• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh penjualan tidak langsung (online) dan penjualan langsung (offline)terhadap Minat beli konsumen teaveeshop Di medan Chapter III V

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh penjualan tidak langsung (online) dan penjualan langsung (offline)terhadap Minat beli konsumen teaveeshop Di medan Chapter III V"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

Metode Penelitian

3.1 Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang

bertujuan membuat gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai

fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antarfenomena yang diselidiki (Mohd Nazir

2011 : 54). Penelitian ini bertujuan memberikan gambaran antara 2 variabel

independen yaitu penjualan tidak langsung (online) dan penjualan langsung (offline) terhadap satu variabel dependen yaitu minat beli.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan pada usaha bersama Teaveeshop di Medan,

dilaksanakan sejak Maret 2015 sampai dengan Juli 2015.

3.3 Batasan Operasional

Menurut Sugiyono (2010:58) variabel penelitian adalah “suatu atribut,

sifat atau nilai dari orang, objek atau kegiatan yang mempunyai variasi antara satu

dengan yang lainnya atau objek lainnya”.Variabel yang digunakan dalam

penelitian terbagi atas 2 bagian, yaitu :

1. Variabel bebas (Variabel Independen) adalah variabel yang

(2)

penyebab dari variabel lain. Variabel bebas dalam penelitian ini terdiri

dari Penjualan tidak langsung(online) (X1) dan penjualan langsung

(X2).

2. Variabel terikat (Variabel dependen),Variabel tidak bebas merupakan

variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya

variabel bebas. Variabel dependen dalam penelitian iniadalah minat

(3)

3.4 Definisi Operasional Varibel Penelitian

Tabel 3.1

Operasionalisasi Variabel

Variabel Definisi Dimensi Indikator Skala

ukur

kejelasan dan kelengkapan informasi yang diberikan seller

3. Konsumen mudah melakukan

Transaksi Belanja Online

4. Transparansi dalam Transaksi

Online

5. Memberi perhatian kepada

konsumen pasca pembelian

6. Pelayanan yang baik dari

perusahaan kepada Konsumen secara Online

1. Memudahkan Akses untuk

membeli Produk

2. Melayani konsumen dengan

baik saat melakukan Pembelian 3. Pemberian Informasi Produk

oleh Seller untuk memudahkan Kosumen dalam Berbelanja

4. Kemampuan Seller dalam

Meyakinkan Kualitas Produk

kepada Konsumen agar

konsumen tertarik membeli produk.

5. Program Promosi dari

(4)

Sumber: (Rhonda Abram 2008 : 216), Ferdinand (2002:129), Murti Sumarni (2003 : 321), diolah

3.5 Skala pengukuran variabel

Penelitian ini menggunakan skala Likert yang digunakan untuk mengukur

sifat, pendapat, dan persepsi seseorang ataupun kelompok tentang fenomena sosial

(Sugiono 2005:104).Responden memberikan tanggapan positif dan negatif atau

menyatakan persetujuan atau ketidaksetujuan dengan 5 skala angka yang

selanjutnya setiap jawaban diberi bobot sebagai berikut :

Tabel 3.2

Instrumen Skala Likert

NO Alternatif Jawaban Skor

1 Sangat Setuju (SS) 5

1. Konsumen ingin membeli

produk.

2. Konsumen mereferensikan

produk kepada Kerabat dan Teman-temannya

3. Konsumen memilih produk

Teavee Shop.

4. Konsumen Mencari Informasi mengenai produk Teavee Shop 5. Berkunjung ke penjual untuk

Melihat produk secara langsung atau membeli produk

(5)

Sumber : Sugiyono (2012:273)

3.6 Populasi dan Sampel

1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek

yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti

untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono,2005 : 90).

Populasi dalam penelitian ini tidak diketahui jumlahnya (Unidentified Population). Populasi dalam penelitian ini adalah masyarakat yang tinggal di kota Medan.

2. Sampel

Menurut Sugiyono (2010:118) sampel adalah bagian dari jumlah dan

karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.Pemilihan sampel dilakukan

dengan menggunakan metode Purposive Sampling, yaitu penentuan sampel berdasarkan jenis orang tertentu yang dapat memberikan informasi yang

diinginkan yang memenuhi beberapa kriteria yang ditentukan oleh peneliti

(Sekaran, 2006:136). Kriteria dalam penentuan sampel adalah pelanggan

Teaveeshop yang pernah membeli mininal satu kali, sampel adalah angggota

masyarakat kota Medan. Teaveeshop sendiri berdiri sejak akhir 2012, Teaveeshop

beroperasi selama kurang lebih 3 tahun. Teaveeshop tidak selalu rutin melakukan

penjualan langsung di tempat khalayak seperti di Lapangan Merdeka. Sampel

dalam penelitian ini tidak diketahui. Sampel untuk populasi yang tidak terbatas

atau tidak diketahui secara pasti jumlahnya dapat ditentukan dengan rumus

(6)

� = ∝

Keterangan:

n = Jumlah sampel

(Zα) = Nilai tabel Z berdasarkan tingkat signifikan tertentu (α)

Bila α = 0,05 Z 1,67

Bila α = 0,01 Z 1,96

p = Estimator proporsi populasi yang sesuai kriteria sampel

q = Proporsi populasi tidak sesuai kriteria sampel (1 – p)

d = Penyimpangan yang ditolerir

Berdasarkan pra survey yang dilakukan peneliti terhadap 30 orang masyarakat, ditemukan ada 5 orang yang berminat membeli produk Teaveeshop.

Sehingga dapat ditemukan estimasi proporsi populasi (p) sebesar 30% atau sama

dengan 0,30. Dengan demikian, jumlah sampel yang mewakili populasi dalam

penelitian ini adalah:

� = Z ∝ 2d p q2

� = , 9 2 ,, 2 ,9

� = , = � � ��

Maka sampel dalam penelitian ini adalah 35 Responden. Peneliti

menambahkan sampel sebanyak 5 orang sehingga menjadi 40 orang agar jumlah

sampel lebih genap.

(7)

1. Data primer

Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari responden pada

lokasi penelitian. Data primer diperoleh dengan memberikan kuesioner kepada

responden.

2. Data sekunder

Data sekunder adalah data yang diperoleh tidak langsung dari lokasi

penelitian. Data sekunder diperoleh dari data-data penjualan, berkas-berkas atau

arsip usaha bersama Teaveeshop, jurnal, internet, buku dan lain-lain.

3.8 Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan menggunakan beberapa metode, yaitu:

1. Kuesioner

Mengajukan pernyataan-pernyataan yang sudah dipersiapkan secara

tertulis dengan menyebarkan angket dan disertai dengan alternatif jawaban yang

akan diberikan kepada responden yang bersumber dari indicator-indikator

penelitian.

2. Studi dokumentasi atau kepustakaan

Membaca, mengambil sumber-sumber dari buku, jurnal, internet dan

referensi lainnya yang berhubungan dengan penelitian.

3.9 Uji validitas dan Realibilitas

(8)

Menurut Situmorang dan Lufti (2012:76), “validitas menunjukkan sejauh

mana suatu alat pengukur itu mengukur apa yang ingin diukur”. Validitas adalah

tingkat keandalan dan kesahihan alat ukur yang digunakan. Intrumen dikatakan

valid berarti menunjukkan alat ukur yang dipergunakan untuk mendapatkan data

itu valid atau dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya di ukur

(Sugiyono, 2004:137).

Untuk mencari nilai validitas dari sebuah item kita akan mengkorelasikan

skor item tersebut dengan total skor item-item dari variabel tersebut. Apabila nilai

korelasi diatas 0,3 maka dikatakan item tersebut memberikan tingkat kevalidan

yang cukup, sebaliknya apabila nilai korelasi dibawah 0,3 maka dikatakan item

tersebut kurang valid. Reliabilitas menunjukkan akurasi dan konsistensi dari

pengukurannya. Dikatakan konsisten jika beberapa pengukuran terhadap subjek

yang sama diperoleh hasil yang tidak berbeda. Validitas dan realibilitas kuesioner

dalam penelitian ini menggunakan bantuan aplikasi software SPSS 17.0 for

Windows. Pengujian validitas dengan kriteria sebagai berikut:

1. Jika rhitung≥ rtabel peryataan dinyatakan valid dan

jika rhitung≤ rtabel pernyataan dinyatakan tidak valid.

2. rhitung dapat dilihat pada kolom corrected item-total correlation.

Nilai rtabel dengan ketentuan df = N-2 (30-2) = 28 dan tingkat signifikansi

sebesar 5% , maka angka yang diperoleh = 0,36.

Tabel 3.3 Uji Validitas

No. Pernyataan rhitung rtabel Keterangan

(9)
(10)

40 Per.III-7 0,628 0,361 Valid

Sumber: Hasil Penelitian 2015 (Data Diolah)

3.9.2 Uji Realibilitas

Menurut Sugiyono (2010:458), bahwa uji reliabilitas adalah sejauh mana

hasil pengukuran dengan menggunakan objek yang sama, akan menghasilkan data

yang sama. Bila suatu alat pengukur dipakai dua kali – untuk mengukur gejala

yang sama dan hasil pengukuran yang diperoleh relatif konsisten, maka alat

pengukur tersebut reliabel. Setelah dapat nilai reliabilitas instrument (r hitung),

maka nilai tersebut dibandingkan dengan r tabel jumlah responden dengan taraf

nyata. . Suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai

cronbach alpha> 0,80. Uji reliabilitas menggunakan software SPSS 17.0 for windows, dengan kriteria sebagai berikut:

1. Jika nilai rhitung > dari rtabel maka kuesioner penelitian dinyatakan

reliabel.

2. Jika nilai rhitung < dari rtabel maka kuesioner penelitian dinyatakan tidak

reliabel.

Tabel 3.4 Hasil Uji Realibiltas

(11)
(12)

38 Per.III-5 0,80 0,967 Reliabel

Sumber: Hasil Penelitan (Data Diolah, 2015)

Dari Tabel 3.4 dapat dilihat bahwa nilai Cronbach’s Alpha If Item Deleted

setiap butir instrumen pernyataan lebih besar dari 0,967 sehingga dapat

disimpulkan bahwa setiap butir instrumen dinyatakan reliabel. Realibilitas juga

dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 3.5 Uji Realibilitas

Reliability Statistics

Cronbach's Alpha N of Items

.968 48

Sumber: Hasil Penelitian 2015 (Data Diolah)

Pada 50 Pernyataan dengan tingkat signifikansi 5 % diketahui bahwa

koefisien Alpha (Cronbach’s Alba) adalah sebesar 0,968, ini berarti 0,968 > 0,80

sehingga dapat dinyatakan bahwa kuesioner tersebut reliabel dan dapat disebarkan

kepada responden untuk dijadikan sebagai instrumen penelitian.

Uji Validitas dan Realibilitas kuesioner dalam penelitian ini dilakukan

(13)

dan realibilitas dalam penelitian ini dilakukan pada usaha bersama Teaveeshop di

Medan.

3.10 Teknik Analisis Data

3.10.1 Metode Analisis Deskriptif

Menurut (Sugiyono, 2012:147) metode analisis deskriptif adalah “suatu

metode yang digunakan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan data yang

telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang

berlaku untuk umum atau generalisasi.” Data dikumpulkan, diklasifikasikan,

dianalisis, dan diinterpretasikan sehingga memberikan informasi dan gambaran

mengenai topik yang dibahas.

3.10.2 Metode Analisis Regresi Linear Berganda

Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda.Analisis ini

untuk mengetahui arah hubungan antara variabel independen dengan variabel

dependen apakah masing-masing variabel independen berhubungan positif atau

negatif dan untuk memprediksi nilai dari variabel dependen apabila nilai

variabel independen mengalami kenaikan atau penurunan.

Keterangan :

Y = Penjualan

a = Konstanta

X1 = Penjualan tidak langsung (online)

X2 = Penjualan langsung (Offline)

(14)

b1,b2 = Koefisien regresi dari setiap variabel independen

e = Standar Error

3.10.3 Uji Hipotesis

3.10.3.1 Uji Signifikan simultan (Uji F)

UjiFhitung dilakukan untuk mengetahui apakah secara serentak variabel

bebas mempunyai pengaruh positif signifikan atau tidak terhadap variabel terikat.

Model hipotesis yang digunakan dalam uji Fhitung ini adalah

H0: b1 = b2= 0 Penjualan tidak langsung (Online) (X1), Penjualan langsung

(Offline) (X2), secara bersama-sama tidak berpengaruh positif dan signifikan

terhadap Minat Beli.

H1 : b1 ≠ b2 ≠ 0 (Penjualan tidak langsung (Online) (X1), Penjualan

langsung (Online) (X2), secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan

terhadap minat beli.

Nilai Fhitung akan dibandingkan dengan nilai Ftabel. Kriteria pengambilan

keputusan yaitu:

1. H0 diterima jika � n < � el pada  = 5%

2. H0 ditolak jika � n > � el pada  = 5%

(15)

Uji thitung bertujuan untuk melihat secara parsial apakah ada pengaruh yang

signifikan dari variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y). Bentuk

pengujiannya yaitu:

Ho : b1 = 0 Penjualan tidak langsung (Online) (X1), Penjualan langsung

(Offline) (X2), secara parsial tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap

minat beli.

Ho : b1 ≠ 0 Penjualan tidak langsung (Online) (X1), Penjualan langsung

(Offline) (X2), secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat

beli).

Nilai thitung akan dibandingkan dengan nilai ttabel. Kriteria pengambilan

keputusan yaitu:

1. H0 diterima jika thitung < ttabel pada α = 5%

2. H0 ditolak jika thitung ≥ ttabel pada α = 5%

3.10.3.3 Uji Koefisien Determinasi (R2)

Identifikasi determinasi (R²) berfungsi untuk mengetahui signifikansi

variabel maka harus dicari koefisien determinasi (R²). Koefisien determinasi

menunjukkan besarnya kontribusi variabel independen terhadap variabel

dependen. Semakin besar nilai koefisien determinasi, maka semakin baik

kemampuan variabel independen menerangkan variabel dependen. Jika

determinasi (R²) semakin besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa

pengaruh variabel independen adalah besar terhadap variabel dependen. Hal ini

berarti, model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh

(16)

3.11 Uji Asumsi Klasik

Uji asumsi klasik digunakan untuk melihat atau menguji model yang

termasuk layak atau tidak layak digunakan dalam penelitian. Uji asumsi klasik

yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui distribusi sebuah data

mengikuti atau mendekati distribusi normal. Uji normalitas dilakukan dengan

menggunakan pendekatan kolmogrov smirnov. Dengan menggunakan tingkat signifikan 5% maka nilai Asymp.sig. (2-tailed) di atas nilai signifikan 5%, artinya variabel residual berdistribusi normal (Situmorang dan Lufti 2011 : 107 ).

2. Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas varians variabel independen adalah konstanta untuk

setiap nilai tertentu variabel independen. Jika varians sama, dan ini yang

seharusnya terjadi maka dikatakan ada homoskedastisitas. Sedangkan varians

tidak sama dikatakan terjadi heteroskedastisitas. Heteroskedastisitas diuji dengan

menggunakan uji Glejser dengan pengambilan keputusan jika variabel independen signifikan secara statistik mempengaruhi variabel dependen, maka ada indikasi

terjadinya heteroskedastisitas. Nilai probabilitas signifikannya diatas tingkat

kepercayaan 5%, maka dapat disimpulkan model regresi tidak mengarah adanya

(17)

3. Uji Multikolinieritas

Uji multikolinieritas artinya variabel independen yang satu dengan yang

lain dalam model regresi berganda tidak saling berhubungan secara sempurna.

Untuk mengetahui ada tidaknya gejala multikolinieritas dapat dilihat dari besarnya

Tolerance dan VIF (Variance Inflation Factor) melalui program SPSS. Tolerance

mengukur variabilitas variabel terpilih yang tidak dijelaskan oleh

variabelindependen lainnya. Nilai umum yang bisa dipakai adalah Tolerance > 0,1 atau VIF < 5, maka tidak terjadi multikolinieritas (Situmorang dan Lufti 2011 :

(18)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Usaha

4.1.1 Profil Singkat Teaveeshop

Teaveeshop adalah sebuah usaha kecil yang resmi didirikan pada 1

Oktober 2012 di Jl. Candi Borobudur No.10 Medan. Teaveeshop merupakan

suatu bentuk usaha yang bergerak dalam bidang penjualan pakaian (konveksi).

Teaveeshop didirikan oleh 5 orang yang dahulu berasal dari sekolah yang sama.

Ide pendirian Teaveeshop disebabkan karena para pemilik ingin mencoba

beriwausaha dan memiliki penghasilan sendiri. Teaveeshop pada awal

pendiriannya hanya didirikan 4 orang saja. Kemudian seiring perkembangan,

bertambah 1 orang yang bergabung dengan Teaveeshop.

Pada awal pendirian, Teaveeshop melakukan penjualan produk-produk

pakaian secara online saja. Seiring berjalannya waktu, Teaveeshop melakukan penjualan secara langsung dengan mendirikan sebuah workshop (toko) yang beralamat di Jl. Candi Borobudur No. 10 Medan, dan melakukan penjualan

dengan cara terjun langsung ke tempat-tempat umum masyarakat, contohnya di

lapangan Merdeka kota Medan. Pada awal pendirian, Teaveeshop mengumpulkan

modal secara sukarela dari masing-masing anggota. Pada saat itu, Teaveeshop

masih melakukan penjualan secara online, sehingga modal yang dikumpulkan tidak terlalu besar.

Modal yang dimiliki pada awal pendirian Rp. 1.100.000 (Satu juta seratus

(19)

termasuk bentuk usaha milik bersama. Pada awal pendirian, Teaveeshop dimiliki

oleh Muhammad Helmy, Aliefya Hutomo, Muhammad Haikal, dan Harsya

Gusmanda. Kemudian pemilik bertambah dengan bergabungnya Muhammad Dian

Nuralam.

Teaveeshop tidak memiliki karyawan untuk mengurus toko. Pengelolaan

bisnis sepenuhnya dilakukan oleh para pemilik. Toko yang dimiliki Tevaeeshop

masih terkesan sederhana dan jauh dari standar toko-toko pada umumnya, toko

tersebut dulunya sebuah ruangan kecil (kamar) yang berada di lingkungan rumah

salah pemilik. Toko tersebut memiliki 2 buah manekin, 2 buah lemari dinding

untuk penyimpanan stok, 2 buah tiang gawang (tempat mnggantungkan produk),

kipas angin, hanger dan peralatan lain seperti meja, kursi dan lain lain. Teaveeshop menjual beberapa jenis pakaian, seperti Baju bola (jersey), celana, kaos kaki bola, jaket dengan merek Adidas dan Nike, jaket-jaket monza, berbagai

kaos seperti kaos warna, kaos polos, dan sebagainya. Teaveeshop juga

menyediakan layanan kaos sablon dan Print DTG (Direct to Garment).

Teaveeshop melayani pemesanan partai besar atau partai kecil untuk

masing-masing produk. Sistem penjualan secara online dilakukan dengan cara pemesanan melalui pre order. Masa pemesanan (pre order) dibuka mulai hari senin sampai dengan jumat, pada hari sabtu, pesanan konsumen dikumpulkan

serta diproses, Penjualan langsung yang dilakukan di tempat umum (Lapangan

(20)

4.1.2 Visi dan Misi

1. Visi

Menjadi salah satu perusahaan konveksi (pakaian) yang terkemuka dan

handal dalam menyediakan kebutuhan konsumen

2. Misi

Untuk mewujudkan visi yang telah ditetapkan, maka misi yang ingin

dicapai adalah:

A. Memberikan pelayanan yang baik pada konsumen dengan cara

merespon keluhan konsumen dengan baik, melayani konsumen dengan

ramah dan sopan, memberitahukan konsumen jika pengiriman barang

tertunda, memberikan penjelasan yang baik tentang produk dan

sebagainya dalam aktivitas penjualan.

B. Menjalin kerjasama atau integritas yang kuat diantara para pemilik,

supplier, dan reseller

C. Menjalankan kegiatan usaha yang mengutamakan kepuasan konsumen,

dan pemilik usaha.

4.1.3 Tujuan Kegiatan Usaha

Adapun tujuan kegiatan usaha adalah:

1. Mencari keuntungan/laba secara wajar dan berusaha meningkatkan laba

yang diperoleh demi kelangsungan hidup perusahaan, memberikan

kepuasan pada para pemilik dan perluasan usaha di masa mendatang.

2. Memberikan kepuasan kepada konsumen melalui pemenuhan kebutuhan

(21)

4.1.4 Jenis Produk

Teaveeshop memiliki pilihan produk pakaian mulai dari Jersey(Baju Bola) untuk pria dan wanita, Celana Bola, Kaos Kaki Bola, Jaket Bola, Jaket bermerek

Nike, Jaket bermerek Adidas, Jaket impor dengan harga murah (monza), Baju Kaos polos, Baju Kaos Sablon, Baju Kaos Print DTG (Direct to Garment) Teaveeshop menjual produk dengan metode pre-order dan metode penjualan langsung di toko maupun di tempat khalayak.

4.1.5 Sistem Pembayaran

Teaveeshopmenawarkan dua sistem pembayaran, yaitu sebagai berikut :

1. Bayar di Tempat (Cash on Delivery)

Bayar di Tempat merupakan layanan metode pembayaran di mana konsumen

dapat membayar barang yang dipesan kepada pemilik atau reseller disaat konsumen menerima barang pesanan mereka. Layanan Bayar di Tempat dapat

dilakukan di kota Medan yang berlokasi tidak terlalu jauh dari lokasi toko

Teaveeshop.

2. Bank Transfer

Teaveeshop menerima pembayaran melalui transfer uang tunai antarbank

Konsumen Teaveeshop dapat melakukan transfer uang tunai melalui bank dan

juga melalui ATM. Teaveeshop menerima transfer uang tunai melalui beberapa

(22)

4.1.6 Sistem Pengiriman Barang

Teaveeshop mengirimkan barang pesanan ke seluruh Indonesia.

Teaveeshop menggunakan layanan JNE untuk mengirimkan barang pesanan

konsumen. Masa pemesanan (pre order) dibuka mulai hari senin sampai dengan jumat, pada hari sabtu dikumpulkan pesanan konsumen serta diproses, Pengiriman

barang kurang lebih dilakukan dalam waktu 7 hari kerja yang dimulai pada hari

senin sampai dengan sabtu. Jika terdapat kerusakan atau ketidaksesuaian barang

pesanan, Teaveeshop memberikan waktu 7 hari kepada para pelanggan untuk

melakukan penukaran barang atau pengembalian uang. Pengembalian barang

dilakukan dengan menghubungi pihak Teaveeshop terlebih dahulu melalui

berbagai aplikasi dan sosial media seperti Blackberry Messenger, Path dan sebagainya dan nomor telpon seluler.

4.1.7 Struktur Organisasi

Organisasi dapat didefinisikan sebagai kesatuan yang terbentuk dari

hubungan-hubungan antar departemen. Organisasi dibentuk dari berbagi sumber

daya manusia (stakeholder) yang dimiliki perusahaan. Organisasi ada dalam suatu perusahaan dan digunakan untuk membantu perusahaan mencapai tujuan. agar

organisasi mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, organisasi harus

memiliki strategi yang dinamis mengikuti perkembangan zaman. salahs atu tujuan

organisasi adalah menghasilkan spesialisasi dari setiap tugas ataupun pekerjaan,

memperjelas tugas, wewenang dan tanggung jawab, mempermudah pelaksanaan

(23)

Teaveeshop adalah usaha/bisnis konveksi berskala kecil yang berbeda

dengan perusahaan berbadan hukum yang memiliki struktur organisasi yang jelas

dan terorganisir. Teaveeshop memiliki struktur organisasi yang tidak tertulis,

namun Teaveeshop memiliki pembagian kerja, wewenang, tugas dan tanggung

jawab yang jelas dan manajemen yang baik yang telah ditetapkan bersama oleh

para pemilik.

Teaveeeshop adalah usaha milik bersama, struktur organisasinya dibagi

berdasarkan tugas, tanggung jawab dan bidang produk, tanpa ada 1 pihak yang

dijadikan pemilik murni. Adapun tugas dan tanggung jawab masing-masing

bagian tugas yang telah ditetapkan Teaveeshop adalah :

1. Pimpinan (Manajer Umum)

Pimpinan diangkat berdasarkan kesepakatan para pemilik. Tugas,

tanggung jawab dan wewenang pimpinan adalah memimpin, mengatur berbagai

hal-hal yang menyangkut Teaveeshop secara keseluruhan, secara bersama-sama

ikut serta dalam menentukan strategi perusahaan, manajer umum sekaligus

menangani lini produk/pelayanan sablon.

2. Bagian Pemasaran

Mengelola berbagai program pemasaran produk, brand Teaveeshop dan sebagainya. Menangani lini produk pakaian olahraga (jersey, celana, kaos kaki bola, syal dsb)

(24)

Mengelola berbagai hal mengenai keuangan Teaveeshop (transfer ke

supplier, transfer masuk dari konsumen dsb), menangani lini produk kaos print

DTG

4. Bagian IT dan sosial media

Bertugas menangani berbagai sosial media yang dipakai Teaveeshop,

admin website dan blog.

4.2 Hasil Penelitian

4.2.1 Hasil Analisis Deskriptif

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Adapun

jumlah pernyataan seluruhnya adalah 50 pernyataan yang terdiri dari 17

pernyataan untuk variabel Penjualan Tidak Langsung (Online), 18 pernyataan untuk variabel Penjualan Langsung (Offline), dan 15 pernyataan untuk variabel Minat Beli. Sesuai dengan tujuan dari penelitian ini, untuk membuat

gambaran/deskripsi mengenai Penjualan Tidak Langsung (Online) dan Penjualan Langsung (Offline) yang dilakukan Teaveeshop pengaruhnya terhadap minat beli masyarakat (konsumen) di kota Medan. Sehingga diharapkan sebagai masukan

dan dapat bermanfaat bagi pemilik usaha untuk melakukan perbaikan cara-cara

penjualan yang dilakukan demi mempertahankan konsumen yang ada dan menarik

konsumen baru.

4.2.1.1 Deskriptif Responden

Berikut ini adalah tabulasi mengenai karakteristik responden yang

(25)

Tabel 4.1

Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Jumlah Presentase

Laki-Laki 22 55%

Perempuan 18 45%

T O T A L 40 100%

Sumber : Hasil Penelitian 2015 (Data Diolah)

Tabel 4.1 menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah Laki-laki

dengan presentase sebesar 55%, dan Wanita sebesar 45%.

Tabel 4.2

Karakteristik Responden Berdasarkan Usia

Usia Responden Jumlah Presentase

Dibawah 20 Tahun 1 2,5%

20-30 Tahun 38 95%

31-40 Tahun 0 0%

41-50 Tahun 1 2,5%

Diatas 50 Tahun 0 0%

Total 40 100%

Sumber : Hasil Penelitian 2015 (Data Diolah)

Tabel 4.2 menunjukkan bahwa jumlah responden dibawah 20 tahun

sebanyak 1 orang atau sebesar 2,5 %, responden berusia 20-30 tahun sebanyak 38

orang atau sebesar 95%, responden berusia 41-50 tahun sebanyak 1 orang atau

sebesar 2,5 %, responden berusia 31-40 tahun sebanyak 0 responden atau 0% dan

responden berusia diatas 50 tahun juga 0 atau 0%. Hal ini dikarenakan

(26)

perkembangan dunia fashion daripada yang berusia kurang atau pun lebih dari 20-30 tahun.

Tabel 4.3

Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan

Jenis Pekerjaan Jumlah Persentase

Pelajar/Mahasiswa 35 87,5%

Pegawai Negeri Sipil 0 0%

Pegawai Swasta 2 5%

Wiraswasta 2 5%

Lain-lain 1 2,5%

Total 40 100%

Sumber : Penelitian 2015 (Data Diolah)

Tabel 4.3 menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah

pelajar/mahasiswa sebanyak 35 orang atau sebesar 87,5%, pegawai negeri

sebanyak 0 responden atau sebesar 0%, pegawai swasta sebanyak 2 orang atau

sebesar 5%, wiraswasta sebanyak 2 orang atau sebesar 5%, dan lain-lain sebanyak

1 orang atau sebesar 1%. Hal ini dikarenakan pelajar/mahasiswa lebih cenderung

suka membeli produk pakaian yang harganya terjangkau, mudah dalam proses

pembelian.

Tabel 4.4

Karakteristik Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir

Pendidikan Terakhir Jumlah Persentase

SD 0 0%

SMP 1 2,5%

SMA/SMK 29 72,5%

D3 1 2,5%

(27)

S2 0 0%

S3 1 2,5%

Total 40 100%

Sumber: Hasil Penelitian, 2015 (data diolah)

Tabel 4.4 menunjukkan bahwa mayoritas responden adalah tamatan

SMA/SMK sebanyak 29 orang atau sebesar 72,5%, S1/D4 sebanyak 1 orang atau

sebesar 2,5%, D3 sebanyak 1 orang atau sebesar 2,5%, SMP sebanyak 1 orang

atau sebesar 2,5% dan S3 sebanyak 1 orang atau sebesar 2,5%. Hal ini

dikarenakan tamatan SMA/SMK adalah Pelajar/Mahasiswa dan Pekerja yang

masih memperhatikan penampilan atau gaya berpakaian serta mengikuti

perkembangan dunia fashion.

4.2.1.2 Deskriptif Variabel

Deskriptif persentase hasil penelitian setiap variabel dengan tanggapan

responden sebagai berikut:

Tabel 4.5

(28)

9 0 0 1 2,5 2 5 30 75 7 17,5 40 100 1,63

Sumber: Hasil Penelitian, 2015 (data diolah)

Pada Tabel 4.5 dapat diketahui bahwa:

1. Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 12,5% responden

menyatakan sangat setuju bahwa Program promosi Teaveeshop member

secara online berupa diskon 10% memberi keuntungan bagi mereka, 62,5% menyatakan setuju, 15% menyatakan kurang setuju, 10%

menyatakan tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat tidak

setuju dengan pernyataan tersebut.

2. Pada pernyataan kedua, dari 40 responden, sebanyak 10% responden

menyatakan sangat setuju bahwa Program promosi quiz secara online

yang diadakan Teaveeshop memberi keuntungan mereka, 72,5%

menyatakan setuju, 12,5% menyatakan kurang setuju, 5% menyatakan

tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan

pernyataan tersebut.

3. Pada pernyataan ketiga, dari 40 responden, sebanyak 37,5% responden

(29)

dapat potongan harga Rp. 5000 memberi keuntungan bagi mereka, 50%

menyatakan setuju, 12,5% menyatakan kurang setuju, 0% menyatakan

tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan

pernyataan tersebut.

4. Pada pernyataan keempat, dari 40 responden, sebanyak 15% responden

menyatakan sangat setuju bahwa mudah mendapatkan berbagai informasi

harga produk dari website atau blog Teaveeshop, 70% menyatakan setuju, 15% menyatakan kurang setuju, 0% menyatakan tidak setuju, dan

0% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan

tersebut.

5. Pada pernyataan kelima, dari 40 responden, sebanyak 10% responden

menyatakan sangat setuju bahwa mendapatkan berbagai informasi

tentang bahan produk yang jelas dan lengkap dari Blackberry Messenger, Line, Instagram, Twitter Teaveeshop, 72,5% menyatakan setuju, 15% menyatakan kurang setuju, 2,5% menyatakan tidak setuju,

dan 0% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan

tersebut.

6. Pada pernyataan keenam, dari 40 responden, sebanyak 25% responden

menyatakan sangat setuju bahwa mendapatkan informasi yang jelas dan

lengkap tentang kualitas produk, jenis produk, sistem pembayaran dari

Website/Blog/Blackberry Messenger, 57,5% menyatakan setuju, 17,5% menyatakan kurang setuju, 0% menyatakan tidak setuju, dan 0%

(30)

7. Pada pernyataan ketujuh, dari 40 responden, sebanyak 30% responden

menyatakan sangat setuju bahwa mudah memesan produk Teaveeshop

melalui contact person,sosial media yang tersedia, 57,5% menyatakan setuju, 7,5% menyatakan kurang setuju, 5% menyatakan tidak setuju, dan

0% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan

tersebut.

8. Pada pernyataan kedelapan, dari 40 responden, sebanyak 7,5% responden

menyatakan sangat setuju bahwa Transaksi belanja (pembayaran) online

dari Teaveeshop melalui transfer rekening mudah dilakukan, 70%

menyatakan setuju, 20% menyatakan kurang setuju, 0% menyatakan

tidak setuju, dan 2,5% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan

pernyataan tersebut.

9. Pada pernyataan kesembilan, dari 40 responden, sebanyak 17,5%

responden menyatakan sangat setuju bahwa Proses pengiriman barang

dari penjualan online Teaveeshop tidak memakan waktu lama dan tidak berbelit belit, 75% menyatakan setuju, 5% menyatakan kurang setuju,

2,5% menyatakan tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat

tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

10. Pada pernyataan kesepuluh, dari 40 responden, sebanyak 22,5%

responden menyatakan sangat setuju bahwa Teaveeshop memberitahukan

kepada mereka jika barang sedang di perjalanan/telah dikirim ke tempat

(31)

setuju, 5% menyatakan tidak setuju, dan 0% responden menyatakan

sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

11. Pada pernyataan kesebelas, dari 40 responden, sebanyak 20%

responden menyatakan sangat setuju bahwa Teaveeshop mengkonfirmasi

jika transfer pembayaran pembelian online telah masuk ke rekening Teaveeshop dari konsumen, 60% menyatakan setuju, 15% menyatakan

kurang setuju, 5% menyatakan tidak setuju, dan 0% responden

menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

12. Pada pernyataan keduabelas, dari 40 responden, sebanyak 17,5%

responden menyatakan sangat setuju Teaveeshop memberitahukan jika

pengiriman barang pembelian online mengalami gangguan, 75% menyatakan setuju, 7,5% menyatakan kurang setuju, % menyatakan tidak

setuju, dan % responden menyatakan sangat tidak setuju dengan

pernyataan tersebut.

13. Pada pernyataan ketigabelas, dari 40 responden, sebanyak 15%

responden menyatakan sangat setuju Teaveeshop meminta tanggapan

dari konsumen mengenai produk yang dibeli dalam bentuk testimonial,

65% menyatakan setuju, 17,5% menyatakan kurang setuju, 2,5%

menyatakan tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat tidak

setuju dengan pernyataan tersebut.

14. Pada pernyataan keempat belas, dari 40 responden, sebanyak

22,5% responden menyatakan sangat setuju Teaveeshop segera

(32)

produk, 50% menyatakan setuju, 27,5% menyatakan kurang setuju, 0%

menyatakan tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat tidak

setuju dengan pernyataan tersebut.

15. Pada pernyataan kelima belas, dari 40 responden, sebanyak 30%

responden menyatakan sangat setuju Pemilik memberikan garansi produk

yang dibeli, jika produk cacat, maka produk dapat dikembalikan, 60%

menyatakan setuju, 7,5% menyatakan kurang setuju, 0% menyatakan

tidak setuju, dan 2,5% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan

pernyataan tersebut.

16. Pada pernyataan keenam belas, dari 40 responden, sebanyak 22,5%

responden menyatakan sangat Pelayanan yang mereka terima dari

Teaveeshop secara online sesuai dengan harapan mereka, 65% menyatakan setuju, 7,5% menyatakan kurang setuju, 5% menyatakan

tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan

pernyataan tersebut

17. Pada pernyataan ketujuh belas, dari 40 responden, sebanyak 17,5%

responden menyatakan sangat setuju Pemilik Teaveeshop cepat

merespon, proaktif ketika saya mencari informasi secara online dari

Blackberry Messenger, Twitter dsb, 75% menyatakan setuju, 5% menyatakan kurang setuju, 2,5% menyatakan tidak setuju, dan %

responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

18. Pada pernyataan kedelapan belas, dari 40 responden, sebanyak

(33)

pertanyaan-pertanyaan saya tentang produk, pengiriman dsb dengan

jelas, tepat dan menggunakan bahasa yang sopan dari contact person dan aplikasi chatting (line dsb), 65% menyatakan setuju, 15% menyatakan kurang setuju, 0% menyatakan tidak setuju, dan 0% responden

menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

Tabel 4.6

Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Penjualan Langsung No.

Sumber: Hasil Penelitian, 2015 (data diolah)

Pada Tabel 4.6 dapat diketahui bahwa:

1. Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 12,5%

responden menyatakan sangat setuju bahwa responden mudah

(34)

toko, 72,5% menyatakan setuju, 12,5% menyatakan kurang setuju,

2,5% menyatakan tidak setuju, dan % responden menyatakan sangat

tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

2. Pada pernyataan kedua, dari 40 responden, sebanyak 12,5% responden

menyatakan sangat setuju bahwa Toko Teaveeshop terletak di lokasi

yang strategis di kota Medan, 57,5% menyatakan setuju, 25%

menyatakan kurang setuju, 2,5% menyatakan tidak setuju, dan 2,5%

responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

3. Pada pernyataan ketiga, dari 40 responden, sebanyak 17,5% responden

menyatakan sangat setuju bahwa Lokasi atau jalan menuju toko atau

tempat Teaveeshop berjualan banyak dilalui kendaraan, 62,5%

menyatakan setuju, 17,5% menyatakan kurang setuju, 2,5% menyatakan

tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat tidak setuju dengan

pernyataan tersebut.

4. Pada pernyataan keempat, dari 40 responden, sebanyak 25% responden

menyatakan sangat setuju bahwa Para pemilik Teaveeshop melayani

mereka dengan sopan dan teliti dalam mencari produk yang diinginkan

konsumen dan memberikan harga, 60% menyatakan setuju, 12,5%

menyatakan kurang setuju, 2,5% menyatakan tidak setuju, dan 0%

responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

5. Pada pernyataan kelima, dari 40 responden, sebanyak 32,5% responden

menyatakan sangat setuju bahwa Pelayanan yang mereka terima dari para

(35)

keinginan/harapan, 60% menyatakan setuju, 5% menyatakan kurang

setuju, 2,5% menyatakan tidak setuju, dan 0% responden menyatakan

sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut.

6. Pada pernyataan keenam, dari 40 responden, sebanyak 17,5% responden

menyatakan sangat setuju bahwa Para pemilik Teaveeshop langsung

merespon ketika mereka datang dan menanyakan dengan ramah produk

apa yang ingin mereka cari, 60% menyatakan setuju, 17,5% menyatakan

kurang setuju, 5% menyatakan tidak setuju, dan 0% responden

menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut

7. Pada pernyataan kelima, dari 40 responden, sebanyak 20% responden

menyatakan sangat setuju bahwa Informasi tentang bahan produk cukup

jelas dan lengkap, 72,5% menyatakan setuju, 5% menyatakan kurang

setuju, 2,5% menyatakan tidak setuju, dan 0% responden menyatakan

sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut

8. Pada pernyataan kelima, dari 40 responden, sebanyak 25% responden

menyatakan sangat setuju bahwa informasi tentang sistem pembayaran

yang disampaikan pemilik cukup jelas, 65% menyatakan setuju, 7,5%

menyatakan kurang setuju, 2,5% menyatakan tidak setuju, dan 0%

responden menyatakan sangat tidak setuju dengan pernyataan tersebut

9. Pada pernyataan kelima, dari 40 responden, sebanyak 22,5% responden

menyatakan sangat setuju bahwa Informasi tentang program promosi

(36)

setuju, 2,5% menyatakan kurang setuju, 2,5% menyatakan tidak setuju,

dan 0% responden menyatakan sangat tidak setuju.

10. Pada pernyataan kelima, dari 40 responden, sebanyak 12,5% responden

menyatakan sangat setuju Pemilik Teaveeshop menjelaskan cara

perawatan produk dan jenis bahan produk sehingga responden mengerti,

72,5% menyatakan setuju, 15% menyatakan kurang setuju, 0%

menyatakan tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat tidak

setuju.

11. Pada pernyataan kelima, dari 40 responden, sebanyak 20% responden

menyatakan sangat setuju bahwa Pemilik Teaveeshop menjelaskan cara

pemakaian produk dan membolehkan konsumen mencoba produk sebelum

membeli , 65% menyatakan setuju, 15% menyatakan kurang setuju, 0%

menyatakan tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat tidak

setuju.

12. Pada pernyataan kelima, dari 40 responden, sebanyak 17,5% responden

menyatakan sangat setuju bahwa Pemilik Teaveeshop menjelaskan daya

tahan produk dan cara pencucian produk dengan cara yang benar, 60%

menyatakan setuju, 17,5% menyatakan kurang setuju, 5% menyatakan

tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat tidak setuju.

13. Pada pernyataan kelima, dari 40 responden, sebanyak 15% responden

menyatakan sangat setuju bahwa responden Program promosi beli 3

(37)

menyatakan setuju, 12,5% menyatakan kurang setuju, 2,5% menyatakan

tidak setuju, dan 5% responden menyatakan sangat tidak setuju.

14.Pada pernyataan kelima, dari 40 responden, sebanyak 12,5% responden

menyatakan sangat setuju bahwa program cuci gudang memberi

keuntungan bagi mereka, 65% menyatakan setuju, 12,5% menyatakan

kurang setuju, 5% menyatakan tidak setuju, dan 5% responden

menyatakan sangat tidak setuju.

15. Pada pernyataan kelima, dari 40 responden, sebanyak 20% responden

menyatakan sangat setuju bahwa responden program promosi member card memberi keuntungan bagi mereka, 42,5% menyatakan setuju, 27,5% menyatakan kurang setuju, 7,5% menyatakan tidak setuju, dan 2,5%

responden menyatakan sangat tidak setuju.

Tabel 4.7

(38)

13 0 0 4 10 8 20 21 52,5 7 17,5 40 100 1,51

14 2 5 1 2,5 5 12,5 25 62,5 7 17,5 40 100 1,54

15 1 2,5 1 2,5 7 17,5 25 62,5 6 15 40 100 1,54

Sumber: Hasil Penelitian, 2015 (data diolah)

Berdasarkan Tabel 4.7 dapat diketahui bahwa:

1. Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 12,5%

responden menyatakan sangat setuju bahwa responden membeli

produk-produk Teaveeshop karena harga produk sesuai keinginan

responden, 50% menyatakan setuju, 22,5% menyatakan kurang

setuju, 10% menyatakan tidak setuju, dan 5% responden menyatakan

sangat tidak setuju.

2. Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 20% responden

menyatakan sangat setuju bahwa responden membeli produk

Teaveeshop karena kualitasnya sesuai keinginan responden, 65%

menyatakan setuju, 7,5% menyatakan kurang setuju, 7,5% menyatakan

tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat tidak setuju.

3. Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 12,5%

responden menyatakan sangat setuju bahwa Teaveeshop memberikan

jaminan/garansi kualitas produk yang sesuai harapan responden,

52,5% menyatakan setuju, 27,5% menyatakan kurang setuju, 7,5%

menyatakan tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat tidak

setuju.

4. Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 12,5%

(39)

atau mereferensikan produk-produk Teaveeshop kepada teman-teman,

75% menyatakan setuju, 10% menyatakan kurang setuju, 2,5%

menyatakan tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat tidak

setuju.

5. Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 17,5%

responden menyatakan sangat setuju bahwa responden mereferensikan

produk Teaveeshop kepada keluarga, 60% menyatakan setuju, 20%

menyatakan kurang setuju, 0% menyatakan tidak setuju, dan 2,5%

responden menyatakan sangat tidak setuju.

6. Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 17,5%

responden menyatakan sangat setuju bahwa responden mereferensikan

produk Teaveeshop kepada rekan-rekan lain (rekan kerja dsb), 55%

menyatakan setuju, 22,5% menyatakan kurang setuju, 2,5%

menyatakan tidak setuju, dan 2,5% responden menyatakan sangat tidak

setuju.

7. Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 10% responden

menyatakan sangat setuju bahwa responden memilih produk-produk

Teaveeshop dibandingkan produk bisnis lain karena melihat

keunggulan produk Teaveeshop dibandingkan produk bisnis lain, 45%

menyatakan setuju, 27,5% menyatakan kurang setuju, 7,5%

menyatakan tidak setuju, dan 10% responden menyatakan sangat tidak

(40)

8. Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 5% responden

menyatakan sangat setuju bahwa responden lebih memilih produk

Teaveeshop dibandingkan produk merek lain karena harga produk

Teaveeshop sesuai budget, 50% menyatakan setuju, 27,5% menyatakan kurang setuju, 7,5% menyatakan tidak setuju, dan 10%

responden menyatakan sangat tidak setuju.

9. Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 12,5%

responden menyatakan sangat setuju bahwa responden memilih produk

Teaveeshop karena produk Teaveeshop lebih tahan lama, 42,5%

menyatakan setuju, 27,5% menyatakan kurang setuju, 15%

menyatakan tidak setuju, dan 2,5% responden menyatakan sangat tidak

setuju.

10.Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 17,5%

responden menyatakan sangat setuju bahwa responden mencari

informasi produk Teaveeshop dengan bertanya kepada

rekan/teman/saudara yang telah menggunakannya, 42,5% menyatakan

setuju, 30% menyatakan kurang setuju, 7,5% menyatakan tidak setuju,

dan 2,5% responden menyatakan sangat tidak setuju.

11.Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 20% responden

menyatakan sangat setuju bahwa responden mencari informasi produk

yang lengkap dan detil terlebih dahulu sebelum memutuskan membeli,

(41)

menyatakan tidak setuju, dan 0% responden menyatakan sangat tidak

setuju.

12.Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 10% responden

menyatakan sangat setuju bahwa responden mencari informasi produk

Teaveeshop dengan bertanya langsung kepada pemiliknya agar

informasi yang respomden dapatkan lebih lengkap, 70% menyatakan

setuju, 12,5% menyatakan kurang setuju, 2,5% menyatakan tidak

setuju, dan 5% responden menyatakan sangat tidak setuju.

13.Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 17,5%

responden menyatakan sangat setuju bahwa responden berkunjung ke

toko Teaveeshop atau lokasi berjualan diluar toko untuk mencari

produk yang responden inginkan, 52,5% menyatakan setuju, 20%

menyatakan kurang setuju, 10% menyatakan tidak setuju, dan 0%

responden menyatakan sangat tidak setuju.

14.Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 17,5%

responden menyatakan sangat setuju bahwa responden berkunjung ke

toko atau lokasi berjualan diluar toko dengan memberitahukan kepada

pemilik bahwa responden ingin datang, 62,5% menyatakan setuju,

12,5% menyatakan kurang setuju, 2,5% menyatakan tidak setuju, dan

5% responden menyatakan sangat tidak setuju.

15.Pada pernyataan pertama, dari 40 responden, sebanyak 15% responden

menyatakan sangat setuju bahwa responden berkunjung ke toko atau

(42)

membeli (butuh), 62,5% menyatakan setuju, 17,5% menyatakan

kurang setuju, 2,5% menyatakan tidak setuju, dan 2,5% responden

menyatakan sangat tidak setuju.

4.3 Uji Asumsi Klasik

Uji Asumsi Klasik yang digunakan untuk memenuhi asumsi regresi yang

diisyaratkan sehingga sebaran data tidak bias. Dalam penelitian ini asumsi-asumsi

yang harus dipenuhi meliputi Uji Normalitas Data, Uji Heterokedastisitas, dan Uji

Multikolinearitas.

4.3.1 Uji Normalitas Data

Uji normalitas digunakan untuk mendeteksi sebaran data berdistribusi

normal atau tidak. Data yang baik adalah data yang memiliki sebaran distribusi

yang normal. Uji normalitas yang dilakukan meliputi uji normalitas dengan

pendekatan histogram dan grafik.

A.Pendekatan Histogram

(43)

Gambar 4.1 Histogram

Uji Normalitas Data dengan pendekatan histogram diatas menunjukkan

bahwa model regresi yang digunakan telah berdistribusi normal, hal ini dapat

dilihat dari garis histogram tidak terlalu menceng ke kiri atau ke kanan, sehingga

penyebaran datanya telah berdistribusi secara normal.

B. Pendekatan Grafik

Pendekatan lainnya yang digunakan untuk menguji normalitas data adalah

Pendekatan Grafik. Pendekatan Grafik yang digunakan adalah Normality Probability Plot. Berikut adalah hasil Uji Normalitas Data dengan pendekatan Grafik (Normality Probability Plot).

(44)

Gambar 4.2 Grafik Normality Probability Plot

Berdasarkan hasil Uji Normalitas dengan pendekatan grafik diatas, dapat

diketahui bahwa data memiliki distribusi atau penyebaran yang normal, hal ini

dapat dilihat dari penyebaran titik berada disekitar sumbu diagonal dari grafik.

C. Pendekatan Kolmogorov-Smirnov

Tabel 4.8

Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized

Residual

N 40

Normal Parametersa,,b Mean .0000000

Std. Deviation 5.63171561

Most Extreme Differences Absolute .142

Positive .105

Negative -.142

Kolmogorov-Smirnov Z .900

Asymp. Sig. (2-tailed) .393

a. Test distribution is Normal.

b. Calculated from data.

Sumber : Pengolahan Data Primer (2015)

Berdasarkan pendekatan Kolmogorov-Smirnov pada Tabel 4.8 terlihat

(45)

1,97 yang artinya tidak ada perbedaan antara distribusi teoritik dan distribusi

empiris atau dengan kata lain data dikatakan normal.

4.3.2 Uji Heteroskedastisitas

A. Pendekatan Grafik (Scatter Plot)

Untuk melihat ada tidaknya Heteroskedastisitas pada model yang

digunakan, dilakukan dengan Uji Heteroskedastisitas (Scatter Plot). Berikut hasil Uji Heteroskedastisitas dengan Scatter Plot.

(46)

Gambar 4.5 Grafik Scatter Plot Uji Heteroskedastisitas

Berdasarkan Hasil Uji Heteroskedastisitas diatas, diketahui bahwa titik –

titik penyebaran pada Scatter Plot tidak menunjukkan pola tertentu dan penyebarannya berada di atas dan di bawah angka nol, sehingga model regresi

yang digunakan tidak mengalami Heteroskedastisitas

B. Pendekatan Statistik (Uji Glejser)

Tabel 4.9

Sumber: Pengolahan Data Primer (2015)

Berdasarkan tabel 4.9 koefisien variabel Penjualan tidak langsung (Online

(X1) adalah 0,53 dengan tingkat signifikansi 0,763 > 0,05, koefisien variabel

Penjualan Langsung (X2) sebesar -0,100 dengan tingkat signifikansi sebesar

0,494 > 0,05. Dengan demikian, tidak ada variabel independen yang signifikan

secara statistik maka dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengarah

adanya heteroskedastisitas.

(47)

Uji Multikolinearitas pada penelitian ini digunakan untuk melihat ada

tidaknya gejala multikolinearitas antar variabel independen.

Pada Tabel 4.9 berikut dapat dilihat hasil Uji Multikolinearitas dengan

melihat nilai Tolerance dan nilai VIF

Tabel 4. 10 Hasil Uji Multikolinearitas Dengan Melihat Nilai Tolerance Dan

VIF

Sumber: Pengolahan Data Primer (2015)

Pada Tabel 4.10 menunjukkan bahwa nilai tolerance variabel Penjualan Tidak Langsung (X1) adalah sebesar 0,520 dengan nilai VIF sebesar 1,923, nilai tolerance variabel Penjualan Langsung (X2) sebesar 0,520 dengan nilai VIF

sebesar 1,923. Sehingga nilai tersebut telah sesuai dengan kriteria pengambilan

keputusan dimana nilai tolerance >0,1 nilai VIF <5. Sehingga dapat disimpulkan bahwa data terbebas dari multikolinearitas.

(48)

Analisis Regresi Linear Berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh

Variabel Penjualan Tidak Langsung (X1) dan Variabel Penjualan Langsung (X2)

terhadap Variabel Minat Beli (Y).

Tabel 4.11

Sumber: Pengolahan Data Primer (2015)

Hasil analisis regresi linear berganda Tabel 4.11 diperoleh persamaan

sebagai berikut: Y= a + b1X1 + b2X2 +b3X3 + e

Y= -22.369 + 0.254 X1 + 0.852 X2+ e

Dimana:

Y: Minat Beli

X1: Penjualan Tidak Langsung (Online)

X2: Penjualan Langsung

e: standard error

(49)

1. Konstanta (a) = -22,369 menunjukkan nilai konstan, jika nilai

variabel bebas (Penjualan Tidak langsung, Penjualan Langsung) = 0 maka Minat

Beli (Y) akan sebesar -22,369

2. Koefisien regresi variabel Penjualan Tidak Langsung sebesar 0,254

menunjukkan bahwa variabel Penjualan Tidak Langsung berpengaruh positif

terhadap Minat Beli (Y). Dengan kata lain, jika Penjualan Tidak Langsung

ditingkatkan maka Minat Beli akan meningkat sebesar 0,254.

3. Koefisien regresi variabel Penjualan Langsung sebesar 0,852

menunjukkan bahwa variabel Penjualan Langsung berpengaruh positif terhadap

Minat Beli (Y). dengan kata lain, jika variabel Penjualan Langsung ditingkatkan

maka Minat Beli akan meningkat sebesar 0,852.

4.5 Uji Asumsi Klasik

4.5.1 Uji Signifikansi Simultan (Uji F)

Hasil Uji Simultan (Uji F) menunjukkan seberapa besar pengaruh Variabel

Penjualan Tidak Langsung (X1) dan Penjualan Langsung (X2) secara

bersama-sama atau serempak terhadap Variabel Minat Beli (Y).

Hasil Uji F dapat dilihat pada Tabel 4.12 berikut

Tabel 4.12

Hasil Uji Signifikansi Simultan (Uji F) ANOVAb

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 3205.502 2 1602.751 50.508 .000a

Residual 1174.098 37 31.732

Total 4379.600 39

a. Predictors: (Constant), Penjualan_Langsung, Penjualan_Tidak_Langsung

(50)

Sumber: Pengolahan Data Primer (2015)

Berdasarkan Tabel 4.12 diatas dapat diketahui bahwa nilai Fhitung adalah

sebesar 50,508 dan nilai Ftabel pada alpha 5% adalah 3,24 Dengan demikian nilai

Fhitung (50,508) > Ftabel (3,24), dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05

Dengan demikian secara bersama-sama atau simultan variabel Penjualan Tidak

Langsung (X1), variabel Penjualan Langsung (X2), berpengaruh positif dan

signifikan terhadap Minat Beli (Y). Dengan demikian maka Ha diterima dan H0

ditolak.

4.5.2 Uji Signifikansi Parsial (Uji t)

Hasil Uji Parsial (Uji t) menunjukkan seberapa besar pengaruh variabel

Penjualan Tidak Langsung (X1) dan Penjualan Langsung (X2) secara parsial atau

individual terhadap variabel Minat Beli (Y). Hasil Uji t dapat dilihat pada tabel

4.13 berikut:

Tabel 4.13

Hasil Uji Signifikansi Parsial (Uji t)

Sumber: Pengolahan Data Primer (2015)

Berdasarkan Tabel 4.13 Hasil Uji t diatas, diketahui bahwa

Coefficientsa

Penjualan_Tidak_Langsung .254 .147 .204 1.732 .092

Penjualan_Langsung .852 .143 .701 5.940 .000

(51)

1. Variabel Penjualan Tidak Langsung (X1) berpengaruh positif dan tidak

signifikan terhadap Minat Beli (Y), hal ini terlihat dari nilai thitung (1,732)

> ttabel (1,687), dengan tingkat signifikansi 0,092 > 0,05.

2. Variabel Penjualan Langsung (X2) berpengaruh positif dan signifikan

terhadap Minat Beli (Y), hal ini terlihat dari nilai thitung (5,940) > ttabel

(1,687), dengan tingkat signifikansi 0,000 < 0,05.

4.5.3 Uji Koefisien Determinasi

Dalam penelitian ini dapat diketahui berapa besar kontribusi variabel

Penjualan Tidak Langsung (X1) dan variabel Penjualan Langsung (X2), terhadap

variabel Minat Beli (Y). Melalui koefisien determinasi (R²) seperti disajikan

pada Tabel 4.14 berikut:

Tabel 4.14

Uji Koefisien Determinasi

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the

Estimate

1 .856a .732 .717 5.633

a. Predictors: (Constant), Penjualan_Langsung, Penjualan_Tidak_Langsung

b. Dependent Variable: Minat_Beli

Sumber: Pengolahan Data Primer (2015)

Berdasarkan Hasil Uji Determinasi (R²) pada tabel 4.14 diketahui bahwa

variabel Penjualan Tidak Langsung (X1) dan variabel Penjualan Langsung (X2),

(52)

28,3% dijelaskan oleh faktor-faktor lain seperti harga, promosi/pemasaran, sosial

dan budaya, kepribadian, psikologis dan lain lain.

4.6 Pembahasan

4.6.1 Pengaruh Penjualan Tidak Langsung (Online) terhadap Minat Beli

Dari hasil Uji Signifikansi Parsial (Uji t) terlihat bahwa secara parsial

terdapat pengaruh yang positif dan tidak signifikan antara penjualan tidak

langsung (X1) dengan minat beli (Y) dengan tingkat signifikansi 0,092 > 0,05.

Berdasarkan kriteria hipotesis, jika nilai thitung > ttabel maka Ha diterima dan H0

ditolak. Hal ini menunjukkan penjualan tidak langsung (online) mempunyai pengaruh positif dan tidak signifikan terhadap minat beli masyarakat kota Medan

terhadap Teaveeshop.

Teaveeshop adalah usaha yang belum dikenal masyarakat luas.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan peneliti pada Teaveeshop, promosi

(53)

menggunakan aplikasi Blackberry Messenger, website, blog, sosial media seperti

Instagram dan Path. Promosi yang dilakukan melalui sosial media juga tidak konsisten dan tidak rutin dilakukan. Penjualan yang dilakukan secara online

melalui berbagai sosial media dan aplikasi juga tidak up to date dilakukan. Penjualan melalui berbagai aplikasi dan sosial media kurang efektif untuk

menarik minat masyarakat untuk membeli secara aktual. Kebanyakan masyarakat

yang awam dan tidak mengenal Teaveeshop, hanya sekedar bertanya atau mencari

informasi saja. Minat masyarakat (konsumen) memang ada, tapi untuk melakukan

pembelian secara nyata tidak besar.

4.6.2 Pengaruh Penjualan Langsung terhadap Minat Beli

Dari hasil Uji Signifikansi Parsial (Uji t) terlihat bahwa secara parsial

(54)

(X1) terhadap Minat Beli (Y) dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05,

maka Ha diterima dan H0 ditolak.

Penjualan Langsung yang dilakukan Teaveeshop berdasarkan pengamatan

peneliti, lebih banyak menarik minat beli masyrakat, karena dengan berjualan

langsung di tempat khalayak misalnya di lapangan merdeka kota Medan,

masyarakat dapat melihat lebih dekat dan secara langsung berbagai produk yang

ditawarkan. Masyarakat juga dapat berinteraksi dengan para pemilik yang turun

langsung berjualan sehingga masyarakat dapat mengetahui lebih jelas berbagai

informasi (produk, harga, promosi dan lain-lain). Dengan berjualan langsung,

(55)

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dikemukakan, peneliti

menarik kesimpulan sebagai berikut:

1. Hasil pengujian secara parsial (Uji t) menunjukkan bahwa Penjualan Tidak

Langsung (online) berpengaruh positiftapi tidak signifikanterhadap minat beli masyarakat (konsumen) Teaveeshop di kota Medan dengan tingkat

signifikansi 0,092

2. Hasil pengujian secara parsial (Uji F) menunjukkan bahwa Penjualan

Langsung berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli

masyarakat (Konsumen) Teaveeshop di Kota Medan, dengan tingkat

signifikansi sebesar 0.000.

3. Hasil pengujian secara simultan (Uji F) menunjukkan bahwa Penjualan

(56)

atau serempak berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli

masyarakat (konsumen) Teaveeshop di Kota Medan.

5.2 Saran

1. Para pemilik usaha bersama Teaveeshop diharapkan lebih gencar

(57)

2. Para pemilik usaha bersama Teaveeshop diharapkan lebih meningkatkan

kepercayaan konsumen terutama mengenai kemanan bertransaksi dan

memberikan kepastian kepada pelanggan bahwa barang yang dijual sesuai

dengan barang yang diharapkan pelanggan serta menjaga agar barang yang

dipesan sampai ke tujuan dengan tepat waktu.

3. Para pemilik usaha bersama Teaveeshop diharapkan memperbaharui

infomasi yang diberikan agar pelanggan memperoleh informasi yang up to date (terkini) baik informasi mengenai produk yang ditawarkan, maupun informasi mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan belanja online

pada Teaveeshop sehingga informasi yang diberikan dapat dijadikan

referensi belanja bagi pelanggan.

4. Para pemilik Teaveeshop diharapkan melakukan penjualan langsung yang

lebih sering pada tempat umum masyarakat untuk meningkatkan minat

beli sekaligus mempromosikan Teaveeshop.

5. Bagi peneliti lanjutan diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan

referensi untuk penelitian yang sejenis serta diharapkan peneliti

selanjutnya menambah atau meneliti variabel lainnya yang kemungkinan

Gambar

Tabel 3.1 Operasionalisasi Variabel
Tabel 3.2  Instrumen Skala Likert
Tabel 3.4  Hasil Uji Realibiltas
Tabel 4.1  Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pegawai negeri sipil merupakan salah satu unsur aparatur negara yang. mempunyai peranan yang sangat strategis dalam menyelenggarakan tugas – tugas pemerintahan dan

(Kesimpulan) Perkawinan sebelum adanya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 dianggap sebagai sebuah perjanjian saja, sedangkan setelah adanya Undang- Undang Nomor 1 Tahun 1974 sudah

Secara umum ada dua teknik sederhana yang digunakan untuk menentukan nilai ekonomi berdasarkan metode Travel Cost , yaitu : pendekatan sederhana melalui zonasi,

Akan ditampilkan daftar madrasah di wilayah naungan instansi Anda, selanjut nya pilih Madrasah Aliyah yang akan diset, klik pada tombol seperti pada gambar

penulis dapat menyelesaikan Skripsi ini dengan judul “ Karakterisasi Batu Opal, Batu Pirus Dan Batu Satam Dengan XRD, SEM-EDS Dan KEKERASAN’’ guna melengkapi persyaratan

Masalah perkembangan sosial kanak-kanak dan remaja tidak hanya terbatas kepada interaksi mereka dengan rakan sebaya, malah pengaruh teknologi moden juga turut memberi impak yang

Adakah terdapat perbezaan yang signifikan antara kemudahan dan kelengkapan yang disediakan, keberkesanan program vokasional, keberkesanan program ko- kurikulum, keberkesanan

[r]