- 35 -
INTERPRETASI MAKNA PENGAKUAN PETRUS MATIUS 16:13-20
Wilson Rantung, M.Th (Sekolah Tinggi Theologi Indonesia)
ABSTRAK
Pengakuan Petrus harus dilihat sebagai pengakuan yang unik, karena pengakuan itu terlepas dari kekurangannya sebagai manusia. Yesus adalah “Mesias, Anak Allah yang Hidup” adalah penyataan dari Allah itu sendiri dan tidak mungkin ada orang lain yang dapat mengakui bahwa Yesus adalah Mesias Anak Allah yang hidup, jika dia tidak mendapatkan penyataan dari Bapa Sorgawi.
Kata Mesias dalam teks ini berarti oknum manusia dan Allah, yang bertugas untuk memulihkan kerajaan Daud sebagaimana yang dijanjikan Allah. Kemudian Anak Allah yang hidup bermaksud Anak dari Allah yang dikenal Israel yaitu YHWH. Sehingga dapat disingkat Anak Allah. Dari pengakuan tersebut dapat juga diartikan sebagai berikut “Yesus adalah Allah dan Manusia yang bertugas untuk memulihkan kerajaan Daud sebagaimana yang Allah janjikan melalui Firmannya. Kemudian dengan memahami frase “Engkau adalah” maka perlu memahami pengakuan Petrus sebagai pernyataan penegasan yang berwibawa “Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan JemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya”.
Kebenaran bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup atau Yesus adalah Allah dan Manusia. Adalah penyataan dari Bapa di Sorga. Tidak ada sumbangan dari manusia sedikitpun, oleh karena itu pernyataan tersebut harus diimani atau dipercayai oleh objek yang diberi penyataan tersebut. Dan iman yang dibutuhkan dalam menanggapi penyataan dari Allah itu, adalah iman yang seperti Petrus dan para murid, yakni menempatkan kepercayaan akan penyataan dari Allah pada tempat yang teratas.
BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang
Peristiwa pengakuan Petrus terjadi di Kaisarea Filipi. Rousseau mengatakan bahwa Kaisarea Filipi adalah sebua kota Hellenis yang kuat, terletak di sebelah selatan kaki gunung Hermon dekat sumber utama sungai
73Jhon J Rousseau dan Rami Arav. Jesus And His Word: An Archeological And Cultural Dictionary, (Minnea:
Yordan.73 pada masa Yesus Jpusat
penyembahan dewa Yunani yang bernama Pan.74 Yesus dan Petrus
ketika tampil di Palestina situasi politik berada dalam ketegangan, sebab menurut Bavink “Pemberontakkan didaerah it uterus terjadi sekalipun
74Craig L. Blomberg, “Matthew”, dalam The New American Commentary, Vol 20. (Nashville: Broadman Press, 1992). 250
- 36 - sering di basmi”.75 sedangkan
keadaan ekonomi pada saat itu sangat memprihatinkan, karena pemerintah memberlakukan beragam jenis pajak.76
sebagian besar tergantung kepada raja-raja dan pejabat yang kerap kali korupsi dan bertindak
semau-maunya.77
Keagamaan pada waktu itu di kendalikan oleh dua mashab yaitu Hillel dan Shamai.78 hal ini
menunjukkan bahwa pemerintah tidak melarang suatu perkumpulan antara murid dan guru dalam kegiatan belajar mengajar namun oleh karena mereka di latar belakangi oleh masa
pembuangan dan masa kevakuman suara nabi selama 400 tahun, sehingga beralasan jika Stalker menafsirkan bahwa semua ketaatan yang dibuat hanyalah kemajuan luarnya saja.79 tenney menyebutkan
ahli-ahli Taurat pada masa Yesus memegang peranan penting dalam Yudaisme.80 kebanyakan mereka
berasal dari kalangan Farisi yang adalah patriot-patriot yang bernyala-nyala semangat bagi kemerdekaan negaranya.81 Dengan demikian tidak
dapat disangsikan bahwa kondisi keagamaan pada waktu itu mengalami ketidamurnian dan telah jauh merosot. Kendali keagamaan di pegang oleh orang-orang yang secara langsung maupun tidak langsung terlibat dalam
75J. H. Bavink. Sejarah Kerajaan Allah, Jil II (Jakarta : BPK Gunung Mulia, 1992), 7
76J. L. Packer, dan kawan-kawan, Dunia Perjanjian Baru, (Malang: Gandum Mas, 1993), 156
77C. Groenen, Pengantar Kedalam Perjanjian Baru, (Malang: Gandum Mas, 1983), 40
78J. H. Bavink, Sejarah Kerajaan Allah, II. 14
politik. Sehingga harapan akan datangnya Mesias begitu kuat.
Petrus merupakan seorang murid Yesus yang memiliki keinginan yang besar untuk menanggapi segala sesuatu yang dilakukan oleh Yesus, seperti dalam matius 14:25-30, diceritakan bahwa Dialah murid satu-satunya yang ingin berjalan di atas air untuk menemui Yesus. Matius 16:16, Ia murid yang menanggapi pertanyaan Yesus. Pada waktu Pemuliaan Yesus Matius 17:1-4, Ia juga satu-satunya murid yang mengeluarkan kata-kata. Dari gambaran di atas menunjukkan bahwa Petrus selain seorang yang suka mengambil inisiatif, ia juga seorang yang reaktif atas sesuatu yang didengarnya. Bahkan dalam Matius 16:22, Petrus berani menarik dan menegor Yesus. Dalam Yoh 18:10, Ia berani memotong telinga hamba imam besar.
Sifat-sifat seperti suka
mengambil inisiatif, cepat bereaksi, di mana reaksinya sering tanpa berpikir dalam-dalam, oleh Gelanus dalam teori kepribadian adalah ciri-ciri orang yang digolongkan pada golongan orang yang bertempramen
Sanguinikus.82 pengalamannya dengan
Yesus membuat dia yakin bahwa Yesuslah Mesias yang dijanjikan itu.
Dalam penyelidikan Kitab Injil Matius 16:17-20, dapat dibagi dalam
79 James Stalker, Masa Hidup Yesus Kristus, Malang: (Gandum Mas, 1991), hal. 22
80 Merril C. Tenney. Survey Perjanjian Baru. (Malang: Gandum Mas, 1992) hal.104
81 James Stalker, Masa Hidup Yesus Kristus, hal 23-24
82Kartini Kartono, Teori Kepribadian, (Bandung: Alumni, 1979), hal 24
- 37 - tiga bagian, pertama: kalimat yang
berbunyi “ Dan Akupun berkata
kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaatKu dan alam maut tidak akan menguasainya”. Kedua. Kalimat “kepadamu akan Ku berikan kunci kerajaan sorga.” Ketiga. Dengan kalimat “apa yang kau ikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kau lepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga”. BAB II INTERPRETASI MAKNA PENGAKUAN PETRUS MATIUS 16:13-20
“Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup”
Engkau Adalah.
Dalam teks yunani tertera
en ei,
Kataen
menurut Wenham adalah kata ganti orang kedua tunggal yang artinya “Kau”.83 sedangkanei
menurut Richards adalah kata kerja nomina- predikatif dalam present indikatif orang ke-2 tunggal dari eiµi., yang artinya “Aku adalah.”84 Jadisecara literal pengabungan kedua kata tersebut akan bermaksud
penekanan.85 Dalam penyelidikan arti
83J. W. Wenham, Bahasa Yunani Koine, (Malang: Seminari Alkitab Asia Tenggara, 1977), hal 59
84 Randy Richards, Yunani II, Diktat Mata Kuliah, Manado: STI, 1995)
85 Ibid.
86Donald Guthrie, Teologi Perjanjian Baru, Jil. 1 (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1991), hal 375.
87 E. A. Blum, The Bible Knowledge Commentary, editor, Jhon F. Walvoord dan
perkataan –perkataan Aku adalah, Guthrie menemukan bahwa perkataan ini dalam PL digunakan sebagai
pengambaran nama Allah.86
Mesias.
Dalam teks yunani tertera kata
o Àritoz
yang oleh Blum adalahterjemahan dari kata “Messiah”.87
kata Messiah menurut Pieper adalah sebuah kata Ibrani.88 menurut Abineno
ada 38 kali kata ini dipakai dan
semuanya dipakai untuk seorang yang diurapi Tuhan.89 dengan melihat kata
kerja dari kata ini dalam
pengunaannya di PL, maka kata ini berarti suatu tindakan mengurapi. Jadi Messiah dapat berarti tindakan
mengurapi. Abineno menegaskan bahwa pengurapan itu adalah meterai dari tugas yang Tuhan berikan.90
dalam kitab Yesaya 54:1, Maz 105, 1 Sam 1:24:7,dsb; menunjukkan bahwa kata ini juga ditujukan kepada orang yang terurapi. Sehingga menurut Abineno orang yang diurapi tidak hanya disucikan melainkan diberi kekuatan, kuasa dan kehormatan.91
Jadi menurut pengakuan Petrus Yesus adalah Messiah yang di urapi untuk memulihkan kerajaan Daud.
Anak Allah yang hidup. Dalam teks tertera
o uioz tou qeou zwntoz. uios dalam Roy B. Zuck. (Canada: Victor Books, 1998), hal. 275
88O. A. Pieper. “Messiah”. Dalam The International Standart Bible Encyclopedia, 4 Jil. Diedit oleh G. W. Bromily (Grand Rapids: Eerdemans, 1982), 330
89J. l. Ch Abineno, Yesus Sang Mesias, (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1984), hal. 16
90 J. l. Ch Abineno, Yesus Sang Mesias, 15
- 38 - kamus Yunani – Indonesia berarti anak laki-laki; keturunan, ahli waris, (dengan genetif, berarti yang akrab atau yang mirip dengan).92
qeou
dalam buku AnIndex To The Revised, berasal dari kata
qeoz
yang artinya Allah.93 katauioz
dalam kasus nominative,tunggal, sedangkan
qeou
dalam kasus genetif, tunggal dan kedua kata ini mengunakan kata sandang yang tertentu.94 sedangkanzwntoz
berasaldari kata
zaw
yang artinya hidup.95adalah kata sifat yang berpredikat present participle.96 oleh karena itu
zwntoz
dapat diartikan, bersifat hidup dan menghidupkan.Dengan demikian dapat diartikan bahwa Anak yang tidak ada Anak yang lain lagi selain Dia dan Allah yang tidak ada allah yang lain lagi selain Dia. Dengan
memperhatikan setiap kasus dari kata-kata yang ada dalam kalimat
pengakuan Petrus (Anak dalam khasus nominative, dan Allah dalam khasus genetif dan hidup dalam
khasus genetif), maka dapat dilakukan pemenggalan sebagai berikut “Anak Allah atau Anak milik Allah dan Allah yang empunya hidup dan yang juga pemberi hidup.” Menurut Robinson bahwa dalam bahasa Ibrani Anak Allah berarti seperti Allah, bukan anak yang dilahirkan oleh Allah.97 Anak Allah
merupakan ungkapan logis untuk
92B. M. Newman, Kamus Yunani-Indonesia, Hal. 177.
93D. W. Ray, An Index To The Revised Bauer-Arndt Gingrich, Greek Lexicon), hal 39
94 Frieberg, Analitical Greek New Testament, hal. 55
95 D. W. Ray, An Index To The Revised Bauer-Arndt Gingrich, Greek Lexicon), 39.
Messiah menurut Longenecker.98
Pengakuan Yesus tentang Dia Anak Allah menyebabkan Imam Besar sampai-sampai melakukan tindakan yang bertentangan dengan posisinya sebagai Imam Besar, yakni
mengoyakkan pakaian Yesus. Ini menandakan bahwa Imam Besar sangat terganggu dengan ucapan Yesus. 26
Jadi Anak Allah yang Hidup adalah merupakan ungkapan yang menyatakan oknum yang tersebut adalah oknum yang sama seperti Allah dan satu-satunya yang empunya hidup dan pemberi hidup, yang dikenal oleh Israel.
“Engkau Adalah Petrus Dan Dia Atas Batu Karang Ini Aku Akan Mendirikan JemaatKu dan Alam Maut Tidak Akan
Menguasainya” Batu Karang.
Menurut Frieberg dalam buku Analitical Greek New Testament,
petra
merupakan kata benda, khasusdatif, bergender feminism, dan dalam bentuk tunggal.99 Petra menurut
kamus Yunani-Indonesia berarti
96David Hill, A linguistic Key To The Greek New Testament, hal 49
97D. W. B. Robinson, “Allah”, Anak-anak”, dalam Ensiklopedia Alkitab Masa Kini, Vol I. (Jakarta: YKBK, 1992), hal 36
98 R. N. Longnecker, The Christology Of Early Jewish Christianity, (Grand Rapids: Baker Book House, 1970), hal 94.
99B. Freiberg, Analitical Greek New Testament, hal. 55
- 39 - “batu”.100 Batu dalam PL menurut Ellis
merupakan symbol dari pertahanan yang tidak dapat dimasuki (Yesaya 32:2,33:16).101 Sekalipun tidak ada
petunjuk secara langsung apa dan kepada siapa yang dimaksudkan dengan batu karang, namun dalam buku A Greek English Lexicon,
menyatakan bahwa Petra adalah kata yang di beri untuk Rasul.102 hal ini
berarti berdasarkan konteks pada waktu itu Petra dalam sebutan Yesus di tujuhkan kepada Petrus. Hal
tersebut ditegaskan oleh Thiessen bahwa batu karang yang di atasnya Kristus akan membangun jemaatNya menunjuk kepada Petrus sebagai pengaku, pemimpin dan wakil daripada Rasul.103
Jadi Petrus adalah batu karang atau suatu kekuatan yang kokoh di mana digunakan Yesus sebagai dasar jemaatNya dan mendapat
penghargaan sebagai pengaku pertama.
Akan Mendirikan.
Dalam teks asli kata ini tertera
oikodoµhsw.
menurut An Index ToThe Revised, bentuk dasarnya adalah
oikodoµhsw.
104 yang berpredikat100 B. M. Newman. Kamus Yunani-Indonesia, hal. 132
101E. E. Ellis, “Rock”, dalam New Bible Dictionary, Edisi ke-2. Edit. J. D. Douglas. (USA: Intervarsity Press, 1982), hal. 1032
102W. F. Arndt dan F. W. Gingrich, (Edit). A Greek-English Lexicon Of The New Testament, (Chicago: The University Of Chicago Press, 1982), hal. 1021
103H. C. Thiessen, Teologi Sistematika. hal 484-85
104D. W. Ray. An Index To The Revised Bauer-Arndt Gingrich, Greek Lexicon,), hal. 39
sebagai kata kerja, indikatif, masa depan dan aktif.105 yang menurut Allen
artinya adalah “to build”.106 yang
berarti membangun dan mendirikan.107
dengan kata lain bahwa tindakan yang sungguh-sungguh terjadi, namun di masa yang akan dating saat
terjadinnya itu. Sehingga tindakan membangun dan mendirikan gereja atau jemaat memang akan sungguh-sungguh terjadi atau akan di lakukan oleh Yesus, namun realisasinya bukan pada saat pengucapan Yesus tetapi nanti di masa yang akan datang. Jemaat.
Kata
“ekklesia”
menurut Brauch hanya ada dalam Injil,khususnya Injil Matius, yakni di Matius 16:18,18:17.108 Menurut Kittel arti dari
kata ini adalah kumpulan atau
pertemuan atau juga gereja.109 di lain
pihak Vine’s menjelaskan bahwa kata ini dalam kebudayaan Yunani
menunjuk kepada suatu badan warga negera yang berkumpul untuk
membahas hal-hal kenegaraan.
Sedangkan dalam septuaginta kata ini digunakan untuk menyatakan
perkumpulan Israel yang dipanggil untuk maksud tertentu.110 melalui
pengertian tersebut di atas maka kata 105 E. Friberg. Analytic Greek New Testament, hal 56.
106Willoughby C. Allen, A Linguistic Key To The Greek New Testament, edit. Fritz Rinecker. (Grand Rapids;..)
107 J. M. Echols dan H. Sadily, Kamus Inggris-Indonesia, hal. 86.
108M. T. Barauch, Encyklopedia Of The Bible, 1:458
109 G. Kittel, A Linguistic Key, hal. 49 110Vine’s, “Church”, Expository Dictionary Of New Testament, hal. 83-84
- 40 - Ekklesia dapat berarti suatu
perkumpulan umat yang dipanggil untuk maksud khusus. Namun dalam teks tersebut menyebut
µou thn ekklhsia,
atau adalahmilik Allah, maka ekklesia dapat berarti suatu perkumpulan orang-orang yang dipanggil oleh Yesus untuk maksud khusus dari Yesus.
Alam Maut.
Kata ini dalam teks Yunani
pulaiadou,
merupakan dua sukukata yang berpredikat sebagai kata benda, nominative, feminism dan jamak. Dan sebagai kata benda, genetif, maskulin dan tunggal.111
menurut Strack dan Bilbeck berarti neraka.112 Hanna juga berpendapat
demikian, dan menambahkan bahwa bentuk jamaknya hanya dikarenakan bentuk ungkapan, tetapi sebenarnya hanya berarti sebuah pintu gerbang.113
jadi kata
pulaiadou
dapat diartikan sebagai pintu gerbang dari neraka. Pintu gerbang neraka merupakan figurative dari kematian atau maut. Tidak Akan Menguasainya.ou katisÀusousin authx,
adalah kalimat yang terterah dalam teks asli.
ou
menurut kamus Yunani-Indonesia berarti tidak.114 sedangkankatisÀusousin
yang merupakan kata kerja, indikatif, masa depan. Yang berarti menyergap
111E. Frieberg, Analitik Greek New Testament, hal. 56
112Robert Hanna, A Gramatical Aid To The Greek New Testament, (Grand Rapids: Baker Book House, 1983), hal. 35.
113 Ibid. hal. 35
114 B. W. Newman, Kamus Yunani-Indonesia, hal. 120
memiliki kekuatan untuk melawan, memperoleh penguasaan.115 kata
authx
adalah kata ganti orang ketiga feminism dan kasusnya adalahgenetif.116 menurut Richards kata
benda yang diganti oleh kata ganti orang ketiga, disebut anteseden.117
anteseden dapat di gunakan sebagai “anfora” atau “katafora”. Anteseden yang dipakai secara anfora terdapat sebelum kata ganti orang ketiga. Sedangkan anteseden yang dipakai secara katafora terdapat setelah kata ganti orang ketiga. Jadi kata autes adalah kata yang berfungsi sebagai penganti kata ekklesia, atau kata ekklesia adalah anteseden yang dipakai secara anaphora.
Jadi dapat disimpulkan bahwa kata
ou katisÀusousin authx
dapatdiartikan sebagai berikut: Tidak akan menyergap, tidak akan memperoleh penguasaan terhadap
ekklesia.
“Kepadamu akan Kuberikan Kunci Kerajaan Sorga” Kunci.
Albright dan C.S Mann, menyampaikan bahwa kata kleiz merupakan kata dasar dari kleidaz.118
yang diterjemahkan kunci. Douglas berpendapat bahwa kunci adalah symbol dari kekuatan dan
kekuasaan.119 Thayer menegaskan
115A. T. Robertson, A Linguistik Key, hal. 49
116J. W. Wenham, Bahasa Yunani Koine, hal. 42
117Randy Richards, Yunani Koine, Diktat Mata Kuliah.
118W. F. Albright dan C. S. Mann, A Linguistic Key, 49.
119J. D. Douglas, “Key”, dalam New Bible Dictionary, Edisi kedua, edit. J. D.
- 41 - bahwa dalam Perjanjian Baru kata
kunci merupakan makna figurative dari kekuatan atau kekuasaan karena orang yang memegang kunci mempunyai kuasa untuk membuka dan menutup.120 Herr juga
berpendapat bahwa Yesus memilih perkataan tersebut diambil dari
Perjanjian Lama dalam Yesaya 22:22, dimana kunci rumah Daud ditaruh di atas bahu Elyakim, yang berarti bahwa ia boleh mengijinkan orang-orang masuk istana raja dan menolak orang-orang yang mau masuk.121
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kunci disini
merupakan figure dari kekuasaan yang dimiliki oleh seorang yang dipercayai tugas atau peran untuk membuka dan menutup kerajaan sorga. Namun menjadi hemat saya bahwa dalam konteks ini Petrus tidak di maksud untuk membuka dan menutup kerajaan sorga melainkan sebagai orang
pertama yang dimana melalui Dia kerajaan sorga diberitakan, dengan kata lain bahwa Petrus diberi kuasa dan kepercayaan untuk memberitakan perihal Yesus dan misinya.
“Apa Yang Kau Ikat di Dunia Akan Terikat Di Sorga dan Apa Yang Kaulepaskan Di Dunia Akan Terlepas
Di Sorga”
Douglas. (England: Intervarsity Press, 1982), hal. 653
120J. H. Thayers. Greek English Lexicon Of The New Testament, (Zondervan: Publishing House, 1992), hal. 348.
121 J. D. Heer, Tafsiran Alkitab Injil Matius, hal. 348.
122W. F. Albright dan C. S. Mann, A Linguistic Key To The Greek New Testament, hal. 49
Kauikat.
Menurut W. P Albright kata
dhrhz,
adalah kata yang berpredikataorist dan subjungtif.122 kata yang
berpredikat aorist menunjukkan tindakan kata itu bersifat lampau. Sedangkan kata yang berpredikat modus subjungtif adalah satu modus potensial yang tindakannya baru merupakan kemungkinan atau tergantung kepada syarat-syarat tertentu, dan secara objektif dapat terjadi. Kata tersebut menurut kamus Yunani-Indonesia berarti mengikat.123
juga dapat diartikan “ telah akan kau ikat”.
Kaulepaskan.
lushz,
predikat kata ini persis sama dengan kataderhz. lushz,
berasal dari kata luw yang menurut kamus Yunani-Indonesia berarti “Melepaskan”.124 dengan demikiankata tersebut dapat berarti telah akan kaulepaskan.
Terikat.
Dedemenon, merupakan kata yang berpredikat perfect, passive, dan participle.125 Bentuk dasar dari kata ini
adalah dew yang artinya “saya mengikat”.126 maka dedemenon
disamping berpredikat perfect dan passive, sehingga dapat berarti sempurna diikat, juga perlu melihat maksud participle. Karena bentuk
123B. M. Newman, Kamus Yunani-Indonesia, hal. 37-38.
124 B. W. Newman, Kamus Yunani-Indonesia, hal. 37-38
125 W. F. Albright dan C. S. Mann, A Linguistic Key To The Greek New Testament, hal. 49
126 B. W. Newman, Kamus Yunani-Indonesia, hal. 37-38
- 42 - participle harus mengikuti bentuk kata
kerja pokok. Karena kata kerja pokok adalah dalam bentuk aorist, maka participle di sini adalah participle aorist. Participle aorist adalah tindakan yang mendahului kata kerja pokok. Maka tindakan terikat di sorga lebih dahulu terjadi dari pada tindakan mengikat dibumi.
Terlepas.
leluµenon,
menurut Richardsartinya “melepaskan”.127 sehingga kata
ini dapat berarti telah terlepas
sempurna. Menurut Hanna kata “akan terikat di Sorga dan akan terlepas di Sorga” adalah konstruksi
‘Peripharastic’. Konstruksi ‘peripharastic adalah usaha
mengadahkan suatu konstruksi normal untuk suatu pernyataan yang
kebenarannya sudah jelas.128 jadi
Yesus sengaja menambahkan kata akan pada kalimat terikat dan terlepas dengan maksud membuat suatu konstruksi yang normal, karena saat itu pokok pembicaraan Yesus adalah Petrus, maka tindakan tepat
menganggap bahwa aktifitas sorga adalah yang menjadi penekanan Yesus pada pembicaraan itu.
Pada kesempatan lain Spiros menambahkan bahwa penting untuk memperhatikan frase “apa saja”. Menurutnya frase apa saja menunjuk hal atau barang bukan pribadi orang. Sehingga dia menegaskan bahwa hal mengikat dan melepaskan dibatasi pada hal atau barang bukan pribadi orang.57
127 Randy Richards, Yunani II, diktat mata kuliah.
BAB III Kesimpulan
Berdasarkan konteks bahwa saat momentum terjadi Yesus berada pada situasi di mana tidak dimengerti oleh masyarakat dan ditolak atau tidak diakui sebagai Mesias. Hal ini
dikarenakan tindakan pengunduran diriNya secara manusia tidak dapat dipahami, karena konsep Mesias yang popular pada waktu itu berbeda
dengan yang sesungguhnya. Kaisarea Filipi adalah lokasi yang dimana
percakapan Yesus dan murid-murid-Nya terjadi. Dihubungkan dengan peryataan Petrus tentang Anak Allah yang hidup bukanlah hasil rekayasa penulis surat Injil Matius, melainkan dengan sengaja disampaikan oleh Petrus mengingat masyarakat banyak dipenuhi dengan unsur-unsur
kekafiran. Pernyataan tentang Anak Allah memiliki tujuan untuk
menidentifikasi bahwa Allah yang dimaksudkan bukan seperti dewa-dewa dari bangsa-bangsa kafir.
Kebenaran bahwa Yesus adalah Mesias, Anak Allah yang hidup atau Yesus adalah Allah dan Manusia bukanlah semata-mata pengakuan atau pernyataan Petrus, melainkan sebuah penyataan Bapa di Sorga. Jadi pengakuan Petrus harus dinilai sebagai pengakuan yang berbeda dengan pendapat mayotiras dan dari penilaian pribadi Petrus dan para murid sendiri. Hal ini membuktikan bahwa penyataan dari Bapa diberi tempat tertinggi, lebih dari pendapat mayoritas bahkan dari pendapat pribadi.
Itulah sebabnya Yesus menganugerahkan pengakuan itu
128Noah Webster, New International Dictionary Unabridge, (USA; G&C. Merriam Company Publishers, 1966), hal. 1681.
- 43 - dengan menjadikan mereka sebagai
dasar jemaat-Nya. Mereka diberi kuasa untuk memberitakanInjil dan misi-Nya, serta memberikan
kewibawaan kepada mereka sebagai pembawa keputusan-keputusan sorga. Oleh karena itu pengakuan Yesus adalah Mesias harus didasarkan kepada Iman atau dipercayai oleh objek yang memberi pernyataan tersebut. Sebab pengakuan yang didasarkan kepada Iman yang kokoh akan menghasilkan upah.
Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa makna pengakuan Petrus mengungkapkan akan
penyataan Bapa bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan, sekalipun pandangan tersebut kontradiktif dengan pandangan masyarakat, namun mereka teguh sekalipun harus menghadapi ancaman. Selanjutnya ditemukan bahwa pengakuan yang disertai dengan Iman akan
menghasilkan upah, sebagimana disampaikan oleh Yesus dimana Petrus mewakili para murid memiliki kedudukan sebagai dasar jemaat-Nya, diberi kuasa dan kepercayaan untuk memberitakan perihal Injil dan Kerajaan Sorga.
KEPUSTAKAAN
Abineno, Ch. J.L Yesus Sang Mesias, Jakarta: BPK :Gunung Mulia, 1984 Albright, W. F dan Man C. S. A
Linguistic Key To The Greek New Testament, Editor, Fritz Rinecker, Grand Rapids: Zondervan, 1982.
Allen, Willoughby, C. A Linguistic Key To The Greek New Testament, Editor, Fritz Rinecker, Grand Rapids: Zondervan, 1982.
Arndt, W. F. dan Gingrich, F. W. A Greek English Lexicon Of The New Testament. Chicago: The University Of Chicago press. 1982.
Bavink, J. H. Sejarah Kerajaan Allah. Jilid 2, Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1992
Blomberg L, Craig, “Mathew” dalam The New American
Commentary, Vol 22. Nasvhille, Tennese Broadman Press, 1992.
Dale, B. F. “Matthew” Jil 2. The Churchbook Matthew 13-28. Dallas: World Publishing, 1990. Ellis, E. E. “Rock”. Dalam New Bible
Dictionary. Edisi ke-2. Diedit J.D Douglas. USA:Interversity
Press, 1982.
Elwell W. A. “Messiah” Encyclopedi Of The Bible. Diedit oleh. Walter A. Ellwel. Grand Rapids: Baker Book House, 1989
Freinberg, D. Paul. “The Menaing Of Interrancy” Dalam Inerancy. Diedit oleh Norman L. Geisler. Michigan; The Zondervan Coorporation, t.th
Guthrie Donald. Teologi Perjanjian Baru. 3 Jilid . Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1991, 1992, 1992.
Halley H. Hendry. Penuntun Ke Dalam Perjanjian Baru. Surabaya: Yakin, 1979.
Hanna Robert. A Gramatical Aid To The Greek New Testament. Grand Rapids: Baker Book House, 1983.
- 44 - Heer de J. J. Tafsiran Alkitab Injil
Matius. Jilid 2. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1985.
Kartono Kartini. Teori Kepribadian. Bandung: Alumni, 1979
Kittel Gerhard dan Friedrich Gerhard. A Linguirtic Key To The Greek New Testament. Di edit, Fritz Reinecker. Grand Rapids: Zondervan, 1982.
Newman B. M. Kamus Yunani-Indonesia. Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1994
Pieper O. A. “Messiah” Dalam The International Standart Bible Encyklopedia. Jilid 4. Diedit oleh G. W. Bromily. Grand Rapids: Eedermans, 1982.
Richard Randy. Perumpamaan Yesus. Catatan Kuliah. Manado:
STTI.1994.
Robinson D. W.B. Allah Anak-Anak. Dalam Ensyclopedia Alkitab Masa Kini, Jilid 1. Jakarta: YKBK, 1992.
Vine’s. (Editor). “Christ” Expository Dictionary Of New Testament Words. Canadian: Marshall Pickering, 1885.
Wenham, J. W. Bahasa Yunani Koine. Malang: Seminary Alkitab Asia Tenggara, 1977.
Zodiathes Spiros. The Complete Word Study New Testament.
Tennesse: A. M. G. Publishing, 1976.