MENGENAL LEBIH DEKAT
MENGENAI
AD/ART & PT LIONS CLUBS
(2018)
By:
MARTONO ANGGUSTI & NASIB LOHOR
2020-2021-❖
Mengapa Harus ada Peraturan dalam Berorganisasi ?
• Peraturan merupakan kaidah tertulis yang mudah dikenali (diidentifikasi) ,mudah diketemukan
kembali dan mudah ditelusuri.
• Peraturan sebagai keadilan, keteraturan, ketentraman, ketertiban dan kepastian bagi anggota lions
terutama yang menyangkut HAK dan KEWAJIBANNYA.
• Peraturan sebagai Kaidah Kesopanan yang bertujuan untuk mengarahkan agar dalam berorganisasi
lebih dapat dinikmati dan menyenangkan.
• Peraturan sebagai Kaidah Kesusilaan yang bertujuan khusus mengenai patokan yang menyangkut
hati nurani seorang individu ditengah pergaulan dengan sesama Lions atau patokan mengenai
hasrat rohaniah yang tidak tampak.
• Peraturan sebagai Kaidah Agama dan Kepercayaan yang bertujuan sebagai salah satu yang
menentukan sikap pribadi para Lions pada umumnya.
Hierarki Perundang – Undangan
dan
Peraturan Perkumpulan Lions Indonesia Multi Distrik 307
PERATURAN CLUB D 307 A2 (Asas Responsif)
PERATURAN GUBERNUR D 307A2 (Vide Psl 42 Ayat 1 Peraturan Tambahan)
PERKUMPULAN LIONS INDONESIA DISTRIK 307 A1,
A2
, B1, B2
PERKUMPULAN LIONS INDONESIA MULTI DISTRIK 307
ANGGARAN DASAR (11 Bab & 26 Psl) DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA (17 Bab & 46 Psl) dan PERATURAN TAMBAHAN (10 Bab & 42 Psl)
CONSTITUTION & BY LAWS LIONS CLUBS INTERNATIONAL
Undang Undang Nomor 17 TAHUN 2013 TENTANG ORMAS (vide Perpu no. 2/2017) Undang Undang Dasar 1945
PANCASILA
NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN
Pasal 1
1. Ayat 1 Perkumpulan Lions Indonesia Multi-Distrik 307, yang selanjutnya dalam Anggaran Dasar ini disebut Perkumpulan, berkedudukan di Jakarta Utara.
(vide ART Psl.1 (1 s/d 13))
• ART Psl.1(1) Anggaran Dasar adalah Anggaran Dasar Perkumpulan Lions Indonesia Multi Distrik 307 yang telah disetujui dan disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor AHU-82.01.07.Tahun 2013, tanggal 30 April 2013;
• Ayat (2) Anggaran Rumah Tangga adalah ketentuan ketentuan yang menjadi pedoman bagi Organ Perkumpulan sebagai pelaksanaan lebih lanjut dari Anggaran Dasar dan untuk
dijadikan dasar dalam melakukan kegiatan guna mencapai tujuan Perkumpulan;
• Ayat (3) Peraturan Tambahan adalah ketentuan lebih lanjut dari Anggaran Rumah Tangga yang disetujui oleh Konvensi Tahunan Multi Distrik. • Ayat (4) Organ Perkumpulan terdiri dari RUA, Badan Pengurus dan Badan Pengawas.
• Ayat (5) Konvensi adalah Rapat Umum Anggota Perkumpulan (RUA)
• Ayat (6) Konvensi Tahunan adalah Rapat Umum Tahunan Anggota yang diselenggarakan pada tingkat Distrik dan tingkat Multi Distrik.
• Ayat (7) Utusan atau Utusan pengganti adalah anggota Club yang telah ditunjuk untuk mewakili Club yang telah ditunjuk untuk mewakili Club memberi suara dan berhak bicara dalam Konvensi Tahunan pada tingkat Distrik atau tingkat Multi Distrik.
• Ayat (8) Badan Pengurus Perkumpulan adalah organ Perkumpulan yang melakukan tugas pengurusan dan mewakili Perkumpulan baik didalam maupun diluar pengadilan dan diketuai oleh seorang ketua yang disebut Ketua Dewan Gubernur.
• Ayat (9) Badan Pengawas Perkumpulan adalah organ perkumpulan yang melakukan pengawasan umum dan/atau khusus dan memberi nasihat kepada Badan Pengurus. • Ayat (10) Lion adalah nama sebutan untuk anggota Perkumpulan Lions Indonesia Multi Distrik 307.
• Ayat (11) Status baik Club adalah club yang tidak dalam status quo dan telah memenuhi kewajibannya termasuk kewajiban keuangan kepada Lions Indonesia Multi Distrik 307 sadn Lions Club International.
• Ayat (12) Status baik Anggota adalah anggota Lions Club yang secara teratur menghadiri pertemuan Club sesuai ketentuan, ikut serta dalam kegiatan club dan memenuhi kewajiban keuangannya kepada club sesuai yang ditentukan oleh club.
• Ayat (13) Club dalam status quo adalah club yang atas pertimbangan Gubernur Distrik dan Lions Clubs International dinyatakan gagal memenuhi kewajiban.
• Mukadimah: Bahwa Perkumpulan tersebut Pertama kali didirikan di Indonesia pada tanggal 18 November 1969 di Jakarta; Dalam melaksanakan kebijakannya Lions Club Indonesia didalam negara Kesatuan RI berpegang pada motto ”Kami Mengabdi (We serve), dengan menjunjung tinggi prinsip Kemerdekaan (Liberty), Kecerdasan (Intelligence) dan
NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN
Pasal 1
2. Ayat 2
menyatakan bahwa Perkumpulan dapat mempunyai cabang diseluruh
NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN
Pasal 1
3. Ayat 3 menyatakan bahwa Persyaratan dan tata cara pendirian cabang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur lebih lanjut dalam ART Perkumpulan. (vide ART Psl (4)(5)(6))
• ART Psl 4 mengatur bahwa Cabang yang selanjutnya disebut Lions Club atau disingkat Club dapat didirikan oleh paling sedikit 20 (dua puluh) orang calon anggota yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. Orang perseorangan yang cakap melakukan perbuatan hukum; b. mempunyai akhlak dan watak yang baik;
c. mempunyai martabat dan nama baik dalam masyarakat.
• ART Psl 5 ayat 1 mengatur bahwa Setiap Club yang didirikan harus mempunyai nama Club yang dikenal berdasarkan nama yang menunjukkan wilayah tempat kedudukan club.
• Ayat 2 mengatur bahwa wilayah tempat kedudukan Club sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah daerah kabupaten/kota sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara RI.
• ayat 3 mengatur bahwa Dalam hal nama Club tidak dapat menunjukkan wilayah tempat kedudukannya maka didepan nama Club harus ditambah nama Daerah Kabupaten/Kota.
• ayat 4 mengatur bahwa Club tidak boleh memakai nama yang:
• telah dipakai oleh Club lain dalam satu wilayah tempat kedudukan Club.
• merupakan nama perseorangan yang masih hidup, kecuali nama orang yang pernah menjabat sebagai Presiden International. • Menambah kata “International” pada nama Club.
• ayat 5 mengatur bahwa Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3) tidak berlaku bagi Club yang telah didirikan dan disahkan sebelum Anggaran Rumah Tangga ini berlaku.
NAMA DAN TEMPAT KEDUDUKAN
Pasal 1
4. Ayat (4) menerangkan bahwa Tata cara berorganisasi dari cabang cabang akan diatur dalam ART Perkumpulan.
(vide ART Psl 1 (11)(12)(13) jo PT Psl 17 (1)(2)(3)(4),Psl 18 (1)(2)(3)(4)(5), Psl 19 (1)(2))
• ART Psl. 1 ayat (11): Status baik Club adalah club yang tidak dalam status Quo dan telah memenuhi kewajibannya termasuk kewajiban keuangan kepada Lions Indonesia Multi Distrik 307 dan Lions Clubs Inernational.
• Ayat (12) Status baik anggota adalah anggota Lions Club yang secara teratur menghadiri pertemuan club sesuai ketentuan, ikut serta dalam kegiatan club dan memenuhi kewajiban keuangannya kepada club sesuai yang ditentukan oleh Club.
• Ayat (13): Club dalam status Quo adalah Club yang atas pertimbangan Gubernur Distrik dan Lions Clubs International dinyatakan gagal memenuhi kewajibannya. –Lampiran
C-• PT Psl. 17 ayat (1) Pertemuan berkala dianjurkan diadakan 2 (dua) kali dalam setiap bulan. Pertemuan berkala dapat berupa Rapat Berkala Anggota atau Rapat Khusus atas Undangan Presiden Club berkenaan dengan permintaan Badan Pengurus.
• ayat (2) Rapat Badan Pengurus Club dianjurkan diadakan paling sedikit 1 (satu) kali dalam setiap bulan. Rapat Badan Pengurus dapat berupa Rapat Badan Pengurus berkala atau Rapat Badan Pengurus Khusus atas Undangan Presiden Club atau atas permintaan dari 3 (tiga) orang atau lebih anggota Badan Pengurus Club;
• ayat (3) Rapat Tahunan Club diadakan bersamaan dengan Rapat Berkala pada bulan Juni. Dalam rapat ini dilakukan pertanggung jawaban Presiden Club serta pelantikan Badan Pengurus Lions Club baru sebagai mata acara utama;
• ayat (4) Pemanggilan rapat dilakukan oleh Sekretaris Club paling lambat 3 (tiga) hari sebelum rapt diadakan dengan undangan kepada setiap anggota club dengan mencantumkan tanggal, waktu, tempat dan acara rapat sebagaimana ditetapkan oleh Presiden.
• PT Psl. 18 ayat (1) Rapat Pencalonan Badan Pengurus Club harus diadakan dalam bulan Maret setiap tahun, pada tanggal dan tempat yang ditentukan oleh Badan Pengurus. Panggilan Rapat diadakan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sebelum tanggal Rapat;
• Ayat (2) Presiden Club menunjuk panitia pencalonan yang akan mengajukan nama nama calon untuk berbagai jabatan dalam club;
• Ayat (3) Apabila dalam jangka waktu antara Rapat Pencalonan dan Rapat Pemilihan terdapat anggota yang tidak bersedia untuk dicalonkan dan untuk jabatan tersebut tidak ada calon pengganti maka panitia pencalonan akan mengajukan pada saat Rapat Pemilihan.
• Ayat (4) Rapat pemilihan anggota Badan Pengurus dilakukan paling lambat sebelum tanggal 15 (lima belas) April setiap tahun, pada waktu dan tempat yang ditentukan oleh Badan Pengurus. Pemanggilan Rapat dilakukan oleh Sekretaris Club paling lambat 14 (empat belas) hari sebelum rapat diadakan dengan surat undangan kepada setiap anggota club yang mencantumkan tanggal, waktu, tempat dan nama nama calon anggota Badan Pengurus yang telah disahkan pada Rapat Pencalonan.
• Ayat (5) Pada saat Rapat Pemilihan tidak dapat diajukan pencalonan diluar calon yang telah ditentukan kecuali untuk memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (3).
• PT Psl. 19 ayat (1) Rapat rapat lain seperti rapat ulang tahun Club atau rapat untuk proyek pengumpulan dana menjadi tanggung jawab Ketua Panitia yang telah dipilih oleh rapat Badan Pengurus Club;
BAB II
JANGKA WAKTU
Pasal 2
7. Perkumpulan didirikan untuk jangka waktu yang tidak ditentukan
lamanya.
BAB III
AZAS, MAKSUD DAN TUJUAN
Pasal 3
8. Ayat (1) Perkumpulan berazaskan Pancasila dan berdasarkan Undang-Undang
Dasar Negara Republik Indonesia.
9. Ayat 2
• Maksud dan Tujuan Perkumpulan adalah dalam bidang sosial dan kemanusiaan untuk:
a.
Menciptakan dan menumbuhkan semangat saling pengertian diantara bangsa bangsa sedunia
b.
Memajukan norma norma yang baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara;
c.
memberi perhatian secara aktif terhadap kepentingan umum dan kesejahteraan masyarakat dalam
bidang seni budaya, sosial dan tata Susila;
d.
mempersatukan semua anggota Perkumpulan dalam ikatan persahabatan, kerjasama dan saling
pengertian;
e.
menyediakan forum untuk berdiskusi secara bebas mengenai segala hal yang berkenaan dengan
kepentingan umum, asalkan politik, agama, kesukuan dan kebangsaan tidak diperdebatkan;
f.
mendorong orang orang yang berjiwa pengabdian untuk berbakti kepada masyarakat tanpa
mengharapkan imbalan keuangan bagi dirinya dan mendorong ditingkatkannya daya guna dan norma
etika yang tinggi, dalam perdagangan, industri, profesi, pelayanan umum dan usaha swasta
BAB IV
KEGIATAN
Pasal 4
10. Ayat (1) Untuk mencapai maksud dan tujuan Perkumpulan melakukan kegiatan sebagai berikut:
a.
Menyelenggarakan program pemberian bantuan kesehatan kepada masyarakat yang terkena musibah
bencana alam;
b.
Menyelenggarakan program pemberian bantuan kesehatan kepada masyarakat yang kurang mampu;
c.
Menyelenggarakan program penanaman pohon dalam rangka pelestarian lingkungan hidup;
d.
Menyelenggarakan program untuk Pendidikan dan pelatihan kepada anak anak yang kurang mampu;
e.
Menyelenggarakan program pembinaan generasi muda untuk menanamkan tannggung jawab dalam
bidang sosial dan kemanusiaan;
• ayat (2) Dalam melakukan kegiatan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Perkumpulan dapat bekerja sendiri
atau bekerja sama dengan Perkumpulan lain, organisasi atau badan lain.
• Ayat 3 menyatakan bahwa Tata cara untuk melakukan kegiatan sebagaimana disebutkan dalam ayat (1) dan ayat
(2) akan diatur dalam ART.
(belum diatur dalam ART/PT)
BAB V
PEROLEHAN DAN PENGGUNAAN KEKAYAAN
Pasal 5
11. Ayat (1) Kekayaan Perkumpulan diperoleh dari:
a. Iuran anggota;
b. Sumbangan yang tidak mengikat; c. Hibah;
d. Hibah wasiat; dan/atau
e. Perolehan lainnya yang tidak bertentangan dengan AD Perkumpulan dan ketentuan peraturan perUUan.
12.
Ayat (2) Pengelolaan Kekayaan Perkumpulan dilakukan oleh Badan Pengurus Perkumpulan.
(Vide AD Bab V Psl. 5 ayat 2 jo ART Psl. 37)
• ART Psl. 37 menyatakan bahwa Kekayaan Perkumpulan dapat berupa benda bergerak dan benda tidak
bergerak.
13. Ayat (3) Kekayaan Perkumpulan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digunakan untuk melaksanakan
program kegiatan yang direncanakan perkumpulan sesuai maksud dan tujuan yang telah ditetapkan dalam
AD.
- vide AD Psl.4 ayat (1)(2)(3)
BAB VI
KEANGGOTAAN
Pasal 6
14. Keanggotaan Perkumpulan adalah berdasarkan undangan dari salah seorang
Perkumpulan
Pasal 7
15. Persyaratan untuk diterima sebagai anggota perkumpulan adalah :
a.
Orang perseorangan;
b.
cakap melakukan perbuatan hukum;
c.
mempunyai ahlak dan watak yang baik, dan
d.
mempunyai martabat dan nama baik dalam masyarakat.
(Vide PT Psl. 1 (1)(2)(3))
• PT Psl.1 ayat (1) Anggota Club adalah orang perorangan yang disetujui oleh lebih dari ½ (satu per dua) jumlah
suara Badan Pengurus Club yang bersangkutan;
• Ayat (2) Keanggotaan Club adalah berdasarkan undangan dari salah satu anggota Club;
• Ayat (3) Keanggotaan Club ditentukan berdasarkan persyaratan dan kategori sbb:
✓ Orang Perorangan;
✓ Berusia paling sedikit 18 tahun; ✓ cakap melakukan perbuatan hukum;
✓ mempunyai akhlak dan watak yang baik; dan
Pasal 8
16. Ayat (1) Kategori Keanggotaan Perkumpulan adalah sebagai berikut:
a.
Anggota Biasa
b.
Anggota Luar Biasa
c.
Anggota Kehormatan
d.
Anggota Istimewa
e.
Anggota Seumur Hidup
f.
Anggota Associate
Pasal 8
17. Ayat (2) Pengertian kategori keanggotaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur
dalam ART Perkumpulan. (vide PT Psl. 2 (1)(3)(4))
• Peraturan Tambahan Psl 2 ayat (1) Kategori keanggotaan dan pengertiannya
a.
Anggota Biasa (Active Member); adalah anggota yang mempunyai hak dan kewajiban secara penuh yaitu:
• Hak untuk memilih dan dipilih termasuk untuk duduk dalam setiap jabatan di dalam Club, Distrik, Multi Distrik atau
Lions Clubs International, jika memenuhi persyaratan;
• Hak untuk mengeluarkan suara mengenai semua hal yang memerlukan keputusan anggota, dan;
• Wajib menghadiri setiap pertemuan berkala yang diadakan oleh Club;
• Wajib membayar iuran Club yang telah ditentukan.
b.
Anggota luar biasa (Member at Large) adalah:
• Anggota Club yang telah pindah tempat tinggalnya atau karena alasan kesehatan atau alasan lainnya yang dapat
diterima, sehingga tidak mungkin menghadiri pertemuan secara teratur tetapi ingin tetap sebagai Anggota Club dan
untuk ini telah disetujui oleh Badan Pengurus Club;
• Status keanggotaan ditinjau setiap 6 (enam) bulan oleh Badan Pengurus Club;
• Anggota Luar Biasa tidak berhak memegang jabatan atau memberikan suara dalam pertemuan dalam Distrik atau
pertemuan International atau Konvensi;
Pasal 8
c.
Anggota Kehormatan (Honorary Member) adalah:
• Orang Perseorangan bukan anggota Club yang telah melakukan pelayanan yang luar biasa untuk masyarakat atau club oleh karena itu Club berhasrat memberikan penghargaan;
• Anggota kehormatan dapat menghadiri pertemuan pertemuan;
• Anggota Kehormatan tidak berhak atas hak hak lain yang dimiliki oleh Anggota Biasa;
• Pembayaran iuran Distrik dan Lions Clubs International dilakukan oleh Club yang bersangkutan;
d.
Anggota Istimewa (Privileged Member) adalah:
• Anggota Club yang telah menjadi anggota selama 15 (lima belas) tahun atau lebih yang oleh karena kesehatan, uzur, usia lanjut atau alasan lain yang dapat diterima oleh Badan Pengurus Club harus melepaskan sebagai Anggota Biasa;
• Membayar iuran yang ditetapkan oleh Club;
• Mempunyai hak suara dan semua hak sebagai Anggota Biasa;
• Tidak berhak memegang jabatan didalam Club, Distrik, Multi Distrik damn Lions Clubs International.
e.
Anggota Seumur Hidup (Life Member) adalah:
• Setiap anggota Club yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:
e1. Telah menjadi Anggota Biasa selama 20 (dua puluh) tahun atau lebih berturut turut dan menunjukkan pengabdian yang tinggi kepada Clubnya, masyarakat atau Lions Clubs International, atau
e2. Anggota Biasa yang sakit keras;
e3. Anggota Biasa selama 15 (lima belas) tahun atau lebih berturut turut dan telah mencapai usia 70 (tujuh puluh) tahun. Dapat diberikan Anggota Seumur Hidup berdasarkan rekomendasi dari Clubnya kepada Lions Clubs International
Pasal 8
f.
Anggota Associate (Associate Member) adalah:
• Anggota yang mempertahankan keanggotaan utamanya di Club lain tetapi mempunyai tempat tinggal atau bekerja dalam masyarakat yang dilayani oleh Club ditempat ia menjadi Anggota Associate (associate Member) Statusnya sebagai Anggota Associate diberikan berdasarkan Badan Pengurus Club dan akan ditinjau kembali setiap tahun;
• Club tidak perlu melaporkan Anggota Associate dalam Laporan Keanggotaan;
• Anggota Associate dapat mengeluarkan suara mengenai permasalahan Club pada pertemuan Club yang dihadiri secara pribadi, dan wajib membayar iuran Club induknya.
• Anggota Associate tidak dapat mewakili Club sebagai utusan dalam Konvensi Distrik, Multi Distrik atau International maupun melaksanakan penugasan pada tingkat Distrik, Multi Distrik atau Lions Clubs International melalui Club.
g.
Anggota Pendukung (affiliate Member) adalah:
• Orang perseorangan yang bermartabat dalam masyarakat yang tidak dapat ikut secara penuh sebagai Anggota Biasa dalam Club tetapi berkeinginan mendukung kegiatan pelayanan Club dalam masyarakat dan akan bergabung dengan club yang bersangkutan. Status anggota Pendukung diberikan berdasarkan undangan Badan Pengurus Club.
• Anggota Pendukung dapat mengeluarkan suara mengenai permasalahan Club dalam pertemuan Club yang dihadiri secara pribadi. Anggota Pendukung membayar iuran.
• Anggota Pendukung tidak dapat mewakili club sebagai utusan dalam Konvensi Distrik. Multi Distrik dan Lions Clubs International.
• Anggota Pendukung tidak dapat memegang jabatan dalam Club, Distrik, Multi Distrik atau Lions Clubs International maupun melaksanakan penugasan pada tingkat Distrik, Multi Distrik atau Lions Clubs International.
✓ Peraturan Tambahan Psl 2 ayat 3 menyatakan bahwa Penentuan status keanggotaan dalam kategori sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1) ditetapkan oleh Badan Pengurus Club;
✓ Peraturan Tambahan Psl 2 ayat 4 menyatakan bahwa Setiap anggota club harus berperilaku sesuai dengan KODE ETIK LIONS
(lampiran D)
Pasal 9
18. Keanggotaan berakhir karena: a. Meninggal dunia;
b. Berhenti atas permintaan sendiri;
c. Diberhentikan oleh badan pengurus dengan memperhatikan saran pengurus cabang dari anggota yang bersangkutan berdasarkan alasan; • Tidak mengindahkan kewajiban sebagai anggota;
• Lakukan perbuatan yang merugikan nama baik Perkumpulan atau harta kekayaan Perkumpulan dan/atau alasan lain akan diatur dalam ART Perkumpulan;
(Vide PT Psl. 4 ayat (1)(2) jo Psl 5 )
• PT Psl. 4 ayat (1) menyatakan bahwa Anggota Club berhenti ketika: a. Meninggal dunia;
b. atas permintaan sendiri yang telah disetujui oleh rapat Badan Pengurus Club setelah semua pembayaran iuran diselesaikan dan mengembalikan semua dana club (jiak ada) serta tidak dapat menggunakan nama “Lions”, logo dann lambing Lions;
c. Diberhentikan berdasarkan rapat Badan Pengurus Club yang disetujui dengan 2/3 (dua per tiga) jumlah anggota Badan Pengurus, karena tidak melaksanakan kewajiban sebagai seorang anggota Club sebagaimana dimaksud dalam lampiran C. – Kewajiban Anggota
Club (Obligations)
• PT Psl 4 ayat (2) Anggota yang telah berhenti dalam status baik dapat diterima kembali menjadi anggota Club tersebut dalam jangka waktu sesuai dengan ketentuan Lions Clubs International.
• PT Psl 5 Anggota Club yang berstatus baik dan/atau telah berhenti dari keanggotaan Clubnya tidak lebih dari 12 (dua belas) bulan dapat pindah dari satu club ke club lain dengan syarat:
1. Menyerahkan formulir kepindahan anggota yang telah disiapkan oleh sekretaris club yang bersangkutan kepada sekrertaris club yang akan menerima kepindahan kecuali Badan Pengurus Club yang bersangkutan tidak setuju karena belum membayar transfer fee dan belum menyelesaikan tunggakan iuran.
Pasal 10
19. Anggota Biasa Perkumpulan berhak:
a. Menghadiri rapat anggota dan mempunyai hak suara berdasarkan ketentuan dalam
AD dan ART
b. Menyampaikan pendapat/pemikiran baik secara lisan maupun tertulis kepada
badan pengurus untuk kepentingan Perkumpulan.
c. Memilih dan dipilih menjadi anggota badan pengurus atau badan pengawas
Perkumpulan sesuai prosedur yang ditetapkan.
20. Ayat (2) Anggota Biasa Perkumpulan wajib:
a. Membayar Iuran yang besarnya ditetapkan oleh Rapat Umum Anggota;
b. Tunduk dan patuh kepada AD, ART serta semua keputusan yang telah digariskan
Perkumpulan.
c. Berperilaku positif untuk menunjang citra Perkumpulan.
21. Hak dan Kewajiban kategori keanggotaan lainnya diatur dalam ART Perkumpulan.
(vide
PT Psl 2 (2))
• PT Psl 2 (2) Hak dan Kewjiban anggota sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diuraikan dalam lampiran B
dan C – Hak Anggota Club (Rights and Privileges); Kewajiban Anggota Club (Obligations)
BAB VII
ORGAN PERKUMPULAN
Pasal 11
22. Perkumpulan mempunyai organ yang terdiri dari:
a. Rapat Umum Anggota;
(vide ART Psl. 1 (5);
Konvensi adalah Rapat Umum Anggota
(RUA))
b. Badan Pengurus;
(vide ART Psl.1 (8)
- Badan Pengurus Perkumpulan adalah organ perkumpulan yang melakukan
tugas pengurusan dan mewakili Perkumpulan baik didalam maupun diluar pengadilan dan diketuai
oleh seorang ketua yang disebut Ketua Dewan Gubernur.)
c. Badan Pengawas;
(vide ART Psl.1(9)
– Badan Pengawas Perkumpulan adalah organ Perkumpulan yang melakukan
Pengawasan Umum dan/atau khusus dan memberi nasihat kepada Badan Pengurus.)
(vide ART Psl 1 (4)(5)(8)(9))
• ART Psl.1 (4) Organ Perkumpulan terdiri dari Rapat Umum Anggota, Badan Pengurus dan
Badan Pengawas.
BAB VII
ORGAN PERKUMPULAN
Pasal 11
Pasal 2
Struktur Organisasi Perkumpulan
1.
Struktur Organisasi Perkumpulan terdiri dari:
a.
Badan hukum Perkumpulan Lions Indonesia Multi Distrik 307 yang dalam forum The International Association of Lions Clubs
disebut Multi Distrik 307, selanjutnya disebut Multi Distrik.
b.
Distrik
c.
Cabang
2.
Multi Distrik, meliputi wilayah Daerah Propinsi, Daerah Kabupaten dan Daerah Kota berdasarkan
ketentuan Peraturan Perundang-undangan di Indonesia.
3.
Distrik adalah bagian organisasi Multi Distrik, dibentuk untuk kepentingan administrasi perkumpulan
berdasarkan pembagian wilayah Daerah Propinsi, Daerah Kabupaten dan Daerah Kota dalam Negara
Republik Indonesia, sebagaimana ditetapkan oleh Konvensi Multi Distrik dan disetujui oleh Lions Clubs
International.
4.
Cabang sebagaimana dimaksud pada pasal 2 ayat (1) huruf c Anggaran Rumah Tangga adalah Lions Club
yang pembentukannya harus memenuhi persyaratan dan ketentuan tata cara dalam Anggaran Rumah
Tangga ini.
RAPAT UMUM ANGGOTA
Pasal 12
23. Rapat Umum Anggota yang selanjutnya disebut RUA adalah organ yang mempunyai wewenang yang tidak diberikan kepada Badan
Pengurus atau Badan Pengawas. (vide ART Psl.1(5)) jo ART Psl 14 (1)(2)(3)
• ART Psl 1 ayat 5 Konvensi adalah Rapat Umum Anggota Perkumpulan (RUA).
• ART Psl 14 ayat (1) Rapat pada tingkat Distrik adalah Rapat Kabinet, Rapat Kabinet Luar Biasa, Rapat Wilayah, Rapat Daerah dan Rapat
Komite Distrik;
• ART Psl 14 ayat (2) Rapat Kabinet, jika diperlukan dapat diadakan melalui sarana Teleconference dan hasilnya dibuat risalah rapat
yang ditandatangani oleh peserta Teleconference;
• ART Psl 14 ayat (3) Tata cara rapat pada tingkat Distrik diatur dalam Peraturan Tambahan
(vide PT Psl 20)
24. AD Psl. 12 ayat (2) Dalam RUA, anggota berhak memperoleh keterangan yang berkaitan dengan kegiatan Perkumpulan dan Badan
Pengurus dan atau Badan Pengawas sesuai dengan agenda rapat.
25. AD Psl.12 ayat (3) Rapat Umum Anggota terdiri dari:
a.
RUA Tahunan diselenggarakan oleh Badan Pengurus dan wajib diadakan setiap tahun paling lambat 6 (enam) bulan setelah
tahun buku berakhir untuk mengesahkan laporan keuangan dan menyetujui laporan tahunan dan memilih anggota pengurus
dan anggota badan pengurus.
b.
RUA lainnya diselenggarakan sewaktu waktu jika diperlukan.
(vide ART Psl 1(6)) jo ART Psl 16 (1)(2)
• ART Psl.1 ayat 6: Konvensi Tahunan adalah Rapat Umum Tahunan Anggota yang diselenggarakan pada tingkat Distrik dan tingkat Multi Distrik.
• ART Psl 16 ayat (1) Yang dimaksud Rapat Umum Anggota (RUA) Tahunan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (3) huruf a Anggaran Dasar Perkumpulan adalah Konvensi Tahunan Distrik dan Konvensi Tahunan Multi Distrik 307
RAPAT UMUM ANGGOTA
Pasal 12
26. Ayat (4) RUA diadakan ditempat kedudukan Perkumpulan atau ditempat lain
yang ditetapkan dalam RUA sebelumnya;
27. Ayat (5) Tempat RUA sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dalam wilayah
negara kesatuan RI.
Pasal 13
28. Ayat (1) Setiap Cabang Perkumpulan berhak mengirim paling sedikit 1 (satu)
utusan dan satu utusan pengganti.
(vide ART Psl.1 (7))
• ART Psl.1 ayat (7) : Utusan atau Utusan Pengganti adalah anggota club yang telah ditunjuk untuk
mewakili club memberikan suara dan berhak bicara dalam Konvensi Tahunan pada tingkat Distrik
atau tingkat Multi Distrik.
29. Ayat (2) Jumlah utusan ditentukan berdasarkan jumlah anggota yang terdaftar
di cabang.
(vide ART Psl 4)
• ART Psl 4 mengatur bahwa Cabang yang selanjutnya disebut Lions Club atau disingkat Club dapat
didirikan oleh paling sedikit 20 (dua puluh) orang calon anggota yang memenuhi persyaratan sebagai
berikut:
a.
Orang perseorangan yang cakap melakukan perbuatan hukum;
b.
mempunyai akhlak dan watak yang baik;
Pasal 13
30. Ayat (3) Perhitungan jumlah utusan dan utusan
pengganti adalah sebagai berikut:
a. Setiap kelipatan 10 (sepuluh) anggota berhak atas 1 (satu) utusan
dan 1 (satu) utusan pengganti;
b. Sisa jumlah anggota 5 (lima) orang atau lebih berhak atas
tambahan 1(satu) utusan dan 1 (satu) utusan pengganti;
c. Sisa jumlah anggota kurang dari 5 (lima) orang tidak
Pasal 13
31.Ayat (4) Cabang
ranting
yang mempunyai anggota kurang
dari 10 (sepuluh) anggota atau cabang yang baru dibentuk
berhak mengirim 1 (satu) Utusan dan 1(satu) utusan
pengganti.
32.Ayat (5) Mantan anggota pengurus yang berhak suara diluar
jumlah utusan cabang diatur dalam ART.
(belum diatur
Pasal 14
33.Ayat (1) RUA Tahunan dan RUA Lainnya dilangsungkan apabila
dihadiri oleh lebih dari ½ (satu perdua) bagian dari jumlah utusan
dengan hak suara yang terdaftar.
34.Ayat (2) menyatakan bahwa Dalam hal korum sebagaimana
dimaksud pada ayat (1) tidak tercapai, RUA ditunda paling lama 30
(tiga puluh) menit;
35.Ayat (3) RUA dilangsungkan tanpa memperhatikan korum kehadiran
setelah batas waktu sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) berakhir.
Pasal 15
36.A
yat (1) Keputusan RUA diambil berdasarkan musyawarah untuk Mufakat;
37. Ayat (2) Dalam hal keputusan berdasarkan musyawarah untuk mufakat tidak
tercapai, keputusan adalah sah jika disetujui oleh lebih dari ½ (satu per dua)
bagian dari jumlah seluruh suara yang dikeluarkan dalam RUA;
38. Ayat (3) Keputusan untuk perubahan AD sah apabila disetujui paling sedikit 2/3
(dua per tiga) bagian dari jumlah seluruh suara yang dikeluarkan dalam RUA;
Pasal 16
39. Ketentuan lebih lanjut mengenai RUA dan rapat lainnya diatur dalam ART Perkumpulan.
(vide ART Psl (13)(14)(15)(16))
• ART Psl.(13
) ayat (1) Rapat pada tingkat club adalah Rapat berkala anggota. Rapat Badan Pengurus, Rapat Pencalonan
Badan Pengurus Club, Rapat Pemilihan Badan Pengurus, Rapat Peringatan Ulang Tahun, Rapat Tahunan dan Rapat Komite
Club; dan Ayat (2) Tata cara rapat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dalam Peraturan Tambahan.
(vide PT Psl. 17,18,19)
• PT Psl. 17 ayat (1) Pertemuan berkala dianjurkan diadakan 2 (dua) kali dalam setiap bulan. Pertemuan berkala dapat berupa Rapat Berkala Anggota atau Rapat Khusus atas Undangan Presiden Club berkenaan dengan permintaan Badan Pengurus.
• ayat (2) Rapat Badan Pengurus Club dianjurkan diadakan paling sedikit 1 (satu) kali dalam setiap bulan. Rapat Badan Pengurus dapat berupa Rapat Badan Pengurus berkala atau Rapat Badan Pengurus Khusus atas Undangan Presiden Club atau atas permintaan dari 3 (tiga) orang atau lebih anggota Badan Pengurus Club;
• ayat (3) Rapat Tahunan Club diadakan bersamaan dengan Rapat Berkala pada bulan Juni. Dalam rapat ini dilakukan pertanggung jawaban Presiden Club serta pelantikan Badan Pengurus Lions Club baru sebagai mata acara utama;
• ayat (4) Pemanggilan rapat dilakukan oleh Sekretaris Club paling lambat 3 (tiga) hari sebelum rapt diadakan dengan undangan kepada setiap anggota club dengan mencantumkan tanggal, waktu, tempat dan acara rapat sebagaimana ditetapkan oleh Presiden.
• PT Psl. 18 ayat (1) Rapat Pencalonan Badan Pengurus Club harus diadakan dalam bulan Maret setiap tahun, pada tanggal dan tempat yang ditentukan oleh Badan Pengurus. Panggilan Rapat diadakan paling lambat 14 (empat belas) hari kalender sebelum tanggal Rapat;
• Ayat (2) Presiden Club menunjuk panitia pencalonan yang akan mengajukan nama nama calon untuk berbagai jabatan dalam club;
• Ayat (3) Apabila dalam jangka waktu antara Rapat Pencalonan dan Rapat Pemilihan terdapat anggota yang tidak bersedia untuk dicalonkan dan untuk jabatan tersebut tidak ada calon pengganti maka panitia pencalonan akan mengajukan pada saat Rapat Pemilihan.
• Ayat (4) Rapat pemilihan anggota Badan Pengurus dilakukan paling lambat sebelum tanggal 15 (lima belas) April setiap tahun, pada waktu dan tempat yang ditentukan oleh Badan Pengurus. Pemanggilan Rapat dilakukan oleh Sekretaris Club paling lambat 14 (empat belas) hari sebelum rapat diadakan dengan surat undangan kepada setiap anggota club yang mencantumkan tanggal, waktu, tempat dan nama nama calon anggota Badan Pengurus yang telah disahkan pada Rapat Pencalonan.
• Ayat (5) Pada saat Rapat Pemilihan tidak dapat diajukan pencalonan diluar calon yang telah ditentukan kecuali untuk memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (3).
• PT Psl. 19 ayat (1) Rapat rapat lain seperti rapat ulang tahun Club atau rapat untuk proyek pengumpulan dana menjadi tanggung jawab Ketua Panitia yang telah dipilih oleh rapat Badan Pengurus Club;
Pasal 16
• ART Psl.14
Ayat (1) : Rapat pada tingkat Distrik adalah Rapat Kabinet. Rapat Kabinet Luar
Biasa, Rapat Wilayah, Rapat Daerah dan Rapat Komite Distrik; Ayat (2) Rapat cabinet, jika
diperlukan dapat diadakan melalui sarana Teleconference dan hasilnya dibuat tisalah rapat
yang ditandatangani oleh peserta Telecoference; Ayat (3), Tata cara rapat pada tingkat Distrik
diatur dalam Peraturan Tambahan.
(vide PT Psl. 20)
✓ PT Psl 20
Ayat (1) Rapat Kabinet. Huruf (a) Rapat pertama diadakan selambat lambatnya 30 (tiga puluh) hari setelah
ditutupnya Konvensi Tahunan International pada tahun yang bersangkutan.
✓ Huruf (b) Rapat selanjutnya setiap triwulan pada masa jabatan Kabinet Distrik.
✓ Huruf (c) Pemanggilan Rapat Kabinet dilakukan oleh Sekretaris Kabinet paling lambat 10 (sepuluh) hari sebelum rapat diadakan dengan surat undangan kepada setiap anggota Kabinet dengan mencantumkan tanggal, waktu dan tempat serta acara rapat sebagaimana ditetapkan oleh Gubernur Distrik.
✓ Ayat (2) Rapat Kabinet Khusus. Huruf (a) Rapat diadakan atas pertimbangan Gubernur Distrik atau atas permintaan secara
tertulis lebih dari ½ (satu per dua) jumlah anggota Kabinet Distrik yang mempunyai hak suara karena ada hal hal yang
mendesak.
✓ Huruf (b) Keputusan yang diambil dalam Rapat Kabineet Luar Biasa memiliki kekuatan yang sama dengan Keputusan Rapat Kabinet Distrik.
✓ Ayat (3) Rapat Wilayah. Huruf (a) Rapat diadakan sesuai keperluan paling sedikit 3 (tiga) kali dalam setahun sebelum rapat
Kabinet.
✓ Huruf (b) Pemanggilan Rapat Wilayah dilakukan oleh Ketua Wilayah paling lambat 5 (lima) hari sebelum rapat diadakan dengan surat undangan kepada setiap Ketua Daerah dan Komite yang berada dibawah koordinasinya dengan mencantumkan tanggal, waktu, tempat serta acara yang jelas.
Pasal 16
✓ Ayat (4) Rapat Daerah atau disebut juga Rapat Komite Penasehat Gubernur Distrik.
✓ Huruf (a) Rapat diadakan setiap triwulan.
✓ Huruf (b) Rapat pertama diadakan 90 (sembilan puluh) hari setelah berakhirnya Konvensi Tahunan
International.
✓ Huruf (c) Rapat kedua diadakan dalam bulan November.
✓ Huruf (d) Rapat ketiga diadakan dalam bulan Pebruari/Maret.
✓ Huruf (e) Rapat keempat diadakan dalam bulan Mei/Juni.
✓ Huruf (f) Pemanggilan Rapat Daerah dilakukan oleh Ketua Daerah paling lambat 5 (lima) hari sebelum rapat
diadakan dengan surat undangan kepada setiap Presiden, Sekretaris, dan Bendahara Lions Club yang berada
di bawah koordinasinya dengan mencantumkan tanggal, waktu, tempat dan acara yang jelas.
✓ Ayat (5) Rapat Komite Distrik.
✓ Huruf (a) Rapat diadakan paling sedikit 3 (tiga) kali dalam amsa jabatan atau sesuai kebutuhan.
✓ Huruf (b) Pemanggilan Rapat Komite dilakukan oleh Ketua Komite paling lambat 5 (lima) hari sebelum rapat
diadakan dengan surat undangan yang mencantumkan tanggal, waktu, tempat serta agenda rapat.
Pasal 16
• ART Psl. 15
Ayat (1) Rapat pada tingkat Multi Distrik adalah Rapat Dewan Gubernur, Rapat Badan
Pengurus Multi Idstrik dan Rapat Komite Multi Distrik;
• Ayat (2), Tata cara rapat pada tingkat Multi Distrik diatur dalam Peraturan Tambahan.
(vide PT Psl. 21)
✓ PT Psl 21 Ayat (1) Rapat Dewan Gubernur, huruf (a) Rapat pertama diadakan ...
• ART Psl. 16
Ayat (1), Yang dimaksud Rapat Umum Anggota (RUA) Tahunan sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 12 ayat (3) huruf (a) Anggaran Dasar Perkumpulan adalah Konvensi Tahunan Disktrik dan
Konvensi Tahunan Multi Distrik 307;
• Ayat (2), Tata cara penyelenggaraan Konvensi Tahunan dan pengajuan mosi diatur dalam bab tersendiri
dalam Anggaran Rumah Tangga ini.
(vide ART Psl (25)(26)(27)(28)(29)((30)(31))
BADAN PENGURUS
Pasal 17
40. Ayat (1)
Badan Pengurus Perkumpulan adalah organ Perkumpulan yang melakukan tugas pengurusan dan mewakili
perkumpulan baik didalam maupun diluar pengadilan yang terdiri paling sedikit 3 (tiga) orang anggota.
• ART Psl.1 ayat (8): Badan Pengurus Perkumpulan adalah organ Perkumpulan yang melakukan tugas pengurusan
dan mewakili Perkumpulan baik didalam maupun diluar Pengadilan dan diketuai oleh seorang ketua yang disebut
Ketua Dewan Gubernur.
41. Ayat 2
menyatakan bahwa Yang dapat diangkat sebagai anggota badan pengurus adalah anggota yang berstatus
baik dan tidak pernah dijatuhi hukuman tindak pidana.
(vide ART Psl.1(12), PT Psl. 28 (1)(2)(3))
• ART Psl.1 (12) : Status baik anggota adalah anggota Lions Club yang secara teratur menghadiri pertemuan Club
sesuai ketentuan, ikut serta dalam kegiatan Club dan memenuhi kewajiban keuangannya kepada Club sesuai yang
ditentukan oleh Club.
• PT Psl.28 (1), calon yang dapat diajukan sebagai pengurus pada tingkat club, Distrik dan Multi Distrik adalah
Anggota Biasa (Active Member) dan atau Anggota Seumur Hidup (Life Member) yang berstatus baik;
• Ayat (2) Calon yang dapat diajukan sebagai calon untuk Pengurus International pada Lions Clubs International
adalah Anggota Biasa yang berstatus baik dalam club yang berstatus baik dan memenuhi persyaratan yang
ditentukan dalam Constitution and By Laws Lions Clubs International;
BADAN PENGURUS
Pasal 17
42. Ayat (3)
Anggota Badan Pengurus diangkat untuk masa jabatan 1
(satu) tahun.
43. Ayat (4)
Persyaratan dan tata cara pengangkatan anggota badan
pengurus diatur dalam ART Perkumpulan.
(Belum diatur dalam ART/
PT)
BADAN PENGURUS
Pasal 17
44. Ayat (5)
Jika oleh suatu sebab jabatan seorang atau lebih anggota badan pengurus atau semua
anggota badan pengurus lowong, maka lowongan itu harus diisi dalam jangka waktu paling
lambat 30 (tiga puluh) hari sejak terjadinya lowongan, dengan memperhatikan ketentuan
persyaratan dalam AD dan/atau ART Perkumpulan.
(vide ART Psl. 33,34,3536)
• ART Psl.33
Dalam hal ada anggota Badan Pengurus Club yang berhalangan tetap sehingga jabatannya lowong club
tersebut harus segera mengisi lowong tersebut dalam Rapat anggota club;
• ART Psl.34
(1): Dalam hal wakil Gubernur Distrik Pertama dan/atau Kedua terpilih atau yang sedang menjabat
berhalangan tetap atau tidak dapat melaksanakan fungsinya sehingga terjadi lowong jabatan, Gubernur Distrik
harus me
nyelenggarakan Rapat untuk pengisian lowong sisa masa jabatan tersebut. Ketentuan mengenai tata cara
Rapat pengisian lowong sisa masa jabatan diatur dalam Peraturan Tambahan
.
(Vide PT Psl.(22)(23)) – will be filled
in
• Ayat (2) Dalam hal Ketua wilayah yang sedang menjabat dan bertugas berhalangan tetap atau tidak dapat
melaksanakan fungsinya maka Gubernur Distrik dapat menunjuk penggantinya. Dalam hal Gubernur Distrik
menganggap lowongan tersebut tidak perlu diisi, maka jabatan tetap lowong dalam masa kerja Gubernur Distrik
yang bersangkutan.
• Ayat (3) Dalam hal Ketua Daerah yang sedang menjabat dan bertugas berhalangan tetap atau tidak dapat
melaksanakan fungsinya maka Gubernur Distrik harus segera menunjuk penggantinya.
BADAN PENGURUS
Pasal 17
• ART Psl 35
Ayat (1) Dalam hal Gubernur Distrik terpilih atau Gubernur Distrik yang
sedang menjabat berhalangan tetap atau tidak dapat melaksanakan fungsinya maka
wakil Gubernur Distrik Pertama akan bertindak selaku Pejabat sementara Gubernur
secara penuh sampai lowong tersebut terisi oleh Lions Clubs International.
• Ayat (2) Pengisian lowong jabatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan melalui Rapat khusus untuk
pengisian lowongan jabatan dalam Distrik yang bersangkutan.
• Ayat (3) Ketentuan mengenai tata cara Rapat Khusus untuk pengisian lowong jabatan diatur dalam Peraturan
Tambahan.
(vide PT Psl. 22)
• ART Psl 36
(1) Dalam hal Ketua Dewan Gubernur Terpilih atau Ketua Dewan Gubernur
yang sedang menjabat berhalangan tetap atau tidak dapat melaksanakan fungsinya,
maka anggota Dewan Gubernur harus segera mengadakan Rapat Dewan Gubernur
untuk memilih 1 (satu) orang yang pernah menjadi Gubernur Distrik dan belum
pernah menjabat selaku Ketua Dewan Gubernur untuk mengisi lowongan tersebut.
• Ayat (2): Dalam hal lowongan belum terisi, 1 (satu) orang di antara anggota Dewan Gubernur bertindak selaku
Ketua Dewan Gubernur secara penuh sampai lowongan terisi.
BADAN PENGURUS
Pasal 17
45.Ayat (6)
Anggota Badan Pengurus berhak mengundurkan diri dari jabatannya dengan
memberitahukan secara tertulis kepada Perkumpulan paling sedikit 30 (tiga puluh) hari
sebelum tanggal pengunduran dirinya.
46.
Ayat 7
Jabatan anggota badan pengurus berakhir jika:
a. Meninggal Dunia;
b. Mengundurkan diri sesuai dengan ketentuan ayat (6);
c. Masa jabatan berakhir;
d. Diberhentikan berdasarkan keputusan RUA karena tidak lagi memenuhi
persyaratan AD dan/atau ART Perkumpulan.
BADAN PENGURUS
Pasal 17
Bab III KEPENGURUSAN bagian Pertama Club
Pasal 9
1. Club diurus oleh Badan Pengurus Club yang diketuai oleh 1 (satu) orang Presiden Club;
2. Badan Pengurus Club terdiri dari 1 (satu) orang Presiden, 1(satu) orang Mantan Presiden club terbaru, 1 (satu) orang atau
lebih wakil Presiden, 1 (satu) orang Sekretaris, 1 (satu) orang Bendahara, 1 (satu) orang Lions Tamer (bila diperlukan), 1
(satu) orang Tail Twister (bila diperlukan), 1 (satu) orang Direktur Keanggotaan dan Direktur lain yang dipilih;
3. Dalam melaksanakan tugasnya Badan Pengurus Club dibantu oleh para Ketua Komite Club;
4. Tugas dan wewenang Badan Pengurus Club dan Ketua Komite diatur dalam Peraturan Tambahan.
(vide PT
Psl (6)(7)(8))
• PT Psl. 6 ayat 1 menyatakan bahwa Tugas dan Wewenang Presiden Club :
a. Menghadiri dan memimpin setiap pertemuan berkala anggota dan Badan Pengurus Club; b. Mengawasi pelaksanaan kegiatan Club;
c. Bertanggung jawab atas pelaksanaan kebijakan yang telah ditetapkan oleh Club;
d. Mengusulkan dan minta persetujuan rapat anggota club atas tindakan atau kebijakan yang belum ditetapkan oleh Club; e. Berwenang melakukan pemeriksaan atas semua buku rekening, laporan keuangan dan dana club;
f. Berwenang menunjuk utusan dan utusan pengganti yang mewakili club dalam Konvensi Distrik, Multi Distrik dan International dengan persetujuan rapat anggota;
g. Bekerja sama dengan Komite Penasihat Gubernur Distrik di daerahnya; h. Menunjuk mentor bagi anggota baru.
BADAN PENGURUS
Pasal 17
• PT Psl. 6 ayat (2) Tugas dan wewenang Mantan Presiden Terbaru:
a. Menyambut kedatangan dan mendampingi tamu Club pada setiap pertemuan;
b. Memberi nasehat kepada Presiden dan membantu memecahkan permasalahjan Club apabila diminta. • PT Psl. 6 ayat (3) Tugas wewenang Wakil Pesiden sesuai dengan tingkatannya:
a. Menghadiri setiap pertemuan berkala Club dan Rapat Badan Pengurus Club; b. Mewakili dan melaksanakan fungsi Presiden apabila Presiden berhalangan;
c. Mengawasi pelaksanaan Komite yang ditentukan oleh Presiden berdasarkan pengarahan Presiden. • PT Psl. 6 ayat 4 menyatakan bahwa Tugas wewenang Sekretaris:
a. Sebagai penghubung Club dengan Distrik, Cliub dengan Club lain dan Club dengan Badan Pengurus Lions Clubs International;
b. Membuat dan menyimpan dengan baik semua risalah rapat club dan dokumen Club, daftar hadir, dan semua data dari setiap anggota club; c. Melaporkan status keanggotaan club setiap bulan kepada sekretaris Distrik, Ketua Daerah, Ketua Wilayah dan Lions Clubs International sesuai
format isian yang telah ditentukan oleh Lions Clubs International.
d. Melaporkan kegiatan Club kepada sekretaris Distrik, Ketua Daerah dan Ketua Wilayah setiap bulan sesuai dengan waktu dan format isian yang ditentukan oleh Gubernur Distrik;
e. Melaporkan kegiatan Club setiap tahun kepada Sekretaris Distrik dan Lions clubs International sesuai dengan format isian dan waktu yang telah ditentukan oleh Lions Clubs International.
f. Membuat dan mengedarkan undangan untuk pertemuan berkala anggota dan pengurus club;
g. Menyebarluaskan undangan dan surat pemberitahuan dari Distrik, Multi Distrik amupun Club lain kepada semua anggota Club;
h. Menyampaikan susunan Presiden, Sekretaris dan Bendahara Club untuk masa kerja berikutnya kepada Lions Clubs International dan Distrik sesuai tanggal dan format yang ditentukan oleh Lions Clubs International.
i. Bekerjasama dengan anggota Komite Penasihat Gubernur Distrik di daerahnya;
BADAN PENGURUS
Pasal 17
• PT Psl. 6 ayat 5 menyatakan bahwa Tugas wewenang Bendahara:
a. Menerima dan mengeluarkan tanda penerimaan uang Club yang diterima dan menyimpan uang tersebut pada bank yang ditentukan oleh badan pengurus Club;
b. Mengeluarkan uang untuk membayar semua kewajiban club yang telah disetujui oleh Badan Pengurus Club;
c. Menandatangani semua cek dan instrument lain Bersama satu anggota Badan Pengurus lain yang ditunjuk oleh Badan Pengurus Club; d. Membuat menyimpan dan memelihara semua catatan penerimaan dan pengeluaran secara tertib;
e. Menyiapkan dan menyampaikan laporan keuangan bulanan kepada Badan Pengurus Club. • PT Psl. 6 ayat 6 menyatakan bahwa Tugas dan Wewenang Direktur:
a. Memberi nasihat kepada Presiden Club baik diminta maupun tidak; b. Melaksanakan tugas yang ditugaskan oleh Presiden Club.
• PT Psl. 6 ayat 7 menyatakan bahwa Tugas dan Wewenang Direktur Keanggotaan: a. Mengetuai Komite Keanggotaan;
b. Menyusun program pengembangan keanggotaan khususnya untuk clubnya;
c. Melaksanakanpenambahan anggota sesuai dengan prosedur yang benar dan cara mempertahankannya. d. Menyiapkan dan melaksanakan pertemuan orientasi;
e. Bertindak sebagai anggota dari Komite Keanggotaan di tingkat Daerah;
f. Melaksanakan tugas lainnya yang berkaitan dengan usaha pengembangan keanggotaan;
BADAN PENGURUS
Pasal 17
•
PT Psl. 6 ayat 8 menyatakan bahwa Tugas dan Wewenang Lion Tamer (bila diadakan):
a. Menyimpan dan bertanggung jawab atas peralatan (inventaris) Club yang digunakan untuk keperluan Club;
b. Mengatur dan menempatkan secara benar bendera, gong, palu, buku nyanuyian, papan nama yang diperlukan sebelum rapat dan menyimpan kembali peralatan tersebut setelah selesai rapat;
c. Bertindak sebagai pengawas (sergeant at arms) sewaktu rapat;
d. Mengatur tempat duduk peserta rapat sesuai dengan tata cara protokol dan mengkonsultasikan kepada Presiden Club atau penanggung jawab acara.
• PT Psl. 6 ayat 9 menyatakan bahwa Tugas dan Wewenang Tail Twister (bila diadakan):
a. Menciptakan suasana keakraban dan kekeluargaan diantara anggota dalam club;
BADAN PENGURUS
Pasal 17
• PT Pasal 7 Dalam hal club membentuk Ranting maka dapat diangkat Koordinator dan Wakil
Koordinator Club Ranting.
• Ayat (1) Tugas dan wewenang Koordinator Club Ranting (bila ada Club Ranting):
a. Memimpin kegiatan Club Ranting di Club induknya;
b. Menjalankan tugas sebagai anggota Badan Pengurus Club Induknya;
c. Menghadiri Rapat Badan Pengurus dan atau rapat anggota dari club induknya sesering mungkin; d. Melaporkan berbagai rencana kegiatan dan laporan keuangan bulanan ranting kepada club induknya;
e. Mengkoordinir berbagai usaha untuk mendorong terjalinnya diskusi yang terbuka dan komunikasi yang efektif antara ranting dan club yang menjadi induknya.
• Ayat (2) Tugas wewenang Wakil Koordinator Club Ranting (bila ada Club Ranting):
a. Menangani berbagai pekerjaan administrasi club ranting di club induknya;
b. Mencatat pendapatan dan pengeluaran uang club ranting dan menyiapkan laporan keuangan bulanan club ranting untuk disampaikan kepada club induknya;
c. Menjawab pertanyaan pertanyaan dan menanggapi permohonan permohonan yang ditujukan kepada club ranting yang bersangkutan; d. Mencatat dan menyimpan risalah dan arsip club ranting;
e. Memelihara catatan keanggotaaan dan melaporkan segala mutasi anggota baru, berhenti dan transfer kepada sekretaris club induknya dengan mempergunakan formulir Branch Membership.
• Ayat (3) Tugas dan wewenang Penghubung Club ranting (bila ada Club ranting):
a. Menjalankan tugas sebagai anggota Komite Eksekutif Club ranting yang ditunjuk Badan Pengurus Club untuk; b. memberikan bimbingan kepada parta anggota Club ranting;
c. Menjalin dan mengembangkan hubungan yang sebaik baiknya dengan para anggota cabang melalui usaha memelihara komunikasi yang terbuka dan memberikan bantuan bilamana diminta.
BADAN PENGURUS
Pasal 17
• PT Pasal 8 Ayat (1) Masa jabatan Presiden Club dan anggota Badan Pengurus lainnya adalah 1
(satu) masa kerja terhitung sejak tanggal 1 (satu) Juli dalam tahun yang bersangkutan terpilih dan
berakhir pada tanggal 30 (tiga puluh) tahun berikutnya kecuali Direktur untuk 2 (dua) masa kerja
atau sampai ada penggantinya yang memenuhi syarat.
• Ayat (2) Dalam hal anggota Badan Pengurus terpilih sebelum atau sedang menjabat tidak dapat
melaksanakan fungsinya atau menolak melaksanakan fungsinya Presiden Club harus memanggil
rapat anggota club dalam jangka waktu 14 (empat belas) hari untuk mengisi kekosongan tersebut.
• Ayat (3) sekretaris club harus memberitahukan anggota Badan Pengurus Club yang sudah terpilih
BADAN PENGURUS
Pasal 17
Bab III KEPENGURUSAN
Bagian Kedua
Distrik
Pasal 10
• Ayat (1) Distrik diurus oleh Kabinet Distrik yang diketuai oleh 1 (satu) orang Gubernur Distrik.
• Ayat (2) Anggota Kabinet Distrik terdiri dari 1 (satu) orang Gubernur Distrik, 1 (satu) orang
Mantan Gubrernur Distrik Terbaru, 1 (satu) orang Wakil Gubernur Distrik Pertama, 1 (satu)
orang Wakil Gubernur Distrik Kedua, para Ketua Wilayah (bila diadakan), para Ketua Daerah, 1
(satu) orang Sekretaris Kabinet dan 1 (satu) orang Bendahara Kabinet.
• Ayat (3) Jabatan Ketua Wilayah dapat ditiadakan, bila dianggap tidak diperlukan.
• Ayat (4) Dalam melaksanakan tugasnya Gubernur Distrik dapat membentuk beberapa Komite
untuk membantu tugasnya.
• Ayat (5) Tugas dan wewenang Kabinet Distrik dan Ketua Komite diatur dalam Peraturan
Tambahan.
BADAN PENGURUS
Pasal 17
Bab III KEPENGURUSAN bagian Kedua Distrik
Pasal 10
Bagian Kedua Badan Pengurus Distrik
Pasal 9
• Ayat (1) Pada tingkat Distrik, Perkumpulan Lions Clubs Indonesia diurus oleh Kabinet Distirk
yang diketuai oleh 1 (satu) orang Gubernur Distrik;
• Ayat (2) Anggota Kabinet Distrik terdiri dari 1 (satu) orang Gubernur Distrik, 1 (satu) orang
Mantan Gubernur Distrik Terbaru, 1 (satu) orang Wakil Gubernur Distrik Pertama, 1 (satu)
orang Wakil Gubernur Distrik Kedua, para Ketua Wilayah (bila diadakan), para Ketua Daerah, 1
(satu) orang Sekretaris Kabinet dan 1 (satu) orang Bendahara Kabinet.
• Ayat (3) Jabatan Ketua Wilayah dapat ditiadakan, bila dianggap tidak diperlukan;
• Ayat (4) Dalam melaksanakan tugasnya Gubernur Distrik dapat membentuk beberapa Komite
untuk membantu tugasnya.
BADAN PENGURUS
Pasal 17
Bab III KEPENGURUSAN bagian Kedua Distrik
Pasal 10
Bagian Kedua Badan Pengurus Distrik
Pasal 10
• Ayat (1) Kabinet Distrik dipimpin oleh Gubernur Distrik.
• Ayat (2) Gubernur Distrik dibawah pengawasan Badan Pengurus Lions Clubs International adalah
Pengurus administratif tertinggi di dalam Distrik, mewakili Perkumpulan Lions Clubs Indonesia di dalam
Distriknya, membagi Distriknya dalam beberapa Wilayah dan Daerah dan secara langsung mengawasi
Wakil Gubernur Distrik Pertama, Wakil Gubernur Distrik Kedua, para Ketua Wilayah, para Ketua Daerah,
Sekretaris dan Bendahara Kabinet serta Ketua Komite Distrik yang ditunjuk sesuai Anggaran Dasar dan
Anggaran Rumah Tangga.
• Ayat (3) Tugas dan wewenang Kabinet Distrik adalah:
a. Menerima laporan dan rekomendasi mengenai semua club dari para Ketua Daerah dan para Ketua Wilayah; b. Mengawasi penerimaan iuran anggota dari semua Club yang dilaksanakan oleh Bendahara Kabinet.
c. Menentukan Bank tempat menyimpan dana Distrik;
d. Memberikan otorisasi bagi pengeluaran biaya administrasi kegiatan Distrik;
e. Meminta laporan keuangan dari Bendahara Kabinet setiap 6 (enam) bulan atau bila dianggap perlu; f. Menentukan cara audit terhadap pembukuan Distrik;
g. Membantu Gubernur Distrik dalam pelaksanaan tugasnya dan dalam pembuatan perumusan administrasi dan kebijakan demi kemajuan Lions.
BADAN PENGURUS Pasal 17
Bab III KEPENGURUSAN bagian Kedua Distrik
Pasal 10Bagian Kedua Badan Pengurus Distrik Pasal 11
• Ayat (1) Tugas dan wewenang Gubernur Distrik:
a. Memajukan maksud dan tujuan Lions Indonesia Multi Distrik 307
b. Mendorong dan mengawasi pembentukan Club yang baru melalui Global Membershio Team c. Mengetuai Konvensi Tahunan Distrik, rapat Kabinet dan rapat Distrik.
d. Menjalin dan memelihara hubungan yang akrab di antara club.
e. Mengunjungi setiap Club dalam Distriknya selama masa kerjanya paling sedikit 1 (satu) kali bagi setiap club.
f. Menjalankan pengawasan dan memberikan pengarahan kepada para anggota Kabinet dan para Ketua Komite Distrik.
g. Menyerahkan laporan sementara seluruh penerimaan dan pengeluaran Distrik secara rinci kepada Konvensi Tahunan Distrik.
h. Menyerahkan semua arsip, rekening Bank, dan Dana yang dimiliki Distrik kepada penggantinya dalam jangka waktun paling lambat 1 (satu) bulan setelah masa kerjanya berakhir.
i. Melaporkan semua pelanggaran yang diketahuinya mengenai penyalahgunaan nama dan lambang Lions Clubs kepada Lions Clubs Internatiional.
j. Menjalankan fungsi koordinasi kegiatan beberapa atau seluruh Lions Club yang berada di dalam Distriknya, bila diminta oleh Club yang bersangkutan, baik secara langsung maupun melalui seorang koordinator yang ditunjuk atau melalui suatu Badan/Panitia Koordinasi.
k. Mewakili Distirknya di dalam dan di luar negeri.
l. Melaksanakan tugas lain dan mengambil tindakan sebagaimana diharapkan oleh Badan Pengurus Lions Clubs International melalui Buku Pedoman Gubernur Distrik dan petunjuk lainnya.
m. Mengubah tempat Konvensi dan atau membatalkan Club penyelenggara yang telah dipilih oleh Konvensi Tahunan Distrik berdasarkan alasan yang kuat dan baik.
BADAN PENGURUS Pasal 17
Bab III KEPENGURUSAN bagian Kedua Distrik
Pasal 10
Bagian Kedua Badan Pengurus Distrik Pasal 11
• Ayat (2) Tugas dan wewenang Mantan Gubernur Distrik Terbaru:
a. Memberi nasehat keapda Gubernur Distrik baik diminta maupun tidak b. Melaksanakan tugas yang ditugaskan oleh Gubernur Distrik
c. Melaksanakan tugas lain dan mengambil tindakan sebagaimana diharapkan oleh Badan Pengurus Lions Clubs International
• Ayat (3) Tugas dan wewenang Wakil Gubernur Distrik Pertama:
a. Memajukan tujuan Lions Indonesia Multi Distrik 307
b. Menjalankan tugas administratif yang dibebankan oleh Gubernur Distrik, menerima dan menyelesaikan tugas yang diminta oleh Badan Pengurus Internasional
c. Menghadiri Rapat Kabinet
d. Mengetuai Rapat Kabinet bila Gubernur Distrik tidak hadir dan ikut dalam rapat rapat Dewan Gubernur bila diperlukan
e. Membantu Gubernur dalam mendapatkan peluang dan mengatasi tantangan yang dihadapi Distrik dan dalam membuat strategi jangka panjang untuk memperkuat dan memnumbuhkan Distrik
f. Melakukan kunjungan club bila diminta oleh Gubernur Distrik
g. Melakukan kerja sama dengan Tim GMT dan GLT, dan Panitia Panitia Konvensi serta membantu mereka dalam mencapai sasaran dalam tahun berjalan
h. Mengawasi Komite lainnya atas permintaan Gubernur Distrik
i. Ikut serta dalam perencanaan kerja untuk tahun berikutnya termasuk anggarannya;
BADAN PENGURUS Pasal 17
Bab III KEPENGURUSAN bagian Kedua Distrik
Pasal 10
Bagian Kedua Badan Pengurus Distrik Pasal 11
• Ayat (4) Tugas dan wewenang Wakil Gubernur Distrik Kedua:
a. Memajukan tujuan Lions Indonesia Multi Distrik 307
b. Bekerjasama dengan para anggota Kabinet Distrik untuk meninggalkan jumlah anggota, membentuk Club-club baru, dan
mempertahankan anggota
c.
Menghadiri Rapat Kabinet
d. Mengetuai Rapat Kabinet bila Gubernur dan Wakil Gubernur Distrik Pertama tidak hadir
e. Memantau keadaan club club secarea teratur mengikuti laporan dan risalah keanggotaan dari Lions Clubs Internasional;
mengambil langkah langkah untuk membantu club club yang merosot keadaannya dengan berkoordinasi dengan tim GMT
dan GLT dan Para Ketua Daerah dan Wilayah
f.
Membantu dalam penyusunan anggaran dan hal hal lain yang akan diteruskan ke tahun kerja berikutnya
g. Mengawasi Komite Komite tertentu dalam Distrik yang ditentukan oleh Gubernur Distrik
h. Menerima dan menyelesaikan tugas tugas yang diembankan berdasarkan kebijakan yang dibuat oleh Lions Indonesia Multi
Distrik 307 atau yang diberikan oleh Gubernur Distrik, LCIF dan Teknologi Informasi
BADAN PENGURUS Pasal 17
Bab III KEPENGURUSAN bagian Kedua Distrik
Pasal 10Bagian Kedua Badan Pengurus Distrik Pasal 11
• Ayat (5) Tugas dan wewenang Ketua Wilayah:
a. Memajukan maksud dan tujuan Lions Indonesia Multi Distrik 307
b. Memberikan pengarahan kepada para Ketua Daerah yang ada did alam wilayahnya dan para Ketua Komite Distrik yang
ditempatkan di bawah koordinasinya oleh Gubernur Distrik;
c. Memainkan peranan aktif dalam pembentukan Lions Club baru dan dalam usaha memperkuat Lions Club yang lemah;
d. Menghadiri rapat anggota setiap Lions Club dalam wilayahnya paling sedikit 1 (satu) kali bagi setiap club dalam masa
kerjanya, dan melaporkan kesan kesannya pada Gubernur Distrik;
e. Menghadiri rapat Badan Pengurus setiap Club dalam wilayahnya paling sedikit 1 (satu) kali dalam amsa kerjanya dan
melaporkan kesan kesannya secara tertulis pada Gubernur Distrik
f.
Mengupayakan agar setiap Club dalam wilayahnya bekerja sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga
Lions Clubs Indonesia yang berlaku;
g. Menganjurkan agar setiap club dalam wilayahnya diwakili oleh utusan club paling sedikit sesuai dengan jumlah yang
menjadi haknya, baik dalam Konvensi Tahunan Distrik, Multi Distrik maupun dalam Konvensi Tahunan International;
h. Melakukan kunjungan resmi pada pertemuan club dan malam pengukuhan sebagaimana ditugaskan (kepadanya) oleh
Gubernur Distrik;
i.
Melaksanakan tugas lai dan mengambil tindakan sebagaimana diharapkan oleh Badan Pengurus Lions Clubs International
melalui Buku Pedoman Ketua Wilayah apabila ada dan petunjuk lainnya.
BADAN PENGURUS Pasal 17
Bab III KEPENGURUSAN bagian Kedua Distrik
Pasal 10Bagian Kedua Badan Pengurus Distrik Pasal 11
• Ayat (6) Tugas dan wewenang Ketua Daerah:
a. Memajukan maksud dan tujuan Lions Indonesia Multi Distrik 307
b. Bertindak Bertindak sebagai Ketua dari Komite Penasehat Gubernur Distrik dalam Daerahnya dan menyelenggarakan rapat
berkala dari Komite tersebut
c. Membuat laporan dari setiap rapat Komite Penasehat Gubernur Distrik dalam Daerahnya dan mengirimkannya dalam jangka
waktu paling lambat 5 (lima) hari setelah rapat kepada Lions Clubs International, Gubernur Distrik dan Ketua Wilayah yang
bersangkutan.
d. Berperan akrif dalam pembentukan club baru dan selalu mengikuti kegiatan dan perkembangan semua club di Daerahnya
e. Mewakili club dalam Daerahnya di Forum Distrik dan International apabila timbul permasalahan
f.
Mengawasi kemajuan proyek Distrik dan Lions Clubs International di Daerahnya;
g. Mengupayakan agar setiap Club dalam Daerahnya bekerja sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Lions
Club Indonesia yang berlaku
h. Menganjurkan agar setiap club dalam Daerahnya diwakili oleh utusan club paling sedikit sesuai dengan jumlah yang menjadi
haknya, baik dalam Konvensi Tahunan Distrik, Multi Distrik maupun dalam Konvensi Tahunan International.
i.
Menghadiri rapat berkala setiap Club dalam Daerahnya dan melaporkan kesan kesannya secara tertulis mengenai hal hal
yang baik maupumn kurang kepada Ketua Wilayah yang bersangkutan dan mengirim tembusan kepada Gubernur Distrik.
j.
Melaksanakan tugas lain dan mengambil tindakan sebagaimana ditetapkan oleh Badan Pengurus Lions Clubs International
BADAN PENGURUS Pasal 17
Bab III KEPENGURUSAN bagian Kedua Distrik
Pasal 10
Bagian Kedua Badan Pengurus Distrik Pasal 11
• Ayat (7) Tugas dan wewenang Sekretaris Kabinet:
a. Memajukan maksud dan tujuan Lions Indonesia Multi Distrik 307
b. Melaksanakan tugas sesuai dengan jabatnnya, termasuk tetapi tidak terbatas pada hal hal berikut ini:
b.1 Membuat dan menyimpan secara teliti semua risalah Rapat Kabinet, dan dalam jangka waktu paling lambat 5 (lima) hari setelah rapat mengirimkannya kepada semua anggota Kabinet dan Kantor Lions Clubs International;
b.2 Membuat dan menyimpan risalah Konvensi Tahunan Distrik dan menyampaikan dalam jangka waktu paling lambat 60 (enam puluh) hari setelah ditutupnya Konvensi, kepada Lions Clubs International, Gubernur Distrik dan Kepada sektretaris dari tiap Club dalam Distrik; b.3 Membuat laporan untuk Kabinet sebagaimana dimintq oleh Gubernur Distrik atau Kabinet.
c.
Melaksanakan tugas tambahan yang diberikan kepadanya dari waktu ke waktu oleh Gubernur Distrik
d. Melaksanakan tuga lain dan mengambil tindakan sebagaimana diharapkan oleh Badan Pengurus Lions Clubs International
melalui Buku Pedoman Sekretaris – Bendahara Kabinet dan petunjuk lainnya.
BADAN PENGURUS Pasal 17
Bab III KEPENGURUSAN bagian Kedua Distrik
Pasal 10
Bagian Kedua Badan Pengurus Distrik Pasal 11
• Ayat (8) Tugas dan wewenang Bendahara Kabinet:
a. Menerima pembayaran iuran dari dan memberikan tanda terima kepada semua club dalam Distriknya, menyimpan uang
Distrik di Bank sebagaimana ditetapkan oleh Gubernur Distrik dan mengeluarkannya atas persetujuan Gubernur Distrik;
b. Mengirim iuran kepada Bendahara Multi Distrik sesuai dengan data anggota club dalam Distrik yang tercatat di Lions Clubs
International;
c.
Membuat dan menyimpan buku dan catatan keuangan seara teliti dan semua risalah dari rapat Kabinet dan Distrik yang
berkenaan dengan keuangan, memperkenankan Gubernur Distrik, setiap anggota Kabinet dan setiap club (atau kuasa dari
Club) untuk memeriksa pada setiap waktu dengan itikad baik. Atas petunjuk Gubernur Distrik atau Kabinet, menyiapkan buku
dan catatan yang diminta oleh auditor yang ditunjuk oleh Gubernur Distrik;
d. Melaksanakan tugas tambahan yang diberikan kepadanya atau kepada mereka dari waktu ke waktu oleh Gubernur Distrik;
e. Melaksanakan tugas lain dan mengambil tindakan sebagaimana diharapkan oleh Badan Pengurus Lions Clubs International
BADAN PENGURUS Pasal 17
Bab III KEPENGURUSAN bagian Kedua Distrik
Pasal 10
Bagian Kedua Badan Pengurus Distrik Pasal 11
• Ayat (9) Tugas dan wewenang Para Pejabat Distrik Lainnya:
Menjalankan tugas sebagaimana ditentukan dalam Buku Pedoman masing masing dan atas petunjuk yang diberikan oleh
Gubernur Distrik namun tiak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang berlaku.
BADAN PENGURUS Pasal 17
Bab III KEPENGURUSAN bagian Kedua Distrik
Pasal 10
Bagian Kedua Badan Pengurus Distrik Pasal 12