• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ni Luh Yesi Oktaviari, DB Ketut Ngurah Semara Putra, Ida Bagus Gede Surya Abadi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Ni Luh Yesi Oktaviari, DB Ketut Ngurah Semara Putra, Ida Bagus Gede Surya Abadi"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS MOTIVASI BELAJAR PADA PROSES PEMBELAJARAN

DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK PADA KURIKULUM 2013 TEMA

LINGKUNGAN BERSIH, SEHAT DAN ASRI KELAS 1

DI SD 19 DAUH PURI

Ni Luh Yesi Oktaviari, DB Ketut Ngurah Semara Putra, Ida Bagus Gede Surya Abadi

Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar

Universitas Pendidikan Ganesha

Singaraja, Indonesia

Email : [email protected], [email protected],

[email protected]

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) motivasi siswa pada pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 tema lingkungan bersih, sehat dan asri kelas I di SDN 19 Dauh Puri, dan (2) faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi pada pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 tema lingkungan bersih, sehat dan asri kelas I di SDN 19 Dauh Puri. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas I di SDN 19 Dauh Puri. Objek penelitian ini adalah motivasi dan faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi siswa pada pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013.Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.Selanjutnya analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) motivasi pada pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 tema lingkungan bersih, sehat dan asri menunjukkan bahwa siswa 77,49 siswa termotivasi dengan baik (2) faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi adalah faktor yang berasal dari dalam dan luar siswa.

Kata kunci: motivasi, pendekatan saintifik, kurikulum 2013

Abstract

This study aimed to describe (1) the student's motivation in learning to approach scientific curriculum 2013 theme of environmentally clean, healthy and beautiful Grade I at SDN 19 Dauh Puri, and (2) the factors that influence the motivation on learning approach to scientific curriculum 2013 theme of environmentally clean, healthy and beautiful grade I at SDN 19 Dauh Castle. The research was qualitative descriptive. The subjects were students of class I at SDN 19 Dauh Castle. The object of this study is the motivation and the factors that influence student motivation in learning the scientific approach to the curriculum 2013.Teknik data collection are observation, interviews, and data analysis performed dokumentasi.Selanjutnya qualitative descriptive analysis. The results showed (1) the motivation of learning with the scientific approach to the curriculum in 2013 the theme of the environment is clean, healthy and beautiful shows that students are well motivated student 77.49 (2) the factors that influence the motivation is a factor that comes from within and outside students.

Keywords : motivation, scientific approach, curriculum 2013

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan sesuatu yang harus ditempuh oleh manusia untuk mengembangkan potensi alami yang dimiliki oleh setiap orang. Pendidikan adalah hal yang terpenting dalam

kehidupan seseorang, melalui pendidikan seseorang dapat dipandang terhormat, memiliki karir yang baik serta dapat bertingkah laku sesuai dengan norma norma yang berlaku dalam masyarakat. Menurut undang-undang Sisdiknas No 20 Tahun 2003 (Kemendikbud, 2014 : 11),

(2)

pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dalam proses pembelajaran, supaya peserta didik dapat mengembangkan potensi dirinya secara aktif supaya memiliki pengendalian diri, keterampilan serta kecerdasan dalam bermasyarakat. Good, Carter V. memaparkan pendidikan adalah proses perkembangan kecakapan individu dalam sikap dan berperilaku dalam masyarakat, proses sosial dimana seseorang mempengaruhi oleh suatu lingkunagn yang terorganisir, seperti rumah atau sekolah, sehingga dapat mencapai perkembangan diri dan kecakapan sosial.

Dapat dikatakan bahwa pendidikan merupakan suatu proses untuk mengembangkan suatu potensi yang ada dalam diri manusia guna meningkatkan keterampilan dan kecakapan yang akan digunakan untuk kepentingan dalam bermasyarakat. Dalam mencapai pendidikan yang maksimal juga diperlukan kurikulum sebagai penunjang sarana pendidikan. Menurut Saylor, Alexander dan

Lewis dalam bukunya Rusman yang dikutip oleh Fadilah (2014:14) menyatakan bahwa “kurikulum sebagai segala upaya sekolah untuk mempengaruhi siswa agar dapat belajar baik didalam sekolah maupun diluar sekolah”.

Sanjaya juga memaparkan bahwa kurikulum bukan hanya sekedar materi pembelaran semata.

Selain sebagai sebuah mata pelajaran, kurikulum dapat juga dimaknai sebagai serangkaian pengalaman belajar peserta didik.Sebagaimana disebutkan oleh para tokoh pendidikan bahwa kurikulum bukan hanya menyangkut mata pelajaran yang harus dipelajari, melainkan menyangkut seluruh seluruh usaha sekolah untuk mempengaruhi siswa belajar, baik didalam maupun diluar sekolah. Kurikulum merupakan perencanaan pembelajaran yang memuat berbagai petunjuk belajar serta hasil berlajar yang diharapkan ( Sanjaya, 2008: 7 ).

Dalam perkembangannya kurikulum mengalami beberapa perubahan, hingga pada yang terbaru yakni kurikulum 2013.

Kurikulum 2013 merupakan kurikulum baru yang mulai deterapkan pada tahun pelajaran 2013/2014. Kurikulum ini adalah pengembangan dari kurikulum yang telah ada sebelumnya ,

Pada kurikulum 2013 siswa dituntut untuk aktif, kreatif dan inovatif dalam setiap pemecahan masalah yang mereka hadapi di sekolah.Kurikulum 2013 menuntut kemampuan guru dalam berpengetahuan dan mencari pengetahuan sebanyak-banyaknya karena siswa zaman sekarang telah mudah mencari informasi dengan bebas melalui perkembangan teknologi dan informasi. Guru dapat memainkan peranan penting terutama dalam membantu peserta didik untuk membangun sikap positif dalam belajar, membangkitkan rasa ingin tahu, mendorong kemandirian dan ketepatan logika intelektual, serta menciptakan kondisi-kondisi untuk sukses dalam belajar.

Pendekatan yang digunakan pada kurikulum 2013 ialah pendekatan saintifik

yang merupakan pendekatan pembelajaran yang menggunakan proses ilmiah. Materi yang dipelajari dan diperoleh peserta dilakukan dengan indra dan akal pikiran sendiri sehingga mereka mengalami secara langsung dalam proses mendapatkan ilmu pengetahuan, melalui pendekatan tersebut peserta didik mampu menghadapi dan memecahkan masalah yang dihadapi dengan baik.

Permasalahan yang muncul saat ini adalah kurangnya antusias siswa dalam proses pembelajaran dan kurangnya motivasi dari orang tua sehingga siswa tidak bersemangat dalam menerima pembelajaran. Siswa kadang tidak bersemangat dan enggan untuk focus dalam menerima pembelajaran sehingga peningkatan mengenai peningkatan motivasi belajar dalam menggunakan metode Saintifik dirasa masih terlalu rendah. Oleh karena itu, peneliti mengangkat masalah dengan judul “Analisis Motivasi Belajar pada Proses Pembelajaran Dengan Pendekatan Saintifik pada kurikulum 2013 kelas I SD 19 Dauh Puri Tahun Ajaran 2015/2016.”

(3)

METODE

Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan deskriptif kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah penelitian yang digunakan untuk meneliti objek yang alamiah, memahami masalah-masalah manusia atau sosial dengan menciptakan gambaran menyeluruh dan komplek yang disajikan dengan kata-kata, berkaitan dengan aspek kualitas, nilai atau makna yang terdapat dibalik fakta.. Penelitian ini dilaksanakan di SD 19 Dauh Puri yang berlokasi di Jalan Teuku umar no 61 X, Denpasar. Alasan pemilihan tempat penelitian ini adalah karena sekolah menggunakan kurikulum 2013. Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan pada natural setting (kondisi yang alamiah), sumber data primer, dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada observasi berperan serta (participant observation), wawancara mendalam (in depth interview), dan dokumentasi. Adapun beberapa metode yang digunakan dalam teknik pengumpulan data antara lain :

Metode Observasi, Metode observasi digunakan oleh peneliti untuk mencari data mengenai motivasi pada proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 dan dari observasi juga akan terlihat hambatan yang mempengaruhi motivasi pada proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013.

Metode observasi yang digunakan adalah teknik observasi nonpartisipatif. Peneliti tidak ikut serta dalam kegiatan, hanya berperan mengamati kegiatan Peneliti berada di dalam kelas untuk mengadakan pengamatan dan pencatatan langsung terhadap proses pelaksanaan pembelajaran sampai pada melakukan evaluasi atau penilaian, tetapi peneliti tidak terlibat langsung dalam aktivitas yang dilakukan subjek penelitian. Observasi dilakukan dengan bantuan instrumen observasi untuk memperoleh data mengenai yang mempengaruhi

motivasi siswa pada proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013.

Metode Wawancara, Metode

pengumpulan data dengan wawancara dilakukan dengan mengajukan pertanyaan kepada responden. Hal ini sejalan dengan pendapat Sugiyono (2008 :194) bahwa wawancara digunakan untuk mengetahui hal-hal mendalam dari responden. Wawancara merupakan kegiatan tanya jawab dengan tatap muka (face to face) antara pewawancara (interviewer) dan yang diwawancarai (interviewee) tentang masalah yang diteliti, dimana pewawancara bermaksud memperoleh persepsi, dan pola pikir dari yang diwawancarai yang relevan dengan masalah yang diteliti (Gunawan, 2013 : 162) Dalam penelitian ini, wawancara yang dilakukan adalah wawancara tidak terstruktur agar responden bisa menjawab secara bebas sesuai dengan pikiran dan isi hatinya. Responden secara spontan dan lugas dapat mengemukakan segala

sesuatu yang ingin

dikemukakannya.Metode wawancara dalam penelitian ini bertujuan untuk mengklarifikasi dan melengkapi data yang telah diperoleh dalam observasi. Dengan demikian, peneliti bisa memperoleh gambaran yang luas mengenai hambatan yang mempengaruhi motivasi pada proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013.

Metode Dokumentasi, Metode dokumentasi digunakan untuk memperoleh data yang bersumber pada tulisan, seperti buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, dan sebagainya (Arikunto, 2005:158).Metode dokumentasi sering dikenal dengan metode pengumpulan dokumentasi yang merupakan penelaahan terhadap referensi yang berhubungan dengan fokus permasalahan penelitian.Dalam penelitian ini, metode dokumentasi peneliti gunakan untuk memperoleh data yang benar-benar valid dan memang diperlukan dalam penelitian. Peneliti akan mengumpulkan data berupa tulisan siswa yang sudah dikoreksi oleh guru (portofolio). Selain itu dengan mengkaji beberapa dokumen akan didapatkan upaya yang mengatasi hambatan yang mempengaruhi

(4)

kemampuan siswa dalam mengamati pada proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013.

Metode analisis data dalam penelitian harus disesuaikan dengan jenis data yang dikumpulkan. Analisis data kualitatif dapat dipandang sebagai sebuah proses, dan juga dipandang sebagai penjelasan tentang komponen-komponen yang perlu ada dalam sesuatu analisis data (Satori, 2014 : 201). Maka dalam konteks keduanya analisis data adalah proses mencari, dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan

dokumentasi, dengan cara

mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan pelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami diri sendiri maupun orang lain.

Analisis data deskriptif kualitatif diarahkan pada identifikasi dan klasifikasi untuk mendapatkan deskripsi yang jelas, rinci, dan memadai, berkenaan dengan kemampuan siswa dalam mengamati pada proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013. Teknis analisis data yang digunakan adalah analis yang menggunakan paparan sederhana, jumlahnya data maupun persentase dan menggunakan tolak ukur ( Arikunto, 2003). Analisis data yang menggunakan teknik deskriptif kualitatif memanfaatkan persentase merupakan langkah awal dari keseluruhan proses analisis. Analisis kualitatif dinyatakan dalam sebuah predikat yang menunjuk pada pernyataan keadaan, ukuran, kualitas. Analisis dengan kualitatif adalah memberikan predikat kepada variable yang diteliti sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Predikat yang diberikan tersebut dalam bentuk peringkat yang sebanding dengan atau dasar kondisi yang diinginkan. Agar pemberian predikat dapat tepat maka sebelum dilakukan pemberi predikat

dilakukan, kondisi tersebut diukur dengan persentase, baru kemudian ditransfer ke predikat. Sejalan dengan arikunto, maka metode observasi dianalisi dengan persentase kemudian ditransfer ke predikat. Untuk memperoleh digunakan rumus :

𝑟

𝑁 x 100 % (1)

(diadaptasi Kristiantari, 1997 : 101) Keterangan :

r : Jumlah siswa yang sudah melakukan idikator

N: Jumlah siswa keseluruhan data kelas

X : Hasil persentase siswa yang sudah melakukan indicator

Persentase digunakan alat untuk menyajikan informasi sejauh mana sumbangan tiap-tiap indicator dalam keseluruhan konteks permasalahan yang sedang dibicarakan. Persentase akan dinyatakan dalam predikat. Dalam penyusunan instrument menggunakan pedoman skala guttman, sehingga dalam memperoleh predikat dibuatkan table hasil presentase dalam rentangan skala guttman. Skala guttman ialah skala yang digunakan untuk jawaban yang bersifat jelas (tegas) dan konsisten ( Riduan, 2013 : 16). Skala pengukuran dengan tipe ini akan didapat jawaban yang tegas yaitu :ya-tidak”, “benar-salah”, “pernah-tidak”, “positif-negatif” dan lain-lain. Data yang diperoleh dapat berupa data interval atau rasio dikotomi (dua alternative). Menelitian menggunakan skala guttman dilakukan bila ingin mendapatkan jawaban yang tegas terhadap sesuatu permasalahan yang ditanyakan. Observasi yang dilakukan oleh peneliti menggunakan checklist. Jawaban responden dapat berupa skor tertinggi bernilai (1) dan skor terendah (0). Misalnya jawaban benar (1) dan salah (0). Analisis dilakukan seperti pada skala Likert.

Berikut table criteria interpretasi skor dalam rentangan skala Likert.

(5)

Tabel 3.4 Tabel Kriteria Interpretasi skor dalam Rentangan Skala Likert. Persentase Kriteria 0%-20% Sangat Kurang 21%-40% Kurang 41%-60% Cukup 61%80% Baik 81%-100% Sangat Baik

(diadaptasi dari Riduwan, 2013) Metode analisis data dalam

penelitian ini adalah menggunakan metode analisis selama di lapangan Model Miles and Huberman. Miles and Huberman dalam Sugiyono (2014 : 337) mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas yang dilakukan dalam analisis data ini adalah data reduction, data display dan conclusion drawing/verification.

Tahap analisis data menurut Miles dan Huberman yang pertama Reduksi data ( Data Reduction). Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu maka perlu dicatat secara teliti dan rinci. Seperti telah dikemukakan, makin lama peneliti ke lapangan, maka jumlah data akan makin banyak, kompleks dan rumit. Untuk itu perlu segera dilakukan analisis data melalui reduksi data.Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, menfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya dan membuang yang tidak perlu. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya,dan mencarinya bila diperlukan (Sugiyono, 2014). Yang kedua Penyajian data ( Data display). Data display (penyajian data) itu merupkan suatu gambaran yang berupa suatu uraian singkat, dimana setiap uraian tersebuat mengacu kepada focus penelitian.

Menrut Sugiyono (2012 : 341) menyatakan dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart, dan sejenisnya. Penelitian ini menggunakan penyajian

data dengan teks yang bersifat naratif.Data yang disajikan dalam penelitian ini berbentuk rangkuman secara deskriptif dan sistematis dari hasil yang diperoleh, sehingga tema sentral dapat diketahui dengan mudah; dan setiap rangkuman diberikan penjelasan dengan memperhatikan kesesuaian dengan fokus penelitian.Diharapkan dari data yang diperoleh akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, data dapat terorganisir dan terdapat pola hubungan dan dapat merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut.Yang ketiga Verifikasi data (Conclusiondrawing/verification) Kesimpulan yang diperoleh dalam penelitian kualitatif diharapkan berupa temuan baru.Kesimpulan ini dapat berupa jawaban dari rumusan masalah yang telah dikemukakan sebelumnya ataupun tidak karena dalam melaksanakan penelitian kualitatif, rumusan masalah dapat berkembang seiring dengan penelitian yang dilakukan peneliti saat di lapangan. Dalam tahap ini, peneliti akan menguji kesimpulan yang telah diambil. Hal ini dilakukan dengan membandingkan dengan teori yang relevan. Selanjutnya, peneliti akan mengecek ulang keseluruhan proses yang telah terlaksana, dimulai dari lembar observasi, angket,wawancara dan bukti dokumentasi. Terakhir, peneliti akan membuat kesimpulan akhir yang akan digunakan dalam pelaporan penelitian ini. HASIL PENELITIAN

Hasil penelitian ini mendeskripsikan data yang diperoleh melalui metode observasi, wawancara serta dokumentasi pada guru dan siswa kelas 1 SD 19 Dauh Puri. Pertama subjek diobservasi secara partisipan dalam jangka waktu dua minggu sampai semua

(6)

objek teropservasi. Kedua peneliti melakukan metode wawancara kepada subjek dan guru kelas 1 secara satu

persatu. Ketiga peneliti

mendokumentasikan beberapa kegiatan pada saat mengobservasi dan saat mewawancara siswa dan guru. Adapun hasil penelitian dari ketiga metode tersebut akan dipaparkan sebagai berikut :

Dalam analisis motivasi siswa, data yang diperoleh melalui metode observasi. Data yang diperoleh diproses menggunakan bantuan Microsoft Office

Excel 2013 untuk mendapatkan nilai rata-rata, dan persentase. Analisis ini

menggunakan statistic deskriptif yang akan membahas tentang motivasi yang di dapat oleh siswa.

Dalam mengukur motivasi siswa dalam lembar observasi diperoleh dari hasil daftar cek (ya-tidak). Dalam menggunakan daftar cek, siswa mendapat nilai apabila criteria penguasaan kemampuan tertentu dapat diamati oleh peneliti. Pada daftar criteria yang sudah disusun oleh peneliti, jika karakteristik tersebut ada pada objek atau subjek yang dievaluasi , maka diberi tanda (√).

Adapun hasil dari observasi yang dilakukan oleh peneliti selama melakukan penelitian adalah ditemukan data sebagai berikut.

Tabel 4.1 Kegiatan Pembelajaran Pada Siswa Kelas 1 SDN 19 Dauh Puri

No Indikator Persentase Rata-rata

1 Siswa memperhatikan guru

memulai pelajaran 84,99% 84,99%

2 Siswa tertarik dengan apersepsi

guru 69,99% 69,99%

3 Siswa melihat aktifitas guru 79,99% 79,99%

4 Siswa memperhatikan bacaan

teman 70,83% 70,83%

5 Siswa aktif dalam proses

pembelajaran 81,66% 81,66%

Berdasarkan table di atas siswa termotivasi dengan baik. Dari lima indicator yang diamati diperoleh rata-rata yang termasuk katagori baik. Berikut penjelasan masing-masing indicator Siswa Memperhatikan Guru Memulai Pembelajaran. Siswa dapat memberikan

perhatian kepada guru dalam memulai pembelajaran. Dalam hal ini guru dapat memfokuskan siswa dan mengondisikan kelas dalam mempersiapkan dan memulai pembelajaran. Kelas 1 Tanggal Observasi 20-04-2016 21-04-2016 22-04-2016 23-04-2016 Jumlah (orang) 19 27 28 28 Persentase (%) 63,33% 90% 93,33% 93,33% Rata-rata Persentase(%) 84,99%

Hasil observasi siswa memperhatikan guru memulai pembelajran sebanyak 84,99 % termasuk kategori sangat baik.

Siswa Tertarik Dengan Apersepsi Guru. Guru dapat memberikan apersepsi yang sesuai dengan materi pembelajaran yang aka dibelajarkan. Guru dapat mengupayakan siswa untuk mau dan

(7)

merasa tertarik dengan materi yang akan dibelajarkan. Kelas 1 Tanggal Observasi 20-04-2016 21-04-2016 22-04-2016 23-04-2016 Jumlah (orang) 19 20 22 23 Persentase (%) 63,33% 66,66% 73,33% 76,66% Rata-rata Persentase (%) 69,99%

Hasil observasi siswa tertarik dengan apersepsi guru sebanyak 69,99 termasuk kategori baik.

Siswa Melihat Aktifitas Guru Siswa melihat aktifitas guru dengan baik.

Kelas 1 Tanggal Observasi 20-04-2016 21-04-2016 22-04-2016 23-04-2016 Jumlah (orang) 22 21 26 27 Persentase (%) 73,33% 70% 86,66% 90% Rata-rata Persentase(%) 79,99%

Hasil observasi siswa melihat aktifitas guru sebanyak 79,99 termasuk katagori baik.

Siswa Memperhatikan Bacaan Teman. Kebiasaan siswa adalah memperhatikan temannya ketika ditunjuk

untuk membaca kedepan kelas. Siswa sangat antusias memperhatikan jika temannya ada yang ditunjuk. Hal ini disebabkan karena karakter siswa yang sesuai usianya masih bersifat egosentris

Kelas 1 Tanggal Observasi 20-04-2016 21-04-2016 22-04-2016 23-04-2016 Jumlah (orang) 18 17 23 27 Persentase (%) 60% 56,66% 76,66% 90% Rata-rata Persentase(%) 70,83%

Hasil observasi yang dilakukan menunjukkan siswa memperhatikan bacaan teman sebanyak 70,83 termasuk katagori baik.

Siswa Aktif Dalam Proses Pembelajaran

Siswa akan sangat tertarik dan antusias dalam proses pembelajran jika pembelajaran itu menarik.

Kelas 1 Tanggal Observasi 20-04-2016 21-04-2016 22-04-2016 23-04-2016 Jumlah (orang) 24 24 25 25 Persentase (%) 80% 80% 83,33% 83,33% Rata-rata Persentase (%) 81,66

(8)

Hasil observasi siswa aktif dalam proses pembelajaran sebanyak 81,66 termasuk katagori sangat baik.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi siswa adalah factor-faktor yang berasal dari dalam diri siswa, yang digolongkan menjadi dua golongan, yaitu faktor-faktor fisiologis dan faktor-faktor psikologis, serta faktor-faktor yang berasal dari luar diri siswa, yang digolongkan menjadi dua golongan yaitu faktor-faktor nonsial dan faktor social.

Menurut hasil wawancara bersama guru kelas I SD di SDN 19 Dauh Puri Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi siswa yaitu:

Intelegensi yang berbeda-beda. Intelegensi yang dimiliki oleh setiap orang berbeda satu dengan yang lainnya. Ada yang memiliki intelegensi yang tinggi ada yang memiliki intelegensi yang rendah. Siswa yang memiliki intelegensi yang tinggi akan lebih mudah memahami pelajaran yang disampaikan oleh guru. Sedangkan siswa yang memiliki intelegensi yang rendah akan mengalami kesulitan dalam memahami pembelajaran yang disampaikan oleh guru sehingga membutuhan perhatian dan bimbingan yang lebih dari guru.

Gaya Belajar Yang Beranekaragam. Siswa akan belajar dengan gaya belajar yang bermacam-macam. Ada tiga gaya belajar yang pada umumnya dimiliki oleh siswa, yaitu visual, yang belajar melalui penglihatan, auditori yaitu belajar melalui pendengaran dan kinestetik yaitu belajar dengan bergerak.

Kurangnya Sarana dan Prasarana yang Menunjang Pembelajaran. Sarana dan prasarana sangat menunjang dalam pembelajaran. Jika sarana dan prasarana tidak menunjang maka siswa akan kurang termotivasi untuk mengikuti pembelajaran. Kurangnya Perhatian dan Dukungan dari Orang Tua. Dukungan dan perhatian orang tua sangat penting bagi siswa, jika orang tuan kurang perhatian kepada anaknya maka siswa tersebut akan mengalami kuranganya antusias dalam belajar karena tidak ada yang memperhatikan.

Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan melaui metode observasi, wawancara dan dokumentasi terlihat

adanya motivasi pada proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013.

Adapun hasil observasi diantaranya adalah terdapat lima indikator yang diamati peneliti saat melakukan observasi. Dari observasi yang dilakukan selama seminggu pada kelas I SDN 19 Dauh Puri, diperoleh hasil sebagai berikut. Siswa Memperhatikan Guru Memulai Pembelajaran. Siswa dapat memberikan perhatian kepada guru dalam memulai pembelajaran. Dalam hal ini guru dapat memfokuskan siswa dan mengondisikan kelas dalam mempersiapkan dan memulai pembelajaran.

Hasil observasi siswa memperhatikan guru memulai pembelajran sebanyak 84,99 % termasuk kategori sangat baik.

Siswa Tertarik Dengan Apersepsi Guru. Guru dapat memberikan apersepsi yang sesuai dengan materi pembelajaran yang aka dibelajarkan. Guru dapat mengupayakan siswa untuk mau dan merasa tertarik dengan materi yang akan dibelajarkan. Hasil observasi siswa tertarik dengan apersepsi guru sebanyak 69,99 termasuk kategori baik.

Siswa Melihat Aktifitas Guru. Siswa melihat aktifitas guru dengan baik. Hasil observasi siswa melihat aktifitas guru sebanyak 79,99 termasuk katagori baik.

Siswa Memperhatikan Bacaan Teman. Kebiasaan siswa adalah memperhatikan temannya ketika ditunjuk untuk membaca kedepan kelas. Siswa sangat antusias memperhatikan jika temannya ada yang ditunjuk. Hal ini disebabkan karena karakter siswa yang sesuai usianya masih bersifat egosentris. Hasil observasi yang dilakukan menunjukkan siswa memperhatikan bacaan teman sebanyak 70,83 termasuk katagori baik.

Siswa Aktif Dalam Proses Pembelajaran. Siswa akan sangat tertarik dan antusias dalam proses pembelajran jika pembelajaran itu menarik. Hasil observasi siswa aktif dalam proses pembelajaran sebanyak 81,66 termasuk katagori sangat baik.

Berdasarkan indikator yang telah dipaparkan diperoleh rata-rata pencapaian setiap indikator yaitu 77,49 siswa sudah termotivasi dengan baik pada proses

(9)

pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 tema lingkungan bersih, sehat dan asri kelas I di SDN 19 Dauh Puri.

Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan bersama guru kelas I di SDN 19 Dauh Puri dapat ditemukan hal-hal sebagai berikut. Tujuan dari motivasi siswa pada kurikulum 2013 adalah meningkatkan antusias siswa dan daya tarik siswa dalam proses pembelajaran sehingga memperoleh hasil belajar yang baik. Dalam melaksanakan pembelajaran di kelas guru dapat berperan penting dalam kegiatan belajar siswa. Kurikulum 2013 menuntut kemampuan guru dalam berpengetahuan dan mencari pengetahuan sebanyak-banyaknya karena siswa zama sekarang telah mudah mencari informasi dengan bebas melalui perkembangan teknologi dan informasi. Guru dapat memainkan peranan penting terutama dalam membantu peserta didik untuk membangun sikap positif dalam belajar, membangkitkan rasa ingin tahu, mendorong kemandirian dan ketepatan logika intelektual, serta menciptakan kondisi-kondisi untuk sukses dalam belajar.Guru semestinya dapat mempersiapkan pembelajaran yaitu dengan cara menyiapkan suatu rancangan pembelajaran yang berisi langkah-langkah pembelajaran yang disebut RPP. Dalam langkah-langkah pembelajaran akan terlihat pendekatan saintifik yang dituangkan dalam RPP.

Pada proses pembelajaran saintifik kurikulum 2013 cara mengetahui motivasi siswa pada proses pembelajara pada kurikulm 2013 dengan cara memberikan pertanyaan-pertanyaan yang memancing antusias dan daya tarik siswa. Cara mengevaluasi tingkat keberhasilan motivasi pada proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 adalah dengan membuat alat evaluasi hasil belajar siswa berupa soal objektif, atau uraian pada akhir pembelajaran.

Ada berbagai faktor yang dapat mempengaruhi motivasi siswa. Faktor tersebut ada yang berasal dari dalam dan luar siswa. Adapun faktor dari dalam diri siswa yaitu yang berhubungan dengan fisiologis dan psikologis. Adapun faktor

yang berasal dari luar diri siswa yaitu faktor social dan non soaial.

Berdasarkan wawancara yang dilakukan kepada narasumber terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi siswa yaitu intelegensi yang berbeda-beda, gaya belajar yang bermacam-macam, minimnya sarana dan prasarana dan kurangnya perhatian dari orang tua.

Berdasarkan hasil wawancara tersebut dapat diketahui faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi pada proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik kurikulum 2013 khususnya pada tema lingkungan bersih, sehat dan asri kelas I di SDN 19 Dauh Puri adalah:

Faktor yang berasal dari dalam diri siswa yaitu:Kecerdasan/ Intelegensi Siswa

Pada umumnya kecerdasan diartikan sebagai kemampuan psiko-fisik dalam mereaksikan rangsangan atau menyesuaikan diri dengan lingkungan melalui cara yang tepat. Intelegensi yang dimiliki oleh setiap orang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Ada yang memiliki intelegensi yang tinggi ada juga yang memiliki intelegensi yang rendah. Siswa yang memiliki intelegensi yang tinggi akan lebih mudah memahami pembelajaran sedangkan siswa yang memiliki intelegensi yang rendah akan mengalami kesulitan dalam memahami pembelajaran sehingga memerlukan bimbingan lebih dari guru.

Gaya Belajar. Gaya belajar adalah cara yang konsisten yang dilakukan oleh seseorang murid dalam menangkap stimulus atau informasi, cara mengingat, berfikir dan memecahkan soal (Nasution, 2009). Ada tiga jenis gaya belajar yaitu visual, auditori, dan kinestetik. Gaya belajar visual menitikberatkan pada ketajaman penglihatan. Gaya belajar auditori menggunakan pendengaran untuk belajar. Gaya belajar kinestetik memberikan kesempatan belajar melalui bergerak. Gaya belajar yang dimiliki siswa berbeda-beda.

Faktor yang berasal dari luar diri siswa yaitu Sarana dan prasarana

Sarana dan prasarana termasuk alat-alat yang dipakai untuk belajar, seperti alat tulis menulis, buku-buku, alat-alat peraga, dan media pembelajaran. Media yang menunjang proses

(10)

pembelajaran akan membuat siswa antusias dan semangat dalam mengikuti pembelajaran. Pada proses pembelajaran yang menggunakan kurikulum 2013 dengan pendekatan saintifik diusahakan siswa belajar menggunakan alat-alat peraga.

Guru memberikan pengaruh yang besar dalam memotivasi siswa. Guru dapat memainkan peranan penting terutama dalam membantu siswa untuk membangun sikap positif dalam belajar. Guru dapat mengupayakan agar siswa termotivasi dalam proses pembelajran sehingga tujuan pembelajaran tercapai.

Teman sebaya. Siswa akan mudah terpengaruh dengan teman sebayanya dan siswa akan cenderung meniru yang dilakukan temannya. Jika ada salah satu yang bermain, maka siswa yang lain juga akan ikut bermain. Teman sebaya dapat mempengaruhi minat dan antusias siswa dalam proses pembelajaran. Pada usia anak-anak jiwa yang dimiliki masih labil, emosional, pemarah dan mempunyai rasa egois yang sangat besar.

Dalam mengatasi faktor-faktor yang menghambat termotivasinya siswa guru sebagai pembimbing harus dapat memfasilitasi siswa dalam belajar. Guru dapat membuat kelompok-kelompok kecil sehingga siswa akan lebih semangat dan antusias dan secara otomatis akan sangat termotivasi untuk mengikuti proses pembelajaran

PENUTUP

Berdasarkan pembahasan yang telahdipaparkan di Bab IV dapatdisimpulkan sebagai berikut. (1) Motivasi siswa kelas 1 di SDN 19 Dauh Puri pada proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 menunjukkan bahwa siswa sudah termotivasi yang titunjukkan dengan lima indikator dengan rata-rata 77,49% dengan baik. (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi siswa dalam pembelajaran dengan pendekatan saintifik pada kurikulum 2013 tema lingkungan bersih, sehat dan asri kelas 1 yaitu adanya factor yang berasal dari dalam dan luar siswa. Faktor yang berasal dari dalam meliputi intelegensi, gaya belajar.

Sedangkan factor dari luar siswa meliputi saranan dan prasarana, guru dan orang tua.

Berdasarkan hasil penelitian, pembahasan dan kesimpulan, maka dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut.BagiGuru,Guru agar mengupayakan dan memfasilitasi siswa agar termotivasi dan antusias dalam setiap pembelajaran.Bagi Sekolah,Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menerapkan proses pembelajaran dengan pendekatan saintifik, sehingga dapat meningkatkan kwalitas dan hasil pembelajaran siswa.Bagi Peneliti Lain,

Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan untuk mengadakan penelitian kembali tentang motivasi di sekolah dasar dengan menggunakan metode dan sarana yang berbeda, untuk mendapatkan gambaran mengenai motivasi

DAFTAR RUJUKAN

Agung. 2012. Metodelogi Penelitian Pendidikan: Fakultas Ilmu Pendidikan.

Daryanto, 2014. Pendekatan Pembelajaran Saintifik. Yogyakarta: Gava Media.

Fadillah.2014. Kurikulum. Pendidikan. Bandung.

Gunandi, Nyoman. 2011. Analisis Profil Pemahaman Siswa SMP Dwijendra Denpasar Tentang Upacara Meoton Dan Implikasinya Terhadap Manajemen Pembelajaran Di Sekolah. Tesis

(tidak diterbitkan). Program Pascasarjana, Universitas Pendidikan Ganesha.

Good, Carter V. 2010. Ilmu Pendidikan. Jakarta: Bumi aksara.

Riduwan. 2013. Skala Pengukuran variable-variabel Penelitian. Bandung: Alfabeta.

Samatowa, Usman.2011. Pembelajaran IPA DI Sekolah Dasar. Jakarta: Permata Puri Media.

Sani,Ridwan Abdulah.2014. Pembelajaran Saintifik Untuk Implementasi Kurikulum 2013. Jakarta: Bumi Aksara.

(11)

Sardiman.2010. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar.Jakarta.: Rineka Cipta.

Satori, Djam’an dan Aan Kamariah. 2014.

Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Slameto. 2013. Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhi. Jakarta: Rhineka Cipta.

Sudaryono,dkk.2013. Pengembangan Instrumen Penelitian Pendidikan. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan (pendekatan kuantitatif dan, kualitatif, dan R & D ). Alfabeta: Bandung.

Sukandi.2011.Pengaruh Kemampuan Guru Mengajar Terhadap Motivasi Belajar Siswa SMK Negeri di Kabupaten Indramayu. Tesis

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Indonesia. Supriyadi, 2013. Strategi Belajar dan

Mengajar. Yogyakarta: Jaya Ilmu. Suryabrata, Sumadi. 2010. Psikologi

Pendidikan. Jakarta. Rajawali Pers.

Tim Penyusun. 2011. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Gambar

Tabel 3.4 Tabel Kriteria Interpretasi skor dalam Rentangan Skala Likert.  Persentase  Kriteria  0%-20%  Sangat Kurang  21%-40%  Kurang  41%-60%  Cukup  61%80%  Baik  81%-100%  Sangat Baik
Tabel 4.1 Kegiatan Pembelajaran Pada Siswa  Kelas 1 SDN 19 Dauh Puri

Referensi

Dokumen terkait

Oleh karena itu, untuk memberikan wadah kepada pelaku industri bordir dan dibuatkan suatu bangunan untuk mengembangkan industri bordir skala rumahan menjadi industri

Hal tersebut tidak bisa diberikan bantuan karena yang mencatat adalah pihak dari program SLRT dan yang berhak diusulkan untuk mendapatkan bantuan adalah yang

246 PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BuDI PEKERTI FAKToR-FAKToR YANG MENYEBABKAN KEMAJuAN PERADABAN ISLAM DI DuNIA BAB 9... Sebelum mulai pembelajaran, bacalah al-Qur’an

Pada usia 30 tahun sering terjadi sklerosis pembuluh darah arteri kec il dan arteriole mio metriu m d i bagian fundus uteri, menyebabkan aliran darah ke

Hasil pengujian stabilitas menunjukkan bahwa jumlah kantong yang terseret pada puncak susunan dipengaruhi oleh kemiringan struktur.. Pada susunan dan bentuk kantong sama,

Pengembangan sistem penyediaan air minum tahap pertama ini diarahkan pada kawasan strategis menurut RTRW Kota Salatiga Tahun 2010 – 2030 yaitu kawasan pendidikan tinggi

Hasil yang serupa didapatkan pada studi pada remaja putri di India dimana tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara asupan besi dengan kadar ferritin

Keuntungan yang diperoleh oleh nasabah dalam penerapan investasi mudharabah pada PT Sun Life Financial Syariah Cabang Cirebon nasabah akan mendapatkan hasil investasi yang