• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEDOMAN RUMAH TANGGA PAROKI MARIA KUSUMA KARMEL. (Ad Experimentum) Jakarta, 31 Desember 2012

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEDOMAN RUMAH TANGGA PAROKI MARIA KUSUMA KARMEL. (Ad Experimentum) Jakarta, 31 Desember 2012"

Copied!
207
0
0

Teks penuh

(1)

PAROKI MARIA KUSUMA KARMEL

(Ad Experimentum)

Jakarta, 31 Desember 2012 Jl. Kusuma No. 1 Kaveling DKI

Kecamatan Kembangan, Kelurahan Meruya Selatan Jakarta Barat (11650)

(2)
(3)

BAB 1 - KETENTUAN UMUM ...5

Pasal 1 - Istilah

BAB 2 - DASAR DAN PELAYAN ...7

Pasal 2 - Dasar Pedoman Rumah Tangga Paroki Pasal 3 - Wilayah Pelayanan Paroki

Pasal 4 - Tempat Kedudukan Pasal 5 - Nama Pelindung Pasal 6 - Logo Paroki

Pasal 7 - Pokok Perhatian Paroki Pasal 8 - Panca Tugas Gereja

BAB 3 - ORGANISASI DEWAN PAROKI ... 15

Pasal 9 - Paroki Pasal 10 - Umat Paroki Pasal 11 - Dewan Paroki

Pasal 12 - Dewan Paroki Harian Pasal 13 - Dewan Paroki Inti Pasal 14 - Dewan Paroki Pleno Pasal 15 - Wilayah

Pasal 16 - Lingkungan Pasal 17 - Seksi Pasal 18 - Bagian

Pasal 19 - Kelompok Kategorial Pasal 20 - Komunitas Religius

Pasal 21 - Organisasi dan Perkumpulan Katolik Pasal 22 - Pastor Paroki

(4)

ii

Pasal 27 - Keuangan Stasi

BAB 5 - TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

DEWAN PAROKI HARIAN ... 31

Pasal 28 - Tugas dan Tanggung Jawab DPH

Pasal 29 - Tugas dan Tanggung Jawab Ketua Umum Pasal 30 - Tugas dan Tanggung Jawab Ketua

Pasal 31 - Tugas dan Tanggung Jawab Wakil Ketua Pasal 32 - Tugas dan Tanggung Jawab Sekretaris 1 Pasal 33 - Tugas dan Tanggung Jawab Sekretaris 2 Pasal 34 - Tugas dan Tanggung Jawab Bendahara 1 Pasal 35 - Tugas dan Tanggung Jawab Bendahara 2 Pasal 36 - Tugas dan Tanggung Jawab anggota

BAB 6 - PENGURUS WILAYAH

DAN LINGKUNGAN ... 39

Pasal 37 - Susunan Pengurus Wilayah Pasal 38 - Tugas Pengurus Wilayah Pasal 39 - Susunan Pengurus Lingkungan Pasal 40 - Tugas Pengurus Lingkungan Pasal 41 - Tugas Sekretaris Lingkungan Pasal 42 - Tugas Bendahara Lingkungan Pasal 43 - Tugas Seksi yang ada di Lingkungan

BAB 7 - SEKSI ... 49

Pasal 44 - Susunan Pengurus Seksi Pasal 45 - Tugas Pengurus Seksi Pasal 46 - Dana Seksi

(5)

Pasal 50 - Seksi Katekese

Pasal 51 - Seksi Kerasulan Kitab Suci Pasal 52 - Seksi Komunikasi Sosial

Pasal 53 - Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Pasal 54 - Seksi Pendidikan

Pasal 55 - Seksi Kesehatan Pasal 56 - Seksi Panggilan

Pasal 57 - Seksi Kerasulan Keluarga Pasal 58 - Seksi Kerasulan Awam Pasal 59 - Seksi Kerasulan Doa Pasal 60 - Seksi Prodiakon

Pasal 61 - Seksi Lingkungan Hidup

Pasal 62 - Seksi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK)

Pasal 63 - Seksi Kepemudaan Pasal 64 - Seksi Lansia

BAB 8 - BAGIAN DAN UNIT PELAYANAN ... 77

Pasal 65 - Pengurus Bagian Pasal 66 - Jenis Bagian

Pasal 67 - Unit Kerja di luar Bagian

BAB 9 - PEMILIHAN, PENGANGKATAN

DAN MASA JABATAN

KEPENGURUSAN DEWAN PAROKI ... 83

Pasal 68 - Kualifikasi Calon Pasal 69 - Jadwal Pemilihan Pasal 70 - Tata Cara Pemilihan

Pasal 71 - Pengangkatan dan Pelantikan Pasal 72 - Masa Jabatan

(6)

iv

Pasal 77 - Penyusunan Rencana Kegiatan

BAB 11 - RAPAT DAN PERTEMUAN... 99

Pasal 78 - Istilah Rapat dan Pertemuan Pasal 79 - Rapat Dewan Paroki Harian Pasal 80 - Rapat Dewan Paroki Inti Pasal 81 - Rapat Dewan Paroki Pleno Pasal 82 - Rapat Dewan Wilayah Pasal 83 - Rapat Dewan Lingkungan Pasal 84 - Rapat Seksi/Bagian/Kategorial Pasal 85 - Rapat Lain-lain

Pasal 86 - Risalah dan Notulen Pasal 87 - Ketidakhadiran Pasal 88 - Kuorum

Pasal 89 - Pengambilan Keputusan Pasal 90 - Batas Wewenang

BAB 12 - LAPORAN ... 107

Pasal 91 - Laporan Dewan Paroki Harian Pasal 92 - Laporan Wilayah dan Lingkungan Pasal 93 - Laporan Seksi/Bagian/Kategorial Pasal 94 - Laporan Panitia

BAB 13 - KEPANITIAN ... 111

Pasal 95 - Pembentukan Panitia Pasal 96 - Jenis Panitia

(7)

Pasal 100 - Dana Panitia

BAB 14 - TIM AHLI ... 115

Pasal 101 - Pengertian dan Pembentukan Pasal 102 - Masa Kerja Tim Ahli

Pasal 103 - Tugas Tim Ahli

BAB 15 - SEKRETARIAT PAROKI ... 117

Pasal 104 - Koordinator dan Staf Pasal 105 - Tugas Sekretariat Paroki Pasal 106 - Surat Menyurat

Pasal 107 - Pedoman Pengesahan Dokumen/Surat Pasal 108 - Arsip Paroki

BAB 16 - KEUANGAN DAN HARTA BENDA

PAROKI ... 121

Pasal 109 - Sumber Keuangan Paroki Pasal 110 - Kolekte

Pasal 111 - Stipendium Pasal 112 - Iura Stolae

Pasal 113 - Pengelolaan Keuangan Lingkungan Pasal 114 - Pengelolaan Keuangan Wilayah Pasal 115 - Pengelolaan Keuangan Paroki Pasal 116 - Tim Bendahara

Pasal 117 - Rencana Anggaran Tahunan Pasal 118 - Pengeluaran Anggaran Pasal 119 - Daftar Inventaris

(8)

vi

BAB 18 - KETENTUAN TAMBAHAN ... 137

Pasal 123 - Kebijakan dan Pedoman Pelayanan

Pastoral Paroki Maria Kusuma Karmel

BAB 19 - KETENTUAN PENUTUP ... 147

Pasal 124 - Penutup

(9)

PERATURAN DEWAN PAROKI MARIA KUSUMA KARMEL

NO. 063/INT/DP.MKK-7/I/12

TENTANG

PEDOMAN RUMAH TANGGA

PAROKI MARIA KUSUMA KARMEL

Menimbang : 1. Bahwa dalam melanjutkan rencana

penyelamatan manusia, Allah telah mengutus Putra-Nya sendiri, Yesus Kristus untuk menjalankan tugas perutusan-Nya.

2. Melalui Yesus, Allah memanggil seluruh umat manusia menjadi umat-Nya, dan

diberi tugas melanjutkan karya

penyelamatan-Nya.

3. Bahwa tekad bersama umat untuk

menjadikan Gereja di dalam Kristus bagaikan Sakramen, yaitu tanda dan sarana kesatuan umat manusia dengan Allah dan persatuan seluruh umat manusia, perlu diwujudkan secara konkrit dalam kehidupan sehari-hari. 4. Bahwa Pedoman Dasar Dewan Paroki

dan Perubahan Anggaran Dasar PGDP KAJ tahun 2008 disusun sebagai pedoman bagi Dewan Paroki dalam melaksanakan tugas perutusannya, dan

(10)

atas, perlu dilengkapi dengan Pedoman Rumah Tangga untuk masing-masing Paroki.

5. Bahwa perlu adanya pijakan, arah, dan petunjuk umum bagi Dewan Paroki dalam melaksanakan seluruh kegiatan pelayanan, serta untuk memberikan pengetahuan tentang tata organisasi kepada seluruh umat di Paroki Maria Kusuma Karmel.

6. Bahwa Paroki Maria Kusuma Karmel dengan jumlah umat yang semakin banyak dan bervariasi memerlukan suatu Pedoman Rumah Tangga Paroki, agar Dewan Paroki dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya.

Mengingat : 1. Surat Keputusan Uskup Keuskupan

Agung Jakarta pada tanggal 14 Desember 1992 tentang penetapan berdirinya Paroki Maria Kusuma Karmel.

2. Pedoman Dasar Dewan Paroki dan

Perubahan Anggaran Dasar PGDP Keuskupan Agung Jakarta tahun 2008.

3. Rancangan Keputusan Dewan Paroki

Pleno no. IV/DPP/1998, tanggal 22 November 1998, tentang Peraturan Rumah Tangga Paroki Meruya.

(11)

Memerhatikan : 1. Saran-saran dari berbagai kalangan baik di dalam maupun di luar Paroki Maria Kusuma Karmel.

2. Hasil keputusan rapat Dewan Paroki Harian pada hari Jumat, tanggal 12 Oktober 2012

Memutuskan : Menetapkan :

PERATURAN DEWAN PAROKI MARIA KUSUMA KARMEL TENTANG

PEDOMAN RUMAH TANGGA PAROKI MARIA KUSUMA KARMEL

(12)
(13)

BAB I

KETENTUAN UMUM

Pasal 1

I s t i l a h

Dalam Pedoman Rumah Tangga Paroki Maria Kusuma Karmel, yang dimaksud dengan :

1. GEREJA

Gereja adalah persekutuan umat Allah yang percaya kepada Kristus dan menerima pembaptisan. Melalui pembaptisan itu, seluruh umat Allah dipersatukan secara erat dengan Kristus menjadi anggota tubuh mistik Kristus dan kenisah Roh Kudus. Sebagai anggota tubuh mistik Kristus, seluruh umat Allah yang diperlengkapi dengan anugerah rahmat Roh Kudus, dengan caranya sendiri mengambil bagian dalam tritugas jabatan Kristus yaitu sebagai imam, nabi, dan raja (KHK 204), untuk meneruskan dan menghadirkan karya perutusan-Nya mewartakan kerajaan Allah. Dalam Kristus, Gereja juga merupakan sakramen, yakni tanda dan sarana persatuan mesra dengan Allah dan kesatuan seluruh umat manusia (LG 1).

(14)

Tugas pelayanan umat Allah yang dipercayakan Kristus kepada para Rasul dan murid-Nya, dilanjutkan oleh para Uskup. Uskup diangkat untuk mengepalai Gereja setempat yang disebut Keuskupan, dan tiap-tiap Uskup adalah asas dan dasar yang kelihatan dari persatuan Gereja setempat, yang terbentuk menurut Gereja universal (LG 23). Dalam melaksanakan tugasnya, Uskup dibantu para Imam dalam jemaat setempat yang disebut Paroki. Di bawah pimpinan Uskup, para Imam menguduskan dan membimbing umat Allah yang dipercayakan kepada mereka. Hidup dan karya seluruh umat membuat Gereja semesta itu kelihatan, dan merupakan pembangunan seluruh tubuh mistik Kristus. Kaum awam, sebagai anggota umat Allah dan anggota yang hidup dari tubuh Kristus, mengerahkan segala tenaga yang telah mereka terima dari kebaikan Pencipta dan dari rahmat Penebus untuk mengembangkan Gereja, dan meningkatkan terus-menerus kekudusannya. Kaum awam terutama dipanggil untuk menghadirkan Gereja di tengah masyarakat, khususnya dalam keadaan di mana gereja tidak dapat menjadi garam dunia, selain dengan perantaraan mereka (LG 33).

3. TANGGUNG JAWAB BERSAMA UMAT DALAM PAROKI

Seluruh umat Allah bertanggung jawab mengemban tugas perutusan Kristus, yang diwujudkan melalui Keuskupan, Paroki, Wilayah, Lingkungan, Seksi, Bagian, Kelompok

Kategorial, termasuk Komunitas Religius dan

(15)

BAB II

DASAR DAN PELAYANAN

Pasal 2

Dasar Pedoman Rumah Tangga Paroki

Pedoman Rumah Tangga Paroki Maria Kusuma Karmel didasarkan pada “Pedoman Dasar Dewan Paroki (PDDP) dan Perubahan Anggaran Dasar Pengurus Gereja dan Dana Papa (PGDP) Keuskupan Agung Jakarta tahun 2008”, dengan memerhatikan sifat Gereja Katolik yang mandiri, misioner, berdaya tahan, dan berdaya pikat, serta Visi Gereja Katolik di Keuskupan Agung Jakarta yaitu membangun dan mengembangkan Umat Allah yang:

a. Semakin setia sebagai murid-murid Yesus dalam

menanggapi kabar gembira-Nya, dan

b. Semakin setia sebagai saksi dan utusan-Nya di mana pun mereka hidup dan bekerja.

Pasal 3

Wilayah Pelayanan Paroki

Paroki Maria Kusuma Karmel memiliki wilayah pelayanan di sebagian besar Kotamadya Jakarta Barat, sebagian kecil Jakarta Selatan, dan Tangerang.

(16)

Pasal 4

Tempat Kedudukan

Pusat Paroki Maria Kusuma Karmel berkedudukan di Jalan Kusuma Nomor 1, Kaveling DKI, Kelurahan Meruya Selatan, Kecamatan Kembangan, Kotamadya Jakarta Barat – 11650.

Pasal 5

Nama Pelindung

Nama Pelindung Paroki adalah MARIA KUSUMA KARMEL

Pasal 6

(17)

Makna logo Paroki Maria Kusuma Karmel adalah sebagai berikut : 1. Bintang segi enam sebanyak 12 yang mengitari Sibori melambangkan 12 rasul sebagai dasar iman dan teladan karya kerasulan Gereja.

2. Perisai dengan 3 bintang segi enam adalah lambang ‘Ordo Karmel’. Tiga buah bintang di dalam perisai melambangkan Bunda Maria, Nabi Elia, dan Nabi Elisa. Arsiran hitam berbentuk segitiga melambangkan ‘Gunung Karmel’.

3. Dua tangkai daun Zaitun sebagai lambang ‘Damai Sejahtera’.

4. Mahkota dan Salib melambangkan ‘Kristus yang disalibkan menjadi Raja atas hidup kita’.

5. Kitab Suci melambangkan 'Firman Allah' dan Sibori

melambangkan ‘Ekaristi’.

6. Sinar di samping kiri Sibori terdiri dari 7 garis yang melambangkan ’7 Sakramen’ (baptis, krisma, ekaristi, rekonsiliasi, pengurapan orang sakit, tahbisan, dan

pernikahan), sedang yang kanan melambangkan ‘7 karunia

Roh Kudus' (hikmat, pengertian, keperkasaan, nasihat,

pengenalan akan Allah, kesalehan, dan takut akan Allah).

Sinar di atas mahkota sebanyak 9 garis melambangkan ‘buah-buah Roh Kudus’: “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, murah hati, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri” (Gal 5:22).

(18)

Pasal 7

Pokok Perhatian Paroki

Gereja harus lebih membuka diri kepada bimbingan Roh Kudus, serta meningkatkan iman, harapan, dan kasih dalam menghadirkan karya keselamatan Allah di dunia ini. Keterbukaan ini menuntut Paroki Maria Kusuma Karmel sebagai bagian dari Keuskupan Agung Jakarta untuk terus menerus berusaha memberdayakan Umat basis. Umat basis adalah persekutuan Umat yang relatif kecil, saling mengenal, tinggal berdekatan, memiliki kepentingan bersama, yang secara berkala mengadakan pertemuan. Mereka berdoa, membaca, dan mengadakan sharing

Kitab Suci. Dengan terang Injil pula, mereka mengadakan sharing

pengalaman keseharian, mencari solusi, dan mengadakan kegiatan nyata bersama-sama untuk anggota, masyarakat, dan lingkungan alam di sekitarnya. Dengan demikian yang dimaksud Umat basis itu meliputi teritorial (lingkungan) dan kategorial (aneka kelompok). Oleh karena itu, Paroki mempunyai semboyan “Tekad bulat mengembangkan Paroki (Tebu Mega Pro) yang berbasis Lingkungan dan Kategorial”, supaya Umat lebih berkualitas dan dengan dorongan serta tuntunan Roh Kudus mampu :

1. Semakin memperdalam imannya kepada Yesus Kristus

melalui Ekaristi dan Sakramen lainnya, Sabda Tuhan, ajaran Gereja, Tradisi Gereja Katolik, kegiatan doa/rohani, serta devosi.

2. Membangun persaudaraan sejati ke dalam (antarsesama Umat beriman), dan makin inklusif (dengan tetangga se-RT/RW), dengan kesediaan hadir pada peristiwa-peristiwa kehidupan (kelahiran, perkawinan, saat sakit, kematian, dan

(19)

lain-lain), serta dengan kesadaran mendalam bahwa kita semua adalah saudara sebangsa-setanah air dan sesama ciptaan Tuhan.

3. Terlibat dalam pelayanan kasih di tengah masyarakat, khususnya dalam berbagai permasalahan sosial, seperti kemiskinan, kerusakan lingkungan hidup, serta intoleransi dalam hidup bersama.

Dalam usaha mewujudkan harapan tersebut di atas, Paroki dilandasi oleh spiritualitas Gembala Baik dan pelayanan yang murah hati.

Paroki juga mendampingi dan memberikan perhatian kepada : 1. Kaum Miskin

Dalam upaya mengembangkan semangat kepedulian kepada sesama yaitu menyadari bahwa Tuhan menitipkan mereka yang miskin, menderita, dan lemah kepada kita, maka Paroki dapat melaksanakan pelayanan dalam bentuk : a. Seksi yang secara khusus memerhatikan yang miskin,

menderita, dan lemah.

b. Yayasan dan/atau badan hukum yang didirikan guna kepentingan tersebut.

2. Keluarga

Keluarga sebagai kesatuan umat basis yang terkecil dan paling penting bagi masyarakat serta Gereja. Untuk mengembangkan nilai-nilai Kristiani dalam penghayatan hidup keluarga, dan membantu mengatasi kesulitan yang timbul dalam keluarga, maka dibentuklah Seksi Keluarga. Seksi ini dibantu oleh seorang atau kelompok yang mempunyai perhatian khusus kepada panggilan hidup berkeluarga.

(20)

Penanaman nilai-nilai dasar hidup dan iman Kristiani harus dibina sejak usia dini, sehingga anak-anak mempunyai dasar yang baik dan dapat berkembang menjadi generasi yang diharapkan Gereja. Nilai-nilai itu dapat diberikan melalui pembinaan iman anak teritorial dan kategorial, serta kebiasaan-kebiasaan baik dalam keluarga seperti doa bersama, membaca Kitab Suci, saling menolong, sharing

pengalaman kehidupan, teladan orang tua. 4. Orang Muda Katolik

Orang Muda Katolik (usia 13 tahun sampai dengan usia 35 tahun dan belum menikah) adalah masa depan dan harapan Gereja. Oleh karena itu, Gereja berusaha menciptakan lingkungan/suasana pendampingan terhadap masalah-masalah khas mereka, dan pembinaan agar mereka bangga pada iman mereka, merasa nyaman dalam kehidupan menggereja, memiliki semangat juang, idealisme, semangat berkorban, dan semangat melayani. Generasi muda diharapkan dapat berkembang menjadi orang yang mampu mengambil bagian dalam pengabdian kepada Gereja, Bangsa dan Negara.

5. Kerasulan Awam

Kaum awam yang telah dipersatukan dengan Kristus dan Gereja-Nya lewat baptisan dan krisma, harus terlibat/ berpartisipasi aktif dalam kehidupan menggereja dan bertanggung jawab sesuai dengan profesinya sebagai terang dan garam dunia, sehingga dapat menjadi sungguh Katolik dan sungguh warga negara.

(21)

6. Dialog kehidupan

Semua manusia tanpa kecuali diciptakan secitra dengan Allah, sehingga semua manusia sama di hadapan Allah. Tiap manusia mempunyai pribadi yang unik/berbeda. Keunikan/perbedaan ini tidak seharusnya dijadikan alasan untuk menimbulkan perpecahan, permusuhan, ketidak-adilan, dan penderitaan. Hendaknya keunikan/perbedaan

ini membuat manusia saling memperkaya dan saling

menghormati, sehingga dapat tercipta persaudaraan sejati. Nilai yang menjadi pondasi dan pangkal terwujudnya hidup damai dan persaudaraan sejati yang harus senantiasa diusahakan adalah :

1. Hormat terhadap martabat manusia sejak dalam

kandungan.

2. Mengakui semua orang sama di hadapan Allah.

3. Kewenangan yang sah tidak boleh dimanfaatkan untuk memperlakukan sesama dengan semena-mena.

4. Manusia harus senantiasa diperlakukan sebagai subjek yang bermartabat.

5. Peduli pada penderitaan sesama tanpa memandang suku, golongan, ras, dan agama.

Untuk mewujudkan nilai persaudaraan sejati tersebut, dibutuhkan :

a. hati yang terbuka terhadap Roh Allah dan senantiasa berusaha untuk memperbaiki diri serta membangun habitus baru,

b. kehendak baik dan terlibat mengadakan dialog dengan sesama di sekitar kita,

(22)

mau berusaha danhidup mandiri, d. usaha bakti sosial bersama, e. dan sebagainya.

Pasal 8

Panca Tugas Gereja

Karena rahmat baptis, seluruh Umat Allah mengambil bagian dalam tri-tugas jabatan Kristus sebagai imam, nabi, dan raja. Melalui tugas tersebut, Gereja berusaha mewujudkan dan melaksanakan karya Keselamatan Allah dengan Panca Tugas Gereja yaitu : a. Bidang Ibadat/Leiturgia b. Bidang Pewartaan/Kerygma c. Bidang Persekutuan/Koinonia d. Bidang Pelayanan/Diakonia e. Bidang Kesaksian/Martyria

(23)

BAB III

ORGANISASI DEWAN PAROKI

Pasal 9

P a r o k i

1. Paroki adalah persekutuan Umat Katolik yang dibentuk secara tetap dalam lingkup Keuskupan, dengan batas geografis yang ditentukan oleh Uskup dan reksa pastoralnya dipercayakan kepada Pastor bersama dengan dewannya.

2. Paroki Maria Kusuma Karmel ada dalam kegembalaan

Keuskupan Agung Jakarta, dengan batas geografis : Sebelah barat : Paroki St. Bernadet (Ciledug) Sebelah timur : Paroki Maria Bunda Karmel

(Tomang) dan Paroki St. Yohanes Penginjil (Blok B)

Sebelah utara : Paroki St. Thomas Rasul (Bojong) dan Paroki Matias Rasul (Kosambi)

Sebelah selatan : Paroki St. Matius Penginjil (Binta-ro)/Maria Ratu Rosari dan Paroki St. Bernadet (Ciledug)

3. Reksa pastoral Paroki diserahkan kepada Imam Karmelit sejak awal berdirinya yaitu pada tanggal 14 Desember 1992, dan pesta nama pelindung Paroki dirayakan pada tanggal 16 Juli.

(24)

Pasal 10

Umat Paroki

Umat Paroki Maria Kusuma Karmel adalah :

1. Semua Umat beriman Katolik yang berdomisili dalam wilayah Paroki Maria Kusuma Karmel.

2. Para katekumen (calon baptis) yang berdomisili dalam wilayah Paroki Maria Kusuma Karmel (KHK 204 s.d. 206). 3. Umat beriman Katolik yang tercatat dalam kartu keluarga

Paroki Maria Kusuma Karmel, tetapi yang bersangkutan berada di luar daerah/luar negeri karena pekerjaan atau pendidikan. Dalam keadaan seperti ini, yang bersangkutan harus melapor tiap tahun kepada Ketua Lingkungan guna kepentingan statistik Paroki.

Pasal 11

Dewan Paroki

1. Dewan Paroki merupakan suatu badan pastoral yang terdiri dari Pastor Paroki bersama dengan wakil Umat yang memikirkan, merencanakan dan melaksanakan segala sesuatu untuk mewartakan Firman Allah, membagikan rahmat Allah, dan membimbing Umat demi menghayati serta mengamalkan imannya.

2. Dewan Paroki Maria Kusuma Karmel ditata dalam bentuk : a. Dewan Paroki Harian

b. Dewan Paroki Inti c. Dewan Paroki Pleno

(25)

Pasal 12

Dewan Paroki Harian

1. Dewan Paroki Harian disebut juga Pengurus Dewan Paroki. 2. Dewan Paroki Harian adalah Badan Pengurus Harian Paroki

yang bertugas dan bertanggung jawab melaksanakan reksa pastoral Umat dalam batas wilayah Paroki.

3. Jabatan di dalam Dewan Paroki Harian, selain Ketua dipegang oleh awam.

4. Dewan Paroki Harian terdiri dari :

a. Ketua Umum, yang secara ex officio dijabat oleh Pastor Kepala, kecuali ditentukan lain oleh Uskup.

b. Pastor Rekan adalah Pastor yang mendapat perutusan dan tanggung jawab dari Uskup untuk ikut serta dalam penggembalaan Umat Paroki, di bawah kepemimpinan Pastor Kepala. Pastor Rekan secara ex officio termasuk Ketua Dewan Paroki.

c. Seorang Wakil Ketua.

d. Sekretaris yang terdiri dari Sekretaris I dan II. e. Bendahara yang terdiri dari Bendahara I dan II.

f. Beberapa orang anggota, yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan.

Pasal 13

Dewan Paroki Inti

1. Dewan Paroki Inti adalah Dewan Paroki Harian dan para Koordinator Wilayah.

(26)

wawasan dan memperkokoh Dewan Paroki Harian dalam memimpin Paroki.

3. Agar sesuai dengan kebutuhan dan kondisi Umat, maka dalam forum ini para Koordinator Wilayah dapat membantu Dewan Paroki Harian dengan cara :

a. Menyampaikan informasi/masukan mengenai kebutuh-an Lingkungkebutuh-an-lingkungkebutuh-an.

b. Memikirkan dan mengusahakan kerja sama pastoral yang diperlukan dalam tingkat Wilayah.

c. Membantu membuat perencanaan pastoral, dan

memastikan bahwa perencanaan tersebut berjalan baik di tingkat Lingkungan, dalam lingkup koordinasinya. d. Menyosialisasikan dan mengimplementasikan segala

kebijakan Dewan Paroki Harian kepada Pengurus Lingkungan.

Pasal 14

Dewan Paroki Pleno

1. Dewan Paroki Pleno adalah Dewan Paroki Harian,

Koordinator Wilayah, Ketua Lingkungan, Ketua Seksi, Kepala Bagian, Ketua/Koordinator Kategorial, juga termasuk Komunitas religius, Organisasi/Perkumpulan Katolik yang ada di Paroki.

2. Dewan Paroki Pleno bertugas:

a. Melaksanakan reksa pastoral kepada seluruh Umat Paroki.

(27)

b. Berperan serta dalam perencanaan pastoral Paroki dan menjabarkannya dalam kegiatan yang lebih rinci di tingkat basis.

c. Memberi masukan mengenai kebutuhan konkrit Umat Paroki.

d. Ikut serta dalam mengusulkan nama calon Dewan Paroki Harian.

Pasal 15

W i l a y a h

1. Wilayah adalah persekutuan Umat beriman Katolik yang terdiri dari beberapa lingkungan yang berdekatan secara teritorial. Wilayah juga menjadi tempat koordinasi pelayanan bersama antarlingkungan.

2. Wilayah terdiri dari 4 (empat) sampai dengan 10 (sepuluh) Lingkungan yang berdekatan.

3. Pemekaran Wilayah didasarkan pada keputusan Dewan

Paroki Harian, setelah berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Lingkungan dan Wilayah yang bersangkutan.

4. Tiap wilayah dimoderatori seorang Pastor, dan didampingi seorang anggota Dewan Paroki Harian.

(28)

Pasal 16

Lingkungan

1. Lingkungan adalah persekutuan Umat beriman Katolik yang hidup berdekatan secara teritorial, dan merupakan bagian dari suatu Paroki. Lingkungan juga menjadi wadah pembinaan iman dan hidup menggereja.

2. Tiap lingkungan sebaiknya terdiri dari 20 (dua puluh) sampai 40 (empat puluh) keluarga.

3. Pemekaran Lingkungan didasarkan pada keputusan Dewan Paroki Harian, setelah berkonsultasi dan berkoordinasi dengan Lingkungan dan Wilayah yang bersangkutan.

4. Apabila terjadi pemekaran Lingkungan, maka harta

benda/saldo kas Lingkungan akan dibagi dengan tata cara sebagai berikut :

a. Saldo kas Lingkungan akan dibagi sama rata antara Lingkungan induk dan pemekaran, kecuali disepakati lain oleh pengurus Lingkungan induk dan pengurus Lingkungan pemekaran.

b. Untuk harta lain misalnya: peralatan ibadat, buku-buku, peralatan kor, dan lain-lain akan diatur pembagiannya sebagai berikut:

(1) Untuk harta yang dibeli dengan uang dari kas Lingkungan, akan diukur nilai nominalnya dan dibagi antara Lingkungan induk dan pemekaran. (2) Untuk harta yang diperoleh dari sumbangan

(29)

maka akan diserahkan keputusannya sesuai dengan maksud si penyumbang.

(3) Apabila timbul ketidaksepakatan sebagai akibat dari pembagian ini, maka diadakan musyawarah. (4) Apabila tidak ada kesepakatan dalam

musya-warah, maka Dewan Paroki Harian dengan pertimbangan rasa keadilan dan kasih, akan memberikan keputusan yang bersifat final dan mengikat semua pihak.

Pasal 17

S e k s i

1. Seksi adalah badan yang dibentuk untuk melaksanakan dan memperlancar tugas reksa pastoral Dewan Paroki, serta bertanggung jawab kepada Dewan Paroki Harian.

2. Pendampingan Ketua Seksi diserahkan kepada Anggota Dewan Paroki Harian.

Pasal 18

Bagian

1. Bagian adalah perangkat pelayanan yang dibentuk untuk melaksanakan dan memperlancar kegiatan pelayanan Paroki, dan bertanggung jawab kepada Dewan Paroki Harian.

2. Pendampingan Kepala Bagian diserahkan kepada Sekretaris Dewan Paroki.

(30)

Pasal 19

Kelompok Kategorial

1. Kelompok Kategorial merupakan organisasi Umat/

pengelompokan Umat berdasarkan kategori tertentu (misalnya profesi, minat, dan bakat) yang turut mengambil bagian dalam Reksa Pastoral Paroki.

2. Kelompok Kategorial dibagi menjadi 2 (dua), yaitu: a. Kelompok Kategorial yang berinduk di Paroki

(1) Lingkup Seksi, contoh: Venantius, Kompas, Roses. (2) Lingkup Teritorial, contoh: OMK, Lansia.

b. Kelompok Kategorial yang mempunyai induk dan kegiatan di luar Paroki, sedangkan pendampingannya oleh Paroki. Contoh:

(1) Marriage Encounter (ME)

(2) Persekutuan Doa Karismatik Katolik (PDKK) (3) Legio Maria (LM)

(4) Wanita Katolik Republik Indonesia (Wanita Katolik RI)

Pasal 20

Komunitas Religius

1. Komunitas religius yang berdomisili di Paroki Maria Kusuma Karmel hendaknya mengambil bagian dalam karya kerasulan Paroki, dengan selalu memerhatikan perutusan dasar mereka yang sesuai dengan kharisma Tarekat, dan sesuai dengan kesepakatan antara Tarekat dengan Keuskupan.

(31)

2. Peran serta mereka ditentukan dalam koordinasi dengan Dewan Paroki Harian melalui surat perjanjian.

3. Kehadiran mereka diwakili dalam Dewan Paroki Pleno. 4. Komunitas religius yang ada di Paroki Maria Kusuma Karmel

adalah :

a. Komunitas Hermanas Carmelitas (H.Carm). b. Komunitas Putri Maria Yosef (PMY).

Pasal 21

Organisasi dan Perkumpulan Katolik

1. Organisasi dan Perkumpulan Katolik yang mempunyai

kepengurusan tingkat Paroki, seharusnya ikut berperan serta dalam kegiatan Paroki, dengan mengingat tujuan organisasi serta sesuai dengan anggaran dasar mereka. 2. Peran serta mereka ditentukan dalam koordinasi dengan

Dewan Paroki Harian.

3. Kehadiran mereka diwakili dalam Dewan Paroki Pleno. 4. Contoh Organisasi dan Perkumpulan Katolik yang ada di

Paroki Maria Kusuma Karmel yaitu:

a. Wanita Katolik Republik Indonesia (Wanita Katolik RI)

b. Yayasan yang masuk dalam keanggotaan Majelis

Pendidikan Katolik (MPK): 1) Yayasan Abdi Siswa 2) Yayasan Saint John

3) Yayasan Tunas Muda (dalam proses menjadi

keanggotaan MPK)

Kehadiran mereka dalam Rapat Dewan Paroki Pleno berkoordinasi dengan Seksi Pendidikan (ditangani oleh Subseksi Pengelola dan Penghubung Pendidikan).

(32)

Pasal 22

Pastor Paroki

1. Pastor Paroki terdiri dari :

a. Pastor Kepala adalah Pastor yang mendapat penugasan dari Uskup untuk menjadi Ketua Umum Dewan Paroki, sekaligus gembala bagi Umat Paroki yang diserahkan dalam reksa pastoralnya. Ia menjalankan tugas mengajar, menguduskan dan memimpin Umat, dalam semangat kerja sama dengan Pastor Rekan dan Dewan Paroki. Ia mempertanggungjawabkan kepemimpinan-nya kepada Uskup.

b. Pastor Rekan adalah Pastor yang mendapat penugasan dari Uskup untuk menjadi rekan dari Pastor Kepala. Pastor Rekan aktif berperan bersama memimpin dan menggembalakan Umat, di bawah kepemimpinan Pastor Kepala. Dalam semangat persaudaraan dan tanggung jawab, ia wajib mengomunikasikan tugasnya kepada Pastor Kepala.

2. Dalam menjalankan tugasnya, Pastor Paroki berperan : a. Bersama Dewan Paroki menjadi pengilham, penggerak

dan pemersatu Umat.

b. Mewujudkan kolegialitas imamat dalam tugas

penggembalaan Umat.

c. Mengembangkan hubungan persaudaraan dan kerja sama penuh hormat timbal balik, saling membantu dengan nasihat dan perbuatan sehingga mengilhami persekutuan seluruh Paroki.

(33)

d. Lebih mengutamakan perutusan utamanya untuk melayani Umat Paroki daripada kegiatan tambahan di luar Paroki.

3. Tempat tinggal Pastor dan kewajiban residensi :

a. Pastor Paroki bertempat tinggal di Pastoran dekat gereja Paroki.

b. Pastor Paroki yang akan meninggalkan parokinya lebih dari 2 (dua) minggu, wajib meminta izin terlebih dahulu kepada Uskup dan memberitahukannya kepada Dewan Paroki Harian.

4. Pastor Paroki wajib ikut serta dalam rapat Dekenat.

5. Komunikasi para Pastor Paroki dengan Keuskupan dijalin dengan kewajiban menghadiri Pertemuan Pastoral (TePas) dan pertemuan Para Pastor.

Pasal 23

Reksa Pastoral

1. Reksa Pastoral Teritorial:

a. adalah penggembalaan Umat berdasarkan batas teritori yang ada di Paroki, sesuai dengan peta pembagian Wilayah dan Lingkungan;

b. meliputi Umat dari berbagai latar belakang golongan dan kelompok bertemu, dan bertanggung jawab atas kehidupan Gereja di tempat tinggalnya, baik di Paroki, Wilayah maupun Lingkungan;

(34)

Lingkungan makin terjamin dalam pelayanan Sakramen, persekutuan, pewartaan, dan pengabdian sosial.

2. Reksa Pastoral Kategorial:

a. adalah penggembalaan Umat untuk menanggapi kebutuhan khas dan nyata dari kelompok dan golongan Umat tertentu. Hal ini merupakan usaha menjawab tantangan penghayatan iman yang khas dalam aneka kelompok dan latar belakang mereka. Reksa pastoral kategorial ini lebih menitikberatkan kekhasan panggilan kelompok Umat beriman daripada tempat tinggal mereka;

b. mengajak kaum awam untuk menyadari tugas

kerasulan dalam aneka profesi mereka, dan menyadari tanggung jawab sebagai anggota Gereja, masyarakat, dan bangsa;

c. untuk menanggapi kendala dan tantangan yang berasal dari profesi serta latar belakang mereka dalam terang iman secara khusus. Dengan demikian Umat dapat mengembangkan kerasulan mereka sebagai orang beriman Kristiani yang makin tangguh.

3. Keselarasan Reksa Pastoral Teritorial dan Kategorial

Dewan Paroki mengembangkan kedua reksa pastoral tersebut secara selaras. Keduanya diatur supaya tidak bertentangan, tetapi saling mengisi dan melengkapi. Kedua reksa pastoral ini juga menemukan basis penghayatan imannya dalam keluarga, dan dalam relasi dengan lingkungan dan masyarakat sekitarnya.

(35)

BAB IV

S T A S I

Pasal 24

Pengertian Stasi

1. Stasi adalah bagian dari Paroki yang karena situasi dan pertimbangan yang khusus, misalnya jumlah Umat atau jarak dari pusat Paroki, maka memerlukan pengaturan khusus dalam reksa pastoralnya.

2. Stasi harus memiliki gedung gereja sendiri sebagai pusat kegiatan reksa pastoral.

3. Stasi setara dengan Wilayah, dan apabila karena

pertimbangan yang matang dapat dipersiapkan menjadi Paroki dengan sebutan kuasiParoki.

Pasal 25

Pembentukan Stasi

1. Pembentukan Stasi tidak selalu dimaksudkan sebagai persiapan membentuk Paroki, tetapi terutama demi mengoptimalkan pelayanan pastoral.

2. Namun oleh alasan pastoral dan strategis, Stasi yang telah terbentuk bisa ditingkatkan menjadi kuasi Paroki, sebagai persiapan Paroki mandiri.

(36)

setelah mendapatkan persetujuan dari Uskup.

4. Untuk menjalankan reksa pastoral dalam Stasi, Dewan Paroki Harian sebaiknya membentuk Dewan Pengurus Stasi.

Pasal 26

Dewan Pengurus Stasi

1. Dewan Pengurus Stasi merupakan suatu badan pastoral yang terdiri dari wakil Umat yang dipilih untuk membantu Pastor Paroki dan Dewan Paroki dalam memikirkan, merencanakan, dan melaksanakan segala sesuatu yang perlu untuk mewartakan Firman Allah, membagikan rahmat Allah dan membimbing Umat supaya dapat menghayati imannya dengan baik.

2. Dewan Pengurus Stasi ditata sesuai dengan bentuk

Organisasi Dewan Paroki dalam Bab III Pedoman Rumah Tangga ini.

3. Seksi dalam Dewan Pengurus Stasi dibentuk sesuai dengan kebutuhan Stasi sebagaimana diatur dalam Bab VII Pedoman Rumah Tangga ini.

4. Tata cara pemilihan, pengangkatan serta masa jabatan Dewan Pengurus Stasi sebagaimana diatur dalam Bab IX Pedoman Rumah Tangga ini.

5. Pencatatan administrasi Umat Stasi yaitu baptis, krisma, perkawinan, dan kematian masih disatukan dengan buku Paroki. Demikian pula laporan keuangan Stasi secara periodik dikonsolidasikan dalam laporan dan neraca Paroki.

(37)

6. Pencatatan Kartu Keluarga juga masih disatukan dengan Paroki.

7. Dewan Pengurus Stasi mempertanggungjawabkan tugasnya kepada Dewan Paroki Harian.

Pasal 27

Keuangan Stasi

1. Pengelolaan keuangan Stasi dilaksanakan oleh Dewan Pengurus Stasi.

2. Beban biaya untuk keperluan operasional Stasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Stasi, setelah berkonsultasi dan disetujui oleh Dewan Paroki Harian.

3. Beban biaya untuk keperluan di luar operasional yang tidak dapat dibiayai sendiri oleh Stasi akan mendapat bantuan dari Paroki, setelah anggaran penggunaan diteliti dan disetujui oleh Dewan Paroki Harian.

(38)
(39)

BAB V

TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB

DEWAN PAROKI HARIAN

Pasal 28

Tugas dan Tanggung jawab Dewan Paroki Harian

1. Dewan Paroki Harian bertugas :

a. Menjalankan kepemimpinan reksa pastoral Paroki. b. Melaksanakan segala sesuatu yang telah disepakati

bersama dalam rapat Dewan Paroki Harian.

c. Menyelenggarakan pengelolaan Paroki sehari-hari. Pelaksanaan tugas ini dilakukan bersama oleh Ketua Umum, Sekretaris, dan Bendahara yang disebut Dewan Inti Harian.

d. Membuat perencanaan Paroki, mengawasi pelaksana-annya dan melakukan evaluasi secara teratur.

e. Menyelenggarakan pertemuan Dewan Paroki Pleno, Dewan Paroki Inti, dan Dewan Paroki Harian dengan Seksi/Bagian/Kategorial.

f. Menggerakkan seluruh Pengurus Paroki supaya mengemban reksa pastoral sesuai arah pastoral dan rencana kegiatan Paroki.

g. Memoderatori/mendampingi Koordinator Wilayah, Ke-tua Seksi, Kepala Bagian, KeKe-tua/Koordinator Kategorial, dan Ketua Panitia. Pendampingan ini tidak bermaksud untuk mengambil alih kegiatan dari mereka yang

(40)

lancar komunikasi dengan Dewan Paroki Harian, agar aktivitas pelayanan dapat berjalan dengan baik, sistematis, dan efektif.

2. Dewan Paroki Harian memberi pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugasnya kepada Uskup.

Pasal 29

Tugas dan Tanggung jawab Ketua Umum

1. Ketua Umum bertanggung jawab atas seluruh kegiatan yang diselenggarakan oleh Dewan Paroki, serta berfungsi sebagai pengilham, penggerak, dan pemersatu Umat.

2. Tugas Ketua Umum Dewan Paroki antara lain :

a. Menjalankan kewenangan dari Keuskupan Agung

Jakarta.

b. Menggembalakan reksa pastoral Paroki dan memimpin rapat Dewan Paroki, atau mendelegasikannya jika berhalangan.

c. Bersama Dewan Paroki menentukan arah pastoral dan membuat rencana kegiatan Paroki.

d. Mengawasi pelaksanaan dan tata pelayanan Sekretariat Paroki serta Sekretariat Dewan.

e. Mengarahkan, mengoordinasikan, dan mengawasi

pelaksanaan reksa pastoral anggota Dewan Paroki, teritorial, bagian, seksi, kategorial, dan panitia.

f. Mengadakan kerja sama dengan Paroki lain dalam rangka pelaksanaan tugas Dewan Paroki.

(41)

g. Membuat laporan kegiatan tahunan dan mempertang-gungjawabkannya kepada Uskup.

h. Mendelegasikan tugas sebagai Moderator kepada

Ketua lainnya.

i. Mendelegasikan tugas pendampingan kepada anggota Dewan Paroki.

Pasal 30

Tugas dan Tanggung jawab Ketua

1. Membantu Ketua Umum dalam melaksanakan tugasnya. 2. Mewakili Ketua Umum dalam hal Ketua Umum berhalangan

melaksanakan tugasnya.

3. Memberikan saran dan pertimbangan yang dianggap perlu kepada Ketua Umum.

Pasal 31

Tugas dan Tanggung jawab Wakil Ketua

1. Wakil Ketua bertanggung jawab mengorganisasikan,

mengoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan kegiatan Dewan Paroki.

2. Tugas Wakil Ketua :

a. Bertindak mewakili Ketua apabila Ketua Umum dan Ketua berhalangan atau tidak berada di tempat.

b. Mendampingi kepanitiaan Paroki yang telah ditentukan dalam rapat Dewan Paroki Harian.

(42)

perlu kepada Ketua Umum/Ketua.

Pasal 32

Tugas dan Tanggung jawab Sekretaris I

1. Sekretaris I bertanggung jawab menggerakkan roda

organisasi yang ada di dalam Paroki melalui pelaksanaan tata administrasi, yang ditentukan oleh Keuskupan Agung Jakarta dan kebijakan Dewan Paroki Harian, serta pengarsipan semua dokumen kegiatan Paroki.

2. Tugas Sekretaris I :

a. Membantu Ketua dalam menyusun rencana kegiatan Paroki dan memantau pelaksanaannya.

b. Membuat surat dan mendistribusikannya. c. Membuat register surat.

d. Mengoordinasi kegiatan administrasi Kesekretariatan Paroki, agar dapat memberikan pelayanan yang baik dan lancar kepada Umat.

e. Menyimpan dokumen dan arsip yang dimiliki oleh Dewan Paroki dengan baik, teratur, aman dan mudah untuk ditemukan kembali bila diperlukan.

f. Menyediakan buku-buku Paroki yaitu permandian, perkawinan, kematian, stipendia, kartu keluarga, kronik, dan buku lain yang diperlukan, serta diisi dengan lengkap, tepat waktu dan akurat.

g. Menyediakan sertifikat dan formulir yang diperlukan untuk pelayanan reksa Pastoral Paroki.

(43)

i. Melaksanakan koordinasi penyusunan laporan kegiatan tahunan untuk dilaporkan kepada Keuskupan Agung Jakarta.

j. Mendampingi para Kepala Bagian yang telah ditentukan oleh Ketua Umum.

k. Memberikan saran dan pertimbangan yang dianggap perlu kepada Ketua Umum/Ketua/Wakil Ketua.

Pasal 33

Tugas dan Tanggung jawab Sekretaris II

1. Sekretaris II bertanggung jawab membantu pelaksanaan tugas Sekretaris I.

2. Tugas Sekretaris II :

a. Bekerja sama dengan Sekretaris I dalam melaksanakan tugas kesekretariatan.

b. Menyiapkan tempat dan keperluan lain untuk rapat. c. Menyiapkan presensi pada tiap rapat.

d. Membuat catatan/notulen pada tiap rapat yang diadakan, dan menyampaikannya kepada yang ber-kepentingan.

e. Mengelola Toko Buku Paroki, dan dapat mendelega-sikannya kepada Anggota Dewan lainnya.

f. Memberikan saran dan pertimbangan kepada

(44)

Pasal 34

Tugas dan Tanggung jawab Bendahara I

1. Bendahara I bertanggung jawab atas :

a. Pelaksanaan kebijakan keuangan Paroki yang diten-tukan oleh Keuskupan Agung Jakarta dan Dewan Paroki Harian.

b. Pelaksanaan tata administrasi keuangan Paroki sesuai dengan Pedoman Keuangan Paroki yang dikeluarkan oleh Keuskupan Agung Jakarta.

c. Pengarsipan semua dokumen keuangan, yang pelak-sanaannya dilakukan oleh kasir dan pegawai pem-bukuan.

2. Tugas Bendahara I :

a. Bersama Ketua Umum membuat kebijakan keuangan dalam rangka pengelolaan keuangan Paroki.

b. Menyusun anggaran rutin tahunan mengacu pada rencana kegiatan Dewan Paroki.

c. Mengatur mekanisme dan mengawasi penggunaan

dana.

d. Melaksanakan tugas pengelolaan administrasi

keuangan.

e. Menginformasikan situasi keuangan Paroki kepada Dewan Paroki Inti tiap triwulan dan tiap tahun.

f. Menyusun laporan keuangan Paroki dan melaporkan kepada Keuskupan Agung Jakarta tiap triwulan dan tahun.

g. Menginventarisasi harta benda Paroki dan meminta pengesahan kepada Ketua Umum dan Sekretaris I secara periodik (setahun sekali).

(45)

h. Menyimpan serta mengurus harta benda dan kekayaan Paroki dengan baik dan aman. Bila dianggap perlu dapat mengasuransikannya terhadap bahaya yang dapat menimbulkan kerugian.

i. Menggunakan harta benda dan kekayaan Paroki sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh Uskup Agung Jakarta.

j. Menyelenggarakan pembukuan sesuai dengan sistem yang telah ditentukan oleh Keuskupan Agung Jakarta dalam “Pedoman Keuangan Paroki dalam KAJ”.

k. Memberikan saran kepada Ketua Umum/Ketua/Wakil Ketua.

Pasal 35

Tugas dan Tanggung jawab Bendahara II

1. Bendahara II bertanggung jawab membantu tugas

Bendahara I.

2. Tugas Bendahara II :

a. Bekerja sama dengan Bendahara I dalam melaksanakan tugas pengelolaan harta benda Paroki.

b. Memeriksa semua bukti kas kecil serta bukti pen-dukungnya yang diterima dari kasir.

c. Memeriksa laporan kas dan bank, serta memper-siapkannya untuk dibukukan, dalam koordinasi dengan kasir dan pegawai pembukuan.

d. Merencanakan, mengatur dan melaksanakan lalu lintas dana (cash flow) untuk keperluan kegiatan Paroki, sumbangan kepada pihak luar Paroki dan lain lain,

(46)

Ketua Umum.

e. Menerima, memeriksa, dan merekapitulasi laporan keuangan dari Teritorial.

f. Memberikan saran dan pertimbangan yang dianggap perlu kepada Bendahara I.

Pasal 36

Tugas dan Tanggung jawab Anggota

1. Membantu Dewan Inti Harian dalam melaksanakan tugas. 2. Merintis kerja sama dan mendampingi Pengurus teritorial,

Kelompok Kategorial, dan Seksi yang ditugaskan oleh Ketua Umum, serta memantau kegiatannya.

3. Menghadiri rapat/pertemuan Dewan Paroki. 4. Memberikan saran kepada Dewan Paroki Harian.

(47)

BAB VI

PENGURUS WILAYAH DAN LINGKUNGAN

Pasal 37

Susunan Pengurus Wilayah

1. Susunan Pengurus Wilayah dibentuk sesederhana mungkin. Untuk menghindari tumpang-tindih tugas dengan Pengurus Lingkungan.

2. Pengurus Wilayah terdiri dari :

a. Koordinator Wilayah yang diusulkan oleh Ketua-ketua Lingkungan, dan dipilih oleh Pastor Paroki setelah mendengarkan rapat Dewan Paroki Harian.

Mengingat tugasnya koordinatif, maka dapat dicari kemungkinan bahwa jabatan Koordinator Wilayah dirangkap oleh salah seorang Ketua Lingkungan dalam Wilayah yang bersangkutan, secara tetap selama satu periode kepengurusan, atau secara bergilir dengan Ketua Lingkungan lain. Apabila hal ini masih menjadi kesulitan, tetap dimungkinkan bahwa Koordinator Wilayah dijabat oleh orang yang lain daripada Ketua Lingkungan.

b. Wakil Koordinator, bila diperlukan. c. Sekretaris

(48)

e. Beberapa anggota, bila diperlukan.

3. Koordinator Wilayah bertanggung jawab kepada Dewan Paroki Harian.

Pasal 38

Tugas Pengurus Wilayah

1. Tugas Koordinator Wilayah :

a. Melakukan koordinasi seluruh Pengurus Lingkungan dalam Wilayahnya untuk melaksanakan tugas yang diberikan oleh Dewan Paroki Harian, antara lain menjadi Ketua Panitia Paskah atau Natal.

b. Melakukan koordinasi pembuatan rencana kegiatan dan laporan kegiatan tahunan.

c. Melakukan koordinasi kegiatan antarlingkungan yang berada di Wilayahnya, khususnya yang tidak dapat dilakukan secara terpisah atau yang tidak dapat dilakukan sendiri oleh Lingkungan.

d. Melakukan koordinasi dengan Seksi yang ada di Paroki dalam kaitannya dengan kegiatan di Wilayah.

e. Melakukan koordinasi kelompok Kategorial Wilayah. f. Mewakili Lingkungan dan menyampaikan aspirasi dalam

rapat Dewan Paroki Inti.

g. Mengadakan rapat Wilayah secara berkala untuk

memantau perkembangan Lingkungan, minimum 4 (empat) kali setahun.

h. Melakukan sosialisasi hasil Rapat Dewan Paroki Inti kepada Pengurus Lingkungan dalam rapat Wilayah.

(49)

i. Memastikan bahwa rencana kegiatan Dewan Paroki terlaksana dengan baik di Lingkungan.

j. Mengusulkan dan membantu pemekaran Lingkungan

yang dinilai terlalu besar dan telah siap untuk dimekarkan kepada Dewan Paroki Harian.

2. Tugas Sekretaris Wilayah :

a. Bersama Koordinator Wilayah membuat rencana

kegiatan dan laporan perkembangan Lingkungan secara berkala kepada Dewan Paroki Harian, sesuai dengan formulir yang disiapkan oleh Dewan Paroki Harian.

b. Membantu Koordinator Wilayah membuat surat dan

mendistribusikannya.

c. Membantu Koordinator Wilayah dalam menyiapkan

rapat/pertemuan Wilayah.

d. Mencatat, membuat, dan mendistribusikan notulen rapat.

3. Tugas Bendahara Wilayah :

a. Mengelola harta benda Wilayah.

b. Membuat laporan keuangan Wilayah kepada Bendahara Dewan Paroki tiap triwulan dan rekapitulasi tiap tahun.

Pasal 39

Susunan Pengurus Lingkungan

1. Susunan Pengurus Lingkungan terdiri dari :

a. Ketua, diangkat oleh Dewan Paroki Harian dari antara calon-calon yang diusulkan melalui musyawarah Umat Lingkungan yang bersangkutan.

(50)

c. Sekretaris, dapat terdiri dari Sekretaris I dan II. d. Bendahara, dapat terdiri dari Bendahara I dan II.

e. Seksi, jumlah Seksi di Lingkungan mengikuti Seksi di Paroki. Bila karena suatu alasan yang tepat, jumlah tersebut tidak dapat dipenuhi, maka dapat disesuaikan dengan kebutuhan Lingkungan, namun minimum yang ada ialah Seksi Liturgi, Seksi Sosial, dan Seksi Keluarga. 2. Ketua Lingkungan bertanggung jawab kepada Dewan Paroki

Harian.

Pasal 40

Tugas Ketua Lingkungan

1. Melaksanakan keputusan rapat Dewan Paroki, dan

mendukung kegiatan Seksi-seksi Paroki.

2. Memimpin Lingkungan serta mengusahakan persaudaraan dan kerja sama Umat di Lingkungan.

3. Mendorong Umat untuk lebih berperan dalam mengem-bangkan pribadi dan Gereja, melalui kegiatan yang diselenggarakan oleh Paroki. Contoh : Kursus Kitab Suci, Seminar Hidup Baru dalam Roh, Kursus Evangelisasi Pribadi, Bina Iman Remaja, Bina Iman Anak, Ikut dalam kelompok doa.

4. Melakukan koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan di Lingkungan.

5. Mengusahakan terjalinnya komunikasi demi terwujudnya semangat persaudaraan, dan pelayanan antarumat Lingkungan dan dengan masyarakat sekitarnya.

(51)

6. Mendorong Umat Lingkungan untuk berperan aktif dalam kegiatan RT/RW/Kelurahan.

7. Mengikutsertakan Umat Lingkungan dalam peristiwa kehidupan warganya, seperti kelahiran, pembaptisan, pertunangan, pernikahan, sakit, dan kematian.

8. Bertanggung jawab untuk pembuatan rencana kegiatan dan laporan yang diminta oleh Dewan Paroki.

9. Menghadiri rapat/pertemuan Dewan Paroki Pleno dan

rapat/pertemuan di Wilayah, serta menyosialisasikan hasil-nya kepada Umat Lingkungan.

10. Membuatkan surat pengantar bagi Umat yang membu-tuhkan pelayanan baptisan, pernikahan, masuk sekolah, dan sebagainya sejauh tercakup dalam wewenang Gereja Katolik.

11. Memberikan informasi tentang warganya yang hendak melangsungkan pernikahan, dan melaporkan kepada Pastor jika ada halangan untuk pernikahan tersebut.

12. Bila ada warga yang pernikahannya masih bermasalah (misalnya : nikah KUA, adat, dan di Gereja lain), supaya dikonsultasikan ke Pastor Moderator/Pastor Paroki.

13. Menampung dan menyalurkan aspirasi Umat Lingkungan kepada Koordinator Wilayah.

14. Bersama dengan seluruh Pengurus Lingkungan berusaha bersikap sebagai gembala baik dengan memerhatikan, menegur dan menyapa mereka yang tidak aktif di Lingkungan, sehingga mereka tetap menjadi bagian dari persaudaraan Lingkungan.

15. Bekerja sama dengan seluruh Umat Lingkungan untuk menemukan ungkapan/cara yang kreatif guna mengikut-sertakan semakin banyak Umat Lingkungan, khususnya mereka yang kurang aktif.

(52)

Wakil Ketua atau Pengurus Lingkungan lainnya.

Pasal 41

Tugas Sekretaris Lingkungan

1. Bersama Ketua Lingkungan membuat surat dan undangan rapat/pertemuan.

2. Membantu Ketua Lingkungan menyiapkan rapat/pertemuan dan membuat risalah/notulen rapat/pertemuan.

3. Melakukan pendataan Umat Lingkungan, pencatatan kartu keluarga Katolik, dan melaksanakan tertib administasi dengan tujuan supaya Umat di Lingkungan semakin terlayani.

4. Bersama Ketua Lingkungan menyusun rencana kegiatan Lingkungan yang dilaporkan kepada Dewan Paroki Harian melalui Koordinator Wilayah.

5. Bekerja sama dengan Ketua Lingkungan dalam membuat laporan perkembangan Lingkungan termasuk jumlah kepala keluarga, jumlah jiwa, kegiatan yang ada di Lingkungan, dan lain-lain kepada Dewan Paroki Harian melalui Koordinator Wilayah tiap tahun.

6. Memberikan saran-saran, baik diminta maupun tidak kepada Ketua Lingkungan.

Pasal 42

Tugas Bendahara Lingkungan

1. Bersama Ketua Lingkungan membuat kebijakan keuangan dalam rangka pengelolaan keuangan Lingkungan.

(53)

3. Membuat anggaran dan laporan keuangan Lingkungan, kemudian melaporkannya kepada Ketua Lingkungan dan Umat Lingkungan, juga sebagai informasi kepada Dewan Paroki Harian tiap triwulan (posisi keuangan pada akhir Maret, Juni, September, dan Desember).

4. Menginventarisasi harta benda Lingkungan dan meminta pengesahan kepada Ketua dan Sekretaris Lingkungan secara periodik yaitu setahun sekali.

5. Menerima dan menyalurkan dana yang sah untuk kegiatan Lingkungan ke dalam kas Lingkungan, dan dana dari Umat Lingkungan untuk Paroki kepada Bendahara Dewan Paroki. 6. Bersama dengan Ketua Lingkungan dan Ketua Seksi Sosial

Lingkungan, menentukan sumbangan jika diperlukan.

7. Memberikan saran-saran, baik diminta maupun tidak kepada Ketua/Sekretaris.

Pasal 43

Tugas Seksi yang ada di Lingkungan

1. Tugas dan Tanggung Jawab Seksi Liturgi :

a. Mengatur penyelenggaraan kegiatan Lingkungan,

seperti: pertemuan, ibadat/doa bersama, pendalaman iman, atau Perayaan Ekaristi Lingkungan.

b. Meningkatkan keikutsertaan Umat Lingkungan dalam berbagai kegiatan liturgi dan katekese, seperti rekoleksi, doa rosario, pendalaman iman, doa bersama dalam keluarga di Lingkungan, peringatan arwah, pemberkatan rumah, dll.

c. Mengupayakan peningkatan dan pembinaan lektor,

(54)

dengan sadar dan aktif melaksanakan tugas pelayanan liturgi sesuai dengan jadwal dari Seksi Liturgi Paroki. e. Membuat laporan kegiatan kepada Ketua Lingkungan. 2. Tugas dan Tanggung Jawab Seksi Sosial :

a. Mengajak Umat untuk memberikan waktu, perhatian dan bantuan khusus kepada orang miskin, orang sakit, cacat fisik dan sosial, juga orang yang mengalami penderitaan dan ketidakadilan.

b. Mengusahakan bantuan bagi anak-anak yang mengalami kesulitan biaya sekolah.

c. Bekerja sama dengan Seksi Pengembangan Sosial

Ekonomi Paroki, untuk ikut memerhatikan keluarga-keluarga atau Umat di Lingkungannya yang menderita atau berkekurangan.

d. Memerhatikan orang-orang lanjut usia atau jompo supaya tidak kesepian dan terlantar.

e. Memerhatikan dan mengusahakan kebutuhan rohani mereka yang lanjut usia atau jompo dan sakit, sehingga dapat menerima komuni.

f. Memerhatikan orang sakit yang ada di Lingkungan, dan bila memerlukan pelayanan Sakramental melaporkannya kepada Pastor Moderator atau Pastor lainnya.

g. Bersama dengan Pengurus lain, membantu pengurusan jenazah dan pemakamannya bagi keluarga yang sedang mengalami musibah kematian.

(55)

3. Tugas dan Tanggung Jawab Seksi Keluarga :

a. Bersama dengan Ketua Lingkungan membentuk Pamong Lingkungan untuk menyapa dan mendampingi keluarga yang ada di Lingkungan.

b. Membantu Seksi Keluarga Paroki dalam perayaan Hari Ulang Tahun Perkawinan (HUP).

c. Mendata keluarga yang status perkawinannya belum sah menurut tata cara Gereja Katolik, dan bersama Ketua Lingkungan mendorong mereka untuk menyelesaikannya dengan Pastor Moderator.

d. Menfasilitasi keluarga di Lingkungan untuk mengikuti kegiatan yang mengembangkan hidup keluarga secara Katolik seperti family gathering, sharing keluarga muda, dll.

e. Memberikan prioritas dan perhatian khusus untuk pembinaan kaum muda, supaya sejak dini mereka dibina dalam nilai-nilai Iman Katolik.

f. Mendampingi dan mengoordinasikan kelompok kaum muda di Lingkungan.

g. Mendukung dan memfasilitasi kegiatan OMK di Lingkungan.

h. Menyiapkan kaum muda untuk menjadi kader Gereja. i. Memerhatikan anak-anak, agar sedapat mungkin

berse-kolah di seberse-kolah Katolik.

j. Mengusahakan agar anak-anak Katolik di sekolah negeri atau swasta non Katolik memperoleh pelajaran agama Katolik.

(56)
(57)

BAB VII

S E K S I

Pasal 44

Susunan Pengurus Seksi

1. Susunan Pengurus Seksi terdiri dari : a. Seorang Ketua

b. Seorang Wakil Ketua c. Seorang Sekretaris d. Seorang Bendahara

e. Beberapa orang Pengurus sesuai dengan kebutuhan. 2. Ketua Seksi dipilih dan diangkat oleh Dewan Paroki Harian. 3. Wakil Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Pengurus lainnya

dipilih dan diangkat oleh Ketua Seksi, setelah berkonsultasi dengan Pendamping dan Moderator Seksi.

4. Bidang dan Nama Seksi hendaknya selaras dengan Bidang dan Nama Komisi Keuskupan.

5. Jumlah Seksi akan disesuaikan dengan kebutuhan Pastoral Paroki.

(58)

Pasal 45

Tugas Pengurus Seksi

Tugas Pengurus Seksi secara umum :

1. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan fungsinya masing-masing.

2. Membuat rencana kegiatan dan anggaran untuk Seksinya. 3. Dalam menjalankan kegiatannya, Pengurus Seksi harus

memerhatikan Pedoman dan Pengarahan Komisi Keuskupan yang terkait.

4. Melaksanakan kegiatan sesuai dengan rencana kegiatan dan mengevaluasi pelaksanaannya.

5. Membuat laporan kegiatan dan laporan keuangan sesuai dengan Pedoman Rumah Tangga Paroki.

6. Ketua Seksi bertanggung jawab kepada Dewan Paroki Harian.

Pasal 46

Dana Seksi

1. Seksi tidak diperkenankan mempunyai Kas sendiri, kecuali ditentukan oleh Dewan Paroki Harian.

2. Sumber pendanaan Kegiatan Seksi berasal dari: a. Kas Paroki

(59)

Pasal 47

Bidang dan Nama Seksi

Bidang dan Nama Seksi diselaraskan dengan Bidang dan Nama Komisi Keuskupan Agung Jakarta, yaitu :

1. Bidang Ibadat (Leiturgia) :

 Seksi Liturgi

2. Bidang Pewartaan (Kerygma) : a. Seksi Katekese

b. Seksi Kerasulan Kitab Suci

c. Seksi Komunikasi sosial (Komsos) 3. Bidang Pelayanan (Diakonia) :

a. Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) b. Seksi Pendidikan

c. Seksi Kesehatan d. Seksi Panggilan e. Seksi Keluarga

f. Seksi Kerasulan Awam (Kerawam) g. Seksi Kerasulan Doa

h. Seksi Prodiakon

i. Seksi Lingkungan hidup 4. Bidang Persekutuan (Koinonia) :

a. Seksi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan (HAK) b. Seksi Kepemudaan

(60)

Pasal 48

Pedoman Membentuk Pengurus Seksi

1. Tiap Seksi didampingi oleh seorang pendamping dari anggota Dewan Paroki Harian, dan berada di bawah pembinaan seorang Pastor Moderator.

2. Pembinaan Seksi yang berkaitan dengan Liturgi, Kepanitiaan rutin yang berada di bawah Seksi, pihak luar Paroki, dan menyangkut kepentingan seluruh Umat Paroki seperti Seksi Liturgi, Katekese, KKS, Komsos, dan Prodiakon berada langsung di bawah Pastor Kepala Paroki (Ketua Umum Dewan Paroki).

3. Dalam menyusun Pengurus untuk melaksanakan tugas, Seksi hendaknya mengikuti arahan Dewan Paroki dan sesuai dengan Anggaran Dasar serta Pedoman Rumah Tangga Paroki.

Contohnya :

a. Untuk satuan fungsi yang berada langsung di bawah Seksi, dan menangani/mengatur kegiatan lingkup Paroki hendaknya dinamakan Subseksi, seperti Subseksi yang berada di bawah Seksi Liturgi yaitu Subseksi Pasdior, Subseksi Pemazmur, dan seterusnya.

b. Untuk satuan fungsi yang berada di bawah Seksi dan melakukan koordinasi pembinaan dengan kelompok yang ada di lingkup Teritorial dan Kategorial, hendaknya dinamakan Urusan, seperti Urusan yang ada di bawah Seksi Kepemudaan yaitu Urusan Kategorial, Urusan Teritorial, Urusan Olahraga, dan seterusnya.

(61)

c. Jika suatu saat dianggap perlu, maka Seksi dapat membentuk Subseksi dan Urusan sekaligus. Misalnya Seksi Kerasulan Keluarga membentuk Subseksi Pembinaan Pernikahan yang menangani kegiatan HUP di lingkup Paroki, dan Urusan Pembinaan Keluarga yang berkoordinasi dengan Lingkungan atau kelompok Kategorial.

d. Pemakaian istilah Bidang dalam Seksi hendaknya dihindari, karena istilah Bidang mengacu pada Bidang yang ada dalam Panca Tugas Gereja yaitu Bidang Ibadat, Bidang Pewartaan, Bidang Persekutuan, Bidang Pelayanan, dan Bidang Kesaksian.

e. Susunan Pengurus Seksi harus sesuai dengan Pedoman Rumah Tangga Paroki. Penambahan/pengurangan susunan Pengurus dalam Seksi harus seizin dan disetujui oleh Dewan Paroki Harian.

4. Tiap Seksi yang mengadakan rapat, hendaknya membuat risalah/notulen rapat, dan menyerahkan copy risalah/notulen tersebut kepada Ketua Umum Dewan Paroki, sehingga kegiatannya diketahui dan terarsip di Sekretariat Paroki.

Pasal 49

Seksi Liturgi

1. Tugas Seksi Liturgi:

a. Mengupayakan agar seluruh Umat bersama-sama

merayakan liturgi dengan sadar dan aktif, sesuai dengan peranan masing-masing sehingga penghayatan iman mereka makin berkembang. Sadar artinya tahu

(62)

benar-ibadat. Aktif artinya ikut ambil bagian dalam doa dan nyanyian bersama.

b. Mengupayakan peningkatan pemahaman Umat tentang arti dan makna perayaan sakramen-sakramen, sakramentali, doa-doa, dan devosi-devosi.

c. Bertangung jawab atas ketertiban dan kerapian para petugas liturgi (termasuk imam, putra-putri altar, lektor, narator, pemazmur, dan paduan suara).

d. Menyusun jadwal petugas liturgi pada Perayaan Ekaristi hari Minggu dan hari besar Gerejawi lainnya.

2. Dalam melaksanakan tugas pelayanannya, Seksi ini dibantu oleh :

a. Subseksi Pasdior (Paduan suara, Dirigen, dan Organis)

Bertanggung jawab terhadap pembinaan paduan suara, dirigen, dan organis serta pembagian jadwal tugas masing-masing kelompok.

b. Subseksi Pemazmur

Bertanggung jawab terhadap pembinaan para pemazmur agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, serta mengatur pembagian dan jadwal tugas masing-masing petugas.

c. Subseksi Lektor dan Narator

Bertanggung jawab terhadap pembinaan para lektor dan narator agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, serta mengatur pembagian dan jadwal tugas masing-masing petugas.

(63)

d. Subseksi Putra-putri Altar

Bertanggung jawab terhadap pembinaan para Putra-putri Altar agar dapat melaksanakan tugasnya dengan baik, serta mengatur pembagian dan jadwal tugas masing-masing.

e. Subseksi Tata Tertib dan Kolektan

Bertanggung jawab terhadap pengaturan tata tertib pada Perayaan Ekaristi dan ibadat lainnya, serta mengatur jadwal dan pembagian tugas kolektan tiap Lingkungan. f. Subseksi Dekorasi (Ornata)

Bertanggung jawab menyediakan, mengatur, dan menata bahan keperluan dekorasi (seperti bunga, penutup altar, gorden) di dalam gereja, khususnya untuk Perayaan Ekaristi atau upacara lainnya.

g. Subseksi Perlengkapan Liturgi

Bekerja sama dengan koster untuk menyediakan dan memelihara perlengkapan barang-barang suci, serta pakaian/busana yang digunakan dalam perayaan liturgi/Ekaristi.

Pasal 50

Seksi Katekese

1. Tugas Seksi Katekese :

a. Mengoordinasikan pengajaran, persiapan, dan pembina-an para calon baptis, calon penerima komuni pertama,

(64)

pembina.

b. Menyelenggarakan kegiatan pembinaan iman Umat

dalam bidang katekese. Misalnya dalam masa Prapaskah, masa Adven.

c. Menyelenggarakan kegiatan yang dapat membangkitkan minat Umat agar menjadi katekis/pembina.

d. Mengusahakan agar murid beragama Katolik yang bersekolah di sekolah non Katolik mendapatkan pelajaran agama Katolik yang teratur, sesuai dengan kurikulum yang sudah ditentukan oleh Keuskupan.

e. Melakukan pembinaan/pendampingan lanjut (mistagogi) bagi para baptisan baru dewasa.

2. Dalam melaksanakan tugas pelayanannya, Seksi ini dibantu oleh:

a. Subseksi Penerimaan Sakramen

Bertugas dan bertanggung jawab:

1) Untuk mendaftar, memersiapkan, dan membina

para calon, serta memersiapkan dan menyelengga-rakan acara penerimaan:

 Sakramen Baptis (balita dan dewasa)

 Komuni pertama

 Penguatan

2) Melakukan pembinaan/pendampingan lanjut (mista-gogi) bagi para baptisan baru dewasa.

b. Subseksi Bina Iman Anak (BIA):

Bertanggung jawab untuk menyelenggarakan pengenal-an, pembinapengenal-an, dan pengajaran iman Katolik kepada anak.

(65)

c. Subseksi Bina Iman Remaja (BIR):

Bertanggung jawab untuk menyelenggarakan pengenal-an, pembinapengenal-an, dan pengajaran iman Katolik kepada remaja.

d. Subseksi Pelajaran Agama di Sekolah non Katolik:

Bertanggung jawab terhadap pelajaran agama Katolik bagi murid beragama Katolik di sekolah negeri atau sekolah swasta non Katolik.

e. Subseksi Katekis:

Bertugas mengumpulkan katekis Paroki untuk mengadakan pembinaan dan rekoleksi bersama, guna meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan mereka, serta menumbuhkembangkan minat Umat untuk men-jadi katekis yang baru.

Pasal 51

Seksi Kerasulan Kitab Suci

1. Tugas Seksi Kerasulan Kitab Suci :

a. Menyosialisasikan program dan informasi dari Komisi Kerasulan Kitab Suci KAJ.

b. Membimbing dan mendidik Umat untuk lebih mengenal, mendalami, dan mencintai Kitab Suci sebagai sumber iman.

c. Secara khusus, pada bulan Kitab Suci mengadakan berbagai kegiatan seputar Kitab Suci.

(66)

membaca Kitab Suci.

2. Dalam melaksanakan tugasnya, Seksi ini dibantu oleh: a. Subseksi Bina Anak

bertanggung jawab untuk memberi pemahaman tentang Kitab Suci kepada Anak, bekerja sama dengan Subseksi BIA (Seksi Katekese).

b. Subseksi Bina Remaja dan OMK

bertanggung jawab untuk memberi pemahaman tentang Kitab Suci kepada Remaja dan OMK, bekerja sama dengan Subseksi BIR (Seksi Katekese) dan Seksi Kepemudaan.

c. Subseksi Bina Dewasa

meliputi kegiatan seperti : Kursus Evangelisasi Pribadi (KEP), Pemandu, Kursus Alkitab Keuskupan Agung Jakarta (KAKAJ), Emaus Journey (EJ), Lectio Divina (LD).

Pasal 52

Seksi Komunikasi Sosial

1. Tugas Seksi Komunikasi Sosial :

a. Menyiarkan warta keselamatan kepada Umat.

b. Mengusahakan agar warta keselamatan dapat dibaca, didengar dan dilihat melalui alat-alat komunikasi sosial. c. Mengusahakan agar Umat, khususnya orang muda dapat

mempergunakan sarana komunikasi sosial demi perkembangan pribadinya sebagai orang beriman.

(67)

d. Mengusahakan pelatihan-pelatihan bagi Umat khususnya orang muda, agar dapat mempergunakan alat-alat komunikasi sosial sebagai sarana untuk mewartakan kebenaran dan keadilan.

e. Membina kesadaran Umat untuk bersikap kritis dan bijak pada media massa.

f. Menyosialisasikan kegiatan Paroki.

2. Dalam melaksanakan tugas pelayanannya, Seksi ini dibantu oleh Subseksi yaitu :

a. Subseksi Media Elektronik :

Bertanggung jawab atas pemanfaatan media komunikasi sosial seperti media cetak, radio, televisi, sinema, internet (website, email, face book, twitter), dan sebagainya guna menyiarkan warta keselamatan, serta mengupayakan terjadinya komunikasi dan kerja sama dengan paroki-paroki lain, kelompok-kelompok lain, atau Keuskupan.

b. Subseksi Dokumentasi :

Bertanggung jawab atas peliputan acara-acara dan peristiwa penting di Paroki, dengan menggunakan kamera foto atau video serta menyimpan dan memelihara hasilnya.

c. Subseksi Media Cetak :

Bertanggung jawab atas penerbitan berita Paroki (GEMA), majalah Paroki (BENTARA), dan terbitan lain sebagai sarana informasi mengenai kegiatan Paroki, sarana menambah wawasan dan pengetahuan Umat,

(68)

beriman.

d. Subseksi Perpustakaan :

Bertanggung jawab dalam penyelenggaraan, pengelo-laan, serta pengembangan perpustakaan Paroki.

Pasal 53

Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE)

1. Fokus kegiatan Seksi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) adalah menggerakkan dan mewujudkan solidaritas sosial Umat Paroki untuk mengembangkan ekonomi Umat yang membutuhkan khususnya yang miskin dan terpinggirkan (pekerja pabrik, pekerja rumah tangga, dll), yang sakit, yang mengalami penderitaan, bencana alam, ketidakadilan, diskriminasi, dan cacat sosial lainnya.

2. Jenis dan sifat pelayanan Seksi PSE :

a. Jenis pelayanan yang diberikan sesuai dengan bidang kegiatan yang ditangani oleh masing-masing Subseksi. b. Sifat dan sikap pelayanan adalah proaktif meliputi

bantuan karitatif dan non karitatif.

3. Jumlah bantuan dan mekanisme permohonan :

a. Jumlah maksimum bantuan berupa uang ditentukan oleh kebijakan Dewan Paroki Harian, dengan memerhatikan masukan dari Seksi PSE, dan senantiasa ditinjau kembali sesuai dengan perkembangan ekonomi.

(69)

b. Permohonan bantuan dari luar Paroki ditujukan kepada Ketua Umum Dewan Paroki, dan apabila disetujui dan sesuai dengan kebijakan Seksi PSE, dapat ditindaklanjuti oleh Seksi PSE.

c. Permohonan bantuan dari Umat Paroki yang sesuai dengan kebijakan Seksi PSE, dapat langsung diproses oleh Seksi PSE melalui Subseksi terkait.

d. Mekanisme permohonan bantuan dan penyalurannya

diatur lebih lanjut di dalam petunjuk pelaksanaan Seksi PSE, dengan prinsip harus dilakukan dengan cara yang sederhana, cepat, dan langsung pada sasaran.

4. Tugas Seksi PSE :

a. Mengajak Umat untuk memberikan waktu, perhatian, dan bantuan khusus kepada yang miskin dan terpinggirkan, orang sakit, orang yang mengalami penderitaan, ketidakadilan, diskriminasi, atau masalah-masalah sosial lainnya,

b. Memberi bantuan kepada keluarga yang sedang ditimpa musibah kematian.

5. Dalam melaksanakan tugas pelayanannya, Seksi ini dibantu oleh Subseksi yaitu :

a. Subseksi Sandang, Pangan, dan Papan :

(1) Mengajak Umat untuk memberi perhatian dan bantuan kepada mereka yang kurang mampu memenuhi kebutuhan pokok sandang, pangan, dan papan.

(2) Menyalurkan bantuan pemenuhan kebutuhan

pokok tersebut kepada orang yang sungguh membutuhkan.

Referensi

Dokumen terkait