IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Sejarah UKM Batik Bogor Tradisiku
Batik Bogor Tradisiku didirikan pada tanggal 13 Januari 2008 atas prakarsa Siswaya. Pria kelahiran Sleman, Yogyakarta, ini telah berdomisili di Bogor lebih dari 26 tahun, sehingga tumbuh rasa kecintaannya terhadap kota yang kerap dijuluki sebagai kota hujan ini dengan memberikan sesuatu untuk mengharumkan kota Bogor. Pada awal berdiri, Batik Tradisiku Bogor sudah membuat motif-motif khas Bogor seperti kijang, kujang, bunga teratai, dan lainnya. Pada tahun 2009, Batik Tradisiku mengeluarkan motif Kujang Kijang yang kemudian diresmikan oleh Walikota Bogor, Bapak Diani Budiarto, beserta Ibu Fauziah di The Jungle pada 4 Juni 2009 sebagai peringatan hari Ulang Tahun Bogor ke – 527. Motif ini kemudian dipatenkan bersama dua motif batik Pakuan Pajajaran, yaitu Ragen Panganten dan Banyak Ngantrang, yang hak ciptanya dimiliki Pemda Kota Bogor. Dalam perjalanannya, Batik tradisiku kembali mengeluarkan motif baru, yaitu Hujan Gerimis yang banyak mendapat perhatian dari konsumen. Motif Hujan Gerimis terinspirasi dari julukan Bogor sebagai Kota Hujan yang airnya membawa berkah dan sebagai sumber kehidupan.
Sejak awal Oktober 2010, Batik Tradisiku sudah melebarkan area pemasarannya ke luar Kota Bogor. Lokasi Bogor yang berbatasan dengan ibukota Jakarta sangat mendukung terjalinnya komunikasi dan transportasi dengan lebih mudah. Kerjasama dengan Pasaraya Blok M mengawali ekspansi pasar Batik Tradisiku. Produk Batik yang berciri khas Bogor mendapat respon yang positif, dibuktikan dalam kurun waktu satu minggu, produk sudah habis terjual dan permintaan yang tinggi. Kini Batik Tradisiku juga sudah menggandeng Sarinah, Thamrin City, dan SMESCO UKM Gallery dalam memasarkan produk batik.
Batik Tradisiku sebagai Batik Bogor Pertama dan satu-satunya di Kota Bogor memiliki peranan yang besar dalam dunia batik di Bogor. Pihak Pemda Kota Bogor sangat mengapresiasi dan mendukung Batik Bogor, salah satunya adalah dengan kebijakan Walikota Bogor yang menghimbau
seluruh dinas di Kota Bogor menggunakan Batik Bogor pada hari kamis. Selain dinas, instansi lain juga banyak yang sudah menggunakan seragam batik dari Batik Tradisiku Bogor seperti Badan Pengawas Daerah (Bawasda), Bappeda, BPPT, RRI, PDAM, HIMPAUDI, Universitas Pakuan, BPKP, Hotel Lido, dan Hotel Novotel. Sejak tahun 2010 juga, siswa TK, SD, SMP, dan SMA mulai menggunakan Batik Bogor.
Batik Bogor Tradisiku memiliki kegiatan usaha pokok industri batik, telah didaftarkan sebagai perusahaan yang memiliki nomor Tanda Daftar Perusahaan (TDP) 10.04.5.17.06359 pada tanggal 15 Januari 2009. Batik Tradisiku juga telah mkengantongi Surat Izin Usaha perdagangan (SIUP) dengan nomor 517/32/PK/B/DIPERINDAGKOP dan Tanda Daftar Industri (TDI) dengan nomor 534/03.TDI-Diperindakop pada tanggal 15 Januari 2009.
Pada tahun 2011, Batik Tradisiku Bogor mengalami perkembangan yang cukup pesat. Hal itu ditandai oleh semakin luasnya pasar, sehingga semakin banyak masyarakat yang mengetahui adanya Batik Tradisiku Bogor. Kunjungan-kunjungan yang datang pun tidak hanya berasal dari wilayah Jabodetabek, tetapi juga dari seluruh Indonesia. Prestasi terakhir yang dicapai oleh UKM Batik Bogor Tradisiku adalah terpilihnya Batik Bogor Tradisiku sebagai nominasi Dahsyatnya Indonesia pada Dahsyatnya Award 2012.
4.2. Struktur Organisasi UKM Batik Bogor Tradisiku
UKM Batik Bogor Tradisiku dipimpin oleh seorang direktur utama yang bertanggung jawab atas kegiatan – kegiatan UKM seperti kegiatan produksi, operasional, pemasaran, keuangan, dan SDM. Pada setiap kegiatan tersebut terdapat seorang supervisor yang bertanggung jawab khusus untuk masing-masing kegiatan. Penanggung jawab produksi bertugas untuk mengkoordinasikan seluruh kegiatan-kegiatan yang bersangkutan dengan produksi yaitu diantaranya desain motif, proses pembatikan tulis dan cap, proses printing, proses pewarnaan, dan proses penjahitan. Penanggung jawab operasional bertanggung jawab dalam kegiatan-kegiatan operasional Batik Bogor Tradisiku seperti dalam hal
transportasi dan belanja bahan baku batik. Penanggung jawab pemasaran bertanggung jawab untuk memasarkan produk batik baik itu pada galeri, pameran, maupun pelatihan. Penanggung jawab keuangan bertanggung jawab atas pencatatan keuangan serta mengontrol arus kas UKM Batik Bogor Tradisiku. Sedangkan penanggung jawab SDM bertanggung jawab atas sumber daya manusia yang dibutuhkan oleh Batik Bogor Tradisiku baik sebagai pembatik maupun sebagai karyawan operasional. Adapun struktur organisasi UKM Batik Bogor Tradisiku adalah sebagai berikut :
Gambar 2. Struktur Organisasi UKM Batik Bogor Tradisiku
4.3. Jenis-Jenis Kain Batik pada UKM Batik Bogor Tradisiku
4.3.1. Batik Tulis
Batik tulis merupakan jenis batik yang dibuat dengan menggunakan canting. Pembuatan batik tulis ini lebih lama yaitu sekitar 2-3 bulan. Proses pembuatannya yaitu membuat pola atau desain, menyanting, memberi warna (pencelupan atau pencoletan),dan perebusan atau pelodoran. Batik tulis tidak memiliki motif pengulangan yang jelas dengan ukuran garis motif yang relatif kecil dibandingkan dengan batik cap. Batik tulis yang diproduksi oleh Batik Bogor Tradisiku hanya ada satu kain untuk setiap motifnya. Harga jual Batik tulis berkisar antara Rp 500.000,00 sampai dengan Rp 1.500.000,00. Semakin rumit motif yang digunakan semakin mahal harga jual batik tulis. Selain itu jenis kain juga menentukan harga jual, untuk kain batik yang menggunakan kain katun harga berkisar antara Rp 500.000,00 sampai Rp 750.000,00 dan untuk jenis kain sutra dikenakan harga jual Rp 1.500.000,00. Disamping itu semakin banyak warna yang digunakan maka semakin mahal harga jual kain batik tulis.
Direktur Utama Direktur Utama Penanggung Jawab Operasional Penanggung Jawab Produksi Penanggung Jawab Pemasaran Penanggung Jawab Keuangan Penanggung Jawab SDM
4.3.2. Batik Cap
Batik cap adalah corak batik yang dibentuk dengan canting cap. Biasanya proses pembuatan batik cap lebih cepat dari batik tulis yaitu sekitar 2-3 hari. Batik cap dikerjakan manual dengan menggunakan canting cap yang biasanya terbuat dari tembaga yang dibentuk dengan design tertentu. Sama halnya dengan batik tulis, UKM Batik Bogor Tradisiku hanya memproduksi satu motif kain untuk satu kain, walaupun memiliki motif yang sama namun pewarnaan akan berbeda. Harga jual batik cap berkisar antara Rp 200.000,00 sampai dengan Rp 300.000,00. Harga ditentukan oleh rumitnya motif dan juga banyaknya warna dalam satu kain.
4.3.3. Kain Printing
Kain printing adalah kain yang bermotif batik. Kain printing tidak dikategorikan dalam batik karena dalam proses pembuatannya tidak menggunakan canting dan malam. Kain printing dalam proses pembuatannya dicetak melalui proses sablon. Prosesnya sama seperti pembuatan spanduk atau kaos sablon namun dengan motif batik bogor dan bahan warna yang lebih bagus mutunya. Permukaan kain batik sablon jika dilihat hanya satu sisi saja yag bergambar, sedangkan sisi lainnya polos. Hal inilah yang membuat warna batik sablon lebih cepat luntur karena warnanya tidak meresap ke kain. Harga kain printing berkisar antara Rp 65.000,00 sampai Rp 125.000,00. Harga ditentukan berdasarkan jenis kain yang digunakan dan kebutuhan kain.
4.4. Volume Operasional Penjualan
4.4.1. Volume Penjualan
UKM Batik Bogor Tradisiku memproduksi tiga jenis kain batik, yaitu kain batik tulis, batik cap, dan kain printing bermotif batik. Batik tulis merupakan kain batik yang memiliki nilai jual yang tinggi dikarenakan memiliki nilai seni yang tinggi dan proses pengerjaan yang memakan waktu lama. Batik cap adalah jenis batik yang memiliki peminat cukup tinggi dikarenakan harga jual yang terjangkau dan dengan pengerjaan hand made, batik ini memiliki nilai seni yang cukup tinggi. Kain printing adalah jenis
kain batik yang memiliki peminat paling tinggi dikarenakan harga batik print yang cukup murah. Ketiga jenis batik tersebut dijual dalam bentuk kain. Batik tulis dijual dengan rata-rata kisaran harga Rp 384.000,00 sampai Rp 592.000,00. Sedangkan batik cap dijual dengan rata-rata kisaran harga Rp 153.000,00 sampai Rp 221.000,00 dan kain printing dijual dengan rata-rata kisaran harga Rp 60.000,00 sampai Rp 83.000,00. Adapun rincian volume penjualan usaha Batik Bogor Tradisiku pada bulan Maret 2010 sampai dengan Desember 2011 yang ditampilkan per caturwulan adalah sebagai berikut :
Tabel 3. Kapasitas Penjualan UKM Batik Bogor Tradisiku
No Jenis Kain
Kapasitas Penjualan (Unit Kain) Catur- wulan 1 Catur- wulan 2 Catur- wulan 3 Catur- wulan 4 Catur- wulan 5 1 Batik Tulis 47 24 68 55 84 2 Batik Cap 341 623 475 252 393 3 Kain Printing 3.497 1.666 1.474 742 873 Total 3.885 2.313 2.017 1.049 1.350 Ketiga jenis kain batik memiliki harga jual yang sangat bervariasi. Harga jual ditentukan berdasarkan jenis batik, jenis kain yang digunakan, ukuran kain, jumlah warna yang terdapat dalam kain, semakin banyak jumlah warna maka semakin mahal harga jual kain tersebut. Adapun rincian harga jual rata-rata kain batik tulis, kain batik cap, dan kain printing pada bulan Mei 2010 sampai dengan Desember 2011 yang ditampilkan per caturwulan adalah sebagai berikut :
Tabel 4. Harga Jual Rata-Rata UKM Batik Bogor Tradisiku
No Jenis Kain
Harga Jual Rata-rata Per Kain Catur- wulan 1 Catur- wulan 2 Catur- wulan 3 Catur- wulan 4 Catur- wulan 5 1 Batik Tulis Rp 404.000 Rp 384.000 Rp 592.000 Rp 500.000 Rp 592.000 2 Batik Cap Rp 168.000 Rp 153.000 Rp 221.000 Rp 212.000 Rp 205.000 3 Kain Printing Rp 60.000 Rp 69.000 Rp 72.000 Rp 83.000 Rp 78.000
Volume penjualan UKM Batik Bogor Tradisiku pada bulan Maret 2010 sampai dengan Desember 2011 yang ditampilkan per caturwulan adalah sebagai berikut :
Tabel 5. Volume Penjualan UKM Batik Bogor Tradisiku (Rupiah)
No Jenis kain Penjualan (Rupiah)
Caturwulan 1 Caturwulan 2 Caturwulan 3 Caturwulan 4 Caturwulan 5 1 Batik Tulis Rp 18.988.000 Rp 9.216.000 Rp 40.256.000 Rp 27.500.000 Rp 49.728.000 2 Batik Cap Rp 57.288.000 Rp 95.319.000 Rp 104.975.000 Rp 53.424.000 Rp 80.565.000 3 Kain Printing Rp 209.820.000 Rp 114.954.000 Rp 106.128.000 Rp 61.586.000 Rp 68.094.000
Total Rp 286.096.000 Rp 219.489.000 Rp 251.359.000 Rp 142.510.000 Rp 198.387.000 Pada Tabel 5 diatas dapat dilihat bahwa penjualan pada caturwulan
pertama sampai dengan caturwulan kelima mengalami fluktuasi. Terjadi penurunan total volume penjualan antara caturwulan pertama dan caturwulan kedua dan antara caturwulan ketiga dan caturwulan keempat. Pada caturwulan kedua mengalami penurunan total penjualan karena adanya penurunan penjualan pada batik tulis dan kain printing, namun ada peningkatan pada penjualan batik cap. Sedangkan pada caturwulan keempat kembali terjadi penurunan penjualan total karena penurunan penjualan pada batik tulis, batik cap, dan batik printing. Sedangkan antara caturwulan kedua dan ketiga terjadi peningkatan total penjualan dikarenakan peningkatan padapenjualan kain batik tulis dan batik cap. Pada caturwulan keempat dan kelima mengalami peningkatan total penjualan dikarenakan meningkatnya pesanan kain batik tulis, batik cap, dan printing.
Tabel 6 menggambarkan pertumbuhan volume penjualan UKM Batik Bogor Tradisiku. Dapat dilihat bahwa pada caturwulan kedua terjadi penurunan volume penjualan sebesar 23.28% dikarenakan pada rentang waktu tersebut UKM Batik Bogor Tradisiku sedang melakukan pemindahan galeri sehingga tidak fokus dalam penjualan kain batik. Sedangkan pada caturwulan ketiga terjadi peningkatan sebesar 14.52%, pada caturwulan 4 kembali terjadi penurunan yang cukup besar yaitu 43.3% menurut direktur UKM Batik Bogor Tradisiku, Lisha, hal tersebut diakibatkan pada periode bulan Mei, Juni, Juli, Agustus, dan September tahun 2011 merupakan masa tahun ajaran baru sekolah dan lebaran, sehingga daya beli konsumen
terhadap kain batik sangat menurun dan berdampak langsung terhadap penjualan kain batik. Dan pada caturwulan 5 kembali terjadi peningkatan sebesar 39.21%.
Tabel 6. Perubahan Volume Penjualan UKM Batik Bogor Tradisiku Pada Caturwulan 1 sampai 5 (Periode Mei 2010 sampai Desember 2011)
Dari seluruh penjualan yang diterima oleh usaha Batik Bogor Tradisiku maka persentase dari tiap-tiap penjualan di atas pada bulan Mei 2010 sampai Desember 2011 adalah sebagai berikut :
Tabel 7. Persentase Unit Penjualan Usaha Batik Bogor Tradisiku Pada Caturwulan 1 (Mei –Agustus 2010)
No Jenis Kain Jumlah Persentase
1 Batik Tulis Rp 18.988.000 6.64%
2 Batik Cap Rp 57.288.000 20.02%
3 Kain Printing Rp 209.820.000 73.34%
Total Penjualan Rp 286.096.000 100%
Dari hasil perhitungan dapat diketahui bahwa jumlah persentase volume penjualan terbesar adalah kain printing sebanyak 73.34%. Sedangkan jumlah persentase volume penjualan terkecil adalah batik tulis yang hanya memiliki nilai persentase sebesar 6.64%.
Tabel 8. Persentase Unit Penjualan UKM Batik Bogor Tradisiku Pada Caturwulan 2 (September – Desember 2010)
No Jenis Kain Jumlah Persentase
1 Batik Tulis Rp 9.216.000 4.20%
2 Batik Cap Rp 95.319.000 43.43%
3 Kain Printing Rp 114.954.000 52.37%
Total Penjualan Rp 219.489.000 100%
Dari hasil perhitungan dapat diketahui bahwa jumlah persentase volume penjualan terbesar adalah kain printing sebanyak 52.37%.
Caturwulan
1 2 3 4 5
Penjualan Rp 286.096.000 Rp 219.489.000 Rp 251.359.000 Rp 142.510.000 Rp 68.094.000 Perubahan (Rp) - -Rp66.607.000 Rp 31.870.000 -Rp 108.849.000 Rp 55.877.000
Sedangkan jumlah persentase volume penjualan terkecil adalah batik tulis yang hanya memiliki nilai persentase sebesar 4.20%.
Tabel 9. Persentase Unit Penjualan UKM Batik Bogor Tradisiku Pada Caturwulan 3 (Januari–April 2011)
No Jenis Kain Jumlah Persentase
1 Batik Tulis Rp 40.256.000 16.02%
2 Batik Cap Rp 104.975.000 41.76%
3 Kain Printing Rp 106.128.000 42.22%
Total Penjualan Rp 251.359.000 100%
Dari hasil perhitungan dapat diketahui bahwa jumlah persentase volume penjualan terbesar adalah kain printing sebanyak 42.22%. Sedangkan jumlah persentase volume penjualan terkecil adalah batik tulis yang hanya memiliki nilai persentase sebesar 16.02%.
Tabel 10. Persentase Unit Penjualan UKM Batik Bogor Tradisiku Pada Caturwulan 4 (Mei – Agustus 2011)
No Jenis Kain Jumlah Persentase
1 Batik Tulis Rp 27.500.000 19.30%
2 Batik Cap Rp 53.424.000 37.49%
3 Kain Printing Rp 61.586.000 43.22%
Total Penjualan Rp 142.510.000 100%
Dari hasil perhitungan dapat diketahui bahwa jumlah persentase volume penjualan terbesar adalah kain printing sebanyak 43.22%. Sedangkan jumlah persentase volume penjualan terkecil adalah batik tulis yang hanya memiliki nilai persentase sebesar 19.30%.
Tabel 11. Persentase Unit Penjualan UKM Batik Bogor Tradisiku Pada Caturwulan 5 (September – Desember 2011)
No Jenis Kain Jumlah Persentase
1 Batik Tulis Rp 49.728.000 25.07%
2 Batik Cap Rp 80.565.000 40.61%
3 Kain Printing Rp 68.094.000 34.32%
Total Penjualan Rp 198.387.000 100%
Dari hasil perhitungan dapat diketahui bahwa jumlah persentase volume penjualan terbesar adalah batik cap sebanyak 40.61%. Sedangkan
jumlah persentase volume penjualan terkecil adalah batik tulis yang hanya memiliki nilai persentase sebesar 25.07%.
Secara keseluruhan penjualan batik tulis sebesar Rp 145.688.000,00 atau secara persentasi sebesar 13.27%. Sedangkan batik cap sebesar Rp 391.571.000,00 atau secara persentasi sebesar 35.67%, dan untuk kain printing sebesar Rp 560.582.000,00 atau secara persentasi sebesar 51.06%.
4.4.2. Biaya-Biaya UKM Batik Bogor Tradisiku
UKM Batik Bogor Tradisiku memerlukan beberapa biaya guna menjalankan usahanya. Adapun biaya-biaya yang terjadi pada bulan Mei 2010 sampai Desember 2011 dalam kegiatan penjualan di galeri dan proses produksi adalah sebagai berikut :
Tabel 12. Biaya- Biaya yang Terjadi Pada UKM Batik Bogor Tradisiku Pada Caturwulan 1 (Mei – Agustus 2010)
No Biaya Jumlah
1 Biaya Gaji Rp 78.210.250
2 Biaya Listrik, Telepon, dan Air Rp 2.920.000
3 Biaya ATK Rp 597.000
4 Biaya Sehari-hari Galeri Rp 1.173.500
5 Biaya Konsumsi Rp 7.756.500
6 Biaya Bahan Baku Produksi
Kain Prima Rp 55.286.800 Kain Primis Rp 13.740.087 Kain lain-lain Rp 11.047.333 Obat Batik Rp 5.300.339 Malam Rp 2.673.365 Bahan Bakar Rp 1.319.908 Soda Rp 1.198.821
Bahan Baku Pelengkap Rp 3.104.511
7 Biaya Canting Tulis Rp 111.000
8 Biaya Penyusutan Peralatan
Kompor Minyak Rp 315.000
Kompor Gas Rp 488.252
Wajan Rp 18.300
Canting Cap Rp 180.000
Lanjutan Tabel 12.
Plangkan Rp 450.000
Mixer Obat Batik Rp 42.000
9 Biaya Perlengkapan Batik Rp 4.615.000
10 Biaya Transportasi dan Akomodasi Rp 7.164.000
Total Biaya Rp 198.215.967
Pada tabel biaya diatas dapat diketahui bahwa biaya-biaya yang terjadi selama kegiatan penjualan di galeri dan proses produksi kain batik tulis, cap, dan printing adalah biaya gaji karyawan, biaya pembayaran listrik, telepon, dan air, biaya ATK, biaya sehari-hari galeri, biaya konsumsi karyawan, biaya bahan baku (kain prima, kain primis, kain lain-lain, obat batik, malam, bahan bakar, soda, dan bahan baku pelengkap), biaya canring tulis, biaya penyusutan peralatan, biaya perlengkapan batik, dan biaya transportasi dan akomodasi. Biaya tertinggi yang dikeluarkan pada caturwulan pertama adalah biaya bahan baku yaitu sebesar Rp 93.671.165,00, selanjutnya adalah biaya gaji karyawan sebesar Rp 78.210.250,00. Sedangkan biaya terkecil adalah biaya canting tulis sebesar Rp 111.000,00.
Dalam biaya bahan baku, biaya terbesar dikeluarkan untuk biaya kain prima sebesar Rp 55.286.800,00. Kain Prima merupakan kain yang paling banyak digunakan dalam ketiga jenis batik. Kain prima merupakan jenis kain katun yang memiliki kualitas terbaik. Sedangkan biaya terkecil yang digunakan dalam bahan baku adalah biaya soda, yang terdiri dari soda ashdan coustic soda. Soda digunakan dalam proses pewarnaan pada kain batik yang berfungsi untuk menghindari terjadinya penempelan ulang malam di permukaan kain sehingga motif yang telah digambar sebelumnya terlihat jelas.
Biaya penyusutan peralatan batik merupakan biaya penyusutan atas pembelian peralatan untuk membatik yaitu canting cap, wajan, kompor, meja printing, plangkan, dan mixer obat. Perhitungan biaya penyusutan peralatan per bulan dengan metode garis lurus dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 13. Biaya Penyusutan Pada UKM Batik Bogor Tradisiku
Peralatan Umur Ekonomis
Nilai Aset Nilai Sisa Persentase Penyusutan /bln
Kompor Minyak 2 tahun Rp 2.100.000 Rp210.000 4.17% Rp 78.750 Kompor Gas 2 tahun Rp 3.255.000 Rp325.500 4.17% Rp 122.062 Wajan 5 tahun Rp 305.000 Rp 30.500 1.67% Rp 4.575 Canting Cap 10 tahun Rp 6.000.000 Rp600.000 0.83% Rp 45.000 Meja Printer 5 tahun Rp 8.400.000 Rp840.000 1.67% Rp 126.000 Plangkan 2 tahun Rp 3.000.000 Rp300.000 4.17% Rp 112.500 Mixer Obat 5 tahun Rp 700.000 Rp 70.000 1.67% Rp 10.500
Berdasarkan perhitungan biaya penyusutan dengan metode garis lurus ini didapatkan biaya penyusutan peralatan per bulan sebesar Rp 499.388,00, sehingga untuk per caturwulan adalah sebesar Rp 1.997.550,00.
Tabel 14. Biaya- Biaya yang Terjadi Pada UKM Batik Bogor Tradisiku Pada Caturwulan 2 (September – Desember 2010)
No Biaya Jumlah
1 Biaya Gaji Rp 96.865.750
2 Biaya Listrik, Telepon, dan Air Rp 3.492.000
3 Biaya ATK Rp 843.550
4 Biaya Sehari-hari Galeri Rp 3.401.400
5 Biaya Konsumsi Rp 5.597.800
6 Biaya Bahan Baku Produksi
Kain Prima Rp 62.537.631 Kain Primis Rp 10.801.825 Kain lain-lain Rp 3.506.241 Obat Batik Rp 12.238.805 Malam Rp 3.915.784 Bahan Bakar Rp 1.912.218 Soda Rp 959.763
Bahan Baku Pelengkap Rp 2.476.140
7 Biaya Canting Tulis Rp 105.000
8 Biaya Penyusutan Peralatan
Kompor Minyak Rp 315.000
Kompor Gas Rp 488.252
Lanjutan Tabel 14.
Canting Cap Rp 180.000
Meja Printing Rp 504.000
Plangkan Rp 450.000
Mixer Obat Batik Rp 42.000
9 Biaya Perlengkapan Batik Rp 3.294.000
10 Biaya Transportasi dan akomodasi Rp 8.051.000
Total Biaya Rp 221.996.458
Pada caturwulan kedua, sama seperti caturwulan pertama biaya tertinggi dikeluarkan untuk biaya bahan baku, selanjutnya adalah biaya gaji karyawan dan biaya terendah dikeluarkan untuk biaya canting tulis. Biaya bahan baku sebesar Rp 98.348.406,00, biaya ini mengalami peningkatan dari caturwulan sebelumnya meskipun unit kain terjual lebih rendah. Hal tersebut diakibatkan oleh adanya kenaikan harga kain mencapai 50%. Biaya pembelian kain prima merupakan biaya terbesar yang dikeluarkan untuk biaya bahan baku yaitu sebesar Rp 62.537.631,00 dan biaya terkecil adalah biaya pembelian soda. Biaya gaji mengalami peningkatan cukup tinggi karena pada caturwulan kedua terdapat penambahan jumlah karyawan pada UKM Batik Bogor Tradisiku, yaitu sebesar Rp 96.865.750,00. Biaya canting tulis yaitu sebesar Rp 105.000,00. Total biaya yang dikeluarkan pada caturwulan kedua mengalami peningkatan yaitu Rp 221.996.458,00 dikarenakan meningkatnya biaya gaji karyawan dan biaya bahan baku.
Tabel 15. Biaya- Biaya yang Terjadi Pada UKM Batik Bogor Tradisiku Pada Caturwulan 3 (Januari – April 2011)
No Biaya Jumlah
1 Biaya Gaji Rp 83.708.250
2 Biaya Listrik, Telepon, dan Air Rp 5.105.099
3 Biaya ATK Rp 1.350.150
4 Biaya Sehari-hari Galeri Rp 246.500
5 Biaya Konsumsi Rp 11.415.500
6 Biaya Bahan Baku Produksi
Kain Prima Rp 69.013.253
Kain Primis Rp 11.118.821
Lanjutan Tabel 15.
Obat Batik Rp 8.526.478
Malam Rp 6.027.131
Bahan Bakar Rp 1.942.253
Soda Rp 899.239
Bahan Baku Pelengkap Rp 720.306
7 Biaya Pemasaran Rp 11.865.000
8 Biaya Canting Tulis Rp 122.000
9 Biaya Penyusutan Peralatan
Kompor Minyak Rp 315.000 Kompor Gas Rp 488.252 Wajan Rp 18.300 Canting Cap Rp 180.000 Meja Printing Rp 504.000 Plangkan Rp 450.000
Mixer Obat Batik Rp 42.000
10 Biaya Perlengkapan Batik Rp 1.636.000
11 Biaya Transportasi dan Akomodasi Rp 6.593.900
Total Biaya Rp 223.834.660
Pada caturwulan ketiga biaya tertinggi tetap dikeluarkan untuk biaya bahan baku yaitu sebesar Rp 99.794.709,00. Pada biaya bahan baku biaya yang terbesar dikeluarkan adalah biaya pembelian kain prima. Biaya gaji menjadi biaya terbesar setelah biaya bahan baku yaitu sebesar Rp 83.708.250,00. Biaya terendah dikeluarkan untuk biaya canting tulis yaitu sebesar Rp 122.000,00. Total biaya yang dikeluarkan pada caturwulan ketiga adalah Rp 223.834.660,00.
Tabel 16. Biaya- Biaya yang Terjadi Pada UKM Batik Bogor Tradisiku Pada Caturwulan 4 (Mei – Agustus 2011)
No Biaya Jumlah
1 Biaya Gaji Rp 79.868.250
2 Biaya Listrik, Telepon, dan Air Rp 5.454.700
3 Biaya ATK Rp 432.750
4 Biaya Sehari-hari Galeri Rp 510.600
Lanjutan Tabel 16.
6 Biaya Bahan Baku Produksi
Kain Prima Rp 28.389.110 Kain Primis Rp 3.704.180 Kain lain-lain Rp 136.200 Obat Batik Rp 4.571.050 Malam Rp 1.788.840 Bahan bakar Rp 1.890.700 Soda Rp 538.204
Bahan Baku Pelengkap Rp 1.703.473
7 Biaya Pemasaran Rp 1.865.000
8 Biaya Canting Tulis Rp 115.000
9 Biaya Penyusutan Peralatan
Kompor Minyak Rp 315.000 Kompor Gas Rp 488.252 Wajan Rp 18.300 Canting Cap Rp 180.000 Meja Printing Rp 504.000 Plangkan Rp 450.000
Mixer Obat Batik Rp 42.000
10 Biaya Perlengkapan Batik Rp 7.276.000
11 Biaya Transportasi dan Akomodasi Rp 3.576.000
Total Biaya Rp 148.254.609
Pada caturwulan keempat biaya tertinggi dikeluarkan untuk biaya gaji karyawan dan biaya terendah dikeluarkan untuk biaya canting tulis. Adapun biaya gaji sebesar Rp 79.868.250,00 dan biaya canting tulissebesar Rp 115.000,00. Biaya gaji mengalami penurunan karena adanya pengurangan karyawan pada caturwulan keempat ini. Total biaya yang dikeluarkan pada caturwulan keempat sebesar Rp 148.254.609,00 merupakan biaya terendah diantara caturwulan lainnya hal tersebut juga berbanding lurus dengan jumlah penjualan yang menurun pada caturwulan keempat.
Tabel 17. Biaya- Biaya yang Terjadi Pada UKM Batik Bogor Tradisiku Pada Caturwulan 5 (September – Desember 2011)
No Biaya Jumlah
1 Biaya Gaji Rp 64.520.000
2 Biaya Listrik, Telepon, dan Air Rp 5.816.600
3 Biaya ATK Rp 1.762.500
4 Biaya Sehari-hari Galeri Rp 715.000
5 Biaya Konsumsi Rp 6.122.500
6 Biaya Bahan Baku Produksi
Kain Prima Rp 32.819.318 Kain Primis Rp 4.691.291 Kain lain-lain Rp 9.767.561 Obat Batik Rp 8.429.124 Malam Rp 3.110.537 Bahan Bakar Rp 931.720 Soda Rp 666.573
Bahan Baku Pelengkap Rp 1.274.065
7 Biaya Pemasaran Rp 5.500.000
8 Biaya Canting Tulis Rp 115.000
9 Biaya Penyusutan Peralatan
Kompor Minyak Rp 315.000 Kompor Gas Rp 488.252 Wajan Rp 18.300 Canting Cap Rp 180.000 Meja Printing Rp 504.000 Plangkan Rp 450.000
Mixer Obat Batik Rp 42.000
10 Biaya Perlengkapan Batik Rp 564.000
11 Biaya Transportasi dan Akomodasi Rp 8.160.000
Total Biaya Rp 156.963.341
Pada caturwulan kelima biaya yang dikeluarkan tertinggi adalah biaya gaji sebesar Rp 64.520.000,00, dan biaya terendah dikeluarkan untuk biaya canting tulis sebesar Rp 115.000,00. Total biaya pada caturwulan kelima adalah Rp156.963.341,00.
4.4.3 Perhitungan Laba
Laba dihitung berdasarkan lima caturwulan antara periode Mei 2010 sampai Desember 2011 dengan mengurangi total penjualan dan total biaya. Jadi, laba yang diperoleh UKM Batik Bogor Tradisiku untuk penjualan kain batik tulis, batik cap, dan printing pada galeri Batik Bogor Tradisiku adalah sebagai berikut :
a. Laba Caturwulan 1 = Total Penjualan – Total Biaya
= Rp 286.096.000,00 – Rp 198.215.967,00 = Rp 87.880.033,00
Pada caturwulan pertama yang mencakup bulan Mei – Agustus 2010 laba yang diperoleh adalah Rp 87.880.033,00. Hal tersebut disebabkan karena pada rentang waktu tersebut adanya arahan dari pemerintah Bogor agar seluruh dinas dan Pemda di Bogor untuk mengenakan batik Bogor, sehingga tingginya penjualan kain batik khususnya kain printing.
b. Laba Caturwulan 2 = Total Penjualan – Total Biaya
= Rp 219.489.000,00 – Rp 221.996.458,00 = (Rp 2.507.458,00)
Pada caturwulan kedua yang mencakup bulan September – Desember 2010 penjualan mengalami kerugian sebesar Rp 2.507.458,00. Hal tersebut disebabkan oleh pada rentang waktu tersebut UKM Batik Bogor Tradisiku sedang melakukan pemindahan galeri dari Cibuluh ke galeri di Jalan Jalak, sehingga belum stabilnya penjualan dan kurangnya fokus UKM Batik Bogor Tradisiku dalam melakukan pemasaran dan penjualan.
c. Laba Caturwulan 3 = Total Penjualan – Total Biaya
= Rp 251.359.000,00 – Rp 223.802.660,00 = Rp 27.556.340,00
Pada caturwulan ketiga yang mencakup bulan Januari – April 2011 laba yang diperoleh adalah Rp 27.556.340,00.
d. Laba Caturwulan 4 = Total Penjualan – Total Biaya
= Rp 142.510.000,00 – Rp 148.254.609,00 = (Rp 5.744.609,00)
Pada caturwulan keempat yang mencakup bulan Mei – Agustus 201 penjualan mengalami kerugian sebesar Rp 5.744.609,00. Hal tersebut disebabkan karena penjualan yang mengalami penurunan. Menurut direktur UKM Batik Bogor Tradisiku, Lisha, penurunan penjualan pada caturwulan keempat ini diakibatkan pada periode bulan ini merupakan masa tahun ajaran baru sekolah dan lebaran, sehingga daya beli konsumen terhadap kain batiksangat menurun dan berdampak langsung terhadap penjualan kain batik.
e. Laba Caturwulan 5 = Total Penjualan – Total Biaya
= Rp 198.387.000,00 – Rp 156.963.341,00 = Rp 41.423.659,00
Pada caturwulan kelima yang mencakup bulan September – Desember 2011 laba yang diperoleh adalah Rp 41.423.659,00.
4.4.4 Analisis Biaya
UKM Batik Bogor Tradisiku tidak melakukan analisis biaya secara terperinci. Pihak UKM hanya menjabarkan seluruh biaya yang dikeluarkan selama kegiatan tanpa adanya klasifikasi biaya. Sehingga dalam perhitungan biaya yang dilakukan hanya mengurangi total penjualan dengan total biaya yang dikeluarkan.
Pada penelitian ini digunakan analisis biaya, volume, dan laba yaitu, analisis yang berkaitan dengan penentuan volume penjualan dan komposisi produk untuk mencapai laba optimal yang diinginkan. Analisis ini mengharuskan adanya pemisahan biaya berdasarkan perilakunya. Biaya-biaya yang terjadi dalam seluruh kegiatan usaha harus dibedakan sesuai perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan kegiatan usaha. Dengan metode total cost maka biaya dapat dibedakan menjadi biaya variabel dan biaya tetap.
Biaya dihitung selama lima caturwulan dalam periode antara bulan Mei 2010 sampai Desember 2011. Biaya yang dihitung terdiri atas biaya tetap dan biaya variabel. Adapun biaya tetap yang ada pada kegiatan UKM Batik Bogor tradisiku adalah biaya gaji, biaya listrik, telepon, dan air, biaya
ATK, biaya sehari-hari galeri, biaya konsumsi, biaya pemasaran, biaya peralatan membatik, dan biaya transportasi dan akomodasi. Biaya gaji dibayar berdasarkan hari kerja karyawan dan bukan berdasarkan jumlah kain yang dapat diselesaikan karyawan maka biaya gaji digolongkan menjadi biaya tetap. Biaya listrik dan air digolongkan menjadi biaya tetap dikarenakan dalam proses pembatikan tidak menggunakan listrik secara langsung, sedangkan air yang digunakan menggunakan air sumur sehingga berapapun banyak air yang digunakanmaka biaya yang dikeluarkan tetap. Menurut ibu Rukoyah, Penanggung Jawab Keuangan, jumlah produksi kain tidak berpengaruh terhadap pengeluaran biaya air. Sedangkan pengeluaran biaya telepon juga tidak berpengaruh pada unit penjualan kain batik sehingga digolongkan menjadi biaya tetap. Biaya listrik, telepon, dan air digabungkan kedalam satu biaya dikarenakan pembayaran biaya-biaya tersebut dilakukan secara bersama-sama.
Biaya ATK atau alat tulis kantor merupakan biaya yang dikeluarkan untuk nota penjualan galeri dan alat tulis lainnya. Biaya ATK digolongkan menjadi biaya tetap dikarenakan biaya yang dikeluarkan untuk ATK tidak bergantung pada banyaknya unit yang terjual. Biaya sehari-hari galeri merupakan biaya yang dikeluarkan untuk keperluan galeri seperti tissue, pembersih lantai, maupun biaya-biaya yang dikeluarkan untuk kebutuhan galeri. Biaya konsumsi merupakan biaya yang dikeluarkan untuk makan siang seluruh karyawan sehingga termasuk dalam biaya tetap karena tidak berpengaruh langsung pada unit penjualan kain batik. Biaya pemasaran merupakan biaya website UKM Batik Bogor Tradisiku, biaya pembuatan kalender, dan leaflet UKM Batik Bogor Tradisiku. Biaya canting tulis, yaitu pembelian canting tulis setiap bulannya. Biaya penyusutan peralatan batik merupakan biaya atas menyusutnya canting cap, kompor, wajan, meja printing, plangkan danmixer obat yang digunakan untuk membatik. Biaya transportasi dan akomodasi merupakan biaya pengangkutan kain dari workshop ke galeri dan biaya pengiriman bahan baku.
Biaya yang termasuk pada biaya variabel adalah biaya bahan baku dan biaya perlengkapan batik. Biaya bahan baku terdiri dari biaya
pembelian kain prima, kain primis, kain lain-lain, obat batik, malam, bahan bakar, soda, dan bahan baku pelengkap batik. Kain lain-lain terdiri dari kain sutra, dobi, paris, dan santung, dikelompokan menjadi kain lain-lain karena produksi kain batik yang berasal dari kain-kain tersebut rendah. Sedangkan biaya obat batik merupakan biaya yang digunakan untuk pembelian obat-obat pewarna kain batik. Bahan bakar terdiri dari minyak tanah, gas, dan kayu bakar. Bahan bakar digunakan dalam proses pemanasan malam saat membatik dan proses pewarnaan. Biaya pelengkap batik merupakan biaya-biaya yang dibutuhkan dalam proses membatik, namun komposisinya rendah. Biaya pelengkap batik terdiri dari gondo, waterglass, dan softener. Berikut merupakan biaya UKM Batik Bogor Tradisiku pada caturwulan pertama sampai kelima setelah pemisahan biaya tetap dan variabel adalah :
Tabel 18. Biaya Operasional UKM Batik Bogor Tradisiku Pada Caturwulan 1 Setelah Pemisahan Biaya Tetap dan Biaya Variabel.
No Biaya Tetap Variabel
1 Biaya Gaji Rp 78.210.250
2 Biaya Listrik, Telepon, dan Air Rp 2.920.000
3 Biaya ATK Rp 597.000
4 Biaya Sehari-hari Galeri Rp 1.173.500
5 Biaya Konsumsi Rp 7.756.500
6 Biaya Bahan Baku Produksi
Kain Prima Rp 55.286.800 Kain Primis Rp 13.740.087 Kain lain-lain Rp 11.047.333 Obat Batik Rp 5.300.339 Malam Rp 2.673.365 Bahan Bakar Rp 1.319.908 Soda Rp 1.198.821
Bahan Baku Pelengkap Rp 3.104.511
7 Biaya Canting Tulis Rp 111.000 8 Biaya Penyusutan Peralatan
Kompor Minyak Rp 315.000
Kompor Gas Rp 488.252
Lanjutan Tabel 18.
Canting Cap Rp 180.000
Meja Printer Rp 504.000
Plangkan Rp 450.000
MixerObat Rp 42.000
9 Biaya Perlengkapan Batik Rp 4.615.000
10 Biaya Transportasi dan
Akomodasi Rp 7.164.000
Total Biaya Rp 99.929.802 Rp 98.286.165 Pada caturwulan pertama biaya tetap lebih besar dibandingkan dengan biaya variabel. Total biaya tetap yaitu sebesarRp 99.929.802,00, sedangkan total biaya variabel sebesar Rp 98.286.165,00. Pada biaya tetap biaya terbesar terjadi pada biaya gaji karyawan yaitu sebesar Rp 78.210.250,00 dan biaya terendah yaitu biaya canting tulis sebesar Rp 111.000,00. Pada biaya variabel biaya terbesar dikeluarkan untuk biaya kain prima yaitu Rp 55.286.800,00 dan biaya terkecil untuk biaya soda yaitu sebesar Rp 1.198.821,00.
Tabel 19. Biaya Operasional UKM Batik Bogor Tradisiku Pada Caturwulan 2 Setelah Pemisahan Biaya Tetap dan Biaya Variabel.
No Biaya Tetap Variabel
1 Biaya Gaji Rp 96.865.750
2 Biaya Listrik, Telepon, dan Air Rp 3.492.000
3 Biaya ATK Rp 843.550
4 Biaya Sehari-hari Galeri Rp 3.401.400
5 Biaya Konsumsi Rp 5.597.800
6 Biaya Bahan Baku Produksi
Kain Prima Rp 62.537.631 Kain Primis Rp 10.801.825 Kain lain-lain Rp 3.506.241 Obat Batik Rp 12.238.805 Malam Rp 3.915.784 Bahan Bakar Rp 1.912.218 Soda Rp 959.763
Bahan Baku Pelengkap Rp 2.476.140
Lanjutan Tabel 19.
8 Biaya Penyusutan Peralatan
Kompor Minyak Rp 315.000 Kompor Gas Rp 488.252 Wajan Rp 18.300 Canting Cap Rp 180.000 Meja Printer Rp 504.000 Plangkan Rp 450.000 MixerObat Rp 42.000
9 Biaya Perlengkapan batik Rp 3.294.000
10 Biaya Transportasi dan
Akomodasi Rp 8.051.000
Total Biaya Rp 120.354.052 Rp 101.642.406 Pada caturwulan kedua sama seperti catruwulan pertama biaya tetap lebih besar dibandingkan dengan biaya variabel. Total biaya tetap yaitu sebesarRp 120.354.052,00, sedangkan total biaya variabel sebesar Rp101.642.406,00. Pada biaya tetap biaya terbesar terjadi pada biaya gaji karyawan yaitu sebesar Rp 96.865.750,00dan biaya terendah yaitu biaya canting tulis sebesar Rp105.000,00. Pada biaya variabel biaya terbesar dikeluarkan untuk biaya kain prima yaitu Rp 62.537.631,00dan biaya terkecil untuk biaya soda yaitu sebesar Rp 959.763,00.
Tabel 20. Biaya Operasional UKM Batik Bogor Tradisiku Pada Caturwulan 3 Setelah Pemisahan Biaya Tetap dan Biaya Variabel.
No Biaya Tetap Variabel
1 Biaya Gaji Rp 83.708.250
2 Biaya Listrik, Telepon, dan Air Rp 5.105.099
3 Biaya ATK Rp 1.350.150
4 Biaya Sehari-hari Galeri Rp 246.500
5 Biaya Konsumsi Rp 11.415.500
6 Biaya Bahan Baku Produksi
Kain Prima Rp 69.013.253
Kain Primis Rp 11.118.821
Kain Lain-Lain Rp 1.547.228
Lanjutan Tabel 20.
Malam Rp 6.027.131
Bahan Bakar Rp 1.942.253
Soda Rp 899.239
Bahan Baku pelengkap Rp 720.306
7 Biaya Pemasaran Rp 11.865.000
8 Biaya Canting Tulis Rp 122.000 9 Biaya Penyusutan Peralatan
Kompor Minyak Rp 315.000 Kompor Gas Rp 488.252 Wajan Rp 18.300 Canting Cap Rp 180.000 Meja Printer Rp 504.000 Plangkan Rp 450.000 Mixer Obat Rp 42.000
10 Biaya Perlengkapan Batik Rp 1.636.000
11 Biaya Transportasi dan
Akomodasi Rp 6.593.900
Total Biaya Rp 122.403.951 Rp 101.430.709 Pada caturwulan ketiga sama seperti caturwulan pertama biaya tetap lebih besar dibandingkan dengan biaya variabel. Total biaya tetap yaitu sebesarRp122.403.951,00, sedangkan total biaya variabel sebesar Rp101.430.709,00. Pada biaya tetap biaya terbesar terjadi pada biaya gaji karyawan yaitu sebesar Rp 83.708.250,00dan biaya terendah yaitu biaya canting tulis sebesar Rp 122.000,00. Pada biaya variabel biaya terbesar dikeluarkan untuk biaya kain prima yaitu Rp 69.013.253,00dan biaya terkecil untuk biaya bahan baku pelengkap yaitu sebesar Rp 720.306,00.
Tabel 21. Biaya Operasional UKM Batik Bogor Tradisiku Pada Caturwulan 4 Setelah Pemisahan Biaya Tetap dan Biaya Variabel.
No Biaya Tetap Variabel
1 Biaya Gaji Rp 79.868.250
2 Biaya Listrik, Telepon, dan air Rp 5.454.700
3 Biaya ATK Rp 432.750
Lanjutan Tabel 21.
5 Biaya Konsumsi Rp 4.437.000
6 Biaya Bahan Baku Produksi
Kain Prima Rp 28.389.110 Kain Primis Rp 3.704.180 Kain Lain-Lain Rp 136.200 Obat Batik Rp 4.571.050 Malam Rp 1.788.840 Bahan Bakar Rp 1.890.700 Soda Rp 538.204
Bahan Baku Pelengkap Rp 1.703.473
7 Biaya Pemasaran Rp 1.865.000
8 Biaya Canting Tulis Rp 115.000 9 Biaya Penyusutan Peralatan
Kompor Minyak Rp 315.000 Kompor Gas Rp 488.252 Wajan Rp 18.300 Canting Cap Rp 180.000 Meja Printer Rp 504.000 Plangkan Rp 450.000 Mixer Obat Rp 42.000
10 Biaya Perlengkapan Batik Rp 7.276.000
11 Biaya Transportasi dan
Akomodasi Rp 3.576.000
Total Biaya Rp 98.256.852 Rp 49.997.757 Pada caturwulan keempat sama seperti caturwulan pertama biaya tetap lebih besar dibandingkan dengan biaya variabel. Total biaya tetap yaitu sebesarRp 98.256.852,00, sedangkan total biaya variabel sebesar Rp49.997.757,00. Pada biaya tetap biaya terbesar terjadi pada biaya gaji karyawan yaitu sebesar Rp79.868.250,00dan biaya terendah yaitu biaya canting tulis sebesar Rp 115.000,00. Pada biaya variabel biaya terbesar dikeluarkan untuk biaya kain prima yaitu Rp 28.389.110,00dan biaya terkecil untuk biaya kain lain-lain yaitu sebesar Rp 136.200,00.
Tabel 22. Biaya Operasional UKM Batik Bogor Tradisiku Pada Caturwulan 5 Setelah Pemisahan Biaya Tetap dan Biaya Variabel.
No Biaya Tetap Variabel
1 Biaya Gaji Rp 64.520.000
2 Biaya Listrik, Telepon, dan Air Rp 5.816.600
3 Biaya ATK Rp 1.762.500
4 Biaya Sehari-hari Galeri Rp 715.000
5 Biaya Konsumsi Rp 6.122.500
6 Biaya Bahan Baku Produksi
Kain Prima Rp 32.819.318 Kain Primis Rp 4.691.291 Kain lain-lain Rp 9.767.561 Obat Batik Rp 8.429.124 Malam Rp 3.110.537 Bahan Bakar Rp 931.720 Soda Rp 666.573
Bahan Baku Pelengkap Rp 1.274.065
7 Biaya Pemasaran Rp 5.500.000
7 Biaya Canting Tulis Rp 115.000 8 Biaya Penyusutan Peralatan
Kompor Minyak Rp 315.000 Kompor Gas Rp 488.252 Wajan Rp 18.300 Canting Cap Rp 180.000 Meja Printer Rp 504.000 Plangkan Rp 450.000 MixerObat Rp 42.000
9 Biaya Perlengkapan Batik Rp 564.000
10 Biaya Transportasi dan
Akomodasi Rp 8.160.000
Total Biaya Rp 95.938.217 Rp 60.980.124 Pada caturwulan kelima biaya tetap lebih besar dibandingkan dengan biaya variabel. Total biaya tetap yaitu sebesar Rp95.938.217,00, sedangkan total biaya variabel sebesar Rp60.980.124,00. Pada biaya tetap biaya terbesar terjadi pada biaya gaji karyawan yaitu sebesar Rp
64.520.000,00 dan biaya terendah yaitu biaya canting tulis sebesar Rp 115.000,00. Pada biaya variabel biaya terbesar dikeluarkan untuk biaya kain prima yaitu Rp 32.819.318,00 dan biaya terkecil untuk biaya bahan soda yaitu sebesar Rp 666.573,00.
Biaya yang digunakan untuk produksi kain batik tulis, cap, dan printing berbeda-beda. Hal tersebut dikarenakan proses produksi dan jumlah penjualan masing-masing jenis kain yang berbeda, sehingga biaya total dikalikan dengan proporsi penjualan masing-masing jenis kain seperti yang tertera pada Tabel 7, 8, 9, 10, dan 11 untuk mendapatkan biaya pada setiap jenisnya. Berikut merupakan biaya kain batik tulis, cap, dan printing untuk setiap caturwulan :
Tabel 23. Biaya Batik Tulis, Batik Cap, dan Kain Printing UKM Batik Bogor Tradisiku Pada Caturwulan 1
No Biaya Batik Tulis Batik Cap Kain Printing
1 Biaya Gaji Rp 5.190.762 Rp 15.660.858 Rp 57.358.630 2 Biaya listrik, telepon, dan air Rp 193.798 Rp 584.702 Rp 2.141.499 3 Biaya ATK Rp 39.622 Rp 119.544 Rp 437.834 4 Biaya Sehari-hari Galeri Rp 77.884 Rp 234.982 Rp 860.633 5 Biaya Konsumsi Rp 514.794 Rp 1.553.165 Rp 5.688.541
6 Biaya Bahan Baku Produksi
Kain Prima Rp 3.669.348 Rp 11.070.655 Rp 40.546.797 Kain Primis Rp 911.920 Rp 2.751.322 Rp 10.076.845 Kain lain-lain Rp 733.204 Rp 2.212.123 Rp 8.102.006 Obat Batik Rp 351.780 Rp 1.061.342 Rp 3.887.217 Malam Rp 323.835 Rp 2.349.530 Bahan Bakar Rp 87.601 Rp 264.299 Rp 968.008 Soda Rp 79.565 Rp 240.052 Rp 879.203 Bahan Baku Pelengkap Rp 206.044 Rp 621.649 Rp 2.276.818
7 Biaya Pemasaran - - -
8 Biaya Canting Tulis Rp 111.000 - -
9 Biaya Penyusutan Peralatan
Kompor Minyak Rp 38.157 Rp 276.843 - Kompor Gas Rp 32.405 Rp 97.768 Rp 358.079
Wajan Rp 2.217 Rp 16.083 -
Lanjutan Tabel 23.
Meja Printing - - Rp 504.000
Plangkan - - Rp 450.000
Mixer Obat Batik Rp 2.788 Rp 8.410 Rp 30.802 10 Biaya Perlengkapan Batik Rp 306.294 Rp 924.110 Rp 3.384.596 11 Biaya Transportasi dan
Akomodasi Rp 475.470 Rp 1.434.523 Rp 5.254.007
Total Biaya Rp 13.348.490 Rp 41.661.960 Rp 143.205.516
Pada caturwulan pertama biaya yang dikeluarkan untuk kain batik tulis, kain batik cap, dan kain printing berbeda-beda berdasarkan proporsi penjualan masing-masing kain batik pada caturwulan tersebut. Proporsi kain batik tulis, batik cap, dan kain printing secara berturut-turut adalah 6.64%, 20.02%, dan 73.34% Berdasarkan proporsi tersebut maka akan didapatkan biaya yang dikeluarkan untuk kain printing jauh lebih tinggi karena proporsi yang tinggi. Untuk biaya malam hanya dikeluarkan untuk batik tulis dan batik cap sehingga untuk biaya malam dikalikan dengan proporsi penjualan batik tulis dan batik cap yaitu 12.11% dan 87.89%.
Tabel 24. Biaya Batik Tulis, Batik Cap, dan Kain Printing UKM Batik Bogor Tradisiku Pada Caturwulan 2
No Biaya Batik Tulis Batik Cap Kain Printing
1 Biaya Gaji Rp 4.067.241 Rp 42.066.557 Rp 50.731.952 2 Biaya listrik, telepon, dan air Rp 146.624 Rp 1.516.495 Rp 1.828.881 3 Biaya ATK Rp 35.419 Rp 366.334 Rp 441.796 4 Biaya Sehari-hari Galeri Rp 142.819 Rp 1.477.149 Rp 1.781.431 5 Biaya Konsumsi Rp 235.043 Rp 2.430.995 Rp 2.931.762 6 Biaya bahan Baku Produksi
Kain Prima Rp 2.625.857 Rp 27.158.648 Rp 32.753.126 Kain Primis Rp 453.552 Rp 4.690.983 Rp 5.657.290 Kain lain-lain Rp 147.222 Rp 1.522.679 Rp 1.836.340 Obat Batik Rp 513.888 Rp 5.315.030 Rp 6.409.886 Malam Rp 145.253 Rp 3.770.531 Bahan Bakar Rp 80.291 Rp 830.432 Rp 1.001.495 Soda Rp 40.299 Rp 416.803 Rp 502.661 Bahan Baku Pelengkap Rp 103.969 Rp 1.075.330 Rp 1.296.840
Lanjutan Tabel 24.
8 Biaya Canting Tulis Rp 105.000 - -
9 Biaya Penyusutan Peralatan
Kompor Minyak Rp 38.157 Rp 276.843 - Kompor Gas Rp 32.405 Rp 97.768 Rp 358.079 Wajan Rp 2.217 Rp 16.083 - Canting Cap - Rp 180.000 - Meja Printing - - Rp 504.000 Plangkan - - Rp 450.000
Mixer Obat Batik Rp 2.788 Rp 8.410 Rp 30.802 10 Biaya Perlengkapan Batik Rp 138.310 Rp 1.430.508 Rp 1.725.182 11 Biaya Transportasi dan
Akomodasi Rp 338.049 Rp 3.496.363 Rp 4.216.588
Total Biaya Rp 9.353.465 Rp 98.296.051 Rp114.346.943 Pada caturwulan kedua biaya yang dikeluarkan untuk kain batik tulis, kain batik cap, dan kain printing berbeda-beda berdasarkan proporsi penjualan masing-masing kain batik pada caturwulan tersebut. Proporsi kain batik tulis, batik cap, dan kain printing secara berturut-turut adalah 4.20%, 43.43%, dan 52.37% Berdasarkan proporsi tersebut maka akan didapatkan biaya yang dikeluarkan untuk kain printing lebih tinggi karena proporsi yang tinggi. Untuk biaya malam hanya dikeluarkan untuk batik tulis dan batik cap sehingga untuk biaya malam dikalikan dengan proporsi penjualan batik tulis dan batik cap yaitu 3.71% dan 96.29%.
Tabel 25. Biaya Batik Tulis, Batik Cap, dan Kain Printing UKM Batik Bogor Tradisiku Pada Caturwulan 3
No Biaya Batik Tulis Batik Cap Kain Printing
1 Biaya Gaji Rp 13.406.161 Rp 34.959.057 Rp 35.343.032 2 Biaya listrik, telepon, dan air Rp 817.599 Rp 2.132.041 Rp 2.155.459 3 Biaya ATK Rp 216.231 Rp 563.863 Rp 570.056 4 Biaya Sehari-hari Galeri Rp 39.478 Rp 102.946 Rp 104.076 5 Biaya Konsumsi Rp 1.828.231 Rp 4.767.453 Rp 4.819.816 6 Biaya Bahan Baku Produksi
Kain Prima Rp 11.052.707 Rp 28.821.988 Rp 10.020.786 Kain Primis Rp 1.780.717 Rp 4.643.551 Rp 4.694.553 Kain lain-lain Rp 247.794 Rp 646.169 Rp 653.266
Lanjutan Tabel 25.
Obat Batik Rp 1.365.544 Rp 3.560.911 Rp 3.600.022
Malam Rp 754.779 Rp 5.272.352 -
Bahan Bakar Rp 311.058 Rp 811.143 Rp 820.052 Soda Rp 144.016 Rp 375.549 Rp 379.674 Bahan Baku Pelengkap Rp 115.359 Rp 300.821 Rp 304.125 7 Biaya Pemasaran Rp 1.900.220 Rp 4.955.177 Rp 5.009.603
8 Biaya Canting Tulis Rp 105.000 - -
9 Biaya Penyusutan Peralatan
Kompor Minyak Rp 38.157 Rp 276.843 - Kompor Gas Rp 32.405 Rp 97.768 Rp 358.079 Wajan Rp 2.217 Rp 16.083 - Canting Cap - Rp 180.000 - Meja Printing - - Rp 504.000 Plangkan - - Rp 450.000
Mixer Obat Batik Rp 2.788 Rp 8.410 Rp 30.802 10 Biaya Perlengkapan Batik Rp 262.011 Rp 683.242 Rp 690.747 11 Biaya Transportasi dan
Akomodasi Rp 1.056.036 Rp 2.753.809 Rp 2.784.056
Total Biaya Rp 35.546.604 Rp 96.043.081 Rp 73.127.205 Pada caturwulan ketiga biaya yang dikeluarkan untuk kain batik tulis, kain batik cap, dan kain printing berbeda-beda berdasarkan proporsi penjualan masing-masing kain batik pada caturwulan tersebut. Proporsi kain batik tulis, batik cap, dan kain printing secara berturut-turut adalah 16.02%, 41.76%, dan 42.22% Berdasarkan proporsi tersebut maka akan didapatkan biaya yang dikeluarkan untuk kain printing lebih tinggi karena proporsi yang tinggi. Untuk biaya malam hanya dikeluarkan untuk batik tulis dan batik cap sehingga untuk biaya malam dikalikan dengan proporsi penjualan batik tulis dan batik cap yaitu 12.52% dan 87.48%.
Tabel 26. Biaya Batik Tulis, Batik Cap, dan Kain Printing UKM Batik Bogor Tradisiku Pada Caturwulan 4
No Biaya Batik tulis Batik Cap Kain Printing
1 Biaya Gaji Rp 15.412.090 Rp 29.940.926 Rp 34.515.234 2 Biaya listrik, telepon, dan air Rp 1.052.588 Rp 2.044.852 Rp 2.357.260 3 Biaya ATK Rp 83.507 Rp 162.229 Rp 187.014 4 Biaya Sehari-hari Galeri Rp 98.530 Rp 191.413 Rp 220.657 5 Biaya Konsumsi Rp 856.203 Rp 1.663.338 Rp 1.917.459 6 Biaya Bahan Baku Produksi
Kain Prima Rp 5.478.216 Rp 10.642.480 Rp 12.268.415 Kain Primis Rp 714.792 Rp 1.388.619 Rp 1.600.769 Kain lain-lain Rp 26.282 Rp 51.059 Rp 58.859 Obat Batik Rp 882.071 Rp 1.713.590 Rp 1.975.389 Malam Rp 320.476 Rp 1.468.364 - Bahan Bakar Rp 364.846 Rp 708.783 Rp 817.070 Soda Rp 103.857 Rp 201.761 Rp 232.586 Bahan Baku Pelengkap Rp 328.717 Rp 638.596 Rp 736.159 7 Biaya Pemasaran Rp 359.887 Rp 699.149 Rp 805.964
8 Biaya Canting Tulis Rp 115.000 - -
9 Biaya Penyusutan Peralatan
Kompor Minyak Rp 38.157 Rp 276.843 - Kompor Gas Rp 32.405 Rp 97.768 Rp 358.079 Wajan Rp 2.217 Rp 16.083 - Canting Cap - Rp 180.000 - Meja Printing - - Rp 504.000 Plangkan - - Rp 450.000
Mixer Obat Batik Rp 2.788 Rp 8.410 Rp 30.802 10 Biaya Perlengkapan Batik Rp 1.404.042 Rp 2.727.619 Rp 3.144.339 11 Biaya Transportasi dan
Akomodasi Rp 690.057 Rp 1.340.567 Rp 1.545.376
Total Biaya Rp 28.453.194 Rp 56.235.716 Rp 63.565.700 Pada caturwulan keempat biaya yang dikeluarkan untuk kain batik tulis, kain batik cap, dan kain printing berbeda-beda berdasarkan proporsi penjualan masing-masing kain batik pada caturwulan tersebut. Proporsi kain batik tulis, batik cap, dan kain printing secara berturut-turut adalah 19.30%, 37.49%, dan 43.22% Berdasarkan proporsi tersebut maka akan
didapatkan biaya yang dikeluarkan untuk kain printing lebih tinggi karena proporsi yang tinggi. Untuk biaya malam hanya dikeluarkan untuk batik tulis dan batik cap sehingga untuk biaya malam dikalikan dengan proporsi penjualan batik tulis dan batik cap yaitu 17.92% dan 82.08%.
Tabel 27. Biaya Batik Tulis, Batik Cap, dan Kain Printing UKM Batik Bogor Tradisiku Pada Caturwulan 5
No Biaya Batik Tulis Batik Cap Kain Printing
1 Biaya Gaji Rp 16.172.686 Rp 26.201.585 Rp 22.145.730 2 Biaya listrik, telepon, dan air Rp 1.457.998 Rp 2.362.122 Rp 1.996.479 3 Biaya ATK Rp 441.791 Rp 715.752 Rp 604.957 4 Biaya Sehari-hari Galeri Rp 179.223 Rp 290.362 Rp 245.415 5 Biaya Konsumsi Rp 1.534.676 Rp 2.486.348 Rp 2.101.476 6 Biaya Bahan Baku Produksi
Kain Prima Rp 8.226.542 Rp 13.327.932 Rp 11.264.844 Kain Primis Rp 1.175.927 Rp 1.905.134 Rp 1.610.230 Kain lain-lain Rp 2.448.352 Rp 3.966.608 Rp 3.352.600 Obat Batik Rp 2.112.858 Rp 3.423.069 Rp 2.893.197 Malam Rp 547.768 Rp 2.562.770 - Bahan Bakar Rp 233.546 Rp 378.372 Rp 319.802 Soda Rp 167.084 Rp 270.695 Rp 228.793 Bahan Baku Pelengkap Rp 319.359 Rp 517.398 Rp 437.308 7 Biaya Pemasaran Rp 1.378.639 Rp 2.233.551 Rp 1.887.810
8 Biaya Canting Tulis Rp 115.000 - -
9 Biaya Penyusutan Peralatan
Kompor Minyak Rp 38.157 Rp 276.843 - Kompor Gas Rp 32.405 Rp 97.768 Rp 358.079 Wajan Rp 2.217 Rp 16.083 - Canting Cap - Rp 180.000 - Meja Printing - - Rp 504.000 Plangkan - - Rp 450.000
Mixer Obat Batik Rp 2.788 Rp 8.410 Rp 30.802 10 Biaya Perlengkapan Batik Rp 141.373 Rp 229.041 Rp 193.586 11 Biaya Transportasi dan
Akomodasi Rp 2.045.399 Rp 3.313.778 Rp 2.800.824
Pada caturwulan kelima biaya yang dikeluarkan untuk kain batik tulis, kain batik cap, dan kain printing berbeda-beda berdasarkan proporsi penjualan masing-masing kain batik pada caturwulan tersebut. Proporsi kain batik tulis, batik cap, dan kain printing secara berturut-turut adalah 25.07%, 40.61%, dan 34.32% Berdasarkan proporsi tersebut maka akan didapatkan biaya yang dikeluarkan untuk kain cap lebih tinggi karena proporsi yang tinggi. Untuk biaya malam hanya dikeluarkan untuk batik tulis dan batik cap sehingga untuk biaya malam dikalikan dengan proporsi penjualan batik tulis dan batik cap yaitu 17.61% dan 82.39%.
4.5. Analisis Break Even Point
4.5.1. Analisis Break Even Point Pada Caturwulan 1 (Periode Mei – Agustus 2010)
Besarnya jumlah biaya tetap dan biaya variabel untuk kain batik tulis, cap, dan printing pada caturwulan 1 bedasarkan pada Tabel 28 adalah sebagai berikut :
Tabel 28. Analisis Biaya Batik Tulis, Batik Cap, dan Kain Printing Pada Caturwulan 1
No Jenis kain Biaya Tetap Biaya Variabel
1 Batik Tulis Rp 6.678.897 Rp 6.669.593 2 Batik Cap Rp 20.166.878 Rp 21.495.082 3 Kain Printing Rp 73.084.027 Rp 70.121.490
Berdasarkan biaya variabel diatas maka biaya variabel per unit yang dikeluarkan untuk kain batik tulis, cap, dan printing adalah :
1. Biaya variabel Batik Tulis per unit =
=
= Rp 141.906,00/unit 2. Biaya variabel Batik Cap per unit =
=
3. Biaya variabel Kain printing per unit =
=
= Rp 20.052,00/unit
Break even point pada UKM Batik Bogor Tradisiku pada
caturwulan pertama ini berdasarkan unit impas adalah : Unit titik Impas Batik Tulis =
=
= 25 unit
Unit titik Impas Batik Cap =
=
–
= 192 unit
Unit titik Impas Kain printing =
=
= 1.829 unit
Sedangkan besarnya Break Even Point pada UKM Batik Bogor Tradisiku pada caturwulan pertama berdasarkan penjualan adalah :
Penjualan titik Impas = Biaya Tetap x
(Batik Tulis) = Rp 6.678.897,00 x
= Rp 10.295.073,00
Penjualan titik Impas =Biaya Tetap x
(Batik Cap) = Rp 20.166.878,00 x
Penjualan titik Impas = Biaya Tetap x
(Kain Printing) = Rp 73.084.027,00 x
= Rp 109.768.461,00
Besarnya break even point yang telah ditetapkan pada UKM Batik Bogor Tradisiku pada caturwulan pertama dapat dibuktikan dengan laporan keuangan sebagai berikut :
Tabel 29. Laporan Keuangan Pada Titik Impas Batik Tulis, Batik Cap, dan Kain Printing Caturwulan 1
Penjualan Batik Tulis Penjualan Batik Cap Penjualan Kain Printing Penjualan Total
Rp 10.100.000,00 Rp 32.256000,00 Rp 109.740.000,00
Rp 152.096.000,00 Biaya Variabel Batik Tulis
Biaya Variabel Batik cap Biaya Variabel Kain Printing Total Biaya Variabel
Rp 3.547.656,00 Rp 12.102.803,00 Rp 36.674.923,00
(Rp52.325.381,00)
Margin Kontribusi Rp 99.770.619,00
Biaya Tetap Batik Tulis Biaya Tetap Batik Cap Biaya Tetap Kain Printing Total Biaya tetap
Rp 6.678.89700 Rp 20.166.878,00 Rp 73.084.027,00
(Rp 99.929.802,00)
Laba Operasi (Rp159.183,00)
Adanya pembulatan desimal pada proses perhitungan menyebabkan selisih kesalahan pada laba operasi sebesar Rp 159.183,00.
4.5.2 Analisis Break Even Point pada Caturwulan 2 (Periode September – Desember 2010)
Besarnya jumlah biaya tetap dan biaya variabel untuk kain batik tulis, cap, dan printing pada caturwulan 2 bedasarkan pada Tabel 30 adalah sebagai berikut :
Tabel 30. Analisis Biaya Batik Tulis, Batik Cap, dan Kain Printing Pada Caturwulan 2
No Jenis kain Biaya Tetap Biaya Variabel
1 Batik Tulis Rp 5.104.824 Rp 4.248.641 2 Batik Cap Rp 52.085.106 Rp 46.210.944 3 Kain Printing Rp 63.164.122 Rp 51.182.821
Berdasarkan biaya variabel diatas maka biaya variabel per unit yang dikeluarkan untuk kain batik tulis, cap, dan printing adalah :
Biaya variabel Batik Tulis per unit =
=
= Rp 177.027,00/unit Biaya variabel Batik Cap per unit =
=
= Rp 74.175,00/unit Biaya variabel Kain printing per unit =
=
= Rp 30.722,00/unit
Break even point pada UKM Batik Bogor Tradisiku pada
caturwulan kedua ini berdasarkan unit impas adalah :
Unit titik Impas Batik Tulis =
=
–
= 25 unit
Unit titik Impas Batik Cap =
=
Unit titik Impas Kain printing =
=
= 1.650 unit
Sedangkan besarnya Break Even Point pada UKM Batik Bogor Tradisiku pada caturwulan kedua berdasarkan penjualan adalah :
Penjualan titik Impas = Biaya Tetap x
(Batik Tulis) = Rp5.104.824,00 x
= Rp 9.471.040,00
Penjualan titik Impas = Biaya Tetap x
(Batik Cap) =Rp 52.085.106,00 x
= Rp 101.097.471,00
Penjualan titik Impas = Biaya Tetap x
(Kain Printing) =Rp 63.164.122,00 x
= Rp 113.8559.718,00
Besarnya break even point yang telah ditetapkan pada UKM Batik Bogor Tradisiku pada catruwulan kedua dapat dibuktikan dengan laporan keuangan sebagai berikut :
Tabel 31. Laporan Keuangan Pada Titik Impas Batik Tulis, Batik Cap, dan Kain Printing Caturwulan 2
Penjualan Batik Tulis Penjualan Batik Cap Penjualan Kain Printing Penjualan Total
Rp 9.600.000,00 Rp 101.133.000,00 Rp 113.850.000,00
Rp 224.583.000,00 Biaya Variabel Batik Tulis
Biaya Variabel Batik cap Biaya Variabel Kain Printing Total Biaya Variabel
Rp 4.425.668,00 Rp 49.029.590,00 Rp 50.691.269,00
(Rp104.146.527,00)
Margin Kontribusi Rp 120.436.473,00
Biaya Tetap Batik Tulis Biaya Tetap Batik Cap Biaya Tetap Kain Printing Total Biaya tetap
Rp 5.104.824,00 Rp 52.085.106,00 Rp 63.164.122,00
(Rp120.354.052,00)
Laba Operasi (Rp 84.421,00)
Adanya pembulatan desimal pada proses perhitungan menyebabkan selisih kesalahan pada laba operasi sebesar Rp 84.421,00.
4.5.3 Analisis Break Even Point Pada Caturwulan 3 (Periode Januari – April 2011)
Besarnya jumlah biaya tetap dan biaya variabel untuk kain batik tulis, cap, dan printing pada caturwulan ketiga bedasarkan pada Tabel 32 adalah sebagai berikut :
Tabel 32. Analisis Biaya batik Tulis, batik Cap, dan kain Printing pada Caturwulan 3
No Jenis kain Biaya tetap Biaya Variabel
1 Batik Tulis Rp 19.512.617 Rp16.033.987
2 Batik Cap Rp50.927.355 Rp45.115.726
3 Kain Printing Rp51.963.979 Rp21.163.226
Berdasarkan biaya variabel diatas maka biaya variabel per unit yang dikeluarkan untuk kain batik tulis, cap, dan printing adalah :
Biaya variabel Batik Tulis per unit =
=
= Rp 235.794,00/unit Biaya variabel Batik Cap per unit =
=
= Rp 94.980,00/unit Biaya variabel Kain printing per unit =
=
= Rp 14.358,00/unit
Break even point pada UKM Batik Bogor Tradisiku pada caturwulan ketiga ini berdasarkan unit impas adalah :
Unit titik Impas Batik Tulis =
=
–
= 55 unit
Unit titik Impas Batik Cap =
=
= 406 unit
Unit titik Impas Kain printing =
=
= 896 unit
Sedangkan besarnya Break Even Point pada UKM Batik Bogor Tradisiku pada caturwulan ketiga berdasarkan penjualan adalah :
Penjualan titik Impas = Biaya Tetap x
(Batik Tulis) = Rp 19.512.617,00 x
= Rp 32.429.175,00
Penjualan titik Impas = Biaya Tetap x
(Batik Cap) = Rp 50.927.355,00 x
= Rp 89.311.124,00
Penjualan titik Impas = Biaya Tetap x
(Kain Printing) = Rp 51.963.979,00 x
= Rp 64.907.289,00
Besarnya break even point yang telah ditetapkan pada UKM Batik Bogor Tradisiku pada caturwulan ketiga dapat dibuktikan dengan laporan keuangan sebagai berikut :
Tabel 33. Laporan Keuangan Pada Titik Impas Batik Tulis, Batik Cap, dan Kain Printing Caturwulan 3
Penjualan Batik Tulis Penjualan Batik Cap Penjualan Kain Printing Penjualan Total
Rp 32.560.000,00 Rp89.284.000,00 Rp64.872.000,00
Rp 186.716.000,00 Biaya Variabel Batik Tulis
Biaya Variabel Batik cap Biaya Variabel Kain Printing Total Biaya Variabel
Rp12.968.666,00 Rp38.372.112,00 Rp12.936.273,00
(Rp64.395.223,00)
Margin Kontribusi Rp 122.438.949,00
Biaya Tetap Batik Tulis Biaya Tetap Batik Cap Biaya Tetap Kain Printing Total Biaya tetap
Rp19.512.617,00 Rp50.927.355,00 Rp 51.963.979,00
(Rp 122.403.951,00)
Adanya pembulatan decimal pada proses perhitungan menyebabkan selisih kesalahan pada laba operasi sebesar Rp 34.998,00.
4.5.4 Analisis Break Even Point Pada Caturwulan 4 (Periode Mei – Agustus 2011)
Besarnya jumlah biaya tetap dan biaya variabel untuk kain batik tulis, cap, dan printing pada caturwulan 4 berdasarkan pada Tabel 34 adalah sebagai berikut :
Tabel 34. Analisis Biaya batik Tulis, batik Cap, dan Kain Printing Pada Caturwulan 4
No Jenis kain Biaya tetap Biaya Variabel
1 Batik Tulis Rp 18.829.895 Rp 9.623.299
2 Batik Cap Rp 36.694.843 Rp 19.540.873
3 Kain Printing Rp 42.732.114 Rp 20.833.586
Berdasarkan biaya variabel diatas maka biaya variabel per unit yang dikeluarkan untuk kain batik tulis, cap, dan printing adalah :
Biaya variabel Batik Tulis per unit =
=
= Rp 174.969,00/unit Biaya variabel Batik Cap per unit =
=
= Rp77.543,00/unit Biaya variabel Kain Printing per unit =
=
= Rp28.078,00/unit
Break even point pada UKM Batik Bogor Tradisiku pada
Unit titik Impas Batik Tulis =
=
= 58 unit
Unit titik Impas Batik Cap =
=
–
= 273 unit
Unit titik Impas Kain printing =
=
= 778 unit
Sedangkan besarnya Break Even Point pada UKM Batik Bogor Tradisiku pada caturwulan keempat berdasarkan penjualan adalah :
Penjualan titik Impas = Biaya Tetap x
(Batik Tulis) = Rp 18.829.895,00 x
= Rp28.966.312,00
Penjualan titik Impas = Biaya Tetap x
(Batik Cap) =Rp36.694.843,00
x
= Rp57.857.272,00
Penjualan titik Impas = Biaya Tetap x
(Kain Printing) =Rp42.732.114,00 x
= Rp64.577.768,00
Besarnya break even point yang telah ditetapkan pada UKM Batik Bogor Tradisiku pada caturwulan keempat dapat dibuktikan dengan laporan keuangan sebagai berikut :