PEMERINTAH KOTA PALANGKA RAYA. Selayang PANDANG. Kota Palangka Raya Tahun BAPPEDA Kota Palangka Raya

94 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH KOTA PALANGKA RAYA

Selayang

PANDANG

Kota Palangka Raya

Tahun 2012

(2)

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Kota Palangka Raya

Jl. Tjilik Riwut No. 98 Palangka Raya Telp. 0536-3231542, Fax. 0536-3231539

Email: Bappeda@palangkaraya.go.id Website: http://bappeda.palangkaraya.go.id

SELAYANG PANDANG

KOTA PALANGKA RAYA

TAHUN 2012

(3)

P

uji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas anugerah dan rahmat-Nya sehingga penyusunan buku “Selayang Pandang Kota Palangka Raya Tahun 2012” ini dapat terlaksana dengan baik.

Adapun maksud dari penyusunan buku ini adalah selain dalam rangka menyambut Hari Jadi Pemerintah Kota Palangka Raya yang ke-47 pada tanggal 17 Juni Tahun 2012 dan Hari Ulang Tahun Kota Palangka Raya ke-55 pada tanggal 17 Juli 2012, juga dimaksudkan untuk memperkenalkan/memberikan gambaran secara singkat mengenai Kota Palangka Raya.

Buku ini, pada intinya memuat visi dan misi Pemerintah Kota Palangka Raya sebagaimana yang terdapat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Kota Palangka Raya 2008-2013, pengertian Lambang Daerah Kota Palangka Raya, sekilas sejarah terbentuknya Kota Palangka Raya, serta berbagai kondisi dan potensi yang ada di Kota Palangka Raya. Selain berisi narasi singkat buku ini juga dilengkapi dengan berbagai foto dan gambar baik berupa grafik dan peta.

Buku ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kritik dan saran perbaikan sangat kami harapkan. Atas dukungan dari Bapak Walikota Palangka Raya, Wakil Walikota Palangka Raya

dan Ketua DPRD Kota Palangka Raya, serta semua pihak yang telah membantu penyusunan buku ini, kami mengucapkan terima kasih.

Semoga buku ini bermanfaat bagi kita sekalian.

Palangka Raya, Juni 2012

KEPALA BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH KOTA PALANGKA RAYA,

Ir. MUHLADUN Pembina Utama Muda NIP. 19570803 198710 1 001

ii

(4)

A

ssalamu’alaikumwarohmatullahiwabarokatuh; Salam Sejahtera;

Om Swatyastu;

Tabe Salamat Lingu Nalatai, Sembah Sujud Karendem Malempang; Adil Ka’Talino, Bacuramin Ka’Saruga, Basengat Ka’Jubata.

Dengan mengucapkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, Saya menyampaikan ucapan terima kasih atas penerbitan buku Selayang Pandang ini yang disusun oleh Bappeda Kota Palangka Raya, dalam

rangka Hari Jadi Pemerintah Kota Palangka Raya yang ke-47 pada tanggal 17 Juni Tahun 2012 dan Hari Ulang Tahun Kota Palangka Raya ke-55 pada tanggal 17 Juli 2012.

Pembangunan yang sudah dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Palangka Raya selama ini akan terus berlanjut dan akan semakin digalakkan, sebab masih banyak potensi dari berbagai sumber daya yang belum termanfaatkan secara optimal. Untuk itu, pada kesempatan ini

Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Buku Selayang Pandang ini, mencoba untuk memperkenalkan dan menyajikan berbagai potensi yang dimiliki, dengan harapan dapat

memberikan informasi awal dan daya tarik bagi berbagai kalangan, khususnya wisatawan maupun kalangan investor.

Untuk mencapai cita-cita dimaksud, maka harapan kami adalah adanya kerjasama, dukungan dan kesadaran dari masyarakat sehingga motto Kota “CANTIK” dapat dinikmati, dan dengan semangat “Isen Mulang“ Pantang Mundur, Maju Terus dan Tidak Mengenal Menyerah, Kota “CANTIK“ Palangka Raya mari kita tata, kita bangun dan kita jaga Palangka Raya menuju “JAYA”. Semoga Tuhan selalu menyertai usaha kita semua.

Wassalamu’alaikumwarohamatullahiwabarokatuh.

iii

Sambutan

Palangka Raya, Juni 2012 WALIKOTA PALANGKA RAYA,

(5)

D

engan ucapan syukur kami dapat mendampingi Pemerintah Kota Palangka Raya dalam melaksanakan pembangunan, dengan tujuan utama adalah meningkatkan kesejahteraan rakyat Kota Palangka Raya sebagai amanat cita-cita bangsa Indonesia. Kami menyambut baik prakarsa Walikota Palangka Raya memperkenalkan aspek-aspek pembangunan dan peningkatan ekonomi rakyat dengan harapan peningkatan pendapatan asli daerah dan sumber daya manusia.

Pada kesempatan ini, kami atas nama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Palangka Raya dan seluruh masyarakat Kota Palangka Raya mengucapkan selamat Hari Jadi Pemerintah Kota Palangka Raya yang ke-47 pada tanggal 17 Juni Tahun 2012 dan Hari Ulang Tahun Kota Palangka Raya ke-55 pada tanggal 17 Juli 2012.

Semoga segala usaha dan kerja keras dari Pemerintah Kota Palangka Raya sebagai Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah dapat memberikan citra dan mitra pembangunan di Kalimantan Tengah sesuai dengan Visi dan Misi yang diemban oleh Pemerintah Kota Palangka Raya.

Palangka Raya, Juni 2012 DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH

KOTA PALANGKA RAYA KETUA,

SIGIT KARYAWAN YUNIANTO, S.H.

iv

(6)

v

Halaman Judul ………. i

Kata Sambutan Kepala Bappeda Kota Palangka Raya ……… ii

Kata Sambutan Walikota Palangka Raya ……… iIi Kata Sambutan Ketua DPRD Kota Palangka Raya ….………. iv

Daftar Isi ……….. v

Visi dan Misi ………. 1

Lambang Kota Palangka Raya ………. 2

Sejarah Singkat Kota Palangka Raya ……….. 4

Sejarah Singkat Pemerintah Kota Palangka Raya ….………. 5

Walikota dan Wakil Walikota Palangka Raya (1965-2009) ………. 7

Gambaran Umum ……… 8

Kondisi Geografis .……… 8

Pemerintahan ………..… 12

Penataan Ruang ………..… 18

Penduduk dan Tenaga Kerja ………... 20

Pendidikan ……….. 22

Kesehatan ……… 26

Perekonomian ………. 30

Perhubungan ……….. 33

Utilitas ………. 37

Potensi dan Peluang Investasi ……… 38

1. Pertambangan .……… 38

2. Kehutanan …....……….. 41

3. Perkebunan ………. 42

4. Pertanian Tanaman Pangan ...………. 43

5. Peternakan ………. 46

6. Perikanan ……… 47

7. Industri ………... 50

8. Industri Kecil dan Menengah ………. 51

9. Pariwisata ………. ………. 52

Seni dan Budaya ………. 68

(7)

vi

Kuliner ………. 74 Handycraft ……….. 75 Daftar Hotel ………. 76 Penutup ……….. 85

Daftar Isi

(8)

V I S I :

“Terwujudnya Kota Palangka Raya sebagai Kota Pendidikan,

Jasa, dan Wisata Berkualitas, Tertata dan Berwawasan

Lingkungan, Menuju Masyarakat Sejahtera sesuai Falsafah

Budaya Betang”

M I S I :

1. Mewujudkan Kota Palangka Raya sebagai kota pendidikan yang

berkualias dengan orientasi nasional dan global, sumber daya

manusia yang berilmu, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang

Maha Esa.

2. Mewujudkan Pemerintah Kota Palangka Raya sebagai pelayanan jasa

terhadap masyarakat.

3. Mewujudkan Kota Palangka Raya sebagai kota wisata yang

terencana, tertata, berwawasan dan ramah lingkungan.

4. Mewujudkan Kota Palangka Raya menuju masyarakat sejahtera.

5. Mewujudkan Pemerintahan yang baik dan bersih dengan kedisiplinan

tinggi, sikap profesional, beribawa dan bertanggungjawab untuk

memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.

6. Mewujudkan masyarakat yang memilikikesadaran politik, hukum,

tertib dan demokratis.

Kesemuanya dengan MOTTO “CANTIK“

(Terencana, Aman, Nyaman, Tertib, Indah dan Keterbukaan)

1

(9)

LAMBANG KOTA PALANGKA RAYA

Perda Kodya Dati II Palangka Raya Nomor: 1/DPRD.GR/1970

RINCIAN:

1. Bentuk: Badge Berbentuk Persegi

2. Tata Warna: Hitam, Hijau, Kuning dan Putih

3. Tulisan: Kata-kata “Palangka Raya“ Putih di atas dasar hitam dan Isen Mulang

4. Lukisan:

- Bundaran Hijau

- Setangkai Padi berdaun enam helai dan tujuh belas biji yang sudah Mekar. - Mandau dan Sumpit.

- Bunga Melati di dalam bundaran, berbintikan bundaran kecil yang dihubungkan dengan jalur-jalur jalan.

5. Susunan:

- Di bagian atas melintang bidang lengkung berwarna hitam bertahtakan aksara

dengan huruf-huruf balok putih “ PALANGKA RAYA “.

- Di tengah-tengah dilukiskan sebuah bundaran, jalur-jalur jalan dan bundaran kecil sebagian di dalamnya.

- Mandau dan Sumpitan menyilang di belakang bundaran, setangkai Padi dan Kapas.

- Di bagian bawah sehelai pita putih dengan tulisan huruf balok warna hitam

“ISEN MULANG“.

- Warna dasar ialah hijau dan kuning di tengah-tengahnya. - Warna garis tepi lambang ialah hitam.

2

(10)

A. UMUM

1. Perisai adalah alat penangkis, merupakan salah satu alat untuk mempertahankan diri, walaupun pemilik/pemegangnya nampak bersahaja, namun pada hakekatnya selalu ingin

selaras dan sesuai dengan perkembangan jaman, terus maju berjuang melawan kemelaratan untuk menegakkan kebenaran yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan

berdasarkan Undang-Undang Dasar 1945 dan Pancasila.

2. Bidang lengkung hitam bertahtakan aksara “Palangka Raya“ melambangkan kehidupan suci, bersih, teguh, dan kokoh, oleh karena sifatnya kekal.

3. Bunga dan melati berdaun lima di tengah, melambangkan kepamongprajaan yang menghiasi petugas-petugas/pejabat pamong praja di Indonesia.

4. Bundaran di dalam melambangkan kesejahteraan asal mula terjadinya sebuah kota (merupakan lapangan alun-alun atau kegiatan penduduk), kemudian dihubungkan di jalur jalan ke segala jurusan sebagai syarat pengembangan kota.

B. KHUSUS

1. Palangka Raya terdiri dari kata “Palangka dan Raya“. Palangka Raya Bulau berasal dari suatu wadah Palangka (bagian muka dan belakang, melukiskan bentuk gambar Burung

Elang) yang menurut kepercayaan leluhur/nenek moyang suku dayak, dipakai oleh Mahatala Langit (Tuhan Yang Maha Esa) untuk menurunkan manusia pertama ke atas

dunia.

2. Setangkai padi berdaun enam helai dan tujuh belas butir buahnya, setangkai kapas berdaun lima helai dan enam buahnya yang sudah mekar dan putih, melambangkan saat

peresmian Pemerintah Kota Palangka Raya mulai berotonomi penuh pada tanggal 17 Juni 1965.

3. Warna dasar hijau, menyatakan secara geografis wilayah Kota Palangka Raya 75% terdiri hutan dan danau, berartikan kesuburan. Warna dasar kuning lambang kejayaan, cerah, terbuka dan berkembang.

C. ARTI KESELURUHAN LAMBANG

1. Keberanian/kemauan membangun Kota Palangka Raya dari suatu daerah hutan, menjadi kota bersemboyan “ISEN MULANG“, dengan modal alam dan tenaga demi kejayaan Negara pada umumnya dan rakyat Kalimantan pada khususnya.

2. Dilengkapi dengan amal, kegiatan, cita-cita dan tekad kepamong prajaan bersemboyan

“TUT WURI HANDAYANI“ untuk membina/membimbing masyarakat ke arah kesejahteraan rohaniah dan jasmaniah berpedoman falsafah Negara Pancasila.

ARTI LAMBANG KOTA PALANGKA RAYA

3

(11)

T

erbentuknya Provinsi Kalimantan Tengah melalui proses yang cukup panjang sehingga mencapai puncaknya pada tanggal 23 Mei 1957 dan dikuatkan dengan Undang-Undang Darurat Nomor 10 tahun 1957, yaitu tentang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Tengah. Sejak saat itu Provinsi Kalimantan Tengah resmi sebagai daerah otonom, sekaligus sebagai hari jadi Provinsi Kalimantan Tengah.

Sedangkan tiang pertama Pembangunan Kota Palangka Raya dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia SOEKARNO pada tanggal 17 Juli 1957 dengan ditandai peresmian Monumen/Tugu Ibu Kota Provinsi Kalimantan Tengah di Pahandut yang mempunyai makna:

1. Angka 17 melambangkan hikmah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. 2. Tugu Api berarti api tak kunjung padam, semangat kemerdekaan dan membangun. 3. Pilar yang berjumlah 17 berarti senjata untuk berperang.

4. Segi Lima Bentuk Tugu melambangkan Pancasila mengandung makna Ketuhanan Yang Maha Esa. Kemudian berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1958 Ibu Kota Provinsi yang dulunya Pahandut berganti nama dengan Palangka Raya.

4

(12)

S

ejarah pembentukan Pemerintahan Kota Palangka Raya merupakan bagian integral dari

pembentukan Provinsi Kalimantan Tengah berdasarkan Undang-Undang Darurat

Nomor 10 Tahun 1957, lembaran Negara Nomor 53 berikut penjelasannya (Tambahan Lembaran Negara Nomor 1284) berlaku mulai tanggal 23 Mei 1957, yang selanjutnya disebut

Undang-Undang Pembentukan Daerah Swatantra Provinsi Kalimantan Tengah. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 1958, Parlemen Republik Indonesia tanggal 11 Mei 1959

mengesahkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959, yang menetapkan pembagian Provinsi Kalimantan Tengah dalam 5 (lima) Kabupaten dan Palangka Raya sebagai Ibukotanya. Dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 27 Tahun 1959 dan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia tanggal 22

Desember 1959 Nomor : Des. 52/12/2-206, maka ditetapkanlah pemindahan tempat dan kedudukan Pemerintah Daerah Kalimantan Tengah dari Banjarmasin ke Palangka Raya terhitung tanggal 20 Desember 1959. Selanjutnya, Kecamatan Kahayan Tengah yang berkedudukan di Pahandut secara bertahap mengalami perubahan

dengan mendapat tambahan tugas dan fungsinya, antara lain mempersiapkan Kotapraja Palangka Raya. Kahayan Tengah ini dipimpin

oleh Asisten Wedana, yang pada waktu itu dijabat oleh J. M. NAHAN.

Peningkatan secara bertahap Kecamatan Kahayan Tengah tersebut,

lebih nyata lagi setelah dilantiknya Bapak TJILIK RIWUT sebagai Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah pada tanggal 23

Desember 1959 oleh Menteri Dalam Negeri, dan Kecamatan Kahayan Tengah di Pahandut dipindahkan ke Bukit Rawi. Pada tanggal 11 Mei 1960, dibentuk pula Kecamatan Palangka Khusus Persiapan Kotapraja Palangka Raya, yang dipimpin oleh J.M. NAHAN. Selanjutnya sejak tanggal 20 Juni 1962 Kecamatan Palangka Khusus Persiapan Kotapraja Palangka Raya dipimpin oleh W. COENRAD dengan sebutan Kepala Pemerintahan Kotapraja Administratif Palangka Raya.

Perubahan, peningkatan dan pembentukan yang dilaksanakan untuk kelengkapan Kotapraja Administratif Palangka Raya dengan membentuk 3 (tiga) Kecamatan, yaitu:

1. Kecamatan Palangka di Pahandut. 2. Kecamatan Bukit Batu di Tangkiling.

3. Kecamatan Petuk Katimpun di Marang Ngandurung Langit.

Kemudian pada awal tahun 1964, Kecamatan Palangka di Pahandut dipecah menjadi 2 (dua) kecamatan, yaitu:

1. Kecamatan Pahandut di Pahandut. 2. Kecamatan Palangka di Palangka Raya

J.M. NAHAN

W. COENRAD

5

(13)

Sehingga Kotapraja Administratif Palangka Raya telah mempunyai 4 (empat) kecamatan dan 17 (tujuh belas) kampung, yang berarti ketentuan-ketentuan dan persyaratan-persyaratan untuk menjadi satu Kotapraja yang otonom sudah dapat dipenuhi serta dengan disyahkannya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1965, Lembaran Negara Nomor 48 tahun 1965 tanggal 12 Juni 1965 yang menetapkan Kotapraja Administratif Palangka Raya, maka terbentuklah Kotapraja Palangka Raya yang Otonom.

Peresmian Kotapraja Palangka Raya menjadi Kotapraja yang Otonom dihadiri oleh Ketua Komisi B DPRGR, Bapak L.S. HANDOKO WIDJOYO, para anggota DPRGR, Pejabat-pejabat Depertemen Dalam Negeri, Deputy Antar Daerah Kalimantan Brigadir Jendral TNI M. PANGGABEAN, Deyahdak II Kalimantan, Utusan-utusan Pemerintah Daerah Kalimantan Se-latan dan beberapa pejabat tinggi Kalimantan Lainnya.

Upacara peresmian berlangsung di Lapangan Bukit Ngalangkang halaman Balai Kota dan

sebagai catatan sejarah yang tidak dapat dilupakan sebelum upacara peresmian dilangsungkan pada pukul 08.00 pagi, diadakan demonstrasi penerjunan payung dengan

membawa lambang Kotapraja Palangka Raya.

Demonstrasi penerjunan payung ini, dipelopori oleh Wing Pendidikan II Pangkalan Udara Republik Indonesia Margahayu Bandung yang berjumlah 14 (empat belas) orang, di bawah pimpinan Ketua Tim Letnan Udara II M. DAHLAN, mantan paratrop AURI yang terjun di Kalimantan pada tanggal 17 Oktober 1947. Demonstrasi penerjunan payung dilakukan

dengan mempergunakan pesawat T-568 Garuda Oil, di bawah pimpinan Kapten Pilot Arifin, Copilot Rusli dengan 4 (empat) awak pesawat, yang diikuti oleh seorang undangan khusus Kapten Udara F.M. Soejoto (juga mantan Paratrop 17 Oktober 1947) yang diikuti oleh 10 orang sukarelawan dari Brigade Bantuan Tempur Jakarta. Selanjutnya, lambang Kotapraja Palangka Raya dibawa dengan

parade jalan kaki oleh para penerjun payung ke lapangan upacara. Pada hari itu, dengan

Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah Bapak TJILIK RIWUT ditunjuk selaku penguasa Kotapraja Palangka Raya dan oleh Menteri Dalam Negeri diserahkan lambang Kotapraja Palangka Raya.

Pada upacara peresmian Kotapraja Otonom Palangka Raya tanggal 17 Juni 1965 itu, Penguasa Kotapraja Palangka Raya, Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Kalimantan Tengah, menyerahkan Anak Kunci Emas (seberat 170 gram) melalui Menteri Dalam Negeri kepada Presiden Republik Indonesia, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan selubung papan nama Kantor Walikota Kepala Daerah Kotapraja Palangka Raya.

6

(14)

7

Wakil Walikota Pertama :

H.M. Saily Mochtar

Masa Bhakti :

22 September 2003 s/d 22 September 2008 Wakil Walikota Kedua :

Maryono Masa Bhakti : 22 September 2008 s/d Sekarang Walikota Kesepuluh : Tuah Pahoe Masa Bhakti : 22 September 2003 s/d 22 September 2008 Walikota Kesebelas : H.M. Riban Satia Masa Bhakti : 22 September 2008 s/d Sekarang Walikota Kesembilan :

Kol.Inf. Salundik Gohong

Masa Bhakti : 12 September 1998 s/d 12 September 2003 Walikota Kedelapan : Drs. Nahson Taway Masa Bhakti : 16 September 1993 s/d 16 September 1998 Walikota Ketiga :

Let.Kol. Infantri W. Sandi

Masa Bhakti : 13 Agustus 1967 s/d 6 September 1975 Walikota Kelima : Let.Kol. Kadiyoto Masa Bhakti : 27 Januari 1978 s/d 16 September 1983 Walikota Keempat :

Let.Kol. Cin Madnoch

Masa Bhakti : 6 September 1975 s/d 27 Januari 1978 Walikota Keenam : Drs. Lukas Tingkes Masa Bhakti : 16 September 1983 s/d 16 September 1988 Walikota Ketujuh : Drs. D.N. Singaraca Masa Bhakti : 16 September 1988 s/d 16 September 1993 Walikota Kedua : Agoes Ibrahim Masa Bhakti : 19 Oktober 1965 s/d 31 Agustus 1967 Walikota Pertama : Yanti Saconk Masa Bhakti : 18 September 1965 s/d 18 Oktober 1965

(15)

8

S

ecara umum Kota Palangka Raya

dapat dilihat sebagai sebuah Kota yang memiliki 3 (tiga) wajah yaitu wajah perkotaan, wajah pedesaan dan wajah hutan.

Kondisi ini, memberikan tantangan

tersendiri bagi pemerintah Kota Palangka Raya dalam membangun Kota

Palangka Raya. Kondisi ini semakin menantang lagi bila mengingat luas Kota

Palangka Raya yang berada pada urutan ke-3 di Indonesia yaitu 2,687 Km2.*)

Catatan: *)

Kota terluas di Indonesia adalah Kota Manokwari= 18.746 km² (ibu kota Provinsi Papua Barat), dan kota terluas ke-2 adalah Kota Tidore Kepulauan = 9.564,7 km² (salah satu kota di Provinsi Maluku Utara). (Sumber: http://id.wikipedia.org)

Wajah Perkotaan

Wajah Pedesaan Wajah Hutan

(16)

Wilayah Kota Palangka Raya terdiri dari 5 (lima) Kecamatan yaitu Kecamatan Pa-handut, Kecamatan Sabangau, Kecamatan Jekan Raya, Kecamatan Bukit Batu dan Kecamatan Rakumpit dengan luas masing-masing 117,25 Km2, 583,50 Km2,

352,62 Km2, 572,00 Km2 dan 1.053,14 Km2.

1. Topografi.

Wilayah Kota Palangka Raya terdiri dari 5 (lima) Kecamatan yaitu Kecamatan Pa-handut, Kecamatan Sabangau, Kecamatan Jekan Raya, Kecamatan Bukit Batu dan Kecamatan Rakumpit dengan luas masing-masing 117,25 km2, 583,50 km2,

352,62 km2, 572,00 km2 dan 1.053,14 km2 dengan topografi terdiri dari tanah datar

dan berbukit dengan kemiringan kurang dari 40%.

9

Peta Provinsi Kalimantan Tengah

Kota Palangka Raya

(17)

K

ota Palangka Raya secara geografis terletak pada 113˚30`—114˚07` Bujur Timur dan 1˚35`—2˚24` Lintang Selatan, dengan luas wilayah 2.678,51 Km2 (267.851 Ha) dengan topografi terdiri dari tanah datar dan berbukit dengan kemiringan kurang dari 40%.

Secara administratif Kota Palangka Raya berbatasan dengan: Sebelah Utara : Dengan Kabupaten Gunung Mas Sebelah Timur : Dengan Kabupaten Pulang Pisau Sebelah Selatan : Dengan Kabupaten Pulang Pisau Sebelah Barat : Dengan Kabupaten Katingan

Wilayah Kota Palangka Raya terdiri dari 5 (lima) Kecamatan yaitu Kecamatan Pahandut,

Kecamatan Sabangau, Kecamatan Jekan Raya, Kecamatan Bukit Batu dan Kecamatan Rakumpit dengan luas masing-masing 117,25 Km2, 583,50 Km2, 352,62 Km2, 572,00 Km2 dan

1.053,14 Km2.

Geologi

Formasi geologi yang ada di wilayah Kota Palangka Raya tersusun atas formasi Aluvium (Qa) (tersusun dari bahan-bahan liat kaolinit dan debu bersisipan pasir, gambut, kerakal dan bongkahan lepas, merupakan endapan sungai dan rawa) dan formasi Batuan Api (Trv) (tersusun dari batuan breksi gunung api berwarna kelabu kehijauan dengan komponennya terdiri dari andesit, basalt dan rijang. Selain kedua formasi tersebut, wilayah Kota Palangka Raya juga termasuk ke dalam formasi Dahor (TQd) (tersusun atas sebagian besar pasir kuarsa

dengan dasar lempung, pada beberapa tempat terdapat sisipan konglomerat yang komponennya berupa batuan malihan, granit dan lempung).

Iklim

Curah hujan tahunan di wilayah Kota Palangka Raya selama 10 tahun terakhir (1997-2006) berkisar dari 1.840—3.117 mm dengan rata-rata sebesar 2.490 mm. Kelembaban udara berkisar antara 75—89% dengan kelembaban rata-rata tahunan sebesar 83,08%. Temperatur rata-rata adalah 26,880 C, minimum 22,930 C dan maksimum 32,520 C.

Tanah

Tanah—tanah yang terdapat di wilayah Kota Palangka Raya dibedakan atas tanah mineral dan tanah gambut (Histosols). Berdasarkan taksonomi tanah (soil survey staff, 1998) tanah– tanah tersebut dibedakan menjadi 5 (lima) ordo yaitu histosol, inceptosol, entisol, spodosol dan ultisol.

2.485,75 12,6545,54

22,342,86 69,41

Luas Wilayah Menurut Penggunaannya (Km²)

Kawasan Hutan Tanah Pertanian Perkampungan Perkebunan Sungai dan Danau Lain-lain

Luas Wilayah Menurut Penggunaannya

Kawasan Hutan Tanah Pertanian Perkampungan Perkebunan Sungai dan Danau Lain-lain : : : : : : 2.485,75 Km2 12,65 Km2 45,54 Km2 22,30 Km2 42,86 Km2 69,41 Km2

10

Kondisi Geografis

(18)

PETA LANDFORM WILAYAH KOTA PALANGKA RAYA

Sumber: Dinas Pertanian Kota Palangka Raya

Kubah Gambut Gambut dilapisi Teras berpasir Daerah Berbukit Genangan Rawa dalam Teras

Sabuk Meander pada Aliran Sungai Teras Berpasir dan

Bergelombang Daerah Tergenang Permanen Teras Berpasir dan Bergelombang

11

Kondisi Geografis

(19)

K

ota Palangka Raya terdiri dari 5 (lima) kecamatan dan 30 Kelurahan dengan perincian masing-masing sebagai berikut:

1. Kecamatan Pahandut

Terdiri dari 6 (enam) Kelurahan, yaitu Kelurahan Pahandut, Kelurahan Panarung, Kelurahan Langkai, Kelurahan Tumbang

Rungan, Kelurahan Tanjung Pinang dan Kelurahan Pahandut Seberang.

2. Kecamatan Jekan Raya

Terdiri dari 4 (empat) Kelurahan, yaitu Kelurahan Menteng, Kelurahan Palangka, Kelurahan Bukit Tunggal dan Kelurahan Petuk

Katimpun.

3. Kecamatan Sabangau

Terdiri dari 6 (enam) Kelurahan, yaitu Kelurahan Kereng Bangkirai, Kelurahan Sabaru, Kelurahan Kalampangan, Kelurahan Kameloh Baru, Kelurahan Danau Tundai dan Kelurahan Bereng Bengkel.

4. Kecamatan Bukit Batu

Terdiri dari 7 (tujuh) Kelurahan, yaitu Kelurahan Marang, Kelurahan Tumbang Tahai, Kelurahan Banturung, Kelurahan Tangkiling, Kelurahan Sei Gohong, Kelurahan Kanarakan dan Kelurahan Habaring Hurung.

5. Kecamatan Rakumpit

Terdiri dari 7 (tujuh) Kelurahan, yaitu Kelurahan Petuk Bukit, Kelurahan Pager, Kelurahan Panjehang, Kelurahan Gaung Baru, Kelurahan Petuk Barunai, Kelurahan Mungku Baru dan Kelurahan

Bukit Sua.

Jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS)/Calon PNS di Kota Palangka Raya pada tahun 2010 adalah sebanyak 6.468 orang, terdiri dari 2.484 laki-laki dan 3.984 Perempuan. Sedangkan bila dilihat dari tingkat pendi-dikannya jumlah PNS terbanyak ada-lah Diploma IV/Sarjana (S1) 2.656 orang (41,06%), diikuti oleh lulusan setingkat SMU 1.726 orang (26,69%), Diploma II 1.002 orang (15,49%), Diploma III 621 orang (9,60%), setingkat SMP ke bawah 177 orang (2,74%),

Pasca Sarjana (S2) 170 orang (2,63%) dan Diploma I 116 orang (1,79%).

Jumlah pegawai menurut eselon, eselon IIa 1 orang, eselon IIb 33 orang, eselon IIIa 48 orang, eselon IIIb 96 orang, eselon Iva 443 orang, eselon IVb 160 orang.

12

(20)

B

erdasarkan hasil pemilu tahun 2009 di Kota Palangka Raya, jumlah suara untuk Anggota

DPRD Kota Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memperoleh suara terbesar pertama kemudian

di urutan kedua Partai Demokrat (PD), dan yang ketiga adalah Partai Golongan Karya (Golkar). Sedangkan untuk partai-partai lainnya jumlah suara

yang dikumpulkan tidak lebih dari 7 ribu suara. Sedangkan untuk Anggota DPRD

Kota, dari 25 kursi yang tersedia, komposisinya 16% (4 orang) diisi oleh PDI Perjuangan, 12% (3 orang) PD dan Golkar, 8% (2 orang) oleh Gerindra, PAN dan PKS, sisanya diperebutkan oleh Hanura, PKPI, PKB, PDP, PPP, PDS,

PBB, PBR dan Partai Buruh masing-masing 4% (1 orang).

13

(21)

G

una lebih meningkatkan sistem pelayanan publik kepada masyarakat, khususnya di bidang perijinan dan non perijinan, Pemerintah Kota Palangka Raya saat ini telah memiliki sistem pelayanan satu atap yang bernaung di bawah Kantor Pelayanan Perijinan Terpadu (KPPT). Keberadaan Kantor ini diharapkan akan dapat memangkas birokrasi pelayanan yang cukup panjang, dan juga mengurangi ekonomi biaya tinggi.

Saat ini terdapat 24 jenis perijinan/non perijinan yang sudah dilayani oleh KPPT, meliputi: 1. Ijin Usaha Industri (IDI) dan Tanda Daftar Industri (TDI).

2. Ijin Mendirikan Bangunan (IMB).

3. Ijin Reklame (Billboard, Baliho, Spanduk, Umbul-umbul, Banner, Shop Sign dan lain-lain).

4. Ijin Pengusahaan Pertambangan (IUP) Bahan Galian Golongan C. 5. Ijin Gangguan (HO).

6. Ijin Pangkalan Minyak (BMM).

7. Ijin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol. 8. Ijin Usaha Kepariwisataan, meliputi:

a. Perijinan Usaha Hotel dan Restoran.

b. Perijinan Usaha Restoran, Rumah Makan, Tempat Makan dan Jasa Boga. c. Ijin Tempat Billyard.

d. Ijin Permainan Elektronik termasuk Bingo sejenisnya. 9. Ijin Bioskop (Tontonan).

10. Surat Ijin Tempat Usaha (SITA). 11. Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP). 12. Tanda Daftar Perusahaan (TDP).

13. Ijin Perubahan Fungsi Rumah dijadikan Tempat Usaha.

14. Ijin Trayek Angkutan Kota, Bandara, Pedesaan dan Ijin Usaha Angkutan. 15. Ijin Pengumpulan Uang atau Barang untuk Kesejahteraan Sosial.

16. Ijin Usaha Jasa Konstruksi (IUJK). 17. Akta Pengesahan Koperasi.

18. Ijin Penyelenggaraan Program Latihan Swasta. 19. Ijin Penyimpangan Waktu Kerja dan Waktu Istirahat. 20. Ijin Kerja Malam Wanita.

21. Ijin Usaha Pertanian.

22. Akta Kelahiran Umum dan Akta Kelahiran Terlambat.

23. Akta Kematian, Perkawinan, Perceraian, Pengakuan dan Pengesahan Anak. 24. Akta Perubahan Nama Bagi Warga Negara Asing (WNA).

14

(22)

D

ari 32 kota/kabupaten di Indonesia yang disurvei lembaga Independen Transparancy International Indonesia pada tahun 2006, Palangka Raya memiliki Indeks Persepsi Korupsi (IPK) tertinggi, yakni 6,61. Hanya Palangka Raya yang nilai IPK-nya di atas 6. Sebelas kota/kabupaten lainnya memiliki IPK di atas 5, adapun 20 lainnya masih di bawah 5.

Nilai IPK di atas 5 membuktikan meningginya optimisme pemberantasan korupsi. Nilai tertinggi 9,29 dari skala 10 juga diraih Kota Palangka Raya dalam hal komitmen kepala daerah dalam memberantas korupsi menurut persepsi pengusaha. Kemudian pada tahun 2008, IPK Kota Palangka Raya berada diperingkat ke-2 dengan Skor 6,10 setelah Yogyakarta dengan Skor 6,43.

Palangka Raya menjadi salah satu Kota yang memiliki prestasi terbaik dalam hal “Doing Busi-ness In Indonesia 2010” berdasarkan survei International Finance Corporation (IFC). Survei yang dilakukan di 14 Kota besar (luar Jakarta) di Indonesia tersebut, menunjukkan Palangka Raya mendapat peringkat ke-3 dalam bidang proses mendirikan usaha dan mengurus Ijin Mendirikan Bangunan (IMB), peringkat ke 3 (tiga) dalam hal kemudahan mendirikan usaha, dan peringkat ke 5 (lima) dalam hal kemudahan mendaftar property.

Pada pelaksanaan City Expo 2011 di Kota Banda Aceh yang dilaksanakan pada tanggal 28 Mei s.d. 2 Juni 2011, Kota Palangka Raya berhasil meraih juara harapan 3 (tiga) dari 50 kota peserta expo.

15

(23)

W

alau pun pada pelaksanaan City Expo 2012

di Kota Manado yang baru saja dilaksanakan pada tanggal 29 Mei 2012 s.d. 4 Juni

2012 yang baru lalu, Kota Palangka Raya gagal meraih juara, namun Kota Palangka Raya dipercaya

menjadi tuan rumah penyelenggara City Expo 2013 yang akan datang.

16

(24)

I

ndonesia yang diwakili Kota Palangka Raya berhasil menjadi juara kedua pada “Carnival International Best Fload 2nd De Victoria Seychelles” pada tanggal 4-6 Maret 2011. Dalam perlombaan yang diikuti oleh 20 negara di

dunia itu Kota Palangka Raya didaulat mewakili Indonesia untuk bertanding dengan 60 peserta. Kota Palangka Raya

yang berkolaborasi dengan Kabupaten Murung Raya mengirimkan para penari dari sanggar tari masing-masing membawakan tarian daerah dengan nama “Monalampas Dahiang Baya”.

Di kegiatan karnaval yang dilaksanakan di Victoria,

ibuko-ta Republik Seychelles (sebuah negara kepulauan yang men-cakup sebuah kepulauan dari 115 pulau di Samudera Hindia, sekitar 1.600 km sebelah timur daratan Afrika), rombongan dari Kota Palangka Raya mengi-kuti parade mengelilingi kota itu. Mereka menampilkan replika jukung hias dari mobil, serta tari-tarian khas dayak Kalteng.

17

(25)

P

ola Pemanfaatan Ruang Wilayah Kota Palangka Raya itu dilakukan melalui proses delineasi (batas-batas) kawasan kegiatan sosial, ekonomi, budaya dan

kawasan-kawasan lainnya di dalam kawasan-kawasan budidaya dan delineasi kawasan-kawasan lindung. Selain itu dalam prosesnya juga memperhatikan berbagai aspek yang dinilai memegang peranan yang sangat penting dalam membentuk dan menciptakan struktur dan pola tata ruang wilayah Kota yang terpadu, yaitu:

Mempertimbangkan kecenderungan perkembangan pembangunan dan pengembangan

Kota Palangka Raya saat ini.

Memperhatikan wilayah administratif Kota Palangka Raya yang terdiri dari lima keca-matan dengan batas-batasnya serta cakupan luas wilayah dari masing-masing kecama-tan tersebut.

Memperhitungkan keberadaan sistem-sistem pelayanan dan fungsi-fungsi kawasan yang ada di Kota Palangka Raya.

Mempertimbangkan kondisi karakteristik alam dan geografis yang dimiliki serta aspek kependudukan.

Memperhatikan proyeksi pertumbuhan penduduk sampai dengan tahun 2029.

Memperhatikan kecenderungan investasi di bidang pertambangan dan pertanian di wilayah Kota Palangka Raya.

Memperhatikan posisi dan peranan Kota Palangka Raya sebagai Ibukota Provinsi Kali-mantan Tengah, sebagai Pusat Perkotaan Nasional, dan Pusat Simpul Transportasi Udara Nasional.

Berdasarkan hal-hal tersebut, maka Pola Pemanfaatan Ruang Wilayah Kota Palangka Raya sampai dengan tahun 2029 adalah sebagaimana tabel berikut ini.

18

FUNGSI KAWASAN Draft RTRW Kota Palangka Raya 2009 – 2029 (Ha) Kawasan Lindung

Hutan Pendidikan dan Penelitian Kawasan Lindung sungai dan Danau

54.757

36.153 11.808 Taman Wisata Alam

- TWA Nyaru Menteng - TWA Bukit Tangkiling - TWA Marang Hutan PLG

Kawasan Budidaya

Sosial Forestry Hutan Produksi (HP)

Kawasan Pengembangan Produksi

Kawasan Pemukiman dan Penggunaan Lain

861 414 1.873 3.648 212.194 3.590 7.064 84.353 117.187 Luas Keseluruhan 267.851

Penataan Ruang

(26)

19

(27)

J

umlah penduduk Kota Palangka Raya per 31 Desember 2010 sebanyak 220.962 orang, terdiri dari 113.005 (51,14%) laki-laki dan 107.957 (48,86%) perempuan. Tingkat kepadatan penduduk rata-rata 82 orang tiap Km², dengan sebaran penduduk tidak merata, sebagian

besar terkonsentrasi di Kecamatan Pahandut dan Kecamatan Jekan Raya (86,79%) dan sisanya (13,21%) tersebar di Kecamatan Bukit Batu, Kecamatan Sabangau dan Kecamatan Rakumpit. 0 10.000 20.000 30.000 40.000 50.000 60.000

Pahandut Sebangau Jekan Raya Bukit Batu Rakumpit

39.391 7.415 58.437 6.200 1.562 37.820 6.891 56.122 5.732 1.392 Laki-laki Perempuan 75+ 70-74 65-69 60-64 55-59 50-54 45-49 40-44 35-39 30-34 25-29 20-24 15-19 10-14 5-9 0-4 Laki-laki Perempuan 13 12 10 8 6 4 2 0 2 4 6 8 10 12 13 14

20

(28)

D

ari keseluruhan penduduk Palangka Raya, 69,77 % berumur 15 tahun ke atas yang merupakan penduduk usia produktif secara ekonomis. Sebagian besar penduduk (31,66

%) berumur 15 tahun ke atas bekerja di sektor perdagangan, sedangkan sektor terkecil penyerapannya adalah sektor listrik, gas dan air yakni 0,00 %.

Relatif masih rendahnya tingkat pendidikan SDM yang bekerja, terlihat dari tingkat pendidikan penduduk yang bekerja itu sendiri. Berdasarkan jumlah pencari kerja yang terdaftar tercermin tidak seimbangnya antara pen-cari kerja dan kesempatan kerja yang tersedia. Rata-rata setiap tahunnya tidak lebih dari 22,16 % dari seluruh jumlah pencari kerja terdaftar yang mendapat peker-jaan, dan sisanya sekitar 77,84 % masih belum mendapat-kan kesempatan. 10,63% 1,65% 5,11% 0,00% 11,95% 31,66% 6,01% 3,60% 29,40%

Penduduk 15 tahun ke atas yang bekerja

menurut lapangan usaha tahun 2010

Pertanian

Pertambangan dan Penggalian Industri

Lisrik, Gas & Air Konstruksi Perdagangan

Transportasi dan Komunikasi Keuangan

Jasa

Lapangan Pekerjaan Laki-Laki Perempuan Jumlah %

1. Pertanian 5.681 4.021 9.702 10,63% 2. Pertambangan dan Penggalian 1.502 0 1.502 1,65% 3. Industri 3.079 1.588 4.667 5,11% 4. Lisrik, Gas & Air 0 0 0 0,00% 5. Konstruksi 10.734 172 10.906 11,95% 6. Perdagangan 13.645 15.249 28.894 31,66% 7. Transportasi dan Komunikasi 5.016 467 5.483 6,01% 8. Keuangan 2.283 999 3.282 3,60% 9. Jasa 15.471 11.367 26.838 29,40%

Jumlah 57.411 33.863 91.274 100%

21

(29)

P

embangunan di bidang Pendidikan di Kota Palangka

Raya cukup menggembirakan, dimulai dari pembangunan USB, RKB dan rehab gedung ruang kelas SD/

MI, SMP/MTs dan SMA/MA/SMK, adanya peningkatan sarana prasarana pendidikan serta peningkatan sumber daya manusia (SDM). Keberhasilan pembangunan di bidang pendidikan di Kota Palangka Raya tercermin dari beberapa indikator antara lain:

APK & APM Tahun Pelajaran 2009/2010: 1. SD (usia 7-12 tahun) = 23.064 siswa

APK = 110,95%

APM = 96,47%

2. SLTP (usia 13-15 tahun) = 10.338 siswa

APK = 118,07%

APM = 98,44%

3. SLTA (usia 16-18 tahun) = 13.247 siswa

APK = 94,22%

APM = 86,21%

Angka kelulusan tahun 2010: 1. SD / MI : 100 % 2. SMP / MTs : 100 % 3. SMA / MA : 97,26 %

4. SMK : 98,45 %

Pada tahun 2008, program wajib belajar 9 tahun sudah dapat dituntaskan dan di tahun 2009 Pemerintah Kota telah mencanangkan wajib belajar 12 tahun dan telah dicanangkan oleh Bapak Dirjen Manajemen Dikdasen pada awal tahun 2009 diharapkan dalam waktu 5 (lima) tahun ke depan masyarakat Kota Palangka Raya usia 16—18 tahun semua dapat mengenyam pendidikan minimal setingkat SMA.

22

(30)

S

ejak tahun 2009 dengan adanya Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari dana APBN dan pembiayaan bagi penyelenggaraan pendidikan (rutin sekolah) dari dana APBD Pemerintah Kota Palangka Raya maka peserta didik SD dan SMP Negeri dibebaskan dari biaya operasional sekolah kecuali RSBI dan SBI dan peserta didik miskin dari SD dan SMP swasta juga dibebaskan dari segala jenis pemungutan.

Saat ini di Kota Palangka Raya terdapat 368 sekolah negeri/swasta dan 19 PTN/PTS, dengan jumlah Guru PNS 3.298 orang, Guru Non PNS 1.400 orang. Jumlah Guru yang sudah kualifikasi (S-1/D-4) 1.256 orang dan yang sudah sertifikasi 1.328 orang.

Program pemerintah Kota Palangka Raya ke depan

pada tahun 2014/2015 seluruh guru yang belum bersertifikasi dan guru yang belum S1/D4 diharapkan dapat dituntaskan sehingga visi Kota

Palangka Raya kota pendidikan dapat tercapai. Guna mendukung hal tersebut, pada tahun 2009 yang lalu Pemerintah Kota Palangka Raya telah melakukan MoU dengan beberapa perguruan tinggi

negeri ternama yang ada di Indonesia seperti Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor,

Universitas Gajah Mada, dan Universitas Palangka Raya mengenai pelaksanaan program pendidikan S1 dan S2 bagi guru—guru yang ada di Kota Palangka Raya.

Beberapa sekolah unggulan Kota Palangka Raya dan telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat adalah:

Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI): 1. SD Negeri Percobaan

2. SMP Negeri 2 Palangka Raya 3. SMA Negeri 2 Palangka Raya 4. SMA Negeri 5 Palangka Raya 5. SMK Negeri 1 Palangka Raya 6. SMK Negeri 3 Palangka Raya Sekolah bersertifikasi ISO 9001-2000:

1. SMK Negeri 2 Palangka Raya 2. SMK Negeri 3 Palangka Raya

Selain pendidikan formal di atas, di Kota Palangka Raya terdapat lebih kurang 32 lembaga pendidikan non formal (kursus).

23

(31)

Pada tahun 2010 yang lalu, sudah terpasang school-net pada 111 sekolah tingkat SD, SMP dan SMA negeri/swasta, sehingga anak didik dapat dengan mudah mengakses berbagai hal terkait dunia pendidi-kan melalui internet.

Selain itu, pada tahun 2009/2010 Kementerian Negara Pemuda dan

Olah Raga menetapkan Kota Palangka Raya sebagai tuan rumah

penerima peserta Indonesia—Canada Youth Exchange Program (Program Pertukaran Pemuda Indonesia-Kanada). Kegiatan ini dilaksanakan mulai 28 Desember 2009 sampai dengan 15 Maret 2010 di Kelurahan Sei Gohong yang diikuti oleh 19 orang pemuda/pemudi yang berasal dari Indonesia dan Kanada. Program ini terus berlanjut sampai dengan tahun 2011.

Guna meningkatkan mutu pendidikan di Kota Palangka Raya, melalui MoU yang telah ditandatangani pada tanggal 23 Nopember 2009 di Jakarta, Pemerintah Kota

Palangka Raya menerima bantuan dana hibah dari Bank Dunia melalui Program BEC-TF sebesar 2,5 milyar rupiah, yang akan dibayarkan bertahap selama 3 (tiga) tahun berturut-turut mulai tahun 2010.

24

(32)

Sejak tahun ajaran 2011/2012 yang lalu, Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya dalam rangka transparansi dan guna lebih

memudahkan orang tua dan peserta didik baru telah selangkah lebih maju khususnya dalam hal pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yaitu

dengan menggunakan sistem online—real time. Layanan yang diselenggarakan oleh TELKOM SOLUTION ini, walaupun masih belum diikuti oleh semua sekolah yang ada dan baru pertama kali dilakukan di Kota Palangka Raya, namun dalam pelaksa-naannya cukup berhasil dan hampir tidak ada mengalami kendala yang berarti. Berikut daftar sekolah yang telah ikut dalam PPDB sistem online tersebut:

- SDN Percobaan

- SMPN-1 Palangka Raya, SMPN-3 Palangka Raya, SMPN-8 Palangka Raya, dan SMP Muhammadyah Palangka Raya.

- SMAN-1 Palangka Raya, SMAN-2 Palangka Raya, SMAN-3 Palangka Raya, SMAN-5 Palangka Raya, dan SMA Muhammadyah Palangka Raya.

- SMKN-1 Palangka Raya, SMKN-2 Palangka Raya, dan SMK Karsa Mulia Palangka Raya.

Diharapkan sistem PPDB online ini dapat terus berlanjut di masa mendatang dan bisa diikuti oleh semua sekolah yang ada di Kota Palangka Raya.

25

(33)

S

alah satu prioritas pembangunan Kota Palangka Raya adalah “Peningkatan Mutu

Pelayana Kesehatan.” Guna mewujudkan hal tersebut pemerintah Kota Palangka Raya telah menetapkan 5 (lima) poin utama peningkatan mutu pelayanan kesehatan, yaitu: a) implemen-tasi pelayanan prima di puskesmas; b) pemenu-han sarana dan prasarana puskesmas; c) pening-katan kapasitas SDM kesehatan; d) peningpening-katan jangkauan pelayanan kesehatan; dan e) pening-katan layanan kegawatdaruratan,

Perencanaan dan pengelolaan SDM yang baik dengan dasar yang sederhana tetapi berbasis pada kebutuhan nyata telah mendukung perbaikan kualitas pelayanan kesehatan bahkan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Dasar pengelolaan SDM kesehatan di Kota Palangka Raya: konsep sederhana,

optimalisasi-revitalisasi, efisiensi, strategis dan intuitif, kebersamaan, pemenuhan regulasi, berbasis kebutuhan nyata, modernisasi, rewards (and punishment), dan upaya-upaya inovatif.

Beberapa tindakan nyata yang telah dilakukan berkaitan dengan pengelolaan SDM kesehatan di Kota Palangka Raya adalah:

1. Melakukan efisiensi rekrutmen SDM yaitu dengan rekrutmen tenaga profesi kesehatan yang jarang tersedia tapi berdampak maksimal, seperti Teknisi Elektromedik.

2. Pembinaan pegawai baru (CPNS).

Dalam 4 (empat) tahun terakhir ini para CPNS baru menjalani masa perkenalan selama 2 (dua) minggu antara lain: Belajar program nasional tentang kesehatan, Belajar tupoksi ke semua bidang di Dinkes, Kunjungan ke puskesmas best practice, dan Seminar perkenalan.

26

(34)

3. Pemerintah Kota Palangka Raya menja-min resertifikasi profesi seluruh tenaga

kesehatannya. Seluruh dokter PNS di Kota Palangkaraya dijamin akan

tersertifikasi ulang pada saat STR-nya habis masa berlakunya.

4. Penghargaan untuk para tenaga kesehatan teladan.

5. Memberikan rewards untuk 12 orang Nakes Teladan Tingkat Kota Palangkaraya setiap tahun, berupa:

Lencana Keteladanan Bakti Husada (juara 1)

Percepatan Kenaikan Pangkat Istimewa

Dukungan kendaraan dinas roda dua

Undangan Kehormatan pada Upacara dan Resepsi HUT Kota Palangkaraya.

Mengikuti Kunjungan Belajar ke Jakarta (Kantor Kemenkes, Puskesmas di Jakarta, tour, shopping, dll).

Kesempatan melanjutkan pendidikan.

Saat ini Pemerintah Kota Palangkaraya memiliki 62 orang. Nakes Teladan hasil pembinaan (13% dari populasi PNS bidang kesehatan).

27

(35)

J

umlah tenaga kesehatan yang bekerja di Kota Palangka Raya pada tahun 2010 ada-lah 532 orang, terdiri dari tenaga medis (dokter umum dan dokter gigi) 43 orang, farmasi 26 orang, S1 Kesehatan Masyarakat 19 orang, perawat dan bidan 311 orang, analis kesehatan 12 orang, perawat gigi 30 orang, sanitaria16 orang, ahli gizi 16 orang, lainnya 71 orang.

28

Sarana Pelayanan Kesehatan Kota Palangka Raya Tahun 2010

No Sarana Kesehatan Jumlah

1 Rumah Sakit Umum (Pemerintah) 3 2 Rumah Sakit Umum (Swasta) 1 3 Puskesmas 9 4 Puskesmas Pembantu 46 5 Puskesmas Keliling 20 6 Posyandu 129 7 Polindes - 8 Poskedes 3 9 RB/RSB 5 10 Balai Pengobatan/Klinik 6 11 Apotik 66 12 Praktek Dokter Perorangan 42 13 Optik 8 14 Laboratorium Medis 7

(36)

B

eberapa penghargaan dan pengakuan terkait bidang kesehatan yang diperoleh pemerintah Kota Palangka Raya:

1. Penghargaan PPMI dari Menko Kesra Tahun 2007 2. Piala Citra Pelayanan Prima Tahun 2006 dari MenPAN 3. Piala Citra Pelayanan Prima Tahun 2010 dari MenPAN

4. Piagam Penghargaan Innovative Government Award dari Mendagri Tahun 2010 5. Manggala Karya Bakti Husada dari Menteri Kesehatan Tahun 2010.

29

(37)

P

erekonomian Kota Palangka Raya tahun 2010 menunjukkan pertumbuhan positif, lebih tinggi dari pertumbuhan sebelumnya. Pertumbuhan pada tahun 2010 adalah sebesar 6,95 persen sedangkan pada tahun sebelumnya sebesar 5,55 persen. Hal ini seiring dengan membaiknya perekonomian nasional pasca krisis ekonomi global akhir tahun 2008. Kondisi ini secara tidak langsung mempengaruhi perekonomian Kota Palangka Raya yang ditandai dengan meningkatnya level pertumbuhan ekonomi Kota Palangka Raya sebesar 1,40 persen.

Pendapatan regional perkapita Kota Palangka Raya tahun 2010 yang naik sebesar 10,23 persen dari tahun sebelumnya, yakni dari 11,43 juta rupiah menjadi 12,60 juta rupiah.

Laju inflasi tahunan Kota Palangka Raya triwulan II-2010 menunjukkan kecenderungan meningkat. menjadi 6,63% (yoy) lebih tinggi dari triwulan lalu (3,40%). Laju inflasi Kota Palang-ka Raya cenderung lebih tinggi dibandingPalang-kan dengan laju inflasi nasional yang mencapai 5,05% (yoy) pada akhir triwulan II-2010.

Jumlah bank di Kota Palangka Raya pada tahun 2010 tercatat 11 unit kantor bank yang

terpusat di dalam Kota Palangka Raya. Adapun nama bank yang beroperasi diantaranya adalah Bank Pembangunan Kalimantan Tengah, Bank Nasional Indonesia,

Bank Central Asia, Bank Danamon, Bank Ta-bungan Negara, Bank Mega, Bank Mandiri, Bank Muamalat, Bank BTPN dan Bank Rakyat Indonesia. Dana perbankan (tabungan) yang tersedia di Kota Palangka Raya pada tahun 2010 sejumlah Rp. 2.194 milyar yang tersedia pada bank swasta nasional dan bank pemerintah.

30

(38)

S

truktur perekonomian Kota Palangka Raya selama tahun 2000 sampai dengan tahun 2010 didominasi oleh 3 (tiga) sektor yaitu Jasa-jasa, Pengangkutan & komunikasi serta Perdagangan, Hotel & Restoran.

Kontribusi sektor pertanian tahun 2009 sebesar 6,84 persen turun menjadi 6,38 persen pada tahun 2010. Pada tahun 2010 sektor Jasa-Jasa masih menunjukkan komposisi angka tertinggi dalam memberikan kontribusi pembentukan PDRB di Kota Palangka Raya dengan andil 34,99 persen. Dua sektor lainnya yang cukup menyangga struktur perekonomian Kota Palangka Raya sama seperti tahun sebelumnya yaitu sektor Pengangkutan & Komunikasi dan sektor Perdagangan, Hotel & Restoran.

Perkembangan pertumbuhan PDRB menurut kelompok sektor, pertumbuhan tertinggi dari ketiga kelompok sektor pada tahun 2010 adalah kelompok sektor tersier, dengan pertum-buhan 8,09 %. Sektor sekunder tumbuh lebih rendah sebesar 5,05 %, sedangkan sektor primer tumbuh negatif yaitu sebesar –0,42 % sebagai pengaruh pertumbuhan sektor pertanian yang bernilai negatif. Hal ini menunjukkan bahwa struktur perekonomian Kota Palangka Raya pada tahun 2010 mengalami pertumbuhan yang didominasi oleh kelompok sektor tersier yang secara khusus kontribusinya berasal dari sektor Keuangan, Persewaan & Jasa Perusahaan .

31

(39)

K

husus untuk indikator—indikator makro ekonomi target pencapaian kinerja ditetapkan tiap tahun dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), sehingga yang dapat diukur sampai dengan saat ini baru pada tingkat pencapaian kinerja dari target tahunan saja. Kemajuan--kemajuan yang telah dicapai tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini:

No. Indikator Kondisi Tahun 2009 Realisasi Tahun 2010

1. Indek Pembangunan Manusia *) *)

2. Menurunya angka buta huruf umur 10-44 tahun (%) 0,5 0,3 3. Meningkatnya umur harapan hidup (thn) 73 72,49

4. Rata-rata lama sekolah (thn) 12 12

5. Indek hidup layak (konsumsi per kapita)/(Rp.) *) *) 6. Meningkatnya pertumbuhan ekonomi (%) 5,89 *)

7. PDRB per kapita —ADHK (Rp. Juta) *) *)

8. Angka pengangguran terbuka (%) 8,13 9,7

9. Angka kemiskinan (KK) 13.556 10.444

32

(40)

P

rasarana jalan hingga tahun 2010 tercatat sepanjang 905,69 km, dengan jenis

permukaan aspal sepanjang 477,38 km, tanah 421,07 km, dan tidak dirinci (agregat) 7,24 km.

Bila dilihat dari kondisinya, jalan dengan kondisi baik sepanjang 330,91 km, sedang 167,92 km, rusak 183,54 km dan rusak berat 223,32 km.

Sedangkan untuk kelas jalan, jalan kelas I sepanjang 60,36 km, kelas II 35,05 km, kelas IIIA 113,32 km, kelas IIIB 140,96, kelas IIIC 494,15 km, kelas tidak dirinci 61,45 km.

52,71% 46,49% 0,80%

Jenis Permukaan Jalan Tahun 2010

Aspal Tanah Tidak Dirinci (Agregat)

36,54%

18,54% 20,27%

24,66%

Kondisi Jalan Tahun 2010

Baik Sedang Rusak Rusak Berat 0 100 200 300 400 500

Kelas Jalan Tahun 2010

Kelas I Kelas II Kelas IIIA Kelas IIIB Kelas IIIC Kelas tidak dirinci

33

(41)

S

aat ini, Pemerintah Kota Palangka Raya sedang membangun terminal induk Tipe A yang terletak di Jalan Mahir Mahar (Outer Ring Road). Pembangunan terminal yang diberi nama Terminal AKAP W.A. GARA ini dilaksanakan dalam beberapa tahap dan direncanakan akan selesai dan sudah bisa operasional penuh pada tahun 2012 ini. Dengan adanya terminal ini, diharapkan akan dapat lebih memperlancar arus barang dan penumpang baik yang akan masuk maupun keluar dari Kota Palangka Raya, serta berdampak pada peningkatan laju perkembangan perekonomian di Kota Palangka Raya.

34

(42)

P

ada moda transportasi udara, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan berbagai sarana, fasilitas, dan pelayanan yang ada di Bandar Udara Tjilik Riwut, di antaranya yaitu dengan memperbaiki fasilitas ruang tunggu (Penambahan Ruang Tunggu VIP) dan penambahan panjang landasan pacu yang

ada. Saat ini, ada 4 (empat) maskapai penerbangan nasonal (Garuda, Lion Air, Batavia dan Sriwijaya) yang melayani rute Palangka Raya—Jakarta dan Palangka Raya—Surabaya setiap hari, serta 1 (satu) maskapai penerbangan Avia Star yang melayani penerbangan perintis dari Palangka Raya ke ibukota kabupaten yang ada di Kalimantan Tengah.

35

(43)

S

istem transportasi sungai merupakan salah satu moda transportasi yang sudah dimanfaatkan oleh penduduk Kota Palangka Raya sejak dahulu, hal ini didukung oleh kondisi geografis wilayah Kalimantan Tengah yang banyak dilalui

sungai-sungai. Desa-desa yang menjadi bagian wilayah Kota Palangka Raya sebagian berada di tepi sungai sehingga bila transportasi darat mengalami gangguan

akibat kondisi jalan yang kurang baik di saat musim hujan, maka transportasi sungai menjadi pilihan oleh sebagian penduduk menjalankan aktifitas perekonomian.

Sistem transportasi sungai tersebut,

didukung dengan adanya beberapa

pelabuhan sungai antara lain Pelabuhan Sabangau di Kelurahan Tanjung Pinang dan

Pelabuhan Rambang di urban area Kota Palangka Raya, dengan pelayanan regional di

Kalimantan. Selain itu, terdapat pelabuhan sungai Gunung Mas di Kecamatan Pahandut dan Pelabuhan Kereng di Kecamatan Sabangau, serta Pelabuhan Tangkiling di Kecamatan Bukit Batu.

36

Dermaga Tanjung Pinang

Dermaga Kerreng

Dermaga Rambang

(44)

Listrik

Produksi energi listrik di Kota Palangka Raya dari tahun ke tahun mengalami peningkatan, yaitu 161.270.909 kwh pada tahun 2008, naik menjadi 180.929.771 kwh pada tahun 2009. Kemudian, pada tahun 2010 produksi energi listrik di Kota Palangka Raya meningkat menjadi 471 879 804 kwh.

Telepon

Sarana telekomunikasi saat ini sangat penting guna menunjang hampir seluruh aspek kehidupan, terutama untuk menunjang kegiatan ekonomi. Kapasitas sambungan telepon di Kota Palangka Raya sampai dengan tahun 2009 adalah sebanyak 16.695 satuan sambungan

dengan kapasitas sentral sebesar 22.250 satuan sambungan.

Air Bersih

Pada saat ini PDAM Kota Palangka Raya mempunyai kapasitas terpasang 255 L/det, ditambah dengan PDAM

Unit Tangkiling dengan kapasitas 17,5 L/det. Namun dari masing-masing kapasitas tersebut baru termanfaatkan untuk Kota Palangka Raya 190 L/det, sedangkan PDAM Unit Tangkiling 10 L/det. Sumber Air Baku untuk PDAM Kota Palangka Raya berasal dari air permukaan yaitu sungai Kahayan dan untuk Unit Tangkiling dari sungai Rungan.

Jumlah pelanggan PDAM dari kalangan rumah tangga sampai dengan pada tahun 2010 adalah sebanyak 16.347, dengan besar kubikasi yang disalurkan 5.156.660 m3 dengan nilai Rp. 15.669.917.650,-

Perkembangan Produksi Listrik di Kota Palangka Raya

37

(45)

1. Pertambangan

Potensi dan peluang investasi di Kota Palangka Raya, cukup menjanjikan diantaranya

pertambangan, perkebunan dan pertanian yang tersebar di Kecamatan Rakumpit, Kecamatan Bukit Batu dan Kecamatan

Sabangau. Sampai dengan Mei 2011 ini, terdapat 13 Kuasa Pertambangan (KP) yang

terdiri dari 1 (satu) buah KP Batu Bara (Eksplorasi) dan selebihnya Zirkon dengan status produksi—IUP (2 KP), eksploitasi (5 KP) dan 5 KP sisanya masih eksplorasi.

Potensi pertambangan lainnya adalah usaha pertambangan bahan galian C (berupa galian pasir) yang lokasinya tersebar di Kecamatan Bukit Batu, Kecamatan Sabangau, dan Kecama-tan Jekan Raya.

Program pembinaan usaha pertambangan bertujuan untuk mencapai optimalisasi pemanfaatan sumber daya mineral dan air tanah melalui usaha pertambangan dengan prinsip good mining practice dan mempunyai

sasaran yang akan dicapai dalam perencanaan jangka waktu periode 2009-2013 adalah Pemanfaatan pertambangan yang berorientasi pada kelestarian alam diarahkan untuk meningkatkan eksploitasi dengan selalu memperhatikan kerusakan hutan, keanekaragaman hayati dan pencemaran lingkungan, meningkatkan peluang usaha pertambangan skala kecil di wilayah terpencil, meningkatkan manfaat pertambangan dan nilai tambah dan menerap-kan good mining practice di lokasi tambang yang sudah ada.

Eksploitasi mineral golongan C di dalam memenuhi permintaan pasar, terutama kebutuhan material

bangunan untuk pelaksanaan pembangunan di wilayah Kota Palangka Raya dan daerah sekitarnya.

Selain potensi bahan galian mineral golongan C seperti disebutkan di atas, terdapat juga jenis mineral lainnya, yaitu: Pasir Kuarsa, Kaolin, Emas dan Batu Bara. Emas Lokasi: 03-RK-02ss K o m p o s i s i p a s i r d a n kandungan emas plaser: Au: 9ppb, Zn: 2 ppm, Pb 2 ppm, Cu: 1 ppm, Ag : 1 ppm

38

(46)

Potensi Sumber Daya Mineral di Kecamatan Rakumpit

Kota Palangka Raya

Kelurahan

Batu Pasir Kuarsa Kaolin

Cadangan Tereka ( M³ )

Cadangan Hipotik Cadangan Tereka (M³) Cadangan Hipotik Ton Ton Mungku Baru 82.826.000 49.695.600 131.693.340 73.058.500 43.835.100 114.847.962 Bukit Sua 88.860.500 53.316.300 141.288.195 33.794.500 20.276.700 53.124.954 Petuk Barunai 40.644.500 24.386.700 64.624.755 16.421.500 9.852.900 25.814.598 Panjehang 17.292.000 10.375.200 27.494.280 - - - Gaung Baru 17.402.000 10.441.200 27.669.180 - - - Pager 110.564.000 66.338.400 175.796.760 108.962.000 65.337.200 171.288.264 Petuk Bukit 525 151.227.000 400.751.550 5.235.500 3.141.300 8.230.206 Jumlah 882.045.000 365.780 969.318.550 237.472.000 142.443.200 373.305.984 Pasir Kuarsa Lokasi : 03-RK-23a (E-2 ) Komposisi: SiO2 (96,37%), AI2O2 (2.73%), Fe2O3 (0,04%), MgO (0,05%), CaO (0,14% )Dll. seperti Na2O, K2O, H2O Cadangan:

882,05 juta ton (Tereka) Dapat dimanfaatkan untuk bahan baku: industri semen, pengecoran dan bata tahan api (refraktori), pembuatan kaca, industri keramik, dll. Kaolin Lokasi: 03-RK-10B (A-2) Komposisi: SiO2 (55,23%), AI2O3 (28,71%), Fe 2O3 (0,60 %), MgO(0,40%), Dll. Dibawah 1% CaO, Na2O, K2O

Cadangan:

237,47 Juta ton (Tereka). Dapat direkomposisi pada standar tertentu untuk bahan baku:

- Industri keramik - Industri kertas - Industri farmasi

- Industri karet, cat dan kosmetik, dll.

39

(47)

Potensi Batubara di Kecamatan Rakumpit

Endapan batubara yang terdapat di Kecamatan Rakumpit tersebar di Kelurahan Mungkubaru, Kelurahan Gaung Baru dan Kelurahan Sei Raung. Di Kelurahan Mungkubaru terdapat 2 (dua) lapisan batubara dengan ketebalan 0,5 m dan sekitar 1,5 m, sedangkan di Kelurahan Gaung Baru dan Sei Raung tebal batubara yang teramati di pinggir sungai Rungan sekitar 0,5 m, dan singkapan lainnya tidak diketahui ketebalannya karena terdapat di dasar anak cabang sungai dengan kemiringan lapisan yang relatif datar hingga sekitar 40 miring ke arah Timur. Jenis batubara tersebut berwarna hitam hingga kecoklatan, dan setempat masih terlihat adanya struktur sisa tanaman berupa ranting atau kayu.

40

Batu Bara Lokasi : 03-RK-37a

Nilai kalori : 5190 – 5540 cal/gr Total carbon : 39,15 %

Belerang : 0,27 %

Cadangan:

Tereka 137 juta m ton

Kecamatan Kecamatan

Kecamatan Sungai

U

Sungai

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :