TUGAS JURNAL ERGONOMI ANALISIS PRODUKTIVITAS DALAM STASIUN KERJA IKM
UNIVERSITAS TELKOM Brian Masinaz (1602154128)
Prodi S1 Desain Produk, Fakultas Industri Kreatif, Universitas Telkom [email protected]
A. Pendahuluan Latar Belakang
Jumlah kendaraan sepeda motor di Indonesia semakin meningkat setiap tahunya. Ini menunjukan bahwa sepeda motor merupakan alat transportasi yang diminati oleh kalangan masyarakat, disamping harganya lebih murah dibandingkan dengan harga mobil, dengan menggunakan sepeda motor pun masyarakat dapat lebih menghemat waktu. Penggunaan sepeda motor tidak hanya sebatas kota-kota besar saja, namun sudah masuk ke daerah-daerah pedesaan.
Salah satu perawatan motor yang wajib dan rutin biasa dilakukan adalah mengganti oli. Fungsi oli pada motor yaitu sebagai pelumas dan perapat antar komponen agar mesin berjalan dengan baik dan bebas gangguan sekaligus sebagai pendingin dari panas yang dihasilkan proses pembakaran di dalam silinder dan panas yang dihasilkan dari gesekan antar komponen dan masih banyak sebagainya.
Tujuan
Meningkatkan produktivitas dalam industri kecil menengah khusunya IKM Bengkel Motor menggunakan micromotion study.
Urgensi
Memaksimalkan produktivitas karyawan IKM khususnya di bagian Penggantian oli sesuai dengan pendekatan ergonomi.
Metode Penelitian
Penulis menggunakan metode kualitatif dimana penulis turun ke lapangan untuk mengobservasi usaha terkait.
Perkiraan Temuan
Berdasarkan subjek yang diobservasi, berikut perkiraan temuan penulis: 1) Posisi kerja yang tidak ergonomis.
B. Tinjauan Pustaka & Metodologi 1) Produktivitas
Produktivitas kerja adalah kemampuan karyawan dalam berproduksi. Seorang karyawan dapat dikatakan produktif apabila mampu menghasilkan barang atau jasa sesuai dengan diharapkan dalam waktu yang singkat atau tepat.
Setiap usaha tentu dituntut untuk memiliki produktivitas yang tinggi. Tanpa pekerja yang produktif, sebuah usaha tidak akan berjalan dengan lancar. Para ekonom biasanya mendefinisikan produktivitas sebagai “ratio output” dibandingkan dengan “input fisik”. Hal tersebut biasanya dihubungkan dengan industri-industri secara keseluruhan pada sektor-sektor dalam suatu perekonomian.
Berikut adalah factor-faktor yang mempengaruhi produktivitas, antara lain : a. Bersumber dari pekerjaan
Suatu pekerjaan yang banyak memerlukan gerakan yang dapat mengakibatkan produktivitas kerja menjadi rendah. Oleh karena itu, agar gerakan dalam melakukan pekerjaan cepat dan tepat terlebih dahulu diadakan “Time and Motion Study”. Dengan dua studi tersebut dapat tercipta gerakan - gerakan yang efektif dan dapat memperlancar pekerjaan sekaligus mengurangi kesalahan karyawan.
b. Bersumber dari karyawan itu sendiri.
Semangat dan kegairahan kerja para karyawan merupakan unsur penting guna mencapai produktivitas yang tinggi. Maka sebaiknya pimpinan memperhatikan unsur penting tersebut seperti melalui :
Gaji yang memadai
Kebutuhan karyawan perlu diperhatikan Penempatan karyawan pada posisi yang tepat
2) Motion & Time Study and Micromotion Study
Definisi Time Study
Time study adalah sebuah pembelajaran sistematis dari sistem kerja dengan tujuan :
1. Mengembangkan sistem dan metode yang lebih baik. 2. Melatih operator.
3. Menentukan standar waktu.
Definisi Micromotion Study
Motion study pertama kali dipublikasikan pada pertemuan American Society of Mechanical Engineering tahun 1912 oleh Gilbreth. Penjelasan singkat tentang hal ini adalah : micromotion study adalah mempelajari elemen dasar atau subdivisi berdasarkan gambar gerakan kamera, alat penghitung waktu yang secara akurat dapat menghitung interval waktu pada gambar film.
Metode ini menggunakan peralatan videotape berkecepatan tinggi untuk menganalisa gerakan yang sangat cepat dan sedikit. Tugasnya adalah menganalisa gerakan tersebut kemudin mengulang secara perlahan di dalam laboratorium, sehingga didapatkan waktu yang dibutuhkan untuk tiap-tiap gerakan.
Time dan motion study sangat penting bagi industri karena akan sangat berhubungan dengan perencanaan kapasitas yang akan membantu dalam menentukan tingkat output dari operasi suatu industri. Motion study, akan berorientasi tentang peningkatan produktivitas, sedang time study memiliki orientasi tentang pengukuran produktivitas.
C. Hasil Penelitian
Wawancara
Penulis mengunjungi sebuah IKM yang bergerak dalam bidang bengkel motor yang terletak di Jl Mengger Hilir, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung dan bertemu dengan salah satu pegawainya bernama Mas Anton.
- Berapa lama biasanya proses mengganti oli motor? Sekitar 5 menit mungkin
- Dalam sehari kira-kira berapa motor yang datang dan mengganti oli? Dalam sehari sekitar 8 lah kalau hanya ganti oli
- Ada berapa total karyawan yang bekerja di sini? Ada 2 total
- Bagaimana pembagian tugas 2 karyawan tersebut?
DENAH BENGKEL
Alat yang digunakan
1. Kunci Inggris
2. Tang
3. Corong
4. Kompresor
5. Kain Lap
6. Wadah Oli Kotor
Micromotion Study
Keterangan Garis :
a) Pekerja mengambil oli dan peralatan
b) Pekerja mulai membuka tutup mesin bagian bawah untuk mengeluarkan oli lama
c) Pekerja membuka tutup mesin bagian atas untuk dibersihkan d) Pekerja menyalakan kompresor dan meraih selang untuk kembali
lagi ke arah motor lalu menyemprotkan udara ke mesin dari bagian atas
e) Pekerja menutup mesin bagian bawah
d) Pekerja kembali lagi ke posisi d untuk memasukan oli melalui bagian atas mesin kemudian ditutup setelah selesai.
b) Process Chart
Distance Time Position
2m 2” Berpindah untuk mengambil oli
dan alat
6” Mengambil oli dan alat untuk
perlengkapan
4m 4” Berpindah ke arah motor
30” Membuka tutup mesin bagian bawah
4m 4” Berpindah untuk mengambil tang
dan kain lap
10” Mengambil tang dan kain lap
4m 5” Berpindah ke arah motor
10” Membuka tutup mesin bagian atas
15” Membersihkan mesin dengan kompresor melalui selang yang ada didekat pegawai
5” Membersihkan Tutup bagian atas
1m 5” Berpindah ke sisi lain motor
8” Membersihkan Tutup bagian bawah
40” Memasang dan mengencangkan tutup bagian bawah menggunakan Kunci Inggris
3” Membersihkan kunci inggris
1m 4” Berpindah ke sisi lain motor
3” Memasang corong ke mulut mesin bagian atas
31” Menuang Oli ke dalam mesin melalui corong
11” Meniriskan dan mengeluarkan corong dari mulut mesin
13” Menutup mesin dengan tang
5” Membersihkan mesin
6” Mengambil Wadah tempat oli
D. Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan dari penelitian ini adalah, Bengkel Motor ini belum melakukan efisiensi mobilitas sepenuhnya, dilihat dari beberapa seringnya pekerja untuk mondar-mandir
mengambil alat dan sebagainya yg sering dilakukan.