02 November 2014 Th V – No 44
Hari Raya Orang Kudus:
Peneguhan Persatuan Segenap Gereja dalam Roh
“Kita merayakan kenangan para penguni surga bukan hanya karena teladan mereka, melainkan lebih supaya persatuan dengan segenap Gereja dalam Roh diteguhkan.”
(Lumen Gentium, 50)
Pada hari raya orang kudus (1 November), Gereja Katolik merayakan hari para orang kudus, baik mereka yang telah dikanonisasikan/diakui Gereja sebagai Santo atau Santa, maupun para orang kudus lainnya yang belum dikenal.
Gereja telah mulai menghormati para Santo/Santa dan martir sejak abad kedua. Hal ini terlihat dari catatan kemartiran St. Polycarpus di abad kedua sebagai berikut: “Para Prajurit lalu,…. menempatkan jenazahnya [Polycarpus] di tengah api. Selanjutnya, kami mengambil tulang- tulangnya, yang lebih berharga daripada permata yang paling indah dan lebih murni dari emas, dan menyimpannya di dalam tempat yang layak, sehingga setelah dikumpulkan, jika ada kesempatan, dengan suka cita dan kegembiraan, Tuhan akan memberikan kesempatan kepada kita untuk merayakan hari peringatan
JADWAL MISA
Misa Harian:Senin s/d Jumat 06.00 wib
Hari Sabtu :
17.00 wib
Hari Minggu :
06.30 - 09.00 - 17.00 wib
Misa Jumat Pertama :
06.00 - 12.00 - 19.30 wib
Adorasi Ekaristi :
Setiap hari Senin 15.00 s/d 22.00 di Kapel ditutup pukul 22.00 dengan ibadat penutup (completorium)
PENYELIDIKAN KANONIK
(dengan perjanjian) Hari Senin, 17.00 – 18.30 wib
Romo A.S. Gunawan, Pr. Hari Kamis, 17.00 – 18.30 wib
Romo Anton Baur, Pr.
PELAYANAN MISA REQUIEM
Dapat dilaksanakan setiap hari di luar hari Sabtu dan Minggu. Hubungi Sekretariat Paroki.
Website:
www.parokisanmare.or.id
Mailing-list:
Facebook Group: SanMaRe
Kontribusi artikel, pengumuman, iklan: [email protected]
▸ Baca selengkapnya: semua orang beriman kristiani yang tidak termasuk golongan yang menerima tahbisan suci dan status kebiarawanan yang diakui dalam gereja disebut
(2)kemartirannya, baik untuk mengenang mereka yang telah menyelesaikan tugas mereka, maupun untuk pelatihan dan persiapan bagi mereka yang mengikuti jejak mereka.” (St. Polycarpus, Ch. XVIII, The body of Polycarp is burned, 156 AD).
Para Bapa Gereja, antara lain St. Cyril dari Yerusalem (313-386) mengajarkan demikian tentang penghormatan kepada para orang kudus: “Kami menyebutkan mereka yang telah wafat: pertama- tama para patriarkh, nabi, martir, bahwa melalui doa- doa dan permohonan mereka, Tuhan akan menerima permohonan kita ….” (Catechetical Lecture 23:9)
Pada awalnya kalender Santo/ Santa dan Martir berbeda dari tempat yang satu ke tempat lainnya, dan gereja- gereja lokal menghormati orang- orang kudus dari daerahnya sendiri. Namun kemudian hari perayaan menjadi lebih universal.
Referensi pertama untuk merayakan hari para orang kudus terjadi pada St. Efrem dari Syria. St. Yohanes Krisostomus (407) menetapkan hari perayaannya yaitu Minggu pertama setelah Pentakosta, yang masih diterapkan oleh Gereja- gereja Timur sampai sekarang. Gereja Barat, juga kemungkinan pada awalnya merayakan demikian, namun kemudian menggeserkannya ke tanggal 13 Mei, ketika Paus Bonifasius IV mengkonsekrasikan Pantheon di Roma kepada Santa Perawan Maria dan para martir pada tahun 610.
Perayaan hari para orang kudus pada tanggal 1 November sekarang ini kemungkinan ditetapkan sejak zaman Paus Gregorius III (741) dan pertama kali dirayakan di Jerman. Maka hari perayaan ini tidak ada kaitannya dengan perayaan pagan Samhain yang dirayakan di Irlandia. Perayaan 1 November sebagai hari raya (day of obligation) ditetapkan tahun 835 pada jaman Paus Gregorius IV.
Hari raya orang kudus yang kita rayakan pekan ini adalah merupakan suatu ajakan konkret untuk mengikuti hidup dan ajaran Yesus serta mempercayai dan mewujudkannya dalam hidup sehari-hari. Bahkan, para kudus martir mewujudkan dan mengalami dalam bentuk yang nyaris mirip dengan yang Yesus sendiri alami.
Hari raya ornag kudus sungguh merupakan momen yang tepat bagi kita juga untuk menyatakan cita-cita menjadi orang kudus, yang berbahagia karena berkorban bagi sesama dengan rela. Kalau bukan diwujudkan sekarang, kapan lagi?
Disadur dari www.katolisitas.org
Pelatihan “The Fully Alive Experience” (FAE)
karya John Powell SJ dan Loretta Brady
Terbuka untuk umum:
Dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu
15 November s/d 23 November 2014 (4x pertemuan)
Sabtu: Pk 13.30 – 18.30 & Minggu: Pk 08.00 – 15.30
Di Wisma Xaverian, Bintaro
Di bawah bimbingan Team FAE Bintaro & P. Daniele SX
Pendaftaran: Wina 08161496091 - Wiwie 08176960960
Biaya: Rp. 100.000 (makalah & konsumsi)
▸ Baca selengkapnya: makna peringatan 1000 hari orang meninggal katolik
(3)-Kursi Pemimpin (2)
Letaknya komunikatif
Sebagai bagian dari kesatuan jemaat, maka Kursi Pemimpin sebaiknya diletakkan sedemikian rupa sehingga tetap merupakan bagian dari jemaat yang berhimpun. Sebisa mungkin jemaat dapat melihat dengan mudah Kursi Pemimpin itu. Juga ketika Imam Selebran sedang berada disitu, entah duduk pada Kursi itu atau berdiri di depannya. Inilah aspek komunikatif tata letak Kursi Pemimpin. Jelasnya, Kursi Pemimpin ditempatkan sedemikian rupa sehingga Imam Selebran ketika duduk disana tetap dapat berhadap-hadapan dengan jemaat.
Diberkati uskup
Kursi Pemimpin pun mendapatkan berkat khusus. Jika kursi itu
masih baru, maka uskup dari keuskupan itulah yang paling berwenang memberkatinya. Uskup itu pula yang pertama kali menggunakannya. Hal ini biasanya sudah merupakan satu bagian dari acara pemberkatan gedung gereja. Seorang Imam sebenarnya juga boleh memberkati Kursi Pemimpin, baik yang masih baru maupun yang telah diperbaiki. Namun, tetaplah hak prerogative itu ada pada uskup dioses.
Hanya satu Kursi Pemimpin
Seperti halnya altar yang hanya ada satu di dalam sebuah gereja, demikianpun Kursi Pemimpin tidak boleh lebih dari satu. Fungsi simbolisnya akan berkurang atau bahkan tidak berbicara apa-apa jika terdapa-apat lebih dari satu kursi. Hanya ada satu uskup dioses yang berwenang dalam suatu keuskupan, uskup lainnya adalah uskup pembantu atau yang sudah pensiun (emeritus). Maka, cukuplah pula hanya ada satu Kursi Pemimpin dalam sebuah gereja paroki. Kursi Pemimpin itu merupakan kepanjangan dari katedra uskupnya, semacam replica dari katedra di gereja katedral.
Untuk Gereja Katedral?
Tentu dalam sebuah gereja katedral, selain katedra atau takhta uskup sendiri, juga diperlukan satu Kursi Pemimpin, yang berbeda bentuk dengan katedranya. Jika uskup dioses setempat yang memimpin perayaan liturgis, maka ia sudah seharusnya menempati takhtanya. Namun, uskup lain bahkan uskup pembantu di keuskupannya tidak berhak menempati takhta uskup setempat itu. Apalagi seorang imam biasa yang menjadi selebran, ia pun tidak boleh menempati takhta uskupnya. Maka, Kursi Pemimpin yang tersedia itulah yang menjadi tempat duduk Imam Selebran selama memimpin perayaan liturgis.
Sumber: CH. Suryanugraha OSC, Rupa dan Citra
POJOK LITURGI
▸ Baca selengkapnya: makna peringatan 100 hari orang meninggal katolik
(4)YAKOBUS MUDA (1)
Saudari-saudara, di awal bulan Oktober kemarin, kita sudah bersama mengenali rasul yang bernama St. Yakobus tua. Kini, kita akan membahas dan mengenali Yakobus yang lain dalam Kitab Suci yang dikenal dengan nama Yakobus Muda. Ia termasuk dalam daftar Dua Belas Rasul yang dipilih oleh Yesus dan disebut sebagai "anak Alfeus" (Mat 10: 3; Mrk 3: 18; Luk 5; Kis 1: 13). Dia sering diidentikkan dengan Yakobus yang lain, yang disebut "Muda" (Mrk 15: 40), anak seorang Maria (Mrk 15:40), mungkin "Maria, isteri Klopas", yang berdiri, menurut Injil Keempat, di kaki Salib dengan Bunda Yesus (Yoh 19: 25). Dia juga datang dari Nazaret dan mungkin memiliki relasi erat dengan Yesus (Mat 13:55; Markus 6:3); menurut adat Semit ia disebut "adik" (Mrk 6:3; Gal 1:19).
Kisah Para Rasul menekankan, peranan Yakobus ini tampak jelas di dalam Gereja Yerusalem, tepatnya dalam Konsili Yerusalem. Dalam Konsili tersebut, ditegaskan bahwa orang-orang non-Yahudi dapat diterima ke dalam Gereja tanpa terlebih dahulu mengajukan sunat (Kis 15:13). Santo Paulus
pun memunculkan nama Yakobus sebagai saksi iman kebangkitan Yesus Kristus (I Kor 15:7). Bahkan, Santo Paulus sendiri pun menyatakan bahwa Yakobus, termasuk Kefas (Petrus) dan Yohanes menjadi sokoguru jemaat. Yakobus disebut pertama kali oleh Santo Paulus sebagai pribadi yang istimewa & disejajarkan dengan Rasul Petrus (Gal 2: 9). Selanjutnya, komunitas Yahudi-Kristen menganggapnya titik acuan utama mereka dalam hal hidup beriman. Surat yang menyandang nama Yakobus juga dikaitkan dengannya dan termasuk dalam kanon Perjanjian Baru. Di dalamnya, Yakobus tidak ditampilkan sebagai "saudara Tuhan" tetapi sebagai "hamba Allah dan Tuhan Yesus Kristus" (Yak 1: 1). Kisah Para Rasul, di sisi lain, mengungkapkan bahwa "Yakobus" memainkan peran yang sangat penting dalam gereja perdana, seperti yang kita telah disebutkan, setelah Kebangkitan Yesus (Kis 12: 17; 15: 13- 21; 21: 18). Tindakan yang paling penting adalah peran-sertanya ketika Konsili Yerusalem dalam hal hubungan yang pelik antara orang-orang Kristen asal Yahudi dan orang-orang asal non-Yahudi. Dalam hal ini, bersama-sama dengan Santo Petrus, ia memberikan kontribusi pastoral untuk mengatasi, atau lebih tepatnya, untuk mengintegrasikan dimensi asli Keyahudian dalam Kekristenan dengan mereka yang berasal tidak dari kebangsaan Yahudi; dengan penegasan bahwa mereka tidak dipaksa untuk tunduk kepada semua norma-norma hukum Musa.
Kitab Kisah Para Rasul telah mencatat sebuah solusi iman yang justru disampaikan oleh Yakobus dan diterima oleh semua Rasul yang hadir. Penegasan dari rumusan itu adalah bahwa bangsa-bangsa non-Yahudi yang percaya akan Yesus Kristus—tidak harus disunat—diminta hanya untuk menjauhkan diri dari praktek penyembahan berhala, makan daging hewan dipersembahkan kepada dewa-dewa, dan dari "ketidakwajaran", sebuah istilah yang mungkin menyinggung perkawinan tidak teratur. Dalam prakteknya, itu adalah pertanyaan dari mengikuti hanya beberapa larangan dari Hukum Musa dianggap sangat penting.
Dengan demikian, dua hasil penting dan saling melengkapi diperoleh; yang keduanya masih berlaku hari ini: di satu sisi, hubungan tak terpisahkan yang mengikat Kristen ke agama Yahudi diakui; dan di sisi lain, orang-orang Kristen non-Yahudi yang diizinkan untuk menjaga identitas sosiologis mereka sendiri, tidak harus mengikuti tradisi Yahudi "ajaran seremonial" Musa, tetapi tetap memperhitungkan tradisi tersebut sebagai akar tumbuhnya iman Kristiani
.
Diolah dan ditulis oleh Rm. Anton Baur, Pr
SERI BAPA GEREJA
-Gaudium et Spes – Kegembiraan dan Harapan (1)
(Sebuah Konstitusi Konsili Vatikan II)
Bersama Masyarakat dalam Kecemasan dan Harapan
Aparat kepolisian Jakarta Selatan mengamankan 12 perempuan belia.
Lima di
antaranya masih di bawah umur
dan berasal dari penampungan di Pengadegan
Barat, Jakarta Selatan. Mereka korban perdagangan anak dan manusia (human
trafficking) yang akan dijual ke Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam.
Sikap Hormat terhadap Pribadi Manusia
Lima puluh tahun lalu, mungkin orang tidak akrab mendengar kejahatan kemanusiaan
berupa human trafficking. Tetapi Para Bapa Konsili Vatikan II melihat tanda-tanda zaman
bahwa kejahatan ini bisa saja semakin marak akibat kemajuan teknologi, ketimpangan
ekonomi, dan memudarnya ikatan relasi umat manusia. Sebagian besar kasus human
trafficking terkait dengan kemiskinan dan keterbelakangan.
Human trafficking adalah bentuk lain perbudakan. Bukannya hilang, human trafficking
malah kian subur di zaman modern ini. “Perbudakan, pelacuran, perdagangan perempuan
dan anak-anak. mencoreng peradaban manusiawi .. dan
sangat berlawanan dengan kemuliaan Sang Pencipta…”
(Gaudium et Spes, Bab II pasal 27). Umat Katolik yang
adalah murid-murid Kristus diharapkan ikut terlibat
bersama kecemasan masyarakat luas menanggulangi segala
tindakan yang merendahkan ciptaan Allah termasuk human
trafficking dan bersama berharap akan dunia yang lebih
baik.
Gereja pasca Konsili Vatikan II melihat dunia modern
lengkap dengan harapan dan permasalahan sebagai arena
medan karya untuk pewartaan kabar sukacita Injil. Gaudium
et Spes dibuka dengan kalimat, “Kegembiraan dan harapan,
duka dan kecemasan orang-orang zaman sekarang,
terutama kaum miskin dan siapa saja yang menderita,
merupakan kegembiraan dan harapan, duka dan kecemasan
para murid Kristus juga”.
Gereja mendeklarasikan diri sebagai himpunan orang
beriman yang ingin solider, berempati, sehati dan sejiwa
dengan mereka yang berada di garis kemiskinan dan hidup
dalam penindasan dalam segala bentuk. Dalam hal itu,
menjadi tanggung jawab sosial kita, menciptakan setiap
bentuk pekerjaan sebagai sumber penghidupan dan
martabat manusia. **
POJOK LITURGI
“Pada zaman kita sekarang ini mendesak kewajiban menjadikan diri kita sendiri
sesama bagi setiap orang, siapa pun dia itu, dan bila ia
datang melayaninya secara aktif, entah ia itu orang lanjut usia yang sebatang kara, entah tenaga kerja asing yang dihina tanpa alasan, entah seorang perantau, atau anak yang lahir
dari hubungan haram dan tidak sepatutnya menderita
karena dosa yang tidak dilakukannya,atau orang lapar yang menyapa hati nurani kita seraya mengingatkan sabda
Tuhan:
“Apa pun yang kamu jalankan terhadap salah seorang saudara-Ku yang hina ini, kamu perbuat terhadap Aku”
(Mat 25:40). Gaudium et Spes, Sikap Hormat terhadap Pribadi
Manusia #27
Via Crucis
Gua Maria KaNaDa
“Kami bertigapuluh termasuk empat balita yang sungguh kuat, menapaki teduhnya
jalan setapak. Rimbun pohon tinggi, sungguh teduh dan menyegarkan batin, walau
terkadang di keheningan sayup-sayup terdengar musik dangdut kampung sebelah.
Kekhusyukan doa dan semangat anak-anak meletakkan lilin di setiap perhentian Jalan
Salib ini, mengusir jauh-jauh rasa penat.”
Sabtu 18 Oktober, tepat pukul 07:10 seiring kedatangan kereta commuter-line,
keluarga besar Lingkungan Santo Thomas Rasul (Santhora) Wilayah 6 bergegas
melaju menuju stasiun Serpong, kemudian berganti dengan kereta ekonomi-lokal
untuk melanjutkan perjalanan ke stasiun Rangkasbitung. Keretanya tidak nyaman,
panas, berdiri dua jam, senggol-senggolan bau keringat; namun itu semua berhasil
menjadi persiapan batin kami sebelum merenungkan sengsara Yesus Kristus.
Sekitar pukul 10:30, kami tiba di hadapan Gua Maria KaNaDa (Kampung Narimbang
Dalam), yang menempel pada halaman Akademi Keperawatan Yatna Yuana,
Rangkasbitung. Letih yang menyebar di sekujur badan, tersapu bersih oleh segarnya
udara di sekitar gua maria. Semakin segar setelah Doa Rosario kami daraskan,
KABAR UMAT
-dilanjut lezatnya santap makan siang yang kami beli dari ibu WKRI Paroki Santa
Maria Tak Bernoda Rangkasbitung.
Jalan Salib pun kami mulai tepat pukul 12:15. Perhentian demi perhentian, kami
berlutut, dan anak-anak kami (4 balita) menuntaskan 14 perhentian dengan sempurna
penuh sukacita, tanpa satu pun yang digendong. Bapak-ibu yang sepuh pun sempat
terengah-engah, namun penghiburan yang mereka terima terbukti menguatkan
badan. Di akhir perhentian ke-14, sukacita meledak di wajah dan hati kami semua.
Istirahat sejenak
sambil menikmati
gerimis yang mulai
turun, kami bergegas
kembali ke stasiun
kereta dengan angkot.
Perjalanan pulang
sungguh bertaburan
berkat. Kereta melaju
lebih cepat, kami semua
mendapat tempat
duduk, AC kereta
berfungsi baik sehingga
menambah kenyamanan,
dan pukul 16:15 sudah
mendarat di stasiun
Sudimara dengan
selamat.
Terima kasih Tuhan.
Ditulis olehTimot, umat Santhora.Doa Rosario Lingkungan:
Partsipasi Umat dan Sukacita Anak dalam Doa Rosario
Bulan Oktober merupakan Bulan Rosario. Lingkungan Sta. Agatha Wilayah V juga
mengadakan kegiatan doa rosario. Sungguh, doa rosario bulan ini sangat istimewa
bagi umat Sta. Agatha. Tahun-tahun sebelumnya doa rosario hanya diadakan
seminggu sekali. Oktober ini, doa Rosario diadakan setiap hari dan tempatnya
bergantian di rumah warga.
Banyak hal baik yang
didapat umat dari doa
rosario bulan ini. Umat
yang belum pernah
memimpin doa rosario
mau tidak mau harus
memimpin doa. Mereka
yang awalnya tidak tahu
tata cara doa rosario,
menjadi fasih kemudian.
Mereka yang tadinya
tidak pernah ikut
kegiatan lingkungan,
akhirnya mau tidak mau terlibat karena tuan rumah doa rosario disusun bergiliran.
Menurut saya, hal paling istimewa adalah keterlibatan anak-anak yang sangat
antusias mengikuti doa rosario walau diadakan mulai pukul 20.00. Setiap doa rosario
pasti cukup banyak anak-anak yang hadir. Malah ada anak-anak yang selalu
menanyakan pada sang ibu, “Hari ini doa rosario di rumah siapa?”
Ada anak yang kecewa jika orang tua tidak bisa berangkat untuk doa. Bahkan, ada
anak yang mau dititipkan pada teman orangtuanya agar dia bisa ikut doa rosario.
KABAR UMAT
-Anak-anak juga tekun belajar Doa Rosario. Awalnya, Rosario hanya dipegang-pegang
atau dimainkan. Lambat laun mereka dapat menggunakan rosario itu secara mandiri.
Meski mereka harus berulang kali bertanya pada orangtua.
Sebelumnya, anak-anak sulit untuk duduk diam dan cenderung banyak bermain saat
doa rosario. Namun sekarang anak-anak bisa duduk tenang dari awal hingga selesai
doa dan bisa menggunakan rosario secara mandiri dan benar.
Semoga iman anak-anak ini akan
Yesus semakin bertumbuh subur
dan semakin teguh. Sungguh luar
biasa!! Pada awalnya, kami merasa
tidak yakin bisa mengadakan doa
rosario tiap hari di lingkungan
Sta.
Agatha, tapi nyatanya hal
tersebut terlaksana. Anak-anak
pun sungguh antusias dan bisa
tekun mengikuti doa rosario.
Sungguh Doa Rosario membawa banyak perubahan baik bagi umat Sta. Agatha. Pasti
masih banyak hal baik yang diperoleh umat dengan Doa Rosario ini.
Narasi dan foto oleh Adriana P.
“LOKAKARYA dan PELATIHAN PEMAZMUR”
Sebagai bagian dari Program Musik Liturgi Paroki St Maria Regina Bintaro, Sie
Liturgi menggelar Lokakarya/Pelatihan Pemazmur untuk meningkatkan kemampuan
penghayatan dan pemahaman dalam membawakan Mazmur.
Harapannya, Pemazmur dapat membawakan Nyanyian Mazmur dalam tugas
Pelayanan Misa dengan baik. Lokakarya/Pelatihan Pemazmur ditujukkan bagi
semua pemazmur, minimal sudah menginjak kelas X SMA.
Lokakarya/Pelatihan akan diadakan pada:
Hari/Tanggal : Sabtu dan Minggu, 8 – 9 November 2014,
dan Sabtu, 15 November 2014
Waktu
: 16.00 – 21.30
Tempat
: Ruang Kelas Gereja Santa Maria Regina
Pembimbing
: Petrus Somba, Seksi Musik Komisi Liturgi KWI
dan Komisi Liturgi KAJ
Mohon kepada Koordinator Wilayah/Ketua Lingkungan/Sie Liturgi Lingkungan
untuk menyampaikan nama perwakilan dari masing-masing Wilayah/Lingkungan
masing-masing. Sie Liturgi akan menyiapkan pembagian kelompok untuk Jadwal
Pelatihan Praktek Pemazmur.
(Detil informasi bisa dilihat di surat yang telah kami kirim via e-mail tanggal 29 Oktober 2014)
Seksi Kesehatan bekerjasama dengan RS Mount Alvernia Singapura menyelenggarakan
Seminar Kesehatan dengan Topik
"SLEEP DISORDERS" (Gangguan Tidur)
Hari/ Tanggal : Minggu, 30 November 2014
Waktu
: 08.30 - 12.00 WIB
Tempat : Aula Gereja Santa Maria Regina Bintaro
Pembicara : Dr Mark Hon Wah Ignatius, Consultant Ear
Nose Throat Surgeon, Certified Sleep Specialist,
Mount Alvernia Hospital Singapore
MC : Ibu Theresia Arden
Moderator : Bpk Osa Hartoyo
Seminar untuk umum dan tidak dipungut biaya.
Pendaftaran seminar dapat langsung menghubungi Ibu Cathy (0818 779577) / Ibu Lisa
(0821 1064111)/ Ibu Yely (0896 73592058) atau setelah Misa Sabtu/Minggu untuk
pengadaan konsumsi dan tempat mulai tanggal 25 Oktober 2014.
-MISA JUMAT PERTAMA 07 NOVEMBER 2014 Pukul. 06.00 Tatib : - Lektor : - Pukul. 12.00
Tatib: CIMB NIAGA
Lektor: C.M Ninuk Sri Harsini
Pukul. 19.30
Koor : LEGIO Lektor: Cicilia Nina
JADWAL LITURGI
PESTA PEMBERKATAN GEREJA BASILIK LATERAN – 08 & 09 Nov
Bacaan: Yeh. 47:1-2,8-9,12; Mzm. 46:1-3,5-6,8-9; Ul:5; 1Kor.
3:9b-11,16-17; Yoh. 2:13-22
Saran Lagu: PS 325, 327, 333, 620, 622, 847, 953
MINGGU BIASA XXXIII – 15 & 16 Nov
Bacaan: Ams. 31:10-13,19-20,30-31; Mzm. 128:1-2,3,4-5; Ul:
lh,1a; 1 Tes. 5:1-6; Mat. 25:14-30
Saran Lagu: PS 335, 642, 650, 718, 719, 720, 721, 841, 955 Sabtu, 08 November, pukul 17.00
Koor dan Tatib: St. Markus - I
Petugas Lektor : Maria Agustine Tri Mardikowati & Ista Anindita
Putra/i Altar: Maria Kiara Anindita, Josephine Marie Yohana,
Patricia Dias Riandari, Jonathan Mark, Nathanael Krispo, Andreas Widiatmoko Prabowo, Benedicta Gita Adinda S., Ignatius Prayogo
Prodiakon:Georgino Godong, Prima Widi Hatmi, Fransiskus P. Narendra, Yosep Yendi, Agnes A. Sayan Rampisela, George Pangemanan, Franciscus Xaverius Andri, Hartawan Makmur
Sabtu, 15 November, pukul 17.00 Koor dan Tatib: St. Gregorius - IV
Petugas Lektor : Anna Retno Hapsari & Margaretha Petrina
Putra/i Altar: Maria Lilian D., Laurentius Melvin Pratama,
Adrian Alfa Sebastian Kulit, Priskila Nathania Edrea H., Gabriela Liviana, Stevanus Winata, Agatha Velline Lumy, Timoti Luke Lumy
Prodiakon: Hadi Susanto, Dwi Respati, Donanta Octaviardi, Thomas Erwin Kurniawan, Bambang Sulistyo P., Fifi Amaliawaty, Marcus B. Samosir, Stephanus Soetyoso Minggu, 09 November, pukul 06.30
Koor dan Tatib: Sta. Helena - III
Petugas Lektor : Alphonsus R. Seto Adi Wicaksono & Christiana E.N. Hendarjudani
Putra/i Altar: Fabian Adinata Iswadi, Michael David C., Gabriel
Nathaniel O., Dylan Alexander C., Kevin Stevandhy, Jonathan Stevandhy, Jessica Nadia A., Santos F. T.
Prodiakon: Noegroho Tjiptorahardjo, Gunawan Wibowo, Tjhong
Vincentius, Supriyanto, Yadi Djuhandi, Esther Meinelsa M.
Minggu, 16 November, pukul 06.30 Koor dan Tatib: Sta. Yosh. Bakhita - VI Petugas Lektor : Minche & L. Wiyono
Putra/i Altar: Christina Simamora, Brigieth Rungo Rata,
Alexander Andi, Christopher Rizal, Fransiska Wahyuni Novita, Yohanna Emarina, Maria Carolina Leba, Maria Carmelita Ome Leba
Prodiakon: Probel Gultom, Ignatius Sudarmadi, Joachim
Sulistyo, Didi Hartanto, Yasinta Fatmawati, Agnes Bertha Tabarani
Minggu, 09 November, pukul 09.00
Koor dan Tatib : Sta. Beatrix - V Petugas Lektor : Adriana. P & Theresia Wahyunita
Putra/i Altar : Fransiskus Arya Kusuma Aji, Margareta Sheren
Angela A, Vincentius Adiran Laurens N. P., Vincentius Kevin Anggoro R, Catarina Jennifer Juwana, Efrem Kriste Prana P. M., C. L. Oryza Emmanuela, J. Atlanta Andieani A. P.
Prodiakon: Hendrawan Thiodorus, Bambang Koes Rudiyanto,
Anna Retno Hapsari, G. Suyanto Utomo, H. Darno, Heru Santosa, J. Sumardi, Haryono Widarta, Joannes Suharno, Yohanes Budi Purwanto, Rudyanto Gunawan, Albertus Sugianto Supriadi, Arden Andreas Barus, Didik Wiryawan, Lily Irene Tantra, Helfina M. Tisnakusuma, Royandi Ernestus DP, Soetojo Dharmadi, Gatot Kusumo Atmojo, Metty Suprapti
Minggu, 16 November, pukul 09.00 Koor dan Tatib : Sta. Regina – II Petugas Lektor : Anastasia Agnes & Theresia Priscylla
Putra/i Altar : Catherine Inez Maharani P., Shannon Wijaya
Carolina Susan Mahadewi G. A., Yohanes Purba Sangga Becik, Maria Fransiska Chelsea Novelia Prodigma Gunawan, Kevin Bagas, T.A. Revabelle, Agata Anjani Cita Permata.
Prodiakon: Romualdus Ponidjan, Andrianus Nggala, Antonius
E. Nelwan, Indri Prijatmodjo, Temmy Royani, Veronika Kani, Yohannes Pudjiastoto, Agustinus Darmawan, Bambang Tedjo Nugroho, Yosep Yendi, Agustinus Fadjar AS, Saras Damai Susetyo, Daniel Bala Batti, Florentina Ratna Supeni H., Maryono Suwargo, Willem Dagi, Ferry Kordat, Columbanus Marianto, Floribertus Rismantoro, Lucas Hanifa Natahusada
Minggu, 09 November, pukul 17.00
Koor dan Tatib: PS SanMaRe & Tatib LEGIO Petugas Lektor : C.M Ninuk Djonowardjoko & Marta Francisca
Putra/i Altar: Giacinta Maretha Prita P., Nicholas Yabes Condi,
Helena Keke Imanuela, Laurentius Melvin P., Alvin Kindy Setiawan, Brigieth Rungo Rata, Gregorius Septaviel Kenzie, Benedicta Aurelia Virenze
Prodiakon: Kamilus Arifin, Rinto Setiono, Paul August Liqui,
Wahid Gunawan, Agustono Widjaja, Agus Munandar, Saly
Listiyadhi, Hesti Purbaningsih Minggu, 16 November, pukul 17.00
Koor dan Tatib: St. Yoh. de Brito – I Petugas Lektor : Ista Anindita & Mariska Vergina
Putra/i Altar: Maria Kiara Anindita, Josephine Marie Yohana,
Patricia Dias Riandari, Jonathan Mark, Andreas Widiatmoko Prabowo, Fransisca Mariana Rasendrya Z., Benedicta Gita Adinda, Timotius Gerwyn Jovian
Prodiakon: Irwan Wijaya, Josz Juswanto, Yustinus T.
Mudjihardjo, Ping Julianto W, Yoh. Soeryanto Santoso, Yustinus F. Irjayanto, Alfonsus Haryanto , Felicianus Purnawan Solihin
PENGUMUMAN
1. Latihan Koor Anak dan Remaja SanMaReDiundang seluruh anak-anak dan remaja SanMaRe untuk latihan koor. Setiap Sabtu pukul 15:00 sampai dengan 16:30 di Ruang kelas 301.
2. Persekutuan Doa Karismatik Katolik – PDKK SanMaRe
Persekutuan doa mengundang Bp./ Ibu/ Sdri. untuk berdoa dan mendengarkan firman Tuhan, pada hari Kamis, 06 November 2014, pukul 19:30 di Aula SanMaRe. Renungan dibawakan oleh Ibu Irene Tedjaindra. Diharapkan kehadiran umat SanMaRe
3. Akan saling menerimakan Sakramen Pernikahan :
Pengumuman ke III :
a) Verena Qisthina Chairani Putri dari Lingk. Andreas dengan Christopher Yohanes
Mewengkang dari Paroki St. Yakobus, Kelapa Gading, Jakarta.
Barangsiapa mengetahui adanya halangan untuk perkawinan tersebut, wajib memberitahu Pastor Kepala Paroki
ZIARAH NAPAK TILAS TUHAN YESUS :
Betlehem-Nazareth-Yerusalem-Sungai Yordan-Kana-Danau Galilea-Laut Mati-G.Sinai-Mesir(Piramida)-Petra-Jordania & tempat suci lainnya.(Ziarah sangat lengkap) Mengunjungi 4 negara: Israel-Mesir-Jordania-Palestina.
18-29 Des 2014 : Romo Agustinus PR, 3-14 Jan 2015 : Romo Kasmir SVD, 22 Feb - 4 Mar : Romo Terry Ponomban PR, 15-26 Juli 2015 : Romo Sarno PR. Bersama Holy Global Tour: Yolanda & Joppy Taroreh (berpengalaman sejak 1985). Pendaftaran & informasi ziarah hub : 021-71133336 /081252325500
QQ Biro Jasa – KAMSIA : Specialisasi pengurusan Akte
Perkawinan Sipil Rp. 600.000,- , STNK, SIM, Pasport, A. Lahir, NPWP, SIUP, TDP, Bacang, Barongsai Hub. Pasutri:Kiki&Tenny:74863431/33,08128055249,08151047 3737,08176700177, 081290751953, 93694180, 70669660.
YAYASAN KAMSIA : (Kami Siap Melayani Anda).
Melayani & membantu di saat berduka 24 jam. Rmh duka sekitar Bintaro, Peti Jenazah, Memandikan Jenazah, Formalin, Pemakaman, Kremasi, Mobil Ambulan dll.
PIANO STEMMER Stem Rep. Piano Yamaha, Organ dan
segala merk. Bergaransi. Dapat menghubungi : Ign. Purnomo Hp. 08988340811, 08128041167
LOWONGAN PEKERJAAN: Dibutuhkan Pengemudi untuk pribadi. Syarat bertempat tinggal Bintaro, SIM A, berpengalaman. Hubungi : 081787 3557
LOWONGAN PEKERJAAN: Raywhite Bintaro 7 Menteng Bintaro. Lulusan S1, Bhs Inggris Aktif, Jujur, Pekerja Keras, Flexitime, Memiliki Kendaraan sendiri. CV email ke
[email protected] atau [email protected]. Raywhite Priority Menteng
Bintaro sektor 7
LOWONGAN PEKERJAAN: Sebuah usaha dibidang Cakery membutuhkan tenaga sales dengan spesifikasi : mampu berkomunikasi dengan baik, mampu menangani penjualan & admin, menguasai komputer, memiliki SIM C. Menghubungi : 021 9282 6253