TATA CARA PENGADAAN MITRA KERJA SAMA INVESTASI
SECARA ELEKTRONIK
PD. PASAR BERMARTABAT KOTA BANDUNG
TAHUN 2020
II. KETENTUAN UMUM ... 1
III. TATA CARA PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK ... 4
A. Pelaksanaan Proses Pengadaan Tahap Prakualifikasi ... 4
1. Pengumuman Prakualifikasi ... 4
2. Pendaftaran dan Pengambilan Dokumen Prakualifikasi (Request for Qualification/RfQ) ... 4
3. Pemberian Penjelasan Dokumen Prakualifikasi ... 5
4. Perubahan Dokumen Prakualifikasi (RfQ) ... 5
5. Pemasukan Dokumen Kualifikasi (RfQ) ... 5
6. Evaluasi Dokumen Kualifikasi ... 6
7. Penetapan dan Pengumuman Hasil Prakualifikasi ... 7
8. Sanggah Hasil Prakualifikasi ... 7
B. Pelelangan ... 8
1. Pelelangan Satu Tahap ... 8
a. Undangan Kepada Peserta dan Penyampaian Surat Kerahasiaan ... 8
b. Pemberian Penjelasan dan Perubahan Dokumen Permintaan Proposal (Request for Proposal/RfP) ... 9
c. Pemasukan Dokumen Penawaran Satu Tahap ... 9
d. Pembukaan Dokumen Penawaran File I (Dokumen Penawaran administrasi dan Dokumen Penawaran teknis) ... 9
e. Evaluasi Dokumen Penawaran File I ... 10
f. Pemberitahuan Hasil Evaluasi Dokumen Penawaran File I ... 10
g. Pembukaan Dokumen Penawaran File II (Dokumen Penawaran Finansial) ... 10
h. Evaluasi Dokumen Penawaran File II ... 10
i. Penerbitan Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP) ... 11
j. Penetapan Pemenang ... 11
k. Pengumuman Pemenang ... 12
l. Sanggah terhadap Hasil Pelelangan ... 12
m. Sanggah Banding ... 12
n. Penerbitan Surat Penunjukan Pemenang Lelang (letter of award) ... 13
BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dalam rangka mewujudkan pelaksanaan Pengadaan Badan Usaha Pelaksana Kerja Sama Investasi PD. Pasar Bermartabat Kota Bandung dan Badan Usaha yang memenuhi tata kelola Pemerintahan yang baik sehingga dapat bermanfaat untuk memperlancar penyelenggaraan penyediaan infrastruktur melalui kerja sama investasi, perlu adanya ketentuan yang lebih rinci mengenai tata cara pelaksanaan Pengadaan Badan Usaha Pelaksana Kerja Sama Investasi.
Dalam hal pelaksanaan pengadaan Badan Usaha Pelaksana Kerja Sama Investasi dilakukan secara elektronik, maka diperlukan penerapan teknologi dan mekanisme yang efektif dan efisien, dalam hal ini berupa Tata Cara Pengadaan Mitra Kerja Saa Investasi Secara Elektronik,
B. MAKSUD DAN TUJUAN
1. Maksud diberlakukannya Lampiran II ini adalah untuk memberikan acuan bagi seluruh pemangku kepentingan dalam pelaksanaan Pengadaan Badan Usaha Pelaksana Kerja Sama dalam Penyediaan Infrastruktur yang dilaksanakan secara elektronik.
2. Tujuan diberlakukannya Lampiran II ini adalah mewujudkan tata kelola pelaksanaan Pengadaan Badan Usaha Pelaksana Kerja Sama dalam Penyediaan Infrastruktur yang baik dan sesuai dengan prinsip efisien, efektif, transparan, terbuka, bersaing, adil/tidak diskriminatif dan akuntabel.
BAB II
KETENTUAN UMUM
Dalam hal proses pengadaan Mitra Kerja Sama Investasi dilakukan secara elektronik, dalam hal ini menggunakan Aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) resmi PD. Pasar Bermartabat Kota Bandung, dan berlaku ketentuan umum sebagai berikut: 1. Definisi dan istilah dalam Lampiran Peraturan Direksi ini mengikuti
sebagaimana yang tercantum di dalam Peraturan Direksi PD. Pasar Bemartabat Kota Bandung Nomor 027/Per.02e-PD.PB/2020 tentang Tata Cara Pengadaan Mitra Kerja Sama Investasi;
2. Semua tahapan proses pengadaan mitra kerja sama investasi pada dasarnya mengikuti ketentuan sebagaimana Peraturan Direksi PD. Pasar Bemartabat Kota Bandung Nomor 027/Per.02e-PD.PB/2020 tentang Tata Cara Pengadaan Mitra Kerja Sama Investasi;
3. Aplikasi SPSE akan menampilkan informasi-informasi mengenai tahapan proses pengadaan dengan format dan isi yang tersedia pada aplikasi SPSE;
4. Paket pengadaan yang dilakukan dalam aplikasi SPSE merupakan paket pengadaan baru atau paket pemilihan ulang pengadaan secara elektronik;
5. Pengadaan secara elektronik dilakukan secara daring atau tanpa adanya tatap muka antara Panitia Pengadaan dengan Mitra peserta;
6. Dalam hal pemilihan mitra kerja sama dilakukan secara elektronik, maka berlaku ketentuan mengenai pengelolaan Ruang Data dan Informasi (Data Room) sebagai berikut:
a. Peserta yang lulus Prakualifikasi dan telah menyerahkan Surat Kerahasiaan, diberikan akses Ruangan Data dan Informasi (Data Room); b. Ruangan Data dan Informasi (Data Room) berisi antara lain:
1) dokumen yang berkaitan dengan Proyek KSI;
2) dokumen Pengadaan beserta perubahannya (jika ada); dan
3) salinan dokumen terkait Pengadaan yang telah didistribusikan kepada Peserta.
7. Penyusunan dokumen pengadaan secara elektronik dilakukan mengikuti standar dokumen pengadaan secara elektronik dan diunggah/upload pada aplikasi SPSE, dan menggunakan format isian elektronik dokumen pengadaan yang tersedia pada aplikasi SPSE;
8. Penyusunan jadwal pelaksanaan pemilihan secara elektronik dilakukan berdasarkan hari kalender dengan batas akhir setiap tahapan adalah hari kerja dengan alokasi waktu mengacu kepada ketepatan waktu yang diatur dalam Peraturan Direksi tentang Tata Cara Pengadaan Mitra Kerja Sama Investasi; 9. Panitia pengadaan menyusun jadwal sebagaimana dimaksud angka 8 di atas
dengan memperhatikan jam kerja dan hari kerja untuk tahapan berikut: a. Pemberian Penjelasan;
b. Batas akhir pemasukan penawaran; c. Pembukaan penawaran;
d. Pembuktian kualifikasi; dan e. Batas akhir sanggah.
10. Panitia Pengadaan dapat melakukan perubahan jadwal pelaksanaan pengadaan dengan alasan tertentu yang dapat dipertanggungjawabkan;
11. Dalam proses pemilihan melalui aplikasi SPSE, berlaku ketentuan bagi pihak-pihak terkait sebagai berikut:
a. PJPK
2) PJPK menyerahkan rencana pelaksanaan pengadaan mitra kerja sama investasi yang berisikan data mengenai lingkup pekerjaan/kegiatan terkait kepada Panitia Pengadaan;
3) Surat/dokumen yang dibuat oleh PJPK terkait dengan pengadaan ini berbentuk dokumen elektronik.
b. Panitia Pengadaan
1) Panitia Pengadaan melakukan akses pada aplikasi SPSE melalui Tim Pengelola SPSE;
2) Panitia Pengadaan menerima dan menyimpan surat/dokumen rencana pelaksanaan pengadaan mitra kerja sama investasi yang disampaikan oleh PJPK dan melaksanakan proses pemilihan;
3) Panitia Pengadaan menyusun dan menetapkan dokumen pengadaan; 4) Surat/dokumen yang dibuat oleh Panitia Pengadaan terkait dengan
pengadaan ini berbentuk dokumen elektronik. c. Mitra Kerja Sama
1) Mitra kerja sama yang belum memiliki kode akses pada aplikasi SPSE wajib melakukan pendaftaran pada aplikasi SPSE sesuai dengan syarat dan ketentuan penggunaan dan/atau panduan penggunaan aplikasi SPSE (User Guide) yang tersedia pada aplikasi SPSE;
2) Mitra kerja sama yang dapat diikutsertakan dalam proses pengadaan secara elektronik ini adalah mitra kerja sama yang telah terverifikasi oleh Tim Pengelola SPSE;
3) Surat/dokumen yang dibuat oleh Mitra Kerja Sama terkait dengan pengadaan ini berbentuk dokumen elektronik.
d. Tim Pengelola SPSE
1) Tim Pengelola SPSE adalah admin atau operator pada aplikasi SPSE yang memberikan akses kepada pengguna SPSE dan menyimpan dokumen penunjang proses registrasi dan verifikasi pengguna SPSE; 2) Selain memberikan hak akses kepada pengguna SPSE, Tim Pengelola
SPSE memfasilitasi proses pengadaan secara elektronik ini mengikuti tahapan yang telah ditentukan sesuai ketentuan yang berlaku dalam hal:
a) mengirimkan file isian Formulir Pendaftaran dan tautan (link) halaman pendaftaran kepada e-mail Badan Usaha yang mendaftar;
b) mengunduh/download File Formulir Pendaftaran yang telah dilengkapi oleh Badan Usaha, dalam aplikasi SPSE;
c) melakukan verifikasi File Formulir Pendaftaran yang dikirimkan oleh Badan Usaha.
BAB III
TATA CARA PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK
A. Pelaksanaan Proses Pengadaan Tahap Prakualifikasi 1. Pengumuman Prakualifikasi
a. Panitia Pengadaan menyusun informasi pengumuman paket pengadaan, jadwal paket pengadaan, dan Dokumen Prakualifikasi (Request for Qualification/RfQ) berdasarkan informasi yang diberikan oleh PJPK, kemudian menyampaikannya kepada Panitia Pengadaan melalui Pengelola SPSE dalam bentuk elektronik pada waktu yang telah ditentukan;
b. Panitia Pengadaan menyusun jadwal pelaksanaan pengadaan secara elektronik sebagaimana ditetapkan dalam Bab II Ketentuan Umum;
c. Panitia Pengadaan memasukkan nomor surat/dokumen rencana pelaksanaan pengadaan mitra kerja sama yang diterbitkan oleh PJPK dan menjadi dasar pembuatan paket pengadaan;
d. Panitia Pengadaan menyerahkan kepada Pengelola SPSE untuk menyimpan informasi pengumuman paket pengadaan dan Dokumen Prakualifikasi (RfQ), sebagaimana dimaksud pada huruf a, dalam aplikasi SPSE;
e. Tim Pengelola SPSE terlebih dahulu menata masing-masing dokumen yang disampaikan oleh Panitia Pengadaan ke dalam aplikasi SPSE, lalu kemudian mengunggah informasi paket pengadaan, jadwal paket pengadaan, dan Dokumen Prakualifikasi (RfQ) pada aplikasi SPSE sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh Panitia Pengadaan;
f. Ketentuan dan syarat mengenai tahapan Pengumuman Prakualifikasi diatur dalam Lampiran 1 Peraturan Direksi tentang Tata Cara Pengadaan Mitra Kerja Sama Investasi Bab II bagian C angka 1.
2. Pendaftaran dan Pengambilan Dokumen Prakualifikasi (Request for
Qualification/RfQ)
a. Calon Peserta dapat melakukan pendaftaran dengan mengakses aplikasi SPSE melalui website dengan mengunduh/download Dokumen Prakualifikasi (RfQ) pada halaman yang ditentukan dalam aplikasi SPSE, sesuai dengan syarat dan ketentuan penggunaan aplikasi SPSE dan/atau panduan penggunaan aplikasi SPSE (User Guide) pada waktu yang telah ditentukan;
b. Pengelola SPSE melakukan pengaturan aktivitas sebagaimana dimaksud pada angka 2 huruf a dalam aplikasi SPSE berdasarkan jadwal paket pengadaan yang telah dimuat dalam aplikasi SPSE.
3. Pemberian Penjelasan Dokumen Prakualifikasi
a. Peserta mengakses aplikasi SPSE melalui website untuk mengikuti proses pemberian penjelasan sesuai dengan syarat dan ketentuan penggunaan dan/atau panduan penggunaan aplikasi SPSE (User Guide) yang tersedia pada aplikasi SPSE pada waktu yang telah ditentukan;
b. Peserta dapat menyampaikan klarifikasi ataupun pertanyaan terkait dengan dokumen prakualifikasi pada halaman yang ditentukan dalam aplikasi SPSE sesuai batas waktu yang telah ditentukan;
c. Panitia Pengadaan memberikan tanggapan/jawaban/klarifikasi terhadap semua pertanyaan dari Peserta dan membuatkan Berita Acara Hasil Pemberian Penjelasan serta menyampaikannya kepada Tim Pengelola SPSE untuk diunggah/upload pada aplikasi SPSE pada halaman Aplikasi SPSE yang telah disediakan sesuai waktu yang telah ditentukan;
d. Ketentuan dan syarat mengenai tahapan Pemberian Penjelasan Dokumen Prakualifikasi diatur dalam Lampiran 1 Peraturan Direksi tentang Tata Cara Pengadaan Mitra Kerja Sama Investasi Bab II bagian C angka 3.
4. Perubahan Dokumen Prakualifikasi (RfQ)
a. Dalam hal terdapat perubahan Dokumen Prakualifikasi (RfQ) melalui mekanisme sebagaimana ketentuan yang berlaku pada Lampiran 1 Peraturan Direksi tentang Tata Cara Pengadaan Mitra Kerja Sama Investasi Bab II bagian C angka 1, Panitia Pengadaan dapat memberikan tambahan waktu batas akhir pemasukan Dokumen Kualifikasi, dengan ketentuan berikut:
1) Panitia Pengadaan melakukan konfirmasi kepada Tim Pengelola SPSE atas adanya perubahan Dokumen Prakualifikasi (Request for Qualification/RfQ) dengan menyampaikan dokumen perubahan terkait berikut dengan perubahan jadwal pelaksanaan pengadaan; 2) Tim Pengelola SPSE mengunggah/upload perubahan Dokumen
Prakualifikasi (RfQ) dimaksud pada halaman yang telah ditentukan dan melakukan perubahan jadwal dalam aplikasi SPSE;
3) Ketentuan dan syarat mengenai tahapan Perubahan Dokumen Prakualifikasi (RfQ) diatur dalam Lampiran 1 Peraturan Direksi tentang Tata Cara Pengadaan Mitra Kerja Sama Investasi Bab II bagian C angka 1.
b. Tim Pengelola SPSE lebih lanjut melakukan pengaturan aktivitas dalam aplikasi SPSE berdasarkan jadwal pelaksanaan pengadaan yang telah dimuat dalam aplikasi SPSE.
5. Pemasukan Dokumen Kualifikasi (RfQ)
a. Peserta mengakses aplikasi SPSE melalui website untuk mengikuti proses Pemasukan Dokumen Kualifikasi sesuai dengan syarat dan ketentuan penggunaan dan/atau panduan penggunaan aplikasi SPSE (User Guide)
yang tersedia pada aplikasi SPSE pada waktu yang telah ditentukan;
b. Peserta mengunggah/upload Dokumen Kualifikasi pada halaman yang ditentukan dalam aplikasi SPSE;
c. Dalam hal Peserta melakukan penambahan, penggantian dan pengurangan Dokumen Kualifikasi dengan ketentuan Peserta harus menghapus/delete file dimaksud dan mengunggah/upload kembali file Dokumen Kualifikasi yang baru (telah ditambah dan/atau diganti dan/atau dikurangi) pada halaman yang ditentukan dalam aplikasi SPSE;
d. Peserta akan mendapatkan informasi atas pemasukan Dokumen Kualifikasi (RfQ) dari Panitia Pengadaan melalui Tim Pengelola SPSE; e. Tim Pengelola SPSE mengunduh/download Dokumen Kualifikasi (RfQ)
yang telah diunggah/upload oleh Peserta;
f. Tim Pengelola SPSE lebih lanjut menyerahkan Dokumen Kualifikasi (RfQ) hasil unggahan tersebut kepada Panitia Pengadaan untuk dibuka secara langsung pada aplikasi SPSE dan dibuatkan Berita Acara Serah Terima pada waktu yang sudah ditentukan, untuk dilakukan proses evaluasi lebih lanjut;
g. Ketentuan dan syarat mengenai tahapan Pemasukan Dokumen Kualifikasi (Request for Qualification/RfQ) diatur dalam Lampiran 1 Peraturan Direksi tentang Tata Cara Pengadaan Mitra Kerja Sama Investasi Bab II bagian C angka 4.
6. Evaluasi Dokumen Kualifikasi
a. Dalam hal terdapat Prakualifikasi tidak menghasilkan Peserta yang memenuhi kualifikasi, maka Panitia Pengadaan melaporkan kepada PJPK; b. Berdasarkan laporan sebagaimana dimaksud angka 6 huruf a., PJPK
menyatakan Prakualifikasi gagal dan menelaah rencana tindak lanjut atas Prakualifikasi gagal, untuk ditindaklanjuti sesuai ketentuan dalam Peraturan Direksi tentang Tata Cara Pengadaan Mitra Kerja Sama Investasi terkait;
c. Berdasarkan telaahan sebagaimana dimaksud angka 6 huruf b., PJPK menindaklanjuti Prakualifikasi gagal dengan memerintahkan Panitia Pengadaan untuk:
1) melakukan evaluasi ulang;
2) mengulang proses Prakualifikasi; atau 3) menghentikan proses Pengadaan.
d. Apabila Prakualifikasi ulang sebagaimana dimaksud pada angka 6 huruf c gagal, proses Pengadaan dihentikan dan PJPK melakukan kaji ulang terhadap Penyiapan Proyek KSI;
e. Berdasarkan ketentuan pada angka 6 huruf c di atas Tim Pengelola SPSE lebih lanjut menyampaikan informasi kepada semua Peserta melalui aplikasi SPSE dan melakukan pengaturan aktivitas terkait dalam aplikasi
SPSE lebih lanjut;
f. Ketentuan dan syarat mengenai tahapan Evaluasi Dokumen Kualifikasi diatur dalam Lampiran 1 Peraturan Direksi tentang Tata Cara Pengadaan Mitra Kerja Sama Investasi Bab II bagian C angka 5.
7. Penetapan dan Pengumuman Hasil Prakualifikasi
a. Panitia Pengadaan menetapkan hasil Prakualifikasi berdasarkan evaluasi Dokumen Kualifikasi Peserta;
b. Panitia Pengadaan membuat dan menyampaikan laporan yang dilampirkan dengan Berita Acara Evaluasi Dokumen Kualifikasi kepada PJPK;
c. Panitia Pengadaan menyerahkan hasil Prakualifikasi kepada Tim Pengelola SPSE untuk disampaikan kepada setiap Peserta melalui surat elektronik dan mengumumkan daftar Peserta yang lulus Prakualifikasi melalui aplikasi SPSE sesuai jadwal yang telah ditetapkan;
d. Tim Pengelola SPSE lebih lanjut melakukan penataan aktivitas dalam aplikasi SPSE berdasarkan jadwal pelaksanaan pengadaan yang telah dimuat dalam aplikasi SPSE.
8. Sanggah Hasil Prakualifikasi
a. Peserta yang tidak lulus tahap Prakualifikasi dapat menyampaikan Sanggah Hasil Prakualifikasi dengan disertai dokumen pendukung tentang terjadinya penyimpangan/pelanggaran prosedur dalam Dokumen Prakualifikasi (Request for Qualification/RfQ) dan/atau pelaksanaan Prakualifikasi, dan disampaikan kepada Panitia Pengadaan melalui alamat email Pengelola SPSE pada batas waktu yang ditetapkan dalam Dokumen Prakualifikasi (RfQ);
b. Tim Pengelola SPSE mengunduh/download dokumen sanggahan dari Peserta dan menyampaikannya kepada Panitia Pengadaan;
c. Panitia Pengadaan membuka hasil unduhan dokumen sanggahan dari Peserta;
d. Panitia membuatkan jawaban atas semua sanggahan dari Peserta, dan menyampaikannya kepada Tim Pengelola SPSE untuk diunggah/upload kepada alamat email Peserta;
e. Jika sanggah dinyatakan benar oleh Panitia Pengadaan, maka Panitia Pengadaan melaporkan kepada PJPK, dan selanjutnya PJPK menyatakan Prakualifikasi gagal serta menelaah rencana tindak lanjut atas Prakualifikasi gagal;
f. Berdasarkan telaahan sebagaimana dimaksud angka 8 huruf c., PJPK menindaklanjuti Prakualifikasi gagal dengan memerintahkan Panitia Pengadaan untuk:
2) mengulang proses Prakualifikasi; atau 3) menghentikan proses Pengadaan.
g. Apabila Prakualifikasi ulang sebagaimana dimaksud pada angka 8 huruf c. gagal, proses Pengadaan dihentikan dan PJPK melakukan kaji ulang terhadap Penyiapan Proyek KSI;
h. Berdasarkan ketentuan pada angka 8 huruf f. di atas, Tim Pengelola SPSE lebih lanjut menyampaikan informasi kepada semua Peserta melalui aplikasi SPSE dan melakukan penataan aktivitas terkait dalam aplikasi SPSE lebih lanjut.
B. Pelelangan
1. Pelelangan Satu Tahap
a. Undangan kepada Peserta dan Penyampaian Surat Kerahasiaan 1) Panitia Pengadaan membuat surat undangan melalui email kepada
Peserta yang lulus tahap Prakualifikasi dengan melampirkan formulir Surat Kerahasiaan melalui Tim Pengelola SPSE;
2) Tim Pengelola SPSE memberikan hak akses Ruangan Data dan Informasi (Data Room) kepada Peserta, berdasarkan hasil Prakualifikasi dan Berita Acara Evaluasi Dokumen Kualifikasi untuk dapat menyampaikan Surat Kerahasiaan yang telah ditandatangani sebagai syarat untuk mendapatkan Dokumen Permintaan Proposal (RfP) lebih lanjut;
3) Dalam hal Peserta mengakses aplikasi melalui website, mengkuti syarat dan ketentuan penggunaan dan/atau panduan penggunaan aplikasi SPSE (User Guide) yang tersedia pada aplikasi SPSE pada waktu yang telah ditentukan;
4) Tim Pengelola SPSE mengunduh/download atas Surat Kerahasiaan yang disampaikan oleh Peserta dan menyerahkannya kepada Panitia Pengadaan untuk diverifikasi;
5) Tim Pengelola SPSE menyampaikan Dokumen Permintaan Proposal (RfQ) kepada Peserta yang telah menyampaikan Surat Kerahasiaan dan terverifikasi oleh Panitia Pengadaan;
6) Tim Pengelola SPSE memfasilitasi Panitia Pengadaan dalam hal menyampaikan informasi pada aplikasi SPSE, bilamana terdapat perubahan terhadap jadwal pelaksanaan pengadaan;
7) Ketentuan dan syarat mengenai tahapan Undangan kepada Peserta dan Penyampaian Surat Kerahasiaan diatur dalam Lampiran 1 Peraturan Direksi tentang Tata Cara Pengadaan Mitra Kerja Sama Investasi Huruf D angka 1.
b. Pemberian Penjelasan dan Perubahan Dokumen Permintaan Proposal (Request for Proposal/RfP)
1) Prosedur pengadaan secara elektronik dalam tahapan ini mengikuti sebagaimana ketentuan pada angka 3 dan 4 dalam Peraturan ini; 2) Ketentuan dan syarat mengenai tahapan Pemberian Penjelasan
Dokumen Prakualifikasi diatur dalam Lampiran 1 Peraturan Direksi tentang Tata Cara Pengadaan Mitra Kerja Sama Investasi Bab II bagian D angka 1 huruf c.
c. Pemasukan Dokumen Penawaran Satu Tahap
1) Prosedur pengadaan secara elektronik dalam tahapan ini mengikuti sebagaimana ketentuan pada angka 5 dalam Peraturan ini;
2) Peserta mengunggah/upload dokumen penawaran pada satu halaman yang dtentukan dalam aplikasi SPPSE;
3) Dalam hal terdapat perubahan jadwal yang mengakibatkan mundurnya tahapan penetapan pemenang, maka Peserta harus memperpanjang masa berlaku Surat Penawaran untuk mencakup masa perpanjangan tersebut;
4) Mekanisme penyampaian perpanjangan Surat Penawaran dimaksud mengikuti sebagaimana ketentuan yang tercantum pada angka 5 dalam Peraturan ini;
5) Ketentuan dan syarat mengenai tahapan Pemberian Penjelasan Dokumen Prakualifikasi diatur dalam Lampiran 1 Peraturan Direksi tentang Tata Cara Pengadaan Mitra Kerja Sama Investasi Bab II bagian D angka 1 huruf d.
d. Pembukaan Dokumen Penawaran File I (Dokumen Penawaran administrasi dan Dokumen Penawaran teknis)
1) Tim Pengelola SPSE mengunduh/download Dokumen Penawaran file I yang disampaikan oleh Peserta, dan menyerahkan kepada Panitia Pengadaan untuk dibuka secara langsung pada aplikasi pada waktu yang telah ditentukan;
2) Pembukaan Dokumen Dokumen Penawaran file I tersebut dituangkan dalam Berita Acara Pembukaan Dokumen Penawaran file I dan ditandatangani oleh Panitia Pengadaan;
3) Panitia Pengadaan menyerahkan Berita Acara dimaksud kepada Tim Pengelola SPSE untuk diunggah/upload pada aplikasi SPSE;
4) Ketentuan dan syarat mengenai tahapan Pembukaan Dokumen Penawaran File I diatur dalam Lampiran 1 Peraturan Direksi tentang Tata Cara Pengadaan Mitra Kerja Sama Investasi Bab II bagian D angka 1 huruf e.
e. Evaluasi Dokumen Penawaran File I
1) Panitia Pengadaan melakukan evaluasi Dokumen Penawaran file I sesuai dengan ketentuan dan tata cara yang telah diatur dalam Dokumen Permintaan Proposal (Request for Proposal/RfP);
2) Dalam hal diperlukan, Panitia Pengadaan meminta klarifikasi secara tertulis kepada Peserta melalui Tim Pengelola SPSE;
3) Tim Pengelola SPSE memfasilitasi Panitia Pengadaan dan Peserta dalam hal penyampaian permohonan klarifikasi tertulis dari Panitia Pengadaan kepada Peserta melalui alamat email Peserta, maupun penyampaian unggahan/download jawaban klarifikasi tertulis dari Peserta kepada Panitia Pengadaan;
4) Panitia Pengadaan menyusun Berita Acara Hasil Evaluasi Dokumen Penawaran File I dan ditandatangani oleh seluruh Panitia Pengadaan; 5) Ketentuan dan syarat mengenai tahapan Evaluasi Dokumen Penawaran File I diatur dalam Lampiran 1 Peraturan Direksi tentang Tata Cara Pengadaan Mitra Kerja Sama Investasi Bab II bagian D angka 1 huruf f.
f. Pemberitahuan Hasil Evaluasi Dokumen Penawaran File I
1) Panitia Pengadaan menyampaikan pemberitahuan hasil evaluasi dimaksud kepada Tim Pengelola SPSE untuk lebih lanjut didistribusikan kepada setiap peserta melalui alamat email;
2) Ketentuan dan syarat mengenai tahapan Pemberitahuan Hasil Evaluasi Dokumen Penawaran File I diatur dalam Lampiran 1 Peraturan Direksi tentang Tata Cara Pengadaan Mitra Kerja Sama Investasi Bab II bagian D angka 1 huruf g.
g. Pembukaan Dokumen Penawaran File II (Dokumen Penawaran Finansial)
1) Prosedur pengadaan secara elektronik dalam tahapan ini mengikuti sebagaimana ketentuan pada Bab III bagian B angka 1 huruf d dalam Peraturan ini;
2) Ketentuan dan syarat mengenai tahapan Pembukaan Dokumen Penawaran File II diatur dalam Lampiran 1 Peraturan Direksi tentang Tata Cara Pengadaan Mitra Kerja Sama Investasi pada Bab II Bagian D angka 1 huruf h.
h. Evaluasi Dokumen Penawaran File II (Dokumen Penawaran Finansial)
1) Prosedur pengadaan secara elektronik dalam tahapan ini mengikuti sebagaimana ketentuan pada huruf B angka 1 huruf e dalam Peraturan ini;
2) Dalam hal terdapat kesalahan aritmetika atau inkonsistensi numerik pada dokumen penawaran Peserta berdasarkan hasil identifikasi dan koreksi dari Panitia Pengadaan, maka Panitia Pengadaan melalui Tim Pengelola SPSE melakukan proses klarifikasi kepada Peserta untuk
kemudian Peserta menyampaikan surat yang menyatakan bahwa hasil koreksi adalah sesuai dengan Berita Acara Koreksi Aritmetika; 3) Ketentuan dan syarat mengenai tahapan Penerbitan Berita Acara
Hasil Pelelangan (BAHP) diatur dalam Lampiran 1 Peraturan Direksi tentang Tata Cara Pengadaan Mitra Kerja Sama Investasi Bab II Bagian D angka 1 huruf i.
i. Penerbitan Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP)
1) Prosedur pengadaan secara elektronik dalam tahapan ini mengikuti sebagaimana ketentuan pada angka Bab III bagian B angka 1 huruf f dalam Peraturan ini;
2) Ketentuan dan syarat mengenai tahapan Penerbitan Berita Acara Hasil Pelelangan (BAHP) diatur dalam Lampiran 1 Peraturan Direksi tentang Tata Cara Pengadaan Mitra Kerja Sama Investasi Bab II Bagian D angka 1 huruf j.
j. Penetapan Pemenang
1) Panitia Pengadaan membuat dan menyampaikan laporan yang dilampirkan dengan BAHP disertai usulan calon pemenang, calon pemenang cadangan satu dan cadangan dua (jika ada) kepada PJPK; 2) PJPK dan Panitia Pengadaan melakukan pembahasan bersama atas
usulan calon pemenang tersebut, dan dalam hal ini dapat berupa menyetujui usulan Panitia Pengadaan atau melakukan evaluasi ulang;
3) PJPK dan Panitia Pengadaan melakukan pembahasan bersama atas usulan calon pemenang tersebut, dan dalam hal ini berupa:
a) PJPK membuat Surat Penetapan apabila PJPK menyetujui usulan calon pemenang dari Panitia Pengadaan; atau
b) PJPK meminta Panitia Pengadaan untuk melakukan evaluasi ulang apabila diperlukan evaluasi ulang atas usulan dimaksud. 4) Dalam hal PJPK membuatkan Surat Penetapan, Tim Pengelola SPSE
menyampaikan informasi tersebut pada aplikasi SPSE;
5) Dalam hal Panitia Pengadaan melakukan evaluasi ulang atas permintaan PJPK dan dalam hal tersebut membutuhkan waktu tambahan dari jadwal yang sudah ditetapkan pada Dokumen Permintaan Proposal (Request for Proposal/RfP), maka :
a) Panitia Pengadaan mengumumkan perubahan jadwal kepada seluruh Peserta dan meminta perpanjangan masa berlaku jaminan penawaran (jika dibutuhkan) melalui Tim Pengelola SPSE;
b) Panitia Pengadaan melaporkan dan melakukan pembahasan bersama PJPK atas hasil evaluasi ulang tersebut, dan dalam hal ini berupa:
(1) PJPK membuat Surat Penetapan apabila PJPK menyetujui usulan calon pemenang dari Panitia Pengadaan; atau
(2) PJPK menyatakan Pelelangan gagal dan menelaah tindak lanjut atas Pelelangan gagal.
6) Terhadap kondisi sebagaimana tersebut di atas, dalam hal ini Tim Pengelola SPSE memfasilitasi kebutuhan penyampaian informasi mengenai:
a) Penerbitan Surat Penetapan dari PJPK apabila PJPK menyetujui usulan calon pemenang dari Panitia Pengadaan;
b) Perubahan jadwal pelaksanaan pelelangan apabila PJPK meminta Panitia Pengadaan melakukan evaluasi ulang berdasarkan usulan dari Panitia Pengadaan; atau
c) Pelelangan gagal.
7) Ketentuan dan syarat mengenai tahapan Penetapan Pemenang diatur dalam Lampiran 1 Peraturan Direksi tentang Tata Cara Pengadaan Mitra Kerja Sama Investasi Bab II Bagian D angka 1 huruf k.
k. Pengumuman Pemenang
1) Panitia Pengadaan menyampaikan hasil Pelelangan kepada Tim Pengelola SPSE untuk diinformasikan dalam aplikasi SPSE;
2) Ketentuan dan syarat mengenai tahapan Pengumuman Pemenang diatur dalam Lampiran 1 Peraturan Direksi tentang Tata Cara Pengadaan Mitra Kerja Sama Investasi Bab II Bagian D angka 1 huruf l.
l. Sanggah terhadap Hasil Pelelangan
1) Peserta yang memasukan Dokumen Penawaran dan tidak menjadi pemenang dapat menyampaikan sanggah secara tertulis kepada PJPK atas hasil Pelelangan dengan disertai dokumen pendukung tentang terjadinya penyimpangan/ pelanggaran pada batas waktu yang sudah ditentukan;
2) Prosedur pengadaan secara elektronik dalam tahapan ini mengikuti sebagaimana ketentuan pada angka 8 dalam Peraturan ini;
3) Ketentuan dan syarat mengenai tahapan Sanggah terhadap Hasil Pelelangan diatur dalam Lampiran 1 Peraturan Direksi tentang Tata Cara Pengadaan Mitra Kerja Sama Investasi Bab II Bagian D angka 1 huruf m.
m. Sanggah Banding
1) Dalam hal Peserta dapat menyampaikan protes kepada PJPK yang tidak setuju atas jawaban sanggah dan harus memberikan jaminan Sanggah Banding pada batas waktu yang telah ditentukan sesuai ketentuan yang diatur dalam Lampiran 1 Peraturan Direksi tentang Tata Cara Pengadaan Mitra Kerja Sama Investasi terkait;
2) Panitia Pengadaan melakukan klarifikasi atas kebenaran Jaminan Sanggah Banding kepada penerbit jaminan dan PJPK tidak akan
menindaklanjuti Sanggah Banding sebelum mendapatkan hasil klarfikasi dari Panitia Pengadaan;
3) Prosedur pengadaan secara elektronik dalam tahapan ini mengikuti sebagaimana ketentuan pada angka 8 dalam Peraturan ini;
4) Ketentuan dan syarat mengenai tahapan Sanggah Banding diatur dalam Lampiran 1 Peraturan Direksi tentang Tata Cara Pengadaan Mitra Kerja Sama Investasi Bab II Bagian D angka 1 huruf n.
n. Penerbitan Surat Penunjukan Pemenang Lelang (letter of award) 1) PJPK menerbitkan Surat Penunjukan Pemenang Lelang pada batas
waktu yang telah ditentukan sesuai ketentuan yang diatur dalam Lampiran 1 Peraturan Direksi tentang Tata Cara Pengadaan Mitra Kerja Sama Investasi terkait melalui Tim Pengelola SPSE;
2) Ketentuan dan syarat mengenai tahapan Penerbitan Surat Penunjukan Pemenang Lelang (letter of award) diatur dalam Lampiran 1 Peraturan Direksi tentang Tata Cara Pengadaan Mitra Kerja Sama Investasi Bab II Bagian D angka 1 huruf o.
o. Persiapan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama
1) Ketentuan dan syarat mengenai tahapan Persiapan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama diatur dalam Lampiran 1 Peraturan Direksi tentang Tata Cara Pengadaan Mitra Kerja Sama Investasi Bab II Bagian D angka 1 huruf p.
2. Pelelangan Dua Tahap
Tahapan proses Pelelangan Dua Tahap secara elektronik pada prinsipnya mengikuti ketentuan sebagaimana yang diatur dalam angka 1 Peraturan Direksi ini, dan dibedakan pada beberapa tambahan tahapan proses setelah dilakukannya tahapan Sanggah Terhadap Hasil Evaluasi Dokumen Penawaran sebagai berikut:
a. Undangan Kepada Peserta Dialog;
b. Dialog Optimalisasi atas Hasil Evaluasi Dokumen Penawaran; c. Pemasukan Dokumen Penawaran Optimalisasi
Dalam hal pelaksanaan proses tambahan tersebut di atas, dalam hal ini Tim Pengelola SPSE memfasilitasi kebutuhan pengunduhan/download maupun pengunggahan/upload dokumen terkait pada aplikasi SPSE baik yang diterbitkan oleh Panitian Pengadaan maupun Peserta.
BAB IV LAIN-LAIN
A. Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik
Standar Dokumen Pengadaan Secara Elektronik ini mengacu kepada Lampiran III Peraturan Direksi tentang Tata Cara Pengadaan Mitra Kerja Sama Investasi yang berlaku di lingkungan PD. Pasar Bermartabat Kota Bandung.
B. File Penawaran Tidak Dapat Dibuka
Dalam hal File Penawaran yang dikirimkan Peserta tidak dapat dibuka, maka Panitia Pengadaan melalui Tim Pengelola SPSE dapat memanggil Peserta melalui e-mail untuk bersama-sama membuka File Penawaran di aplikasi SPSE.
C. Keadaan Memaksa
Dalam hal terjadi keadaan memaksa (contoh: bencana alam, huru-hara dan kebakaran) dan/atau gangguan teknis (contoh: gangguan daya listrik, gangguan jaringan, gangguan aplikasi SPSE) yang mengakibatkan pelaksanaan pengadaan secara elektronik tidak dapat berlangsung sebagaimana mestinya, maka PJPK dapat: 1. Membatalkan/menggagalkan proses pelelangan; atau
2. Meminta Panitia Pengadaan untuk melanjutkan proses pelelangan secara manual di luar aplikasi SPSE;
3. Meminta Panitia Pengadaan untuk melakukan memberhentikan proses pelelangan dan penyesuaian jadwal pelelangan apabila terjadi gangguan teknis operasional sampai dengan penyelesaian perbaikan teknis tersebut.
D. Audit
1. Persiapan
a. Auditor menyerahkan surat tugas kepada PD. Pasar Bermartabat Kota Bandung untuk mendapatkan hak akses memasuki aplikasi SPSE.
b. PD. Pasar Bermartabat Kota Bandung menerima, menyimpan, dan menerbitkan nama-nama yang tercantum dalam surat tugas diterbitkan oleh instansi yang memiliki tugas pokok dan fungsi audit.
2. Pelaksanaan
a. Proses audit pengadaan secara elektronik dilaksanakan melalui fasilitas yang disediakan dalam aplikasi SPSE;
b. Auditor hanya dapat mengakses informasi, data, mengunduh dan membuka file, baik yang disampaikan oleh Panitia Pengadaan melalui Pengelola SPSE pada aplikasi SPSE, maupun peserta pemilihan paket pekerjaan yang menjadi objek audit sebagaimana tercantum dalam surat tugas;
c. Auditor dapat menemui Panitia Pengadaan dan Pengelola SPSE untuk memperoleh informasi dan dalam rangka proses audit paket pemilihan tertentu.
Ditetapkan di Pada Tanggal
: Bandung : 06 Januari 2020 DIEKSI PD. PASAR BERMARTABAT
Pjs DIREKTUR UTAMA,
Ttd.