• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

 Pada bulan Oktober 2016 di Kota Denpasar terjadi deflasi sebesar 0,19 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 121,92. Tingkat inflasi kumulatif (Januari – Oktober 2016) sebesar 1,96 persen dan inflasi tahun ke tahun (Oktober 2016 terhadap Oktober 2015) sebesar 3,33 persen.

 Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks pada tiga kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,52 persen; kelompok transport, komunikasi, dan keuangan sebesar 1,07 peersen; serta kelompok sandang sebesar 0,87 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami inflasi adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 1,34 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,39 persen; kelompok kesehatan 0,28 persen; serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,21 persen.

 Komponen inti/core pada Oktober 2016 memberi andil inflasi sebesar 0,04 persen; komponen harga diatur pemerintah/administrative memberi sumbangan inflasi sebesar 0,04 persen; sedangkan komponen bergejolak/volatile memberi sumbangan deflasi sebesar 0,27 persen.

 Komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain: tarif angkutan udara, tarif pulsa ponsel, daging ayam ras, bawang merah, pepaya, dan jeruk. Sedangkan komoditas yang mengalami peningkatan harga selama bulan Oktober 2016 antara lain: cabai merah, sawi hijau, rokok kretek filter, rokok kretek putih, dan tarif listrik.

 Dari 82 kota tercatat 34 kota mengalami deflasi dan 48 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 1,10 persen sedangkan deflasi terendah di Banda Aceh dan Merauke masing-masing sebesar 0,02 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,32 persen dan terendah di Depok dan Manado masing-masing sebesar sebesar 0,01 persen.

 Jika diurutkan dari deflasi tertinggi, maka Denpasar menempati urutan ke-20 dari 34 kota yang mengalami deflasi.

No. 68/11/51/Th. XVI, 1 November 2016

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

OKTOBER 2016 KOTA DENPASAR DEFLASI 0,19 PERSEN

Berdasarkan hasil pemantauan harga-harga pada bulan Oktober 2016 di Kota Denpasar terjadi deflasi sebesar 0,19 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 121,92. Tingkat inflasi kumulatif (Januari Oktober 2016) sebesar 1,96 persen dan inflasi tahun ke tahun (Oktober 2016 terhadap Oktober 2015) sebesar 3,33 persen.

Deflasi terjadi karena adanya penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya indeks pada tiga kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan sebesar 1,52 persen; kelompok transport, komunikasi, dan keuangan sebesar 1,07 persen; serta kelompok sandang sebesar 0,87 persen. Sedangkan kelompok yang mengalami inflasi adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan

(2)

tembakau sebesar 1,34 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,39 persen; kelompok kesehatan 0,28 persen; serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,21 persen.

Deflasi pada bulan September 2016 disumbangkan oleh deflasi pada kelompok bahan makanan sebesar 0,30 persen; kelompok transport, komunikasi, dan keuangan sebesar 0,19 peersen; serta kelompok sandang sebesar 0,05 persen. Kelompok pengeluaran yang memberikan sumbangan inflasi adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,22 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,10 persen; kelompok kesehatan 0,02 persen; serta kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,02 persen.

Gambar 1

Perkembangan Inflasi Kota Denpasar Oktober 2014 Oktober 2016

Tabel 1

Laju Inflasi Kota Denpasar Oktober 2016, Tahun Kalender Oktober 2016, dan Oktober 2016 Terhadap Oktoer 2015 Menurut Kelompok Pengeluaran

Kelompok Pengeluaran IHK Desember 2015 IHK Oktober 2016 Laju Inflasi Oktober 2016 *) Laju Inflasi Tahun 2016 **) Laju Inflasi Tahun ke Tahun ***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) Umum 119,58 121,92 -0,19 1,96 3,33 Bahan Makanan 129,57 133,69 -1,52 3,18 7,46

Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 118,76 126,59 1,34 6,59 7,99 Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 119,30 119,43 0,39 0,11 0,97

Sandang 107,29 113,20 -0,87 5,51 5,45

Kesehatan 118,90 122,39 0,28 2,94 4,14

Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 115,02 118,62 0,21 3,13 3,19 Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 117,26 114,41 -1,07 -2,43 -2,15 *) Persentase perubahan IHK Oktober 2016 terhadap bulan sebelumnya

**) Persentase perubahan IHK Oktober 2016 terhadap bulan Desember 2015 ***) Persentase perubahan IHK Oktober 2016 terhadap bulan Oktober 2015

0.63

0.4

(3)

Tabel 2

Sumbangan (Andil) Inflasi/Deflasi Menurut Kelompok Pengeluaran Kota Denpasar Oktober 2016

Kelompok Pengeluaran Inflasi Andil

(1) (2)

Umum -0,19

1. Bahan Makanan -0,30

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 0,22 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 0,10

4. Sandang -0,05

5. Kesehatan 0,02

6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 0,02

7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan -0,19

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Laju inflasi tahun kalender Oktober 2016 sebesar 1,96

(Oktober 2016 terhadap Oktober 2015) sebesar 3,33 persen. Sedangkan tingkat inflasi tahun kalender 2014 dan 2015 masing-masing sebesar 4,24 persen dan 1,33 persen. Sementara itu, inflasi Year on Year periode yang sama pada tahun 2014 dan 2015 masing-masing sebesar 4,93 persen dan 5,02 persen.

Tabel 3

Inflasi Bulanan, Tahun Kalender, dan Year on Year, di Kota Denpasar

Tahun 2014 2016 Inflasi 2014 2015 2016 (1) (2) (3) (4) 1. Oktober 0,63 -0,56 -0,19 2. Kumulatif Oktober 4,24 1,33 1,96 3. Oktober (Y o Y) 4,93 5,02 3,33 Gambar 2

Laju Inflasi Kota Denpasar Bulan Oktober Tahun 2016 Menurut Kelompok Pengeluaran

-1.52 -1.07 -0.87 0.21 0.28 0.39 1.34 -2.00 -1.50 -1.00 -0.50 0.00 0.50 1.00 1.50

Bahan Makanan Transpor, dll Sandang Pendidikan, dll Kesehatan Perumahan Makanan jadi,dll

(4)

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1.

Bahan Makanan

Indeks kelompok bahan makanan pada bulan Oktober 2016 sebesar 133,69 dan bulan sebelumnya sebesar 135,75 sehingga mengalami deflasi sebesar 1,52 persen. Deflasi pada kelompok bahan makanan didorong oleh deflasi pada enam subkelompok pengeluaran yaitu : subkelompok buah-buahan sebesar 8,76 persen; subkelompok daging dan hasil-hasilnya 4,00 persen; subkelompok sayur-sayuran 2,35 persen; subkelompok bahan makanan lainnya 1,36 persen; subkelompok telur, susu, dan hasil-hasilnya 0,56 persen; serta subkelompok bumbu-bumbuan 0,01 persen. Sedangkan subkelompok yang mengalami kenaikan harga yaitu subkelompok lemak dan minyak 4,92 persen; subkelompok padi-padian, umbi-umbian, dan hasilnya 0,46 persen; subkelompok ikan segar 0,35 persen; subkelompok kacang-kacangan 0,20 persen; serta subkelompok ikan diawetkan 0,11 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan deflasi terbesar pada kelompok ini adalah: daging ayam ras 0,12 persen; bawang merah 0,09 persen; pepaya 0,07 persen; jeruk 0,05 persen; dan cabai rawit 0,03 persen. Sedangkan urutan komoditas yang memberikan sumbangan inflasi terbesar di kelompok ini adalah: cabai merah 0,13 persen; sawi hijau 0,08 persen; minyak goreng 0,03 persen; serta beras 0,02 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,30 persen.

2.

Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau

Indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau pada bulan Oktober 2016 adalah sebesar 126,59 dan bulan sebelumnya sebesar 123,83 sehingga mengalami inflasi sebesar 1,34 persen. Dari tiga subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, semua subkelompok mengalami peningkatan indeks (inflasi) yaitu subkelompok tembakau dan minuman beralkohol 3,95 persen; subkelompok minuman yang tidak beralkohol 0,96 persen; serta subkelompok makanan jadi 0,64 persen.

Komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi antara lain rokok kretek filter 0,07 persen; rokok putih 0,04 persen; dan air kemasan 004 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,22 persen.

3.

Perumahan

,

Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar

Indeks kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar pada bulan September 2016 adalah 119,43 dan bulan sebelumnya 118,97 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,39 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, tiga subkelompok mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu subkelompok perlengkapan rumahtangga 1,41 persen; subkelompok bahan bakar, penerangan, dan air 1,10 persen serta subkelompok penyelenggaraan rumahtangga sebesar 0,03 persen. Sedangkan subkelompok biaya tempat tinggal mengalami deflasi sebesar 0,01 persen.

Komoditas yang memberikan andil inflasi tarif listrik 0,07 persen; kipas angin 0,02 persen; dan bahan bakar rumahtangga 0,01 persen. Komoditas yang memberikan andil deflasi adalah pembasmi nyamuk bakar 0,005 persen dan pembasmi nyamuk spray sebesar 0,003 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,10 persen.

4.

Sandang

(5)

termasuk pada kelompok ini tiga subkelompok mengalami penurunan indeks/deflasi yaitu subkelompok barang pribadi dan sandang lain 2,65 persen; subkelompok sandang anak-anak 0,74 persen; dan subkelompok sandang wanita 0,30 persen. Sedangkan subkelompok sandang laki-laki mengalami peningkatan indeks sebesar 0,17 persen.

Komoditas utama yang memberikan sumbangan deflasi yaitu emas perhiasan 0,03 persen; kemeja panjang katun 0,01 persen; dan pampers 0,01 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan inflasi antara lain celana dalam pria dan sandal karet dengan andil inflasi masing-masing sebesar 0,004 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,05 persen.

5.

Kesehatan

Indeks kelompok kesehatan pada bulan Oktober 2016 adalah sebesar 122,39 dan pada bulan sebelumnya sebesar 122,05 atau mengalami inflasi sebesar 0,28 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua subkelompok yang mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika sebesar 0,55 persen serta subkelompok obat-obatan 0,33 persen. Sedangkan subkelompok jasa kesehatan dan subkelompok jasa perawatan jasmani tidak mengalami perubahan indeks/tetap.

Komoditas pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi adalah shampo dan

deodorant masing-masing sebesar 0,01 persen. Sedangkan komoditas yang memberikan sumbangan deflasi antara lain kapas sebesar 0,003 persen dan hand body lotion sebesar 0,002 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,02 persen.

6.

Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga

Indeks kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada bulan Oktober 2016 adalah sebesar 118,62 dan pada bulan sebelumnya sebesar 118,37 atau mengalami inflasi sebesar 0,21 persen. Dari lima subkelompok yang termasuk dalam kelompok ini, dua subkelompok mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan sebesar 1,45 persen dan subkelompok rekreasi sebesar 0,17 persen. Sedangkan subkelompok lainnya yaitu subkelompok pendidikan; subkelompok kursus-kursus/pelatihan; serta subkelompok olahraga tidak mengalami perubahan indeks/tetap.

Komoditas yang memberikan sumbangan/andil inflasi pulpen/bolpoint dan kertas HVS masing-masing sebesar 0,01 persen. Sedangkan komoditas yang mengalami penurunan harga adalah pensil hitam dengan andil deflasi sebesar 0,002 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,02 persen.

7.

Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan

Indeks kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan pada bulan Oktober 2016 adalah sebesar 114,41 dan bulan sebelumnya sebesar 115,65 sehingga mengalami deflasi sebesar 1,07 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua subkelompok mengalami penurunan indeks/deflasi yaitu subkelompok transpor sebesar 1,37 persen serta subkelompok komunikasi dan pengiriman sebesar 0,87 persen. Dua subkelompok lainnya yaitu subkelompok sarana dan penunjang transpor serta subkelompok jasa keuangan tidak mengalami perubahan indeks/tetap.

Komoditas yang memberikan andil deflasi antara lain tarif angkutan udara 0,16 persen dan tarif pulsa ponsel 0,04 persen. Sedangkan komoditas yang mengalami peningkatan harga adalah biaya

(6)

pengiriman barang dengan andil sebesar 0,001 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,19 persen.

Tabel 4

Indeks Harga Konsumen, Tingkat Inflasi, dan Sumbangan Inflasi Kota Denpasar Bulan Oktober 2016 dan September 2016 menurut Kelompok Pengeluaran (2012=100)

Kelompok/Subkelompok Indeks September 2016 Indeks Oktober 2016 Perubahannya (%) Sumbangan Inflasi (1) (2) (3) (4) (5) UMUM 122,15 121,92 -0,19 -0,19 I. BAHAN MAKANAN 135,75 133,69 -1,52 -0,30

a. Padi-padian, Umbi-umbian, dan Hasilnya 122,77 123,33 0,46 0,02

b. Daging dan Hasil-hasilnya 146,33 140,48 -4,00 -0,13

c. Ikan Segar 133,24 133,70 0,35 0,01

d. Ikan Diawetkan 132,04 132,19 0,11 0,00

e. Telur, Susu, dan Hasil-hasilnya 124,97 124,27 -0,56 -0,01

f. Sayur-sayuran 124,19 121,27 -2,35 -0,03

g. Kacang-kacangan 122,94 123,19 0,20 0,00

h. Buah-buahan 182,29 166,32 -8,76 -0,19

i. Bumbu-bumbuan 182,47 182,45 -0,01 0,00

j. Lemak dan Minyak 91,48 95,98 4,92 0,04

k. Bahan Makanan Lainnya 131,18 129,39 -1,36 0,00

II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK, DAN TEMBAKAU 124,91 126,59 1,34 0,22

a. Makanan Jadi 119,69 120,46 0,64 0,06

b. Minuman Tidak Beralkohol 126,90 128,12 0,96 0,04

c. Tembakau dan Minuman Beralkohol 140,15 145,69 3,95 0,12

III. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS, DAN BAHAN BAKAR 118,97 119,43 0,39 0,10

a. Biaya Tempat Tinggal 111,81 111,80 -0,01 0,00

b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 145,07 146,67 1,10 0,08

c. Perlengkapan Rumahtangga 101,00 102,42 1,41 0,03 d. Penyelenggaraan Rumahtangga 119,68 119,71 0,03 0,00 IV. SANDANG 114,19 113,20 -0,87 -0,05 a. Sandang Laki-Laki 111,82 112,01 0,17 0,00 b. Sandang Wanita 116,14 115,79 -0,30 0,00 c. Sandang Anak-Anak 112,43 111,60 -0,74 -0,01

d. Barang Pribadi dan Sandang Lain 116,45 113,36 -2,65 -0,03

V. KESEHATAN 122,05 122,39 0,28 0,02

a. Jasa Kesehatan 100,93 100,93 0,00 0,00

b. Obat-obatan 137,33 137,78 0,33 0,00

c. Jasa Perawatan Jasmani 124,95 124,95 0,00 0,00

d. Perawatan Jasmani dan Kosmetika 138,70 139,46 0,55 0,01

VI. PENDIDIKAN, REKREASI, DAN OLAHRAGA 118,37 118,62 0,21 0,02

a. Pendidikan 130,36 130,36 0,00 0,00

b. Kursus-kursus/Pelatihan 100,07 100,07 0,00 0,00

c. Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 108,30 109,87 1,45 0,02

d. Rekreasi 100,29 100,46 0,17 0,00

e. Olahraga 110,92 110,92 0,00 0,00

VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI, DAN JASA KEUANGAN 115,65 114,41 -1,07 -0,19

a. Transpor 125,93 124,20 -1,37 -0,16

b. Komunikasi dan Pengiriman 99,04 98,18 -0,87 -0,04

c. Sarana dan Penunjang Transpor 102,12 102,12 0,00 0,00

(7)

PERBANDINGAN INFLASI KOTA DENPASAR DENGAN KOTA LAIN

DI INDONESIA OKTOBER 2016

Dari 82 kota tercatat 34 kota mengalami deflasi dan 48 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Sorong sebesar 1,10 persen sedangkan deflasi terendah di Banda Aceh dan Merauke masing-masing sebesar 0,02 persen. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,32 persen dan terendah di Depok dan Manado masing-masing sebesar sebesar 0,01 persen.

Tabel 5

Perbandingan Indeks Harga Konsumen dan Inflasi/Deflasi 82 Kota bulan Oktober 2016

No Kota IHK Inflasi/Deflasi (%)

(1) (2) (3) (4) 1 SIBOLGA 130,83 1,32 2 JAMBI 126,13 1,19 3 MEDAN 131,74 1,11 4 TUAL 138,16 0,74 5 PEKANBARU 125,96 0,67 6 PEMATANG SIANTAR 130,32 0,63 7 BOGOR 125,11 0,59 8 BANDAR LAMPUNG 125,88 0,58 9 PADANG 131,90 0,56 10 BUNGO 123,70 0,55 11 BENGKULU 134,76 0,53 12 AMBON 124,59 0,53 13 PADANGSIDIMPUAN 124,37 0,50 14 TEMBILAHAN 129,65 0,49 15 DUMAI 126,50 0,47 16 BAU-BAU 130,13 0,42 17 MATARAM 123,13 0,40 18 BUKITTINGGI 125,66 0,37 19 MEULABOH 125,25 0,32 20 LUBUKLINGGAU 123,11 0,32 21 TANJUNG PANDAN 132,11 0,31 22 TARAKAN 135,52 0,31 23 TANJUNG PINANG 125,36 0,26 24 MAUMERE 118,72 0,26 25 DKI JAKARTA 125,63 0,25 26 LHOKSEUMAWE 121,79 0,22 27 TEGAL 122,18 0,22 28 PARE-PARE 120,78 0,22 29 KUDUS 129,94 0,19 30 KUPANG 125,63 0,18 31 SERANG 132,44 0,17 32 BANDUNG 123,84 0,14 33 KENDARI 121,79 0,12 34 CIREBON 120,73 0,10 35 BATAM 125,43 0,07 36 TANGERANG 131,99 0,07 37 SEMARANG 123,67 0,06 38 CILEGON 129,14 0,06 39 YOGYAKARTA 122,39 0,05 40 BULUKUMBA 129,09 0,05

(8)

...Lanjutan Tabel 5 No Kota IHK (%) (1) (2) (3) (4) 41 METRO 133,11 0,04 42 TASIKMALAYA 123,49 0,04 43 CILACAP 127,01 0,04 44 SUKABUMI 124,01 0,02 45 PURWOKERTO 121,84 0,02 46 MAKASSAR 125,53 0,02 47 DEPOK 123,65 0,01 48 MANADO 124,03 0,01 49 BANDA ACEH 118,92 -0,02 50 MERAUKE 130,73 -0,02 51 SUMENEP 121,72 -0,05 52 BEKASI 121,77 -0,07 53 MADIUN 121,57 -0,07 54 BALIKPAPAN 129,79 -0,07 55 PALEMBANG 123,43 -0,08 56 KEDIRI 121,48 -0,08 57 JAYAPURA 126,72 -0,09 58 SURAKARTA 121,31 -0,10 59 SURABAYA 124,75 -0,10 60 SAMARINDA 127,36 -0,10 61 MAMUJU 123,73 -0,17 62 BANYUWANGI 121,62 -0,18 63 DENPASAR 121,92 -0,19 64 MALANG 125,06 -0,20 65 PALOPO 122,78 -0,20 66 PROBOLINGGO 122,05 -0,21 67 TERNATE 129,51 -0,21 68 JEMBER 121,05 -0,26 69 BANJARMASIN 125,11 -0,26 70 SINGARAJA 133,21 -0,32 71 PANGKAL PINANG 130,12 -0,34 72 PALANGKARAYA 121,57 -0,34 73 PONTIANAK 133,46 -0,36 74 SINGKAWANG 124,45 -0,40 75 WATAMPONE 119,58 -0,42 76 GORONTALO 120,47 -0,42 77 BIMA 128,53 -0,46 78 SAMPIT 124,53 -0,63 79 MANOKWARI 119,80 -0,82 80 PALU 125,04 -0,95 81 TANJUNG 123,89 -1,08 82 SORONG 125,95 -1,10

(9)

ANDIL INFLASI MENURUT KOMPONEN PENGELUARAN OKTOBER 2016

Komponen inti/core mengalami inflasi pada Oktober 2016 sebesar 0,06 persen dengan andil inflasi sebesar 0,04 persen, komponen harga diatur pemerintah/administrative mengalami inflasi sebesar 0,21 persen dengan andil inflasi sebesar 0,04 persen; serta komponen bergejolak/volatile

mengalami deflasi sebesar 1,50 persen dengan andil deflasi sebesar 0,27 persen.

Tabel 6

Tingkat Inflasi Oktober 2016, Tahun Kalender 2016, dan Tahun ke Tahun Menurut Kelompok Komponen

Komponen IHK Oktober 2015 IHK Desember 2015 IHK Oktober 2016 Tingkat Inflasi Oktober 2016 (%) Tingkat Inflasi Tahun Kalender 2016 (%) Tingkat Inflasi Tahun ke Tahun (%) Andil Inflasi Oktober 2016 (%) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) U m u m 117,99 119,58 121,92 -0,19 1,96 3,22 -0,19 1 Inti (core) 111,69 112,36 114,99 0,06 2,34 2,96 0,04

2 Harga Diatur Pemerintah (administrative) 138,38 139,93 138,93 0,21 -0,71 0,40 0,04

(10)

Informasi lebih lanjut hubungi:

I Gede Nyoman Subadri, S.E.

Kepala Bidang Statistik Distribusi

BPS Provinsi Bali

Telepon: 0361-238159, Fax: 0361-238162

E-mail: [email protected]

Referensi

Dokumen terkait

Dari beberapa komponen yang telah dijelaskan, Kasab juga merupakan komponen benda adat yang sangat penting perannya bagi masyarakat suku Aneuk Jamee dalam

Dokumen merupakan data yang diperoleh dari penelitian yang berupa dokumen (poto) dan informasi dari masyarakat yang berhubungan dengan obyek penelitian yaitu

Panti Jompo kelas premium memiliki fasilitas lebih banyak dan perawatan yang lebih baik, di lingkungan yang aman untuk membantu warga lansia dapat hidup

Penggunaan superdisintegrant yaitu Explotab ® dalam formulasi dapat meningkatkan waktu hancur tablet, Explotab ® adalah salah satu dari super disintegrant yang efektif

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) Penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler pramuka di sekolah dasar, (2) Kandungan nilai karakter gotong royong pada

x Produk model TASC untuk meningkatkan kemampuan mencipta peserta didik dalam fisika yang dihasilkan telah memenuhi kategori valid, terbaca, dan praktis namun belum

Menurut Ibnu Maskawaih, akhlak merupakan bentuk jamak dari khuluq yang berarti keadaan jiwa yang mengajak seseorang melakukan perbuatan-perbuatan tanpa memikirkan

Kawasan hutan dan areal perkebunan gampong Pasir Belo terletak di dalam KEL dengan status lahan APL (Areal Penggunaan Lain), sebahagian besar hutan yang baru