• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAJEMEN DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA di masa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "MANAJEMEN DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA di masa"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

MANAJEMEN DAN SEJARAH

PERKEMBANGANNYA

Oleh

I GST AG ISTRI PRADNYA PRAMESWARI (1615644005)

GUSTI AYU PUTU IRA PUSPITA ( 1615644011)

NI WAYAN AYU BASKARINI (1615644012)

Kelas

D4-1E

(2)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatNYA sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, Kami yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Jimbaran, September 2016

(3)

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL i

KATA PENGANTAR ii

DAFTAR ISI iii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang………...…... 1

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian Manajemen………...2

2.2 Sejarah Manajemen………....4

2.3 Perkembangan Awal Manajemen………..7

2.4 Perkembangan Awal Teori Manajemen……….8

2.5 Sejarah Perkembangan Teori Manajemen………...13

BAB III PENUTUP 3.1 Simpulan ………14

3.2 Saran ………...14

(4)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

(5)

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Manajemen

Istilah manajemen, terjemahannya dalam Bahasa Indonesia hingga saat ini belum ada keseragaman. Berbagai istilah yang dipergunakan, seperti ketatalaksanaan, manajemen, management dan pengurusan. Untuk menghindari penafsiran yang berbeda-beda, dalam tulisan ini kita pakai istilah aslinya, yaitu “manajemen”.

Bila kita mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung tiga pengertian, yaitu pertama, manajemen sebagai suatu proses, kedua, manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen, dan ketiga, manajemen sebagai suatu seni (art) dan sebagai suatu ilmu.

Menurut pengertian yang pertama, yakni manajemen sebagai suatu proses, berbeda-beda definisi yang diberikan oleh para ahli. Untuk memperlihatkan tata warna definisi manajemen menurut pengertian yang pertama itu, kita kemukakan tiga buah definisi.

Dalam Encyclopedia of the Social Science dikatakan bahwa manajemen adalah suatu proses dengan mana pelaksanaan suatu tujuan tertentu diselenggarakan dan diawasi.

Selanjutnya, Haiman mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan bersama.

Akhirnya, George R. Terry mengatakan bahwa manajemen adalah pencapaian tujuan yang ditetapkan terlebih dahulu dengan mempergunakan kegiatan orang lain.

(6)

Menurut pengertian yang kedua, manajemen adalah kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajemen. Dalam arti singular (tunggal), disebut manajer. Manajer adalah pejabat yang bertanggung jawab atas terselenggaranya aktivitas-aktivitas manajemen agar tujun unit yang dipimpinnya tercapai dengan menggunakan bantuan orang lain.

Aktivitas manajemen adalah kegiatan-kegiatan atau fungsi-fungsi yang dilakukan oleh setiap manajer. Pada umumnya, kegiatan-kegiatan manajer dan aktivitas manajer itu adalah planning, organizing, staffing, directing, dan controlling. Ini sering pula disebut dengan istilah proses manajemen, fungsi-fungsi manajemen, bahkan ada yang menyebutnya unsur-unsur manajemen.

Menurut pengertian yang ketiga, manajemen itu adalah seni atau suatu ilmu. Mengenai ini pun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen itu adalah seni, golongan lain mengatakan bahwa manajemen adalah ilmu. Sesungguhnya kedua pendapat itu sama mengandung kebenaran.

Chester I Barnard dalam bukunya The Function of the Executive, mengakui bahwa manajemen itu adalah “seni” dan juga sebagai “ilmu”. Demikian pula Henry Fayol, Alfin Brown, Harold Koontz dan Cyril O’Donnel, dan George R. Terry beranggapan bahwa manajemen itu adalah ilmu sekaligus seni.

Manajemen sebagai seni berfungsi untuk mencapai tujuan yang nyata mendatangkan hasil atau manfaat, sedangkan manajemen sebagai ilmu berfungsi menerangkan fenomena-fenomena (gejala-gejala), kejadian-kejadian, keadaan-keadaan, dan memberikan penjelasan-penjelasan.

(7)

Memperlihatkan pengertian manajemen yang pertama serta kenyataan bahwa manajemen itu adalah ilmu sekaligus seni, maka manajemen itu dapat diberi definisi sebagai “Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan, dan pengawasan sumber daya untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan”.

2.2 Sejarah Manajemen

Beberapa orang melihat sejarah manajemen (dengan definisi) sebagai konseptualisasi modern yang terlambat (dalam hal modernitas yang terlambat). Dalam istilah tersebut manajemen tidak memiliki sejarah pra-modern, hanya merupakan pertanda. Beberapa orang lainnya, mendeteksi aktivitas mirip-manajemen di masa pra-modern akhir. Perkembangan pemikiran mirip-manajemen pada pedagang-pedagang Sumeria dan pembangun piramid Mesir yaitu para pemilik budak selama berabad-abad menghadapi permasalahan eksploitasi/memotivasi budak yang bergantung namun terkadang suka melawan (memaksa otoritas), namun banyak perusahaan pra-industri dengan skala mereka yang kecil, tidak merasa terdorong untuk menghadapi permasalahan manajemen secara sistematis. namun, inovasi seperti penyebaran sistem angka Hindu-Arab (abad ke-5 hingga ke-15) dan kodifikasi kesekretariatan entri ganda (1494) menyediakan perangkat untuk penilaian, perencanaan dan kendali manajemen.

Abad 19

Bidang pelajaran manajemen berkembang dari ekonomi dalam abad 19. Pelaku Ekonomi klasikAdam Smith dan John Stuart Mill memberikan teori teori pengaturan sumber daya, produksi dan penetapan harga. Pada saat yang hampir bersamaan, penemu seperti Eli Whitney, James Watt, dan Matthew Boulton mengembangkan teknik produksi sepertiPenetapan standar, prosedur kontrol kualitas, akuntansi biaya, penukaran bahan, dan perencanaan kerja.

Pada pertengahan abad 19, Robert Owen, Henry Poor, dan M. Laug hlin dan lain-lain memperkenalkan elemen manusia dengan teori pelatihan, motivasi, struktur organisasi dan kontrol pengembangan pekerja.

(8)

manajemen. Pada 1900an manajer mencoba mengganti teori mereka secara keseleruhan berdasarkan sains.

Abad 20

Teori pertama tentang manajemen yang lengkap muncul sekitar tahun 1920. Orang seperti Henry Fayol danAlexander Church menjelaskan beberapa cabang dalam manajemen dan hubungan satu sama lain.

Peter Drucker menulis salah satu buku paling awal tentang manajemen terapan: “Konsep Korporasi” (Concept of the Corporation), diterbitkan tahun 1946. Buku ini muncul atas ide Alfred Sloan (chairman dari General Motors) yang menugaskan penelitian tentang organisasi.

H. Dodge, Ronald Fisher, dan Thorton C Fry memperkenalkan teknik statistika ke dalam manajemen. Pada tahun1940an, Patrick Blackett mengkombinasikan teori statistika dengan teori mikroekonomi dan lahirlah ilmu riset operasi. Riset operasi, sering dikenal dengan “Sains Manajemen”, mencoba pendekatan sains untuk menyelesaikan masalah dalam manajemen, khususnya di bidang logistik dan operasi.

Mendekati akhir abad 20, manajemen terdiri dari beberapa bidang terpisah, termasuk:

a. Manajemen Sumber daya manusia

b. Manajemen operasi atau produksi c. Manajemen strategi

d. Manajemen pemasaran e. Manajemen keuangan

f. Manajemen informasi teknologi

(9)

Selain Piramida di Mesir, kita juga dapat melihat adanya benteng raksasa yang berdiri sepanjang ribuan kilometer di Cina. Benteng ini juga menunjukkan betapa orang-orang Cina dahulu telah melakukan kegiatan manajemen (dalam bentuk apa pun kegiatan manajemen tersebut) sehingga bangunan benteng yang kokoh tersebut dapat tetap hingga hari ini.Di Makkah , terdapat juga bangunan Ka’bah yang sepanjang tahunnya menjadi kunjungan rutin bagi para umat muslim dari seluruh dunia yang menuaikan ibadah Haji ataupun Umrah. Bangunan Ka’bah ini pertama kali didirikan pada zaman Nabi Ibrahim, artinya entah berapa ratus atau ribu tahun sebelum Masehi. Sekalipun pernah mengalami perubahan , namun bangunan Ka’bah ini tetap bertahan dari zaman Nabi Muhammadhingga kini. Kekuatan bangunan ini sebagaiman bangunan-bangunan yang lain telah menunjukkan bahwa pada zaman dahulu manajemen telah diketahui dan dijalankan oleh umat manusia , walaupun tidak dalam pengertian seperti sekarang. Bnayak lagi contoh yang dapat kita lihat sebagai bukti orang-orang dahulu telah menerapkan konsep staf organisasi dalam melakukan kampanya militernya. Menara Pissa di Italia , Candi Borobudur di Indonesia , hingga berbagai bukti bukti sejarah lainnya yang tidak dapat disebutkan satu per satu.

Kesemua bukti tersebut menunjukkan bahwa sesungguhnya manajemen bukan merupakan ilmu baru , bahkan dalam konsep yang paling tradisional sekalipun telah dikenal dan dijalankan oleh orang-orang terdahulu.

Owen dan Babbage : Dua poin dalam ilmu manajemen

Manajemen secara keilmuan baru terumuskan kurang lebih di akhir abad 18atau awal abad ke 19 Masehi. Di antara tokoh yang mula-mula memperkenalkan manajemen secara keilmuan adalah Robert Owen (1771-1858)dan Charles Babage (1792-1871).

(10)

kegiatan ekonomi dari kegiatan revolusi industri dan perkembangan kegiatan ekonomi dari satu Negara ke Negara lain.

2.3 Perkembangan Awal Manajemen

2.3.1 Pemikiran awal mengenai manajemen

Orang telah membentuk dan mengubah bentuk organisasi selama beberapa abad . melihat kebelakang lewat sejarah dunia,kita dapat melacak cerita manusia bekerja bersama-sama dalam organisasi formal seperti tentara Yunani dan Roma,Gereja Katolik Roma ,East India Company, dan Hudson Bay Company. Orang juga telah lama menulis mengenai bagaimana membuat organisasi agar efisien dan efektif lama sebelum istilah seperti “manajemen” umum digunakan. Dua contoh menonjol dan memberi pelajaran adalah tulisan yang digunakan untuk kita oleh Niccolo Maschiavwlli dan Sun Tzu.

Machiavelli dan Sun Tzu : Ahli Strategi Awal

Walaupun kata keterangan “machiavellian” sering kali digunakan untuk menggambarkan orang portugis ( menggunakan kesempatan untuk keuntungan diri sendiri ) yang licik dan manipulatif, Machiavelli adalah orang yang amap percaya pada kebaikan dari sebuah republik. Ini terbukti dalam Discourses, sebuah buku yang ditulis oleh machiavelli pada tahun 1513 sewaktu dia hidup di Republik Florence, sebuah republik awal dari italia. Berbagai prinsip yang dikemukakannya dapat diadaptasi untuk diterapkan pada organisasi manajemen masa kini.

2.3.1.1 Sebuah organisasi lebih stabil bila para anggotanya mempunyai hak untuk mengutarakan perbedaan yang ada dan menyelesaikan konflik di dalam organisasi mereka.

2.3.1.2 Walaupun satu orang dapat memulai sebuah organisasi, “organisasi itu akan terus berlangsung kalau diserahkan kepada banyak orang untuk memeliharanya dan kalau banyak orang ingin memeliharanya.”

(11)

2.3.1.4 Seorang manajer yang berusaha mengubah organisasi yang sudah mantap “harus mempertahankan paling sedikit bayangan dari kebiasaan lama”

Karya klasik lain yang menawarkan pemahaman manajer modern adalah The Art of War , yang ditulis oleh ahli filsafat Cina Sun Tzu lebih dari 2.000 tahun yang lalu. Buku itu dimodifikasi dan digunakan aleh Mao Zedong, yang mendirikan Republik Rakyat Cina pada tahun 1949. Diantara pernyataan Sun Tzu adalah sebagai berikut :

a. Kalau musuh maju, kita harus mundur! b. Kalau musuh berhenti, kita ganggu !

c. Kalau musuh berusaha menghindari pertempuran, kita serang! d. Kalau musuh mundur, kita kerja !

2.4 Perkembangan Awal Teori Manajemen

2.4.1 Prinsip Teori Manajemen Aliran Klasik

Awal sekali ilmu manajemen timbul akibat terjadinya revolusi industri di Inggris pada abad 18. Tokoh yang berperan dalam aliran klasik ini antara lain :

2.4.1.1 Robert Owen (1771 -1858)

(12)

banyak memperhatikan pekerja, karena menurutnya investasi yang penting bagi manajer adalah sumber daya manusia. Selain mengenai perbaikan kondisi kerja, beliau juga rnembuat prosedur untuk meningkatkan produktivitas, seperti prosedur penilaian kerja dan bersaing secara terbuka.

2.4.1.2 Charles Babbage (1792-1871)

(13)

2.4.1.3 Frederick W. Taylor (1856 -1915)

Frederick W. Taylor dikenal dengan manajemen ilmiahnya dalam upaya meningkatkan produktivitas. Gerakannya yang terkenal adalah gerakan efisiensi kerja. Taylor membuat prinsip-prinsip yang menjadi intinya. manajemen ilmiah yang terkenal dengan rencana pengupahan yang menghasilkan turunnya biaya dan meningkatkan produktivitas, mutu, pendapatan pekerjaan dan semangat kerja karyawan. Taylor menetapkan 4 prinsip yaitu :

a. Pengembangan manajemen ilmiah secara benar. b. Pekerjaan diseleksi secara ilmiah dengan

rnenempatkanpekerjaan yang cocok untuk satu pekerjaan.

c. Adanya pendidikan dan pengambangan ilmiah dari para pekerja.

d. Kerjasama yang baik antara manajernen dengan pekerja.

Dalam menerapkan ke-empat prinsip ini diperlukan revolusi mental di kalangan manajer dan pekerja. Prinsip-prinsip dasar Taylor adalah :

a. Adanya ilmu pengetahuan yang menggantikan cara kerja yang asal-asalan.

b. Adanya hubungan waktu dan gerak kelompok. c. Adanya kerja sarna sesama pekerja dan bukan

bekerja secara individual.

d. Bekerja untuk hasil yang maksimal.

(14)

Buku-buku Taylor yang terkenal adalah “Shop management (1930)”, Principles Of Scientific Management (1911)”, dan “Testimory Before Special House Comittee (1912)”. Tahun 1947, ketiga buku tersebut digabungkan dalam 1 buku dengan judul “Scientific Management”

Dalam prinsip aliran manusiawi mernandang aliran klasik kurang lengkap karena terlihat kurang mampu rnewujudkan efisiensi produksi yang sempurna dengan keharmonisan di tempat kerja. Manusia dalam sebuah organisasi tidak selalu dapat dengan mudah diramalkan prilakunya karena sering juga tidak rasional. Oleh sebab itu para manajer perlu dibantu dengan ilmu sosiologi dan psikologi. Ada tiga orang pelopor aliran perilaku yaitu :

2.4.1.4 Hugo Munsterberg (1863 -1916)

Hugo dikenal sebagai Bapak Psikologi Industri. Didalam bukunya “Psychology and Indutrial Efficiency”, ia memberikan 3 cara untuk meningkatkan produktivitas: a. Menempatkan seorang pekerja terbaik yang paling

sesuai dengan bidang pekerjaan yang akan dikerjakannya.

b. Menciptakan tata kerja yang terbaik yang memenuhi syarat-syarat psikologis untuk memaksimalkan produktivitas.

c. Menggunakan pengaruh psikologis agar memperoleh dampak yang paling tepat dalam mendorong karyawan

2.4.1.2 Elton Mayo (1880 -1949)

(15)

terlihat adanya peran faktor-faktor sosial dan psikologis dalam memberi dorongan kerja kepada karyawan. Mayo menyatakan dalam meningkatkan produktivitas adalah satu karena sikap yang dimiliki karyawan yang merasa rnanajer ataupun atasannya memberikan perhatian yang cukup terhadap kesejahteraan mereka yang dikenal dengan sebutan “Hawthorne effect”. Teori Mayo berpendapat bahwa rnanusia tidak hanya didorong oleh berbagai kebutuhan yang dikenal dengan konsep “complex-man”. Karena tidak ada dua orang yang persis sarna, oleh sebab itu seorang manajer yang efektif akan berusaha mempelajari kebutuhan-kebutuhan setiap individu yang terkait dalam organisasinya agar dapat mempengaruhi individu tersebut.

2.4.2 Prinsip Aliran Manajemen Modern

(16)

2.5 Sejarah Perkembangan Teori Manajemen

Periode Waktu Aliran Manajemen Kontributor

1870-1930 Manajemen Ilmiah Fedrick w taylor Frank dan Lilian Gilbreth

Henry Gannt Harington Emerson

1900-1940 Teori Henti Fayol

Jame J Mooney 1930-1940 Hubungan manusiawi Hawthorne Studies

Eltion Mayo

Fritz Roenhlisberger Hugo Monsterberg 1940- Sekarang Manajemen Modern Abraham Maslow Chris

Argyris, Douglas Mcgregor, Edgar schien, David Mcclelend, Robert Blake dan Jane Mauton , Ernest Dale, Peter Drucker dan sebagai nya, serta ahli - ahli operation

(17)

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Atas dasar uraian makalah di atas, dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya manajemen dapat didefinisikan sebagai sebagai bekerja dengan orang-orang untuk menentukan, menginterpretasikan dan mencapai tujuan-tujuan organisasi. Sejarah Perkembangan manajemen tidak jauh berbeda dengan perkembangan manusia itu sendiri. Artinya, dalam manajemen telah berlangsung sejak manusia itu berada di bumi ini, seiring dengan perkembangan dan tuntutan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Adanya berbagai aliran manajemen di antaranya teori manajemen klasik, manajemen ilmiah, teori organisasi klasik, aliran hubungan manusiawi, dan aliran manajemen modern.

3.2 Saran

Akhirnya peaper yang berjudul “Sejarah Perkembangan Ilmu Manajemen” dapat kami selesaikan. kami menyadari peaper ini jauh dari kesempurnaan, untuk itu penulis mengharapkan saran dari berbagai pihak:

3.2.1 Dari pihak dosen,kami mengharapkan kritik dan saran demi penyempurnaan peaper.

(18)

DAFTAR PUSTAKA

http://SejarahmanajemenALLMANAGEMENTINSIGHTCATATANPERKULIA HAN.com

https://3yoo.wordpress.com/2011/11/29/sejarah-perkembangan-dan-teori-manajemen/

http://www.dizhakatraSEJARAHPERKEMBANGANMANAJEMEN.com Ernie ,Kurniawan . 2009. Pengantar manajemen. jakarta : kencana

Simon, Schuster.1996. Manajemen jilid1. Jakarta :Bhuana Ilmu Populer

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian di atas, specific phobia adalah ketakutan dan kecemasan yang bertahan, berlebihan dan tidak masuk akal terhadap suatu objek atau situasi tertentu,

kemitraan DAS Cidanau selain pembenahan aturan main, hal penting yang harus dilakukan adalah penguatan kelembagaan FKDC. Agar kinerja pemutusan kontrak pada desa Cibojong dan Kadu

2 benda langit apa yang tampak pada malam hari 3 bagaimana bentuk awan pada siang hari. 4 bagaimana keadaan langit saat ada bintang 5 mengapa malam hari masih

(e) di mana harga belian sepenuhnya tidak diselesaikan sebelum atau pada tarikh yang ditentukan dalam perenggan (d), jumlah wang yang dibayar sebagai deposit di bawah perenggan

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa perencanaan pajak menggunakan penundaan pengkreditan Pajak Masukan mampu meratakan Pajak Pertambahan Nilai terutang

Kedua lingkaran menampilkan wilayah makna (petanda) kedua bentuk (penanda) Pada bagan pertama, tampak bahwa sebahagian dari kedua wilayah makna itu bertumpang tindih

Pada gambar 6 ini menggambarkan Use Case Diagram Package Etri yang terdiri dari entri data divisi, entri data jabatan, entri data pegawai, entri data kriteria,

Berdasarkan penelitian dan pembahasan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa lakon Bisma Gugur berkaitan dengan lakon lain seperti lakon Palasara Krama, Pandhawa Kumpul,