Dalam bab ini akan dibahas hasil temuan-temuan dari masing-masing. empiris yang diperoleh di lapangan selama penelitian. Pada bagian ini berisi

Teks penuh

(1)

Dalam bab ini akan dibahas hasil temuan-temuan dari masing-masing lokasi penelitian dan dianalisis secara lintas situs. Analisis lintas situs ini dilakukan untuk mengkonstruksikan konsep yang didasarkan pada informasi empiris yang diperoleh di lapangan selama penelitian. Pada bagian ini berisi tentang: (1) Strategi pembelajaran PAI berbasis Kurikulum 2013 dalam membentuk karakter peserta didik (2) Pendekatan pembelajaran PAI berbasis Kurikulum 2013 dalam membentuk karakter peserta didik (3) Metode pembelajaran PAI berbasis Kurikulum 2013 dalam membentuk karakter peserta didik (4)Teknik pebelajaran PAI berbasis Kurikulum 2013 dalam membentuk karakter peserta didik.

A. Pendekatan pembelajaran PAI berbasis Kurikulum 2013 dalam

membentuk karakter peserta didik

Menurut Suherman pendekatan pembelajaran adalah suatu jalab ,cara atau kebijaksanaan yang ditempuh oleh guru atau siswa dalam pencapaian tujuan pembelajarab dilihat dari sudut bagaimana proses pembelajaran atau materi pembelajarab itu,umum atau khusus .1

Berdasarkan hasil penelitian, SMAN 1 Panggul Trenggalek yang telah menerapkan pendekatan pembelajaran PAI berbasis Kurikulum 2013 dalam membentuk karakter peserta didik, yaitu:

1. Pendekatan spiritual

Pendekatan spiritual adalah pembelajaran yang dikembangkan dengan

1ErmanSuherman, et all, StrategiPembelajaranMatematikaKontemporer, (Bandung: FMIPA ,

(2)
(3)

pengembangan kecerdasan spiritual (SQ) dalam menerima, menghayati, menyadari, dan mengamalkan nilai-nilai dan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dilakukan dengan:

a) Memperbanyak berbagi pengalaman atau curhat pendapat antara pendidik dan peserta didik tentang hal-hal yang bisa menumbuh kembangkan keyakinan akan kebenaran Islam.2

Dengan melakukan curhat pendapat atau berbagi pengalaman tentang hal-hal yang berkaitan dengan keyakinan atau keimanan maka secara langsung kecerdasan spiritual pesertadidik akan tumbuh. Dengan dasar tumbuhnya spiritual ini maka peserta didik akan lebih mudah menerima nilai-nilai kebenaran tentang Islam yang disampaikan, sehingga dapat memudahkan terbentuknya karakter pada peserta didik.

b) Mengadakan penyegaran dengan menghadirkan figure/ustadz dari luar sekolah atau tokoh masyarakat.3

Sesuatu yang dikemas dengan tampilan yang berbeda atau baru akan memiliki daya tarik tersendiri bagi peserta didik. Jika pendidik yang menyampaikan kebaikan, terlihat biasa bagi peserta didik. Namun jika yang menyampaikan kebaikan tersebut seseorang dari luar lingkungan lembaga (figur atau ustadz) dan menggunakan metode yang berbeda dalam penyampaiannya, maka kemungkinan terdapat pengaruh yang besar terhadap proses peningkatan keimanan peserta didik.

2 Tim DosenFakultas UIN Maliki Malang, Materi PLPG, (Malang: UIN Maliki Press, 2012), hlm

197

3

(4)

c) Mengadakan ceramah dan tanya jawab tentang keagamaan.4

Ceramah yang dalam prosesnya terdapat tanya jawab, sangat berpotensi menjadikan suasana pembelajaran aktif dan menarik terutama dalam bidang keagamaan yang sangat berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Dari proses tanya jawab itu akan memunculkan pandangan baru yang dapat membentuk karakter peserta didik.

2. Pendekatan ketaladanan

Pendekatan keteladanan adalah pembelajaran yang dikembangkan dengan memberikan peranan figur personal sebagai wujud nilai-nilai ajaran Islam, agar peserta didik bisa melihat, merasakan, menyadari, menerima dan mencontoh untuk mengamalkan nilai-nilai yang dipelajari. Hal ini dilakukan dengan :

a) Pendidik pendidikan agama Islam bisa menjadi contoh/teladan atau percontohan bagi peserta didik lainnya dalam hal kebaikan.5

Dalam pembentukan karakter peserta didik, pendidik memberikan contoh bagi peserta didik yang lainnya dalam berbagai aktifitas. Maka dari itu pendidik agama Islam harus memiliki kriteria khusus sehingga layaknya dijadikan ontoh bagi peserta didik yang lainnya. b) Sering menceritakan tokoh Islam atau tokoh nasional yang sukses

karena berakhlak mulia.6

4Ibid ……… hlm 71

5 Mahmud Yunus, Metodik Khusus Pendidikan Agama, (Jakarta: Hidakarya Agung, 1999) hlm 35 6

(5)

3. Pendekatan pembiasaan

Pendekatan pembiasaan adalah pembelajaran yang dikembangkan dengan cara memberi peran terhadap lingkungan belajar (di sekolah maupun di luar sekolah) dalam membangun mental dan komunitas yang Islami sesuai dengan kesanggupan peserta didik dalam mengamalkan dan mewujudkan nilai-nilai ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dilakukan dengan:

a) Mengembangkan kegiatan disiplin dalam memarkir kendaraan b) Membaca dan menghafal surat-surat pendek (juz Amma)

c) Membiasakan sholat duha dan membiasakan sholat dhuhur berjama’ah

d) Mengembangkan sikap jujur di dalam kantin sekolah serta antri sesuai datangnya.

Aktifitas memaksa yang dimaksud adalah berupa aturan dan tata tertib yang baik mendukung kepada pendukung dalam membentuk karakter peserta didik harus didukung oleh semua pihak. Pendekatan pembiasaan diterapkan agar peserta didik terbiasa melakukan berbagai aktifitas yang direncanakan oleh lembaga sehingga dengan pembiasaan itu lama-lama akan terbentuknya karakter yang baik akan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.7

Menurut pengamatan peneliti, SMAN 1 Panggul Trenggalek menerapkan 2 pendekatan yaitu: (1) Pendekatan kontruktivisme (2) Pendekatan pemecahan masalah.

7

(6)

Secara umum, proses pembelajaran yang dilakukan di SMAN 1 Panggul Trenggalek telah melaksanakan kriteria pembelajaran aktif dan kreatif. Sehingga peneliti dapat mengamati bahwa peran pendidik sebagai fasilitator sementara peserta didik terlibat aktif dalam pembelajaran sebagai subyek belajar dengan menggunakan kemampuan berfikir kritis secara optimal sehingga terjadilah proses belajar yang efektif dan hasil belajar yang diharapkan.

B. Metode pembelajaran PAI berbasis Kurikulum 2013 dalam membentuk

karakter peserta didik

Metode pembelajaran dapat diartikan sebagai cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam bentuk kegiatan nyata dan praktis untuk mencapai tujuan pembelajaran.8

SMAN 1 Panggul Trenggalek telah menerapkan metode pembelajaran pendidikan agama Islam yang aktif, kreatif dan inovatif. SMAN 1 Panggul Trenggalek menerapkan metode ceramah, tanya jawab, diskusi, literasi dan pemecahan masalah.

Pembelajaran pendidikan agama Islam diawali dengan kegiatan pendahuluan yang diawali dengan do’a, apersepsi dan membaca Al-Quran selama 10 menit, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan inti yaitu pendidik menyampaikan tujuan menjelaskan materi kepada peserta didik dan diakhiri dengan kegiatan penutup, yaitu pendidik bersama peserta didik menyimpulkan materi yang dipelajari. Kedudukan strategi dalam

8 Syafrudin Nurdin dan Andrianto, KurikulumdanPembelajaran, (Jakarta: rajawali Pres, 2016).

(7)

pembelajaran merupakan rencana, aturan-aturan, langkah-langkah serta sarana yang prakteknya akan diperankan dan akan dilalui dari pembukaan sampai penutupan dalam proses pembelajaran di dalam kelas guna merealisasikan tujuan.

Pada saat kegiatan pembelajaran pendidikan agama Islam berlangsung metode yang digunakan pendidik adalah :

1. Ceramah

Ceramah adalah sebuah bentuk interaksi melalui penerangan dan penuturan lisan dari pendidik kepada peserta didik yang bisa dilakukan dengan menggunakan alat bantu seperti gambar atau audio visual lainnya. Hal ini dilakukan dengan diawali sebagai pembuka dan menyampaikan tujuan pembelajaran dan diakhir dalam menyimpulkan.9 Metode ceramah diterapkan dalam pembelajaran untuk memberikan wawasan tentang materi, siraman rohani, penguatan akan nilai-nilai kebenaran yang dimungkinkan peserta didik mengikutinya.

2. Tanya jawab

Tanya jawab adalah bentuk pembelajaran yang terjadi hubungan dua arah antara pendidik dan peserta didik yang diharapkan muncul karakter atau akhlak yang baik, yaitu berani karena benar, tanggung jawab, keterbukaan, dan semangat yang tinggi. Hal ini digunakan untuk memperkaya wawasan dan respon peserta didik.10 Metode tanya jawab diterapkan agar dalam pembelajaran terjadi hubungan dua arah antara pendidik dan peserta didik sehingga dapat memunculkan karakter atau akhlak yang baik yaitu berani

9Syaiful sagala, Konsep …………..hlm 201 10Ibid, …….hlm 203

(8)

karena benar, tanggung jawab, keterbukaan, dan semangat yang tinggi. 3. Diskusi

Interaksi antara dua orang atau lebih (kelompok)dalam bentuk ilmu atau pengetahuan yang pada akhirnyaakan memberikan rasa pemahaman yang baik dan benar. Diskusi adalah proses penglihatan dua atau lebih individu yang berinteraksi secara verbal dan saling berhadapan muka mengenai tujuan atau sasaran yang sudah tertentu melalui cara tukar menukar informasi, mempertahankan pendapat atau pemecahan masalah. Diskusi juga dapat diartikan sebagai suatu pertemuan ilmiah untuk bertukar pikiran mengenai suatu masalah.

Metode ini pendidik memberi kesempatan kepada para siswa (kelompok-kelompok siswa) untuk mengadakan perbincangan ilmiah guna mengumpulkan pendapat, membuat kesimpulan, atau menyusun berbagai alternatife pemecahan atas suatu masalah yang bisa berupa pernyataan atau pertanyaan yang bersifat problematik.

4. Demontrasi

Demontrasi adalah pertunjukan tentang proses terjadinya suatu peristiwa atau benda sampai pada penampilan tingkah laku yang dicontohkan agar dapat diketahui dan dipahami oleh peserta didik secara nyata atau tiruannya. Hal ini diterapkan dalam materi tertentu yang berbentuk praktik baik ibadah maupun muamalah.11 Metode demontrasi diterapkan agar peserta didik bisa mempraktekkan apa yang awalnya hanya dipahami hingga akhirnya peserta didik mampu menjalani sesuatu

(9)

yang bersifat amaliyah serta bisa dikoreksi dan dibenarkan jika terjadi suatu kesalahan.

5. Literasi

Literasi secara bahasa adalah keberaksaraan, yaitu kemampuan menulis dan membaca. Dalam bahasa inggris, literacy artinya kemampuan membaca dan menulis (the ability to read and write) dan “kompetensi atau pengetahuan di bidang khusus” (competence or knowledge in a specified area).

6. Pemecahan masalah

Pemecahan masalah adalah suatu aktifitas yang mengarahkan peserta didik berfikir kreatif dan produktif atas berbagai permasalahan yang muncul sehingga dapat menyikapi dan memberikan penyelesaian atau solusi dengan bijaksana dan tidak menyimpang dari ajaran Islam. Hal ini dikembangkan dangan pancingan permasalahan yang factual bisa dimunculkan oleh pendidik maupun peserta didik.12 Metode pemecahan masalah diterapkan agar peserta didik terbiasa berfikir kreatif dengan permasalahan hidup dan mampu mengatasinya dengan bijaksana dan tidak menyimpang dari ajaran Islam.

Beberapa metode pembelajaran pendidikan agama Islam yang diterapkan tersebut memiliki peranan yang besar terhadap pencapaian tujuan pembelajaran. hal ini disebabkan metode merupakan seperangkat prosedur yang bisa ditempuh dalam pelaksanaan pembelajaran sehingga sesuai dengan asumsi dasar yang dipikirkan.13

12 Mahmud Yunus, Metode ………… hlm 15 13

(10)

Menurut Noeng Muhajir dalam Muhaimin ada empat metode sebagai penjabaran dari pendekatan pembelajaran pendidikan agama Islam yang berorientasi pada penanaman nilai, yaitu metode dogmatic, metode deduktif, metode induktif dan metode refleftif.14

1) Metode dogmatic

Dengan metode dogmatik, peserta didik diasumsikan mau menerima nilai-nilai kebaikan dan kebenaran yang disampaikan oleh pendidik tanpa mempersoalkan hakekat kebenaran itu secara rasional. 2) Metode deduktif

Dengan metode deduktif, peserta didik diasumsikan memahami permasalahan atau kasus-kasus yang terjadi di masyarakat dan selanjutnya mengaitkannya dengan konsep tentang nilai-nilai kebenaran yang sesuai dengan ajaran agama.15

3) Metode induktif

Dengan metode induktif ini diasumsikan bahwa peserta didik memahami konsep dasar materi pelajaran agama, kemudian dengan pemahamannya tersebut peserta didik mengamati kasus-kasus yang berada dalam kehidupan masyarakat sehari-hari dan mengaitkannya dengan mataeri yang sedang dikaji.16

4) Metode reflektif

Dengan metode reflektif ini dharapkan pembelajaran lebih luwes, karena metode reflektif adalam campuran antara deduktif dan induktif. Metode diterapkan harus senantiasa berprinsip pembelajaran

14Muhaimin, Paradigma Pendidikan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2004), hlm 174 15Mahmud Yunus, Metodik ………hlm 14

16

(11)

yang menyenangkan (PAKEM).

C. Teknik pembelajaran PAI berbasis Kurikulum 2013 dalam membentuk

karakter peserta didik

Teknik pembelajaran merupakan cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode secara spesifik.17 Teknik pembelajaran yang dipergunakan di SMAN 1 Panggul Trenggalek adalah teknik internalisasi (menyimak merespon, menanggapi dan membiasakan), teknik bertanya, teknik diskusi, serta teknik terbimbing. Dengan penggunaan teknik pembelajaran yang tepat diharapkan peserta didik dapat menyerap materi dengan baik, sehingga tercapai tujuan pembelajaran yang diharapkan.

Teknik pembelajaran merupakan wujud konkret dari penggunaan pendekatan dan metode. Dari penuturan di atas dapat disimpulkan bahwa anatara pendekatan, metode dan teknik merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan walaupun secara konseptual dapat dibedakan. Bahkan dalam satu kegiatan pembelajaranpun tidak mungkin pendidik menggunakan satu teknik untuk dapat mewujudkan pembelajaran yang baik, tetapi suatu pembelajaran menuntut pemanfaatan berbagai teknik baik pada tahap perancangan maupun pada pelaksanaan pembelajaran berlangsung.

Teknik menjelaskan dipergunakan pendidik untuk menyampaikan materi pelajaran pada awal pertemuan sedangkan untuk teknik tanya jawab dipergunakan untuk mengetahui sejauh mana peserta didik menyerap materi, selanjutnya untuk masuk materi bisa mempergunakan teknik diskusi atau

17Huri Suhendri “Pengaruh Metode problem solving Terhadap hasil Belajar ditinjau dari

(12)

teknik terbimbing artinya pendidik membimbing peserta didik dalam proses memahamimateri yang sedang berlangsung.

D. Hambatan dalam penerapan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Peserta Didik di SMAN 1 Panggul Trenggalek

1. Pendidik/guru banyak salah kaprah, karena beranggapan dengan kurikulum 2013 guru tidak perlu menjelaskan materi kepada peserta didik/siswa di kelas, padahal banyak mata pelajaran yang harus tetap ada penjelasan dari pendidik/guru.

2. Banyak sekali pendidik/guru yang belum siap secara mental dengan kurikulum 2013 ini, karena kurikulum ini menuntut pendidik/guru lebih kreatif, pada kenyataannya sangat sedikit para pendidik/guru yang seperti itu, sehingga membutuhkan waktu yang panjang agar bisa membuka cakrawala berfikir pendidik/guru, dan salah satunya dengan pelatihan-pelatihan dan pendidikan agar merubah paradigmaguru sebagai pemberi materi menjadi pendidik/guru yang dapat memotivasi siswa agar kreatif.

3. Kurangnya pemahaman pendidik/guru dengan konsep pendekatan scientific,Pendidik/guru tidak banyak yang menguasai penilaian autentik hingga sistem penilaian sikap dan ketrampilan.

4. Tugas menganalisis SKL, KI, KD buku peserta didik/siswa dan buku pendidik/guru belum sepenuhnya dikerjakan oleh guru, dan banyaknya pendidik/guru yang hanya menjadi plagiat dalam kasus ini.

5. Sebagian besar pendidik masih terbiasa menggunakan cara konvensional 6.Otonomi lembaga sekolah dalam pengembangan kurikulum berkurang,

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :