• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA INDUK PENGEMBANGAN INSITUT TEKNOLOGI TELKOM

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "RENCANA INDUK PENGEMBANGAN INSITUT TEKNOLOGI TELKOM"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

1

RENCANA

INDUK

PENGEMBANGAN

INSITUT

TEKNOLOGI

TELKOM

2018

-

2042

Institut Teknologi Telkom

Kawasan Pendidikan Telkom Terpadu

Jl. D. I. Panjaitan No. 128, Purwokerto 53147

Telp. 0281-641629, Faks. 0281-641630

Email: [email protected]

(2)
(3)
(4)
(5)

2

KATA PENGANTAR

Dengan bersyukur kepada Allah SWT, kami sampaikan Rencana Induk

Pengembangan Institut Teknologi Telkom tahun 2018-2042. Rencana

pengembangan ini merupakan panduan dalam pencapaian visi Institut Teknologi

Telkom 25 tahun ke depan untuk menjadi perguruan tinggi entrepreuner global

(Global Entrepreneurial Institute).

Institut Teknologi Telkom menjadi perguruan tinggi yang menghasilkan lulusan

berdaya saing global sekaligus menciptakan entrepreneur sukses. Disamping itu

Institut Teknologi Telkom dapat menghasilkan karya riset kualitas tinggi yang

dapat dimanfaatkan untuk kepentingan industri skala global dan melahirkan

perusahaan-perusahaan baru yang menjadi agen pertumbuhan ekonomi bangsa

dan dunia.

Terima kasih diucapkan kepada tim penyusun Rencana Induk Pengembangan ini

dan kepada semua pihak yang telah membantu diterbitkannya RIP Insitut

Teknologi Telkom 2018-2042 ini.

Purwokerto, Agustus 2017

Rektor Institut Teknologi Telkom

(6)

3

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ... 2 DAFTAR ISI ... 3 BAB I PENDAHULUAN ... 5 1.1 Latar Belakang ... 5

1.2. Maksud dan Tujuan ... 6

1.3. Kondisi Umum ... 6

1.4. Potensi dan Permasalahan ... 8

1.4.1. Kekuatan ... 8

1.4.2. Kelemahan ... 8

1.4.3. Peluang ... 9

1.4.4. Ancaman ... 9

BAB II ANALISA PERENCANAAN STRATEGIS ... 11

2.1. Arahan ... 12

2.2. Faktor Internal ... 12

2.2.1. Sumber Daya Manusia ... 12

2.2.2. Kapabilitas Operasional ... 13

2.2.3. Performansi ... 14

2.2. Faktor Eksternal ... 15

2.3 Harapan Stakeholder ... 17

2.3.1 Pengelompokan Stakeholder ITTP dan Mekanisme Hubungan ... 17

2.3.2 Harapan Stakeholder Utama ... 19

BAB III VISI, MISI, DAN CORE VALUE ... 21

3.1 Visi ... 21

3.2 Misi ... 21

3.3. Core Value ... 21

3.4. Tujuan ... 22

BAB IV STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN ... 23

4.1. Strategi dan Arah Kebijakan ... 23

4.2. Strategi Pencapaian ... 23

4.3. Tahapan Pengembangan ITTP Dalam 25 Tahun ... 24

4.4. Sasaran dan Program ... 25

(7)

4

5.1.Evaluasi ... 288

5.1.1. Tujuan Evaluasi ... 288

5.1.2. Prinsip Pelaksanaan Evaluasi ... 28

5.2. Pengendalian ... 29

(8)

5

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang

Institut Teknologi Telkom Purwokerto yang selanjutnya disebut ITTP didirikan oleh Yayasan Sandhykara Putra Telkom pada tahun 2002 dengan nama Akademi Teknik Telekomunikasi Sandhy Putra Purwokerto, pada awalnya bertujuan untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul yang dibutuhkan oleh masyarakat industri informasi dan telekomunikasi. ITTP merupakan intitusi pendidikan tinggi yang menitikberatkan pendidikan, penelitiam da pengabdian masyakarat pada bidang telekomunikasi dan informasi yang kemudian dikenal dengan Infokom (ICT : Information and Communication Technology).

Perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi yang sedemikian pesat memerlukan banyak tenaga ahli dalam implementasi teknologi tersebut sebagai basis operasional semua jenis industri. ITTP sebagai lembaga pendidikan pada bidang teknologi informasi dan telekomunikasi dituntut untuk mampu secara terus menerus meningkatkan kapasitasnya dalam memenuhi tingginya kebutuhan tenaga ahli di perusahaan – perusahaan industri infokom. Disamping itu ITTP diharapkan mampu beradaptasi terhadap perkembangan teknologi tersebut dengan berperan serta aktif pada perkembangan industri infokom dengan menghasilkan penelitian – penelitian unggulan.

Di masa mendatang ITTP Purwkerto juga dihadapkan pada tantangan perubahan regulasi, persaingan, dan perkembangan teknologi yang semakin pesat di tingkat internasional. Untuk mengantisipasi perubahan tersebut perlu ditetapkan arah dan kebijakan untuk dapat dijadikan pedoman untuk peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan dan pembinaan sumber daya manusia, serta peningkatan efisiensi. Dalam hal ini dibutuhkan arah dan kebijakan yang sistematis berupa Rencana Induk Pengembangan ITTP yang terstruktur untuk dapat memperkuat citra dan keberadaan ITTP sebagai institusi penyelenggara pendidikan di bidang Infokom berbasis budaya.

Untuk menetapkan arahan dan kebijakan tersebut perlu disusun rencana strategis yang dituangkan dalam Rencana Induk Pengembangan (RIP) ITTP selama kurun waktu 25 tahun ke depan. RIP ITTP tersebut yang akan dipergunakan sebagai pedoman bagi

(9)

6 seluruh unit kerja dan civitas academica di lingkungan ITTP dalam melakukan perencanaan dan evaluasi program jangka pendek maupun program jangka panjang.

1.2. Maksud dan Tujuan

Penyusunan RIP ITTP dimaksudkan sebagai arah dan pedoman yang jelas, terukur, sistematis dan sinergis, serta berkesinambungan dengan memperhitungan potensi, peluang dan kendala yang ada dan yang mungkin akan muncul. Selain itu RIP juga dapat dijadikan sebagai dasar pijakan untuk mengukur dan mengevaluasi kinerja ITTP dengan menerapkan prinsip-prinsip transparansi, akuntabilitas, dan profesionalisme.

Secara garis besar RIP mempunyai tujuan sebagai berikut :

 Memberikan pedoman kepada seluruh unit kerja dan civitas academica ITTP Purwokerto berkaitan dengan arah pengembangan 2018-2042.

 Membangun sinergi secara internal dan eksternal antar lembaga.

 Sebagai pijakan penyusunan Rencana Strategis lima tahunan (RENSTRA) dan Rencana Kerja Manajerial Tahunan (RKM), Rencana Kerja Anggaran (RKA) tingkat lembaga.

1.3. Kondisi Umum

Dalam rangka mewujudkan pencapaian target ITTP pada periode 2018-2042, ITTP telah melakukan beberapa transformasi organisasi dari Akademi Telkom lalu menjadi Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Telkom dan saat ini menjadi Institut Teknologi Telkom Purwokerto (ITTP). Kondisi umum akan dijelaskan berdasarkan bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, tata kelola organisasi, manajemen sistem informasi, dan keuangan.

a. Bidang pendidikan, secara umum menunjukkan kondisi perbaikan dapat dilihat dari peringkat akreditasi “BAIK” untuk tiga program studi yakni prodi D3 Teknik Telekomunikasi, S1 Teknik Telekomunikasi dan S1 Informatika, sedangkan untuk lima program studi baru belum mengajukan akreditasi program studi. Dari peringkat akreditasi yang dinilai baik oleh DIKTI ini mampu menaikkan jumlah pendaftar dan mendorong peningkatan faktor pendukung.

b. Bidang penelitian, secara keseluruhan menunjukkan peningkatan yakni meningkatnya perolehan dana hibah DIKTI yang merupakan dampak dari jumlah

(10)

7 proposal penelitian yang diajukan, selain itu publikasi nasional maupun internasional juga meningkat, keikutsertaan mahasiswa dalam riset yang dilakukan dosen juga meningkat, yang kesemua aktifitas tersebut tetap memegang teguh mutu dalam penelitian.

c. Bidang pengabdian kepada masyarakat

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh tenaga pendidik lebih banyak bersifat incidental, dimana kegiatan tersebut tidak ada keberlanjutan program hal ini tentu saja memicu lembaga terkait untuk dapat menerapkan program pengabdian kepada masyarakat secara kontinyu. Namun apabila dilihat dari jumlah kegiatan, terjadi kenaikan setiap tahunnya.

d. Sumber daya manusia, secara keseluruhan kualitas sumber daya manusia masih perlu ditingkatkan. Untuk tenaga pendidik (dosen) masih terbatasnya tenaga pendidik yang memiliki jabatan fungsional bahkan lektor kepala dan guru besar masih belum ada, masih terbatasnya tenaga pendidik yang tersertifikasi, dan belum adanya tenaga pendidik yang memiliki pendidikan S3. Sedangkan untuk tenaga kependidikan/tenaga penunjang akademik cenderung menunjukkan kualitas yang baik.

e. Sarana dan prasarana, secara umum pengembangan sarana prasarana selalu meningkat yang disesuaikan dengan kebutuhan baik untuk kebutuhan akademik (ruang kelas, ruang laboratorium, perpustakaan, ruang dosen) maupun penunjang akademik (fasilitas kegiatan mahasiswa, sarana olahraga, aula, ruang pelayanan kesehatan, dan lainnya). Selain itu, sarana pendukung juga terpenuhi misalnya alat-alat laboratorium, buku-buku referensi (non fiksi) maupun buku fiksi, alat-alat olahraga, dan sebagainya.

f. Tata kelola organisasi, menunjukkan peningkatan kualitas dimana memegang prinsip continuous improvement demi kemajuan institusi. Salah satu contohnya adalah kenaikan tingkat kepuasan dosen dan karyawan terhadap kinerja institusi secara keseluruhan.

g. Sstem informasi manajemen, saat ini institusi telah memiliki sistem informasi manajemen yang disebut d’ions yang didalamnya memuat data akademik mahasiswa dan data pegawai (dosen dan karyawan), namun masih belum terintegrasi secara keseluruhan hal ini disinyalir kurangnya sumber daya manusia pada unit sisfo.

(11)

8 h. Keuangan, secara umum sumber pendapatan yang diterima selalu menunjukkan kenaikan. Sumber pendanaan masih bertumpu pada pendapatan tuition fee, sedangkan pendapatan non tuition fee masih rendah.

1.4. Potensi dan Permasalahan

Berdasarkan kondisi umum yang telah dipaparkan pada bagian sebelumnya, dapat diketahui suatu sintesis terkait perkembangan ITTP sebagai input bagi perumusan isu-isu strategis. Dalam uraian selanjutnya, akan dilakukan analisis terkait potensi dan permasalahan yang dimiliki oleh ITTP yang ditinjau baik secara internal maupun eksternal. Secara internal, kondisi ITTP akan ditinjau berdasarkan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki, sedangkan peluang dan ancaman akan dianalisis sebagai bentuk tinjauan secara eksternal

1.4.1. Kekuatan

- Meningkatnya animo masyarakat terhadap institusi, terlihat dari jumlah

pendaftar yang selalu meningkat

- Dari segi pendanaan, pendapatan juga selalu meningkat - Telah didapatkan sertifikasi ISO 9001

- Dukungan penuh dari Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) selalu penyelenggara

pendidikan

- Sumber daya manusia yang dimiliki ITTP saat ini banyak usia muda - Pengaruh citra Telkom yang cukup kuat di masyarakat

- ITTP dibentuk oleh industri sehingga realisasi “Link and Match” berjalan

dengan cukup kuat

- Penambahan kapasitas gedung setiap tahun

- Tersedianya hotspot dengan bandwidth yang disesuaikan dengan jumlah

pengguna (civitas academica)

- Semakin meningkatnya jumlah penelitian yang didanai internal maupun

eksternal (hibah DIKTI) 1.4.2. Kelemahan

- Sarana dan prasarana penunjang akademik masih kurang lengkap - Sistem informasi manajemen yang belum terintegrasi

(12)

9

- Belum terbangunnya budaya organisasi secara kuat

- Masih sedikitnya jumlah dosen yang memiliki jabatan fungsional - Belum adanya dosen dengan pendidikan S3

- Belum adanya dosen yang memiliki jabatan fungsional lektor kepala dan guru

besar

- Masih terbatasnya dosen yang sudah tersertifikasi profesi

- Masih rendahnya prestasi dan reputasi civitas akademika di tingkat nasional

maupun internasional

- Masih rendahnya dana non tuition fee yang didapat - Produktivitas dan digitalisasi karya ilmiah masih rendah

1.4.3. Peluang

- ITTP berada di kota pelajar yang sedang tumbuh

- ITTP berada di kota dengan biaya hidup yang relatif murah - Pangsa pasar nasional

- Tren perkembangan ICT yang terus meningkat

- Kebijakan Pemerintah daerah yang memberi peluang dan dukungan untuk

pengembangan terhadap dunia pendidikan

- Tren keinginan masyarakat untuk mendapatkan sekolah dengan jaminan

peluang kerja semakin meningkat

- Dana hibah penelitian dan pengabdian masih terbuka lebar dari DIKTI dan dari

pihak swasta yang memiliki komitmen dan kepedulian terhadap ilmu pengatahuan dan teknologi

- Pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup tinggi - Pertumbuhan industri di bidang ICT cukup tinggi

- Regulasi pemerintah yang semakin mendukung pendidikan tinggi

1.4.4. Ancaman

- Makin banyaknya institusi pendidikan tinggi yang memiliki prodi yang sama - Makin banyaknya perubahan status perguruan tinggi swasta menjadi negeri - Semakin banyaknya ekspansi perguruan tinggi swasta dan perguruan tinggi

(13)

10

- Banyaknya institusi yang memiliki peringkat akreditasi perguruan tinggi sangat

baik

- Banyaknya program studi di kampus lain yang memiliki predikat akreditasi yang

lebih baik

- Banyaknya kampus yang menawarkan harga kuliah yang lebih murah - Kesadaran masyarakat untuk melanjutkan pendidikan masih rendah

(14)

11

BAB II

ANALISA PERENCANAAN STRATEGIS

Sebagai pengelola lernbaga pendidikan tinggi, ITTP senantiasa berupaya agar proses strategi dan alokasi sumberdaya diarahkan tepat pada sasaran, mengedepankan prioritas pada pengembangan kapasitas lembaga secara sistematis dan berkesinambungan, dengan menggunakan pendekatan strategi fokus. Oleh karena itu, untuk menjamin kualitas proses perencanaan strategis, maka perlu diperhatikan hal – hal sebagai berikut:

a. Kondisi makro bidang Politik, Ekonomi, Sosial, dan Budaya b. Kecenderungan & perkembangan pasar dalam Pendidikan Tinggi c. Harapan mahasiswa, dosen dan karyawan serta stakeholder lainnya

d. Kondisi kompetisi antar institusi pendidikan di tingkat nasional, regional & internasional

e. Perkembangan regulasi di sektor pendidikan nasional f. Perkembangan teknologi & informasi

g. Evaluasi SWOT

h. Kapabilitas pengembangan penyelenggaraan program i. Kapabilitas pengembangan student learning

j. Faktor-faktor unik (uniqueness), misalnya hubungan khusus dengan incumbent operator (TELKOM) dan positioning ITTP sebagai lembaga penyelenggara pendidikan di bidang teknologi telekomunikasi dan lnformasi di Indonesia.

Pendekatan-pendekatan tersebut di atas digunakan dalam proses strategis untuk menganalisis posisi strategis dan strategi bersaing penyelenggaraan pendidikan tinggi bagi ITTP. Melalui pendekatan ini maka seluruh data yang diperoleh digunakan untuk melihat peluang yang ada dan tantangan yang akan dihadapi.

Proses analisis faktor internal yang bersumber dari kondisi saat ini merupakan kekuatan dan kelemahan yang mengungkapkan tingkat kesenjangan kapabilitas yang ada dengan kapabilitas yang dibutuhkan untuk menetapkan langkah strategis dalam mengantisipasi peluang masa depan dan repositioning dalam persaingan.

(15)

12 Sumber data dan informasi yang digunakan dalam penyusunan RIP mencakup; (1) Arahan, (2) Faktor Internal dan (3) Faktor External yang akan diuraikan di bawah ini:

2.1. Arahan

Arahan dari Yayasan Pendidikan Telkom yang secara garis besar sebagai berikut:

a. Strategi yang digunakan adalah untuk mencapai pertumbuhan berkelanjutan (Sustainable Growth), Orientasi Kualitas (Quality Orientation) & Peningkatan Sinergi (Enhane Synergy).

b. Pentahapan strategi dibagi atas 5 (lima) tahap dengan masing-masing kurun waktu perencanaan selama 5 (lima) tahun, sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaman Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi, Pasal 5 Ayat 1 butir C

c. Fokus mengembangkan Pendidikan, Penelitian dan Pelatihan yang didukung oleh kegiatan badan usaha, untuk kelangsungan institusi.

2.2. Faktor Internal

Faktor internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan meliputi SDM, kinerja operasional, dan performansi. Selanjutnya akan diuraikan kondisi saat ini dan proyeksi 25 (dua puluh lima) tahun ke depan dari faktor internal ITTP:

2.2.1. Sumber Daya Manusia

Sebagai Human Capital maka SDM ditempatkan pada factor yang sangat penting dalam kegiatan pendidikan. Kondisi SDM posisi Juni tahun 2017 dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

a. Berdasarkan Kualitas Sumber Daya Manusia

Perlu dillakukan analisis kebutuhan Sumber Daya Manusia baik dalam kuantitas maupun analisis tentang kebutuhan pelatihan yang harus dilakukan guna pemenuhan kualitas yang baik (pelatihan yang bersifat soft skill maupun hard skill).

b. Komposisi Dosen Tetap dan Dosen Tidak Tetap

Perbandingan antara dosen tetap dan dosen tidak tetap yakni 68% : 32%. Angka tersebut masih cukup tinggi sehingga perlu dilakukan pengurang jumlah dosen tidak tetap, beberapa mata kuliah keahlian khusus masih diampu oleh dosen tidak tetap.

c. Komposisi Dosen berdasarkan Jabatan Fungsional Akademik

Untuk Dosen yang memiliki jabatan fungsional masih rendah (sekitar 26%), dari komposisi 26% tersebut jabatan fungsional yang dimiliki adalah Asisten Ahli dan Lektor

(16)

13 namun Lektor Kepala dan guru besar belum ada sehingga perlu adanya stimulus khusus untuk mendorong Dosen mencapai lektor kepala maupun guru besar.

d. Rasio Dosen terhadap mahasiswa.

Rasio dosen dan mahasiswa sudah memenuhi standar BAN PT 1:26.

e. Proyeksi SDM 2018-2042

Dalam kurun waktu 25 tahun mendatang sangat perlu didorong Dosen untuk mendapat jabatan akademik Lektor Kepala dan Guru Besar agar dapat meningkatkan kualitas pendidik dan juga sertifikasi profesi Dosen (Serdos).

2.2.2. Kapabilitas Operasional

Kapabilitas operasional ITTP yang menjadi kekuatan dan modal utama dalam mempertahankan eksistensi ITTP antara lain:

a. Brand lmage ITTP sebagai bagian dari Telkom Group Secara historis pendirian ITTP diprakarsai oleh YSPT (saat ini sudah di bawah naungan YPT) yang merupakan lembaga di bawah naungan Telkom sehingga perkembangan ITTP tidak terlepas dari pengawasan Telkom serta operasionalnya. Meskipun keterlibatan Telkom tidak secara langsung namun brand image Telkom masih melekat pada setiap produk di lingkungan ITTP yang merupakan kekuatan dan daya tarik bagi masyarakat. b. Hasil Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) menunjukkan peningkatan jumlah

peminat setiap tahun, namun rasio antara pendaftar dan mahasiswa yang diterima masih rendah.

c. Kualitas Lulusan Proses belajar mengajar membentuk lingkungan kampus yang kondusif, aktif dan dinamis yang menjamin kualitas lulusan. Hal ini terlihat dari penerimaan industri terhadap lulusan yang tersebar di seluruh Indonesia dengan masa tunggu untuk memperoleh pekerjaan rata-rata satu tahun sudah terserap industry.

d. Fasilitas Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat.

Kelengkapan fasilitas belajar seperti jumlah kelas, laboratorium, sarana dan prasamna pendukung menjadi kekuatan ITTP. Sesuai Master Plan pemanfaatan lahan ITTP sampai tahun 2042, maka potensi pengembangan ITTP ke depan sangat didukung oleh ketersediaan lahan yang dimiliki saat ini lebih kurang 18.140 m2. Hal ini diharapkan akan dapat merealisasikan visi dan misi ITTP 25 (dua puluh lima) tahun ke depan. Untuk meningkatkan penelitian dan pengembangan maka

(17)

14 ITTP mendorong inovasi dan program sinergi antar lembaga penelitian yang sama-sama berada di lingkungan YPT.

e. Hubungan kerja sama industri memudahkan mahasiswa dalam melakukan ooop dan magang. Penambahan kerjasama selalu diupayakan untuk kemajuan institusi namun juga dilakukan evaluasi setiap periode kerjasama akan berakhir untuk dilanjutkan atau tidak. Saat ini mitra yang sudah bekerjasama dengan institusi didominasi kerjasama dengan lembaga pendidikan yakni 58%, selanjutnya kerjasama dengan dunia usaha dan dunia industri sebanyak 24% dan kerjasama dengan lembaga pemerintah sebanyak 18%.

2.2.3. Performansi

Kinerja ITTP menunjukkan pertumbuhan yang membaik dan diharapkan akan tumbuh secara terus menerus, baik untuk lembaga pendidikan maupun pertumbuhan kinerja finansial, umumnya pencapaian di atas 100 % dari target pada posisi TW ll tahun 2017. Jika dilihat dari 2 tahun terakhir ini performansi ITTP selalu mencapai di atas 100% dari target yang ditentukan. Data performansi empat tri wulan terakhir menunjukkan angka yang cukup baik. Skor tri wulan 3 tahun 2016 hingga tri wulan 2 tahun 2017 secara berturut-turut adalah 100,77 ; 100,46 ; 101,21 ; 101,23. Secara lebih rinci dilihat dari empat aspek utama diperlihatkan dalam Gambar 3.1 di bawah ini.

Gambar 3.1 Performance ITTP Empat TW terakhir

Produktivitas dapat diukur melaui dua cara yaitu produktivitas pegawai dan kinerja keuangan. Untuk kinerja keuangan selalu menunjukkan pencapaia di atas 100 untuk empat tri wulan terakhir. Namun hal tersebut diprediksi akan mengalami penurunan terutama diakibatkan sebagai konsekuensi logis dari ketidaktercapaian penerimaan

0 20 40 60 80 100 120 TW3 2016 TW4 2016 TW1 2017 TW2 2017

(18)

15 mahasiswa baru tahun 2017. Jika ditilik tahun 2016 dan tahun 2017 memiliki perbedaan karakteristik terutama performance dalam aspek learning & growth. Tahun 2016 apek tersebut tidak mencapai target sedangkan di tahun 2017 ini aspek learning & growth menunjukkan peningkatan dan selalu berada di pencapaian di atas 100 namun aspek customer yang mengalami penurunan karena imbas langsung dari penerimaan mahasiswa baru yang tidak tercapai.

Performa baik lainnya adalah perihal akreditasi program studi. Dari tiga program studi yang mengajukan akreditasi secara berturut-turt semuanya mendapatkan skor B dari sebelumnya C. Namun demikian, hal ini tidak menjadikan ITTP berpuas diri karena masih ada 5 program studi baru yang tahun 2018 akan mengajukan akreditasi dan prodi eksisting juga harus melakukan proses reakreditasi.

2.2. Faktor Eksternal

Kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan pengelolaan ITTP dan faktor-faktor yang mempengaruhi tumbuh kembangnya ITTP antara lain diuraikan di bawah ini:

1. Perubahan teknologi

Perubahan teknologi yang cenderung cepat merupakan suatu kepastian yang tidak bisa dielakkan lagi. Teknologi digital yang saat ini berbasis IP (Internet Protocol), kemudian evolusi teknologi 4G, 5G, OTT (Over The Top). Selain itu teknologi yang saat ini lebih banyak pada perkembangan aplikasi dimana hasilnya berupa produk baru yang bersifat destruktif. Pembelajaran jarak jauh juga merupakan hal penting yang harus dijadikan fokus lebih mengingat perkembangan teknologi pembelajaran saat ini lebih berbasis online.

Beberapa implikasi dari perubahan teknologi adalah:

- Program rekrutasi sumber daya manusia yang memiliki kompetensi sesuai

dengan perkembangan teknologi

- Pengembangan sarana dan prasarana yang semestinya sudah berbasis

teknologi secara penuh

- Dilihat dari aspek konten pembelajaran, maka seluruh program studi mau tidak

mau harus mengembangkan kurikulumnya sesuai dengan perkembangan teknologi yang saat ini dan dan tren teknolgi dalam kurun waktu 25 tahun mendatang

(19)

16

- Pembangunan kerjasama secara intensif dengan industri (Telkom group). Hal

ini penting sebab berhubungan dengan penyerapan lulusan ITTP nantinya serta dalam rangka menimba masukan secara kontinu sehingga ITTP bisa menjadi perguruan tinggi yang selalu up to date dalam hal perkembnagan teknologi terkini.

- Pengembangan riset baik yang bersifat scientific maupun terapan.

2. Kompetisi

Kompetisi antar perguruan tinggi yang berlaku saat ini semakin masif dan agresif. Kompetisi ini tidak hanya antar perguruan tinggi swasta saja akan tetapi juga dengan perguruan tinggi negeri. Saat ini perguruan tinggi internasional telah melakukan beberapa afiliasi dengan kampus nasional. Kecenderungan lain yang saat ini berlaku adalah dengan mempercepat waktu pendidikan di berbagai tingkat. Satu hal lain yang menjadi perhatian adalah persaingan bebas. Maraknya tenaga kerja dari luar negeri harus disikapi degan serius. Hal-hal tersebut merupakan keniscayaan yang akan dipertimbangkan dalam perumusan sasaran strategis ITTP dalam kurun waktu 25 tahun kedepan.

Implikasi dari kompetisi adalah :

- Mengembangkan competititve advantage (focus differentiation and value

creation)

- Berkurangnya pendaftar di ITPP

- Pengembangan program OPES (One Pipe Education System).

- Program bundling pendidikan menengah dan pendidian tinggi (SMA/K, D3)

3. Perubahan regulasi

Regulasi yang dikeluarkan oleh pemerintah cenderung berubah yang tentu disesuaikan dengan perkembangan jaman sehingga dalam perumusan perencanaan ITTP perlu memperhatikan aspek ini. Regulasi tersebut terutama yang berhubungan dengan standar minimal yang diharapkan dari sistem pendidikan nasional dimana hal-hal tersebut dituangkan dalam dokumen Standar Nasional Pendidikan Tinggi, kemudian regulasi terkait tenaga akademik, dan lain sebagainya.

Sesuai dengan isu strategis yang dipaparkan oleh perwakilan pemerintah yang turut memberikan masukan kepada ITTP adalah mengenai isu kurangnya pemerataan keterjangkauan, ketersediaan, mutu dan relevansi pendidikan. Implikasi bagi ITTP adalah adanya pengembangan kompetensi baik dosen maupun

(20)

17 mahasiswa, harus adanya kerjasama dengan berbagai pihak yang berkepentingan, pengembangan ITTP terutama dalam hal penekana pada terapan/vokasi.

4. Kondisi sosial ekonomi

Dari sisi sosial ekonomi, beberapa yang harus diperhatikan adalah :

- Tingkat inflasi berkisar antara 3,14% - 5,6% - Pertumbuhan GDP (LPE) sekitar 5,16% - 6,75% - Pertumbuhan populasi sekitar 1,5% per tahun - Kurs saat ini pada posisi sekitar 13.355 rupiah/USD

Hal-hal di atas menimbulkan implikasi :

- Pengembangan segmentasi, target, dan posisi

- ITTP harus mengembangkan sumber pendanaan yang mandiri

5. Pasar

Karena insitusi ini memiliki kekhasan dalam bidang teknolofi, maka kondisi pasar sangat berkaitan dengan perkembangan teknologi, yang berdampak pada tuntutan kompetensi dan profesionalitas. Implikasinya adalah penyesuaian kurikulum sesuai dengan perkembangan teknologi, pertukaran mahasiswa dan dosen, penerimaan mahasiswa asing.

2.3 Harapan Stakeholder

Dalam pengelolaan usaha dan kegiatan akademik, ITTP memberi perhatian pada seluruh stakeholder. Analisis stakeholder menjadi alat penting dalam mengidentifikasi kebutuhan yang harus dipenuhi oleh lembaga. Pemahaman yang jelas atas peran dan kontribusi potensial dari berbagai stakeholder merupakan prasyarat utama bagi proses perencanaan partisipatif.

2.3.1 Pengelompokan Stakeholder ITTP dan Mekanisme Hubungan

Stakeholder ITTP dibagi menjadi beberapa kelompok:

1. Industri 2. Pemerintah 3. Alumni 4. Mahasiswa

5. Pegawai (Dosen dan Karyawan) 6. Masyarakat

(21)

18 Mekanisme hubungan stakeholder dengan ITTP seperti terlihat pada Gambar 2.1.

(22)

19

2.3.2 Harapan Stakeholder Utama

Dari sejumlah stakeholder yang ada di ITTP, mahasiswa, orangtua, pengguna lulusan, dan dosen dan karyawan serta yayasan merupakan stakeholder utama dengan harapan yang berbeda-beda untuk kelompok tersebut. Beberapa harapan stakeholder utama seperti pada Tabel 2.4.

Tabel 2.4 Harapan Stakeholder

Harapan YPT Harapan Dosen dan

Karyawan

Harapan

Mahasiswa Tua Mahasiswa Harapan Orang Pengguna Harapan Lulusan 1. Akreditasi Perguruan Tinggi dinilai sangat baik 2. Transformasi lembaga pendidikan 3. Meningkatnya rangking webometric 4. Meningkatnya kualitas Sumber Daya 1. Meningkatn ya kualitas manajemen sumber daya 2. Meningkatn ya fasilitas penunjang yang diterima 3. Meningkatn ya insentif 1. Kualitas pelayanan pendidikan baik 2. Kualitas sumber daya pendidik dan tenaga penunjang baik 3. Fasilitas kegiatan kemahasiswa an memadai 4. Dukungan penuh terhadap pengembang an kemahasiswa an 5. Masa tunggu lulusan relatif cepat 1. Biaya kuliah tidak mahal 2. Kualitas pelayanan pendidikan baik 3. Kualitas sumber daya pendidik dan tenaga penunjang baik 4. Keterserapan mahasiswa di dalam dunia kerja 1. Lulusan ITTP mempunyai kualitas dan daya saing tinggi daln lingkup nasional maupun internasional 2. Lulusan ITTP berpartisipasi aktif dalam pengembanga n ilmu pengetahuan dan teknologi 3. Link and match antara pendidikan dan dunia kerja

Analisis stakeholder digunakan untuk mengidentifikasi harapan stakeholder yang

relevan dengan perencanaan pengembangan. ldentifikasi dan analisis stakeholder merupakan alat unfuk memperoleh pemahaman mengenai stakeholder yang terlibat dalam pengembangan ITTP serta peran dan kontribusi untuk keberhasilan pembangunan lembaga. Hasil analisis juga digunakan untuk menentukan keberhasilan dalam pengembalian keputusan secara partisipatif, menjamin keadilan dan kesamaan hak atas

(23)

20 proses pengembangan, keterlibatan dalam pengembalian keputusan, menpsun priodtas, dan langkah kegiatan. Analisis digunakan unfuk memetakan peran dan kontribusi stakehotder dalam pengembangan, memberikan gambaran yang jelas tentang stakeholder yang berpengalaman dengan proses perencanaan partisipatif dan menyediakan data sebagai dasar untuk kepentingan evaluasi dan monitoring.

(24)

21

BAB III

VISI, MISI, DAN CORE VALUE

TTP telah melakukan analisis kondisi intemal dan ekstemal agar strategi dan kebijakan

serta proses alokasi sumber daya diarahkan tepat pada sasaran dengan prioritas tata kelola organisasi yang baik. Berdasarkan analisis yang telah dikemukakan sebelumnya, maka ITTP menetapkan Visi, Misi, Core Value, dan Tujuan.

3.1.

Visi

“Menjadi Global Entrepreneural Institute pada Tahun 2042”

3.2.

Misi

- Menyelenggarakan sistem pendidikan dengan dasar keilmuan yang kuat, bersinergi antar disiplin ilmu, berwawasan kewirausahaan dan berorientasi global (global innovative entrepreneurial education system)

- Menyelenggarakan penelitian lanjut (advance research) yang menghasilkan pengetahuan baru (new knowledge) dan produk–produk intelektual bernilai ekonomi (intellectual economic value products) sesuai kebutuhan bangsa dan dunia.

- Meningkatkan kemajuan bangsa dan dunia melalui penerapan ilmu pengetahuan dan mendorong terciptanya unit-unit bisnis baru (new business incubators).

- Menjalankan fungsi perguruan tinggi secara harmonis (harmony) antara kepentingan ekonomi, sosial dan lingkungan (economic, social and environment interests)

3.3. Core Value

-

Innovative

-

Trustworthy

(25)

22

3.4. Tujuan

- Menghasilkan lulusan berdaya saing global (global competitive graduates) dan technopreneur sukses (Successful technopreneurs)

- Menghasilkan penelitian yang berkontribusi pada penciptaan pengetahuan baru dan produk intelektual yang bernilai ekonomi (new knowledge and economic value creation)

- Menghasilkan dan mendorong tumbuhnya perusahaan-perusahaan baru (spinoff companies) yang berdampak pada peningkatan kemajuan bangsa dan dunia - Menjadi agen kemajuan bangsa dan dunia serta turut serta dalam menjaga

(26)

23

BAB IV

STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

4.1. Strategi dan Arah Kebijakan

Gambar 4.1 Strategi dan Arah Kebijakan ITTP

Strategi dan arah kebijakan ITTP untuk 25 tahun mendatang adalah sebagai berikut : - 2022 : academic excellence

- 2027 : significantly research quality focus - 2032 : excellence research quality focus - 2037 : national economic contribution

- 2042 : international economic contribution focus

4.2.

Strategi Pencapaian

Beberapa strategi pada kurun waktu Tahun 2018 – 2042 adalah sebagai berikut :  Penguatan kapasitas kepemimpinan akademik

 Penguatan kualitas atmosfir akademik  Penguatan kualitas budaya akademik

(27)

24  Penguatan kualitas tenaga pendidik dan tenaga penunjang akademik

 Penguatan pada kemampuan fakultas untuk mencapai proses kualitas pengembangan dalam pembelajaran dan pengajaran

 Penguatan kepampuan tenaga pendidik untuk membuat peningkatan dalam hal kuantitas dan kualitas penelitian

 Peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik dan dan tenaga penunjang akademik

4.3.

Tahapan Pengembangan ITTP Dalam 25 Tahun

ITTP mencanangkan diri untuk melakukan beragam upaya strategis dan operasional, untuk dapat menjadikan organisasi ITTP secara keseluruhan tumbuh dan berkembang, yang akan dilalui secara bertahap. Pertumbuhan dan pengembangan ITTP diarahkan melalui proses yang terstruktur dan sistematis, sebagaimana dijelaskan dalam tabel berikut ini

Tabel 4.1 Tahapan Pengembangan ITTP Dalam 25 Tahun Karakterist ik 2017 – 2022 2022 – 2027 2027 – 2032 2032 – 2037 2037 – 2042 Visi Academic Excellenc e University National Research University Research Excellence University National Entrepreneurial University International Entrepreneurial University Fokus Education Service Improve ment Research quality Improveme nt Research

excellence National economic contribution

International economic contribution Pendorong Tution fee Tuition fee,

research grant Tuition fee, dana penyertaan pihak ketiga nasional Tuition fee, research grant, dana penyertaan pihak ketiga nasional dan internasional Tuition fee, research grant, dana penyertaan pihak ketiga dari global companies

(28)

25 Indikator • ISO Comply • APS minimal B • Akreditas i Institusi B • NTF 3% • ISO Comply • APS Mayoritas A dan ada PS dengan akreditasi Internasio na • APT A • NTF 8% • ISO Comply • APS Mayoritas A dan beberapa PS dengan akreditasi Internasio na • APT A • Memiliki prodi S3 • NTF 17% • ISO Comply • APS Mayoritas A dan beberapa PS dengan akreditasi Internasio na • APT A • Memiliki prodi S3 • NTF 30 % • ISO Comply • APS Mayoritas A dan beberapa PS dengan akreditasi Internasio na • APT A • Memiliki prodi S3 • NTF 50%

Dengan mengacu pada tahapan tersebut di atas, masing-masing program studi akan menjabarkannya secara spesifik sesuai dengan cakupan tugas dan fungsinya pada institusi secara keseluruhan.

4.4.

Sasaran dan Program

Dalam pengembangan selama 25 tahun, ITTP memiliki arah yang akan dilakukan secara bertahap, dan dengan Formulasi strategic initiative di atas merupakan broad guideline untuk menetapkan sasaran dan program ITTP yang akan diimplementasikan, seperti yang ditunjukkan pada tabel di bawah ini:

(29)

26 Tabel 4.2 Objective, Sasaran dan Program ITTP

Periode 2018-2022 2023-2027 2028-2032 2033-2037 2038-2042

Objektif Academic Excellence

University National Research University Research Excellence University National Entrepreneurial University

International Entrepreneurial University Sasaran  Akreditasi prodi

dan institusi  Tata kelola dan

sistem informasi yang terintegrasi  Penambahan prodi baru  Meningkatknya jumlah publikasi  Meningkatnya kerjasama penelitian  Pembukaan prodi program pasca sarjana  Meningkatnya jumlah sitasi  Meningkatnya ranking QS

 Dosen yang sudah memiliki jabatan fungsional guru besar  Meningkatnya jumlah perolehan research grant  Jumlah start up tingkat nasional yang dihasilkan  Peningkatan perolehan NTF  Pembukaan prodi S3  Jumlah start up berlevel internasional yang dihasilkan  Persentase perolehan NTF > 50% dari Total pendapatan  Bertambahnya jumlah kerjasama internasional Program  Pengembangan kurikulum sesuai dengan standar akreditasi  Penguatan sistem informasi dan peningkatan kapasitas infrastruktur  Peningkatan produktifitas penelitian dan  Pembentukan prodi program pasca sarjana  Pengembangan kurikulum prodi pasca sarjana  Pengembangan kualitas publikasi  Peningkatan program datasering antar  Peningkatan kegiatan pembuatan academic profile  Peningkatan jumlah publikasi internasional  Pemenuhan tenaga pendidik berjabatan fungsional lektor kepala/guru besar  Peningkatan program inkubasi hasil penelitian yang berdaya saing nasional  Peningkatan keikutsertaan dalam kompetisi-kompetesi start up nasional  Pengayaan konten-konten  Pemenuhan sumber dana internal guna mendukung tim yang akan berkompetisi secara global  Penguatan sumber daya manusia yang ahli dan berpengalaman

(30)

27 ketercukupan dana  Peningkatan kegiatan pengabdian masyarakat  Peningkatan kualitas tenaga akademik dan tenaga kependidikan  Pemenuhan sarana prasarana yang sesuai dengan SNPT  Penyusunan Pedoman Tata Kelola Lembaga  Keberlanjutan Pendanaan dan perintisan sumber-sumber NTF

dosen dalam hal penelitian  Peningkatan partnersip dengan insitusi pendidikan lain dan/atau lembaga penelitian  Peningkatan kerjasama dengan pemerintah maupun masyarakat umum dalam hal penelitian dan pengabdian  Peningkatan program pembekalan mengenaik karya tulis ilmiah  Penyelenggaraan kegiatan seminar dan call for paper  Peningkatan Pendanaan sumber-sumber NTF  Pemenuhan tenaga administrasi yang akan membantu pendokumentasian kenaikan jabatan fungsional  Peningkatan

jumlah buku ajar ber-ISBN  Penguatan kualitas tata/karya tulis ilmiah  Penguatan fokus penelitian sesuai dengan roadmap dan bidang keahlian  Peningkatan jumlah tulisan yang dipublikasikan secara online  Pemenuhan inkubasi-inkubasi hasil penelitian aplikasi yang memiliki daya saing nasional  Keberlanjutan program kerjasama hasil penelitian dengan pemerintah maupun lembaga-lembaga lainnya  Pembentukan prodi program doctoral  Pengembangan kurikulum program doctoral  Pemenuhan tenaga pengajar yang berjabatan fungsional lektor kepala dan guru besar dalam dunia start up  Keberlanjutan dana penelitian / pengabdian / jasa yang didapat dari eksternal  Peningkatan jumlah kerjasama internasional baik profit maupun non profit

(31)

28

BAB V

EVALUASI DAN PENGENDALIAN

5.1.

Evaluasi

5.1.1.

Tujuan Evaluasi

Evaluasi pelaksanaan perencanaan dimaksudkan untuk menilai sejauh mana kegiatan perencanaan pendidikan dan badan usaha ITTP dilaksanakan sesuai rencana induk perencanaan. Evaluasi juga dimaksudkan untuk mengetahui tingkat keberhasilan pelaksanaan kegiatan perencanaan serta mengungkapkan permasalahan dan hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka tujuan pelaksanaan evaluasi terhadap kegiatan perencanaan adalah:

 Mengidentifikasi masalah-masalah yang timbul pada perencanaan maupun pelaksanaan kegiatan yang sedang berjalan.

 Untuk mendapatkan informasi dan data tentang pelaksanaan kegiatan yang sedang berjalan.

 Sebagai umpan balik terhadap penyimpangan pelaksanaan dari perencanaan, merumuskan langkah-langkah perbaikan dan mengadakan penyesuaian

5.1.2.

Prinsip Pelaksanaan Evaluasi

Dalam pelaksanaan evaluasi RIP yang dilakukan minimal setiap 5 (lima) tahun sekali dengan mempertimbangkan kebijakan intemal ITTP dan dampak perubahan kebijakan lingkungan ekstemal. Kegiatan evaluasi ini disebut dengan Rolling RIP. Pelaksanaan evaluasi dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip sebagai berikut:

 Kejelasan tujuan dan hasil yang diperoleh dari evaluasi  Pelaksanaan dilakukan secara objektif.

(32)

29  Pelaksanaan dilakukan secara transparan, sehingga pihak yang berkepentingan dapat mengetahui dan hasilnya dapat dilaporkan kepada stakeholders melalui berbagai cara.

 Melibatkan berbagai pihak yang dipandang perlu dan berkepentingan secara proaktif (partisipatif).

 Pelaksanaan dapat dipertanggungjawabkan secara intemal dan ekstemal (akuntabel).

 Mencakup seluruh objek agar dapat menggambarkan secara utuh kondisi dan situasi sasaran pemantauan dan evaluasi (komprehensif).

 Pelaksanaan dilakukan sesuaidengan jadwal yang telah ditetapkan dan pada saat yang tepat agar tidak kehilangan momenfum yang sedang terjadi.

5.2.

Pengendalian

Guna menunjang keberhasilan pelaksanaan RIP, perlu dilakukan pengendalian terhadap pelaksanaan perencanaan agar penyelenggaraan pembangunan tersebut dapat terwujud sesuai peraturan yang berlaku sehingga hasilnya akan efektif dan efisien. Dalam pelaksanaan pengendalian harus ditunjang oleh sistem monitoing dan pelaporan yang dapat menyediakan informasi yang diperlukan tentang perkembangan pelaksanaan perencanaan. Informasi tersebut dapat diperoleh melalui Sistem Informasi Manajemen (SlM) Yayasan atau konsultasi, koordinasi, pelaporan maupun peninjauan lapangan. Dengan demikian dapat diketahui kemajuan RIP dan penyimpangan yang terjadi, sehingga langkahlangkah koreksi dapat dilakukan secara dini. Kegiatan pengendalian pembangunan yang penting dan harus dilaksanakan, meliputi:

a. Rapat konsultasi dan koordinasi dengan Dewan Pembina, Pengawas & Pengurus Yayasan, Lembaga Pendidikan, Penelitian, Pelatihan dan Sertifikasi/ Badan usaha. b. Laporan bulanan, triwulan semesteran dan tahunan, di samping rapat yang

sifatnya khusus.

c. Peninjauan lapangan dan monitoring. Selain itu pengendalian RIP dilaksanakan oleh masing-masing unit kerja, mahasiswa dan masyarakat secara fungsional sesuai bidang garapannya. Peran serta masyanakat sangat dibutuhkan sebagai masukan untuk ditindaklanjuti oleh Yayasan.

(33)

30

BAB VI

PENUTUP

Penyusunan RIP ITTP tahun 2017-2042 ini disusun dengan harapan dapat memberikan arah yang tepat bagi perjalanan dua puluh lima tahun ke depan dalam menjawab tantangan dan perubahan lingkungan yang terjadi. RJP merupakan rencana strategis jangka panjang yang masih bersifat umum, berisi objective strategis yang ingin dicapai dan bagaimana cara pencapaiannya, sehingga diperlukan penjabaran setiap tahapan per lima tahunan (RENSTRA) dan penjabaran secara teknis operasional setiap tahunnya (RKM & RKA), serta upaya perbaikan yang berkesinambungan. Agar RIP ini mampu diimplementasikan secara optimal, diperlukan kerja sama dan koordinasi dari berbagai pihak di lingkungan ITTP.

Seiring dengan berjalannya waktu, RIP perlu disesuaikan kembali dengan tuntutan performansi manajemen dan perubahan lingkungan, melalui proses Rolling-Out. Hal ini merupakan salah satu mekanisme evaluasi dan pengendalian sehingga RIP yang berlaku, senantiasa mempertimbangkan perubahan lingkungan dan persaingan pasar, sehingga menjadi acuan yang sesuai dengan kondisi yang dihadapi, serta arah dan kebijakan yang akan diambil bisa lebih efektif dan efisien.

Gambar

Gambar 3.1 Performance ITTP Empat TW terakhir
Gambar 2.1 Mekanisme Hubungan Stakeholder dengan ITTP
Tabel 2.4 Harapan Stakeholder
Gambar 4.1 Strategi dan Arah Kebijakan ITTP

Referensi

Dokumen terkait

Peramalan atau prediksi merupakan alat atau teknik untuk memprediksi atau memperkirakan suatu nilai pada masa yang akan datang dengan memperhatikan data atau

Jumlah rencana kerja terkait analisa dan evaluasi pegawai yang dialihfungsikan dari jabatan fungsional umum ke jabatan fungsional tertentu dalam rangka penataan

Iklan Baris Iklan Baris Serba Serbi PERLNGKPN MOBIL PRIVAT LES JAKARTA BARAT Rumah Dijual BODETABEK JAKARTA PUSAT.. DIJUAL RMH / TOKO

Berdasarkan H uraian A latar A belakang A diatas, maka dilakukan penelitian ah yang berjudul “PENGARUH FINANCIAL DISTRESS, DAN PERGANTIAN MANAJEMEN TERHADAP AUDITOR SWITCHING

Selain rasanya yang berbeda dengan teh hitam (lebih sepat karena tidak rnengalarni fermentasi dalam proses produksinya), hampir sebagian besar teh hijau yang dihasilkan

Sedangkan beberapa fakta analisis hasil UKK Matematika siswa kelas VIII D, terkait tabel 4 di atas adalah sebagai berikut: (1) untuk tingkat kesukaran dengan kategori mudah,

Adaptasi penglihatan pada hewan nokturnal khususnya terjadi di retina matanya, karena retina merupakan bagian dari mata yang berperan dalam melihat warna.. Dari