• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 SEJARAH SINGKAT TEMPAT RISET. 3.1 Sejarah Singkat Badan Pusat Statistik (BPS)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 3 SEJARAH SINGKAT TEMPAT RISET. 3.1 Sejarah Singkat Badan Pusat Statistik (BPS)"

Copied!
28
0
0

Teks penuh

(1)

BAB 3

SEJARAH SINGKAT TEMPAT RISET

3.1 Sejarah Singkat Badan Pusat Statistik (BPS)

Adapun sejarah Badan Pusat Statistik di Indonesia terjadi empat masa pemerintah di Indonesia, antara lain :

1. Masa Pemerintahan Hindia Belanda

Pada masa Hindia Belanda, Kantor Statistik pertama didirikan oleh direktur Pertanian, Kerajinan dan Perdagangan (Directur Van Landbouw Nijeveheid en

Handle), pada bulan Februari 1920 dan berkedudukan di Bogor. Kantor ini diserahi

tugas untuk mengelola dan mempublikasikan data statistik.

Pada bulan Maret tahun 1923, dibentuk suatu komisi untuk statistik yang anggotanya merupakan wakil tiap-tiap departemen. Komisi tersebut diberi tugas merencanakan tindakan yang sejauh mungkin untuk mencapai kesatuan dalam kegiatan di bidang statistik di Indonesia.

Pada tanggal 24 September 1924, nama lembaga tersebut diganti dengan nama Center Cantoor de Statistik (CKS) dan kantor statistik dipindahkan ke Jakarta.

(2)

Bersama dengan itu pula pekerjaan mekanisme statistik perdagangan yang semula dilakukan oleh Kantor Invour Uitvout en Acijinsen (IUA) yang sekarang disebut Kantor Bea dan Cukai.

2. Masa Pemerintahan Jepang

Pada bulan Juni 1924, Pemerintahan Jepang baru mengaktifkan kembali kegiatan statistik yang utamanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan perang atau militer. Pada masa ini juga CKS diganti namanya menjadi Shomubu Chosasotu Gunseikanbu.

3. Masa Pemerintahan Indonesia

Setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, kegiatan statistik diganti oleh lembaga atau instansi baru yang sesuai dengan suasana kemerdekaan yaitu KPPURI (Kantor Penyelidik Perangkaan Umum Republik Indonesia). Berdasarkan edaran Kementrian Kemakmuran, tanggal 12 Juni 1950 Nomor 219/2.C, KAPPURI dan CKS dilebur menjadi Kantor Pusat Statistik (KPS) dan berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Kemakmuran.

Dengan surat Menteri Perekomian tanggal 1 Maret 1952 Nomor P/44, lembaga KPS di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Perekonomian. Selanjutnya Keputusan Menteri Perekonomian. Tanggal 24 September 1953 Nomor 18.099/M KPS dibagi menjadi 2 (dua) bagian yaitu bagian research yang disebut Afdeling A dan Bagian Penyelenggaraan Tata Usaha yang disebut Afdeling B.

(3)

Dengan keputusan Presiden RI Nomor 131 tahun 1957, Kementrian Perekonomian dipecah menjadi perdagangan dan Kementrian Perindustrian. Untuk selanjutnya Keputusan Presiden RI Nomor 172 tahun 1957, terhitung mulai tanggal 1 Juni 1957 KPS diubah menjadi Badan Pusat Statistik dan Urusan Statistik yang semula menjadi tanggung jawab dan wewenang berada dibawah Perdana Menteri.

4. Masa Orde Baru Sampai Sekarang

Pada Pemerintahan Orde Baru, khususnya untuk memenuhi kebutuhan dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan, maka untuk mendapat Statistik yang handal, lengkap, tepat, akurat dan terpercaya mulai diadakan perbenahan organisasi Badan Pusat Statistik.

Dalam masa Orde Baru ini Badan Pusat Statistik telah mengalami empat kali perubahan struktur organisasi :

1. Peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 1968 tentang Organisasi BPS. 2. Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 1980 tentang Organisasi BPS.

3. Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 1980 tentang Organisasi BPS dan Keputusan Presiden Nomor 6 tahun 1992 tentang kedudukan, tugas, fungsi, susunan dan tata kerja BPS.

4. Undang-undang Nomor 16 tahun 1997 tentang Statistik. 5. Keputusan Presiden RI Nomor 86 tahun 1998 tentang BPS.

6. Keputusan Kepala BPS Nomor 100 tahun1998 tentang Organisasi dan Tata Kerja BPS.

(4)

7. Peraturan Pemerintah Nomor 51 tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Statistik.

Tahun 1968, ditetapkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 tahun 1968 yaitu yang mengatur organisasi dan tata kerja di Pusat dan di Daerah. Tahun 1980, Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 1980 tentang organisasi sebagai pengganti peraturan Pemerintah Nomor 16 tahun 1968, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 6 tahun 1980 di tiap propinsi terdapat perwakilan BPS dengan nama kantor Statistik Propinsi dan di Kabupaten atau Kotamadya terdapat cabang perwakilan BPS dengan nama Kantor Statistik Kabupaten atau Kotamadya. Pada tanggal 19 Mei 1997 menetapkan tentang statistik sebagai pengganti UU Nomor 6 dan 7 tentang sensus dan statistik. Pada tanggal 17 Juli 1998 dengan Keputusan Presiden RI Nomor 86 tahun 1998 ditetapkan Badan Pudat Statistik sekaligus mengatur tata kerja dan struktur organisasi BPS yang baru.

3.2 Program Pengembangan Statistik

Untuk mewujudkan pengembangan statistik, BPS membagi kedalam 4 program yaitu : a. Program Penyempurnaan dan Pengembagan Statistik.

b. Program Penyempurnaan Sistem Informasi. c. Program Pendidikan dan Aparatur Negara.

d. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Negara.

Adapun visi dari BPS adalah menjadi informasi statistik sebagai tulang punggung informasi pembangunan nasional dan regional, didukung SDM yang

(5)

berkualitas, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Informasi yang muktahir. Sedangkan misi BPS adalah untuk menjunjung pembangunan nasional BPS mengembangkan misi mengarahkan pembangunan statistik pada penyediaan data yang bermutu dan handal, efektif, efisien, peningkatan kesadaran masyarakat akan arti, dan kegunaan statistik dan pengembangan ilmu pengetahuan statistik.

3.3 Kegiatan Badan Pusat Statistik

Adapun kegiatan BPS meliputi :

1.Kedudukan, Tugas dan Fungsi Bada Pusat Statistik

Badan Pusat Statistik sebagai Lembaga Pemerintah non Departemen yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden (Kepres Nomor 86 tahun 1998), dalam melaksanakan tugasnya berdasarkan beberapa ketentuan perundangan :

1. UU Nomor 16 tentang Statistik.

2. Kepres Nomor 86 tahun 1998 tantang Badan Pusat Statistik.

3. Peraturan Pemerintah Nomor 51 tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Statistik.

Berdasarkan Kepres Nomor 86 tahun 1998, dalam penyelenggaraan statistik dasar melaksanakan koordinasi dan kerja sama, serta mengembangkan dan membina statistik sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Fungsi yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik : 1. Perumusan kebijakan Nasional dibidang statistik.

(6)

3. Penyelenggaraan statistik dasar.

4. Koordinasi dan kerja sama statistik dengan instansi Pemerintah, Lembaga, Organisasi, Perorangan, dan Unsur Masyarakat lainnya.

5. Penyusunan dan pengembangan pembakuan konsep defenisi, klasifikasi dan ukuran-ukuran serta pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mendukung penyelenggaraan statistik.

6. Pelayanan data dan informasi serta hasil statistik kepada Pemerintah dan masyarakat secara berkala dan sewaktu-waktu baik dari hasil penyelenggaraan sendiri maupun hasil kompilasi produk administrasi.

7. Penyebarluasan statistik melalui berbagai cara, baik langsung maupun tidak langsung serta pelaksanaan upaya peningkatan dasar statistik bagi masyarakat. 8. Pembinaan penyelenggaraan statistik, responden, dan penggunaan statistik. 9. Pembinaan sumber daya manusia di lingkungan BPS, pembinaan

pengendalian dan pengawasan administrasi di lingkungan BPS.

2. Tata Kerja Badan Pusat Statistik

Para deputi wajib melaksanakan koordinasi dan kerja sama teknis statistik di dalam dan di luar negeri sesuai dengan bidang dan tugas masing-masing dan harus melaporkan kepada kepala BPS dalam melaksanakan tugasnya wajib menerapkan prinsip koordinasi, baik dalam lingkungan masing-masing antara satuan unit organisasi di lingkungan BPS maupun dengan instansi lainnya di luar BPS sesuai bidang tugas masing-masing.

(7)

3. Alasan Pemakaian Komputer di BPS

Mengingat semakin meningkatnya jumlah data yang akan diolah, sehingga perlu dibantu oleh suatu alat pengolahan data yaitu komputer. Badan Pusat Statistik adalah suatu Instansi Pemerintah Indonesia yang menggunakan komputer sebagai alat Bantu. Dengan semakin beragamnya jenis statistik yang diperlukan BPS secara berlanjut harus meremajakan pengolahan data, baik perangkat lunak maupun pengolahan data, salah satu peran komputer dilihat dari perangkat lunaknya adalah sebagai berikut :

1. Perekam

Data yang diolah hendaknya tertulis di dalam suatu formulir untuk dijadikan dasar dalam pengolahan selanjutnya.

2. Klasifikasi

Pemberian suatu identifikasi kedalam dat yang diolah, apakah identifikasi tersebut dilakukan untuk satu kelompok pada data yang bersangkutan perlu diberikan.

3. Penyiratan

Setelah data yang akan diolah diberikan identifikasi seperti tersebut mungkin perlu diatur sedemikian rupa mempunyai urutan menurut kode klasifikasi. 4. Perhitungan

Manipulasi data seperti perhitungan. 5. Penyusunan

Untuk melakukan manipulasi, maka perlu dilakukan penyimpanan atau pembuatan rekapitulasi laporan sesuai dengan kegiatan pemakai formal.

(8)

6. Penyimpanan

Data yang telah disusun, disimpan di dalam suatu file sebagai referensi yang akan digunakan untuk keperluan yang akan datang.

7. Perincian

Perlengkapan yang diperlukan untuk pencarian data yang disimpan. 8. Pengadaan

Kerap data yang ada kita pilih, logis diperbanyak sesuai dengan keinginan. 9. Pembagian

Didalam kegiatan sehari-hari kerap kali ditemui bahwa informasi yang dihasilkan berasal dari data yang dilaksanakan penyesuaiannya oleh beberapa orang, mungkin di dalam suatu bagian dalam organisasi perusahaan atau industri.

Strutur Organisasi Badan Pusat Statistik

Sebagaimana dimuat didalam lampiran “Struktur Organisasi Kantor Badan Pusat Statistik Propinsi Sumatera Utara” dipimpin oleh seorang Kepala dibantu oleh Bagian Tata Usaha, yang terdiri dari :

1. Sub Bagian Urusan Dalam.

2. Sub Bagian Perlengkapan dan Perbekalan. 3. Sub Bagian Keuangan.

Uraian Tugas Bagian Tata Usaha :

1. Menyusun program kerja tahunan.

2. Mengatur dan melaksanakan perhimpunan dan penyusunan program kerja tahunan, baik rutin maupun proyek Kantor BPS dan penyimpanannya.

(9)

3. Mengatur dan melaksanakan urusan dalam yang meliputi surat menyurat, pengadaan atau percetakan ke arsip, rumah tangga, pemeliharaan gedung, keamanan dan ketertiban lingkungan, serta perjalanan dinas dalam dan luar negeri.

4. Mengatur dan melaksanakan urusan perlengkapan dan perbekalan yang meliputi penyusunan rencana kebutuhan. Penyaluran dan pengemasan penyimpanan pergudangan, inventaris, penghapusan, serta pemeliharaan peralatan dan perlengkapan.

5. Mengatur dan melaksanakan urusan keuangan yang meliputi tata usaha keuangan, perbendaharaan, dan pembukuan

Sedangkan Bidang Penunjang BPS ada 3 bagian yaitu : 1. Bidang Statistik Produksi.

Mempunyai tugas melaksanakan kegiatan BPS pertanian, industri, serta BPS konstruksi pertambangan dan energi. Uraian tugas Bidang Statistik Produksi : a. Menyusun program kerja tahunan bidang.

b. Yang termasuk ruang lingkup BPS Produksi adalah meliputi pelaksanaan kegiatan statistik pertanian, industri, konstruksi, pertambangan, energi dan statistik produksi lainnya yang ditentukan.

c. Mengatur keikutsertaan program latihan yang diselenggarakan oleh pusat dibidang statistik produksi.

d. Membantu Kepala Kantor BPS atau Pimpinan Proyek atau Pimpinan Bagian Proyek untuk menyiapkan program petugas bagian lapangan.

e. Mengatur dan mengkoordinasi penyelenggaraan pelatihan petugas lapangan di pusat pelatihan serta mengatur penjatahan pelatihan.

(10)

f. Mengatur dan melaksanakan penjatahan dokumen yang diperlukan untuk pelaksanaan lapangan.

(11)

BAB 4

ANALISA DAN EVALUASI

4.1 Pengolahan Data

Sebelum mengolah tingkat kesempatan kerja terlebih dahulu penulis melakukan pengolahan jumlah yang bekerja dan jumlah angkatan kerja di Kabupaten Deli Serdang. Karena tingkat kesempatan kerja merupakan perbandingan antara jumlah yang bekerja dengan jumlah angkatan kerja dikali 100 %.

4.1.1 Jumlah Yang Bekerja Di Kabupaten Deli Serdang

Tebel 4.1 Banyaknya jumlah yang bekerja pertahun di Kabupaten Deli Serdang tahun 1996-2006

Tahun Jumlah Yang Bekerja

1996 716.598 1997 728.672 1998 739.240 1999 741.696 2000 883.602 2001 895.484 2002 915.520 2003 548.129 2004 572.129 2005 587.927 2006 607.215

(12)

4.1.2 Jumlah Angkatan Kerja Di Kabupaten Deli Serdang

Pembahasan mengenai keberadaan tenaga kerja di Daerah Kabupaten Deli Serdang, dalam hal ini penduduk yang berusia di atas 10 tahun menurut jenis kegiatan. Data tersebut bersumber dari BPS Kabupaten Deli Serdang yang merupakan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional.

Tabel 4.2 Jumlah Angkatan Kerja di Kabupaten Deli Serdang Tahun 1996-2006

Tahun Jumlah Angkatan Kerja

1996 753.131 1997 798.982 1998 852.244 1999 892.453 2000 933.452 2001 946.004 2002 967.171 2003 651.419 2004 679.941 2005 698.716 2006 721.638

Sumber : BPS Kabupaten Deli Serdang

4.2 Proyeksi

4.2.1 Proyeksi Jumlah Yang Bekerja di Kabupaten Deli Serdang

Dari tabel 4.1 diatas dapat dilakukan proyeksi jumlah yang bekerja tahun 2007-2011. Adapun proyeksi jumlah yang sudah bekerja tersebut adalah sebagai berikut :

(13)

Tabel 4.3. Proyeksi Jumlah Yang Bekerja dengan menggunakan Rata-rata Bergerak Linier 4 Tahunan Tahu 2007-2011

Tahun (1) Jumlah Yang Bekerja (2) Rata-rata Bergerak 4 tahunan Dari (1) (3) Rata-rata Bergerak 4 tahunan Dari (2) (4) Nilai a (5) Nilai b (6) Nilai a+b(m) bila m=1 1996 716.598 - - - - - 1997 728.672 - - - - - 1998 739.240 - - - - - 1999 741.696 731.551,5 - - - - 2000 883.602 773.302,5 - - - - 2001 895.484 815.005,5 - - - - 2002 915.520 859.075,5 794.733,75 923.417,25 42.894,5 - 2003 548.129 810.683,75 814.516,81 806.850,69 -2.555,73 966.311,75 2004 572.129 732.815,5 804.395,06 661.235,94 -47.719,71 804.294,96 2005 587.927 655.926,25 764.625,25 547.227,25 -72.466 613.516,23 2006 607.215 578.850 694.56888 463.131,12 -77.145,92 474.761,25 2007* 385.985,2 2008* 308.839,28 2009* 231.693,36 2010* 154.547,44 2011* 77.401,52

Keterangan : * adalah hasil peramalan Jumlah Yang Bekerja

Adapun perhitungan yang dilakukan pada tabel 4.3 adalah perhatikan ramalan untuk tahun 2003 yang dibuat pada tahun 2002 dengan menggunakan Metode Rata-rata Bergerak Linier yaitu sebagai berikut :

Ft+m = at + btm F2002+1 = a2002 + b2002(1)

F2003 = 923.417,25 + 42.894,5 (1) = 966.311,75

(14)

Dimana at = 2 S't - S"t a2002 = 2 S'2002 - S"2002 = 2 x 859.075,5 – 794.733,75 = 923.417,25 bt = 1 2 − N (S't - S"t) b2002 = 1 4 2 − (859.075,5 – 794.733,75) = 3 2 (64341,75) = 42.894,5 S't = N X X X Xt + t−1+ t−2 +....+ tN−1 S'2002 = 4 1999 2000 2001 2002 X X X X + + + = 4 696 . 741 240 . 739 672 . 728 598 . 716 + + + = 731.551,5 Dan S"t = N S S S S't + 't−1 + 't−2 +....+ 'tN−1 S"2002 = 4 1999 ' 2000 ' 2001 ' 2002 ' S S S S + + + = 4 5 , 075 . 859 5 , 005 . 815 5 , 302 . 772 5 , 551 . 731 + + + = 794.733,75

(15)

Ft+m = at + btm F2003+1 = a2003 + b2003(!)

F2004 = 506.850,69 + -2.555,73(1) = 804.295,31

Ramalan untuk tahun 2005 (m = 1) adalah Ft+m = at + btm

F2004+1 = a2004 + b2004(1)

F2004+1 = 661.235,94 + -47.719,71(1) = 613.516,23

Ramalan untuk tahun 2006 (m = 1) adalah Ft+m = at + btm

F2005+1 = a2005 + b2005(1)

F2006 = 547.227,25 + -72.466 (1) = 474.761,25

Sementara itu untuk periode 2007, 2008, 2009, 2010 dan 2011, ramalannya menggunakan nilai terakhir dari a dan b ( tahun 2006) sebagai berikut :

Ramalan untuk tahun 2007 (m = 1) adalah Ft+m = at + btm

F2006+1 = a2006 + b2006(1)

F2007 = 463.131,13 +-77.145,92(1) = 385.985,21

(16)

Ft+m = at + btm F2006 +2= a2006 + b2006 (2)

F2008 = 463.131,12 + (-77.145,92) (2) =308.839,28

Ramalan untuk tahun 2009 (m=3) adalah Ft+m = at + btm

F2006+3= a2006 + b2006(3)

F2009 = 463.131,12 + (-77.145,92) (3) = 231.693,36

Ramalan untuk tahun 2010 (m=4) adalah Ft+m = at + btm

F2006 +4= a2006 + b2006 (4)

F2010 = 463.131,12 + (-77.145,92) (4) = 154.547,44

Ramalan untuk tahun 2011 (m=5) adalah Ft+m = at + btm

F2006+5= a2006 + b2006 (5)

F2011 = 463.131,12 + (-77.145,92) (5) =77.401,52

4.2.2 Proyeksi Angkatn Kerja Di Kabupaten Deli Serdang

Dari tabel 4.2 diatas dapat dilakukan proyeksi angkatan kerja tahun 2007-2011. Adapun proyeksi angkatan kerja tersebut adalah sebagai berikut :

(17)

Tabel 4.4. Proyeksi Jumlah Angkatan Kerja dengan Menggunakan Rata-rata Bergerak Linier 4 Tahunan Tahun 2007-2011

Tahun (1) Jumlah Angkatan Kerja (2) Rata-rata Bergerak 4 tahunan Dari (1) (3) Rata-rata Bergerak 4 tahunan Dari (2) (4) Nilai a (5) Nilai b (6) Nilai a+b(m) bila m=1 1996 753.131 - - - - - 1997 798.982 - - - - - 1998 852.244 - - - - - 1999 892.453 824.202,5 - - - - 2000 933.452 869.282,75 - - - - 2001 946.004 906.038,25 - - - - 2002 967.171 934.770 883.573,38 985.966,62 34.131,08 - 2003 651.419 874.511,5 896.150,63 852.872,37 -14.426,09 1.020.097,7 2004 679.941 811.133,75 881.613,38 740.654,12 -46.986,42 838.446,28 2005 698.716 749.311,75 842.431,75 656.191,75 -62.080 693.667,7 2006 721.638 687.928,5 780.721.38 595.135,62 -61.861,92 594.111,75 2007* 533.273,7 2008* 471.411,78 2009* 409.549,86 2010* 347.607,94 2011* 285.826,02

Keterangan : * adalah hasil peramalan Jumlah Angkatan Kerja

Adapun perhitungan yang dilakukan pada tabel 4.3 adalah perhatikan ramalan untuk tahun 2003 yang dibuat pada tahun 2002 dengan menggunakan Metode Rata-rata Bergerak Linier yaitu sebagai berikut :

Ft+m = at + btm F2002+1 = a2002 + b2002(1) F2003 = 985.966,62 + 341.131,08 (1) = 1.327.097,7 Dimana at = 2 S't - S"t 33

(18)

a2002 = 2 S'2002 - S"2002 = 2 x 934.770 – 883.573,38 = 985.966,62 bt = 1 2 − N (S't - S"t) b2002 = 1 4 2 − (934.770 + 883.573,38) = 3 2 (1.818.343,38) = 34.131,08 S't = N X X X Xt + t1+ t2 +....+ tN1 S'2002 = 4 1999 2000 2001 2002 X X X X + + + = 4 453 . 892 452 . 933 004 . 946 171 . 967 + + + = 934.770 Dan S"t = N S S S S't + 't−1 + 't−2 +....+ 'tN−1 S"2002 = 4 1999 ' 2000 ' 2001 ' 2002 ' S S S S + + + = 4 5 , 202 . 824 75 , 282 . 869 25 , 038 . 906 770 . 934 + + + = 883.573,37

Demikian pula, ramalan untuk tahun 2004 (m = 1) adalah Ft+m = at + btm

F2003+1 = a2003 + b2003(!)

(19)

F2004 = 852.872,37 + -(14.426,09)(1) = 838.446,28

Ramalan untuk tahun 2005 (m = 1) adalah Ft+m = at + btm

F2004+1 = a2004 + b2004(1)

F2005 = 740.654,12 + (-46.986,42)(1) = 693.667,7

Ramalan untuk tahun 2006 (m = 1) adalah Ft+m = at + btm

F2005+1 = a2005 + b2005(1)

F2006 = 656.191,75 + (-62.080)(1) = 594.111,75

Sementara itu untuk periode 2007, 2008, 2009, 2010 dan 2011, ramalannya menggunakan nilai terakhir dari a dan b ( tahun 2006) sebagai berikut :

Ramalan untuk tahun 2007 (m = 1) adalah Ft+m = at + btm

F2006+1 = a2006 + b2006(1)

F2007 = 595.135,62 + (-61861,92)(1) = 533.273,7

Ramalan untuk tahun 2008 (m=2) adalah Ft+m = at + btm

(20)

F2008 = 595.135,62 + (-61.861,92) (2) = 471.411,78

Ramalan untuk tahun 2009 (m=3) adalah Ft+m = at + btm

F2006+3= a2006 + b2006(3)

F2009 = 595.135,62+ (-61.861,92) (3) = 409.549,86

Ramalan untuk tahun 2010 (m=4) adalah Ft+m = at + btm

F2006 +4= a2006 + b2006 (4)

F2010 = 595.135,62+ (-61.861,92) (4) = 347.687,94

Ramalan untuk tahun 2011 (m=5) adalah Ft+m = at + btm

F2006+5= a2006 + b2006 (5)

F2011 = 595.135,62+ (-61.861,92) (5) = 285.826,02

4.2.3 Proyeksi Kesempatan Kerja

Tingkat pengangguran yang terus meningkat, mengisyaratkan bahwa jumlah angkatan kerja semakin tinggi sementara penerimaan tenaga kerja diberbagai sektor usaha kecil.

(21)

Dari tabel 4.3 dan 4.4 dapat dilihat kesempatan kerja atau peluang kerja dari seluruh angkatan kerja.

Tabel 4.5 Kesempatan Kerja Dari Seluruh Angkatan Kerja Di Kabupaten Deli Serdang Tahun 2003-2011

Tahun Yang Bekerja Jumlah Angkatan Kerja Kesempatan Kerja(%)

2003 966.311,75 1.327.097,7 94,73 2004 804.294,96 838.446,28 95,93 2005 613.516,23 639.667,7 88,45 2006 474.761,25 594.111,75 79,91 2007* 385.985,2 533.273,7 72,38 2008* 308.839,28 471.411,78 65,51 2009* 231.693,36 409.549,86 56,57 2010* 154.574,44 347.687,94 44,45 2011* 77.401,52 285.826,02 27,08

Keterangan : * adalah hasil peramalan Kesempatan Kerja

Peluang kerja atau peluang kerja tahun 2003 adalah sebesar 94,73% artinya dari 100 oarang angkatan kerja ada sekitar 95 orang yang bekerja. Berdasarkan hasil proyeksi di tahun 2011 nanti akan diketahui kesempatan kerja sebesar 27,08% yang diperoleh dari : Kesempatan kerja = ja a JumlahAngk ja YangBe ker tan ker x 100% = 02 , 826 . 285 52 , 401 . 77 x 100% = 27,08 %

(22)

BAB 5

IMPLEMENTASI SISTEM

5.1 Pegertian Implementasi Sistem

Implementasi sistem adalah prosedur yang digunakan untuk menyelesaikan desain sistem yang ada dalam desain sistem yang telah disetujui, menginstal dan memulai sistem baru/sistem yang diperbaiki.

Tujuan dari implementasi sistem adalah sebagai berikut :

1. Menyelesaikan desain sistem yang ada dalam dokumen sistem yang disetujui. 2. Menulis, menguji dan mendokumentasikan program-program dan

prosedur-prosedur yang diperlukan oleh dokumen desain sistem yang disetujui. 3. Memastikan bahwa prosedur dapat mengoperasikan sistem baru. 4. Memperhitungkan bahwa sistem memenuhi permintaan pemakai. 5. Memastikan bahwa konversi ke sistem baru berjalan dengan benar.

5.2 Tahap Implementasi

Tahapan implementasi merupakan tahapan penerapan hasil desain tertulis ke dalam programming. Pada tahapan inilah seluruh hasil desain dituangkan kedalam bahasa programming tertentu untuk menghasilkan sebuah sistem informasi yang sesuai dengan hasil desain tertulis. Tahapan implementasi harus dapat menentukan basis apa

(23)

yang akan diterapkan dalam menuangkan hasil desain tertulis sehingga desain yang dibentuk memiliki kelebihan-kelebihan tersendiri.

Implementasi yang sudah selesai harus diuji coba kehandalannya sehingga dapat diketahui kehandalannya dari sistem yang ada dan telah sesuai dengan apa yang diinginkan. Dalam pengolahan data pada karya tulis ini penulis menggunakan suatu perangkat lunak sebagai implementasi sistem yaitu program excel dalam masalah memperoleh hasil perhitungan.

5.3 Pengenalan Excel

Microsoft Excel adalah aplikasi pengolahan angka (spread sheet) yang sangat populer dan canggih saat ini yang dapat digunakan untuk mengatur, menyediakan maupun menganalisa data dan mempresentasikan dalam bentuk tabel, grafik atau diagram.

5.3.1 Mengaktifkan Microsoft Excel • Cara I

Klik tombol Start

Pilih dan klik Program, Microsoft Office, Microsoft Excel • Cara II

Klik tombol Start Pilih dan klik Run

Ketik pada bagian Open ; Excel, klik OK • Cara III

Klik kanan pada tombol Start

Pilih dan klik Open, klik ganda pada Program File, Microsoft Office, Office, Excel.exe (Biasanya folder Program File berada di direktory C:\)

(24)

Gambar 5.1 Tampilan Cara Pengaktifan Excel

(25)

Gambar 5.3 Tampilan Pemasukkan Data

(26)

5.3.2 Operasi File

a. Menyimpan Worksheet

1. Klik menu File, Save atau tekan Control + S

2. Pada pilihan menu Save In, atau pilih klik drive dan folder tempat simpan file

3. Pada bagian File Name, klik nama file yang diinginkan 4. Klik tombol Save

b. Membuka Worksheet

1. Klik menu File, Open atau tekan Crtl + O atau tekan tombol Crtl + F12

2. Pada bagian Look In, pilih dan klik drive dan folder file yang akan dibuka

3. Pada daftar file, pilih nama file yang ingin di buka 4. Klik tombol Open

c. Menyimpan Worksheet ke Nama Lain

1. Klik menu File, Save As atau tekan tombol F12

2. Pada pilihan Save in, pilihan klik atau drive dan folder tempat simpan file

3. Pada bagian File Name, ketik nama file yang diinginkan 4. Klik tombol Save

d. Keluar dari MS. EXCEL

Klik menu File, Exit atau tekan Alt + F4 pada keyboard, pilih Yes atau No

e. Membuka lembar kerja baru

(27)

BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1 Kesimpulan

1. Pada setiap tahunnya terjadi penambahan jumlah angkatan kerja yang sudah bekerja. Hal ini wajar karena berbagai sektor usaha selalu membutuhkan tenaga kerja.

2. Terjadi peningkatan jumlah penduduk, selalu diikuti dengan meningkatnya jumlah angkatan kerja.

3. Meskipun kesempatan kerja atau peluang kerja, persentasenya menunjukkan angka yang stabil, namun pada setiap periode (1 tahun) terjadi peningkatan angka jumlah angkatan kerja yang belum mendapatkan pekerjaan.

4. Metode peramalan yang dipilih untuk meramalkan jumlah yang bekerja dan jumlah angkatan kerja di Kabupaten Deli Serdang untuk tahun 2007 sampai dengan 2011 adalah Metode Double Moving Average dengan ramalan 4 tahunan.

5. Pada tahun 2007 diproyeksi kesempatan kerja pada angkatan kerja sebesar 72,38% pada tahun 2008 sebesar 65,51%, pada tahun 2009 56,57%, pada tahun 2010 44,45%, proyeksi kesemapatan kerja terus menerus mengalami penurunan hingga akhir tahun 2011 sebesar 27,08%.

(28)

6.2 Saran

6.2.1 Pemerintah dan Pengusaha

1. Perlu adanya pusat informasi pasar kerja atau suatu lembaga yang menangani masalah ketenagakerjaan secara sentral dan terkoordinasi dengan lebih serius yang didukung data mengenai lowongan pekerjaan dan jumlah maupun kualitas angkatan kerja yang tersedia dan mencari kesempatan kerja khususnya di Kabupaten Deli Serdang.

2. Agar lebih cepat mengatisipasi mengenai jumlah angkatan kerja yang belum memperoleh pekerjaan.

3. Mengupayakan lapangan usaha baru yang mampu menyerap tenaga kerja lebih besar.

6.2.2 Angkatan Kerja

1. Berusaha untuk membuka lapangan usaha sendiri tanpa sepenuhnya bergantung pada orang lain.

2. Berusaha meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan dengan cara mengikuti pelatihan-pelatihan baik itu formal maupun informal agar kesempatan mendapatkan pekerjaan cenderung lebih mudah.

Gambar

Tabel 4.2  Jumlah Angkatan Kerja di Kabupaten Deli Serdang Tahun 1996-2006
Tabel 4.3. Proyeksi Jumlah Yang Bekerja dengan menggunakan Rata- Rata-rata Bergerak  Linier 4 Tahunan Tahu 2007-2011
Tabel 4.4. Proyeksi Jumlah Angkatan Kerja dengan Menggunakan Rata-rata  Bergerak Linier 4 Tahunan Tahun 2007-2011
Tabel 4.5 Kesempatan Kerja Dari Seluruh Angkatan Kerja Di Kabupaten Deli  Serdang Tahun 2003-2011
+3

Referensi

Dokumen terkait

Indikator persentase pengguna layanan yang merasa puas terhadap pemenuhan sarana dan prasarana BPS dapat dipenuhi melalui pemenuhan sarana dan prasarana BPS secara akuntabel

bahwa sebagai pelaksanaan ketentuan Pasal 10 Peraturan Daerah Kabupaten Ponorogo Nomor 6 Tahun 2016 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun

Berdasarkan angka sementara hasil pencacahan lengkap Sensus Pertanian 2013, jumlah usaha pertanian di Kabupaten Halmahera Utara sebanyak 22.057 dikelola oleh

Setelah dilakukan penelitian terhadap 71 responden di Desa Margamulya Kecamatan Rambah Samo Wilayah Kerja Puskesmas Rambah Samo I Kabupaten Rokan Hulu tentang Gambaran

lebih aktif dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat sebagaimana Motto Polisi, di harapkan pihak Kepolisian dapat bertindak secara bijak dan jernih

Setelah selesai diinkubasi lebih kurang selama 1 jam, kemudian dilakukan titrasi larutan borat pada bagian dalam (inner chamber) cawan Conway blanko dengan larutan HCl

Hasil penelitian diperoleh bahwa guru bahasa Arab di kelas VII telah menggunakan metode eklektik yaitu siswa mendengarkan, menirukan yang diucapkan guru, dan menulis yang diucapkan

Karena kondisi eksisting spektrum frekuensi 2520 s/d 2670 MHz digunakan oleh Indostar, maka bila servis satelit sulit untuk di realokasi pada band lain maka hanya sebagian nomor