• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dr. dr. Bondan Agus Suryanto, SE, MA, AAK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Dr. dr. Bondan Agus Suryanto, SE, MA, AAK"

Copied!
87
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Ilmu yang mempelajari,

menganalisis, serta berusaha

memecahkan berbagai masalah

kesehatan pada suatu kelompok

populasi tertentu.

(3)

3

Epi = Di antara / di atas / tentang Demos = Masyarakat

Logos = Ilmu / Doktrin

Kegunaannya :

Dulu hanya untuk penyakit menular Gizi

Kekurangan vitamin Cardio-vaskuler

Keadaan yang berkaitan dengan masalah

(4)

4

Pada masa lalu perhatian epidemiologi

hanya terpusat

pada penyakit-penyakit yang berlangsung

akut sedangkan sekarang sudah termasuk

penyakit kronis

(5)

5 FREKUENSI  menemukan masalah kesehatan  mengukur masalah kesehatan FREKUENSI  menemukan masalah kesehatan  mengukur masalah kesehatan EPIDEMIOLOGI

Ilmu yang mempelajari frekuensi dan distribusi serta faktor-faktor yang

mempengaruhi terjadinya masalah kesehatan PENYEBARAN •+ ciri-ciri manusia •+ tempat •+ waktu PENYEBARAN •+ ciri-ciri manusia •+ tempat •+ waktu FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI • merumuskan hipotesis • uji hipotesis • tarik kesimpulan sebab - akibat FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI • merumuskan hipotesis • uji hipotesis • tarik kesimpulan sebab - akibat DESKRIPTIF ANALITIK

(6)

6 PENELITIAN EPIDEMIOLOGI DISKRIPTIF PENELITIAN EPIDEMIOLOGI ANALITIK 1. Hanya menjelaskan

keadaan suatu masalah kesehatan (who, where, when)

2. Pengumpulan hanya pada satu kelompok masyarakat 3. Tidak bermaksud

membuktikan suatu hipotesis

1. Menjelaskan mengapa suatu kesehatan timbul di

masyarakat (why)

2. Pengumpulan dilakukan terhadap lebih dari satu kelompok masyarakat

3. Bermaksud membuktikan suatu hipotesis

(7)

7

Membantu administrasi kesehatan

Planning

Monitoring

Evaluation

Menerangkan penyebab masalah kesehatan Menerangkan pengembangan alamiah suatu

penyakit (natural history of disease)

Menerangkan keadaan suatu masalah kesehatan

Epidemi

Pandemi

Endemi

(8)

8

Penyakit adalah kegagalan dari mekanisme

adaptasi suatu organisme untuk bereaksi secara tepat (gold medical dictionary)

Penyakit adalah suatu keadaan pada mana proses

kehidupan tidak lagi teratur atau terganggu

perjalanannya. (Van Dale’s Groot Woordenbock Der Nederlandse Tall)

Penyakit bukan hanya berupa kelainan yang dapat

dilihat dari luar saja, akan tetapi juga suatu

keadaan terganggu dari keteraturan fungsi dari dalam tubuh

(9)

9

Sehat suatu keadaan seimbang yang dinamis antara

bentuk dan fungsi tubuh dengan berbagai faktor yang berusaha mempengaruhinya (Perkin 1938).

Sehat adalah suatu keadaan sejahtera sempurna, dari

fisik, mental, sosial, Spiritual yang tidak hanya

terbatas pada bebas dari penyakit atau kelemahan saja (WHO, 1947 dan UU. kesehatan 2009).

Sehat adalah suatu keadaan dan kualitas dari organ

tubuh yang berfungsi secara wajar dengan segala faktor keturunan dan lingkungan yang dipunyainya (WHO 1957).

(10)

10

Sehat adalah seseorang pada waktu

diperiksa oleh ahlinya tidak mempunyai

keluhan atau tidak terdapat tanda-tanda

penyakit atau kelainan (White 1977).

Sehat adalah suatu keadaan seimbang

fungsi physiologi dan psychologic secara

efective (John. J. Hanlon)

(11)

11

1.

Pejamu (host)

Semua faktor yang terdapat pada diri

manusia

Keturunan

Mekanisme pertahanan tubuh

Umur Jenis kelamin Ras Status perkawinan Pekerjaan Kebiasaan hidup

(12)

12 Mekanisme Pertahanan Tubuh Contoh 1. Umum a. Pertahanan Tingkat Pertama b. Pertahan Tingkat Dua Kulit  Mucosa Kuku  Rambut

Bulu hidung  Sekresi tubuh  Tonsil  Hati

 Limpa  Kelenjar limpa

2. Khusus a. Seluler b. Hormonal * bawaan * didapat - aktif . Buatan . Alamiah - pasif . Buatan . Alamiah c. Kelompok pembentukan antibodi leukositosis pagositosis

konstitusi tubuh  genetik

Imunisasi

Sembuh dari sakit

Pemberian serum

Didapat dari ibu

(13)

13

2.

Bibit penyakit (Agent)

a. Nutrien b. Kimia

exogenous chemical substance

endogenous chemical substance c. Golongan fisik d. Mekanik e. Biologik 3.

Lingkungan

a. Fisik b. Biologik c. Ekonomi sosial

(14)

14

1.

Teori segitiga (Triangle theory)

1.

Teori Laba-laba (Jaringan)

2.

Teori roda, (ada dasar inti)

A H

(15)

Kegiatan analisis secara sistematis dan terus

menerus terhadap penyakit dan masalah-masalah kesehatan serta kondisi yang memperbesar risiko terjadinya peningkatan dan penularan penyakit serta masalah-masalah kesehatan tersebut agar

dapat melakukan tindakan penanggulangan secara efektif dan efisien melalui proses pengumpulan

data, pengolahan dan penyebaran informasi epidemiologi kepada penyelenggara program kesehatan.

(16)

mendapatkan informasi epidemiologi

tentang masalah kesehatan  meliputi

gambaran masalah kesehatan menurut

waktu, tempat dan orang, diketahuinya

determinan, faktor risiko dan penyebab

langsung terjadinya masalah

(17)

1.

Perencanaan,

2.

Implementasi,

3.

Evaluasi kegiatan kesehatan

masy

.

(18)

 Memperkirakan kuantitas masalah

 Menggambarkan riwayat alamiah penyakit  Mendeteksi wabah/KLB

 Menggambarkan distribusi masalah kes

 Memfasilitasi penelitian dan epidemiologis dan laboratoris

 Membuktikan hipotesis

 Menilai kegiatan pencegahan dan penanggulangan  Memonitor perubahan agen infeksius

 Memonitor upaya isolasi

 Mendeteksi perubahan kegiatan  Merencanakan kegiatan

(19)

 Penetapan Prioritas

 Perencanaan, Implementasi, dan evaluasi

(investigasi, pengendalian dan pencegahan)

 Pengendalian penyakit menular KLB

 Mempelajari riwayat alamiah penyakit, gambaran

klinis, dan epidemiologi sehingga dapat disusun program pencegahan dan penanggulangannya

 Mendapatkan data dasar penyakit dan faktor risiko,

sehingga dapat diteliti kemungkinan pencegahan dan penanggulangan, dan program nantinya dapat dikembangkan

(20)

Advokasi

Pengembangan sistem surveilans

Peningkatan mutu data dan informasi

epidemiologi

Peningkatan profesionalisme SDM

Pengembangan tim epidemiologi

Jejaring surveilans epidemiologi

Peningkatan surveilans epidemiologi

(21)

Tren Perkembangan Epidemi HIV di Indonesia sampai 2020 0 400000 800000 1200000 1600000 1989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017 2018 2019 2020 J umla h Infek s i HIV

HIV Baru HIV Kumulatif HIV yang Ada

(22)

SE Penyakit Menular

SE Penyakit Tidak Menular

SE Kesehatan Lingkungan dan Perilaku

SE Masalah Kesehatan

(23)

 PD3I (Penyakit yang dapat ditanggulangi dengan imunisasi)  AFP

 Penyakit Potensial Wabah/KLB Peny. Menular dan Keracunan  DBD/DSS

 Malaria

 Zoonosis (Antraks, Rabies, Leptospirosis)  Filariasis

 Tuberkulosis

 Diare, Tifus perut, Kecacingan, Peny. Perut Lain  Kusta

 HIV/AIDS  PMS

(24)

Hipertensi, Stroke dan PJK

DM

Neoplasma

Penyakit Paru Obstruksi Kronis

Gangguan mental

(25)

Sarana Air Bersih

TTU

Pemukiman dan Lingk. Perumahan

Limbah industri, RS dan kegiatan lain

Vektor penyakit

Kesehatan dan Keselamatan Kerja

(26)

 SKPG

 Gizi mikro (Kekurangan Yodium, Anemia Gesi

Besi, KVA)

 Gizi lebih

 KIA (termasuk Kespro)  Usila

 Penyalahgunaan napza

 Penggunaan sediaan farmasi, obat, obat

tradisional, bahan kosmetika dan alkes

(27)

SE Kesehatan Haji

SE Kesehatan Pelabuhan dan Lintas Batas

Perbatasan

SE Bencana dan masalah sosial

SE Kesehatan matra laut dan udara

SE pada KLB Penyakit dan Keracunan

(28)

WHO

RS

Propinsi

Puskes

Pusat

Kabupaten

Laporan Umpan Balik

(29)

Pengumpulan data

Kompilasi, analisis dan

interpretasi

Umpan balik dan Diseminasi

(30)

Pengumpulan data Pengumpulan data Pengolahan & penyajian data Pengolahan & penyajian data Analisis & Interpretasi data Analisis & Interpretasi data Pembuatan laporan, rekomendasi

tindak lanjut & diseminasi

informasi

Pembuatan laporan, rekomendasi

tindak lanjut & diseminasi informasi Tindakan Pencegahan & Penanggulanga n Tindakan Pencegahan & Penanggulanga n

(31)

Surveillance: General principle

Health Care System Public Health Authority

Data Information

Decision

Action Feedback

Reporting

(32)

• Pengelola program penanggulangan  tindakan

• Pemberi data  disebut feed back  masalah yang

ditemukan dan alternatif pemecahan; bila tidak ditemukan masalah  alternatif untuk

meningkatkan kinerja sistem yang sudah ada atau sedang berjalan

• dapat melalui bulletin, news letter, kunjungan atau

surat untuk corrective action.

• Atasan  disebut laporan  untuk perencanaan,

implementasi dan evaluasi

• Lintas program

• Lintas sektor  diharapkan adanya dukungan

(33)

KEGIATAN INTI: Surveilans: Mencakup deteksi, pencatatan, pelaporan, analisis, konfirmasi, umpan balik Tindakan: Mencakup respon

segera (Epidemic type response) dan respon terencana (Management type response) KEGIATAN PENDUKUNG:  pelatihan, supervisi, penyediaan dan manajemen sumber daya

(34)

Pelayanan kesehatan: 1. Penyediaan data (pengumpulan dan pelaporan) 2. melakukan tindakan yang direkomendasikan.

Otoritas kesehatan:

1.

Kompilasi data

2.

analisis dan

interpretasi data

3.

feed back dan

diseminasi

informasi.

(35)

1. Kolera 2. Diare 3. Disentri 4. Tifoid 5. TB Paru BTA + 6. TB Paru Klinis 7. Kusta PB 8. Kusta MB 9. Difteri 10. Batuk Rejan 11. Tetanus 12. Poliomielitis 13. Campak 14. Hepatitis 15. Rabies 16.DBD 17.Malaria Falciparum 18.Malaria vivax 19.Malaria Mix 20.Malaria klinis 21.Sifilis 22.Infeksi GO 23.Framboesia 24.Filariasis

25.Infeksi Saluran Nafas lainnya

26.Bronkhitis 27.Pnemonia 28.Influenza

(36)

 Penyakit menular yang dapat dicegah dengan imunisasi: ◦ Measles ◦ Mumps ◦ Rubella ◦ Pertussis ◦ Tetanus ◦ Diphteria ◦ Influenza ◦ Pnemococcal Infection

◦ Varicella dan Herpes Zoster ◦ Poliomyelitis

(37)

 Gonorhoe  Chlamydia  HIV  HPV  Trichomonas  Hepatitis  Dll 37

(38)

 ISPA  Hepatitis Virus  Herpes Simplex  Trachoma  Tuberculosis  Lepra  Dll 38

(39)

 Tifoid  Sigelosis  Kolera  Amubiasis  dll 39

(40)

 Malaria  Tripanosoma  Leishmaniasis  DBD  DLL 40

(41)

 Rabies  Salmonellosis  Brucellosis  Leptospirosis  Toxoplasmosis  Dll 41

(42)
(43)

 dilakukan secara pasif (menggunakan data

sekunder) dan aktif (menggunakan data primer )

 sebaiknya menggunakan data rutin yang telah

dicatat atau dilaporkan dalam sistem pencatatan dan pelaporan yang sedang berjalan

 Surveilans pasif  tergantung dari kecepatan,

ketepatan, kelengkapan dan kebenaran

laporan yang dikirimkan  kelemahan dapat dikurangi dengan melakukan pembinaan,

rapid survei atau surveilans sentinel.

 Data yang dikumpulkan disesuaikan dengan

tujuan dari sistem surveilans  PENTING

(44)

Menentukan kelompok /golongan

populasi yang berrisiko (umur, sex,

bangsa, pekerjaan, dll)

Menentukan jenis agen dan

karakteristiknya

Menentukan reservoir infeksi

Memastikan penyebab transmisi

(45)

 Laporan penyakit

 Pencatatan kematian  Laporan wabah

 Pemeriksaan laboratorium

 Penyelidikan peristiwa penyakit  Penyelidikan wabah

 Survei/Studi Epidemiologi

 Penyelidikan distribusi vektor dan reservoir  Penggunaan obat, serum, vaksin

 Laporan kependudukan dan lingkungan  Laporan status gizi dan kondisi pangan

(46)

 Data kesakitan  Data kematian  Data demografi  Data geografi

 Data laboratorium

 Data kondisi lingkungan  Data status gizi

 Data kondisi pangan

 Data vektor dan reservoir

(47)

Frekuensi  disesuaikan kebutuhan

Rutin bulanan  Perencanaan & Evaluasi Sumber : SP2TP, SPRS

Rutin (harian &) mingguan  SKD-KLB Sumber : Penyakit Potensial wabah

(W2)

Insidentil : Laporan KLB (W1)

(48)

Petugas Pengumpul data:

perlu dipersiapkan dengan baik

diharapkan dapat melakukan editing

data yang dikumpulkan (kelengkapan

dan konsistensinya)

Pengolahan

Data

Siap

Dianalisis

Informasi

Surveilans

(49)
(50)

Analisis dengan cara:

Univariat  menghitung proporsi atau

menggunakan statistik deskriptif (mean,

modus, Standar Deviasi-SD)

Bivariat:

◦ tabel (kemudian menghitung proporsi),

◦ grafik(analisis kecenderungan),

◦ peta (analisis menurut tempat dan waktu).

(51)

1.

Karakteristik Data

2.

Validasi Data

(52)

1. Karakteristik Data

Sumber Pelaporan

Tingkat Pelapor

Ketepatan waktu

Kelengkapan jumlah laporan

(53)

INFORMASI EPIDEMIOLOGI:

Waktu

Tempat

Orang

 HIPOTESIS

(54)

Hasil analisis dan interpretasi 

(55)

PENYELIDIKAN EPIDEMIOLOGI &

PENANGGULANGAN KLB

(56)

Kejadian Luar Biasa (KLB):Timbulnya atau

meningkatnya kejadian kesakitan/ kematian

yg bermakna secara epidemilogi dalam

kurun waktu dan daerah tertentu

Wabah penyakit menular yang selanjutnya

disebut wabah adalah kejadian

berjangkitnya suatu penyakit menular

dalam masyarakat yang jumlah

penderitanya meningkat secara nyata

melebihi dari pada keadaan yang lazim

pada waktu dan daerah tertentu serta dapat

menimbulkan malapetaka.

(57)

1. Timbulnya penyakit yg sebelumnya tdk ada atau tdk dikenal, 1 kasus = KLB

.

2

.

Peningkatan Kesakitan / kematian

selama 3 kurun

waktu

berturut-turut

3. Peningkatan Kesakitan / kematian meningkat 2 kali atau lebih dibanding Periode waktu sebelumnya

4. Jumlah penderita baru rata2 dlm sebulan menunjukan

kenaikan 2 x dibandingkan dengan angka rata2 pd bulan yg sama tahun sebelumnya.

5. Angka kematian (CFR) suatu penyakit pada kurun waktu tertentu menunjukan kenaikan 50 % dari waktu sebelumnya.

(58)

6. Setiap ada kasus

:

 Tetanus neonatorum

 Polio myelitis/ AFP

Keracunan makanan / pestisida (2

kasus

atau lebih

)

 Flu Burung

 SARS

 Dipteri/pertusis

 DBD ( pada kab/kota yang belum

ada kasus/ belum endemis)

(59)

Memastikan Diagnosa dan

mengidentifikasi penyebab penyakit

Memastikan bahwa terjadi KLB/wabah

Menggambarkan variabel orang, tempat

& waktu

Menggambarkan sumber penyebab

penyakit, cara penularan (alat, vektor,

jalan)

Mengidentifikasi populasi rentan &

(60)

Mengumpulkan

& Mengolah

data

Analisis data

Menarik

kesimpulan

Mengidentifikasi info tambahan Menguji KESIMPULAN

Pananggulangan

Laporan

(61)

1.

Tahap survey pendahuluan ;

a. Memastikan adanya KLB

b. Menegakan diagnosa

c. Buat hypotesa sementara ( penyebab,

cara penularan, faktor yg

mempengaruhi)

2. Tahap Pengumpulan Data ;

a. Identifikasi kasus kedalam variabel

epid

(orang, tempat, waktu)

b. Uji hipotesis

(62)

3

. Tahap pengolahan data ;

a. Lakukan pengolahan menurut variabel

epidemilogi, menurut ukuran

epidemiologi, menurut nilai statistik.

b. Lakukan analisa data menurut variabel

epidemiologi, menurut ukuran

epidemiologi, menurut nilai statistik.

Bandingkan dg nilai2 yg sudah ada

c. Buat intepretasi hasil analisa

(63)

4. Tentukan tindakan penanggulangan dan

pencegahan :

* Tindakan penanggulangan :

- Pengobatan penderita

- Isolasi kasus

* Tindakan pencegahan :

- Surveilans yg ketat

- Perbaikan mutu lingkungan

- Perbaikan status kes masy

(64)

 TANGGUNG JAWAB BERSAMA DINKES/PEMDA,

MASYARAKAT & SEKTOR TERKAIT

 ALASAN POLITIS

 KETERPADUAN PENANGGULANGAN KLB

 KLB Keracunan ( BLK, BTKL, BPOM & Dinkes Kab)  KLB DBD (Pemda, Kebersihan, Masy. DinKes.

 KLB Malaria (KLH, Pemda, Masy. DinKes)  KLB Diare (PU, Pemda, Masy, DinKes)

 KLB FLU BURUNG (Dinas Peternakan, PEMDA, Masyarakat dan DinKES)

(65)

EPIDEMIOLOGI

PENYAKIT MALARIA

(66)

Malaria adalah : Penyakit infeksi yang

disebabkan oleh parasit Plasmodium yang

hidup dan berkembang biak dalam sel darah

merah manusia.

Ada beberapa jenis plasmodium :

Plasmodium falciparum, Plasmodium vivak,

Paslmodium ovale dan Plasmodium malariae

(67)

Tabel Masa Inkubasi penyakit malaria

Jenis plasmodium

Masa inkubasi (hari)

P. Falsiparum

9-14 (12)

P. Vivak

12-17 (15)

P. Ovale

16-18 (17)

(68)

Anamnesis

- Keluhan utama

- Riwayat berkunjung dan bermalam di

daerah endemik

- Riwayat tinggal di daerah endemik

- Riwayat sakit malaria

- Riwayat minum obat malaria satu

bulan terakhir

(69)

 Demam (pengukuran dengan termometer ≥ 37.5 °C  Konjungtiva atau telapak tan gan pucat

 Pembesaran limpa (splenomegali)  Pembesaran hati (hepatomegali)

.2. Pemeriksaan fisik

2.5.3. Diagnosis atas dasar pemeriksaan

laboratorium

2.5.2. Pemeriksaan fisik

2.5.3. Diagnosis atas dasar pemeriksaan

laboratorium

(70)

◦ Pemeriksaan dengan mikroskop

◦ Pemeriksaan dengan tes diagnostik cepat (Rapid Diagnostik Test)

(71)

 Hemoglobin dan hematokrit

 Hiting jumlah leukosit, trombosit  Kimia darah lain (gula darah, serum

bilirubin,SGOT & SGPT, alkali fosfatase,

albumin/globulin, ureum, kreatinin, natrium, kalium, analisis gas darah)

 EKG

 Foto thorak

 Analisis cairan serebrospinalis  Biakan darah dan uji serologi  Urinalisis

(72)

Malaria tanpa komplikasi harus dapat di

bedakan dengan penyakit infeksi lain:

Demam tipoid

Demam dengue

Infeksi saluran pernapasan akut /ISPA

Leptospirosis ringan

(73)

Malaria berat atau malaria dengan komplikasi dibedakan dengan penyakit infeksi lain

sebagai berikut:

◦ Radang otak (Meningitis, encepalitis)

◦ Stroke

◦ Tiroid encepalopati

◦ Hepatitis

◦ Leptospirosis berat

◦ Glomerulonefritis akut / kronik

◦ Sepsis

(74)

Active Case Detection (ACD)

Pasive Case Detection (PCD)

Mass Fever Survey (MFS)

Malariometric survey (MS)

Mass Blood Survey (MBS)

Surveilans Migrasi

(75)

Pengenalan wilayah

Pemetaan tempat perindukan vektor

Penyemprotan rumah dengan insektisida

Kelambu

Larviciding

Penebaran ikan pemakan larva nyamuk

Pengelolaan lingkungan

(76)

a. Konfirmasi KLB malaria

◦ Pengambilan dan pemeriksaan sediaan darah pada penderita demam (MFS)

◦ Semua penderita dengan hasil sediaan positif malaria diberi pengobatan standar sesuai jenis plasmodium. ◦ Penyelidikan epidemiologi yang dilaksanakan

berdasarkan aspek tempat, waktu dan orang, disertai pengumpulan dan pencatatan penderita malaria klinis dan positif dan kematian dengan gejala klinis malaria. ◦ Pengamatan epidemiologi yang meliputi jenis vektor dan

kepadatannya oleh tenaga entomologi tingkat puskesmas

(77)

Bila dari hasil penyelidikan epidemiologi

diperoleh data penderita malaria:

 Proporsi kenaikan jumlah kasus positif dua kali atau

lebih dari kasus sebelumnya dan terus terjadi peningkatan yang bermakna

 Hasil konfirmasi melalui kegiatan MFS ditemukan

penderita positif P. Falcifarum dominan

 Ada kasus bayi positif

 Ada kematian karena atau diduga malaria  Ada keresahan masyarakat karena malaria

(78)

1. Menyusun rencana kegiatan

Kegiatan yang harus dilaksanakan

 Pengobatan

 Pengobatan pada penderita positif malaria dan malaria

berat

 Mass Fever Treatment (MFT)

 Pemberantasan vektor

 Distribusi kelambu berinsektisida (ITN)

 Larviciding

 Penyelidikan epidemiologi

(79)

 Obat (Artesunat-Amodiakuin kombinasi / ACT, klorokuin,

primakuin, kina,

 cairan infus dan lain-lain)

 Bahan pembantu survey

 Alat dan bahan laboratorium

 Kebutuhan kelambu

 Insektisida

 Perlengkapan penyemprotan

 Peralatan penyemprotan

(80)

1.

Puskesmas

 Pengobatan

 Melaksanakan penyelidikan epidemiologi (orang, tempat, waktu)

 Menentukan batas wilayah penanggulangan

 Menentukan dan menyiapkan sarana yang dibutuhkan  Membuat jadwal kegiatan

 Membuat laporan kejadian dan tindakan penanggulangan yang telah

. dilaksanakan ke Dinas Kesehatan kab/Kota dalam tempo 24

(81)

◦ MBS atau MFT bila belum dilakukan puskesmas

◦ Penyemprotan rumah dengan insektisida dengan cakupan bangunan disemprot >90%,

o Larviciding

◦ Penyuluhan kesehatan masyarakat

◦ Membuat laporan kejadian dan tindakan penanggulangan yang telah dilaksanakan ke Dinas Kesehatan Propinsi dalam tempo 24 jam

(82)

 Menganalisa laporan yang diterima dari Dinas Kesehatan

Kabupaten/kota

 Memproses laporan disertai rincian kegiatan serta biaya

operasional kebagian naggaran Propinsi

 Melakukan kunjungan lapangan

 Mengajukan permintaan kebutuhan biaya operasional dan

rincian kegiatan kebagian anggaran propinsi

 Mengirimkan biaya operasional yang sudah disetrujui ke

Dinas Kesehatan Kota/Kabupaten

 Melaksanakan kegiatan pengawasan dan Bintek

 Melaporkan kejadian KLB pada Departemen Kesehatan cq.

Direktorat Jenderal PP dan PL

Khusus daerah transmigrasi untuk dilaporkan juga ke departemen Transmigrasi

(83)

Direktorat jenderal PP dan PL cq. Direktorat

PP-BB menganalisa kejadian KLB dan

melaporkan kejadian KLB kepada menteri

Kesehatan

(84)

Ketentuan KLB dinyatakan selesai

KLB dapat dinyatakan selesai bila dalam

pemantauan selama 2 x masa inkubasi

(20-28 hari) angka kesakitan malaria telah

(85)

 Untuk mencegah timbulnya KLB diwaktu yang akan datang,

sistim kewaspadaan dini kejadian luar biasa (SKD_KLB) perlu ditingkatkan dengan cara mengintensifkan kegiatan

surveilens

 Penyemprotan lanjutan dilakukan pada siklus berikutnya

sampai insiden turun yaitu API <1 per 1.000 penduduk atau hasil malariometrik survey evaluasi dengan PR < 2%

 Dinas Kesehatan Kabupaten /kota mengirim laporan hasil

kegiatan setelah tindakan penanggulangan selesai dilaksanakan

(86)

A.Tenaga Pengelola P2 Malaria

1.Puskesmas

◦ Minimal SLTA yang terlatih untuk pengolahan data SKD-KLB malaria

◦ Sebaiknya pernah PAEL untuk analisis SKD atau lulusan SPPH

2.Kabupaten

- Sekurang-kurangnya D3 + PAEL B. Sarana dan prasarana

C. Diseminasi pedoman penyelenggaran SKD_KLB dan penanggulanagan KLB malaria

D. Pelatihan petugas dilakukan secara berjenjang E. Pengorganisasian

(87)

Gambar

Tabel Masa Inkubasi penyakit malaria

Referensi

Dokumen terkait