PERATURAN BUPATI SITUBONDO
NOMOR
0
TAHUN 2O1sTENTANG
LAPORAN HARTA KEI(AYAAN BAGI PENYELENGGARA NEGARA
DI
LINGKUNGAN PEMERINTAH I(ABUPATEN SITUBONDO DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAMenimbang . o-.
BUPATI SITUBONDO,
bahwa dalam rangka mewujudkan
tata
pemerintahanyang
bersih
dan
bebas
dari
penyalahgunaan wewenang dan praktek kolusi,korupsi
dan nepotisme,salah satu
upaya yangdilakukan
Pemerintah adalahmewajibkan
kepada
para
pejabat
penyelenggaranegara
termasuk
di
lingkungan
pemerintahKabupaten
situbondo
untuk
melaporkan
hartakekayaan
yang dimilikinya kepada
KomisiPemberantasan Korupsi Republik Indonesia;
bahwa guna keseragaman penyampaian laporan harta
kekayaan
penyelenggara
Negara
sebagaimanadimaksud pada
huruf
a
Konsideran
ini,
dipandangperlu
menetapkan
Laporan
Harta
Kekayaan PenyelenggaraNegara
bagi
Pejabat
di
LingkunganPemerintah
Kabupaten Situbondo
dengan peraturan Bupati Situbondo.Undang-undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun
1950 tentang
Pembentukan
Daerah-daerahMengingat
:
1.Kabupaten dalam Lingkungan Propinsi Jawa
Timur sebagaimanatelah
diubah
dengan
Undang-UndangNomor
2
Tahun
1965
(Lembaran Negara RepublikIndonesia
Tahun 1965
Nomor
rg,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2T3o);2.
Undang
-
Undang
Republik
Indonesia Nomor
2gTahun
L999 tentang
PenyelenggaraNegara
yangBersih dan Bebas
dari
Korupsi, Kolusi dan Nepotisme(Lembaran Negara
Republik Indonesia
Tahun
lggg
Nomor
75,
Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 385 1);3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun
L999
tentang
PemberantasanTindak
Pidana Korupsi(Lembaran Negara
Republik Indonesia
Tahun
1999Nomor
l4O,
Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 3874\;Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 30 Tahun 2OO2
tentang Komisi
PemberantasanTindak
PidanaKorupsi
(Lembaran NgaraTahun
2OO2Nomor
137 3Tambahan Lembaran Negara Nomor 421o);Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005;
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun
2OL
1
tentang
Pembentukan Peraturan
Perundang-undangan
(Lembaran
Negara
Republik
IndonesiaTahun 2Ol1
Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 523a);Undang-Undang
Republik
Indonesia Nomor5
Tahun 2OL4 tentangAparatur
Sipil Negara (Lembaran NegaraRepublik Indonesia Tahun
2Ol4
Nomor 6);Undang-Undang
Nomor
23
Tahun
2Ol4
tentangPemerintahan
Daerah
(Lembaran Negara
RepublikIndonesia
Tahun
2014
Nomor
244,
TambahanLembaran
NegaraRepublik Indonesia Nomor
5587)sebagaimana
telah diubah
dengan
Undang-UndangNomor
2
Tahun
2015
(Lembaran Negara RepublikIndonesia
Tahun
2OL4 Nomor
24,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5657);Peraturan Pemerintah Nomor 53
Tahun
2010 tentangDisiplin
Pegawai
Negeri
Sipil
(Lembaran
NegaraRepublik Indonesia Tahun 2OlO Nomor 74, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5135);
Instruksi
Presiden Nomor
5
Tahun
2OO4 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi.Surat
Edaran Menteri
Negara
PendayagunaanAparatur
NegaraNomor
:
SE/ OSIM.PAN/
Ot 12005tanggal
20
Januari 2005
tentang
Laporan
Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN);Surat
Edaran Menteri
Negara
PendayagunaanAparatur
Negara
Nomor
:
SE/ OS IM.PAN I 4 12006tanggal
21 April
2006
tentang
Laporan
Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN);Surat
Edaran Menteri
Negara
PendayagunaanAparatur
Negaradan
ReformasiBirokrasi
Nomor 0STahun
2OL2 tentang Kewajiban
Penyampaian danSanksi
Atas
Ketidakpatuhan Terhadap
KewajibanLaporan
Harta
Kekayaan
PenyelenggaraNegara
diLingkungan
KementerianlLembaga
dan
Pemerintah Daerah.MEMUTUSI(AN :
PERATURAN
BUPATI
TENTANG LAPORAN
HARTAKEI(AYAAN
BAGI
PENYELENGGARANEGARA
DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN SITUBONDO4. 5. 6. 7. 2. 3. 8. 9.
Memperhatikan
:
1. MenetapkanBAB
I
KETENTUAN UMUM Pasal 1
Dalam Peraturan Bupati
ini
yang dimaksud dengan :1.
Daerah adalah Kabupaten Situbondo.2.
PemerintahDaerah adalah
Pemerintah Kabupaten Situbondo.3.
Bupati adalah Bupati Situbondo.4.
Sekretaris
Daerah
adalah
Sekretaris
Daerah Kabupaten Situbondo.5.
Penyelenggara Negaraadalah
Pejabat Negara yangmenjalankan
fungsi
eksekutif, legislatif,
atauyudikatif, dan
pejabat
lain
yang fungsi
dan
tugaspokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara
sesuai
dengan
ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku.6.
Pengguna
Anggaran
adalah pejabat
pemegangkewenangan penggunaan anggaran
pada
Satuan Kerja Perangkat Daerah.7.
Badan
Kepegawaian
Daerah, YanB
selanjutnyadisingkat BKD adalah Badan
Kepegawaian Daerah Kabupaten Situbondo.B.
Kepala
Badan
Kepegawaian
Daerah,
yangselanjutnya disingkat Kepala
BKD
adalah
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Situbondo.9.
Inspektoratadalah
Inspektorat
KabupatenSitubondo selaku
aparat
pengawas fungsional yangberada
di
bawah
dan
bertanggungjawab
kepada Bupati.10.
Jabatan adalah suatu
kedudukan
yangmenunjukkan
tugas,
tanggung
jawab,
wewenangdan
hak
seorang PNSDdalam rangka
memimpinsuatu satuan Organisasi Perangkat Daerah. Eselon adalah tingkatan
jabatan
structural.Komisi Pemberantasan
Korupsi
Republik Indonesia,yang
selanjutnya
disingkat
KPK
adalah
Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimanadimaksud dalam
Undang-undang Nomor30
Tahun2OO2 tentang Komisi Pemberantasan
Tindak
Pidana Korupsi.Harta
kekayaanadalah
harta
benda yang dimiliki
oleh
PenyelenggaraNegara
di
Daerah
besertaistri/
suami
dan anak yang
masih
menjadi tanggungan, baik berupaharta
bergerak, harta tidakbergerak,
maupun hak-hak lainnya yang
dapatdinilai
denganuang yang diperoleh
PenyelenggaraNegara
di
Daerah sebelum, selama
dan
setelah memangku jabatannya.Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara yang
selanjutnya
disingkat
LHKPN adalahdaftar
seluruhHarta
Kekayaan PN
di
Daerah,
yang
dituangkandalam
formulir
LHKPN yang ditetapkan oleh KPK.11.
t2.
13.
BAB
II
MAKSUD DAN TUJUAN Pasal 2
Maksud
LHKPNadalah
untuk
mencegahtindak
pidanakorupsi,
kolusi
dan
nepotisme
bagi
pejabat
yang memangkujabatan
strategis dan potensial rawan korupsi,kolusi dan
nepotisme
di
lingkungan
Pemerintah Kabupaten Situbondo.Pasal 3
Tujuan
LHKPN
adalah
untuk
mewujudkan
PejabatPenyelengara
Negara
yang
menaati
asas-asas
umumPenyelenggara Negara
yang
bebasdari
praktik
Korupsi,Kolusi dan Nepotisme serta perbuatan tercela lainnya. BAB
III
PF^IABAT PENYELENGGARA NEGARA Pasal 4
Pejabat Penyelenggara Negara
di
lingkungan
PemerintahKabupaten
Situbondo
yangwajib
menyampaikan LHKPNadalah :
a.
Bupati;b.
Wakil Bupati;c.
Pejabat Eselon II;d.
Direktur
Badan UsahaMilik
Daerah;e.
Direktur
Rumah Sakit Umum Daerah;f.
Pejabat selaku Pengguna Anggaran;g.
Panitia Pengadaan Barang dan Jasa; danh.
Pejabat
tertentuatas
permintaan
Komisi Pemberantasan Korupsi.BAB
IV
TATA CARA PENYAMPAIAN LHKPN Pasal 5
(1)
Paling
lama
2
(dua)
bulan
setelah secara
resmidilantik
dan
menduduki jabatanny&,
pemangkujabatan
Penyelenggara
Negara
sebagaimanadimaksud
dalam
Pasal
4
wajib
menyampaikanlaporan harta kekayaan yang
dimilikinya
kepada KPK dengan mengisiformulir
LHKPN.(2)
Pemangku
jabatan
Penyelenggara
Negara sebagaimanadimaksud pada
ayat
(1), yang untuk
pertama
kalinya
melaporkan
harta
kekayaan yangdimilikinya,
mengisiformulir
LHKPN Model KPK-A.(3)
Penyelenggara Negara sebagaimanadimaksud
padaPasal
4
wajib
melaporkan kembali
harta
kekayaanyang
dimilikinya
kepada
KPK
dengan
mengisiPasal 6
(1) Penyelenggara
Negara
yang
mengalami
mutasijabatan,
promosijabatan, mengakhiri jabatan
ataumemasuki masa pensiun diwajibkan paling lama
2(dua)
bulan
setelah serah terimajabatan atau
setelahmengakhiri
jabatan,
atau
setelah pensiun
wajibmelaporkan
harta
kekayaan yangdimilikinya
kepada KPK dengan mengisiformulir
LHKPN Model KPK-B.(2)
Pelaporanharta
kekayaan
sebagaimana dimaksudpada
ayat
(1) dilaksanakan olehyang
bersangkutansendiri
atau
oleh ahliwarisnya apabila Penyelenggara Negara yang bersangkutan meninggal dunia.(3)
Berdasarkan adanya promosi,mutasi, pensiun
ataupengakhiran
jabatan
sebagaimanadiatur
pada
ayat(1),
Kepala
BKD
melaporkan kepada
KpK
dengantembusan Menteri
PendayagunaanAparatur
NegaraRepublik Indonesia.
Pasal 7
(1)
Apabila dipandangperlu,
KPK sewaktu-waktu dapatmeminta
Penyelenggara Negarauntuk
melaporkankembali
harta
kekayaan
yang dimilikinya,
denganmengisi
formulir
LHKPN Model KpK-B.(2)
Pelaporanharta
kekayaan
sebagaimana dimaksudpada ayat
(1)dilakukan paling lama
2
(dua) bulan setelah diterimanya permintaan dari KpK.Pasal 8
(1)
Formulir
LHKPN Model KPK-Adan
formulir
LHKPN Model KPK-B yang telahdiisi
oleh pemangku jabatanPenyelenggara Negara wajib
dilampiri
dengan fotokopiaktalbukti/surat
kepemilikan
harta
kekayaan yangdimilikinya
dalam rangkap3
(tiga), dengan ketentuan1
(satu) rangkap disampaikan kepadaKpK, 1
(satu)rangkap
sebagaiarsip
BKD,
dan 1(satu)
rangkapuntuk
disimpan
oleh yang
bersangkutan
atau ahliwarisnya.(2)
Surat
pernyataan
dan surat
kuasa yang
menjadibagian yang
tidak
terpisahkandari
Formulir
LHKPNModel KPK-A
dan
formulir
LHKPN Model
KPK-B, ditandatangani oleh Pemangku jabatanPenyelenggara Negara sebagaimana
dimaksud
padaayat (1) atau ahli warisnya apabila
yang bersangkutan telah meninggal dunia.(3)
Penyampaianformulir
sebagaimanadimaksud
padaayat
(1)
dikoordinasikan
oleh BKD
selaku(4)
Apabila
formulir
sebagaimanadimaksud pada
ayat (1) disampaikan selainmelalui ketentuan
pada ayat(3), maka
Pemangkujabatan
Penyelenggara Negarasebagaimana
dimaksud
pada ayat (1)
wajibmenyampaikan
fotokopi
tanda terima
pengirimandimaksud kepada :
a.
Inspektorat;b.
Sekretaris Daerah selaku Koordinator Pengelolaan LHKPN di Daerah;c.
Kepala BKD selaku Administrator LHKPN di Daerah.(5)
Pejabat pengelola LHKPNpada BKD wajib
menjagadan menyimpan kerahasiaan isi
formulir
LHKPN.(6)
Kelalaian terhadap kewajiban
penyampaian
danpembocoran
informasi
LHKPN
dapat
dikenakansanksi
sesuai ketentuan Peraturan
Perundang-Undangan yang berlaku.Pasal 9
LHKPN yang dituangkan dalam
formulir
LHKPN dan yangtelah diserahkan kepada KPK merupakan dokumen resmi Negara.
BAB
VI
KETENTUAN PENUTUP Pasal 1O
Peraturan
Bupati
ini
mulai
berlaku pada
tanggal diundangkan.Agar
setiap
orang
mengetahuinya,
memerintahkanpengundangan
Peraturan
Bupati ini
denganpenempatannya
dalam
Berita
Daerah
Kabupaten Situbondo.Ditetapkan
di
Situbondo pada tanggal|
1 l',lAR 2015BUPATI SITUBONDO,
Diundangkan
di
Situbq_ndopada tanggal
t
1 t{AIl 2015SEKRETARIS DAERAH I(ABUPATEN SITUBONDO,
DADANG WIGIARTO
SYAIFULLAH