• Tidak ada hasil yang ditemukan

MSPM Bu Bachyar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MSPM Bu Bachyar"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS MAKALAH KELOMPOK  TUGAS MAKALAH KELOMPOK  MANAJEMEN PENYELENGGARAA

MANAJEMEN PENYELENGGARAAN N MAKANAN INSTIUTSIMAKANAN INSTIUTSI

“KETENAGAAN DALAM PENYELENGGARAAN MAKANANKETENAGAAN DALAM PENYELENGGARAAN MAKANAN

INSTITUSI INSTITUSI””

Untuk memenuhi tugas MSPM dasar yang dibimbing Untuk memenuhi tugas MSPM dasar yang dibimbing

oleh Ibu Bachyar Bakri, SKM, M.Kes oleh Ibu Bachyar Bakri, SKM, M.Kes

Disusun Oleh : Disusun Oleh :

Desinta

Desinta Rahmawati Rahmawati (100300005(1003000055)5) Dwi

Dwi Aninda Aninda K. K. W W (100300005(1003000057)7) Edinda

Edinda Ayu Ayu Miranti Miranti (100300006(1003000060)0) Ifatul

Ifatul Munifah Munifah (1003000067)(1003000067) Imas

Imas HidayatuHidayatul l Munawaroh Munawaroh (1003000071)(1003000071) Riza

Riza Alifiah Alifiah (100300009(1003000091)1) Tri

Tri Apriliani Apriliani (100300010(1003000102)2) Yesica

Yesica Luditasari Luditasari R. R. (100300010(1003000105)5) Yurizk

Yurizk Dian Dian Palupi Palupi (100300010(1003000108)8)

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN MALANG POLITEKNIK KESEHATAN MALANG

JURUSAN GIZI JURUSAN GIZI

PROGRAM STUDI D III GIZI PROGRAM STUDI D III GIZI

2012 2012

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia semakin menyadari akan pentingnya kualitas makanan bagi peningkatan  produktivitas dan kualitas sumber daya manusia. Perkembangan pangan telah memberikan peluang bisnis dalam berbagai bidang seperti kesehatan, usaha jasa boga, industri pangan dan lain sebagainya. Jasa boga adalah suatu institusi atau perorangan yang melakukan kegiatan pengelolaan makanan yang disajikan di luar tempat usaha atas dasar pesanan (Depkes RI 1993).

Makanan merupakan salah satu kebutuhan utama manusia. Oleh karena itu, penyelenggaraan makanan merupakan suatu keharusan, baik di lingkungan keluarga maupun di luar lingkungan keluarga. Penyelenggaraan makanan di luar lingkungan keluarga diperlukan oleh sekelompok konsumen karena berbagai hal tidak dapat makan bersama dengan keluarganya di rumah. Penyelenggaraan makanan bagi sekelompok konsumen yang bukan merupakan satu keluarga, tetapi merupakan satu kesatuan yang biasanya dikenal dengan penyelenggaraan makanan kelompok (Sjahmien Moehyi, 1992).

Manajemen makanan institusi merupakan penyelenggaraan dan  pelaksanaan makanan dalam jumlah besar yaitu dengan jumlah diatas 50  porsi, pendapat lain menyatakan bahwa penyelenggaraan makanan institusi minimal 1000 porsi dalam sekali penyelenggaraannya. Untuk  memenuhi kebutuhan masyarakat yang berbeda-beda golongannya, maka munculah berbagai macam pengelolaan makanan banyak menurut kebutuhan konsumen yang dilayani. Perbedaan dari penggolongan  penyelenggaraan makanan institusi ini didasarkan pada tujuan penyediaan

makanan serta cara pengolahan yang ditetapkan oleh pemilik berbagai institusi. Macam dan jumlah zat gizi yang ditetapkan, dipersiapkan sesuai

(3)

dengan petunjuk atau policy yang ada serta diperhitungkan menurut golongan konsumen yang dilayani dan syarat gizi yang berlaku (Nursiah A. Mukrie, 1990).

1.2. Tujuan

1.2.1. Tujuan umum

Untuk mengetahui suatu ketenagaan di dalam penyelenggaraan makanan institusi.

1.2.2. Tujuan Khusus

1. Mengetahui ketenagaan dalam PMI (Rumah sakit, catering, industri, asrama, sekolah, komersial, transportasi)

2. Mengetahui standar jumlah dan kualifikasi tenaga dalam PMI 3. Mengetahui ratio kebutuhan tenaga kerja pada PMI

1.3. Manfaat

Dengan mengetahui ketenagaan di dalam PMI, maka akan diperoleh manfaat sebagai berikut :

1. Dapat memberikan informasi tentang ketenagaan di dalam Penyelenggaraan Makanan Institusi

2. Dapat memberikan karakteristik ketenagaan suatu Penyelenggaraan Makanan Institusi

(4)

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Ketenagaan dalam PMI

Pengorganisasian merupakan kegiatan serta tugas dan fungsi masing-masing unit kerja yang ada dalam organisasi itu serta hubungan kerja antara masing-masing unit kerja. Dalam pelenggaraan makanan merupakan suatu  proses rangkaian kegiatan yang melibatkan banyak orang maka diperlukan  pengorganisasian yang baik guna mendapatkan hasil yang memuaskan.

Tenaga kerja dalam penyelenggaraan makanan umumnya dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu (PGRS, 2003) :

a. Kelompok Tenaga Pengelola

Tenaga-tenaga pengelola kegiatan penyelenggaraan makanan  bertanggung jawab atas perencanaan, pengawasan, dan pengendalian. Kelompok tenaga ini bertanggung jawab dalam penyusunan menu, standarisasi kualitas, dan cita rasa makanan yang dihasilkan, serta efisiensi penggunaan dan daya yang tersedia sehingga biaya  penyelenggaraan makanan dapat ditekan serendah mungkin tanpa

mengurangi mutu dan cita rasa makanan.

 b. Kelompok Tenaga Pelaksana

Kelompok tenaga pelaksana dalam penyelenggaraan makanan adalah yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan produksi dan distribusi makanan kepada konsumen. Isi tenaga dalam kelompok ini adalah mereka yang mempunyai keahlian dalam kegiatan masak-memasak,  baik melalui pendidikan formal maupun melaui pengalaman yang

cukup.

c. Kelompok Tenaga Pembantu Pelaksana

Kelompok tenaga pembantu pelaksana penyelenggaraan makanan adalah mereka yang terlibat dalam kegiatan penyelenggaraan makanan, tetapi tidak mempunyai tanggung jawab khusus. Umumnya mereka hanya membantu tenaga pelaksana untuk menyelesaikan tugasnya, seperti membersihkan bahan makanan, memotong, mengiris, atau

(5)

membantu pekerjaan memasak lainnya, termasuk membersihkan  peralatan.

Segala sesuatu yang berhubungan dengan tenaga kerja mulai dari sebelum, selama, dan sesudah masa kerja merupakan bagian yang harus diperhatikan dari ketenagaan yang ada.

a. Jumlah tenaga

Tenaga pengolah makanan dalam penyelenggaraan makanan umumnya mempunyai latar belakang pendidikan di dunia kuliner. Akan tetapi, hal ini belum dapat menjamin bahwa menu yang disajikan sudah memenuhi kecukupan gizi yang dianjurkan. Menurut mukrie (1990), tenaga yang dibutuhkan dalam suatu penyelenggaraan makanan terdiri dari tenaga ahli, tenaga terampil, dan tenaga  penunjang.

 b. Penerimaan tenaga

Pihak institusi membuka lowongan pekerjaan sebagai tenaga  pengolah makanan, kemudian pendaftar yang lolos kemudian melalui tahap wawancara dan setelah dilakukan diskusi diumumkan siapa saja yang lolos dan diterima sebagai tenaga pengolah makanan.

c. Tugas tenaga

Pembagian tugas untuk masing-masing tenaga pengolah makanan harus terbagi dengan jelas. Dengan demikian tenaga pengolah makanan telah terbagi menjadi tugas sendiri dengan rata mulai dari  penerimaan bahan makanan hingga akhir proses yaitu pencucian  peralatan masak.

d. Pembagian tenaga

Dalam rangka meningkatkan kualitas tenaga pengolah makanan yang dimiliki, pihak yayasan sekolah mengikut sertakan tebaga pengolah makanannya pada kegiatan pelatihan. Contohnya dengan pembuatan menu sehat dan seimbang yang diadakan oleh pihak Dinas kesehatan Kota Malang.

(6)

Macam-macam ketenagaan dalam PMI, yaitu : 1. Rumah Sakit

Berdasarkan hasil lokakarya pengelolaan rumah sakit (direktorat  pelayanan RS Depkes RI, 1997) ditentukan bahwa kebutuhan tenaga  pada penyelenggaraan RS ditetapkan berdasarkan jumlah tempat

tidur yang tersedia di RS.

Pendidikan Jumlah ahli gizi Jumlah tempat tidur  Kelas rumah sakit S3 1 500 A S2 1 400 A & B S1 / D4 GIZI 1 200 A, B & C D3 GIZI 1 70-100 A, B, C, & D SPAG / D1 1 40 D SMK / SMU 1 12 A, B, C, & D 2. Catering

Untuk PMI catering yang melayani permintaan yang jumlahnya  besar hingga 100 orang maka diperlukan tenaga kerja sebagai  berikut:

a. 2 orang pengolah masakan

 b. 1 tenaga ahli gizi minimal D3 gizi c. 1 tenaga transportasi

d. 2 tenaga kebersihan e. 1 manajer 

f. 2 tenaga pembantu distribusi 3. Industri

Untuk PMI industri dengan jumlah yang dilayani 400 orang masing-masing untuk makan pagi, siang, atau malam, dengan menu pilihan (selected menu), tenaga yang dibutuhkan adalah sebagai berikut :

(7)

a. D3 gizi : 1 orang  b. Memasak : 4 orang

c. Pembantu pemasak : 4 orang d. Tenaga kebersihan : 4 orang e. Pelayan : 4 orang

Apabila menggunakan menu yang ditetapkan, maka jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan menjadi lebih sedikit daripada yang tersebut di atas.

4. Asrama

Untuk asrama dan panti sosial yang melayani sekitar 1350 orang untuk 3x makan per hari dengan menu di tetapkan (fixed menu) dan dengan sistem pelayanan cafetaria dan tenaga yang di butuhkan sebagai berikut :

a. D3 Gizi : 1 orang  b. Pemasak : 2 orang

c. Pembantu pemasak : 2 orang d. Tenaga kebersihan : 2 orang e. Pelayan : 2 orang

Apabila menu yang di sediakan adalah menu pilihan, maka tenaga kerja yang di butuhkan menjadi lebih banyak.

5. Sekolah

Untuk penyelenggaraan makanan yang melayani makan siang dan snack bagi anak sekolah sebanyak 500 orang, dibutuhkan tenaga sebagai berikut:

a. D III Gizi: 1 orang  b. Pemasak: 2 orang

c. Pembantu pemasak: 2 orang d. Tenaga kebersihan: 1 orang e. Tenaga administrasi: 1 orang

(8)

6. Komersial

Untuk institusi komersial seperti restoran, dengan jumlah yang di layani rata – rata 150 – 200 porsi per hari dan menu pilihan,

tenaga yang dibutuhkan adalah sebagai berikut : a. D3 Gizi : 1 orang

 b. Pemasak : 3 orang

c. Tenaga kebersihan : 3 orang d. Pelayan : 4 orang

e. Kasir : 1 orang 7. Transportasi

Untuk PMI transportasi yang dilayani hanya dari orang yang melakukan perjalanan, menu yang disajikan merupakan menu dengan berbagai pilihan, maka ketenagaan dalam menyiapkan makanan adalah sebagai berikut:

a. 2 tenaga memasak   b. 2 distributor 

c. 2 pelayanan kebersihan

d. 1 ahli gizi minimal D3 dan bertempat pada pusat transportasi (pelabuhan atau terminal)

(9)

2.2. Standart jumlah dan Kualifikasi dalam PMI

Tabel 1. Macam Penyelenggaraan Makanan Institusi dan Tenaga yang dibutuhkan

Type

Jumlah makanan yang

dihidangkan Tipe pelayanan Macam menu Tenaga yang dibutuhkan Restoran kecil 150-200 makan siang

100 snack pagi dan siang

Dilayani pelayan A’la Carte dan Table d’hote

1 Ahli Gizi 3 Pemasak  4 Pelayan 1 Kasir  3 Tenaga kebersihan Asrama 1350 makan pagi siang dan

malam dengan penjualan snack 

Kafetaria melayani sendiri

Menu ditetapkan 1 Ahli Gizi 1 Supervisor  1 Tenaga Penerima Bahan Makanan 3 Pemasak 

2 pembantu pemasak  4 pencuci counter  5 pencuci piring

2 pelayan 2 cadangan Industri 400 makan pagi, siang, dan Kafetaria melayani Menu pilihan 1 ahli gizi 4 pemasak 

malam sendiri 4 pembantu pemasak 

4 tenaga kebersihan 5 pelayan 2 kasir 

Tabel 2. Tenaga/Pekerja di Dapur 

Pekerja yang diperlukan Untuk 0-49 konsumen Untuk 50- 99 konsumen Untuk 100-175 konsumen Untuk konsumen diatas 175 Kepala dapur  Pemasak  Pembuat salad Pencuci piring Pencuci peralatan Tenaga pembersih Tenaga gudang Pembuat roti 1 1 1 1 1 0 0 0 1 2 2 2 1 1 1 1 1 3 2 3 1 1 1 1 1 4 3 3 1 1 1 1

(10)

malam sendiri 4 pembantu pemasak  4 tenaga kebersihan 5 pelayan 2 kasir 

Tabel 2. Tenaga/Pekerja di Dapur 

Pekerja yang diperlukan Untuk 0-49 konsumen Untuk 50- 99 konsumen Untuk 100-175 konsumen Untuk konsumen diatas 175 Kepala dapur  Pemasak  Pembuat salad Pencuci piring Pencuci peralatan Tenaga pembersih Tenaga gudang Pembuat roti 1 1 1 1 1 0 0 0 1 2 2 2 1 1 1 1 1 3 2 3 1 1 1 1 1 4 3 3 1 1 1 1

Tabel 3. Tenaga/pakerja di dining room (rumah makan) berdasarkan jumlah konsumen Pekerja yang diperlukan Untuk  0-37 Konsumen Untuk  38-58 Konsumen Untuk  59-75 konsumen Untuk  76-95 konsumen Untuk  96-112 konsumen Untuk  113-129 konsumen Untuk  130-145 konsumen Untuk  146-166 konsumen Untuk  167 dan selebihn ya Kepala dapur  1 1 1 1 1 1 1 1 1 Pelayanan makanan 2 3 4 5 6 7 3 9 10 Pembersih 1 2 2 3 3 3 3 4 5 Pelayanan minuman 1 2 2 2 2 3 3 3 3

(11)

Tabel 3. Tenaga/pakerja di dining room (rumah makan) berdasarkan jumlah konsumen Pekerja yang diperlukan Untuk  0-37 Konsumen Untuk  38-58 Konsumen Untuk  59-75 konsumen Untuk  76-95 konsumen Untuk  96-112 konsumen Untuk  113-129 konsumen Untuk  130-145 konsumen Untuk  146-166 konsumen Untuk  167 dan selebihn ya Kepala dapur  1 1 1 1 1 1 1 1 1 Pelayanan makanan 2 3 4 5 6 7 3 9 10 Pembersih 1 2 2 3 3 3 3 4 5 Pelayanan minuman 1 2 2 2 2 3 3 3 3

Faktor  –  Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Tenaga Kerja pada

Penyelenggaraan Makanan Banyak 

Jumlah porsi makanan yang diselenggarakan

Semakin banyak porsi makanan yang diolah, membutuhkan tenaga yang semakin banyak pula.

Jenis / macam makanan yang diolah

Semakin banyak macam menu yang diolah, semakin banyak  membutuhkan tenaga kerja. Menu pilihan membutuhkan tenaga kerja lebih  banyak daripada menu terbatas (limited menu).

Jumlah hari pelayanan

Sarana fisik dan prasarana yang tersedia

Macam atau menu tipe bahan makanan dan peralatan yang digunakan

Bahan makanan “ready to cook” membutuhkan tenaga lebih sedikit daripada yang konvensional. Peralatan sekali pakai (disposable ware) membutuhkan tenaga lebih sedikit daripada peralatan konvensional (gelas, mangkok yang harus dicuci)

(12)

Faktor  –  Faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Tenaga Kerja pada

Penyelenggaraan Makanan Banyak 

Jumlah porsi makanan yang diselenggarakan

Semakin banyak porsi makanan yang diolah, membutuhkan tenaga yang semakin banyak pula.

Jenis / macam makanan yang diolah

Semakin banyak macam menu yang diolah, semakin banyak  membutuhkan tenaga kerja. Menu pilihan membutuhkan tenaga kerja lebih  banyak daripada menu terbatas (limited menu).

Jumlah hari pelayanan

Sarana fisik dan prasarana yang tersedia

Macam atau menu tipe bahan makanan dan peralatan yang digunakan

Bahan makanan “ready to cook” membutuhkan tenaga lebih sedikit daripada yang konvensional. Peralatan sekali pakai (disposable ware) membutuhkan tenaga lebih sedikit daripada peralatan konvensional (gelas, mangkok yang harus dicuci)

Metode penyajian makanan dan letak penyajian

Cafetaria service membutuhkan tenaga lebih sedikit daripada waiter   service. Tempat penyajian yang jauh membutuhkan tenaga lebih banyak 

Latihan dan pengalaman pegawai

Pegawai terlatih dan berpengalaman dapat menangani berbagai tugas dan  produktivitas yang baik.

Menetapkan Unit Kerja dan kategori Tenaga di Rumah Sakit

Tujuan menetapkan unit kerja dan kategori tenaga adalah diperolehnya unit kerja dan kategori tenaga yang bertanggung jawab dalam menyelenggarakan kegiatan pelayanan kesehatan perorangan pada pasien, keluarga, dan masyarakat. Dietisien di Instalasi gizi RS Sardjito bekerja di unit kerja ruang rawat inap; rawat  jalan; pengolahan makanan; administrasi dan logistic; pendidikan, pelatihan dan  penelitian gizi.

(13)

 No Unit kerja Kategori tenaga

1. Ruang rawat inap 1. Dietisien

2. Pramusaji 2. Rawat jalan/klinik gizi 1. Dietisien

2. Adminitrasi 3. Pengolahan dan distribusi makanan 1. Dietisien

2. Pemasak  3. Kebersihan 4. Administrasi dan logistic 1. Ahli Gizi

2. Administrasi 3. Petugas gudang 5. Pendidikan, pelatihan dan penelitian

gizi

1. Dietisien

Evaluasi dilakukan pada dietisien yang bekerja di ruang rawat inap dengan tugas  pokok yang sama yaitu, merencanakan diet, anamnesa, pengkajian status gizi,  perencanaan kebutuhan gizi dan jenis diet, konseling gizi, dan pemantauan serta

(14)

2.3.Ratio Ketenagaan Penyelenggaraan Makanan Institusi Di Rumah Sakit

Kegiatan Uraian

Kegiatan

Ratio tenaga untuk tiap kelas

A B C D Khusus

Penyajian makanan

Pengemasan alat makan 1 : 25 1 : 25 1 : 25 1 : 25 1 : 25

Pengadaan dan evaluasi

Koordinator 1 : 1000 - - -

-Penyusunan menu 1 : 400 1 : 300 1 : 300 -

-Penerimaan, penyiapan, distribusi 1 : 8 1 : 8 1 : 10 1 : 10 1 : 10 Distribusi makanan pengamatan

dan pengendalian pencatatan dan laporan pembersihan

1 : 800 1 : 800 1 : 300 -

-Penyuluhan dan konsultasi gizi

Coordinator anamnesa diet 1 : 500 1 : 400 1 : 400 -

-BAB III KESIMPULAN

Segala sesuatu yang berhubungan dengan tenaga kerja mulai dari sebelum, selama, dan sesudah masa kerja merupakan bagian yang harus diperhatikan dari ketenagaan yang ada.

e. Jumlah tenaga

Tenaga pengolah makanan dalam penyelenggaraan makanan umumnya mempunyai latar belakang pendidikan di dunia kuliner. Akan tetapi, hal ini belum dapat menjamin bahwa menu yang disajikan sudah memenuhi kecukupan gizi yang dianjurkan. Menurut mukrie (1990), tenaga yang dibutuhkan dalam suatu penyelenggaraan makanan terdiri dari tenaga ahli, tenaga terampil, dan tenaga  penunjang.

(15)

BAB III KESIMPULAN

Segala sesuatu yang berhubungan dengan tenaga kerja mulai dari sebelum, selama, dan sesudah masa kerja merupakan bagian yang harus diperhatikan dari ketenagaan yang ada.

e. Jumlah tenaga

Tenaga pengolah makanan dalam penyelenggaraan makanan umumnya mempunyai latar belakang pendidikan di dunia kuliner. Akan tetapi, hal ini belum dapat menjamin bahwa menu yang disajikan sudah memenuhi kecukupan gizi yang dianjurkan. Menurut mukrie (1990), tenaga yang dibutuhkan dalam suatu penyelenggaraan makanan terdiri dari tenaga ahli, tenaga terampil, dan tenaga  penunjang.

f. Penerimaan tenaga

Pihak institusi membuka lowongan pekerjaan sebagai tenaga  pengolah makanan, kemudian pendaftar yang lolos kemudian melalui tahap wawancara dan setelah dilakukan diskusi diumumkan siapa saja yang lolos dan diterima sebagai tenaga pengolah makanan.

g. Tugas tenaga

Pembagian tugas untuk masing-masing tenaga pengolah makanan harus terbagi dengan jelas. Dengan demikian tenaga pengolah makanan telah terbagi menjadi tugas sendiri dengan rata mulai dari  penerimaan bahan makanan hingga akhir proses yaitu pencucian  peralatan masak.

h. Pembagian tenaga

Dalam rangka meningkatkan kualitas tenaga pengolah makanan yang dimiliki, pihak yayasan sekolah mengikut sertakan tebaga pengolah makanannya pada kegiatan pelatihan. Contohnya dengan pembuatan menu sehat dan seimbang yang diadakan oleh pihak Dinas kesehatan Kota Malang.

(16)

DAFTAR PUSTAKA

Mukrie, Nursiah. 1990.  Manajemen Pelayanan Gizi Institusi Dasar . Jakarta :Proyek pengembangan pendidikan tenaga gizi pusat

Gambar

Tabel 1. Macam Penyelenggaraan Makanan Institusi dan Tenaga yang dibutuhkan
Tabel 3. Tenaga/pakerja di dining room (rumah  makan) berdasarkan jumlah konsumen
Tabel 3. Tenaga/pakerja di dining room (rumah  makan) berdasarkan jumlah konsumen Pekerja yang diperlukan Untuk 0-37 Konsumen Untuk 38-58 Konsumen Untuk 59-75 konsumen Untuk 76-95 konsumen Untuk 96-112 konsumen Untuk  113-129 konsumen Untuk  130-145 konsum

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil pemodelan yang dilakukan dengan nilai kriteria aspirasi yang berbeda maka didapatkan tingkat utilisasi kanal dan panggilan blocking.. Dengan nilai kriteria aspriasi

Berdasarkan surat penetapan penyediaan barang dan jasa Nomor 03/PPJB.04.04/III/2015 tanggal 27 Maret 2015, dengan ini pejabat pengadaan barang dan jasa Dinas pertanian

Manuver yang dapat dilakukan untuk membebaskan jalan napas pada pasien dengan kecurigaan trauma servikal adalah.... Berikut ini yang merupakan indikasi dari pemasangan airway

(6) In the event of a breach in the transport of forest products from private forests using Form of Transport or Letter of Origin (SKAU) document, such as differences

[r]

enhance. Tahapan penggunaan Customer Relationship Management yang dapat.. digunakan sebagai upaya peningkatan dan pemanfaatan Unit Rawat Inap Kandungan dan Kebidanan di

Data flow diagram yaitu suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus data dari suatu sistem dengan menggunakan pendekatan metode analisis

Dita dan Dina sama-sama suka film tersebut, maka kalimat yang benar adalah so do I, karena like di sini adalah kata kerja (suka) buka kata