3 Uji Asumsi Klasik
Uji Asumsi Klasik yang digunakan untuk memenuhi asumsi regresi yang
diisyaratkan sehingga sebaran data tidak bias. Dalam penelitian ini asumsi-asumsi
yang harus dipenuhi meliputi Uji Normalitas Data, Uji Heterokedastisitas, dan Uji
Multikolinearitas.
4.3.1 Uji Normalitas Data
Uji normalitas digunakan untuk mendeteksi sebaran data berdistribusi
normal atau tidak. Data yang baik adalah data yang memiliki sebaran distribusi
yang normal. Uji normalitas yang dilakukan meliputi uji normalitas dengan
pendekatan histogram dan grafik.
A.Pendekatan Histogram
Gambar 4.1 Histogram
Uji Normalitas Data dengan pendekatan histogram diatas menunjukkan
bahwa model regresi yang digunakan telah berdistribusi normal, hal ini dapat
dilihat dari garis histogram tidak terlalu menceng ke kiri atau ke kanan, sehingga
penyebaran datanya telah berdistribusi secara normal.
B. Pendekatan Grafik
Pendekatan lainnya yang digunakan untuk menguji normalitas data adalah
Pendekatan Grafik. Pendekatan Grafik yang digunakan adalah Normality Probability Plot. Berikut adalah hasil Uji Normalitas Data dengan pendekatan Grafik (Normality Probability Plot).
Gambar 4.2 Grafik Normality Probability Plot
Berdasarkan hasil Uji Normalitas dengan pendekatan grafik diatas, dapat
diketahui bahwa data memiliki distribusi atau penyebaran yang normal, hal ini
dapat dilihat dari penyebaran titik berada disekitar sumbu diagonal dari grafik.
C. Pendekatan Kolmogorov-Smirnov
Tabel 4.8
Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized
Residual
N 40
Normal Parametersa,,b Mean .0000000
Std. Deviation 5.63171561
Most Extreme Differences Absolute .142
Positive .105
Negative -.142
Kolmogorov-Smirnov Z .900
Asymp. Sig. (2-tailed) .393
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Sumber : Pengolahan Data Primer (2015)
Berdasarkan pendekatan Kolmogorov-Smirnov pada Tabel 4.8 terlihat
1,97 yang artinya tidak ada perbedaan antara distribusi teoritik dan distribusi
empiris atau dengan kata lain data dikatakan normal.
4.3.2 Uji Heteroskedastisitas
A. Pendekatan Grafik (Scatter Plot)
Untuk melihat ada tidaknya Heteroskedastisitas pada model yang
digunakan, dilakukan dengan Uji Heteroskedastisitas (Scatter Plot). Berikut hasil Uji Heteroskedastisitas dengan Scatter Plot.
Gambar 4.5 Grafik Scatter Plot Uji Heteroskedastisitas
Berdasarkan Hasil Uji Heteroskedastisitas diatas, diketahui bahwa titik –
titik penyebaran pada Scatter Plot tidak menunjukkan pola tertentu dan penyebarannya berada di atas dan di bawah angka nol, sehingga model regresi
yang digunakan tidak mengalami Heteroskedastisitas
B. Pendekatan Statistik (Uji Glejser)
Tabel 4.9
Sumber: Pengolahan Data Primer (2015)
Berdasarkan tabel 4.9 koefisien variabel Penjualan tidak langsung (Online
(X1) adalah 0,53 dengan tingkat signifikansi 0,763 > 0,05, koefisien variabel
Penjualan Langsung (X2) sebesar -0,100 dengan tingkat signifikansi sebesar
0,494 > 0,05. Dengan demikian, tidak ada variabel independen yang signifikan
secara statistik maka dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengarah
adanya heteroskedastisitas.
Uji Multikolinearitas pada penelitian ini digunakan untuk melihat ada
tidaknya gejala multikolinearitas antar variabel independen.
Pada Tabel 4.9 berikut dapat dilihat hasil Uji Multikolinearitas dengan
melihat nilai Tolerance dan nilai VIF
Tabel 4. 10 Hasil Uji Multikolinearitas Dengan Melihat Nilai Tolerance Dan
VIF
Sumber: Pengolahan Data Primer (2015)
Pada Tabel 4.10 menunjukkan bahwa nilai tolerance variabel Penjualan Tidak Langsung (X1) adalah sebesar 0,520 dengan nilai VIF sebesar 1,923, nilai tolerance variabel Penjualan Langsung (X2) sebesar 0,520 dengan nilai VIF
sebesar 1,923. Sehingga nilai tersebut telah sesuai dengan kriteria pengambilan
keputusan dimana nilai tolerance >0,1 nilai VIF <5. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data terbebas dari multikolinearitas.
Analisis Regresi Linear Berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh
Variabel Penjualan Tidak Langsung (X1) dan Variabel Penjualan Langsung (X2)
terhadap Variabel Minat Beli (Y).
Tabel 4.11
Sumber: Pengolahan Data Primer (2015)
Hasil analisis regresi linear berganda Tabel 4.11 diperoleh persamaan
sebagai berikut: Y= a + b1X1 + b2X2 +b3X3 + e
Y= -22.369 + 0.254 X1 + 0.852 X2+ e
Dimana:
Y: Minat Beli
X1: Penjualan Tidak Langsung (Online)
X2: Penjualan Langsung
e: standard error
1. Konstanta (a) = -22,369 menunjukkan nilai konstan, jika nilai
variabel bebas (Penjualan Tidak langsung, Penjualan Langsung) = 0 maka Minat
Beli (Y) akan sebesar -22,369
2. Koefisien regresi variabel Penjualan Tidak Langsung sebesar 0,254
menunjukkan bahwa variabel Penjualan Tidak Langsung berpengaruh positif
terhadap Minat Beli (Y). Dengan kata lain, jika Penjualan Tidak Langsung
ditingkatkan maka Minat Beli akan meningkat sebesar 0,254.
3. Koefisien regresi variabel Penjualan Langsung sebesar 0,852
menunjukkan bahwa variabel Penjualan Langsung berpengaruh positif terhadap
Minat Beli (Y). dengan kata lain, jika variabel Penjualan Langsung ditingkatkan
maka Minat Beli akan meningkat sebesar 0,852.
4.5 Uji Asumsi Klasik
4.5.1 Uji Signifikansi Simultan (Uji F)
Hasil Uji Simultan (Uji F) menunjukkan seberapa besar pengaruh Variabel
Penjualan Tidak Langsung (X1) dan Penjualan Langsung (X2) secara
bersama-sama atau serempak terhadap Variabel Minat Beli (Y).
Hasil Uji F dapat dilihat pada Tabel 4.12 berikut
Tabel 4.12
Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji F) ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 3205.502 2 1602.751 50.508 .000a
Residual 1174.098 37 31.732
Total 4379.600 39
a. Predictors: (Constant), Penjualan_Langsung, Penjualan_Tidak_Langsung
Sumber: Pengolahan Data Primer (2015)
Berdasarkan Tabel 4.12 diatas dapat diketahui bahwa nilai Fhitung adalah
sebesar 50,508 dan nilai Ftabel pada alpha 5% adalah 3,24 Dengan demikian nilai
Fhitung (50,508) > Ftabel (3,24), dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05
Dengan demikian secara bersama-sama atau simultan variabel Penjualan Tidak
Langsung (X1), variabel Penjualan Langsung (X2), berpengaruh positif dan
signifikan terhadap Minat Beli (Y). Dengan demikian maka Ha diterima dan H0
ditolak.
4.5.2 Uji Signifikansi Parsial (Uji t)
Hasil Uji Parsial (Uji t) menunjukkan seberapa besar pengaruh variabel
Penjualan Tidak Langsung (X1) dan Penjualan Langsung (X2) secara parsial atau
individual terhadap variabel Minat Beli (Y). Hasil Uji t dapat dilihat pada tabel
4.13 berikut:
Tabel 4.13
Hasil Uji Signifikansi Parsial (Uji t)
Sumber: Pengolahan Data Primer (2015)
Berdasarkan Tabel 4.13 Hasil Uji t diatas, diketahui bahwa
Coefficientsa
Penjualan_Tidak_Langsung .254 .147 .204 1.732 .092
Penjualan_Langsung .852 .143 .701 5.940 .000
1. Variabel Penjualan Tidak Langsung (X1) berpengaruh positif dan tidak
signifikan terhadap Minat Beli (Y), hal ini terlihat dari nilai thitung (1,732)
> ttabel (1,687), dengan tingkat signifikansi 0,092 > 0,05.
2. Variabel Penjualan Langsung (X2) berpengaruh positif dan signifikan
terhadap Minat Beli (Y), hal ini terlihat dari nilai thitung (5,940) > ttabel
(1,687), dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05.
4.5.3 Uji Koefisien Determinasi
Dalam penelitian ini dapat diketahui berapa besar kontribusi variabel
Penjualan Tidak Langsung (X1) dan variabel Penjualan Langsung (X2), terhadap
variabel Minat Beli (Y). Melalui koefisien determinasi (R²) seperti disajikan
pada Tabel 4.14 berikut:
Tabel 4.14
Uji Koefisien Determinasi
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the
Estimate
1 .856a .732 .717 5.633
a. Predictors: (Constant), Penjualan_Langsung, Penjualan_Tidak_Langsung
b. Dependent Variable: Minat_Beli
Sumber: Pengolahan Data Primer (2015)
Berdasarkan Hasil Uji Determinasi (R²) pada tabel 4.14 diketahui bahwa
variabel Penjualan Tidak Langsung (X1) dan variabel Penjualan Langsung (X2),
28,3% dijelaskan oleh faktor-faktor lain seperti harga, promosi/pemasaran, sosial
dan budaya, kepribadian, psikologis dan lain lain.
4.6 Pembahasan
4.6.1 Pengaruh Penjualan Tidak Langsung (Online) terhadap Minat Beli
Dari hasil Uji Signifikansi Parsial (Uji t) terlihat bahwa secara parsial
terdapat pengaruh yang positif dan tidak signifikan antara penjualan tidak
langsung (X1) dengan minat beli (Y) dengan tingkat signifikansi 0,092 > 0,05.
Berdasarkan kriteria hipotesis, jika nilai thitung > ttabel maka Ha diterima dan H0
ditolak. Hal ini menunjukkan penjualan tidak langsung (online) mempunyai pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap minat beli masyarakat kota Medan
terhadap Teaveeshop.
Teaveeshop adalah usaha yang belum dikenal masyarakat luas.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti pada Teaveeshop, promosi
menggunakan aplikasi Blackberry Messenger, website, blog, sosial media seperti
Instagram dan Path. Promosi yang dilakukan melalui sosial media juga tidak konsisten dan tidak rutin dilakukan. Penjualan yang dilakukan secara online
melalui berbagai sosial media dan aplikasi juga tidak up to date dilakukan. Penjualan melalui berbagai aplikasi dan sosial media kurang efektif untuk
menarik minat masyarakat untuk membeli secara aktual. Kebanyakan masyarakat
yang awam dan tidak mengenal Teaveeshop, hanya sekedar bertanya atau mencari
informasi saja. Minat masyarakat (konsumen) memang ada, tapi untuk melakukan
pembelian secara nyata tidak besar.
4.6.2 Pengaruh Penjualan Langsung terhadap Minat Beli
Dari hasil Uji Signifikansi Parsial (Uji t) terlihat bahwa secara parsial
(X1) terhadap Minat Beli (Y) dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05,
maka Ha diterima dan H0 ditolak.
Penjualan Langsung yang dilakukan Teaveeshop berdasarkan pengamatan
peneliti, lebih banyak menarik minat beli masyrakat, karena dengan berjualan
langsung di tempat khalayak misalnya di lapangan merdeka kota Medan,
masyarakat dapat melihat lebih dekat dan secara langsung berbagai produk yang
ditawarkan. Masyarakat juga dapat berinteraksi dengan para pemilik yang turun
langsung berjualan sehingga masyarakat dapat mengetahui lebih jelas berbagai
informasi (produk, harga, promosi dan lain-lain). Dengan berjualan langsung,
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dikemukakan, peneliti
menarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Hasil pengujian secara parsial (Uji t) menunjukkan bahwa Penjualan Tidak
Langsung (online) berpengaruh positiftapi tidak signifikanterhadap minat beli masyarakat (konsumen) Teaveeshop di kota Medan dengan tingkat
signifikansi 0,092
2. Hasil pengujian secara parsial (Uji F) menunjukkan bahwa Penjualan
Langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli
masyarakat (Konsumen) Teaveeshop di Kota Medan, dengan tingkat
signifikansi sebesar 0.000.
3. Hasil pengujian secara simultan (Uji F) menunjukkan bahwa Penjualan
atau serempak berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli
masyarakat (konsumen) Teaveeshop di Kota Medan.
5.2 Saran
1. Para pemilik usaha bersama Teaveeshop diharapkan lebih gencar
2. Para pemilik usaha bersama Teaveeshop diharapkan lebih meningkatkan
kepercayaan konsumen terutama mengenai kemanan bertransaksi dan
memberikan kepastian kepada pelanggan bahwa barang yang dijual sesuai
dengan barang yang diharapkan pelanggan serta menjaga agar barang yang
dipesan sampai ke tujuan dengan tepat waktu.
3. Para pemilik usaha bersama Teaveeshop diharapkan memperbaharui
infomasi yang diberikan agar pelanggan memperoleh informasi yang up to date (terkini) baik informasi mengenai produk yang ditawarkan, maupun informasi mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan belanja online
pada Teaveeshop sehingga informasi yang diberikan dapat dijadikan
referensi belanja bagi pelanggan.
4. Para pemilik Teaveeshop diharapkan melakukan penjualan langsung yang
lebih sering pada tempat umum masyarakat untuk meningkatkan minat
beli sekaligus mempromosikan Teaveeshop.
5. Bagi peneliti lanjutan diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan
referensi untuk penelitian yang sejenis serta diharapkan peneliti
selanjutnya menambah atau meneliti variabel lainnya yang kemungkinan