• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEKOLAH PELAKU MANAJEMEN BERBASIS SEKOLA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "SEKOLAH PELAKU MANAJEMEN BERBASIS SEKOLA"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

SEKOLAH PELAKU MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH

(Tugas Ini di Ajukan Untuk Memperoleh Sebagian Nilai

dari Mata Kuliah Dasar Administrasi Pendidikan)

DI SUSUN OLEH: ANANDA FITRIA PUTRI

(201401500098)

KELAS: EKSTENSI 2 A – R.5.1.1

DOSEN:

ASMITAR MACHFOED, M.Pd

PROGRAM STUDI BIMBINGAN DAN KONSELING

(2)

SEKILAS TENTANG

PROGRAM MANAJEMEN BERBASIS SEKOLAH DI INDONESIA

Pada tahun 2003, pemerintah Indonesia mulai memberlakukan desentralisasi tata kelola sistem pendidikan dasar dan menengah sebagai bagian dari pengalihan tanggung jawab dari pemerintah pusat ke pemerintah daerah. Sekolah-sekolah diberikan otoritas untuk mengelola operasional mereka secara mandiri sesuai dengan kebutuhan siswa dan pihak sekolah diminta

untuk melibatkan masyarakat setempat untuk memperbaiki kualitas pendidikan.

(3)

SD DWIJENDRA (YAYASAN DWIJENDRA)

Jl. Kamboja No 17, Denpasar

Visi : Unggul dalam bidang akademik dan non akademik, bertaqwa terhadap Tuhan YME, serta berwawasan budaya berdasarkan srada dan bakti.

Misi: Melaksanakanpembelajaran yang interaktif dan efektif, menumbuhkan akhlak yang berkualitas, menumbuhkan semangat kesungguhan kepada seluruh warga, menerapkan budaya mutu dan manajemen partisipasi.

A. Administrasi Kepegawaian

1. Rencana kebutuhan guru dan pegawai : untuk memenuhinya dilakukan dengan cara mencatat kebutuhan yang kemudian disampaikan kepada kepala sekolah.

2. Usulan pengadaan guru dan pegawai : usulan akan disampaikan oleh kepala sekolah kepada yayasan. Dan guru yang mengajar di SD Dwijendra tidak diijinkan mengajar di SD lain.

3. Kenaikan pangkat dan golongan : terjadi 4 tahun sekali

4. Buku catatan penilaian guru : penilaian dilakukan oleh kepala sekolah yang mencakup poin kesetiaan, tanggung jawab, dan kreatifitas. Selain itu dilakukan melalui kegiatan perlombaan mengajar yang rutin diadakan setiap tahun

5. Buku cuti guru dan pegawai : tidak diperbolehkan mengambil cuti (kecuali cuti hamil), kerena hari libur nasional dalam 1 tahun sudah dianggap cuti. Namun untuk keperluan mendesak diperbolehkan mengambil ijin dan mengisi buku presensi ijin.

6. Surat permintaan pensiun : waktu pensiun sama dengan di SD Negeri yaitu 60 tahun. Yang membedakan adalah bahwa guru di yayasan Dwijendra tidak mendapatkan dana pensiun tetapi hanya uang pesangon.

(4)

8. Administrasi Kelengkapan Barang : ditandai dengan adanya buku pemeriksaan kelengkapan barang, buku inventaris barang ruang dan kelas, kartu inventaris barang lunak dan keras, kartu inventaris gedung,

Prestasi yang diraih oleh SD Dwijendra mayoritas berupa prestasi non akademik seperti:

1. Juara I Lomba Baca Puisi SD Se-Bali 2. Juara Cipta Puisi 2010 tingkat SD Se-Bali

3. Pentas Musik Tradisional, Penata Musik dan Penyanyi Terbaik se-Indonesia 2010

4. Juara II Membuat Canang Sari 2006 5. Dsb

Keunggulan SD Dwijendra dari segi SDM yaitu bahwa sebagian besar guru sudah S1, dan beberapa masih dalam proses. Namun dapat terlihat bahwa prestasi akademik kurang menonjol. Sementara jika nilai kelulusan siswa semakin rendah, maka semakin sedikit siswa baru yang mendaftar.

Dalam Bidang Non Akademik, SD Dwijendra menawarkan program tambahan diluar jam pelajaran seperti, menggambar, menari, menabuh, mekindung, menganyam, yoga, silat, bahasa Jepang, bahasa Mandarin, bahasa Bali, bahasa Inggris, Olah raga, Pencak Silat, Basket, Sepak Bola, Bulu Tangkis, Tenis Meja, Atletik, Renang, dan Catur.

TK AISYIYAH 11

Jl. Citanduy III No 73, Depok Timur

Kepala Sekolah : Wiwi Sarwi, Total Guru : 7 orang, Total tenaga tambahan: 1 Total Murid: 80 anak, Total Ruang Kelas: 5 Ruang

(Korespondensi oleh Dena Aryani selaku Guru)

(5)

Tk Aisyiyah 11 sudah mengatur otonomi sekolahnya sendiri, ditandai dengan pelaksaaan pembentukkan komite/POPD dalam memajukan dan mendukung kegiatan sekolah yang sudah direncanakan guru dan kepala sekolah, program pembelajaran yang ditentukan oleh guru dan kepala sekolah, pengalokasian dana untuk meningkatkan sekolah dan lain-lain.

Prestasi yang telah ditorehkan beberapa diantaranya ialah, Juara 1 Paduan Suara TK Aisyiyah se-Kota Depok, Juara 2 Praktik Sholat Berjamaah se-kota Depok, Juara 2 Menari Kreasi se-kecamatan Sukmajaya.

SMA NEGERI 11

Jl. P. Komarudin, Pulo Gebang, Cakung, Jakarta Timur (Korespondensi oleh Triani selaku Guru)

SMA Negeri 11 dilaporkan sudah megimplementasikan MBS. Hal ini ditandai dengan diterapkan berbagai macam ketentuan dan peraturan terhadap manajemen sekolah berbasis pada Permen Diknas dan SOP yang bersumber dari Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) pada semua 8 standar nasional pendidikan (standar kompetensi lulusan, isi, proses, pendidikan dan tenaga kependidikan, sarana prasarana, pengelolaan, pembiayaan pendidikan, dan standar penilaian pendidikan) dan hal tersebut dapat dicek melalui website sekolah.

Waktu penyelenggaran kegiatan belajar mengajar dimulai dari pukul 06.00-15.00. Kepala sekolah yang menjabat saat ini ialah Dra. Sofiah Riski. Jumblah rombongan belajar ada 18 kelas dengan jumlah peserta didik sejumlah 642 orang, jumlah guru 44 guru dan jumlah karyawan ada 13 orang.

Visi Sekolah adalah “Terwujudnya peserta didik yang memiliki intelektual, emosional,dan spritual yang berkualitas dengan kondisi fisik yang prima”

(6)

1. Menumbuhkan ketekunan dan taat beribadah.

2. Meneladani sikap sopan santun, halus tutur kata, menghormati orang lain.

3. Menumbuhkan motivasi yang tinggi dalam pembelajaran.

4. Mengembangkan sikap ilmiah berwawasan Iptek.

5. Menyalurkan potensi non akademik melalui kegiatan ektrakurikuler.

6. Menumbuhkan kepedulian cinta lingkungan

Program diluar jam belajar yang ditawarkan yaitu Teater, Pramuka, PMR, Paskibra, Paduan Suara, Basket, Volly, Futsal, Cheerleader, Modern Dance, Seni tari Saman dan Tari Kreasi, English Club, Tae Kwon Do, KIR, dan Pencak Silat.

Sarana Prasarana sudah bagus dapat dilihat dari fasilitas sekolah seperti laboratorium IPA, laboratorium komputer, UKS, Taman, Masjid, Kendaraan Dinas , dll. Serta siswa memiliki online access untuk melakukan konsultasi dengan guru BK ataum mengakses infornasi seperti nilai dan jadwal atau kalender akademik sekolah. Begitu pula online access yang dimiliki oleh para guru.

SMA AL CHASANAH

Jakarta Barat

(Korespondensi oleh Wiwi Kartiwi selaku Guru)

SMA Al Chasanah sudah mulai menerapkan sistem MBS. Sekolah ini menerapkan kurikulum 2013 sebagai acuan, dan sekolah ini merupakan sekolah rintisan kurikulum 2013 yang telah disahkan oleh Dinas Pendidikan.

SMA Al Chasanah menerapkan motto Akhlakul Karimah. Sekolah ini juga merupakan sekolah Islam favorit di Jakarta Barat, terakreditasi A, dan prestasi akademik yang ia torehkan adalah kelulusan UN 100%. Meskipun berbasis Islamic Center, namun SMA Al Chasanah ini juga modern dalam arti

(7)

mengikuti perkembangan jaman yang teetap bisa diterima dalam koridor agama.

Untuk sarana prasarana, SMA ini sudah bagus terlihat dari ruang kelas yang full AC, fasilitas LCD dan Wifi ada di setiap kelas. Program yang rutin dilakukan sekolah ini salah satunya adalah study tour yang diadakan setiap 2 tahun sekali.

Prestasi lain yang diraih SMA Al Chasanah beberapa diantaranya ialah Juara 2 Rugby se-Jakarta Barat, Juara 1 Tolak Peluru tingkat DKI Jakarta, dan Finalis Abang None Buku tingkat DKI Jakarta.

SDIT ALMAKA

Jl. Peta Selatan No 2, Kalideres-Jakarta Barat (Korespondensi oleh Desih selaku Guru)

MBS di SDIT ini dapat terlihat dari sekolah kerap memberdayakan komite sekolah, memberdayakan tenaga kependidikan, mengadakan pelatihan dan pendampingan sistematis para agota sekolah (kepala sekolah, guru, dan unsur komite), serta melakukan supervisi dan monitoring pendidikan.

Sarana Prasarana yang disedikan sudah bagus, laboratorium komputer, lapangan futsal, lapangan volly, masjid, kantin, sampai kepada pengelolaan profesional. Prestasinya ditunjukkan baik dari segi akademik maupun non akademik (ektrakurikuler).

Namun untuk melengkapi visi yang islami maka sekolah perlu melakukan pengelolaan yang lebih bercirikan islami dan tidak hanya sebagai sekolah unggulan pada umumnya.

SLBG Rawinala

(8)

Sekolah swasta yang melayani anak berkebutuhan khusus ini sudah memiliki otoritas sendiri terhadap manajemen sekolah. Pembuatan program dibuat oleh tim sekolah dengan mengacu pada buku panduan khusus anak-anak MDVI, didalam program terkandung pula PPI yang disusun secara individu karena kemampuan anak berbeda-beda.

Tak lupa juga untuk task analysis untuk setiap kegiatan yang diprogramkan. Komite sekolah terdirii dari orang tua murid, pekerja sosial, dadn perwakilan guru. Pembiayaan sekolah didapat dari donatur dan subsidi silang. Prestasi yang telah diraih ialah dengan manjadi pusat sumber untuk sekolah luar biasa ganda.

SEKOLAH INKLUSI BINA AUTIS MANDIRI

Palembang – Sumatera Selatan (sumber Igi Fisipol UGM)

Gagasan utama dibentuknya Sekolah Inklusif Bina Autis Mandiri adalah dikarenakan pendidikan terhadap anak berkebutuhan khusus belum terpenuhi secara maksimal. Tujuannya ialah untuk mengakomodir kebutuhan anak-anak yang termarginalkan (anak autis dan anak normal dari golongan yang tidak mampu secara ekonomi) agar mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas.

Gagasan ini bekerja secara swadaya dan diwujudkan dalam bentuk sebuah yayasan yang bernama “Yayasan Bina Autis Mandiri” yang terdiri dari pusat terapi anak autis, SDLB Harapan Mandiri, SD umum Harapan Mandiri, dan SMPLB Harapan Mandiri. Untuk jenjang sekolah dasar siswa-siswi SDLB dan SD umum disatukan dalam satu kelas, sehingga terbentuk suasana Inklusi yang seimbang antara anak autis dengan anak normal. Perubahan yang paling nampak adalah anak-anak yang termarginalkan mendapatkan pendidikan yang baik sebagai bekal dalam kehidupan mereka mendatang. Sekolah ini tentunya sudah mengimplementasikan 4 otonom (kekuatan mengambil keputusan, pengetahuan dan keterampilan, informasi dalam mengambil keputusan, serta penghargaan atas prestasi).

(9)

belajar mengajar, anak autis diterapkan kurikulum tuna grahita, sedangkan anak normal diterapkan kurikulum KTSP.

Begitu banyak prestasi yang telah dicapai oleh peserta didik BAM, beberapa diantaranya ialah Mewakili Kec. IB 1 dalam lomba UKS tingkat kota Palembang bulan Mei tahun 2013, Juara 1 lomba baca puisi tingkat SD se-Kota Palembang di Sekolah Dasar Islam terpadu Al Furqon, Juara Harapan 2 Lomba Puisi Cinta Keluarga (MY LOVE Family’s) tanggal 14 Februari 2010, Juara Harapan 1 siswa berprestasi Putri Se-UPDT Kec. IB tahun 2012, dan masih banyak lagi.

Penggabungan antara anak autis dan anak normal menimbulkan simbiosis mutualisme. Anak autis mampu mengembangkan potensi belajar dan komunikasi secara maksimal. Sedangkan anak normal yang berasal dari keluarga miskin dapat sekolah dengan gratis, dan secara psikis mereka akan lebih dewasa, peduli, menghargai dan memberikan motivasi tersendiri dalam menanggapi perbedaan.

SDN MARON WETAN 1

Jl. Raya Asmali No 1, Kabupaten Probolinggo – Jawa Timur

Tujuan program MBS di SDN Maron Wetan 1 adalah pengelolaan sekolah yang mandiri, partisipatif, transparan, dan akuntabel. Gagasan tersebut bekerja dengan cara; (1) Pelatihan tim pelatih tingkat kabupaten; (2) Pelatihan sekolah dan masyarakat (kepala sekolah, guru dan masyarakat); (3) Penyusunan Rencana Induk Pengembangan Sekolah (RIPS) dan RAPBS oleh sekolah dan masyarakat; dan (4) Pelatihan untuk guru, termasuk pendampingan langsung di kelas oleh pelatih. Prestasinya dapat dilihat dengan SDN Maron Wetan menjadi Pilot Proyek Perintisan Sekolah MBS yang di pelopori UNICEF/UNESCO.

Hasil yang dicapai dari integrasi MBS di SDN Maron Wetan 1 ini bisa dilihat dari indikator: partisipasi, transparansi, akuntabilitas, dan kemandirian.

a. Partisipasi

(10)

print bagi pengembangan sekolah tiap tahunnya. Pada intinya, peran serta masyarakat pada proses manajemen sekolah dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi proses pendidikan di sekolah.

b. Transparansi

Dengan adanya MBS, sistem pengelolaan anggaran menjadi lebih transparan. Transparansi terjamin karena ada rapat koordinasi terpadu dengan Komite Sekolah. Kepala sekolah memprogramkan rencana kerja sekolah yang nanti pengalokasian dananya itu dari BOS atau sumber lain. Kalau ada program yang tidak tercukupi dari dana BOS maka hal tersebut akan disampaikan kepada Komite Sekolah dan para

pengurus untuk mendapat jalan keluar Selain itu, transparansi juga dibuktikan dengan memajang APBS di papan pengumuman. Hal ini untuk menunjukan bahwa sekolah memiliki berbagai kegiatan dan pengelolaan anggaran secara transparan. Ini sekaligus untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penelolaan sekolah.

c. Akuntabilitas

Program Manajemen Berbasis Sekolah telah menciptakan rasa tanggung jawab melalui administrasi sekolah yang lebih terbuka. Kepala sekolah, guru, dan anggota masyarakat bekerja sama dengan baik untuk membuat Rencana Pengembangan Sekolah. Sekolah memajangkan anggaran sekolah dan perhitungan dana secara terbuka pada papan sekolah. Program MBS pun telah memberikan pelatihan kepada masyarakat (termasuk Komite Sekolah) dan pihak sekolah untuk bekerja sama dalam mendukung sekolah mereka. Tujuannya adalah mendorong masyarakat setempat supaya mereka merasa "memiliki" sekolahnya dan lebih berperan dalam kegiatan sekolah

d. Kemandirian

Kemandirian sesungguhnya merupakan akumulasi dari adanya partisipasi masyarakat serta pengtelolaan sekolah yang transparan dan akuntabel. Dari sisi perencanaan, sekolah didukung sepenuhnya oleh masyarakat untuk menentukan program-programnya sendiri, tanpa harus diintervensi oleh pihak lain, misal dinas pendidikan. Dari segi pelaksanaan, tidak hanya guru yang terlibat aktif untuk pengajaran, namun masyarakat juga memiliki ruang untuk terlibat didalam proses pengajaran. Selain itu, secara otomatis, proses evaluasi bisa berjalan dengan baik karena ada rasa “memiliki” oleh masyarakat.

SMA TERBUKA

(11)

Sekolah rintisan (SMAN 2 Padalarang, SMAN 12 Merangin, SMAN 1 Kepanjeng, SMAN 1 Banjar, SMAN 1 Narmada, SMAN 3 Sorong, dan rintisan SMA Terbuka Davao)

Sumber : Kemdikbud

SMA Terbuka jarak jauh membuka kesempatan bagi siswa-siswi berusia 16 s.d 21 tahun untuk bersekolah sesuai dengan kebutuhan dan kondisi siswa. Sekolah Terbuka adalah salah satu bentuk pendidikan formal yang berdiri sendiri tetapi merupakan bagian dari sekolah induk yang penyelenggaraan pendidikannya menggunakan metode belajar mandiri. Dengan sasaran utama yakini lulusan SLTP sederajat karena hambatan geografis, sosial, ekonomi dan keterbatasan waktu. SMA Terbuka adalah sekolah yang mendukung pembelajaran online agar siswa dapat lebihbersaing & kreatif.

Model layanan dominan online yang kemudian disebut DOMON adalah layanan bimbingan belajar mandiri yang dilaksanakan secara online dengan memanfaatkan fasilitas TIK. Proporsi bimbingan belajar online 80% dan bimbingan tatap muka 20%. Kegiatan bimbingan belajar online dilaksanakan di tempat tinggal masing-masing peserta didik jika ada fasilitas internet atau di TKB. Bimbingan belajar tatap muka dilaksanakan di TKB dan/atau di sekolah induk.

Ada pula model layanan bimbingan belajar Balance Online dan tatap muka yang proporsinya ialah 50:50. Juga ada model layanan bimbingan belajar DOMTAMU atau Dominan Tatap Muka dengan proporsi belajar online 20% dan tatap muka 80%.

MTS NEGERI BONANG

Kabupaten Demak (sumber: journal.unnes.ac.id/sju/index.php/eduman)

Pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan di MTs Negeri Bonang sudah menggunakan konsep MBS, hal tersebut dibuktikan dengan penggunaan fungsi-fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengawasan dan evaluasi dalam setiap bidang kegiatan yang mendukung pelaksanaan proses belajar-mengajar.

(12)

(Bantuan Operasional Sekolah). Dana yang berasal dari orang tua peserta didik diperoleh melalui SPI (Sumbangan Pengembangan Institusi). Hampir semua guru di MTs Negeri Bonang sudah memiliki laptop untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar, tetapi masih banyak guru yang belum lancar mengoprasikannya, untuk itu perlu diadakan pelatihan komputer untuk guru dan karyawan agar mereka dapat mengoptimalkan kemampuannya. Pembinaan untuk guru harus lebih ditingkatkan karena masih banyak guru yang hanya menggunakan metode belajar ceramah dan mencatat, serta masih banyak guru yang terlambat masuk kelas.

Faktor pendukungnya antaralain: dalam perencanaan penyelenggaraan pendidikan, semua pengelola madrasah dan orang tua/wali murid terlibat aktif melalui rapat-rapat antara pengelola madrasah, komite dan orang tua peserta didik. Dalam setiap pengambilan keputusan, didasarkan pada hasil rapat antara pengelola, orang tua peserta didik dan komite madrasah. Terjalin hubungan yang sinergis antara pengelola, orang tua peserta didik dan komite madrasah.

Partisipasi masyarakat khususnya orang tua peserta didik cukup baik terutama dalam pembayaran iuran infaq pembangunan sesuai dengan kesepakatan. Sarana prasarana proses belajar cukup memadai. Semua guru berlatar pendidikan sarjana (S1) dan beberapa diantaranya sudah menyelesaikan pendidikan S-2. Kondisi masyarakat yang islami, sehingga mendukung pelaksanaan program pendidikan di MTs yang merupakan pendidikan bercirikan agama islam

Referensi

Dokumen terkait

Hasil uji statistik sebagaimana dijelaskan tersebut memperlihatkan bahwa dimensi pemerataan dalam sistem informasi manajemen telah memberikan pengaruh yang signifikan

Penganjuran Sambutan Bulan Kemerdekaan SK Yamtuan Hitam ini memerlukan kerjasama dan komitmen daripada semua warga sekolah bagi meningkatkan penyertaan murid-murid

Seperti yang dijelaskan pada KUHAP pada Pasal 263 ayat (1) terhadap putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, kecuali putusan bebas atau lepas dari

Melihat betapa pentingnya seorang pemimpin dan reward dalam kegiatan perusahaan dan hubungannya terhadap bawahannya dalam pencapaian tujuan pegawai, maka dalam

Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan negatif signifikan antara persepsi terhadap gaya kepemimpinan pelatih dengan

All data were analyzed together using factor analysis and then analyzed using discriminant analysis to seek any determining variables are able differ relationship quality and

Hasil penelitian terhadap keladi tikus oleh Fakultas Farmasi Universutas Pancasila Jakarta dengan menggunakan bahan koleksi Bidang Botani, Puslit Biologi-LIPI menunjukkan bahwa

Psoriasis adalah penyakit kulit kronik residif dengan lesi yang khas berupa bercak- bercak eritema berbatas tegas, ditutupi oleh skuama yang tebal berlapis-lapis