• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUKU STUDI DIET TOTAL: SURVEI KONSUMSI MAKANAN INDIVIDU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "BUKU STUDI DIET TOTAL: SURVEI KONSUMSI MAKANAN INDIVIDU"

Copied!
232
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Siswanto, Dkk
  • Pengajar:
    • Trihono
    • Atmarita
    • Abas Basuni Jahari
    • Djoko Kartono
  • Sekolah: Kementerian Kesehatan RI
  • Mata Pelajaran: Gizi
  • Topik: Survei Konsumsi Makanan Individu
  • Tipe: laporan
  • Tahun: 2014
  • Kota: Jakarta

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan pentingnya makanan yang cukup, bermutu, dan aman untuk kesehatan masyarakat. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan keterjangkauan dan pemenuhan konsumsi pangan yang seimbang. Beberapa undang-undang yang mendukung hal ini diuraikan, termasuk Undang-Undang tentang Pangan dan Kesehatan. Data dari Riskesdas menunjukkan bahwa pola konsumsi masyarakat Indonesia belum memenuhi kebutuhan gizi, dengan masalah gizi lebih dan kurang yang masih ada. Studi Diet Total (SDT) diusulkan untuk mengkaji risiko paparan bahan kimia dalam makanan serta masalah gizi yang ada.

1.1 Latar Belakang

Latar belakang menjelaskan hubungan antara makanan dan kesehatan, serta tantangan yang dihadapi dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Data menunjukkan bahwa terdapat risiko keterpaparan bahan kimia berbahaya dalam makanan, yang dapat menyebabkan penyakit tidak menular (PTM). Keterkaitan antara pola konsumsi makanan dan kesehatan masyarakat menjadi fokus utama dalam penelitian ini.

1.2 Ruang Lingkup

Ruang lingkup SKMI ditetapkan untuk mengumpulkan data konsumsi makanan individu yang lengkap. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran konsumsi makanan serta cara pengolahan makanan di rumah tangga. SKMI melibatkan pemilihan sampel dari blok sensus yang mewakili seluruh provinsi di Indonesia, dengan fokus pada analisis cemaran kimia dalam makanan.

1.3 Pertanyaan Penelitian

Pertanyaan penelitian mencakup berapa berat makanan yang dikonsumsi, asupan dan tingkat kecukupan gizi, serta paparan cemaran kimia dalam makanan. Laporan ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, yang penting untuk memahami pola konsumsi masyarakat dan dampaknya terhadap kesehatan.

1.4 Tujuan

Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk menyediakan data tentang kecukupan dan keamanan makanan yang dikonsumsi oleh penduduk Indonesia. Tujuan khusus mencakup informasi tentang berat bahan makanan yang dikonsumsi, asupan energi dan protein, serta tingkat paparan cemaran kimia. Data ini diharapkan dapat digunakan untuk perencanaan kebijakan di bidang pangan dan kesehatan.

II. METODE

Metode yang digunakan dalam SKMI mencakup teknik sampling, pengumpulan data, dan manajemen data. Penelitian ini menggunakan pendekatan kros-seksional untuk mendapatkan gambaran yang representatif tentang pola konsumsi makanan di Indonesia. Proses pengumpulan data dilakukan melalui wawancara langsung dengan responden, yang memungkinkan pengumpulan informasi yang akurat dan mendetail.

2.1 Metode Sampling

Metode sampling dilakukan dengan memilih blok sensus secara acak dari populasi yang lebih besar. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa sampel yang diambil dapat mewakili seluruh populasi di Indonesia. Proses ini melibatkan pemilihan 2.080 blok sensus dari 3.000 yang ada, yang kemudian digunakan untuk mengumpulkan data dari 51.127 rumah tangga.

2.2 Variabel

Variabel yang diukur dalam penelitian ini mencakup jenis dan berat makanan yang dikonsumsi, serta cara pengolahan makanan. Data ini penting untuk memahami pola konsumsi dan dampaknya terhadap kecukupan gizi. Definisi operasional dari setiap variabel dijelaskan untuk memastikan pemahaman yang jelas tentang apa yang diukur.

2.3 Alat dan Cara Pengumpulan Data

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara menggunakan pedoman yang telah disiapkan. Enumerator terlatih melakukan wawancara dengan responden untuk mencatat informasi tentang konsumsi makanan sehari sebelumnya. Metode ini memungkinkan pengumpulan data yang komprehensif dan akurat mengenai pola konsumsi individu.

2.4 Manajemen Data

Manajemen data mencakup proses pengumpulan, entri, dan pengolahan data. Tim manajemen data bertanggung jawab untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan bersih dan siap untuk dianalisis. Proses ini sangat penting untuk menjaga kualitas data yang akan digunakan dalam analisis lebih lanjut.

2.5 Penjaminan Mutu

Penjaminan mutu dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh proses pengumpulan dan analisis data memenuhi standar yang ditetapkan. Hal ini mencakup pelatihan enumerator, pengawasan selama pengumpulan data, dan penggunaan alat yang tepat untuk pengolahan data. Kualitas data yang tinggi sangat penting untuk menghasilkan informasi yang dapat diandalkan.

2.6 Pengolahan Data dan Analisis

Pengolahan data dilakukan setelah pengumpulan selesai, di mana data yang telah dikumpulkan dianalisis untuk menghasilkan informasi yang relevan. Analisis ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola konsumsi makanan, tingkat kecukupan gizi, dan paparan cemaran kimia. Hasil analisis akan digunakan untuk memberikan rekomendasi kebijakan di bidang gizi dan kesehatan.

III. HASIL

Hasil dari SKMI menunjukkan berbagai informasi penting terkait pola konsumsi makanan dan tingkat kecukupan gizi penduduk Indonesia. Data yang diperoleh memberikan gambaran yang jelas tentang jenis makanan yang dikonsumsi, serta asupan energi dan protein yang diterima oleh masyarakat. Analisis ini juga mencakup tingkat paparan cemaran kimia dari makanan yang dikonsumsi.

3.1 Jumlah BS, RT dan ART yang Terkumpul (Response rate)

Bagian ini menyajikan data mengenai jumlah blok sensus, rumah tangga, dan anggota rumah tangga yang berhasil diwawancarai. Response rate yang tinggi menunjukkan keberhasilan pelaksanaan survei dan dapat diandalkan untuk analisis lebih lanjut. Data ini penting untuk memahami representativitas sampel yang diambil.

3.2 Konsumsi Bahan Makanan Menurut Kelompok Makanan

Analisis ini memberikan informasi tentang jenis dan kelompok makanan yang paling banyak dikonsumsi oleh penduduk. Data menunjukkan bahwa konsumsi bahan makanan pokok seperti beras dan terigu mendominasi pola konsumsi, sementara konsumsi sayur dan buah masih rendah. Hal ini berdampak pada kecukupan gizi masyarakat.

3.3 Asupan dan Tingkat Kecukupan Energi

Hasil analisis menunjukkan bahwa banyak penduduk yang tidak memenuhi kebutuhan asupan energi harian mereka. Proporsi penduduk yang memiliki asupan energi kurang dari angka kecukupan yang ditetapkan cukup signifikan, yang menunjukkan adanya masalah gizi di masyarakat.

3.4 Proporsi Penduduk Menurut Klasifikasi Tingkat Kecukupan Energi

Bagian ini menganalisis proporsi penduduk berdasarkan tingkat kecukupan energi. Data menunjukkan bahwa sebagian besar penduduk berada dalam kategori kurang cukup energi, yang berpotensi menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang.

3.5 Asupan dan Tingkat Kecukupan Protein

Analisis asupan protein menunjukkan bahwa proporsi penduduk yang tidak memenuhi kebutuhan protein harian juga cukup tinggi. Data ini penting untuk merumuskan kebijakan yang bertujuan meningkatkan kecukupan protein di masyarakat.

3.6 Proporsi Penduduk Menurut Klasifikasi Tingkat Kecukupan Protein

Bagian ini memberikan gambaran tentang proporsi penduduk berdasarkan tingkat kecukupan protein. Hasil menunjukkan bahwa banyak individu yang masih berada di bawah angka kecukupan yang dianjurkan, yang dapat berdampak pada kesehatan mereka.

3.7 Asupan Lemak

Hasil analisis menunjukkan bahwa asupan lemak penduduk juga perlu diperhatikan, dengan banyak individu yang mengonsumsi lemak lebih dari batas yang dianjurkan. Ini berpotensi meningkatkan risiko penyakit tidak menular.

3.8 Asupan Karbohidrat

Analisis asupan karbohidrat menunjukkan bahwa penduduk Indonesia sebagian besar mengandalkan karbohidrat dari bahan makanan pokok. Namun, ada kebutuhan untuk meningkatkan variasi sumber karbohidrat dalam diet.

3.9 Asupan Karbohidrat, Lemak, Protein dan kontribusi pada Total Asupan Energi

Bagian ini menyajikan proporsi kontribusi karbohidrat, lemak, dan protein terhadap total asupan energi. Data ini penting untuk memahami keseimbangan gizi dalam diet masyarakat dan untuk merumuskan kebijakan gizi yang lebih baik.

IV. KESIMPULAN

Kesimpulan dari laporan ini menegaskan pentingnya data yang diperoleh dari SKMI untuk perencanaan dan evaluasi kebijakan di bidang gizi dan kesehatan. Hasil menunjukkan bahwa banyak penduduk Indonesia yang tidak memenuhi kebutuhan gizi dasar, terutama dalam hal energi dan protein. Oleh karena itu, diperlukan tindakan yang lebih lanjut untuk meningkatkan pola konsumsi makanan yang sehat dan bergizi.

Referensi Dokumen

  • Riset Kesehatan Nasional 2014 Survei Konsumsi Makanan Individu ( Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI )
  • Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) ( Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI )

Gambar

Gambar 1.5.1
Gambar 1.6.1
Tabel 2.2.1 Variabel dan definisi operasional SKMI
Tabel 3.1.1
+7

Referensi

Dokumen terkait