• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sehat Dengan Olah Nafas Merpati Putih Mg

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Sehat Dengan Olah Nafas Merpati Putih Mg"

Copied!
191
0
0

Teks penuh

(1)

SEHAT DENGAN OLAH NAFAS MERPATI PUTIH

Di dunia ini ada banyak metode olah nafas atau seni olah nafas. Sebagian dibungkus dalam kaidah beladiri tradisional berdasarkan olah rasa, sebagian lagi meriset dari hasil olah akal modern sepanjang perjalanan peradaban. Wilayah tradisional seringkali belum tereksplorasi secara utuh sehingga menyebabkan ada banyak pengetahuan yang masih bisa digali dan niscaya tidak akan usang. Ada beberapa keilmuan tradisional yang diteliti dan yang sudah mulai terbuka, namun ada juga yang masih misteri dengan kedalamannya masing-masing.

Sejak dulu kala, orang selalu berusaha mencari cara untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Dari mulai yang nampak tidak logis, hingga yang sangat logis. Tiga wilayah yang sejak dulu menjadi perhatian adalah anatomi, fisiologi, dan obat-obatan. Seperti misalnya Galen (131-201 SM), salah satu tabib yang hidup pada zaman Yunani kuno menulis 87 essay mengenai bagaimana cara meningkatkan kesehatan dengan perbaikan nutrisi, latihan aerobik melalui berjalan, dan penguatan otot-otot melalui memanjat tali dan latihan beban. Diet protein juga sudah dikenal sejak zaman Yunani kuno dan sudah diterapkan pada event Olimpiada pada masa itu dalam upaya meningkatkan performance atlet dan penguatan latihan. Bahkan salah satu sarjana ahli pengobatan pada zaman itu, Empedocles (500-430 SM) menulis adanya 4 cairan tubuh yang menjelaskan mengenai kompleksitas sistem peredaran darah, sistem pernafasan, dan sistem pembuangan. Meskipun tidak dapat dipungkiri bahwa pada zaman tersebut pengaruh aspek supranatural sangatlah kental, namun sama sekali tidak mengurangi manfaat dari penelitian para ahli tersebut di zamannya yang seringkali dapat menjadi peletak dasar bagi penelitian yang lebih modern setelahnya. Persaingan para tabib zaman Yunani kuno tertuang pada banyak naskah-naskah lama yang berhasil ditemukan dan sebagian lainnya melalui budaya tutur dari generasi ke generasi. Dari mulai yang berbau spiritual murni, supranatural, atau yang mulai masuk pada fisiologi, anatomi, yang berkembang pada masa itu dan modern pada zamannya. Lalu pada masa Renaissance pengetahuan mengenai anatomi dan fisiologi mulai berkembang pesat. Lahirnya

(2)

mesin cetak Gutenberg pada abad ke-15 menyebabkan banyak metode-metode yang mulai dituliskan dan dapat didistribusikan dengan baik. Akibatnya, berbagai tulisan di belahan dunia mulai dapat diakses dibelahan dunia lainnya. Hingga terus berkembang di zaman sekarang pada era modern dimana sekolah-sekolah medis mulai banyak, dan dengan bantuan alat-alat canggih yang ditemukan oleh para ahli. Proses perbaikan dan peningkatan kualitas kehidupan manusia tidak pernah berhenti dan terhenti. Disiplin-disiplin ilmu baru terus tumbuh dan mengalami spesialisasi sedemikian rupa. Berbagai aspek mulai digali dan diterapkan agar terjadi perbaikan tubuh dan membuat manusia berumur panjang. Penelitian-penelitian ilmiah mengalami peningkatan yang luar biasa. Dimulai dari 1946 dimana hanya terdapat 5 jurnal dengan 12 kutipan saja. Lalu meningkat di tahun 1962 hingga 51 jurnal dengan 128 kutipan. Meningkat lagi di tahun 1981 sebanyak 224 jurnal dengan 655 kutipan. Meningkat sangat tinggi di tahun 2010 sebanyak 54.451 jurnal dengan 180.066 kutipan. Hal ini menunjukkan bahwa ketertarikan akan terjadinya peningkatan kualitas hidup yang berujung pada umur yang lebih panjang sudah menjadi suatu harapan hidup manusia dari waktu ke waktu.

Salah satu aspek yang cukup menarik untuk digali adalah cara manusia bernafas. Ilmu tradisional Timur mempercayai bahwa cara bernafas yang dalam akan meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang usia. Ia akan meningkatkan asupan oksigen yang diperlukan oleh tubuh untuk menjadi lebih baik. Tidak ada penjelasan ilmiah apapun selain daripada bukti bahwa praktisi yang menjalani pola nafas yang dalam ini rata-rata memiliki umur yang panjang. Mereka menjalani satu set latihan tertentu dengan pola nafas dalam hampir setiap harinya. Kemudian hal ini menarik perhatian para ilmuwan Barat untuk menggali ada apa dibalik semua latihan olah nafas dalam ini dari sisi peningkatan kesehatan dan perpanjangan umur. Ilmuwan Rusia bernama Prof. K. P. Buteyko mengabdikan seluruh hidupnya untuk meneliti pola nafas yang memiliki manfaat untuk mengurangi dan bahkan menyembuhkan penyakit asma, meningkatkan stamina dan energi tubuh, meningkatkan kemampuan perbaikan tubuh dari suatu kondisi

(3)

sakit yang parah, terjadi peningkatan kemampuan melakukan manajemen tingkat stress yang dialami. Ilmuwan tersebut juga menemukan bahwa lebih dari 200 masalah kesehatan terkait dari kesalahan dalam pola bernafas. Penelitian lebih dari 40 tahun yang dilakukan oleh Buteyko Insitute of Breathing and Health telah menemukan banyak metode yang dapat merekondisi dan menormalkan fungsi-fungsi tubuh melalui cara mengolah nafas. Ribuan pasien berpenyakit asma mengalami perbaikan dan kesembuhan yang nyaris tanpa obat. Buteyko mengamati bahwa rata-rata pasien yang sakit mengalami kondisi nafas yang pendek, tersengal-sengal. Pasien yang sakit bernafas lebih cepat dan lebih banyak dibandingkan rata-rata orang yang sehat. Ketika diukur, volume tidal, kedalaman, dan frekwensi nafasnya mengalami perbedaan yang cukup signifikan. Maka ia menyimpulkan bahwa bernafas yang dalam memiliki korelasi yang sangat jelas dengan kesehatan tubuh manusia.

Pada tahun 1871 salah satu dokter dari Belanda bernama Da Costa menemukan sindrome hiperventilasi dimana mereka-mereka yang bernafas dalam mengalami pusing dan beberapa malah pingsan. Hal ini seringkali disalahkaitkan dengan masalah saturasi oksigen. Menurut efek Verigo-Bohr, itu adalah rasio karbondioksida menjadi oksigen yang mengizinkan pelepasan sejumlah oksigen dari darah. Di akhir tahun 1800-an, ahli fisiologi Rusia bernama Verigo dan ilmuwan Belanda bernama Bohr menemukan bahwa tanpa karbondioksida maka oksigen akan dilekatkan pada darah dan tidak dapat dilepaskan hingga membuat kekurangan oksigen pada jaringan otak, jantung, ginjal, dan organ lainnya sekaligus terjadinya peningkatan tekanan darah. Artinya, bahwa diperlukan karbondioksida agar oksigen ini dapat terlepas dari hemoglobin dengan baik dan mengalir menuju seluruh tubuh untuk dijadikan suatu rantai reaksi kimia yang bermanfaat. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kekurangan oksigen tidak disebabkan karena jumlah oksigen berkurang tetapi karena kekurangan karbondioksida. Jika kita bernafas terlalu banyak sebenarnya justru kita mendapatkan sedikit oksigen. Inilah yang disebut dengan Oksigen Paradox.

(4)

Fungsi dari sistem pernapasan kita tidak hanya untuk mendorong udara masuk dan keluar ke dalam paru-paru semata, melainkan untuk mempertahankan rasio yang sangat spesifik antara oksigen ke karbon dioksida. Pada sel otak, jantung, ginjal, dan organ lain, darah kita memerlukan konsentrasi 6,5% karbondioksida dan 2% oksigen. Udara yang kita hirup mengandung 200 kali lebih sedikit karbondioksida yang kita butuhkan dan 10 kali lebih banyak oksigen daripada yang kita butuhkan. Ini bukan kabar baik bagi kebanyakan dari kita. Maka teknik bernafas dalam sesungguhnya akan menjaga rasio terbaik dari karbondioksida dan oksigen dalam darah sehingga selalu dapat menuju ke seluruh bagian tubuh yang membutuhkan.

Inilah yang menjadi prinsip dasar dari latihan olah nafas Merpati Putih jika ditinjau dari analisa Verigo-Bohr yakni kemampuan mempertahankan rasio konsentrasi karbondioksida dan oksigen dalam darah. Maka apabila dilatih secara rutin dan benar akan meningkatkan kualitas hidup yakni meningkatnya fungsi organ dan jaringan tubuh lainnya. Apabila saat dilakukan terjadi kondisi pusing dan mengantuk, maka biasanya ada kesalahan pada pola olah nafasnya yakni tidak menggunakan olah nafas dalam namun olah nafas cepat. Dengan mengalirnya oksigen ke seluruh jaringan, maka akan membuat fungsi tubuh membaik seluruhnya. Bahkan, kanker pun dapat dibasmi dengan pendekatan ini.

Sehat, Bugar, dan Powerfull bersama Merpati Putih!

Salam hangat,

(5)

Saya sudah cukup lama mencari informasi internal mengenai kaidah yang disebut dengan Hiperbarik Oksigen. Beberapa referensi dari luar memang sudah saya gunakan ketika menjelaskan secara singkat mengenai bagaimana olah nafas MP ini dapat menjadi salah satu alternatif Terapi Hiperbarik Oksigen dalam skala yang paling kecil. Beberapa kemiripan yang terjadi pada saat melakukan olah nafasnya membuat kecenderungan hasil yang didapat dari olah nafas ini seperti halnya Terapi Hiperbarik Oksigen sungguhan. Manfaat yang didapat dari seni olah nafas MP secara 'kebetulan' banyak kemiripan dengan apa yang dicapai oleh terapi hiperbarik oksigen ini. Maka tidak salah ketika saya bertemu dengan senior mas Mike Wongkaren sangat meyakini bahwa apa yang beliau latih di MP adalah suatu terapi oksigen hiperbarik yang terjadi di dalam tubuhnya. Saat itu kami berbicara cukup lama dan intens di depan padepokan MP Kretek Bantul pada saat acara tradisi. Bahkan beliau membeli beberapa alat-alat teknologi tinggi untuk membantu latihan MP beliau sekaligus membuktikan pengaruhnya secara langsung.

Untuk memahami apa itu Terapi Hiperbarik Oksigen, saya tuliskan dibawah ini penjelasan mengenai Hyperbaric yang bersumber dari rujukan Hyperbaric Center RS TNI-AL Dr. Mintohardjo.

Ada banyak kaidah-kaidah yang dijelaskan pada tulisan ini yang dapat menginspirasi Anda, para pelatih MP, pelatih Kebugaran, atau siapapun, untuk memahami bagaimana cara tubuh ini bekerja dan bagaimana suatu seni olah nafas ini memiliki pengaruh pada tubuh kita.

Kesehatan adalah hal yang sangat berharga. Dan sungguh, ia tidak akan dapat dijaga tanpa adanya ilmu. Kebugaran Merpati Putih adalah salah satu ilmu untuk menjaga kesehatan diri apabila dijalani dengan benar. Baik ia digunakan sebagai pencegah masalah kesehatan (preventif), sebagai pengobatan masalah kesehatan (kuratif), dan sekaligus peningkatan aspek kesehatan (konstruktif).

(6)

====================== Hyperbaric

Proses menjadi tua merupakan proses yang alamiah meskipun kerap membuat resah. Fenomena ini merupakan proses degenerasi dalam tubuh manusia. Berbagai faktor berperan dalam cepat atau lambatnya proses ini, antara lain adalah faktor keturunan (genetika), psikis, faktor luar (stressor). Faktor luar atau stressor terdiri dari stressor kimia (obat-obatan, pestisida dan lain sebagainya), stressor fisik (misal: sinar radio aktif), serta stressor psiko sosial (misal: ketidakharmonisan keluarga, masalah pekerjaan).

Proses menua dipengaruhi oleh adanya radikal bebas dalam tubuh manusia. Radikal bebas dapat bereaksi dengan makro molekul lain yang dapat menimbulkan kerusakan pada jaringan maupun organ sehingga akhirnya menimbulkan terjadinya penyakit-penyakit seperti arteriosclerosis, hipertensi, kanker, dan lain-lain. Reaksi radikal bebas tersebut dapat dicegah dengan adanya zat-zat peredam (scavenger) sehingga proses metabolisme yang mempercepat proses menua dapat dihambat. Adanya enzym SOD (Superoxydedismutase) sebagai zat peredam memegang peran dalam hal ini.

Dengan perkembangan ilmu pengetahuan kedokteran, salah satu solusi untuk hal tersebut diatas adalah menggunakan terapi oksigen hiperbarik (Hyperbaric Oxygen Therapy). Terapi Oksigen Hiperbarik (disingkat: TOHB) adalah suatu cara pengobatan dimana pasien masuk ke dalam suatu ruangan tertutup (chamber) yang disebut RUBT (Ruang Udara Bertekanan Tinggi) kemudian diberi tekanan yang lebih besar dari tekanan udara normal yaitu lebih dari 1 atm (atmosfer) dan bernafas dengan oksigen murni (100%). Terapi ini dapat merupakan terapi utama atau terapi penunjang untuk berbagai pengobatan penyakit dan dapat dikombinasikan dengan terapi medis konvensional.

(7)

Hyperbaric Chamber adalah ruang berbentuk seperti kapsul yang terbuat dari baja dan aluminium yang memiliki lubang jendela akrilik. Ruang/chamber terdiri dari ruang dengan dua pintu, satu untuk keluar chamber dan satu ke ruang utama dari chamber, yang dapat diberi tekanan masing-masing sehingga memungkinkan pasien untuk masuk atau keluar ruang utama chamber saat masih bertekanan. Adanya 'airlock'/penguncian udara memungkinkan obat-obatan, instrumen atau makanan dimasukkan ke dalam ruang utama chamber. Melalui televisi sirkuit tertutup, teknisi dan staf medis diluar chamber dapat memantau keadaan di dalam ruangan chamber. Komunikasi dua arah antara bagian dalam chamber dan bagian luar dapat dilakukan melalui intercom. Karbondioksida 'scrubber' terdiri dari sebuah kipas yang mengalirkan gas didalam ruang melalui 'soda lime canister'. Panel kontrol di luar chamber digunakan untuk membuka dan menutup katup yang memungkinkan udara untuk memasuki atau meninggalkan ruangan serta oksigen yang dipasok untuk masker.

Bagaimana Cara Kerja TOHB?

Sistem kerja TOHB, pasien dimasukkan ke dalam ruangan dengan tekanan lebih dari 1 atm. Setelah mencapai kedalaman tertentu disalurkan oksigen murni (100%) ke dalam ruang tersebut. Ketika kita bernafas dalam keadaan normal, udara yang kita hirup komposisinya terdiri dari hanya sekitar 20% adalah Oksigen dan 80%nya adalah Nitrogen. Pada TOHB, tekanan udara meningkat sampai dengan 2 kali keadaan normal dan pasien bernafas dengan oksigen 100%. Pemberian oksigen 100% dalam tekanan tinggi menyebabkan tekanan yang akan melarutkan oksigen ke dalam darah serta jaringan dan cairan tubuh lainnya hingga mencapai peningkatan konsentrasi 20 kali lebih tinggi dari normal.

Oksigenasi ini dapat memobilisasi penyembuhan alami jaringan. Hal ini merupakan anti inflamasi kuat yang merangsang perkembangan pembuluh darah baru, dapat membunuh bakteri dan mengurangi pembengkan.

(8)

Setelah secara bertahap tekanan dalam ruangan meningkat (kompresi), mungkin akan timbul rasa hangat, namun hal itu bersifat sementara. Kompresi umumnya berlangsung sekitar 10 sampai dengan 15 menit.

Secara umum TOHB tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi pada pasien mungkin dapat terjadi sensasi "rasa penuh" seperti rasa tersumbat pada telinga oleh karena tekanan telinga bagian tengah dan bagian luar tidak sama. Rasa tersumbat ini dapat dihilangkan dengan cara minum air atau menelan air liur, menggerak-gerakkan rahang, menguap, mengunyah permen, atau melakukan tindakan Valsava[1] atau equalisasi.

Cara melakukan tindakan Valsava adalah dengan menutup mulut dan hidung secara bersamaan kemudian hembuskan udara melalui hidung dengan masih tertutup. Upayakan udara tidak keluar sehingga Anda akan merasakan telingan Anda tidak akan terasa tersumbat/penuh/sakit. Lakukan hal ini berulang setiap kali anda merasakan telingan tersumbat/penuh/sakit.

Upaya tersebut agar segera dilakukan, jangan menunggu sampai terasa sakit. Bila tidak berhasil menghilangkan rasa sakit, segera beritahu petugas yang berada di dalam atau teriak ... "Sakit...!"

Apa Persyaratan Sebelum TOHB?

1. Medik

- Thorax foto

- Tidak sedang flu dan demam

- Pemeriksaan laboratorium bila ada penyakit tertentu (misal: Diabetes Mellitus)

2. Sarapan pagi

3. Berpakaian berbahan katun dan disarankan agar bercelanan panjang 4. Tidak membawa barang elektronika, barang yang mengandung alkohol, telepon genggam, remote kontrol, minyak angin, dan minyak wangi 5. Tidak menggunakan jam tangan, perhiasan lainnya, gigi palsu, lensa kontak,

(9)

6. Melakukan equalisasi/Valsava yaitu upaya menyamakan tekanan telingan bagian tengah dan bagian luar. Hal ini perlu dilakukan pada saat Anda masuk dalam Hyperbaric Chamber

Apa Manfaat TOHB?

Manfaat awal dari terapi ini adalah untuk mengobati penyelam laut dalam yang menderita akibat embroli udara. Setelah banyaknya penelitian medis dan test, para ilmuwan telah menemukan lebih banyak penyakit yang dapat diobati dengan menggunakan TOHB, misalnya: cedera kepala, cerebral palsy, stroke, dan bahkan kelelahan kronis, luka diabetes, dan autis. Karena tekanan tinggi, oksigen murni diambil oleh tubuh lebih cepat. Oksigen ini akan tersaturasi dalam darah pada tingkat yang lebih tinggi dan diserap oleh setiap sel, otot, dan jaringan yang ada pada tubuh. Hal ini disebabkan adanya tekanan yang tinggi sehingga mendorong sirkulasi sehingga oksigen akan terbawa ke tiap sel dan konsentrasi oksigen dalam sel cukup tinggi. TOHB lebih populer pada hari ini karena bersifat low risk dan memiliki efek samping yang jauh lebih sedikit dibanding yang menggunakan obat-obatan.

Beberapa manfaat TOHB antara lain:

- Mengurangi volume gelembung gas pada penyakit dekompresi - Meningkatkan penyaluran oksigen pada jaringan yang kekurangan oksigen - Mendorong dan merangsang pembentukan pembuluh darah baru

- Menekan pertumbuhan kuman

- Mendorong pembentukan jaringan dan meningkatkan daya bunuh kuman oleh

sel darah putih

- Meningkatkan produksi SOD

- Mengeleminasi dan menurunkan zat beracun

Terapi Oksigen Hiperbarik berguna untuk pengobatan antara lain:

Terapi Primer

(10)

- Emboli Gas[3]

- Keracunan CO

- Gas Gangren[4]

- Osteoradionecrosis[5]

Terapi Skunder

- Kerusakan jaringan akibat radiasi

- Akut ischemia dan crush injuries

- Luka bakar

- Anemia akut

- Luka bakar yang sukar sembuh

- Skin flap

- Osteomyelitis[6]

- Ulcus / gangren pada diabetes

- Tuli mendadak, Tinitus

- Patah tulang

- Rehabilitasi motilitas sperma pada infertilitas

- Kebugaran dan estetika

Apa Manfaat TOHB untuk Kebugaran dan Estetika?

Dengan bertambahnya usia, kita berupaya untuk terus dan mempertahankan kebugaran dan kecantikan. TOHB dapat meningkatkan energi secara keseluruhan, meningkatkan kemampuan kognitif dan kesehatan dengan memerangi radikal bebas yang bersifat racun dan berbahaya, membantu meningkatkan metabolisme, dan membuat kulit dan rambut menjadi lebih sehat dan berkilau.

Peran TOHB dalam kebugaran dan estetika adalah dengan :

- Menurunkan asam laktat

- Meningkatkan kekuatan otot

- Meningkatkan kapasitas latihan fisik

(11)

- Merangsang peningkatan anti oksidan sehingga berperan dalam meredam radikal bebas, anti inflamasi, dan anti keriput

Adapun rancangan jadwal terapi yang disarankan untuk kebugaran dan estetika

adalah sebagai berikut:

Minggu I: 5x / minggu

Minggu II: 3x / minggu

Minggu III: 2x / minggu

Apa Peran TOHB dalam Perbaikan Memori?

Banyak pasien dengan kehilangan memori tidak didagnosis dengan benar, dianggap sebagai "penuaan normal" dan tidak perlu dikhawatirkan. Mungkin diberikan obat, namun tidak menghentikan penurunan progresif dari memori tersebut, malah berdampak efek samping dari penggunaan obat tersebut.

Kadang-kadang masalah memori banyak disebabkan oleh penyakit pembuluh darah. Penurunan aliran darah dan penurunan suplai oksigen dapat mempengaruhi memori. Miskinnya aliran darah dengan konsekwensi kurangnya oksigenasi yang memadai merupakan penyebab terbanyak masalah memori. Mini-stroke dapat dan sering menimbulkan gangguan memori. Stroke dapat terjadi tanpa ada yang menyadari bahwa telah terjadi atau sedang terjadi. Jika memori berjalan buruk tiba-tiba, dan terutama jika ada kebingungan, maka ada kemungkinan telah terjadi stroke. Jika test menunjukkan terjadi stroke atau penyempitan pembuluh darah, maka setidaknya masalah yang terjadi adalah kurangnya oksigenasi ke otak. TOHB membantu meningkatkan jumlah laurtnya oksigen ke dalam plasma darah dan cairan cerebrospinal sehingga jumlahnya meningkat dalam sel, jaringan, dan organ. Salah satu fakta yang paling penting untuk dipahami adalah bahwa otak merupakan organ yang paling sensitif terhadap kekurangan oksigen.

(12)

Efek samping yang paling umum adalah barotrauma telinga dan sinus yang disebabkan oleh perubahan tekanan. Untuk meminimalkan resiko ini, pasien dibekali teknik untuk mengatasi tekanan apda telinga selama kompresi.

Efek samping lain yang lebih jarang, tetapi dapat mencakup totalitas oksigen, claustrophobia, dan pematangan katarak yang dipercepat. Kadang-kadang beberapa pasien mengalami perubahan visual setelah beberapa perawatan yang menyebabkan mereka memiliki perubahan dalam ketajaman visual mereka. Ini biasanya hanya sementara dan menghilang setelah 3-4 bulan TOHB dihentikan. Sumber: Hyperbaric Rumah Sakit TNI-AL Dr. Mintohardjo

[1] Valsava, teknik ini dinamakan dari Antonio Maria Valsava, seorang dokter dan ahli anatomi berkebangsaan Italia sebagai penemunya. [2] Penyakit dekompresi, didefinisikan sebagai suatu keadaan medis dimana akumulasi nitrogen yang terlarut setelah menyelam membentuk gelembung udara yang menyumbat aliran darah serta system syaraf. Akibat dari kondisi tersebut maka timbul gejala yang mirip sekali dengan stroke, dimana akan timbul gejala-gejala seperti mati rasa (numbness), paralysis (kelumpuhan), bahkan kehilangan

kesadaran yang bisa menyebabkan meninggal dunia.

[3] Emboli gas adalah kondisi gas lewat jenuh (nitrogen, oksigen dan karbondioksida) dalam tubuh dan menyebabkan adanya gelembung udara di

dalam darah dan jaringan tubuh.

[4] Gas Gangren adalah kondisi medis yang ditandai dengan timbulnya gelembung-gelembung pada kulit yang pucat yang berubah warna menjadi abu-abu atau merah keunguan, dengan perasaan berat pada daerah yang terkena. Hal ini disebabkan oleh bakteri Clostridium, yang melepaskan racun mematikan dan menghasilkan gas-gas yang menyebabkan kematian jaringan. Gas gangren secara khas mengenai jaringan otot dalam dimana jejas atau suatu luka operasi mengosongkan suplai darah pada daerah tesebut, menyebabkan bakteri Clostridium dapat tumbuh dengan subur di dalamnya. Gejala-gejala biasanya berkembang secara mendadak dan memburuk secara cepat. Gas gangren

(13)

merupakan bentuk paling fatal dari antara semua gangren dan intervensi medis dini diperlukan untuk mengurangi kematian akibat komplilasi, seperti syok septik. [5] Osteoradionecrosis (orn) adalah masalah dengan penyembuhan tulang yang dapat terjadi pada orang yang menerima dosis radiasi yang tinggi, terutama untuk rahang.

[6] Osteomielitis adalah infeksi tulang dan sumsum tulang, merupakan suatu bentuk proses inflamasi pada tulang dan struktur-struktur disekitarnya akibat infeksi dari kuman-kuman piogenik.

"FIGHT OR FLIGHT" dan "REST AND FULLFILLMENT" RESPONSE

Dalam Psikologi dan Fisiologi dikenal ada 2 mekanisme yang ada pada tubuh manusia, yang juga kebetulan diwakili oleh 2 sistem syaraf yang berbeda, yaitu mekanisme yang dikenal dgn "Fight or Flight response" dan "Rest and Fullfillment response". Mekanisme "Fight or Flight response" diwakili oleh sympathetic nervous system dan "Rest and Fulfillment response" yang diwakili oleh parasympathetic nervous system.

Secara alamiah sebenarnya 2 mekanisme ini berjalan silih berganti dalam siklus kehidupan manusia. Dalam kondisi terdesak secara natural seseorang akan melakukan mekanisme pertahanan diri "Fight or Flight Response" ini. Kemudian setelah kondisi yang dianggap membahayakan bisa dilewati biasanya secara Fisik dan Non Fisik seseorang akan mengalami suatu kelelahan yang luar biasa. Dan hal ini secara natural akan mengaktifkan pertahanan diri yang lain yaitu "Rest and Fulfillment Response" yang secara sederhana kita kenal sebagai kondisi istirahat penuh atau 'deep sleep'. Pada kondisi "deep sleep" inilah tubuh berusaha

(14)

mengembalikan lagi keseimbangan Fisik dan Non Fisik yang dialami setelah kondisi yang dianggap membahayakan tersebut dilewati.

Manusia adalah makhluk yang memiliki kesadaran cipta, rasa, dan karsa. Secara naluri manusia bisa memahami adanya "fight or flight response" dan "rest and fulfillment response" ini dan berusaha menduplikasikan fenomena ini secara sadar.

Penduplikasian mekanisme "Fight or Flight response" akan saya bahas nanti secara khusus beserta system hormon yang terlibat didalamnya. Sedang penduplikasian mekanisme "Rest and Fulfilment response" kita kenal dalam teknik pernafasan lain yang dikenal dgn Pernafasan Meditasi. Pernafasan jenis ini akan membawa pada kondisi relaksasi yang dalam yang menyerupai kondisi 'deep sleep'. Dalam kondisi Meditatif inilah biasanya "Rest and Fulfillment response" bekerja optimal. Sensasi yang dirasakan para paktisi meditasi ini adalah rasa damai, peningkatan awareness (kesadaran), perubahan persepsi dan kognitif, dll. Biasanya tujuan dari pernafasan meditatif adalah peningkatan awareness yang bagi sebagian kalangan seringkali disebut pencerahan.

Peningkatan Awareness pada pernafasan meditatif yang bersifat "Rest and Fulfillment response" dan melibatkan parasympathetic nervous system ini berbeda dgn peningkatan Awareness pada Pernafasan yang bersifat "Fight or Flight response" yang melibatkan sympathetic nervous system. Kondisi Awareness dalam keadaan "Fight or Flight State" lebih bersifat Kesadaran Aktif dimana seseorang secara aktif memilah informasi yang dianggap relevan sedang informasi yang tidak relevan akan cenderung diabaikan. Kondisi Awareness dalam tahap Meditatif lebih bersifat Kesadaran Pasif dimana seseorang menjadi lebih bisa menerima terhadap segala informasi yang ada baik internal maupun eksternal tanpa ada proses aktif untuk memilah.

Dalam Psikologi dikenal sebagai 'Active Awareness' dan 'Passive Awareness' atau 'Kesadaran Aktif' dan 'Kesadaran Pasif'.

(15)

Sederhananya bisa dianalogikan sebagai berikut : dalam situasi "Fight or Flight Response" seseorang yang mengalami peningkatan awareness bisa mendengar adanya suara nafas lawan yang bersembunyi dibalik air terjun. Secara selektif suara air terjun diabaikan dan tidak terdengar lagi oleh orang tersebut. Yang hanya didengar adalah suara nafas lawannya saja. Tetapi dalam kondisi "Rest and Fulfillment Response" yang bersifat meditatif, seseorang bisa mendengar suara nafas lawan yang bersembunyi dibalik air terjun tanpa mengabaikan suara air terjun itu sendiri. Bagi orang tersebut, suara air terjun ataupun suara nafas lawannya seperti suatu paduan suara musik orchestra yang saling mengisi.

Bisa menerima segala informasi yang ada disekitar kita dan keseluruhan informasi ini menjadi satu orchestra yang harmonis inilah yang memberikan rasa damai dan kesatuan antara pengamat dan yang diamati. Bisa dikatakan secara subyektif bahwa sensasi dalam kondisi meditatif yang dirasakan adalah adanya penyatuan antara mikrokosmos (tubuh) dan makrokosmos (alam semesta) karena pada kondisi meditatif ini mikrokosmos (tubuh) menjadi sangat receptive terhadap informasi yang ada pada makrokosmos (alam semesta) - seakan tidak ada batas lagi antara keduanya.

Istilah jawa "cedak tan senggolan, adoh tan wangenan", dibilang dekat, tidak bersinggungan, dibilang jauh, tidak ketahuan jaraknya.

Secara psikologi memang terdapat perbedaan sensasi yang dirasakan pada kedua mekanisme ini.

Secara alamiah sebenarnya kedua mekanisme ini saling melengkapi satu sama lain dan memiliki fungsinya masing-masing dan bukan sesuatu yang bertentangan. Sebenarnya sudah cukup banyak penelitian tentang Meditasi dilakukan oleh para Scientists di dunia barat. Pendekatan yang dilakukan sudah cukup beragam pula. Ada penelitian dgn metode pendekatan fisiologi hormon tubuh yang diakibatkan pengaruh Meditasi. Ada juga metode pendekatan neurology pada Meditasi, pendekatan psikologi, dsb. Penelitian ini menarik karena berusaha untuk

(16)

memahami lebih jauh bagaimana tubuh ini bekerja dalam kondisi meditatif. Penelitian ini melibatkan praktisi meditasi dari berbagai macam kalangan baik itu Yogist, Zen Buddist, Tao, dsb.

Dari penelitian Neurology bisa diketahui pernafasan Meditasi yang bersifat "rest and fulfillment response" mengaktifkan parasympathetic nervous system yang berbanding terbalik dgn sympathetic nervous system yang dilakukan pada situasi "fight or flight response" mechanism. Dari sisi metabolism tubuh pada kondisi meditatif terjadi penurunan konsumsi oksigen, detak jantung, tingkat pernafasan dan tekanan darah. Dari sisi gelombang otak terjadi peningkatan gelombang alpha, theta dan delta yang menunjukan adanya penurunan tingkat stress. Beberapa penelitian menunjukan pernafasan meditatif juga bisa mengontrol tingkat gula darah pada penderita diabetes dikarenakan penurunan metabolism tubuh pada kondisi meditatif ini.

Dari penelitian hormon, pernafasan meditasi pada tingkat gelombang alpha dan theta pada otak akan berakibat pada peningkatan hormone DHEA (40-90%) dan Melatonin (90-300%). Peningkatan DHEA akan meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit. Sedang hormone Melatonin bersifat sebagai antioksidan alami tubuh. Dalam kondisi meditatif pada tingkat gelombang delta pada otak akan berakibat pada peningkatan hormone HGH (Human Growth Hormone). Fungsi HGH meningkatkan kekuatan otot dan tulang, mengurangi lemak tubuh, dan meningkatkan fungsi otak serta bersifat antiaging (anti penuaan) tubuh yang alami. HGH biasanya banyak dihasilkan pada usia anak-anak dan semakin berkurang pada usia lanjut hingga 50% pada usia 50 tahun ke atas. HGH yang bersifat antiaging dipercaya sebagai penyebab para praktisi meditasi tingkat advanced seringkali berusia panjang.

Sayangnya penelitian yang sama belum pernah dilakukan pada MP. Jika kita amati Sistem Pernafasan MP, selain yang melibatkan sistem "Fight or Flight response" seperti Pernafasan Power, MP juga memiliki sistem pernafasan yang melibatkan "Rest and Fullfilment response" yang bersifat meditatif. Latihan olah nafas seperti

(17)

pengendapan dan Getaran adalah salah satu pernafasan MP yang bersifat Meditatif. Selama ini belum ada penelitian ilmiah yang dilakukan untuk memahami pernafasan MP ini baik yang bersifat "Fight or Flight response" maupun "Rest and Fullfillment Response". Dan ini area yang bagi saya menarik untuk dilakukan kajian.

Sampai saat ini, MP baru melakukan penelitian dari sisi ATP yang dihasilkan dalam Pernafasan Power MP seperti yang dilakukan pada Operasi Seta I. Belum ada lagi penelitian tentang pernafasan MP dari sudut Muscle Fibers (serabut otot) yang digunakan, Lactate Threshold (ambang batas asam laktat), dll. Begitu pula belum pernah dilakukan penelitian terhadap sistem hormon tubuh dan hubungannya terhadap pernafasan MP baik yang bersifat Power maupun Meditatif. Sehingga kita bisa tahu mengapa banyak praktisi yang "bludrekan", "gampang emosian", "cepat naik pitam", "mutungan", dan sejenisnya.

Konon ada keluhan dari praktisi power MP, bahwa latihan getaran menurunkan power mereka. Jika kita asumsikan pernafasan getaran bersifat meditatif maka bisa dimengerti mengapa pada latihan Getaran ada keluhan terjadinya penurunan Power pada praktisi MP. Dari sisi hormon, pernafasan meditatif akan mengaktifkan hormon yang bersifat menurunkan hormon yang dihasilkan oleh pernafasan power dan sisi neurology pernafasan meditatif akan mengaktifkan parasympathetic nervous system yang akan menurunkan aktifitas sympathetich nervous system yang digunakan pernafasan Power. Hal ini bisa dipahami karena memang pernafasan yang bersifat meditatif (Rest and Fulfillment Response) bekerja sebagai counter balance dari pernafasan Power yang bersifat "Fight or Flight Response". Pernafasan pengendapan atau getaran yang bersifat meditatif adalah penyimbang bagi pernafasan power MP. Sama seperti halnya "Rest and Fulfillment Response" adalah penyimbang dari "Fight or Flight Response" yang biasanya terjadi secara natural dalam kehidupan sehari-hari.

(18)

Akan tetapi, kita jumpai pula praktisi MP yang mumpuni baik dari sisi power maupun getaran. Nah, bagaimana kalau seperti itu? Kapan-kapan akan saya coba urai lagi. Karena ini bagian yang tidak kalah menarik.

Semoga bermanfaat.

Sehat, Bugar, dan Powerfull bersama Kebugaran Merpati Putih!

Salam hangat,

MG

(19)

Bruce H. Lipton, PHd, dalam penelitiannya mengenai genetika melalui pengembangbiakan stem cell menjelaskan bahwa sebuah sel yang didalamnya berisi gen tertentu lalu dibiakkan pada lingkungan yang berbeda akan menghasilkan jenis sel yang berbeda, padahal genetika sel itu sama. Hal ini menjadikan kesimpulan beliau bahwa ternyata Genetika dapat diubah. Bagaimana caranya? Yakni dengan mengubah Persepsi kita terhadap sesuatu.

Kesimpulan dari penelitian Bruce H. Lipton didalam buku setebal 203 halaman yang berjudul "The Biology of Belief" mengenai genetika adalah sebagai berikut:

1. Perception control behavior

2. Perception control genes

3. Perception rewrites genes

Apa itu Perception dalam pemahaman Bruce H. Lipton?

Perception didefinisikan sebagai "the ability to see, hear, or become aware of something through the senses" atau kalau saya terjemahkan sebagai suatu kemampuan untuk melihat, mendengar, atau menjadi peduli pada sesuatu melalui perasaan. Sederhananya, persepsi adalah cara pandang atau cara kita mensikapi sesuatu.

Kata kuncinya adalah dengan memperhatikan kebiasaan-kebiasaan kita dan bagaimana perasaan kita berperan dalam mensikapi kebiasaan-kebiasaan tersebut. Perasaan, terkait erat dengan fungsi hormon. Maka berbicara perasaan tidak bisa lepas dari bagaimana fungsi hormon ditubuh kita. Sebab munculnya sebuah perasaan tertentu, akan mengaktifkan hormon tertentu. Aktifnya hormon tertentu akan mengaktifkan enzym tertentu.

Menurut Bruce, sel adalah miniatur manusia, didalamnya ada 2 golongan besar dari enzym yakni Receptor Enzym dan Effector Enzym yang lokasinya berada dipermukaan sel. Receptor Enzym atau enzym penerima, bertugas untuk menerima persepsi dari luar melalui perasaan tertentu. Kemudian hasil dari Receptor Enzym ini diberikan kepada Effector Enzym atau enzym yang bertugas

(20)

untuk menimbulkan efek tertentu. Hasil dari Effector Enzym ini adalah produk yang bernama Protein. Ia akan masuk kedalam inti sel yakni Nucleus. Di dalam nucleus terdapat gen yang merupakan rantai helix dan terbungkus oleh protein. Protein yang dihasilkan dari Effector Enzym ini akan mencari protein yang cocok dengan yang membungkus gen. Setelah ketemu dengan protein yang tepat, maka pembungkus gen akan terbuka. Gen kemudian melakukan proses replikasi diri untuk 'dibawa' oleh protein tersebut 'naik keatas'. Setelah selesai, maka protein pembungkus gen tadi menutup dan kembali membungkus gen. Nukleus kemudian menunggu atau bersifat 'wait and see' berdasarkan persepsi yang mencapai sel tersebut. Kemudian karakteristik sel dan sifatnya akan berubah mengikuti kode genetic apa yang dibawa oleh protein pembawa tersebut.

Pada belahan bumi yang lain, seorang ilmuwan dari Jepang bernama Prof. Kazuo Murakami yang juga berkutat pada bidang genetika melalui bukunya "The Miracle of DNA" dan "Divine Message of DNA", menjelaskan bahwa agar suatu gen menjadi on atau off, diperlukan minimal tiga hal berikut ini:

1. Lingkungan

2. Mengubah kebiasaan

3. Niat dan tekad yang kuat

Padahal keduanya berada lingkup yang berbeda penelitiannya, akan tetapi melahirkan pendapat yang saling melengkapi. Dalam pemahaman Prof. Kazuo Murakami dikatakan bahwa timbulnya kanker adalah karena aktifnya gen kanker yang ada ditubuh seseorang. Timbulnya penyempitan jantung, gagal ginjal, dan lain sebagainya bermula dari lingkungan, kebiasaan, dan cara pandang atau cara mensikapi. Buku The Miracle of DNA tidak menjelaskan secara teknis bagaimana proses aktifnya gen kanker, tapi bisa dijelaskan dengan sangat baik berdasarkan penelitian Bruce H. Lipton.

Dalam konteks Merpati Putih, yang disebut dengan lingkungan terbagi menjadi dua yakni lingkungan dalam diri dan lingkungan diluar diri. Lingkungan didalam diri adalah hati, akal, dan panca indra. Ini disebut dengan mikrokosmos atau 'jagat

(21)

kecil'. Sedangkan lingkungan diluar diri adalah kebiasaan, pola makan, pola istirahat, masyarakat, alam sekitar. Ini disebut dengan makrokosmos atau 'jagat besar'.

Hati dan Akal memiliki dunianya sendiri, memiliki lingkungannya sendiri. Maka berlatih untuk mengenali hati melalui niat, kemudian mengenali akal melalui imajinasi, kemudian menyatukan keduanya hingga menjadi sebuah keyakinan adalah suatu proses untuk membentuk lingkungan dan kebiasaan yang baru. Lingkungan dan kebiasaan yang baru ini dibentuk dan lahir dari niat dan tekad yang kuat. Panca indra merupakah 'wadah' yang sering kita sebut dengan raga atau badan atau tubuh, yakni tempat dimana trilyunan sel berada. Trilyunan sel ini kemudian membentuk satu kesatuan, saling terhubung satu sama lain. Maka jelaslah, bahwa dengan membentuk 'lingkungan yang baru' atau 'lingkungan yang diciptakan baru' oleh diri kita melalui penyatuan niat dan imajinasi menjadi sebuah keyakinan secara kokoh pada dasarnya akan mampu mengubah genetika di tubuh kita sendiri.

Lebih lanjut lagi, sel yang hidup akan menghasilkan gelombang elektromagnetik. Semakin sehat sel, maka semakin kuat gelombang elektromagnetik yang dihasilkan (kata pengantar alm mas Budisantoso dalam buku Normalisasi Diabetes yang diterbitkan yayasan Saring Hadipoernomo). Semakin kuat gelombang elektromagnetik maka semakin jauh pancaran transmisinya. Gelombang memiliki frekwensi, dan karakteristik dari frekwensi ini ditentukan oleh bagaimana cara kita menyusun gelombang tersebut. Kalau yang disusunnya agar rezeki bertambah, hidup membaik, lancar, dan sebagainya, maka itulah yang akan terjadi. Kaidah Niatingsun yang Nyawiji dalam istilah Jawa dikenal dengan nama modern Law of Attraction (LOA).

Kesemuanya kemudian "diikat" dan "dibungkus" dengan kuat menggunakan kaidah Ketuhanan agar energi yang dihasilkannya semakin bermanfaat pada lingkungan yang dibentuk tersebut. Menyadari betul bahwa semua terjadi atas izinNya, sedikit maupun banyak.

(22)

Semoga bermanfaat.

BERBAHAGIALAH SEJAK DI PIKIRAN

Olah nafas MP adalah sejenis olah nafas yang karakternya berupa energi panas yang berdaya sangat tinggi. Lalu bagaimana para local genius MP 'meredam' efek dari energi panas tersebut? Dalam penelitian pribadi, saya menemukan bahwa

(23)

kondisi untuk meredam efek dari energi panas berdaya sangat tinggi tersebut adalah dengan fungsi hormonal.

Menurut ilmu kedokteran, hormon dianggap sebagai 'gerbang jiwa'. Munculnya suatu hormon tertentu yang aktif diawal terlebih dahulu dengan munculnya suatu kondisi kejiwaan tertentu. Pemetaannya dilakukan seperti itu. Meskipun kondisi kejiwaan atau saya sebut saja 'perasaan' tertentu bersifat abstrak, tapi ternyata ia mampu menghasilkan kondisi nyata pada tubuh. Berusaha memahami perasaan sama halnya berusaha memahami hati. Hati yang dimaksud disini bukanlah lever, tetapi qolbu/roso sak jroning roso/heartbrain. Maka melakukan penyikapan hati terhadap suatu kondisi adalah sangat penting. Orang tua kita dan juga leluhur kita terdahulu mengajarkan bagaimana cara melakukan penyikapan hati ini. Dalam khasanah tanah Jawa, istilah-istilah seperti 'meneng', hening, nrimo, pener, titis, dan banyak istilah lainnya sesungguhnya mengajarkan kita pengetahuan mengenai cara penyikapan. Sebagaimana halnya kebaikan, penyikapan hati ini harus dilatih. Tidak ada orang yang langsung terlahir lalu menjadi dermawan. Kedermawanan, sedekah, menolong orang, harus dilatih sejak dini. Tujuannya agar ia terbiasa melakukan hal itu dan terekam pada memori selnya. Apabila sudah terekam pada memori selnya dan diulang terus menerus secara konsisten maka akan memicu munculnya gen positif terhadap hal itu dan ini akan menjadi sifat. Maka ada kaitannya antara penyikapan hati dan kondisi genetika tubuh manusia. Hal ini akan saya jelaskan sebentar lagi.

Manusia tersusun dari sel, dan sel dibuat bekerja oleh gen. Belakangan ini, penelitian mengenai genetika sudah maju pesat sehingga kita jadi tahu banyak hal mengenai mekanisme kehidupan. Dengan memahami mekanisme dan kinerja gen yang mengatur sel, hewan kloning bisa dihasilkan, terapi gen terhadap penyakit yang sukar disembuhkan menjadi mungkin. Saat ini, pemetaan gen manusia sedang dicoba diberbagai tempat di dunia, dan diharapkan gambaran keseluruhan mekanisme kehidupan menjadi semakin jelas. Cepat atau lambat. Kalau itu terjadi, maka pemanfaatan gen akan semakin meningkat.

(24)

Satu hal yang hebat yang ditemukan dalam penelitian gen akhir-akhir ini adalah bahwa kinerja gen dapat berubah bergantung pada stimulan dari luar dan lingkungan sekitarnya. Artinya, gen yang tertidur menjadi terjaga. Dalam satu sel gen, terdapat kemampuan tersembunyi yang bisa membentuk keseluruhan tubuh. Tetapi kenyataannya, gen yang bekerja hanya sebagian kecil, sedangkan sisanya tertidur. Satu gen saja yang ada di dalam tiap sel tubuh kita memiliki kemampuan terpendam untuk menghasilkan satu orang manusia utuh.

Lalu apakah perbedannya gen yang tertidur dengan gen yang terjaga?

Gen yang terjaga dapat membuat enzim dan protein, sedangkan gen yang tertidur (meskipun sama-sama gen) tidak bisa membuat enzim dan protein. Keadaan gen yang membuat atau tidak membuat enzim ini diistilahkan dengan kondisi on/off pada gen. Kalau dimisalkan seperti lampu, maka jika tombol menyala ditekan lampu akan menjadi terang. Sebaliknya, jika tombol mati ditekan, maka fungsi sebagai alat penerang akan berhenti.

Menjadi pertanyaan, bagaimana kondisi on/off ini bisa terjadi?

Secara garis besar ada dua kondisi utama. Pertama, keadaan on/off yang otomatis terjadi atau mandiri, tidak berhubungan dengan niat ataupun tindakan manusia. Kedua, keadaan on/off yang dipengaruhi stimulan, niat, dan perbuatan manusianya.

Kedua keadaan tersebut akan bisa dipahami jika kita mengamati kerja jantung. Jantung kita bekerja tanpa diperintah sejak kita lahir sampai mati. Ini merupakan kinerja otomatis. Tidak ada kaitan dengan keinginan dan perbuatan pemilik jantung. Gen pada sel jantung mengaktifkan gen agar berada dalam keadaan on agar bisa melaksanakan perannya sendiri. Tetapi jantung dapat mempercepat denyutnya saat ada sesuatu yang mengagetkan atau pada suatu kondisi tertentu yang disengaja. Ini menunjukkan bahwa stimulan dari luar menyebabkan gen yang tadinya tertidur menjadi aktif dan mulai bekerja. Dari fakta ini, kita mengerti

(25)

jantung bekerja secara otomatis dan disaat bersamaan jantung mengubah cara kerjanya berdasarkan stimulan dari luar.

Jika memikirkan hal-hal yang baik (positif), maka hormon baik akan dihasilkan. Yang melaksanakan ini juga gen. Jika gen tidak bekerja, sebanyak apapun kita memikirkan yang bagus-bagus, hormon baik tidak akan keluar. Maka harus ada suatu kondisi penyikapan lain selain daripada memikirkan hal-hal yang bagus-bagus, yakni kondisi dimana keluarnya hormon baik pada tubuh.

Misalnya, saat terjadi kebakaran, wanita paling lemahpun tiba-tiba dapat mengangkat barang berat untuk diangkutnya keluar rumah. Penjelasannya yaitu berubahnya keadaan gen yang biasanya off menjadi on. Selama ini fenomena seperti itu dijelaskan sebagai kekuatan mental. Tetapi meskipun melibatkan kekuatan mental, untuk mampu mengangkat barang berat diperlukan energi. Itupun tentunya energi yang sangat besar dibandingkan biasanya. Darimanakah datangnya energi sebesar itu? Terjadinya keadaan darurat yaitu kebakaran (perubahan lingkungan secara tiba-tiba) membangunkan gen yang tadinya tertidur, yang kemudian membangkitkan energi yang sangat besar dalam sekejap. Maka bisa dipahami dari fakta ini bahwa perasaan kita atau keadaan jiwa kita atau lebih tepatnya penyikapan diri kita memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap

gen dan fungsi gen itu sendiri.

Keadaan jiwa juga ternyata mempengaruhi genetika kita. Tetapi lalu muncul masalah, apa yang bisa kita lakukan agar gen menjadi on?

Pertama, mengubah atau berpindah lingkungan termasuk didalamnya beriteraksi dengan orang-orang lain yang baik, bersentuhan dengan alam dan benda, mengalami peristiwa-peristiwa baik, akan mengarahkan pada hal yang sama berdasarkan asas kebaikan. Ingat, stimulan dari luar dapat menentukan kondisi terjaga atau tertidurnya potensi gen pada diri kita. Maka berhati-hatilah dalam memilih stimulan dari luar, karena faktor eksternal ini akan menyebabkan potensi gen yang mana yang akan aktif terlebih dahulu. Kedua, kesadaran akan tujuan yang jelas yang dimulai dari niat 'saya ingin melakukan hal ini karena ini ini dan

(26)

ini'. Sebuah niat dan tujuan yang jelas, terarah, terprogram, dan tentu saja harus bernilai. Tujuan yang tidak bernilai, atau salah menentukan tujuan, membuat niat tidak memiliki daya guna dan tidak mampu menjadi tenaga penggerak untuk bertransformasi menjadi tenaga. Niat ada di dalam diri yang berupa maksud hati. Dibuat dengan mengatakan dalam hati, sejelas-jelasnya, sedetail-detailnya. Maka kesadaran untuk menentukan tujuan berdasarkan karakteristik niat yang disusun sedemikian rupa menjadi faktor pengubah genetik yang semula on menjadi off atau kebalikannya. Ketiga, berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mencapai tujuan itu. Tanpa kesungguhan, maka potensi gen positif menjadi on tidak mungkin terjadi. Usaha yang sungguh-sungguh ini hanya bisa dilakukan apabila terjadi kondisi niat yang teguh, kokoh. Ingat, niat adalah daya penggerak internal yang akan berubah menjadi daya manakala tujuannya diketahui. Keempat, adanya penghalang yang membuat upaya kita menemui jalan buntu. Penghalang ini bisa apa saja. Ia akan membuat seseorang terhambat untuk maju tapi bisa juga menjadi tenaga pendorong yang luar biasa besar untuk maju, apabila berhasil disikapi dengan baik. Maka penyikapan hati terhadap suatu halangan atau hambatan menjadi penting untuk dipahami.

Di dalam tubuh, ada kurang lebih dua puluhan jenis hormon yang berperan dalam hal ini. Akan tetapi paling tidak ada 4 fungsi hormon yang menurut saya penting untuk diketahui yakni: Adrenalin, Noradrenalin, Beta-endorfin, dan Enkefalin. Hormon-hormon ini akan aktif manakala terjadi penyikapan hati terhadap suatu peristiwa sebab hormon merupakan ‘gerbang jiwa’ dimana munculnya suatu hormon tertentu mesti diawali dari munculnya sejenis perasaan tertentu.

Saya ambil contoh salah satu filosofi NRIMO yang secara sederhana diterjemahkan sebagai MENERIMA. Menerima dalam arti apapun semisal menerima keadaan diri, menerima sakit yang diderita, menerima berapapun rezeki yang ada, menerima kekurangan pasangan, menerima akan suatu kondisi kehilangan, dan banyak penerimaan-penerimaan lainnya yang terjadi dalam hidup ini. Menerima adalah sebuah ilmu tersendiri. Ia adalah termasuk hal yang positif.

(27)

Maka mengarahkan diri untuk selalu bersikap positif pada dasarnya ya menjalankan filosofi-filosofi kehidupan.

Jika kita menanggapi sesuatu dengan penolakan, di dalam tubuh akan muncul zat-zat yang antara lain akan mempercepat proses penuaan dan pertumbuhan sel-sel kanker. Sebaliknya, bila kita bereaksi secara positif dan penuh rasa bersyukur, maka organ memproduksi zat-zat yang akan membuat tubuh kita tetap muda dan sehat. Adanya mekanisme ini di dalam tubuh dapat dibuktikan secara medis. Orang yang membiasakan diri berfikir positif juga memiliki resistensi kuat terhadap penyakit. Sementara, mereka yang senantiasa berpandangan negatif akan cepat jatuh sakit. Bahkan dengan kondisi dan gaya hidup yang sama pun, ada yang memiliki kesehatan prima dan ada pula yang gampang sakit. Meskipun konsep ini tidak selalu berlaku, cara pandang memiliki arti sangat penting bagi kesehatan kita. Cara pandang yang keliru akan melahirkan kondisi kesehatan yang buruk. Maka perhatikanlah cara pandang kita terhadap sesuatu.

Noradrenalin diproduksi otak ketika cemas atau stres. Ketika merasa takut, adrenalin yang akan muncul. Hormon merupakan zat penyampai pesan pada tingkat sel, artinya, zat-zat ini yang menyampaikan perintah dari otak kepada tiap-tiap sel. Jika, misalnya, 'marah' yang disampaikan, maka tubuh akan bereaksi melalui ketegangan dan aktivitas. Oleh sebab itu, yang kita bicarakan di sini adalah zat yang di satu sisi penting untuk (mempertahankan) hidup, namun di sisi lain sangat beracun.

Jika seseorang terus-menerus naik darah dan didera stres hebat, dia dapat jatuh sakit karena keracunan noradlenalin, cepat tua, dan meninggal dini. Sebaliknya, dia senantiasa menghadapi sesuatu dengan senyum dan secara positif, yang akan mengalir adalah hormon yang menguntungkan dan mengaktivasi sel-sel otak, serta membuat tubuh menjadi sehat. Hormon-hormon semacam ini akan membuat kita awet muda, memerangi sel-sel kanker, dan memperbaiki suasana hati. Jika menginginkan hidup bahagia dan sehat, serta ingin berumur panjang tanpa

(28)

penyakit kanker atau kegemukan, kita harus menjalani hidup sedemikian rupa sehingga hormon-hormon baik sajalah yang akan diproduksi.

Untuk hormon yang membuat seseorang senang dan bahagia, ada istilah 'brain morphine' karena secara struktur kimawi serta efek membiusnya mirip dengan morfin. Sementara pada morfin untuk pembiusan terkandung resiko ketergantungan dengan efek samping sedangkan pada hormon kebahagiaan kita tidak perlu mengkhawatirkan hal itu.

Secara keseluruhan, ada kurang lebih dua puluh jenis hormon kebahagiaan. Meskipun cara kerja dan dampaknya berbeda-beda, efek farmakologisnya sama. Di antara begitu banyak hormon kebahagiaan, beta-endorfin adalah yang paling berkhasiat, kerjanya lima atau enam kali lebih kuat dibandingkan dengan obat bius.

Menjadi pertanyaan menarik, sesungguhnya, untuk apa otak kita menghasilkan zat kebahagiaan tersebut? Saya yakin bahwa dengan itu, alam seolah ingin memaksa kita untuk: 'hidup berbahagia!'

Di sisi lain, manusia juga memiliki pikiran buruk yang kemudian dia wujudkan dalam tindakan. Sebagian orang mungkin berpikir, 'Aku akan menyingkirkan si X agar mendapatkan keuntungan'. Mungkin mereka melakukan itu untuk mendapatkan banyak uang lebih banyak, atau memperoleh status dan ketenaran. Jika tujuan itu tercapai, tentu saja mereka senang, dan jika mereka senang, hormon kebahagiaan akan dilepaskan. Khusus untuk kasus seperti itu, untuk alasan yang tidak dimengerti, kegembiraan seperti itu tampaknya tidak bertahan lama, dan segera meredup. Apabila seseorang tidak memikirkan kebaikan dunia atau sesamanya, orang lain mungkin saja tidak menyukai kesuksesan yang diraihnya, dan malah merugikannya. Namun terkadang, pikiran orang itu sendiri yang mengantarnya pada kegagalan. Ini mungkin karena Tuhan lebih menyukai manusia menjalani hidup sesuai pedoman, sedangkan mereka yang tidak menjalani akan dihukum. Korelasinya menjadi lebih jelas.

(29)

Kembali kepada olah nafas MP, memasangkan filosofi dengan olah nafas adalah suatu keharusan. Dengannya karakter energi panas yang berdaya sangat tinggi ini akan dikawal ketat, dibangkitkan potensi gen positifnya untuk kemudian menekan potensi gen negatifnya. Menjadi koreksi bagi diri kita semua apakah latihan MP mampu menghasilkan diri yang membaik atau malah memburuk? Membaik lahir batin atau malah memburuk lahir batin? Atau malah timpang? Fisiknya membaik tapi hatinya memburuk? Cukupkah hanya dengan melakukan Nafas Pembersih selama lima hingga lima belas menit mengatasi energi panas berdaya sangat tinggi yang dilatih selama satu hingga dua jam? Cukupkah hanya dengan berdoa diawal dan diakhir sesi latihan lalu membuat membaiknya kondisi jiwa kita? Mari kita tanyakan pada diri sendiri dan koreksi ke dalam diri.

Sementara itu, kondisi latihan MP yang dilakukan akan menjadi begitu ekstrim pada bentuk dan repetisi, memerlukan konsistensi tinggi, dan menghasilkan energi panas yang sangat tinggi, akankah membawa pengaruh baik pada diri lahir batin? Aman dari sisi energi yang dihasilkan, aman juga dari sisi medis, termasuk didalamnya aman dari sisi kejiwaan?

Hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah memperbaiki pola makan dan pola istirahat, karena walau bagaimanapun asupan nutrisi mutlak diperlukan agar raga ini tetap terjaga kelangsungannya secara biologis. Berlatih olah nafas secara keras memerlukan asupan nutrisi yang tidak sedikit. Maka local genius MP memiliki asupan-asupan nutrisi yang secara khas dibuat sebagai penyeimbang. Ramuan seperti Sapto Tunggal dibuat sedemikian rupa untuk menyeimbangkan kekurangan nutrisi tubuh. Disadari benar, bahwa latihan keras akan menguras tenaga fisik, maka asupan fisik juga harus mencukupi. Menjadi berbahaya apabila atas dasar keinginan kuat untuk menguasai sebuah keilmuan tertentu kemudian mengabaikan faktor nutrisi ini. Akibatnya bisa menyerang fungsi organ. Umumnya, atas dasar keinginan kuat agar bisa menguasai keilmuan ini dan itu, maka orang-orang ini mengabaikan asupan nutrisinya. Ia ‘merasa’ kuat, padahal ‘rasa’ yang didapatnya bersifat semu karena tertutupi oleh keinginan, hasrat, dan ambisi. Akhirnya keinginan, hasrat, dan ambisi itulah yang akan mengalahkannya

(30)

sendiri. Bukan karena sifat ilmunya yang buruk, tetapi karena kurangnya kesadaran dan pemahaman yang menyeluruh.

Pola pikir dan pola penyikapan hati dibentuk dari pemahaman filosofi. Sementara asupan nutrisi yang dibutuhkan tubuh dibentuk dari pola makan. Pola istirahat secara bertahap dimulai dari kualitas tidur dan kemampuan meditasi. Sedangkan peningkatan ragawi didapat dari latihan-latihan olah nafas. Maka lengkaplah sudah, paripurna, holistik, menyeluruh pada semua aspek. Kalau dijalani seperti ini, maka MP akan bertransformasi menjadi 'way of life' atau cara hidup menuju kebaikan lahir dan batin menuju empat sikap watak seperti yang diamanatkan oleh Sang Guru yakni jujur dan welas asih, percaya pada diri sendiri, selaras dan seimbang dalam kehidupan sehari-hari, hingga akhirnya menumbuhkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Menjadi pertanyaan lagi, bagaimana latihan olah nafas MP bisa mengarahkan praktisinya untuk menuju empat sikap dan watak seperti yang diamanatkan Sang Guru? Nanti akan saya sambung lagi. smile emotikon

(31)

MERPATI PUTIH, SUHU TUBUH, DAN HORMON

Masashi Saito, M.D., menuliskan di dalam bukunya yang berjudul "Raise Your Temperature and Improve Your Health: A Practical Guide" yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul "Mukjizat Suhu Tubuh" bahwa penurunan suhu tubuh sebesar 1 derajat Celcius menyebabkan penurunan imunitas sebesar 30% sementara kenaikan suhu tubuh sebesar 1 derajat Celcius akan menyebabkan kenaikan imunitas sebesar 500-600%. Adapun suhu tubuh rata-rata orang Asia yang berada dalam kategori suhu tubuh sehat adalah 35-36,5 derajat Celcius sedangkan apabila berada pada suhu tubuh ideal berada pada 36,5-37,1 derajat Celcius.

Dr. Bruce Rind, M.D., mengatakan dalam penelitiannya bahwa temperatur tubuh menunjukkan kondisi energi metabolisme seseorang. Berdasarkan penelitiannya, Dr. Rind menemukan bahwa ada kaitan antara temperatur tubuh dengan kelenjar tiroid dan kelenjar adrenal. Kelenjar tiroid berada di dalam leher, sementara kelenjar adrenal berada menempel diatas ginjal. Memperbaiki fungsi kedua kelenjar tersebut pada umumnya akan memulihkan kondisi temperatur tubuh seseorang menjadi optimal.

Pengertian optimal agak berbeda dengan normal. Istilah 'normal' digunakan untuk menunjukkan sebuah situasi statistik atau matematik yang disepakati. Usia 76 tahun dan mengalami penurunan fungsi organ masih bisa dikategorikan 'normal'. Sementara jika pada usia yang sama kondisi temperatur tubuh dan lebih jauh lagi kesehatan tubuhnya masih bagus maka ia dikategorikan sebagai optimal. Sehingga

(32)

proses Bugar sesungguhnya mencari kondisi optimal yang terbaik pada usia tersebut.

Aktivitas panas tubuh menunjukkan bagaimana aktivitas metabolisme. Pada orang-orang yang demam, terjadi peningkatan suhu tubuh hingga mencapai diatas 37 derajat Celcius. Apabila didalam keseharian kita sering terjadi kondisi naik turun temperatur yang tidak menentu maka itu menandakan terjadinya ketidakstabilan pada fungsi kelenjar adrenal didekat ginjal. Kelenjar adrenal yang baik akan menghasilkan temperatur yang baik pula. Apabila kelenjar adrenal ini mengalami stres yang diakibatkan oleh perasaan, stimulasi metabolisme yang berlebihan seperti misalnya kenaikan stimulasi kelenjar tiroid hingga terjadi radang disana, atau karena sebab lain, maka temperatur tubuh akan meningkat. Sementara apabila terjadi masalah pada kelenjar tiroid maka akan menyebabkan terjadinya penurunan energi pada metabolisme yang berimbas pada penurunan suhu tubuh.

Kelenjar Tiroid memproduksi hormon Thyroxin atau biasa disebut dengan hormon tiroid atau T4 yang akan memberikan sinyal kepada setiap cel agar memproduksi energi.

Kelenjar Adrenal tepat diatas ginjal dan mampun menghasilkan banyak hormon seperti Cortisol, DHEA, dll. Fungsi utamanya adalah membantu tubuh dari stress agar dapat bertahan hidup. Ia membantu untuk menstabilkan banyak fungsi-fungsi tubuh (fisik, emosi, suhu tubuh, hormonal, dll). Ketika misalnya terjadi stres dalam bentuk apapun (fisik, kimia, emosi, nutrisi, gaya hidup seperti pola tidur, dll, yang mesti dilakukan adaptasi) maka kelenjar ini bekerja. Stres yang tinggi dapat membuatnya kelelahan. Kelebihan energi pada kelenjar Tiroid menyebabkan terjadinya tekanan pada kelenjar adrenal yang lebih jauh lagi menyebabkan terjadinya tekanan pada ginjal.

Kelenjar Pituari, terletak di dasar otak tepat diatas atap mulut. Ia berfungsi untuk mengirimkan instruksi ke banyak kelenjar lainnya mengenai bagaimana suatu

(33)

hormon akan diproduksi. Salah satu hormon yang diproduksinya adalah TSH (Thyroid Stimulating Hormone) yang akan mengirimkan sinyal kepada kelenjar Tiroid agar memproduksi hormon tiroid. Kelenjar Pituari ini akan menentukan berapa banyak TSH dikeluarkan agar suatu hormon tiroid bisa dikeluarkan sesuai dengan kebutuhan tubuh dan seberapa banyak hormon tersebut dapat ditoleransi oleh kelenjar adrenal.

Thyroxine atau T4 akan menjadi T3 yang menyebabkan terjadinya energi (dalam bentuk ATP) untuk dibuat pada semua cel yang hidup. T4 juga dapat menjadi Reverse T3 (RT3) yang akan mempengaruhi produksi energi di dalam sel. Jika diibaratkan fungsi mobil, maka T3 adalah akselerator/gas dan RT3 adalah rem. Ketika tubuh butuh energi maka T4 akan melepaskan atom Iodine hingga menjadi T3 yang kemudian memberikan sinyal ke seluruh sel hidup untuk memproduksi ATP. T3 ini mengizinkan tubuh untuk memproduksi energi kapanpun dibutuhkan. Sementara RT3 berfungsi untuk menurunkan energi ia akan memblok T3 untuk memproduksi ATP. Hormon T4, T3, dan RT3 sekali dilepaskan ke dalam aliran darah maka ia akan terus disana dalam bentuk rekatan protein atau bentuk bebasnya.

Mari kita lihat kaitannya dengan latihan olah nafas Merpati Putih.

Seperti kita ketahui dan rasakan bahwa siapapun yang berlatih olah nafas Merpati Putih akan merasakan suatu sensasi panas tubuh yang cukup tinggi. Kegiatan tersebut kemudian merangsang munculnya banyak sekali keringat. Setelah itu tubuh merasa nyaman dan bugar, berenergi tinggi dan siap melakukan aktivitas. Efeknya adalah terjadinya peningkatan kualitas kesehatan. Hal ini disebabkan karena peningkatan 1 derajat suhu tubuh akan meningkatkan 500-600% imunitas. Metabolisme yang cepat yang terjadi didalam tubuh praktisi ketika berlatih menyebabkan terlepasnya banyak energi dari reaksi kimia ATP. Manakala latihan ini dilakukan dengan rutin, maka praktisi MP akan menjadi orang yang memiliki kecenderungan jarang sakit yang berhubungan dengan imunitas. Daya tahan semestinya menjadi lebih baik.

(34)

Namun mengapa sering dijumpai praktisi olah nafas (tidak hanya praktisi MP) yang kemudian mengalami masalah pada jantung dan ginjal? Kalau melihat dari penjelasan keterkaitan antara suhu tubuh, kelenjar pituari, kelenjar tiroid, dan kelenjar adrenal (yang kebetulan lokasinya tepat diatas ginjal) maka besar kemungkinan terjadinya over pada fungsi kelenjar tersebut. Seperti yang dijelaskan diatas bahwa kenaikan stres (tekanan) maka akan menyebabkan fungsi kelenjar adrenal menjadi meningkat pula. Kelenjar ini bisa kelelahan, namun seringkali karena hati berisi ambisi untuk menguasai ilmu sakti ini itu maka diabaikanlah. Akibatnya, lambat laun fungsi ini menurun dan menyebabkan penyakit degeneratif. Agar dapat menangani permasalahan tersebut maka semestinya dipahami pula kaidah-kaidah perasaan/emosi yang mesti dilekatkan pada setiap latihan olah nafas. Salah satu kaidah mahsyur yang sering didengar namun jarang dijalankan adalah kaidah 'tidak berambisi untuk sakti'. Kaidah ini sebenarnya bermanfaat karena tubuh secara sadar dikirimkan sinyal agar tidak over training pada kelenjar-kelenjar tersebut.

Bagaimana caranya?

Dalam kaidah ilmu tradisional Timur, khususnya kebugaran MP, ada 'bahan-bahan' yang mesti disusun sebelum semua latihan dijalani. Ketepatan dalam menyusun 'bahan-bahan' ini akan menentukan bagaimana nanti bentukan hasilnya. Salah satu 'bahan' yang selalu ada dalam khasanah ilmu tanah Jawa adalah 'Niatingsun' atau Niat/Intent dan imajinasi. Dilihat dari ilmu Fisiologi, dikatakan bahwa sel di dalam tubuh adalah target dari hormon tiroid (thyroxine atau T4) yang kemudian mempengaruhi metabolisme dalam menghasilkan energi. Hasilnya adalah peningkatan panas tubuh, peningkatan konsumsi oksigen dalam jaringan, dan peningkatan pemecahan ATP. Aksi hormon Tiroid ini kalau saya analogikan mirip dengan 'meniup api membara'. Lebih jauh lagi, ia meningkatkan detak jantung sehingga mengalirkan lebih banyak darah kepada organ-organ tubuh. Perubahan pada tiroid ini akan ditandai dengan dipengaruhinya aktivitas kardiovaskular dan sistem kelistrikan tubuh.

(35)

Menurut penelitian dari George J. Kahal dan Wolfgang H. Dillmann pada tahun 2013 yang dipublikasikan pada Jurnal Endokrin, disebutkan bahwa jantung adalah organ yang menjadi target utama dari kerja hormon tiroid ini. Efek langsung dari tindakan T3 di jantung akan dimediasi oleh suatu mekanisme yang mirip reaksi nuklir dan ekstra nuklir. Memompa lebih banyak ledakan ATP di dalam jantung yang melepaskan sejumlah energi. Jadi, dalam istilah tradisional "niatingsung" atau Niat ini adalah suatu reaksi nuklir dan ekstranuklir di dalam jantung akibat dari kerja hormon tiroid melalui T3.

Sementara secara tadisional imajinasi dikatakan sebagai "ngarah-arah" yang lokasinya berada di kepala. Ketika terjadi imajinasi tertentu yang khas maka sesungguhnya kelenjar Pituari yang memproduksi TSH sebagai pemicu T4 menjadi aktif dan bahkan sedemikian aktif. Ia memancing tiroid untuk aktif. Bisa dibayangkan kalau keduanya menyatu, yakni Niat dan Imajinasi. Maka reaksi yang terjadi mestilah sangat luar biasa. Namun penyatuan ini terjadi karena faktor-faktor tertentu. Ada prinsip yang menurut Bruce H. Lipton dalam bukunya "Biology of Belief" disebut dengan 'perception'. Persepsi, atau dalam bahasa saya adalah faktor yang mengarah pada kemelekatan akan sesuatu. Maka ketika kedua 'bahan' ini disatukan akan lahirlah suatu persepsi yang disebut dengan ... keyakinan.

Karena ini sifatnya persepsi, maka umumnya subyektif sehingga persepsi satu orang dengan orang lain bisa saja tidak sama. Sederhananya, keyakinan satu orang dengan orang lain bisa saja tidak sama. Maka memaksa suatu keyakinan kepada orang lain sebenarnya menabrak pemahaman diatas. Keyakinan guru berbeda dengan keyakinan murid. Keyakinan A berbeda dengan keyakinan B. Wilayah mana yg dominan dilatihnya maka akan menjadi wilayah keyakinannya.

Namun jangan sampai lupa, bahwa ini akan berpengaruh pada jantung dan ginjal. Untuk itulah semestinya latihan yang baik, yang membawa kebaikan, semestinya dibuat seimbang agar kedua organ utama jantung dan ginjal ini tidak mengalami kelebihan daya hingga tidak mampu ditampungnya. Kapan waktu nanti saya bahas

(36)

tersendiri mekanisme tradisional untuk menjaga ini. Diharapkan, siapapun praktisi yang berlatih olah nafas MP akan mendapatkan manfaat kesehatan dan kebugaran sebaik-baiknya.

Semoga bermanfaat.

Tubuh manusia itu dominan sama, terdiri dari satu kepala, dua tangan, dua kaki, satu badan, satu jantung, dan seterusnya. Namun, dari satu tubuh yang sama ini ternyata bisa dipetakan berdasar berbagai macam cara pandang/pendekatan, baik secara fisik maupun sifat energi.

Ada pemetaan dengan cara pendekatan kundalini Yoga dari ITM (Indian Traditional Medicine), dengan teori tujuh chakra, membina dan melatih energi dengan bentuk senam yoga dengan pengolahan nafasnya yang khas, serta penyembuhan dengan pendekatan titik-titik chakra, penguatan dan penyeimbangan, dan seterusnya. Kemudian ada Vajrayana Buddhisme yang mirip Kundalini Yoga (tentang titik chakra) tapi dengan pembangkitan meditasi yg

(37)

berbeda. Ini menyebar sampai Jepang (Zen buddhism), sehingga metodenya diduga dipakai beladiri Jepang tertentu (non shinto). Ada cara pandang dengan teori titik/garis meridian TCM (Traditional Chinnesse Medicine), yang tidak memetakan berdasar chakra, tapi lebih ke meridian organ tubuh, lengkap dengan yin-yang, aura organ, konsep chi, dantian, dst. Lebih ke aliran Taoisme. Adapula yang membangkitkan energi penyembuh dengan senam haqmaliah/hikmah yang dikenal dengan nafas kedutnya, dan senam hijaiyah yang terinspirasi huruf Arab. Kemudian ada ilmu kedokteran barat yang memetakan sel, jaringan, sifat, fungsi, mekanisme, reaksi-reaksi biokimia, biolistrik, bioenergi dst, yang konsisten berkembang langkah demi langkah dengan secara "ilmiah" dengan semua prosedur uji dan tahapannya dari mulai yang sederhana hingga yang sangat ketat. Bahkan tentang sakit jiwa pun didekati secara biomedik hingga muncul pemahaman bahwa sakit jiwa bisa diobati secara medis karena terkait fungsi hormonal.

Masing-masing konsisten berjalan pada jalurnya. Sebagiannya mempertimbangkan cara pandang pihak lain sebagai rujukan paralel untuk memperkaya wawasan.

Lalu dimana posisi metoda MP?

Yang pasti bukan karate meskipun dulu pukulan tebangan ada yg menamai "karat".

Bukan pula mempelajari TCM meski praktisi MP dengan deteksi getaran bisa menunjukkan titik-titik energi yang diperlukan untuk mengarah suatu organ atau bahkan menelusuri jalur yang kebetulan sama dengan jalur meridian tertentu. Bukan pula metoda Vajrayana Buddhism karena master pranayama Choa Kok Sui mengatakan MP memang beda. Juga bukan kundalini Yoga, meskipun istilah kundalini pernah disebut sebut disebagian anggota MP, karena metoda MP tidak sistimatis mengarah ke pembangkitan tujuh chakra serta memiliki sendiri bentuk serta metoda senam pernafasan yang khas, jauh beda bentuk dan sifat dengan

(38)

senam yoga. Tidaklah mengherankan, bahwa agar tidak membingungkan, mas Poeng menegaskan bahwa tidak ada terminologi "kundalini" dalam keilmuan MP. Barangkali keilmuan MP lebih sederhana, tapi merupakan alat yang bisa untuk menjelajah kemana-mana. Disusun oleh leluhur kita, local genius yang mendapat titising hening.

Upaya rujukan paralel terus berjalan melalui praktisi yang mersudi, menyusun batu-batu penyangga, yang memungkinkan suatu saat menempatkan keilmuan MP sejajar dengan keilmuan-keilmuan yang lebih dulu populer didunia.

Para local genius MP ini sudah merumuskan metode, pola, dan cara latihan, dengan segenap filosofi yang ada. Tentunya ada banyak kebaikan-kebaikan di dalamnya. Bahkan lebih jauh lagi, dikatakan bahwa "MP sebagai jalan hidup". Tidak mungkin ada jalan hidup yang menuju kerusakan/kehancuran diri sendiri. Barangkali, adalah tugas kita-kita untuk merasakan 'MP sebagai jalan hidup' itu. Dengan demikian, kita bisa saling menghargai, saling menghormati satu sama lain. Jalan hidup yang dimaksud mestilah sebuah jalan kebaikan, jalan yang menuju aspek konstruktif, membangun, membuat jadi lebih baik.

Toolkit atau disederhanakan sebagai 'metoda' MP adalah MERSUDI PATITISING TINDAK PUSAKANE TITISING HENING. Sebuah filosofi sekaligus alat bantu dan alat ukur untuk mengetahui kaidah-kaidah dibalik latihan-latihan MP.

Konon masih ada beberapa buku filosofi keilmuan MP (kidungan bahasa dan huruf Jawa kuno) yang belum dibabar.

Maka dilakukan pendekatan dari sisi sebaliknya, yaitu berusaha mencari makna dari pakem (kaidah pokok) MP, memakai toolkit ala MP (mersudi patitising tindak pusakane titising hening) tadi untuk menyelami dan menemukan hal-hal yang masih samar. Syahdan ternyata muncul kesimpulan sementara, bahwa keilmuan MP memang unik, dari bentuk-bentuk dan urutan senam pengolahan tiap tingkat, pembinaan, getaran, latihan gerak naluri, prinsip-prinsip penyembuhan dengan

(39)

getaran/kahusadan sampai kawaskitan/ketajaman naluri(intuisi), menempatkan tata gerak sebagai gerak pengarahan untuk perbendaharaan naluri beladiri, adalah unik, SATU KESATUAN.

Merupakan anugerah luar biasa melalui para leluhur penyusun keilmuan ini. Titising hening ini akan sulit diterangkan, mengapa bentuk-bentuk pengolahan dan pembinaan kok sedemikian, kok begitu, karena disusun dengan nalar plus naluri. Bahkan barangkali lebih dominan nalurinya. Sehingga untuk menelusurinya, lebih mudah dengan penghayatan naluri. Itulah barangkali, kenapa pelatih biasa bilang, lakukan saja dengan penghayatan penuh, kamu akan memahami isinya.

Saya ambil salah satu contoh mengenai Serat Otot. Mari kita kenalan dengan kinerja pada serat otot.

Jenis serat otot yang kita pergunakan akan mempengaruhi jenis olahraga apa yang kita lakukan dimana olahraga tersebut secara umum kita akan jadi lebih baik, lebih cepat, ataukah lebih kuat. Seperti misalnya atlet-atlet olimpiade yang (konon katanya) dapat ditentukan secara genetika akan diarahkan pada jenis olahraga yang sesuai dengan karakteristik otot-otot mereka. Misalnya, pelari pada cabang lari cepat (sprint) terbukti memiliki 80% Serat Otot Kedut Cepat (fast twitch fibers) pada tubuhnya, sementara atlet maraton terbukti memiliki 80% Serat Otot Kedut Lambat (slow twitch fibers). Atau pada ras bangsa tertentu seperti Afrika yang cenderung memiliki karakteristik fast twitch fibers lebih banyak dibanding ras Asia.

Pertanyaannya, apakah suatu latihan dapat mengubah jenis serat otot tersebut? Ataukah memang secara genetik sudah tidak bisa diubah kalau seseorang punya gen pada dominan Tipe I tidak bisa menjadi Tipe II, demikian juga sebaliknya? Ini juga merupakan suatu hal yang masih belum dapat dimengerti, dan para ahli juga masih mencari tahu jawaba mengenai pertanyaan ini. Meski demikian, ada

Referensi

Dokumen terkait