• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kebenaran Agama

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kebenaran Agama"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

OLEH OLEH NI NIM: M: S S N N AU AU PATPAT

▸ Baca selengkapnya: bukti kebenaran ar rauf

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami kita panjatkan kehadirat Allah Swt, karena limpahan taufiq dan hidayahnya,tulisan yang berikut ini tentang kebenaran-kebenaran dapat saya persembahkan. Sekalipun telah banyak buku yang telah disusun dengan berbagai variasi. Tulisan ini saya persembahkan kepada pembaca, terutama para mahasiswa yang membutuhkannya.

Saya ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pengarang yang karyanya telah saya pakai sebagai panduan dalam penyelesaian makalah ini.sehingga dapat menambah wawasan dan pengetahuan bagi saya.

Saya yakin makalah ini masih jauh dari sempurna.saya sebagai penulis mengharapkan kritik dan saran dari pembaca sekalian untuk kesempurnaan makalah ini.Atas saran dan kritiknya saya ucapkan terima kasih.

Kepada para guru pengajar yang arif dan bijaksana, penulis sangat mengharapkan tegur sapa guna perbaikan tulisan ini.

Semoga Allah Swt. Meridhoi kita semua dan kiranya juga tulisan ini berguna atau pun bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Penulis

Nurhapni

(3)

Manusia selalu berusaha menemukan kebenaran. Beberapa cara ditempuh untuk memperoleh kebenaran antara lain dengan menggunakan rasio seperti para rasionalis dan melalui pengalaman atau secara empiris.Pengalaman-pengalaman yang diperoleh manusia membuahkan prinsip-prinsip yang lewat penalaran rasional agar kejadian-kejadian yang berlaku di alam itu dapat dimengerti.

Struktur pengetahuan manusia menunjukkan tingkatan-tingkatan dalam hal menangkap kebenaran.Setiap tingkat pengetahuan dalam struktur tersebut menunjukkan tingkat kebenaran yang berbeda.Tingkat pengetahuan yang lebih tinggi adalah pengetahuan rasional dan intuitif.Sedangkan tingkat yang lebih rendah dalam menangkap kebenaran adalah pengetahuan indra dan naluri karena tidak terstruktur dan pada umumnya kabur.Oleh sebab itu pengetahuan harus dilengkapi dengan pengetahuan yang lebih tinggi.

Proses pencarian kebenaran tentu bukan hal yang mudah dan dapat dikatakan merupakan proses yang sangat melelahkan,bahkan bukan tidak mungkin akan mendatangkan keputusasaan.Manusia,yang pada dasarnya adalah makhluk yang selalu bertanya dan selalu merasa ingin tahu pada akhirnya memutuskan untuk tetap selalu mencari kebenaran,tidak peduli betapa keputusasaan telah mengepungnya dari berbagai sudut penjuru.Tujuan akhirnya adalah kebenaran harus ditemukan.

Dan akibat dari keputusasaan itu,pada akhirnya manusia mulai berani berspekulasi tentang kebenaran dan mulai mengurai defnisi-definisi tentang kebenaran “Inilah kebenaran! Inilah kebenaran!Marilah bergabung dalam barisan kami, maka kalian akanmenemukan cahaya kebenaran!”. Maka mau tidak mau, sukla tidak suka, like or dis like kebenaran pun terkurung dalam penjara defenisi yang tentu saja sangat subjektif.

(4)

DAFTAR ISI Kata Pengantar ……… ….i Pendahuluan ……….ii Daftar Isi ……… ….iii Bab I Kebenaran Absolut ……….1 Kebenaran Universal ……….1 Kebenran Relatif ……… ….2 Bab II Defenisi Agama ……… ….4 Daftar Pustaka ……… …6

(5)

PENDAHULUAN

Manusia selalu berusaha menemukan kebenaran. Beberapa cara ditempuh untuk memperoleh kebenaran antara lain dengan menggunakan rasio seperti para rasionalis dan melalui pengalaman atau secara empiris.Pengalaman-pengalaman yang diperoleh manusia membuahkan prinsip-prinsip yang lewat penalaran rasional agar kejadian-kejadian yang berlaku di alam itu dapat dimengerti.

Struktur pengetahuan manusia menunjukkan tingkatan-tingkatan dalam hal menangkap kebenaran.Setiap tingkat pengetahuan dalam struktur tersebut menunjukkan tingkat kebenaran yang berbeda.Tingkat pengetahuan yang lebih tinggi adalah pengetahuan rasional dan intuitif.Sedangkan tingkat yang lebih rendah dalam menangkap kebenaran adalah pengetahuan indra dan naluri karena tidak terstruktur dan pada umumnya kabur.Oleh sebab itu pengetahuan harus dilengkapi dengan pengetahuan yang lebih tinggi.

Proses pencarian kebenaran tentu bukan hal yang mudah dan dapat dikatakan merupakan proses yang sangat melelahkan,bahkan bukan tidak mungkin akan mendatangkan keputusasaan.Manusia,yang pada dasarnya adalah makhluk yang selalu bertanya dan selalu merasa ingin tahu pada akhirnya memutuskan untuk tetap selalu mencari kebenaran,tidak peduli betapa keputusasaan telah mengepungnya dari berbagai sudut penjuru.Tujuan akhirnya adalah kebenaran harus ditemukan.

Dan akibat dari keputusasaan itu,pada akhirnya manusia mulai berani berspekulasi tentang kebenaran dan mulai mengurai defnisi-definisi tentang kebenaran “Inilah kebenaran! Inilah kebenaran!Marilah

(6)

bergabung dalam barisan kami, maka kalian akanmenemukan cahaya kebenaran!”. Maka mau tidak mau, sukla tidak suka, like or dis like kebenaran pun terkurung dalam penjara defenisi yang tentu saja sangat subjektif.

BAB I

KEBENARAN

A. Kebenaran Absolut

Kebenaran Absolut adalah kebenaran yang logis / tidak logis atau rasional / tidak rasional.

Misalnya adalah :

1. Kebenaran meletakkan Tuhan sebagai titik terakhir atau kesimpulan seluruh pengkajian

2. Kebenaran untuk memahami Tuhan sebagai sebagai penyebab pertama dalam semesta, penyebab pertama semua kesempurnaan yang ditemukan didunia.

3. Kebenaran untuk menjelaskan Tuhan sebagai zat yang impersonal.

4. Dalil dari suatu kebenaran yang ada buka untuk memepertahankan keyakinan suatu agama tertentu, tetapi bermaksud menyatakan kebenaran dasar dari semua agama atau ketidakbenaran dasar-dasar tertentu.

5. Kebenaran yang selalu membahas segala sesuatu akan tetap membahas eksitensi Tuhan.

6. Objek dari kebenaran tersebut adalah yaitu tentang wujud Tuhan sebagai zat yang yang paling dan abadi.

7. Tuhan adalah sumber dari segala yang ada. B. Kebenaran Universal

Kebenaran universal adalah kebenaran yang selain logis / tidak logis  juga menyangkut masalah imam/kafir dan halal atau haram.

(7)

Misalnya adalah :

1. Kebenaran memandang tuhan sebagai titik awal pembahasannya 2. kebenaran menjelasakan Tuhan dengan segala misterinya

berdasakan wahyu.

3. Kebenaran melihat tuhan sebagai zat yang personal. Yaitu tuhan yang mencipta sekaligus disembah serta dapat berhubungan dengan makhluk.

4. Kebenaran yang bertujuan untuk mempertahankan keyakinan agama tersebut.

5. Kebenaran yang selalu membahas segala sesuatu akan tetap membahas eksitensi Tuhan.

6. Objek dari kebenaran tersebut adalah yaitu tentang wujud Tuhan sebagai zat yang yang paling dan abadi.

7. Tuhan adalah sumber dari segala yang ada.

C. Kebenaran Relatif 

Kebenaran Relatif adalah kebenaran yang hanya didasarkan dari pemikiran personal maupun secara tidak personal. Dalam arti kata dapat memilih kebenaran yangf bagaimana saja dengan maksud untuk ketenangan dalam diri seseorang dan merasa damai dalam menjalankannya. Dengan kata lain memikirkan dasar-dasar agama, seseorang tidak lepas dari perasaan agamanya.

Salah satu tokoh seperi Al-Gazali mencari kebenaran yang hakiki, yaitu kebenaran yang tidak diragukan lagi, seperti sepuluh banyak dari pada tiga. Sekiranya ada orang yang mengatakan bahwa tiga lebih banyak dari pada sepuluh dengan mengatakn tongkat bisa dijadikan ular, dan hal itu memang ia lakukan. Al-Gazalai kagum akan kemampuannya, tetapi sungguhpun demikian keyakinan nya sepuluh lebih besar dari pada tiga tidak akan goyah.

(8)

Akhirnya Al-Gazali sampai pada kebenarannya yang demikian dalam tasawup setelah dia mengalami proses yang amat panjang dan berbelit-belit. Tasawuflah yang menghilangkan keraguannnya.

Para penganut rasionalisme yakin bahwa kebenaran dan kesesatan terletak didalam ide dan bukan didalam diri sesuatu. Jika kebenaran mengandung makna ide yang sesuai dengan atau yang menunjuk pada kenyataan, maka kebenaran hanya dapat ada didalam pikiran seseorang dan hanya bisa diperoleh dengan akal budi saja.

Dari ketiga jenis kebenaran tersebut yang telah di jelaskan diatas   juga ternyata terdapat empat macam kebenaran yang bersifat

Korespon

densi, Koherensi, Pragmatisme, dan Hudhuri. 1. Kebenaran Korespondensi

  Yaitu kebenaran yang menarik kesimpulan umum dari hal-hal yang khusus. Sebagai sarana utamanya adalah akal yang sehat. 2. Kebenaran Koherensi

  Yaitu kebenaran yang pernyataannya dianggap benar bila Pernyataannya itu bersifat koheren atau konsisten dengan pernyataan pernyataan sebelumnya dianggap benar.

3. Kebenaran Pragmatisme

 Yaitu kebenaran suatu pernyataan diukur dengan criteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis atau tidak. Agama bisa dianggap benar karena memberi kan ketenangan pada jiwa dan ketertiban dalam masyarakat.

Kebenaran Hudhuri

4.   Yaitu kebenaran yang dikethui dengan kehadiran karena ia ditandai oleh keadaan neotic dan objek yang memiliki imanen  yang menjadikannya pengetahuan swaobjek.

Dalam bukunya   The Meaning Of Truth (Arti Kebenaran )   James menjeaskan bahwa tidak ada kebenaran yang mutlak 

(9)

 yang berlaku umum ,tetap, berdiri sendiri,dan terlepas dari akal  yang mengenal . p[engalaman seseorang selalu berubah karena dalam praktiknya apa yang diangggap benar bisa dikoreksi oleh   pengalaman berikutnya.oleh karena itu tidak ada kebenaran   yang mutlak, yang ada adalah kebenaran-kebenaran,yaitu apa  yang benar dalam pengalaman-pengalamnnya yang khusus

BAB II

PANDANGAN AGAMA ISLAM TERHADAP KEBENARAN ABSOLUT, UNIVERSAL

DAN RELATIF

 A.Defenisi Agama

 Agama adalah suatu system kepercayaan Tuhan yang dianut  oleh sekelompok manusia dengan selalu mengadakan dengannya   pokok persoalan. Yang dibahas dalam agama adalah eksistensi

tuhan manusia dan hubungan antara manusia dengan Tuhan.

Dalam kesimpulannnya, pandangan agama islam terhadap kebenaran-kebenaran tersebut pada hakikatnya didasari pada keimanan dan ketaqwaan pada diri kita masing-masing.

Berpikir secara bebas dalam membahas dasar-dasar agama dapat diambil dalam dua bentuk :

1. Membahas dasar-dasar agama secara analistis dan kritis tanpa terikat ajaran-ajaran dan tanpa ada tujuan untuk menyatakan kebenaran suatu agama.

2. Membahas dasar-dasar agama secara analistis dan kritis dengan maksud untuk menyatakan kebenaran ajaran agama, atau sekurang-kurangnya untuk menjelaskan bahwa apa yang diajarkan agama tidak bertentangan dengan logika.

Ibnu Rusyd, Filosop Muslim dari Andalusia, berpendapat  bahwa menghilangkan keraguan naturalis terhadap agama,maka

(10)

 pengertian mukjizat perlu diperluas. Selama ini mukjizat hanya terfokus pada hal-hal supernatural. Mukjizat adalah bukti-bukti kebenaran seorang utusan Allah. Misalnya tidak terbakarnya nabi Ibrahim oleh api bukan sebagai bukti kenabian, tetapi sebagai bagian dari keyakinan yang ditujukan untuk orang awam. Adapun kita sebagai orang yang beriman harus meyakini mukjizat yang lain dari pada suatu peristiwa itu, yaitu kandungan rsisalah nya para nabi-nabi.

(11)

DAFTAR PUSTAKA

Prof. Dr. H. Zar Sirajuddin. M.A. Filsafat Islam. PT. Raja Grafindo, Jakarta.2007 Prof. Dr. Bakhtiar Amsal, M.A. Filsafat Agama. PT. Raja Grafindo, Jakarta.2007 http/www.hakekat kebenaran,co.id.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan demikian, jika instrumen baku telah tersedia untuk mengumpulkan data variabel penelitian maka kita dapat langsung telah tersedia untuk mengumpulkan data variabel

Berdasarkan data IHPB Provinsi Kalimantan Timur yang dicatat dalam bentuk bulanan dari bulan Januari 2002 - Desember 2006 dan Januari 2009 - September 2013 dilakukan

Kas dan setara kas ( cash equivalents) adalah aktiva yang paling likuid. Lalu diikuti piutang usaha kemudian persediaan. Persediaan digunakan dalam kegiatan produksi suatu

Alhamdulillah segala puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala limpahan berkah, rahmat, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul

Standar Kompetensi adalah perumusan tentang kemampuan yang harus dimiliki seseorang untuk melakukan suatu tugas atau pekerjaan yang didasari atas pengetahuan,

Jumlah sel inflamasi yang lebih banyak pada RA persisten mungkin dapat menjadi dasar lebih banyaknya jumlah subjek yang mengalami gangguan fungsi penghidu serta lebih

Secara konseptual tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menguji bagaimana pengaruh Riset dan pengembangan (R&D),

4 Kemaskini Log Pemantauan Pembangunan ICT(OPR/iDEC/BL01/Pe mbangunan) Penguru s Projek B B 7.12 Batal Permohonan 7.12.1 Keluarkan makluman pembatalan permohonan