31
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAYAK ASLI (KANAYATN) MELALUI MPLEMENTASI PENDAMPINGAN DESA SIAGA, AKSES PENDIDIKAN DAN SOSIAL EKONOMI
THE ORIGINAL DAYAK (KANAYATN) COMMUNITY EMPOWERMENT
THROUGH THE ALERT VILLAGE, ACCESS TO EDUCATION AND SOCIAL ECONOMY Elly Trisnawati (1), Andri Dwi Hernawan (1), Dini Hadiarti (2)
1Prodi Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Pontianak 2Prodi Pendidikan Kimia Universitas Muhammadiyah Pontianak
*email : [email protected]
Jalan Ahmad Yani No. 111 Pontianak – Kalimantan Barat
ABSTRACT
Landak is one of the district with some area still far from optimal conditions, either health, education, nor economic sectors. Most of the people of Landak has graduated on elementary school (>50%), PHBS (Clean and Healthy Living Behaviour) problems become priority in health field. The economic conditions is in middle to lower category . One of the area in Landak, which still require efforts to improve human resources is Mempawah Hulu District which is dominated by Dayak Kanayatn tribe. The purpose of KKN-PPM activities in Kecamatan (Sub District) Mempawah Hulu is to empower the community in health, education and socio-economic sectors . The method implemented in order to empower the society , by a trigger role form and community , institutional reinforcement and community mobilization. Third partys in this activity is Kecamatan Mempawah Hulu along with three villages in the region districts and Puskesmas (Public Helath Center) Karangan. Through these activities, Alert village could be activated again. Establishment of PHBS (Clean and Healthy Living Behaviour) cadres, cadres Alert , pioneer of GENRE as well as an initiation of ODF hamlet can implemented . In the fields of education, it is formed reading house thet has the synergy with green school and formation learning group. In field of entrepreneurship, it is formed a catfish cultivation group and chicken boiler cultivation group as well formed group of entrepreneurship that has a society priority within its products originated from ingredients local . The expectation is that from the whole program has initiated, will be able to be applied on sustainable in three villages, namely Pahokng Village , Caokng and Tunang
Keyword : empowerment, alert village, entrepreneurship , Dayak Kanayatn
PENDAHULUAN
Pembangunan sumber daya manusia dalam segala aspek mutlak sangat diperlukan demi kelangsungan kemaslahatan bangsa, kualitas sumber daya manusia yang cukup rendah disebabkan kurang meratanya pembangunan di segala aspek baik sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan serta sarana prasarana pada daerah-daerah. Salah satu indikator pencapaian pembangunan di suatu negara adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM). IPM berupa sumber daya yang sehat dan berkualitas merupakan modal utama dalam pembangunan kesehatan. Kesehatan bersama dengan pendidikan dan perekonomian merupakan 3 aspek penting yang dapat mempengaruhi kualitas sumber daya manusia.
Kalimantan Barat merupakan provinsi di Indonesia yang memiliki IPM pada peringkat 28 dari 33 provinsi.[1] Sedangkan IPM Kabupaten Landak merupakan kabupaten dengan peringkat 5 dari 14
Kabupaten/Kota di Kalimantan Barat.[2] Meskipun IPM Kabupaten Landak masuk dalam 5 besar, akan
32
Landak dan tingkat perekonomian yang relatif terkategori menengah ke bawah. Hal tersebut menunjukkan bahwa Kabupaten Landak merupakan salah satu kabupaten yang perlu mendapat perhatian dalam pembangunan di semua sektor, antara lain kesehatan, pendidikan dan perekonomian. Diantara kecamatan di wilayah Kabupaten Landak yang masih memerlukan upaya peningkatan SDM adalah Kecamatan Mempawah Hulu. Kecamatan tersebut merupakan salah satu dari 13 kecamatan di Kabupaten Landak dengan luas wilayah 495,64 km2 [3]
Kondisi Kecamatan Mempawah Hulu yang merupakan wilayah dengan prosentase penduduk asli (Dayak Kanayatn) yang sangat besar, yaitu sekitar 90%, masih memerlukan pembinaan dari beberapa sektor, terutama pada sektor kesehatan, pendidikan dan perekonomian masyarakatnya. Terlebih kondisi wilayah kecamatan tersebut memiliki beberapa desa yang merupakan desa dengan prosentase keluarga menengah ke bawah yang cukup banyak dan terdapat risiko putus sekolah bagi anak-anak dari keluarga tersebut. Kecamatan Mempawah Hulumemiliki 17 desa dimana 1 dari desa tersebut merupakan Desa siaga.
Desa siaga adalah desa yang telah menjalankan sistem kesehatan yang adil bagi masyarakat bersama negara yang bertujuan untuk menjaga kesehatan warga terutama untuk mencegah kematian ibu dan bayi dengan mengutamakan kebutuhan dan kepentingan serta tindakan yang didasarkan atas pilihan masyarakat itu sendiri. Inti dari desa siaga adalah pemberdayaan. Desa Siaga merupakan upaya yang strategis dalam rangka percepatan pencapaian tujuan pembangunan milenium (Millenium Development Goals). Pentingya desa siaga adalah dapat mencegah permasalahan kesehatan, bencana, dan kegawatdaruratan secara mandiri. Sehingga dengan adanya desa yang siaga diharapkan dapat tercapainya Desa Sehat, Kecamatan Sehat, Kabupaten Sehat, Provinsi Sehat dan Indonesia Sehat Tahun 2020. Semua desa di wilayah Kecamatan Mempawah Hulu memiliki posyandu, yaitu berkisar 2 – 5 posyandu per desa.[4]
Kecamatan Mempawah Hulu hanya memiliki 1 desa siaga yaitu di Desa Tunang dengan kondisi yang belum berjalan secara optimal sehingga diperlukan penguatan dan pendampingan kembali. Sedangkan desa-desa lainnya belum merupakan desa siaga. Adapun indikator desa siaga yaitu memiliki pelayanan kesehatan dasar (polindes dan pustu), ada tenaga kesehatan (bidan desa dan perawat kesehatan) serta memiliki upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yaitu posyandu. Posyandu yang ada di ke tiga desa tersebut masih dalam strata pratama dan madya sehingga perlu dilakukan revitalisasi atau peningkatan mutu kader posyandu dan posyandu ke strata yang lebih baik, karena dengan meningkatkan stratifikasi posyandu berarti menurunkan angka kematian ibu dan bayi sehingga meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.[4] Di wilayah kecamatan ini masih terdapat kasus
kematian pada bayi dan balita pada tahun 2014, yaitu 10 balita (8 kematian bayi dan 2 kematian anak balita). Prosentase balita yang naik berat badannya masih di bawah standar nasional yaitu baru 67,1% dan peran serta masyarakat D/S masih di bawah target kabupaten, yaitu baru mencapai 67,7%.[5] Akses
ke pelayanan kesehatan yang paling bermasalah adalah di Desa Caokng. Desa Caokng yang merupakan desa dengan akses pelayanan kesehatan yang cukup jauh dengan kondisi jalan aspal dan sebagian tanah kuning.[6] Sedangkan untuk Desa Pahokng merupakan desa yang memiliki kompleksitas permasalahan
terutama di bidang kesehatan.[7] Keberadaan desa siaga yang belum maksimal di desa Tunang
dipengaruhi oleh kurangnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya desa siaga.[8] Prosentase
33
pada tahun 2015 masih terdapat 11 kasus DBD dan 1 kasus meninggal dengan angka kesakitan 20,5 per 100.000 penduduk, angka ini lebih tinggi dari target Indonesia Sehat (2 per 100.000 penduduk).[5] Pada
bidang pendidikan perlu adanya inisiasi pembentukan PAUD di Desa Caokng, PAUD baru ada di desa Pahokng dan Tunang, tetapi belum optimal dalam pembelajarannya. Selain itu prosentase lulusan SD dan putus sekolah juga masih tinggi. SMP dan SMA belum merata di semua desa. Terutama di desa Pahokng hanya ada SD dan PAUD. Sedangkan SMA hanya ada di desa Tunang. Di bidang social ekonomi, masih terdapat status ekonomi masyarakat yang berada pada tingkat menengah ke bawah, terutama di Desa Pahokng dan Desa Caokng. Padahal dilihat dari potensinya wilayah tersebut memiliki potensi yang bisa dikembangkan dalam rangka peningkatan daya beli masyarakat. Selain itu terdapat permasalahan yang cukup urgent untuk segera ditangani yaitu, angka pernikahan dini di wilayah tersebut masuk dalam kategori tinggi, dimana usia pernikahan adalah usia 15 – 16 tahun
Potensi masyarakat Kecamatan Mempawah Hulu terlihat dari bidang pertanian dan perkebunan, sehingga bisa dikembangkan untuk meningkatkan nilai jual dan meningkatkan pendapatan rumah tangga masyarakat. Struktur sosial budaya masyarakat Kecamatan Mempawah Hulu umumnya berasal dari suku dayak, terutama Dayak Kanayatn. Karakteristik masyarakat dayak dikenal sebagai masyarakat yang identik dengan tradisi agama Katolik/Kristen, ramah, mementingkan hidup kekeluargaan, secara ekonomi tidak agresif atau menganut pola hidup kesederhanaan.Karakteristik tersebut sebenarnya merupakan potensi yang dapat ditingkatkan dalam pengembangan sumber daya manusia. Mata pencaharian yang paling dominan adalah bertani, berkebun, beternak, berdagang serta sebagian sebagai pegawai negeri sipil. Di samping suku Dayak asli (Dayak Kanayatn) terdapat suku lain seperti suku Melayu, Jawa, Madura, Batak, Cina dan Bugis.[3] Kondisi ini menunjukkan bahwa masyarakat
Kecamatan Mempawah Hulu memiliki heterogenitas suku bangsa, meskipun tetap didominasi oleh suku Dayak, sebagai suku asli wilayah tersebut.
Berdasarkan potensi dan permasalahan yang telah dipaparkan di atas, maka diperlukan sebuah upaya pemberdayaan masyarakat dayak asli (Dayak Kanayatn) melalui implementasi desa siaga, akses pendidikan dan sosial ekonomi dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak Kalimantan Barat. Adapun upaya yang akan dilakukan dalam penyelesaian masalah tersebut, antara lain melalui kegiatan pendampingan dan Implementasi Desa Siaga, Peningkatan Akses Pendidikan, dan Pembinaan Sosial Ekonomi Keluarga.
METODE PENGABDIAN
Dalam upaya mewujudkan pemberdayaan masyarakat tersebut beberapa startegi dilakukan dengan mengkombinasikan tiga aspek pendekatan utama yaitu kesehatan, pendidikan dan perekonomian kreatif, melalui beberapa langkah-langkah strategis. Untuk aspek kesehatan dilakukan dalam bentuk dalam bentuk Lokakarya Mini, pelatihan Kader Posyandu dalam Konseling Tumbuh Kembang Balita dan MP-ASI, Pelatihan Manajemen Desa Siaga, Sosialisasi PHBS dan Pelatihan Tokoh Masyarakat dalam Penyediaan Sanitasi Sehat (Sarana Air Bersih, Jamban Sehat, Bak Sampah), Pendampingan Pemicuan STBM dan Pembentukan Kader PHBS dalam mewujudkan dusun ODF (Open Defecation Free), dan Inisiasi Pembentukan dan Pelatihan Profil GENRE (Generasi Berencana). Metode pemberdayaan dalam aspek pendidikan dilakukan melalui Pemberdayaan Siswa dalam Belajar Kelompok, Pembinaan dan Inisiasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), dan Penyediaan Rumah Baca – PAUD Sinergi dan Sekolah Hijau. Aspek pembinaan dan pemberdayaan ekonomi dilakukan dengan Pelatihan Pemanfaatan Pekarangan Rumah untuk Menunjang Ekonomi Keluarga, Pelatihan Ketrampilan Kerja (Membuat Kue, Kerajinan Tangan dan Pengolahan Pisang, Jagung, Singkong dan Rebung), dan Pelatihan Kearsipan/Tata Kelola Manajemen dan Pelatihan Komputer
34
Pembinaan dan pemberdayaan aspek kesehatan
A. LokaKarya Mini dan Rembuk Desa
LokaKarya Mini dan Rembuk Desa di Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak, yang di laksanakan pada tiga desa yaitu Tunang, Pahokng, dan Caokng.LokaKarya Mini dan Rembuk Desa pada tiga desa ini bertujuan untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat serta menyampaikan/pemaparan program kerja yang akan kami laksanakan dan juga menyusun jadwal kegiatan tim. Adapun peserta dari LokaKarya Mini dan Rembuk Desa yaitu Desa/Dusun, tokoh masyarakat, para kader, penduduk termasuk pemberdayaan dan kesehjateraan keluarga (PKK) di Desa Tunang, Pahokng, dan Caokng. Waktu pelaksanaan kegiatan LokaKarya Mini dan Rembuk Desa diselenggarakan pada tanggal 27- 29 Juli 2017 sekitar 4 jam dilakukan pada pagi hari antara jam 08.00 – 12.00 WIB di tiga desa Mempawah Hulu. Kegiatan LokaKarya Mini dan Rembuk Desa ini dibuktikan dengan daftar hadir dan dokumentasi.
B. MMD Dalam Pendampingan dan Implementasi Desa Siaga Serta Pembentukan Kader Siaga MMD Dalam Pendampingan dan Implementasi Desa Siaga Serta Pembentukan Kader Siaga di Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak dilaksanakan di tiga desa yaitu Tunang, Pahokng, dan Caokng. Tujuan MMD Dalam Pendampingan dan Implementasi Desa Siaga Serta Pembentukan Kader Siaga untuk menjadikan masyarakat di Tiga Desa tersebut menjadi masyarakat yang siaga aktif dalam mencegah dan mengatasi masalah kesehatan dan bencana alam serta mendukung Desa tersebut menjadi Desa yang Siaga dengan membentuk kader desa siaga yang dibuktikan dengan dilampiran SK. Adapun peserta MMD Dalam Pendampingan dan Implementasi Desa Siaga Serta Pembentukan Kader Siaga yaitu kepada masyarakat dan Perangkat Desa di Desa Tunang, Pahokng, dan Caokng. Waktu pelaksanaan kegiatan MMD Dalam Pendampingan dan Implementasi Desa Siaga Serta Pembentukan Kader Siaga pada rentang tanggal 27- 29 Juli 2017. Kegiatan MMD Dalam Pendampingan dan Implementasi Desa Siaga Serta Pembentukan Kader Siaga ini dibuktikan dengan SK, daftar hadir dan dokumentasi. Hasil dari kegiatan pembentukan kader siaga hanya dilakukan di desa pahokng, sedangkan di desa tunang dan caokng hanya melakukan penguatan Desa Siaga karena sudah terbentuk kader siaga, di Desa Tunang dan Caokng.
C. Penyuluhan PHBS dan Pembentukan Kader PHBS
Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah sekumpulan perilaku yang di praktekan atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong dirisendiri di bidang kesehatan dan berperan aktif mewujudkan kesehatan masyarakatnya.[9] Program
35
D. Penyuluhan Rumah Sehat (Jamban sehat, Pemilahan & Pengelolaan Sampah, dll)
Perumahan Sehat merupakan konsep dari perumahan sebagai faktor yang dapat meningkatkan standar kesehatan penghuninya. Konsep tersebut melibatkan pendekatan sosiologis dan teknis pengelolaan faktor resiko dan berorientasi pada lokasi, bangunan, kualitas, adaptasi, manajemen, penggunaaan dan pemeliharaan rumah dan lingkungan sekitarnya, serta mencakup unsur-unsur apakah rumah tersebut memiliki penyediaan air minum, dan sarana yang memadai untuk memasak, mencuci, menyimpan makanan, serta membuang kotoran manusia maupun limbah lainnya.[10]
Kegiatan Penyuluhan Rumah Sehatini dilaksanakan di tiga desa yaitu Tunang, Pahokng, dan Caokng pada Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak. Tujuan Program ini untuk mengajak masyarakat-masyarakat di tiga Desa tersebut menjaga dan menjadikan rumahnya rumah yang sehat terutama pada jamban sehat serta pemilahan dan pengelolaan sampah rumah tangga sehingga penghuni di rumah tersebut juga menjadi sehat. Adapun sasaran dari kegiatan dari Penyuluhan Rumah Sehat (Jamban sehat, Pemilahan & Pengelolaan Sampah, dll) di Desa Tunang yaitu masyarakat, Desa Pahokng yaitu kader, dan Desa Caokng yaitu kader dan masyarakat. Waktu pelaksanaan kegiatan Penyuluhan Rumah Sehat (Jamban sehat, Pemilahan & Pengelolaan Sampah, dll) pada rentang tanggal 01-03 Agustus 2017. Bukti kegiatan Penyuluhan Penyuluhan Rumah Sehat (Jamban sehat, Pemilahan & Pengelolaan Sampah, dll) ini di buktikan dengan adanya daftar Hadir dan dokumentasi.
E. Sosialisasi Program Pemicuan STBM Menuju Dusun ODF
Strategi STBM adalah upaya dalam rangka percepatan peningkatan akses terhadap sanitaso dasar sebagaimana tercantum dalam RPJMN tahun 2015-2019, adalah tersedianya universal acces atau cakupan akses sebesar 100% untuk air minum dan sanitasi.[11] Pemicuan STBM (Pemicuan Sanitasi
Berbasis Masyarakat) yang dilaksanakan dalam program ini merupakan metode untuk mendorong masyarakat Mempawah Hulu agar melakukan perubahan perilaku BABS (Buang Air Besar Sembarangan). Kegiatan ini dilakukan di tiga desa yaitu Tunang, Pahokng dan Caokng, dari ketiga desa tersebut Pahokng telah melakukan pembuatan jamban sederhana dengan cara melakukan arisan jamban dengan biaya 50 ribu per/KK. Sedangkan desa caokng sudah ODF (Open Defecation Free), dan untuk Desa tunang sudah melakukan pemicuan STBM, guna untuk menyadarkan masyarakat dan telah berjalan program IPAL yang sudah dilaksanakan di desa tunang tersebut dengan pembuatan jamban di setiap dusunnya. Waktu pelaksanaan kegiatan Pemicuan STBM diselenggarakan pada tanggal 4 - 6 Agustus 2017 sekitar 4 jam dilakukan pada pagi hari atau malam hari antara jam 08.00 – 12.00 WIB / jam 19.30 – 23.00 WIB. Hasil dari kegiatan di desa pahokng menghasilkan 1 jamban percontohan disalah satu dusun, sedangkan desa tunang program IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) milik desa yang sudah berjalan.
F. Pelatihan Kader Posyandu (DDST) dan Pelatihan Pembuatan MP-ASI Dari Bahan Lokal
Stimulasi tumbuh kembang anak adalah merangsang kemampuan anak umur 0-6 tahun agar anak tumbuh dan berkembang secara optimal.[12] Pelatihan ini dilaksanakan di Tiga Desa yaitu Tunang,
36
dokumentasi. Hasil dari kegiatan ini para kader membuat menu MP-ASI dari bahan lokal yang ada di desa tersebut, serta para kader mengajak orang tua untuk memanfaatkan bahan local yang ada di desa masing-masing untuk tumbuh kembang anak
G. Pelatihan GENRE dan Inisiasi Program PIK-R di Sekolah
Generasi Berencana yang mana pembagian suatu bentuk seni atau tutur menurut kriteria yang sesuai untuk bentuk tersebut, dalam semua jenis seni GENRE adalah suatu kategorisasi tanpa batas-batas yang jelas, GENRE terbentuk melalui konvensi, dan banyak karya melintasi beberapa GENRE dengan meminjam dan menggabungkan konvensi-konvensi tersebut. GENRE dalam bentuk subjek didefinisikan adalah remaja dan pemuda yang memiliki pengetahuan, bertindaj dan berperilaku sebagai remaja untuk menyiapkan dan perencanaan menuju keluarga berencana serta memiliki tujuan untuk memfasilitasi remaja agara belajar memahami dan mempratekan perilaku hidup sehat dan berakhlak untuk mencapai ketahanan sebagai dasar mewujudkan generasi berencana.[13] Dalam
program ini memiliki sasaran umur 10-24 tahun dan belum menikah. Kegiatan ini dilaksakan di Kecamatan Mempawah Hulu di tiga Desa yaitu Tunang pada siswa SMA Kadesi dan remaja-remaja pada desa tunang, Pahokng pada remaja-remaja putus sekolah disekitar Desa Pahokng, dan Caokng pada siswa SMA N 2 Mempawah Hulu. Tujuan dari kegiatan ini memberikan pemahaman kepada sasaran mengenai GENRE, pentingnya PIK-R dan meminta agar sasaran dapat membentuk PIK-R . Sasaran kegiatan ini pada remaja yang ada di lingkungan Desa Pahokng, siswa SMAN 2 Mempawah Hulu di Desa Caokng dan Tunang siswa SMA Kadesi dan remaja desa tunang. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan pada rentang tanggal 21-22 Agustus 2017. Adapun bukti kegiatan ini dokumentasi dan daftar hadir. Hasil kegiatan ini dapat memberikan informasi mengenai GENRE dan PIK-R.
H. Inisiasi pembentukan profil GENRE
Dalam pembentukan profil GENRE ini mereka harus memiliki sasaran dan tujuan yang mana GENRE akan berkelanjutan ke PIK Remaja, kelompok Bina Keluarga Remaja (BKR). PIK Remaja atau mahasiswa adalah suatu wadah dalam program GENRE, untuk memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang kesehatan reproduksi serta kegiatan-kegiatan penunjang lainnya, dan untuk BKR (Bina Keluarga Remaja) adalah suatu kelompok atau kegiatan yag dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan sikap dan perilaku orangtua remaja dalam rangka pembinaan tumbuh kembang remaja.Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Mempawah Hulu di Desa Tunang pada tanggal 21 agustus 2017 di SMA Kadesi dengan sasaran siswa SMA dan remaja-remaja Desa tunang. Hasil kegiatan ini adalah dapat terbentuknya ketua dan beserta anggota PIK-R nomor SK 05/2012, dokumentasi dan daftar hadir
I. Sosialisasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan Aplikasi Penanaman TOGA
Tanaman obat adalah tanaman yang memiliki khasiat obat dan digunakan sebagai obat dalam penyembuhan maupun mencegah penyakit. Pengertian khasiat obat adalah mengandung zat aktif yang berfungsi mengobati penyakit tertentu atau jika tidak mengandung zat aktif tetapi mengandung efek resultan / sinergi dari berbagai zat yang berfungsi mengobati.[14] Kegiatan Sosialisasi Tanaman Obat
37
daftar hadir dan dokumentasi. Hasil dari kegiatan ini masyarakat telah mengaplikasikan TOGA di perkarangan rumahnya.
J. Penyediaan Bibit TOGA dan Pelabelan Jenis Serta Manfaat Masing-Masing TOGA
Untuk Penyediaan Bibit TOGA dan Pelabelan Jenis Serta Manfaat Masing-Masing TOGA sudah dilaksanakan di Tiga Desa yaitu Tunang, Pahokng, dan Caokng di Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak bertujuan mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam gotong royong penyediaan dan penanaman TOGA serta mengetahui manfaat dari TOGA-TOGA yang ditanam. Sasaran dari kegiatan Penyediaan Bibit TOGA dan Pelabelan Jenis Serta Manfaat Masing-Masing TOGA di Tunang, Pahokng dan Caokng adalah masyarakat-masyarakat di tiga Desa tersebut. Adapun waktu pelaksanaan Penyediaan Bibit TOGA dan Pelabelan Jenis Serta Manfaat Masing-Masing TOGA pada tanggal 08-10 Agustus 2017. Bukti dari kegiatan Penyediaan Bibit TOGA dan Pelabelan Jenis Serta Manfaat Masing-Masing TOGA adalah berupa daftar hadir dan dokumentasi. Hasil kegiatan ini pada Desa Tunang terbentuk 1 tempat sampel TOGA, Desa Pahokng terbentuk 2 tempat sampel TOGA, dan pada Desa Caokng terbentuk komunitas pemerhati TOGA di setiap rumah.
Pembinaan aspek pendidikan
A. Sosialisasi Rumah Baca dan Support buku bacaan untuk Rumah Baca percontohan
Sosialisasi rumah baca dilaksakan di Kecamatan Mempawah Hulu pada tiga desa yaitu, Tunang, Pahokng, dan Caokng pada PAUD di Tunang , Pahokng pada PAUD BASOPA dan Caokng pada Paud Sule Sangkinang Mayang. Tujuan dari sosialisasi meminta dukungan kepada sekolah PAUD yang ada di tiga Desa tersebut untuk bekerjasama dalam menjadikan sekolah PAUD tersebut menjadi Rumah baca dan mensosialisaikan akan pentingnya membaca dari usia dini serta mensupport buku bacaan agar dapat digunakan setelah dilaksakannya KKN-PPM ini. Sasaran sosialisasi tersebut pada guru PAUD , orang tua siswa PAUD dan siswa PAUD. Pelaksanaan kegiatan ini dilkakukan pada rentang tanggal 12-13 Agustus 2017. Hasil kegiatan ini terbentuknya Rumah Baca pada setiap desa. Adapun bukti dari kegiatan ini yaitu dokumentasi dan daftar hadir. Hasil dari kegiatan ini telah disuport buku bacaan kepada PAUD yang di tempakan sebagai rumah baca dan telah diresmikannya rumah baca oleh kepala desa serta adanya penanggung jawab yang mengelola rumah baca tersebut. B. Pembinaan dan revitalisasi PAUD yang belum aktif (Desa Caokng)
pembinaan dan revitalisasi PAUD yang belum aktif dilaksakan di Kecamatan Mempawah Hulu di Desa Caokng khususnya Dusun Caokng. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini agar masyarakat di Dusun Caokng mendukung akan terlaksanya sekolah PAUD di Dusun tersebut karena gedung dari sekolah PAUD tersebut sudah dibangun tetapi belum digunakan serta agar masyarakat mengetahui pentingnya PAUD untuk perkembangan anak. Sasaran kegiatan tersebut kepada masyarakat Dusun Caokng. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan pada rentang tanggal 14-15 Agustus 2017. Adapun bukti dari kegiatan ini dokumentasi dan daftar hadir.
C. Pembentukan kelompok belajar dan pendampingan aplikasi metode pembelajaran yang efektif Kelompok belajar adalah suatu kegiatan belajar yang dilakukan bersama-sama guna menyelesaikan persoalan-persoalan yang berkaitan dengan belajar. Pada kegiatan ini di tiga desa Kecamatan Mempawah Hulu khususnya di desa pahokng, caokng dan tunang dilakukan kegiatan kelompok belajar dan pemberian media pembelajaran yang efektif di PAUD tiga desa tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 27 Agutus 2017. Tujuan terbentuknya kelompok belajar dan aplikasi pembelajaran yang efektif oleh guru untuk siswa agar siswa efektif dan kreatif dalam belajar serta meningkatkan motivasi belajar siswa . Adapun bukti kegiatan ini berupa dokumentasi dan daftar hadir.
Pembinaan aspek perekonomian
A. Pelatihan wirausaha masyarakat (kelompok ayam petelur)
38
dan pendampingan dalam memproses suatu produksi dimana masyarakat akan dipandu dalam melaksanakan kegiatan wirausaha.Pada kegiatan pelatihan wirausaha ini masyarakat di tiga desa Kecamatan Mempawah Hulu khususnya desa Tunang, Pahokng dan caokng. Dengan dibentuknya 3 kelompok ternak ayam broiler di tiga dusun terpilih, dengan jumlah anggota kelompoknya sebanyak 5 org/dusun di desa tunang.Di Desa pahokng untuk ayam petelur tidak bisa terlaksana dikarenakan tempat membeli bibit ayam petelur sulit untuk dijangkau dan diganti dengan budidaya ikan lele. Sedangkan untuk desa caokng akses transportasi yang jauh dari perkotaan sehingga tidak memungkinkan kegiatan ini dilaksanakan. Waktu pelaksanaan kegiatan pelatihan kewirausahaan diselenggarakan pada tanggal 27Agustus 2017. Peserta kegiatan kelompok masyarakat ekonomi menengah kebawah.. Hasil kegiatan ini masyarakat dapat membuat usaha mandiriguna bisa mengangkat status ekonomi keluarga dan pemenuhan gizi keluarga. Adapun bukti kegiatan ini dokumentasi dan daftar hadir.
B. Penyediaan Support Bibit Ayam Petelur dan Maintenance Ayam Petelur
Pembudidayaan ayam petelur perlu dilakukan disetiap desa karena dengan adanya peternakan ayam petelur dapat meningkatkan perekonomian masyrakat desa. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Mempawah Hulu dan Pada kegiatan ini hanya dilaksanakan di desa tunang, dengan melakukan support bibit ayam broiler sebanyak ½ box. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 28 Agustus 2017. Di desa pahokng dengan melakukan support bibit ikan lele . Dan di desa Caokng tidak melaksanakan kegiatan ini. Adapun bukti kegiatan ini adalah dokumentasi dan daftar hadir.
C. Penyedian Bak Sampah Percontohan
Bak sampah pada umumnya adalah tempat untuk menampung sampah secara sementara yang biasanya terbuat dari logam atau plastik yang diletakan diluar atau didalam ruangan, bak sampah juga diperlukan dilingkungan sekitar masyarakat.Kegiatan ini dilakukan di Kabupaten Landak Kecamatan Mempawah hulu di Desa Tunang, Desa Pahokng, dan Desa Caokng pada tanggal 28 Agustus 2017, sasaran dari kegiatan ini adalah masyarakat. Hasil kegiatan ini adalah terbentuknya percontohan bak sampah sebanyak 5 buah di desa Tunang, terbentuknya percontohan bak sampah sebanyak sebanyak 3 buah di Desa Pahokng, dan 2 buah percontohan bak sampah pada Desa Caokng. Adapun bukti dari kegiatan ini adalah bak sampah disetiap desa, dokumentasi dan daftar hadir.
D. Pelatihan Wirausaha Masyarakat ( pengolahan Produk lokal )
Pelatihan wirausaha adalah pelatihan yang dilakukan dalam membentuk suatu kelompok yang mana mereka akan dibagi dan disusun sesuai keahlian masing-masing, dan disini diberikan juga pelatihan dan pendampingan dalam memproses suatu produksi dimana masyarakat akan dipandu dalam melaksanakan kegiatan wirausaha. Pada kegiatan ini di tiga desa kecamatan Mempawah Hulu khususnya Desa pahokng, desa tunang, desa caokng . melakukan pelatihan wirausaha masyarakat dengan melibatkan kelompok wirausaha dengan memanfaatkan potensi produk lokal yang ada di desa masing masing. Adapun bukti kegiatan ini adalah dokumentasi dan daftar hadir.
E. Pelatihan Pemackingan dan pemasaran Produk kelompok wirausaha masyarakat
39
F. Pembentukan Kelompok wirausaha masyarakat (Pemberian Nama kelompok wirausaha dan Nama produk )
Pembentukan kelompok wirausaha masyarakat harus dilakukan atau dibentuk di suatu desa karena pembentukan ini dilakukan agar kelompok wirausaha dapat berjalan dengan baik dan tetap berjalan. Adapun kegiatan ini adalah di tiga desa membentuk kelompok wirausaha . di desa pahokng kelompok wirausaha diberi nama kelompok wirausaha UKM pahokng dan memiliki 3 produk unggulan yang memanfaatkan potensi bahan lokal yang ada didesa tersebut yaitu : keripik bawang ikan lele pahokng , sahang pahokng , Rebung kering pahokng , dan manisan kulit pisang pahokng . Di Desa Tunang diberi nama kelompok wirausaha dayakng tarigas dan memiliki produk unggulan yang memanfaatkan potensi bahan lokal yang ada didesa tersebut yaitu : keripik pisang ,keruja (keripik jagung ) , dan jus jagung. Di Desa caokng diberi nama Kelompok wirausaha mayang terurai bukit nunga dan memiliki produk unggulan yang memanfaatkan potensi bahan lokal yang ada didesa tersebut yaitu : keripik pisang caokng , Keribo (keripik rebung rasa oreo), teraja manis (Teh rambut jagung manis), keribinis (keripik ubi manis) .Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2017. Adapun bukti kegiatan ini adalah dokumentasi, hasil produk dan daftar hadir.
G. Legalisasi Kelompok wirausaha masyarakat
Setiap kelompok wirausaha harus memiliki legalitas agar kelompok wirausaha tersebut menjadi legal dan kelompok wirausaha bisa berjalan dengan baik. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan mempawah hulu di tiga desa yaitu Desa Tunang, desa Pahokng dan desa Caokng. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 29 Agustus 2017. Adapun kegiatan ini adalah legalisasi kelompok wirausaha masyarakat dengan bukti kegiatan SK wirausaha nomor 01/2017 (Desa Caokng), nomor 510/XII/ 2017 (Desa Pahokng), nomor 503/021/ SKU/ EKBANG/2017 (Desa Tunang).
KESIMPULAN
Strategi pendekatan pemberdayaan melalui upaya komprehensif dalam bidang kesehatan ekonomi dan pendidikan merupakan strategi yang cukup efektif untuk dilakukan dalam upaya peningkatan indeks pembangunan manusia (IPM) di Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak Kalimantan Barat. Strategi ini mengedepankan pada peran serta masyarakat dalam kesehatan melalui penguatan desa siaga, revitalisasi upaya kesehatan berbasis masyarakat, dan pemanfaatan herbal setempat dalam pengobatan tradisional. Dalam bidang pendidikan upaya pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui peningkatan kemandirian siswa dalam belajar aktif dengan belajar kelompok dan menghidupkan wadah pendidikan anak usia dini. pendekatan peningkatan perekonomian masyarakat dilakukan melalui peningkatan kemampuan kewirausaan melalui pelatihan-pelatihan dan pembentukan kelembagaan wirausaha yang nantinya dapat menopang produk usaha yang dihasilkan.
Melalui kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan tersebut, diharapkan dapat ditindaklanjuti secara maksimal oleh masyarakat dengan pemantauan dari kepala desa dan tim pengabdi secara periodik. Sehingga permasalahan kesehatan masyarakat khususnya di 3 desa yang merupakan lokasi kegiatan semakin meningkat dan perekonomian masyarakat dapat terbantu melalui kelompok-kelompok wirausaha yang telah diinisiasi melalui kegiatan pengabdian ini. Selain itu diharapkan akses pendidikan juga meningkat dan anak didik semakin meningkatkan semangat belajarnya melalui kelompok-kelompok belajar di 3 desa.
UCAPAN TERIMAKASIH (JIKA ADA)
40
dengan nomor kontrak : 1034/K11.A/KM/2017. Untuk itu kami dari Tim KKN PPM Kecamatan Mempawah Hulu Kabupaten Landak mengucapakan terimakasih atas dukungan dan pendanaan yang telah diberikan
DAFTAR PUSTAKA