• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Aktivitas Antibakteri Penyebab Jerawat Staphylococcus epidermidis Menggunakan Ekstrak Daun Ashitaba (Angelica keiskei).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Uji Aktivitas Antibakteri Penyebab Jerawat Staphylococcus epidermidis Menggunakan Ekstrak Daun Ashitaba (Angelica keiskei)."

Copied!
6
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 4.2 Hasil uji pendahuluan senyawa atau zat  aktif ekstrak daun ashitaba
Tabel 4.4.1 Hasil Uji Aktivitas Penyebab Jerawat

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun selasih mempunyai aktivitas antibakteri terhadap S.aureus sensitif dengan zona hambat pada konsentrasi 3 mg/sumuran

Dengan kata lain, kontrol basis merupakan faktor koreksi pengamatan aktivitas antibakteri lotion minyak kayu manis, sehingga dapat diketahui diameter zona hambat

Dengan kata lain, kontrol basis merupakan faktor koreksi pengamatan aktivitas antibakteri lotion minyak kayu manis, sehingga dapat diketahui diameter zona hambat

Hasil uji DMRT luas zona hambat (cm 2 ) aktivitas antibakteri ekstrak daun ungu dengan variasi pelarut, kontrol ampisilin, dan kontrol pelarut terhadap bakteri uji

Hasil analisis (ANAVA) luas zona hambat aktivitas antibakteri ekstrak daun kana merah dengan variasi perlakuan pelarut, kontrol pelarut, dan kontrol ampisilin

Dari hasil yang ditunjukkan, kontrol (-) tidak memiliki zona hambat pada kedua bakteri uji sehingga dapat diketahui bahwa aktivitas antibakteri yang ditunjukkan

aeruginosa memperlihatkan sifat bakteriostatik yang hanya menghambat pertumbuhan bakteri uji hal ini dapat dilihat dari adanya penurunan diameter zona hambat sejalan

Zona hambat bakteri Streptococcus mutan dari ekstrak metanol Zona bening yang terbentuk dari hasil uji aktivitas antibakteri ekstrak etil asetat dengan