• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERCOBAAN V PENENTUAN Cu DALAM TERUSI jdr.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERCOBAAN V PENENTUAN Cu DALAM TERUSI jdr.docx"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

PERCOBAAN V PERCOBAAN V PENENTUAN Cu DALAM TERUSI

PENENTUAN Cu DALAM TERUSI CuSOCuSO44..55 H  H 22OO

I. TUJUAN PRAKTIKUM I. TUJUAN PRAKTIKUM

Menentukan

Menentukan kadar kadar tembaga tembaga dalam dalam terusi.terusi.

II

II.. TITINJNJAUAUAN AN PUPUSTSTAAKAKA

Tembaga memiliki elektron s tunggal diluar kulit 3d yang terisi. Ini agak kurang Tembaga memiliki elektron s tunggal diluar kulit 3d yang terisi. Ini agak kurang umum dengan golongan alkali kecuali stoikiometri formal dalam tingkat oksidasi umum dengan golongan alkali kecuali stoikiometri formal dalam tingkat oksidasi +1.

+1. KuKulilit t d d yayang ng teteririsi si jajauh uh kukurarang ng rereaktaktif if dadariripadpada a kukulilit t gas gas mumulilia a dadalalamm mel

melindindungungi i eleelektrktron on s s dardari i muatmuatan an intinti i sehsehingingga ga potpotensensial ial penpengiogionan nan perpertamtam tembaga lebih tinggi daripada golongan alkali. Karena elektron-elektron pada kulit tembaga lebih tinggi daripada golongan alkali. Karena elektron-elektron pada kulit d

d juga dilibatkjuga dilibatkan dalam an dalam ikatan logam panas penyublimikatan logam panas penyubliman dan an dan titititik k leleh tembagaleleh tembaga  juga

 juga jauh jauh lebih lebih tinggi tinggi daripada daripada alkali alkali faktor-faktor faktor-faktor ini ini bertanggung bertanggung ja!ab ja!ab bagibagi sif

sifaf af leblebih ih mulmulia ia temtembagabaga. . "en"engargaruhnyuhnya a adaadalah lah memmembuat buat lebilebih h ko#ko#alealen n dandan memberikan energy kisi yang lebih tinggi dan tidak dilampaui oleh jari-jari $u memberikan energy kisi yang lebih tinggi dan tidak dilampaui oleh jari-jari $u++

yang lebih kecil %&uharto '(() hal* ,,. yang lebih kecil %&uharto '(() hal* ,,.

Tembaga tidak melimbah namun terdistribusi secara luas sebagai logam dalam Tembaga tidak melimbah namun terdistribusi secara luas sebagai logam dalam sulfida arsenida klorida dan karbonat mineral yang paling umum adalah $ue& sulfida arsenida klorida dan karbonat mineral yang paling umum adalah $ue&''..

Tembaga diekstraksi dengan pemanggangan dan peleburan oksidatif atau dengan Tembaga diekstraksi dengan pemanggangan dan peleburan oksidatif atau dengan  pencucian

 pencucian dengan dengan bantuan bantuan mikroba mikroba yang yang diikuti diikuti oleh oleh elektrodeposisi elektrodeposisi dari dari larutanlarutan su

sulflfatat. . TTeembmbagaga a didigugunanakan kan dadalam lam alaliaiansnsi i kukuniningngan an seseperperti ti kukuniningngan an dandan  bercampur sempurna dengan emas sangat lambat teroksidasi superficial dalam uap  bercampur sempurna dengan emas sangat lambat teroksidasi superficial dalam uap

(2)

udara kadang-kadang menghasilkan lapisan hijau hidrokso karbonat dan hidrokso sulfat yang berasal dari &/' dalam atmosfer. 0isamping itu pula tembaga mudah

larut dalam asam nitrat dan dalam asam sulfat tanpa adanya oksigen dan larut dalam larutan K$ atau ammonia dengan adanya oksigen. "elarutan tembaga hidroksida dankarbonat dalam asam menghasilkan ion akuo hijau kebiruan dua dari molekul-molekul air berada lebih jauh daripada empat yang lainnya. 0i antara  berbagai kkristal hidrat lainnya sulfat biru $u&/.2'/ atau terusi adalah yang

 paling dikenal. al ini dikarenakan dapat terdehidrasi menjadi 4at anhidrat yang  benar-benar putih penambahan ligan pada larutan akua menyebabkan  pembentukan kompleks dengan pertukaran molekul air secara berurutan %&uharto

'(() hal* 51.

6da dua deret senya!a tembaga. &enya!a-senya!a tembaga %I diturunkan dari tembaga %I oksida $u/'  yang merah dan mengandung ion tembaga %I $u+.

&enya!a-senya!a ini tak ber!arna kebanyakan garam tembaga %I tak larut dalam air perilakuknya mirip perilaku senya!a perak %I. Keduanya mudah dioksidasikan menjadi senya!a tembaga %II yang dapat diturunkan dari tembaga %II oksida dan $u/ 7aram-garam tembaga umumnya ber!arna biru baik dalam bentuk hidrat  padat maupun dalam larutan air. 7aram-garam tembaga %II anhidrat seperti tembaga %II sulfat anhidrat $u&/ ber!arna putih atau sedikit kuning dan dalam

larutan air selalu terdapat ion kompleks %8ogel 1),) hal* '')-'3).

Tembaga %II sulfat mempunyai banyak kegunaan di bidang industri diantaranya untuk mebuat campuran 9ordeau: %sejenis fungisida dan senya!a tembaga

(3)

lainnya. &enya!a ini juga digunakan dalam penyepuhan dan pe!arnaan tekstil serta sebagai bahan penga!et kayu. 9entuk anhidratnya digunakan untuk  mendeteksi air dalam jumlah kelumit. Tembaga sulfat juga dikenal sebagai #itriol  biru %6shoff '(11.

Kristalisasi adalah proses pembentukan bahan padat dari pengendapan larutan atau kristalisasi merupakan teknik pemisahan kimia antara bahan padat-cair di mana terjadi perpindahan massa dari suat 4at terlarut dari cairan larutan ke fase kristal  padat. Karakter proses kristalisasi ditentukan oleh termodinamika dan faktor 

kinetik  yang bisa membuat proses ini sangat ber#ariasi dan sulit dikontrol. &eperti tingkat ketidakmurnian metoda penyamburan desain !adah dan profil  pendinginan bisa berpengaruh besar terhadap ukuran jumlah dan bentuk kristal yang dihasilkan. "emisahan dengan teknik kristalisasi didasari atas pelepasan  pelarut dari 4at terlarutnya dalam sebuah campuran homogeen atau larutan sehingga terbentuk kristal dari 4at terlarutnya. "roses ini adalah salah satu teknik   pemisahan padat-cair yang sangat penting dalam industri karena dapat

menghasilkan kemurnian produk hingga 1((;. Kristal dapat terbentuk karena suatu larutan dalam keadaan atau kondisi le!at jenuh kondisi tersebut terjadinya karena pelarut sudah tidak mampu melarutkan 4at terlarutnya atau jumlah 4at terlarut sudah melebihi kapasitas pelarut. &ehingga kita dapat memaksa agar kristal dapat terbentuk dengan cara mengurangi jumlah pelarutnya sehingga kondisi le!at  jenuh dapat dicapai. "roses pengurangan pelarut dapat dilakukan dengan empat cara yaitu penguapan pendinginan penambahan senya!a lain dan reaksi kimia %Kristalisasi '(1'.

(4)

<tanol adalah sejenis cairan yang mudah menguap mudah terbakar tak ber!arna dan merupakan alkohol yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. &enya!a ini merupakan obat psikoaktif  dan dapat ditemukan pada minuman  beralkohol dan termometer  modern. <tanol termasuk ke dalam alkohol rantai tunggal dengan rumus kimia $'2/ dan rumus empiris $'=/. Ia merupakan

isomer  konstitusional dari dimetil eter . ermentasi gula menjadi etanol merupakan salah satu reaksi organik  paling a!al yang pernah dilakukan manusia. <fek dari konsumsi etanol yang memabukkan juga telah diketahui sejak dulu. "ada 4aman modern etanol yang ditujukan untuk kegunaan industri dihasilkan dari produk  sampingan pengilangan minyak bumi. <tanol banyak digunakan sebagai pelarut  berbagai bahan-bahan kimia yang ditujukan untuk konsumsi dan kegunaan manusia. $ontohnya adalah pada parfum perasa pe!arna makanan dan obat-obatan. 0alam kimia etanol adalah pelarut yang penting sekaligus sebagai stok  umpan untuk sintesis senya!a kimia lainnya. 0alam sejarahnya etanol telah lama digunakan sebagai bahan bakar %<tanol '(1'.

(5)

III.ALAT DAN BAHAN 3.1 Alat

6dapun alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu botol semprot gelas ukur gelas piala tabung reaksi pengaduk gelas ca!an porselin kertas saring corong dan srandar.

3.2 Bahan

6dapun bahan yang digunakan dalam praktikum yaitu larutan contoh terusi larutan $> larutan a/?K/ larutan 9a$l'.

IV. PROSEDUR KERJA

"ertama menimbang (2 gr terusi lalu larutkan dalam suatu gelas piala dengan air  suling 12(-'(( ml didihkan dan diendapkan dengan a/ dan melebihkan  a/ dengan memeriksa cairan dengan kertas lakmus lalu diamkan beberapa

saat. Kemudian tuang endapan sebanyak 3 kali lalu masukan kedalam kertas saring. &elanjutnya endapan dicuci dengan air panas hingga filtrate tidak bereaksi  basa atau sulfat. &ulfat diperiksa dengan sedikit 9a$l'  panas yang diasamkan

dengan sedikit $l. &etelah bersih kertas saring + endapan dikeringkan dan dimasukan ke dalam ca!an yang telah dipijarkan hingga bobot tetap.

V. HASIL PENGAMATAN DAN ANALISIS DATA V.1 Ha!l P"n#a$atan

9erat kertas saring @ (=22 gr   9erat ca!an petri @ (521 gr  

(6)

9erat sample sesudah dipanaskan @ 151' gr  V.2 Anal!! Data

Antuk menghitung kadar $u maka digunakan rumus sebagai berikut *

Kadar $u @

 Ar cu

 Mr CuO x bobot sample kering

bobot sample x100 Keterangan * 6r $u @ =32 Mr $u/ @ 1 : =32 + 1: 1= @ ,)2 Kadar $u @ 63,5 79,5 x41,812 0,501  x100 @ ==, ; VI. PEMBAHASAN

0alam praktikum ini kita membahas tentang penetuan kadar $u dalam terusi CuSO4.5 H 2O   dimana kita akan menghitung kadar $u dalam suatu terusi.

Kristalisasi adalah proses pembentukan bahan  padat  dari  pengendapan larutan atau kristalisasi merupakan teknik pemisahan kimia antara bahan padat-cair di mana terjadi perpindahan massa dari suat 4at terlarut dari cairan larutan ke fase kristal padat.

0alam praktikum ini hal yang pertama dilakukan yaitu menimbang (2 gr terusi lalu larutkan dalam suatu gelas piala dengan air suling 12(-'(( ml didihkan dan diendapkan dengan a/ dan melebihkan a/ dengan memeriksa cairan

(7)

dengan kertas lakmus lalu diamkan beberapa saat. Kemudian tuang endapan sebanyak 3 kali lalu masukan kedalam kertas saring. &elanjutnya endapan dicuci dengan air panas hingga filtrate tidak bereaksi basa atau sulfat. &ulfat diperiksa dengan sedikit 9a$l' panas yang diasamkan dengan sedikit $l. &etelah bersih

kertas saring + endapan dikeringkan dan dimasukan kedalam ca!an yang telah dipijarkan hingga bobot tetap. 0an didapatkan hasil kadar $u yaitu ==,;.

VII. PENUTUP

VII.1 K"!$%ulan

1. Kristalisasi merupakan teknik pemisahan kimia antara bahan padat-cair di mana terjadi  perpindahan massa dari suat 4at terlarut dari cairan larutan ke fase kristal padat.

'. 0ari hasil pengamatan didapatkan hasil kadar $u yaitu ==,;.

&.2 Sa'an

0alam melakukan praktikum penentuan air kristal dalam sampel sebaiknya sebelum melakukan percobaan alat yang digunakan diperhatikan ketelitiannya agar tidak mengalami kesalahan dalam pengambilan maupun pengolahan data

(8)

dan selama praktikum mungkin kami melakukan kesalahan prosedur atau keteledoran karena hasil yang didapatkan tidak memenuhi syarat. al ini menjadi pembelajaran bagi kami untuk lebih telititi lagi menjalankan prosedur  kerja praktikum.

06T6B "A&T6K6

&uharto &ahati. Kimia Anorganik Dasar . Cakarta* Ani#ersitas Indonesia %AI-"ress '(()

8ogel. Analisis Annorganik Kualitatif Makro dan Semimikro Bagian I . Cakarta* "T Kalman Media "ustaka 1),)

6shoff. Tembaga (II). http??!!!. chem-is-try. com? '( 6pril '(1' D Etanol E. http??id. Fikipedia. org? '( 6pril '(1'

(9)

Referensi

Dokumen terkait