Peran Greenpeace Dalam Penanganan Polusi Udara di China (2010-2013) Alam Setia Budi / 0911243002
Fakultas Ilmu Sosial Dan Politik Hubungan Internasional
2014
__________________________________________________________________
China adalah negara yang mempunyai penduduk terpadat di dunia. Perekonomian China juga telah menjadi perekonomian utama yang paling cepat tumbuh di dunia. Pada saat ini pembangunan di China mengalami kemajuan yang sangat pesat. Hal ini diiringi dengan semakin meningkatnya perkembangan dan kemajuan di bidang industri. Dua pabrik di China bernama Kompleks Kota Tekstil, Youngor dipilih sebagai bagian dari penyelidikan Greenpeace. Pabrik ini terletak di sepanjang industri manufaktur China Sungai Yangtze dan Pearl. Pembuangan bahan kimia hasil dari limbah pabrik ini menghasilkan beberapa penyakit seperti pengganggu hormon, dan penyakit yang dapat merusak sistem reproduksi manusia.
Greenpeace adalah organisasi internasional yang bergerak di bidang lingkungan hidup. Greenpeace bukanlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) asing, Greenpeace merupakan organisasi internasional yang eksis di berbagai negara. Kegiatan yang dilakukan oleh Greenpeace adalah mencegah adanya limbah beracun, berkampanye melawan perusakan hutan, melobi pemerintah mengenai isu-isu energi berkelanjutan.
Studi terdahulu pertama mengenai peran Greenpeace dalam mengatasi penyelundupan kayu dengan menggunakan konsep peranan NGO dan environmental security. Fokus utama Greenpeace adalah melakukan kampanye untuk menghentikan berbagai aksi perusakan lingkungan seperti polusi udara yang menjadi fokus utama dalam penelitian.
Penelitian yang penulis lakukan memiliki kesamaan dengan studi terdahulu pertama, dimana penulis juga menggunakan konsep peranan NGO untuk menjawab serta menganalisa rumusan masalah yang penulis ajukan. Sedangkan untuk perbedaan penelitian yang pertama yaitu penelitian penulis terdapat pada pemilihan fenomena, yang mana penulis mengambil fenomena di Negara China.
Greenpeace dibentuk oleh beberapa individu pada tahun 1971 di wilayah Vancouver Kanada, tepatnya di kepulauan Amchitka di wilayah negara bagian Alaska, Amerika Serikat. Fokus utama dalam kerusakan lingkungan yang di sebabkan oleh industri tersebut, membuat beberapa kalangan masyarakat seperti Irving, Dorothy Stowe, Jim, Marie Bohlen serta Will dan Ann Jones yang merupakan individu-individu dengan kepedulian dalam lingkungan membuat sebuah kelompok yang dinamakan Greenpeace. Dalam Kegiatan agenda Greenpeace, Greenpeace mempunyai rencana untuk mengatasi isu permasalahan lingkungan. Tujuan dari rencana tersebut agar untuk memantapkan program-program yang telah dibuat untuk perkembangan berkelanjutan. Sistem pendanaan Greenpeace yang disebut “One Greenpeace” yang maksudnya adalah sebuah organisasi global yang selalu menangani isu-isu lingkungan dan solusinya tidak pernah berhenti dalam menangani permasalahan yang ada.
macam instansi demi melestarikan lingkungan hidup. Greenpeace juga melakukan mencari informasi yang luas dengan lingkungan hidup guna memperluas wawasan mengenai isu-isu lingkungan yang terjadi.
Dalam mencapai suatu tujuan, Greenpeace melakukan riset penelitian, melobi pemerintah dan melakukan diplomasi. Greenpeace juga menggunakan cara yang dilakukan oleh organisasi lingkungan seperti menghadiri konferensi internasional dan tujuan Greenpeace adalah untuk menjaga bumi serta memeliharan kehidupan dalam segala keragamannya. Greenpeace Asia Timur merupakan organisasi lingkungan yang keberadaanya di China yang berdiri pada tahun 1997. Kegiatan Greenpeace di Asia Timur berfokus pada pembuagan limbah elektronik dan limbah pertanian. Selain itu Greenpeace memperluas kegiatannya untuk mendesak China untuk membersihkan sungai dan danau yang tercemar dan menyoroti pentingnya perubahan iklim.
lingkungan, menghentikan kejahatan lingkungan, dan mengedepankan pembangunan bersih.
China merupakan salah satu negara dengan perekonomian terbesar di dunia. China mempunyai jumlah penduduk terbesar di dunia yaitu mencapai 1,350,695,000 jiwa pada tahun 2012. Selain itu China juga mempunyai luas wilayah yang cukup luas sekitar sekitar 9,5 juta km2. China merupakan salah satu
negara raksasa ekonomi dunia dan China juga telah melewati Amerika Serikat
sebagai negara dengan tingkat emisi CO2 terbesar di dunia. Memasuki tahun
2010, tingkat emisi China naik sebesar 10,4% dibandingkan dari tahun
sebelumnya.
Kebutuhan batu bara di China menjadi kebutuhan sehari-hari dan ini juga
yang membuat perekonomian China menjadi tertinggi di dunia. Kebutuhan batu
bara di China meningkat dari 26% hingga 30%. Dan ditahun 2010, kebutuhan
batu bara China meningkat menjadi 7% dan kebutuhan tersebut adalah menjadi
konsumsi di China. Selain itu produksi batu bara ini juga merupakan industri yang
sangat menguntungkan bagi China.
hilangnya 25 gambar satelit. Selain itu, polusi tersebut menyebabkan gangguan pada kesehatan yang membuat masyarakat terkena berbagai penyakit. Kerusakan lingkungan ini sangat merugikan, selain merugikan juga membawa efek negatif pada kesehatan masyarakat, juga berdampak buruk pada perekonomian negara.
Dalam melindungi lingkungannya, Pemerintah China membuka kesempatan untuk organisasi internasional dalam mengatasi masalah polusi udara di wilayahnya, melalui organisasi non pemerintahan yang sangat aktif menangani isu lingkungan yaitu polusi udara dapat dilakukan dengan cara penggunaan efisiensi energi serta pengaturan bahan bakar yang bersih dan proyek energi yang dapat diperbaharui. China adalah penghasil emisi gas rumah kaca terbesar di dunia. Peran NGO dalam mengatasi upaya tersebut berhasil untuk menghentikan perubahan iklim di China. Peran Greenpeace dalam melawan perubahan iklim di China yaitu Greenpeace mendesak China untuk menjauhi dari industri batu bara, Greenpeace melobi China untuk memainkan perannya di perundingan internasional mengenai perubahan iklim, Greenpeace mendesak China untuk menggunakan energi terbaharui dan menetapkan standar efisiensi energi yang kuat, dan Greenpeace melakukan kerjasama dengan para ilmuwan, industri, dan pemerintah agar China mau menggunakan bahan ramah lingkungan.
sembarangan meliputi dioksin, zat pelarut, dan berbagai logam seperti merkuri, timbal, tembaga dan pestisida-pestisida yang sangat bertahan lama mulai dari klordan, mireks hingga dihlor difenil trihloretan (DDT).
Greenpeace mempunyai peran penting dalam menangani polusi udara yang terjadi di China. Greenpeace menjalankan perannya dalam Awareness-Raising, Campaigning and advocacy dengan baik. Hasil tersebut adalah telah menyadarkan pemerintah China akan pentingnya kualitas udara untuk masyarakatnya dengan membuat beberapa kebijakan seperti lebih mengawasi perusahaan-perusahaan dalam pengelolaan limbah.
Greenpeace melakukan reporting, monitoring, dan melakukan penelitian-penelitian untuk mengetahui kondisi lingkungan yang sedang terjadi. Melalui reporting dan monitoring, Greenpeace dapat mendorong partisipasi aktif masyarakat terhadap polusi udara. Dari peran kedua ini, Greenpeace dapat membantu menyelesaikan permasalahan polusi udara di China.
Berkaca pada kegiatan Government and NGO Partnership, Pemerintah China mempunyai organisasi SEPA sebagai organisasi perlindungan lingkungan di China. Organisasi SEPA ini adalah organisasi untuk perlindungan lingkungan di China. Perdana menteri lingkungan China memberikan data-data mengenai polusi udara yang terjadi di negaranya, dan SEPA menerima dari Pemerintah China untuk melakukan perubahan dengan inovasi teknologi baru dan untuk membuat rencana program dalam mengatasi polusi udara di China.
Disisi Regional and International Cooperation and Networking Pemerintah melakukan kerjasama regional dengan Jepang dan Korsel untuk menyelesaikan permasalahan polusi lintas batas udara. Dan Pemerintah China melakukan kerjasama international dengan EPA untuk mengatasi polusi udara di China. Dan Greenpeace memiliki program khusus (Community-based project) bagi para warga China untuk menjaga lingkungan dan sumber daya alam.