• Tidak ada hasil yang ditemukan

LI LBM 4 Modul Imun Mr

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LI LBM 4 Modul Imun Mr"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

STEP 7 STEP 7

1.

1. Why lWhy lessioessions shns shaped poaped polysiclysiclic and lic and erytherythematouematous ?s ? Bercak merah

Bercak merah

Ā Bercak merah bisa berasal

Ā Bercak merah bisa berasal dari vasodilatasi pembuluh kapiler, sehingga terdapatdari vasodilatasi pembuluh kapiler, sehingga terdapat warna merah pada

warna merah pada permukaan kulit. Penyebabnypermukaan kulit. Penyebabnya bias dikarenakan adanya prosesa bias dikarenakan adanya proses infamasi dalam tubuh. Dimana terdapat antigen yang

infamasi dalam tubuh. Dimana terdapat antigen yang masuk kemudian sistem imunmasuk kemudian sistem imun tubuh melawan dengan mengeluarkan mediatormediator infamasi dalam proses tubuh melawan dengan mengeluarkan mediatormediator infamasi dalam proses infamasi, dan salah satu tanda dari

infamasi, dan salah satu tanda dari proses infamasi itu adalah vasodilatasi pembuluhproses infamasi itu adalah vasodilatasi pembuluh kapiler

kapiler. Bercak merah !uga bias . Bercak merah !uga bias dikarenakan pecahnya pembuluh darah di peri"er, yangdikarenakan pecahnya pembuluh darah di peri"er, yang mengakibatkan erythrosit keluar dari pembuluh darah, sehingga memunculkan warna mengakibatkan erythrosit keluar dari pembuluh darah, sehingga memunculkan warna merah di permukaan kulit. #ntuk membedakan kedua hal tersebut, bisa dilakukan merah di permukaan kulit. #ntuk membedakan kedua hal tersebut, bisa dilakukan pemeriksaan diaskopi. Pada permukaan kulit yang ter!adi perubahan

pemeriksaan diaskopi. Pada permukaan kulit yang ter!adi perubahan warna men!adiwarna men!adi merah tersebut ditekan menggunakan ob!ect glass, !ika setelah penekanan tersebut merah tersebut ditekan menggunakan ob!ect glass, !ika setelah penekanan tersebut ter!adi perubahan warna dari merah men!adi pucat, maka hampir bias dipastikan ter!adi perubahan warna dari merah men!adi pucat, maka hampir bias dipastikan penyebab kemerahan tersebut adalah

penyebab kemerahan tersebut adalah vasodilatasi pembuluh kapilervasodilatasi pembuluh kapiler. $amun, !ika. $amun, !ika warna merah tersebut tetap dan tidak

warna merah tersebut tetap dan tidak berubah, kemungkinan bias dikarenakanberubah, kemungkinan bias dikarenakan erythrosit yang keluar dari pembuluh darah.

erythrosit yang keluar dari pembuluh darah.

#mumnya dermato%tosis pada kulit memberikan mor"ologi yang khas yaitu bercak #mumnya dermato%tosis pada kulit memberikan mor"ologi yang khas yaitu bercak bercak yang berbatas tegas disertai eforesensieforesensi yang lain, sehingga bercak yang berbatas tegas disertai eforesensieforesensi yang lain, sehingga memberikan kelainankelainan yang

memberikan kelainankelainan yang polimorfĀ polimorfĀ , dengan bagian tepi yang akti" serta, dengan bagian tepi yang akti" serta berbatas tegas sedang bagian tengah tampak

berbatas tegas sedang bagian tengah tampak tenang &Boel, '(()*tenang &Boel, '(()* '.

'. Why itWhy itchy mochy more disre disturbinturbing when sg when sweating weating and weaand wearing shring shoes ?oes ? ).

). +ow ar+ow are the ree the respon o" hspon o" hostosts immuns immune to "une to "ungi in"ecgi in"ection ?tion ? -eaksi imun non spesi%k

-eaksi imun non spesi%k Makrofag

Makrofag makro"ag mem"agosit secara langsung. makro"ag mem"agosit secara langsung. Neutrol

Neutrol !amur merangsang produksi sitokin &i/ 1 dan tn" al"a* !amur merangsang produksi sitokin &i/ 1 dan tn" al"a*  meningkatkanĀ meningkatkan adhesi neutro%l pada endotel

adhesi neutro%l pada endotel melakukan in%ltrasi ke tempat in"eksiĀ melakukan in%ltrasi ke tempat in"eksi  neutro%lĀ neutro%l mengeluarkan bahan "ungisida &0at

mengeluarkan bahan "ungisida &0at pembunuh "ungi -ī€ƒ23reactive o4ygen intermediet,pembunuh "ungi -ī€ƒ23reactive o4ygen intermediet, en0im lisosom*

en0im lisosom*  membunuh "ungi.Ā membunuh "ungi. Ā Y

Ā Yang bekang bekerja neutrol duerja neutrol dulu baru makrlu baru makrofagofag.. -eaksi imun spesi%k

-eaksi imun spesi%k 5.

5. What What the dithe diagnosiagnosis 6 dd s 6 dd o" the o" the skeskenario anario and why nd why ??

Diagnoi Banding Diagnoi Banding 1.

1. 7i7inea 8nea 8ersersikikoloolor &pr &panuanu** 2.

2. KaKandndididiaiasis intsis intertertrigrigininososaa 3

3.. EErriittrraassmmaa 4.

4. PsPsororiaiasisis vus vulglgararisis 5.

5. PiPititiririasasis is roroseseaa

KANDIDOSIS INTERTRIINOSA KANDIDOSIS INTERTRIINOSA

(2)

Pen!e"a" tersering adala# Candida albicans. $esi terda%at di daera# li%atan &ulit &etia&' li%at %a#a' intergluteal' li%at %a!udara' antara (ari)(ari tangan atau &a&i' glans %enis' dan um"ili*us. e(ala dan tanda+ ,Kus-ad(i' 2/0

1. eru%a "er*a& !ang "er"atas tegas' "ersisi&' "asa#' dan eritematosa.

2. $esi di&elilingi ole# satelit "eru%a vesi&el)vesi&el dan %ustul)%ustul &e*il atau "ula !ang "ila Ā %e*a# meninggal&an daera# !ang erosiī€ƒ dengan %inggir !ang &asar dan "er&em"ang se%erti lesi Ā %rimer dise"ut hens and chickens.

ERITRASA

Eritrasma adala# sala# satu %en!a&it "a&teri &roni& %ada stratum &orneum !ang dise"a"&an ole# Corynebacterium minitussismum ditandai dengan adan!a lesi "eru%a eritema dan s&uama #alus terutama di daera# &etia& dan li%at %a#a. $esi &ulit da%at "eru&uran se"esar miliar sam%ai %la&at. $esi eritros&uamosa' "ers&uamosa #alus &adang)&adang da%at "eru%a da%at terli#at mera&Ā  &e*o&latan ,udimul(a' 20.

e(ala dan tanda+ ,Soe%ardiman' 2/0

1. $esi &ulit da%at "eru&uran se"esar miliar sam%ai %la&at

2. $esi eritros&uamosa "ers&uama #alus &adang)&adang da%at terl i#at mera# &e*o&latan' tergantung Ā %ada area lesi dan -arna &ulit %enderita.

3. Tem%at %redile&si di daera# &etia& dan li%at %a#a. Kadang)&adang "erlo&asi di daera# intertriginosa lain terutama %ada %enderita gemu&.

4. Perluasan lesi terli#at %ada %inggir !ang eritematosa dan ser%iginosa. $esi tida& menim"ul dan tida& terli#a vesi&ulasi. S&uama &ering !ang #alus menutu%i lesi dan %ada %era"aan terasa "erlema&. 5. Eritrasma tida& menim"ul&an &elu#an su"(e&tiī€ƒ &e*uali "ila ter(adi e&sematisasi ole# &arena Ā %enderita "er&eringat "an!a& atau ter(adi maserasi %ada &ulit

PSORIASIS 67$ARIS

Psoriasis vulgaris adala# &ulit !ang dise"a"&an ole# res%on autoimun ti%e 1. Psoriasis vulgaris adala# %en!a&it inī€ƒlamasi %ada &ulit !ang men!e"a"&an %eru"a#an seluler termasu& #i%er%lasia e%idermis' %eru"a#an diī€ƒerensiasi &eratinosit' angiogenesis dan inī€ƒlamasi %ada &ulit ,8#amlan' d&&' 240. Psoriasis adala# &eadaan &ulit !ang tida& normal dimana &ulit %enderita mene"al le"i# *e%at dari &ulit !ang normal. Psoriasis "iasan!a mengenai %ada &ulit &e%ala' lutut' dan si&u' da%at (uga mengenai "agian tu"u# lain termasu& &u&u dan tulang ,A9man' 2:0. e(ala dan tanda + ,D#arma-an' 210

1. atal

2. 7KK+ Pla&' eritema' s&uama te"al' "erla%is)la%is &e%era&an se%erti mi&a' "er"atas tegas' u&uran lenti&ularĀ 

3. Ā Auspitz Sign+ ;i&a s&uama di&ero&' mun*ul "inti& %erdara#an !ang dise"ut %a%ilomatosis

4. Ā Koebner phen+ un*ul lesi "aru !ang isomorī€ƒi& %ada tem%at !ang ter&ena trauma /)14 #ari setela# trauma

5. Ā Fenomena tetesan lilin

PITIRIASSI ROSEA

Pitiriasis rosea adala# %en!a&it &ulit !ang "elum di&eta#ui %en!e"a"n!a' dimulai dengan se"ua# lesi inisial "er"entu& eritema dan s&uama #alus &emudian disusul ole# lesi)lesi !ang le"i# &e*il di "adan'

(3)

lengan' %a#a atas !ang tersusun sesuai dengan li%atan &ulit dan "iasant!aa sem"u# sendiri dalam -a&tu 3) minggu. Teta%i ada #i%otesis !ang mengemu&a&an "a#-a %en!e"a"n!a virus' &arena Ā %en!a&it ini meru%a&an %en!a&it s-asima ,Ā self limiting disease0 ,D(uanda' 2/0. e(ala dan Tanda+

,D#arma-an' 21< 6i(a!a"#as&ar' 20

1. e(ala Prodormal ,=0

2. atal ringan

3. Dia-ali lesi inisial ,herald patchĀ > medalion0+ %la& eritem 2)5 *m dengan s&uama #alus di "agian Ā %inggirn!a oval' "er"atas tegas' lo&asi %ada "adan' le#er' atau e&strimitas %ro&simal.

4. Eru%si se&under mun*ul 2 minggu setela# lesi inisial+ "erlangsung "e"era%a #ari sam%ai 1 #ari' lo&asi di "adan' %unggung !ang dise"ut christmast tree pattern.

5. Pitriasis rosea ati%i&al+ lesi terda%at di -a(a# dan di le#er' lesi %rimer mung&in mun*ul satu) satu > ,)0 > multi%le

9. Pato%siologi o" central healing ?

Central healingĀ Ā adala# %roses %en!em"u#an !ang "erada di "agian tenga# lesi' sedang&an "agian te%i lesi masi# a&tiī€ƒ. 7mumn!acentral healingĀ Ā ter(adi %ada %en!a&it !ang dise"a"&an ole# (amur di&arena&an siī€ƒat (amur !ang tum"u# se*ara radier dan adan!a %rodu&si en9im as%artil %roteinase dan ī€ƒosī€ƒoli%ase !ang "erī€ƒungsi meng#an*ur&an &eratin.

&:un;uiera dan <arneiro, '((=> Price dan Wilson, '((9*. . What the "actor o" red scaly patches ?

kulit beriik !"uama#

Ā @ulit mengalami proses ceratinisasi karena adanya proses mitosis secara terus

menerus, yang dilakukan oleh stratum germinativum yang terdiri atas stratum basale dan bagian bawah stratum spinosum. Proses pergantian ini berlangsung setiap 19)( hari. $amun pada beberapa kasus penyakit kulit ditemukan adanya sisik atau s;uama, hal ini bias disebabkan karena pemendekan siklus &hanya )5 hari* atau peningkatan Ā !umlah sel yang berproli"erasi di stratum germinativum ini. &!ancuira,..*. akibatnya kulit

di permukaan luar belum mengelupas karena belum saatnya tergantikan atau masih tebal, namun dari dalam sudah ada selsel ceratinosit yang siap menggantikan.

Aehingga, timbulah s;uama tersebut.

&:un;uiera dan <arneiro, '((=> Price dan Wilson, '((9*.

=. engapa !amur masih bisa hidup si stratum korneum, padahal stratum korneum secara periodik berganti ? mekanisme deskuamasi ?

Mekanime Dekuamai

Proses pembentukan lapisan tanduk &keratin* dikenal sebagai proses keratinisasi. @eratinosit dimulai dari sel basal mengadakan pembelahan, lalu sel basal akan berpindah ke atas dan berubah bentuknya men!adi sel spinosum, makin ke atas sel men!adi makin gepeng dan bergranula men!adi sel granulosum. akin lama inti menghilang, mengalami apoptosis dan men!adi sel tanduk yang amor". Aelsel yang sudah mengalami keratinisasi akan meluruh dan digantikan dengan sel di bawahnya yang baru sa!a mengalami keratinisasi untuk kemudian meluruh kembali, begitu

seterusnya. Proses ini memakan waktu sekitar empat minggu untuk e pidermis dengan ketebalan (.1 mm

(4)

C. Pato%siologi papules, vesicels ?

. What is mycosis ?

Penyakit yang disebabkan oleh in"eksi !amur, misalnya penyakit kurap

Dorland W. E. $ewman.'((.Kamus Kedokteran Dorland.Fdisi GG2G.:akartaFH< 1(.F4plain classi%cation o" "ungi in"ection or mycosis ?Ā !elaskan satusatu I

IKOSIS

i&osis di&elom%o&&an atas dasar tem%at inī€ƒe&sin!a %ada tu"u# manusia' !aitu mi&osis su%erī€ƒisial' mi&osis &utan' mi&osis su"&utan dan mi&osis sistemi& ,%roī€ƒunda0.

i&osis Su%erī€ƒisial ,non dermato%#!ta0

Adala# inī€ƒe&si !ang dise"a&an ole# (amur !ang men!erang %ada daera# su%erī€ƒisial' !aitu &ulit' ram"ut' &u&u.

1. Tinea versi*olor + eru%a&an inī€ƒe&si ringan !ang nam%a& dan ter(adi a&i"at %ertum"u#an

alasse9ia ī€ƒurī€ƒur !ang tida& ter&endali. Dalam "a#asa lo&al di&enal se"agai %anu. Klinis + un*ul "er*a& %uti# &e&uningan disertai rasa gatal %ada &ulit dada' %unggung'

a?ila le#er dan %erut "agian atas. Daera# !ang terserang a&an mengalami de%igmentasi.

Pen*ega#an + dengan men(aga &e"ersi#an "adan dan %a&aian serta meng#indari %enularan. Pengo"atan + 1 @ selenium sulī€ƒida !ang diguna&an setia% dua #ari selama 15 menit

&emudian di*u*i. Pada &asus !ang "er&aitan dengan &ateter adala# dengan  mengang&at &ateter !ang ter%asang.

2. Tinea nigra + Inī€ƒe&si %ada la%isan &ulit ,stratum &orneum0 a&i"at serangan E?o%#iala -ene*&ii. Klinis + un*ul "er*a&)"er*a& ,ma&ula0 "er-arna *o&lat &e#itaman. er*a& terse"ut terisi

ole# #iī€ƒa "er*a"ang' "erse%ta' dan sel)sel !ang "ertunas' a&an teta%i teta% terli#at datar menem%el %ada &ulit ,tida& mem"entu& "agian !ang menon(ol' se%erti sisi& atau%un rea&si !ang lain0

Pen*ega#an + dengan men(aga &e"ersi#an "adan dan %a&aian serta meng#indari %enularan. Pengo"atan + Pem"erian asam undersilenat atau anti (amur a9ol.

3. Piedra + Da%at di&elom%o&an men(adi 2 !aitu B#ite Piedra dise"a"&an ole# Tri*#os%oron eigelli dan la*& Piedra dia&i"at&an ole# Piedraia #ortae.

Klinis + ter"entu&n!a nodul #itam &eras di se&itar ram"ut &e%ala ,la*& %iedra0 ter"entu& nodul !ang le"i# #alus %ada ram"ut &etia&' &emaluan' (anggut.

Pengo"atan + Pemotongan ram"ut dan %emal&aian anti (amur tro%i&al.

4. Tinea Clavosa + Inī€ƒe&si %ada &ulit &e%ala' &ulit "adan !ang tida& "eram"ut dan "er&u&u dise"a"&an ole# Tri*#o%!ton s*#oenleinii.

Klinis + e(ala a-al "eru%a "inti&)"inti& %uti# %ada &uli &e%ala &emudian mem"esar

mem"entu& &era& !ang "er-arna &uning &otor' Kera& sangat leng&et' "ila diang&at a&an meninggal&an lu&a "asa#. Da%at men!e"a"&an &e"ota&an !ang meneta%. 5. Otom!*osis + Inī€ƒe&si %ada telinga luar dan liang telinga dise"a"&an ole# serangan

As%ergillus' Peni*illium' o*or' R#i9%us' 8andida.

Klinis + mun*u rasa gatal dan sa&it %ada lu"ang telinga dan &ulit se&itar. ;i&a ter(adi inī€ƒe&si s&under ole# "a&teri' a&an men(adi "ernana#.

i&osis Kutan ,dermato%#!ta0

Adala# inī€ƒe&si !ang dise"a&an ole# (amur !ang men!erang %ada daera# su%erī€ƒisial !ang ter&eratinisasi ' !aitu &ulit' ram"ut' &u&u. Tida& &e (aringan !ang le"i# dalam.

1. Tinea %edis ,&a&i atlet0 + Inī€ƒe&si men!erang (aringan antara (ari)(ari &a&i dan "er&em"ang men(adi vesi&el)vesi&el &e*il !ang %e*a# dan mengeluar&an *airan en*er' dise"a"&an ole# Tri*#o%#!ton ru"rum' T. entagro%#!tes' E%idemirmo%#!ton ī€ƒlo**osum.

(5)

Klinis + Kulit antara (ari &a&i mengalami %engelu%asan dan &ulit %e*a#)%e*a#' da%at (uga ter(adi inī€ƒe&si s&under.

Pen*ega#an + ;aga &e"ersi#an "adan dan ling&ungan.

Pengo"atan + Case a&ut + rendam dalam &alium %ermanganat 1 + 5 sam%ai %eradangan mereda' &emudian "eri&an "a#an &imia anti (amur ,asam "en9oat' asam salisilat' &rim asam undersilat' &rim mi&ona9ol0.

ī€ƒase mena#un + eri&an "a#an &imia &rim anti(amur %ada -a&tu malam dan "a#an &imia "eda& anti(amur %ada siang #ari.

2. Tinea Kor%oris' Tinea Kurtis ,Kura%0 + en!erang &ulit tu"u# !ang tida& "eram"ut' dise"a"&an ole# serangan (amur T. Ru"rum' T metagro%#!tes' E. ī€ƒlo**osum. iī€ƒa tum"u# a&tiī€ƒ &e ara# %inggir *in*in stratum &orneum !an "elum terserang.

Klinis + Sering menim"ul&an lesi)lesi anuler &ura%' dengan "agian tenga# "ersisi& di&elilingi ole# %ingiran mera# meninggi sering mengandung voli&el. Ba&tu #iī€ƒa men(adi tua dan memisa#&an diri men(adi artros%ora' sel)sel !ang mengandung artros%#ora mengelu%as' se#inga %ada "e"era%a &asus terda%at "agian tenga# !ang "ersi# %ada lesi &ura%.

Pen*ega#an + ;aga &e"ersi#an "adan dan ling&ungan.

Pengo"atan + una&an asam "en9oat' asam salisilat' &rim asam undersilat' &rim mi&ona9ol.

3. Tinea &a%titis ,&ura% &ulit &e%ala0 + Inī€ƒe&si mi*ros%orum ter(adi %ada masa &ana&)&ana& dan

Ā "iasan!a a&a sem"u# %ada saat memasu&i masa %u"eritas. Sedang&an (i&a inī€ƒe&si dise"a"&an ole# Tri*#o%#!on !ang tida& dio"ati a&an meneta% sam%ai de-asa.

Klinis + inī€ƒe&si dimulai %ada &ulit &e%ala ' selan(utn!a ermoī€ƒita tum"u# &e "a-a# mengi&uti dinding &eratin ī€ƒoli&el ram"ut. Inī€ƒe&si %ada ram"ut ter(adi di atas a&ar ram"ut.

Ram"ut men(adi muda# %ata# dan meningla&na %otongann!a !ang %ende&. Pada Ā "agian &ulit &e%ala !ang "ota& terli#at "entu& &emera#an' edema' "ersisi& dan

mem"entu& vesi&el' %ada &asus !ang le"i# %ara# da%at men!e"a"&an %eradangan dan mengara# %ada mi&osis sistemi&.

Pen*ega#an + ;aga &e"ersi#an "adan dan ling&ungan. Kasus)&asus s%oradis "iasan!a di%erole# dari an(ing atau &u*ing. en*ega# %enggunaan gunting dan alat *u&ur untu& Ā "ersama. indari &onta& dengan orang !ang terinī€ƒe&si.

Pengo"atan + %ada inī€ƒe&si &uli &e%ala ram"ut da%at di*a"ut degan tangan' sering &eramas dan menguna&an &rim anti(amur mi&oni9ol.

i&osis Su"&utan

Adala# Inī€ƒe&si ole# (amur !ang mengenai &ulit' mengenai la%isan "a-a# &ulit meli%uti otot dan Ā (aringan &one&tiī€ƒ ,(aringan su"&utis0 dan tulang.

1. S%orotri*#osis + A&i"at inī€ƒe&si S%orot#ri? s*#en*&ii' !ang meru%a&an (amur degan #a"itat %ada tum"u#) tum"u#an atau &a!u. Invasi ter(adi &e dalam &ulit melalui trauma' &emudian men!e"ar melalui aliran geta# Ā "ening.

Klinis + Ter"entu& a"ses atau tu&a& %ada lo&asi !ang terinī€ƒe&si' eta# "ening men(adi te"al' am%irĀ  tida& di(um%ai rasa sa&it' ter&adang %en!e"aran inī€ƒe&si ter(adi (uga %ada %ersendian dan Ā %aru)%aru. A&i"at se*ara #istologi adala# ter(adin!a %eradangan mena#un' dan ne&rosis. Pengo"atan + Pada &asus inī€ƒe&si da%at sem"u# dengan sendirin!a -alau%un mena#un' mes&i%un

demi&ian da%at (uga di"eri&an Kalium iodida se*ara oral selama "e"era%a minggu.

2. Kromo"lastosis + inī€ƒe&si &ulit granulomatosa %rogresiī€ƒ lam"at !ang dise"a"&an ole# Conse*aea %edrosoi' Cronse*aea *om%a*ta' P#ialo%#ora verru*osa' 8lados%orium *arrionii. a"itat (amur ini adala# di daera# tro%i&' terda%at di dalam tum"u#an atau tana#' di alam "erada dalam &eadaan sa%roī€ƒit.

Klinis + Ter"entu&n!a nodul verru*ous atau %laī€ˆue %ada (aringan su"&utan. ;amur masu& melalui trauma &e dalam &ulit "iasan!a %ada tung&ai atau &a&i' ter"entu& %ertum"u#an miri% &util terse"ar di aliran geta# "ening

Pen*ega#an + Pema&aian se%atu %ada saat "era&tiī€ƒitas di ling&ungan ter"u&a , la%angan tana#' sa-a#' &e"un dll.0

(6)

Pengo"atan + Dila&u&an %em"eda#an %ada &asus lesi !ang &e*il' sedang&an untu& lesi !ang le"i# "esar dila&u&an &emotera%i dengan ī€ƒlusitosin atau itra&ona9ol.

3. !*etoma ,madura ī€ƒoot0 + Inī€ƒe&si %ada (aringan su"&utan !ang dise"a"&an ole# (amur Eum!*oti* m!*etoma dan atau &uman ,mi&roorganisme0 miri% (amur !ang dise"ut A*tinom!*oti* m!*etoma.

Klinis + ditandai dengan %em"eng&a&an se%erti tumor dan adan!a sinus !ang "ernana#. ;amur masu& &e dalam (aringan su"&utan melalui trauma'ter"entu& a"ses !ang da%at meluas

sam%ai otot dan tulang. ;amur terli#at se"agai granula %adat dalam nana#. ;i&a tida& dio"ati ma&a lesi)lesi a&an meneta% dan meluas &e dalam dan &e %eriī€ƒer se#ingga "era&i"at %ada derormitas.

Pen*ega#an + Pema&aian se%atu %ada saat "era&tiī€ƒitas di ling&ungan ter"u&a , la%angan tana#' sa-a#' &e"un dll.0

Pengo"atan + dengan &om"inasi stre%tomisin' trimetro%in)sulī€ƒameto&sa9ol' dan da%son %ada ī€ƒase dini se"elum ter(adi demorī€ƒitas. Pem"uatan drainase melaui %em"eda#an da%at mem"antu Ā %en!em"u#an.

i&osis Sistemi& ,%roī€ƒunda0

Adala# inī€ƒe&si (amur !ang mengenai organ internal dan (aringan se"ela# dalam. Sering&ali

tem%at inī€ƒe&si a-al adala# %aru)%aru' &emudian men!e"ar melalui dara#. asing)masing (amurĀ  *enderung men!erang organ tertentu. Semua (amur "ersiī€ƒat dimorī€ƒi&' artin!a mem%un!ai da!a ada%tasi morī€ƒologi& !ang uni& ter#ada% %ertum"u#an dalam (aringan atau %ertum"u#an %ada su#u 3/o8. i&osis su"&utan a&ut &era%&ali (uga "erdam%a& %ada ter(adin!a mi&osis sistemi&Ā  melalui ter(adin!a inī€ƒe&si s&under.

1. lastomi&osis + inī€ƒe&si !ang ter(adi melalui saluran %ernaī€ƒasan' men!erang %ada &ulit' %aru)%aru' organ vi*era tulang dan sistem s!araī€ƒ !ang dia&i"at&an ole# (amur lastom!*etes dermatitidis dan lastom!*etes Ā "rasieliensi

Klinis + Kasusn!a "ervariasi dari ringan #inga "erat' %ada &asus ringan "iasan!a da%at sem"u# dengan sendirin!a. er"agai ge(ala umum a&i"at mi&osis ini tida& da%at di"eda&an dengan inī€ƒe&si %ernaī€ƒasan "a-a# a&ut lain , demam' "atu&' "er&eringat malam0. ;i&a ter(adi

Ā %en!e"aran ma&a da%at menga&i"at&an tim"uln!a lesi)lesi %ada &ulit di %ermu&aan ter"u&a ,le#er'mu&a' lengan dan &a&i0.

Pengo"atan + melalui %em"erian &eto&ona9ol dan intra&ona9ol selama : "ulan a&an "ermanī€ƒaat.

2. Ko&odiodomi&osis + dise"a"&an ole# 8o**idiodes immitis !ang #idu% di tana#' mi&osis ini men!erang %aru) Ā %aru.

Klinis + Inī€ƒe&si da%at ter(adi melalui in#alasi' ge(ala !ang umum tim"ul adala# demam' "atu&' sa&it &e%ala' &om%le&s ge(ala terse"ut di&enal se"agai demam valle! atau desert r#eumatism' dan Ā "iasan!a da%at sem"u# dengansendirin!a.

Pengo"atan + setela# sem"u# dari inī€ƒe&si %rimer ole# 8o**idiodes immitis "iasan!a tela# ter"entu& imunitas ter#ada% inī€ƒe&si seru%a. Pada &asus %enderita dengan diī€ƒisiensi imun ma&a di"eri&an amī€ƒoterisin  dan dii&uti dengan %em"erian a9ol oral dalam "e"era%a "ulan. 3. ito%lasmosis + Dise"a"&an ole# ito%lasma *a%sulatum' (amur ini #idu% %ada tana# dengan &andungan

nitrogen tinggi ,tana# !ang ter&ontaminasi dengan &otoran unggas atau terna&0

Klinis + Inī€ƒe&si ter(adi melalui %roses %ernaī€ƒasan. Konidia !ang ter#iru% dili%uti ole# ma&rovag areolar a&#ir)n!a "er&em"ang men(adi sel)sel "ertunas. es&i%un inī€ƒe&si da%at men!e"ar se*ara *e%at namun FF@ inī€ƒe&si "ersiī€ƒat asimtomati&. e(ala !ang tim"ul "eru%a sindroma ī€ƒlu !ang da%at sem"u# dengan sendirin!a. Pada &asus %enderita dengan deī€ƒisiensi imun' #i%o%lasmosis da%at "era&i"at %ada ter(adin!a %em"eng&a&an lim%a dan #ati' demam tinggi' anemia. ;uga da%at ter(adi tu&a&)tu&a& %ada #idung' mulut lida#' dan usus #alus.

Pengo"atan + Setela# sem"u# dari inī€ƒe&si ini ma&a a&an ter"entu& imunitas dalam ting&at tertentu !ang men*ega# ter(adin!a inī€ƒe&si seru%a. ;i&a inī€ƒe&si tela# men!e"ar ma&a %em"erian

amī€ƒoterisin  sering &ali da%at men!em"u#&an. A&an teta%i %ada %enderita AIDS di%erlu&an tera%i &#usus.

(7)

4. Para&o&sidiomi&osis + i&osis !ang dia&i"at&an ole# (amur Para*o**idioides "rasiliensis ,lastom!*es Ā "rasiliensis0. Organisme inī€ƒe&tiī€ƒ ter#iru% %ada %roses %ernaī€ƒasan.

Klinis + e(ala !ang terli#at antara lain adala# %em"esaran &elen(ar geta# "ening atau gang)guan gastrointestinal. Pada a-al inī€ƒe&si a&an ter"entu& lesi)lesi %ada %aru)%aru' &emudian Ā %en!e"arann!a ter(adi menu(u lim%a' #ati' sela%ut mu&osa dan &ulit.

Pengo"atan + %em"erian sulī€ƒoamida se*ara oral' ter"u&ti eī€ƒe&tiī€ƒ %ada Para&o&sidiomi&osis ringan' (i&a Ā %enaganan terse"ut "elum menun(u&&an #asil !ang "erarti ma&a di"eri&an &eto)&ona9ol'

sedang&an %ada &asus !ang le"i# "erat' ma&a diguna&an Amī€ƒoterisin

Institute ī€ƒor International 8oo%eration in Animal iologi*s > T#e 8enter ī€ƒor Cood Se*urit! and Pu"li* ealt# Io-a State 7niversit!. Dermato%#!tosis. Availa"le ī€ƒrom 7R$ #tt%+>>---.*ī€ƒs%#.iastate.edu ,last u%dated in 25< a**essed August 23' 2110

11.What are the "actor that aJect growth o" "ungi ?

enurut Petrus '((9 6 #tama '((5 "aktor yang mempengaruhi adalah udara yang lembab, lingkungan yang padat, sosial ekonomi yang rendah, adanya sumber

penularan disekitarnya, obesitas, penyakit sistemik, penggunaan obat antibiotik, steroid, sitostatika yang tidak terkendali.

Modifikasi Green 1980 (Notoatmojo,2003) & Model segitiga epidemiologi Jon Goron (!"#aris & $ristia%an,2009) 1 'aktor ir"lensi dari dermatofita

ī€ƒir"lensi ini tergant"ng pada afinitas jam"r it", apaka jam"r *ntropofilik, +oofilik ata" Geofilik !elain afinitas ini masingmasing Ā jenis jam"r ini #er#eda p"la sat" dengan -ang lain dalam afinitas teradap man"sia ma"p"n #agian#agian dari t"#" Misaln-a .

/rikofiton r"#r"m jarang men-erang ram#"t, pidermatofiton flokos"m paling sering men-erang lipat pada #agian dalam 2 'aktor tra"ma

$"lit -ang "t" tanpa lesilesi keil, le#i s"sa "nt"k terserang jam"r 3 'aktors"" dan kelem#a#an

$ed"a faktor ini sangat jelas #erpengar" teradap infeksi jam"r, tampak pada lokalisasi ata" lokal, di mana #an-ak keringat seperti lipat paa dan selasela jari paling sering terserang pen-akit jam"r ini

 $eadaan sosial serta k"rangn-a ke#ersian

'aktor ini memegang peranan penting pada infeksi jam"r di mana terliat insiden pen-akit jam"r pada golongan sosial dan ekonomi -ang le#i renda, pen-akit ini le#i sering ditem"kan di#anding golongan sosial dan ekonomi -ang le#i #aik ī€ˆī€ 'aktor "m"r dan jenis kelamin

4en-akit /inea kapitis le#i sering ditem"kan pada anakanak di#andingkan orang de%asa, dan pada %anita le#i sering ditem"kan infeksi jam"r di selasela jari di#anding pria dan al ini #an-ak #er"#"ngan dengan pekerjaan 5i samping

(8)

faktorfaktor tadi masi ada faktorfaktor lain seperti faktor perlind"ngan t"#" (topi, sepat" dan se#again-a) , faktor transpirasi serta pemakaian pakaian -ang ser#a nilan, dapat memperm"da pen-akit jam"r ini

http33repository.usu.ac.id3bitstream

1'.What are therapy o" disease skenario ? pemeriksaan penun!ang I

a. Penggolongan o"at ;amur To%i&al

O"at (amur &ulit !ang ada di Indonesia ' antara lain+ 1. riseoī€ƒulvin

O"at ini eī€ƒe&tiī€ƒ untu& inī€ƒe&si (amur di &ulit' ram"ut' dan &u&u !ang dise"a"&an "er"agai (amurĀ  dermatoī€ƒit se%erti Tri*#o%#!ton' E%idermo%#!ton' dan i*ros%orum. riseoī€ƒulvin "e&er(a dengan meng#am"at mitoisi (amur dengan mengi&at %rotein mi&rotu"uler dalam sel.

2. Imida9ol dan Tria9ol

O"at (amur golongan imida9ol mem%un!ai s%e&trum !ang luas. Kelom%o& ini adala# mi&ona9ol' &lotrima9ol' e&ona9ol' iso&ona9ol' tio&ona9ol' dan "iī€ƒona9ol. Ang&a %en!em"u#an tinea %edis dengan mi&ona9ol se"esar F5@.

3. Tolnaī€ƒtat

Tolnaī€ƒtat meru%a&an suatu tio&ar"amat !ang eī€ƒe&tiī€ƒ untu& se"agian "esar dermatoī€ƒitosis !ang dise"a"&an T. Ru"rum' T. metagro%#ites' T. tonsurans' E. Clo**osum' .*anis' . Auduoini dan P.or"i*ulare ta%i tida& eī€ƒe&tiī€ƒ ter#ada% *andida. Ang&a %en!em"u#an tolnaī€ƒtat %ada tinea %edis se"esarĀ  @.

4. Ā Nistatin

O"at ini meru%a&an suatu anti"ioti& %olien !ang di#asil&an ole#Streptomyces noursei. Nistatin terutama diguna&an inī€ƒe&si &andida di &ulit' sela%ut lendir dan saluran *erna.

5. $ainn!a

&andisidin' asam "en9oat dan asam salisilat' asam uindesilat' #alo%rogin' natamisin' si&lo%iro&solamin.

Pada inī€ƒe&si umum' (amur terse"ar di tu"u# atau menga&i"at&an inī€ƒe&si dalam organ tu"u#' !ang &adang)&adang da%at mem"a#a!a&an (i-a.

Ā ". Penggolongan O"at ;amur Sistemi&Ā  O"at (amur untu& inī€ƒe&si (amur sistemi&+

1. Amī€ƒoterisin . O"at ini da%at meng#am"at a&tivitasĀ Histoplasma capsulatum, Cryptococcus neoformans, Coccidioides immitis' "e"era%a s%esies 8andida'orulopsis glabrata, Ā !hodotorula, "lastomyces dermatitis, #aracoc braziliensis' "e"era%a strain As%ergillus'Sporotrichum Ā schenckii, $icrosporum audiouini dan s%esies Tri*#o%#!ton.

2. Clusitosin. O"at ini eī€ƒe&tiī€ƒ untu& %engo"atan Kri%to&o&osis' Kandidosis' Kromomi&osis' Torulo%sis dan As%ergilosis.

3. Keto&ona9ol dan Tria9ol. Se"agai turunan Imida9ol' Keto&ona9ol mem%un!ai a&tivitas anti (amur "ai& sistemi& mau%un nonsistemi&' Eī€ƒe&tiī€ƒ ter#ada%Candida, Coccioides immitis, Cryptococcus neoformans, H.capsulatum, ".dermatitidis, AspergillusĀ dan Sporothri%.

4. Kalium Iodida adala# o"at ter%ili# untu& Cutaneous lymphatic sporotrichosis.

Inī€ƒe&si (amur ,mi&osis0 sistemi& (arang di(um%ai' teta%i "er"a#a!a dan siī€ƒatn!a &ronis. Amī€ƒoterisin  meru%a&an o"at (amur !ang eī€ƒe&tiī€ƒ untu& inī€ƒe&si sistemi& !ang "erat. Di&arena&an to&sisitasn!a' o"at ini #arus di"eri&an dengan inī€ƒus di ruma# sa&it ole# tenaga medis !ang &om%eten.Amī€ƒoterisin  Ā "eri&atan &uat dengan sterol !ang terda%at %ada mem"ran sel (amur. I&atan ini a&an men!e"a"&an

(9)

teta% %ada sel.Disam%ing Amī€ƒoterisin ' Keto&ona9ol adala# suatu o"at (amur untu& inī€ƒe&si sistemi&Ā  !ang "ers%e&trum luas.

,a#ri dan Set!a"udi' 250

Pemeriksaan Penun!ang Pengecatan @ī€ƒ+

<D5 <7 Acan

Referensi

Dokumen terkait