PERENCANAAN DAN DESAIN PENDIDIKAN
Dewi Putri Andini (201510010311068) Rizqi Indah Lestari (201510010311069) Muhammad Ferdi Wahyudi (201510010311070)
Bagus Setianto (201510010311071) Muhammad Arham (20151001031172)
A. Pengertian perencanaan dan desain pendidikan
1. Pengertian dasar perencanaan
Perencanaan pada dasarnya adalah sebuah proses kegiatan yang menyiapkan secara sistematis kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Perencanaaan mempunyai peran sangat penting sebagai salah satu fungsi
dari manajemen, ada yang mengatakan, “Apabila perencanaan telah selesai dan
dilakukan dengan benar, sesungguhnya sebagian pekerjaan besar telah selesai
dilaksanakan”.
Ada beberapa yang mendefinisikan tentang perencanaan, diantaranya adalah Fakry (1987), (dalam Kurniadin, D. Machali, I. 2012: 139-140) mendefinisikan perencanaan sebagai proses penyusunan berbagai keputusan yang akan dilakukan pada masa yang akan datang untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.
Bintoro Cokroamidjojo mendefinisikan perencanaan sebagai proses
mempersiapkan proses-proses kegiatan-kegiatan yang secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tertentu.
Handoko mendefinisikan perencanaan sebagai (1) pemilihan atau penetapan tujuan-tujuan organisasi; (2) penentuan strategi, kebijakan, proyek program, prosedur, metode, sistem, anggaran, dan standar yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.
perencanaan berhubungan dengan masa mendatang, dan untuk mencapai tujuan
tertentu yang diinginkan.1
2. Pengertian desain pendidikan
Desain, adalah sebuah istilah yang diambil dari kata design (Bahasa Inggris) yang berarti perencanaan atau rancangan. Ada pula yang mengartikan dengan
“persiapan”.2
Desain pendidikan adalah sebuah proses yang sistematis dalam rangka mempersiapkan kegiatan-kegiatan di masa yang akan datang dalam bidang pendidikan. Coombs dalam Udin & Abin mendefinisikan perencanaan pendidikan sebagai sebuah penerapan yang rasional dari analisis sistematis proses perkembangan pendidikan dengan tujuan agar pendidikan itu lebih efektif dan efisien serta sesuai dengan kebutuhan dan tujuan para peserta didik dan
masyarakatnya.3
B. Konsep perencanaan pendidikan berdasarkan hadits Nabi Muhammad
SAW
1. Segala perbuatan bergantung pada niat
َمَّل َس َو ِهْي
لَع ُالله ى َّل َص ِالله ُلْو ُسَر ُتْعِم َس ُهْنَع ُالله َي ِ ضَر َنْيِنِمْؤُ ْلْا ُرْيِمَأ َلاَق
َ
: ُل ْو ُقَي
ا َمَّنِإ
ُتَر ْج ِه
َف ِهِلْو ُسَر َو ِالله ىَلِا ُهُتَرْج ِه ْتَناَك ْنَمَف .ىَوَن اَم ٍءِرْمِ ِلِ ِِّلُكِل اَمَّنِإ ِتاَيِِّناِب ُلاَمْعَ ْلْا
ِالله ى
ل ِا ُه
َ
ِه
َف اَهُحِكْنَي ًةَأَرْمِا ْوَا اَهَبْي ِسُي اَيْنُّدِل ُهُتَرْج ِه ْتَناَك ْنَمِو ِهِلْو ُسَر َو
ا َوَر( ِهْي
لِا َر َج َه ا َم ى
َ
ل ِا ُهُتَر ْج
َ
ُه
ْمِل ْس ُم َو ىِرا
َخُبْلا
)
1 Kurniadin, D. Machali, I. (2012: 139-140). Manajemen Pendidikan: Konsep dan Prinsip Pengelolaan
Pendidikan. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
” Sesungguhnya amal perbuatan itu disertai niatnya. Barang siapa yang berpijak
hanya karena Allah dan Rasulnya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia dan yang diharapkan atau wanita yang ia nikahi, Maka hijrahnya itu menuju apa yang ia inginkan. (HR. Bukhori dan Muslim).
2. Manajemen waktu
: َلا َق َف ْى َب َكْن َمِب َم
َّل َسَو ِهْيَلَع ُالله ىَّلَص ِالله ُلْو ُسَر َذَخَأ : َلاَق امُهْنَع ُالله َي ِ ضَر َرَمُع ِنْبا ْنَع
َي ِ ضَر َر َمُع ِنْبا
َناَك . ٌلْيِب َس ٌرِباَع ْوَا ٌبْيِرَغ َكَّنَاَك اَيْنُّدلا ىِف ْنُك
َتْي َس ْم
ا ا َذِإ ُلْو
َ
ُقَي امُهْنَع ُالله
ْن ِم َو َك َضْر
َ
ِلْ
َكِتَّح ِص ْنِم ْذُخَو َءا َسَ ْلْا ُر ِظَتْنَت َلََف ْتَحَبْصَا اَذِإ َو َحاَبَّصلا ُر ِظَتْنَت َلََف
ىِرا
َخُبْلا ُها َوَر( َكِتْوَ ِلْ َكِتاَيَح
)
Dari Ibnu Umar R.A ia berkata, Rasulullah SAW telah memegang pundakku, lalu
beliau bersabda: “Jadilah engkau di dunia ini seakan-akan perantau (orang asing)
atau orang yang sedang menempuh perjalanan. Ibnu Umar berkata: “Jika engakau
diwaktu sore maka jangan menunggu sampai waktu pagi dan sebaliknya, jika engkau diwaktu pagi maka janganlah menunggu sampai diwaktu sore, dan
gunakanlah sehatmu untuk sakitmu, dan gunakanlah hidupmu untuk matimu” .
(HR. Bukhori).
Pada dasarnya, menurut hadits diatas adalah perencanaan pendidikan secara global, yang dimaksud Rasulullah adalah persiapan, segala perbuatan yang dilakukan itu berawal dari adanya niat yang terlintas dalam hati tapi belum berbentuk. Jadi apabila kita melakukan aktifitas dalam kehidupan termasuk aktifitas pendidikan sebaiknya harus dimulai dengan, niat, perencanaan atau persiapan. Apabila tanpa adanya niat, perencanaan atau persiapan, maka aktifitas seseorang tidak akan berhasil. Begitu pula dalam perencanaan pendidikan harus direcanakan dengan baik atau secara matang, sehingga tercapainya tujuan dari pendidikan tersebut.
اَب َش . ٍس ْم
َخ َلْبَق ا ًسْمَخ ْمِنَتْغِإ : َمَّل َسَو ِهْيَلَع ُالله ىَّلَص ِالله ُلْو ُسَر َلاَق
. َك ِمَر َه َلْب
َق َكَب
َكِت ْو َم َلْب
َق َكُتَيَح َو َكُلَغ َس َلْبَق َكَغَرَف َو َكُرْقَف َلْبَق َكِمَنَغ َو َكَهَق َس َلْبَق َكَتَح ِصَو
“Manfaatkalah lima perkara sebelum datangnya lima perkara : masa mudamusebelum datang masa tuamu, masa sehatmu sebelum datang masa tuamu, masa kayamu sebelum masa fakirmu, masa luangmu sebelum masa sibukmu, dan masa
hidupmu sebelum masa matimu ( HR. Muslim, Tirmidzi dari Amru bin Maimun)”.
Menurut hadis diatas, menunjukkan bahwa bagaimana kita menghadapai masa yang akan datang, yaitu dengan adanya perencanaan atau persiapan, begitu juga dalam perencanaan pendidikan, sehingga siap menghadapi problema atau masalah-masalah yang akan datang atau bisa mengendalikan masa depan sesuai yang ditentukan.4
C. Fungsi Perencanaan dan Desain Pembelajaran
Perencanaan pengajaran memainkan peran penting dalam memandu guru untuk melaksanakan tugas sebagai pendidik dalam melayani kebutuhan belajar siswa. Terdapat beberapa manfaat desain pembelajaran dalam proses belajar mengajar yaitu :5
1) Sebagai petunjuk arah kegiatan dalam mencapai tujuan.
2) Sebagai pola dasar dalam mengatur tugas dan wewenang bagi setiap unsur yang
terlibat dalam kegiatan.
3) Sebagai pedoman kerja bagi setiap unsur.
4) Sebagai alat ukur efektif tidaknya suatu pengajaran.
5) Untuk bahan penyusunan data agar terjadi keseimbangan kerja.
6) Untuk menghemat waktu, tenaga, alat-alat dan biaya.
D. Ruang Lingkup Perencanaan dan Desain Pembelajaran
Dalam perencanaan pembelajaran tentu hal itu memiliki ruang lingkup.
Secara umum ruang lingkup rencana pembelajaran meliputi :6
1) Program pengajaran
Program pengajaran merupakan suatu rencana pengajaran sebagai paduan bagi guru atau pengajar dalam melaksanakan pengajaran. Agar pengajaran bisa berjalan dengan efektif dan efisien, maka perlu kiranya dibuat suatu program
pengajaran. Program pengajaran yang dibuat oleh guru tidak selamnaya bisa efektif daaan dapat dilaksanakan dengan baik, oleh karena itulah agar program pengajaran yang telah dibuat yang memiliki kelemahan tidak terjadi lagi pada program pengajaran berikutnya, maka perlu diadakan evaluasi program pengajaran.
2) Proses Pelaksanaan Pengajaran
Pelaksanaan proses pembelajaran terdiri dari 3(tiga) tahapan yaitu:
a) Kegiatan pendahuluan, merupakan kegiatan awal dalam suatu
pertemuan pembelajaran pembelajaran yang ditunjukkan untuk membangkitkan motivasi dan menfokuskan perhatian peserta didik untuk berpatisipasi aktif dalam proses pembelajaran.
b) Kegiatan inti, kegiatan ini merupakan proses pembelajaran untuk
mencapai kompetensi dasr yang dilakukan secara interaktif, ispiratif,
menyenangkan, menantang memotivasi peserta didik untuk
berpatisipasi aktif serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan keandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Dalam kegiatan inti pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan materi pembelajaran, yang dapat meliputi proses eksplorasi, elaborasi dan
c) Penutup, penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk
mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dengan bentuk: membuat rangkuman, melakukan penilaian, memberikan umpan balik, erencanakan kegiatan ttindak lanjut hasil belajar yang akan dicapai.
3) Hasil belajar yang akan dicapai.
E. Prinsip-prinsip perencanaan belajar
Menurut Omar Muhammad Al-Thoumy Al-Saibany, prinsip-prinsip perancangan pendidikan islam adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui motivasi, kebutuhan dan minat anak didiknya. 2. Mengetahui tujuan pendidikan yang telah ditetapkan.
3. Mengetahui tahap kematangan, perkembangan dan perubahan anak didik. 4. Mengetahui perbedaan-perbedaan individu dalam anak didik.
5. Memperhatikan kepahaman, dan mengetahui hubungan-hubungan, integrasi pengalaman dan kelanjutannya, keaslian, pembaharuan, dan kebebasan berfkir. 6. Menjadikan proses pendidikan sebagai pengalaman yang menggembirakan bagi
anak didik.
7. Menegakkan “Uswatun Hasanah”
Menurut Beeby, C.E, Perencanaan Pendidikan adalah suatu usaha melihat ke
masa depan dalam hal menentukan kebijaksanaan prioritas dan biaya pendidikan yang mempertimbangkan kenyataan kegiatan yang ada dalam bidang ekonomi, social, dan politik untuk mengembangkan potensi sistem pendidikan nasional memenuhi kebutuhan bangsa dan anak didik yang dilayani oleh sistem tersebut
Perencanaan dapat dikatakan pula sebagai proses intelektual yang menentukan secara sadar tindakan yang akan ditempuh dan mendasarkan keputusan-keputusan yang hendak dicapai, informasi yang tepat waktu dan dapat dipercaya serta memperhatikan perkiraan yang akan datang. Oleh karena itu perencanaan memerlukan pendekatan yang rasional ke arah tujuan yang ditetapkan sebelumnya. Perencanaan dapat pula dikatakan sebagai penyusunan langkah-langkah yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Secara singkat dapat disimpulkan bahwa perencanaan adalah suatu konsep yang bersifat rumusan yang lengkap terhadap sesuatu yang akan dicapai.
Dari beberapa pengertian perencanaan di atas, bila dikaitkan dengan pendidikan itu bisa diuraikan sebagai proses penentuan tujuan atau sasaran yang hendak dicapai dalam dunia pendidikan dan langkah-langkah yang digunakan untuk melaksanakannya.
dalam sebuah tulisan, namun sudah terlintas dan tergambar dalam hati atau fikiran seseorang. Suatu perencanaan yang matang akan menghasilkan hasil yang baik dan maksimal, bagitu juga sebaliknya perencanaan yang kurang matang atau tidak baik maka akan membuahkan hasil yang tidak maksimal juga. Begitu pula dengan niat,
ketika niat seorang mu’min tidak baik maka hasil yang dikeluarkan dari
perbuatannya tentu tidak baik. Maka dari itu perencanaan atau persiapan dapat dikatakan sebagai niat adalah sangat mutlak adanya. Tanpa adanya niat atau perencanaan dan persiapan, maka aktifitas seseorang tidak akan berhasil dan sia-sia belaka. Begitu juga di dalam perencanaan pendidikan harus direncanakan dengan baik dan matang agar hasil yang dikeluarkan dapat memenuhi tujuan pendidikan.
Ketika perencanaan diartikan sebagai persiapan untuk melasanakan aktifitas sesuatu dengan jangka waktu tertentu, dalam hadits yang disabdakan oleh nabi Muhammad SAW juga ada contohnya, yaitu:
لبق كغارفو ،كماقس لبق كتحصو ،كتوم لبق كتايح ،سمخ لبق اسمخ منتغإ
نبا نع ىقهيبلا هاور( .كرقف لبق كانغو ،كماره لبق كبابشو ،كلغش
سابع
)
“Gunakanlah 5 perkara sebelum datang 5 perkara lainnya, gunakanlah masa mudamu sebelum masa tuamu., masa sehatmu sebelum masa sakitmu, masa
kayamu sebelum miskinmu, masa lapangmu sebelum datang masa sibukmu, dan
masa hidupmu sebelum datang matimu.” ( HR. Muslim, Tirmidzi dari Amru bin
Maimun).
Pada dasarnya, perencanaan pendidikan yang ditawarkan oleh nabi Muhammad melalui hadits-haditsnya adalah perencanaan secara global. Dalam hal ini yang dimaksud Rosulullah adalah persiapan, dalam arti ketika kita hendak melaksanakan aktifitas dalam kehidupan termasuk aktifitas pendidikan sebaiknya harus dimulai dengan perencanaan atau
Dengan demikian, prinsip dalam proses pembelajaran sangat penting bagi seorang guru dalam perencanaan dan proses pembelajaran agar pembelajaran menjadi terkontrol dengan baik dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dengan memandang dari segi kognitif, afektif, dan psikomotorik peserta didik serta lingkungan.
F. Model-Model Perencanaan dan Desain Pendidikan
Model adalah suatu yang menggambarkan adanya pola berpikir. Sebuah model biasanya menggambarkan keseluruhan konsep yang saling berkaitan.
1. Model-model perencanaan pendidikan
a) Model perencanaa koprehensif
Model ini digunakan untuk men ganalisis perubahan-perubahan dalam sisitem pendidikan secara keseluruhan. Disamping itu model ini juga berfungsi sebagai patokan dalam menjabarkan rencana-rencana yang lebih spesifik (rinci) kearah tujuan-tujuan yang luas.
b) Model target setting
Model ini diperlukan dalam dalam upaya melaksanakan proyeksi ataupun memperkirakan tingkat perkembangan dalam kurun waktu tertentu. Dalam persiapannya, diperlukan model-mode untuk menganalisis demografis
penduduk enrolmen (jumlah siswa terdaftar) sekolah, dan model untuk
memproyeksikan kebutuhan tenaga kerja.
Model ini sering digunakan untuk menganalisis proyek-proyek dalam kriteria efisien dan efektifitas ekonomis. Dengan model ini dapat diketahui proyek yang paling flrksibel dan memberikan suatu perbandingan yang paling baik diantara proyek-proyek yang menjadi alternative penanggulangan
masalah yang dihadapi. Penggunaan model ini dalam pendidikan didasarkan pada pertimbangan bahwa pendidikan itutidak terlepas dari masalah
pembiayaan. Dengan sejumlah biaya yang dikeluarkan selama proses pendidikan, diharapkan dalam kurun waktu tertentu dapat memberikan benefit tertentu.
d) Model PPBS (Planning, Programming, Budgeting System)
PPSB (Planning, Programming, Budgeting System) memandang bahwa
perencanaan penyusunan program, dan penganggaran dipandang sebagai suatu sistem yang tek terpisahkan satu sama lainnya. PPBS merupakan suatu proses yang komprehensif untuk pengambilan keputusan yang lebih efektif. Menurut Harry J. Hartley (1968) mengemukakan bahwa PPBS merupakan
proses perencanaan yang komprehensif yang meliputi program budget
sebagai komponen utamanya. Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa:
1. PPBS adalah pendekatan yang sistematik. Oleh karna itu, untuk
penerapan PPBS ini diperlukan pemahaman tentang konsep dan teori sistem
2. PPBS merupakan suatu proses perencanaan yang komprehensif.
Penerapan hanya dimungkinkan untuk masalah-masalah yang kompleks dan dalam organisasi dihadapkan dalam masalah masalah yang rumit dan komprehensif.
Model desain pembelajaran menurut Gustafson dan Branch (2002) dapat di klasifikasikan menjaditiga kelompok yaitu:
a) Model disain pembelajaran yang beriorentasi kelas (classrooms oriented
model)
Model disain pembelajaran yang beriorentasi kelas ditujukan untuk memenuhi kebutuhan para guru dan siswa akan aktivitas pembelajaran yang efektif dan efisien. Model disain sistem pembelajaran yang termaksud klasifikasi ini dapat diaplikasikan mulai jenjang sekolah dasar sampai pendidikan tinggi. Guru, instruktur dan dosen perlu memiliki pemahaman yang baik tentang disain pembelajaran ini agar dapat menciptakan program yang efektif, efisien dan menarik.
b) Model disain sistem pembelajaran yang beriorentasi produk (product
oriented model)
dikembangkn dalam kurun waktu tertentu. Model disain ini menggunakan proses kebutuhan yang sangat ketat.
Para pengguna produk /program pembelajaran yang dihasilkan melalui penerapan disain pembelajaran pada model ini biasanya tidak memiliki kontak langsung dengan pengembang programnya. Kontak langsung antara pengguna program dan pengembang program hanya terjadi pada saat proses evalusi terhadap program tersebut.
c) Model disain sistem pembelajaran yang beriorentasi sistem (system oriented
model)
Model desain sistem pembelajaran yang beriorentasi pada sistem dilakukan untuk mengembangkan sistem dalam skala besar seperti keseluruhan mata pelajaran atau kurikulum. Ilmplementasi model disain sistem pembelajaran yang beriorentasi pada sistem memerlukan dukungan sumber daya yang besar dan
tenaga ahli yang berpengalaman.7
G. Implementasi Perencanaan dan Desain Pendidikan
Implementasi dalam KBBI berarti penerapan atau pelaksanaan. Artinya segala sesuatu yang tercantum dalam bentuk wacana akan dapat disebut sebagai Implementasi apabila wacana tersebut terealisasi dalam bentuk fisik atau amalan. Implementasi juga sangat dipengaruhi sekali terhadap instrukturnya. Dimana seorang instruktur atau guru dituntut memiliiki kemampuan melakukan analisa mengenai masalah pembelajaran yang dihadapi dan mendesain solusi yang sesuai dengan maslah tersebut, untuk itu penguasaan media, metode, dan strategi pembelajaran sangat diperlukan sebagai daya tarik dan motivasi proses
pembelajaran.8 Implementasi dalam hadis memiliki kedudukan yang diutamakan,
karena manfaat yang didapat dari wujud pengimplementasian terhadap suatu ilmu.
ُل ْو ُقَي ملسو هيلع الله ىلص ِالله َلْو ُسَر ُتْعِم َس : َلا
َق ُهْنَع ُالله َي ِ ضَر يِرْدُخْلا دْيِع َس يِبَأ ْنَع
ْن ِم ى
أَر ْن َم :
َ
ِهِب
ْلَقِبَف ْع ِطَت ْسَي ْمَل ْنِإَف ،ِهِنا َسِلِبَف ْع ِطَت ْسَي ْمَل ْنِإَف ،ِهِدَيِب ُهْرِِّيَغُيْلَف ًارَكْنُم ْمُك
ِنا َمْيِلِ
ْا ُفَعْضَأ َكِلَذَو
]ملسم هاور[
Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam bersabda: Siapa yang melihat kemunkaran maka rubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka rubahlah dengan lisannya, jika
7 Benny A. Pribadi. Model Desain Sistem Pembelajaran. Dian Rakyat, 2009: 89-90
tidak mampu maka (tolaklah) dengan hatinya dan hal tersebut adalah
selemah-lemahnya iman. (Riwayat Muslim).9
َ
ا ِمِلاَع
ْلِل َلَْو ِهِلْهَج ىَلَع َنُك ْسَي ْنَا ِلِهاَجْلِل ِغَبْتَي َلْ : َمَّل َسَو ِهْيَلَع ُالله ىَّلَص ِالله ُلْو ُسَر َل
ْن
ى َل َع َن ُك ْسَي
ُّىِناَرْب
َّطلا هُا َوَر( ِهِمْلِع
)
Rasulullah SAW bersabda : “Tidak pantas bagi orang yang bodoh itu mendiamkan
kebodohannya dan tidak pantas pula orang yang berilmu mendiamkan ilmunya”
(H.R Ath-Thabrani)
اْوُل َّمَعَت ى َّت َح ِم
ْلِعْلا
ِع
ْم َجِب ًءاَزَج ِتْؤُت َلْ ِاللهَوَف ْمُتْئ ِش اَم ِمْلِعْلا َنِم اْوُمَّلَعَت
ْ
لا ْوُب
ا ُها َوَر(
َ
ْن َس َح
)
“Belajarlah kalian semua atas ilmu yang kalian inginkan, maka demi Allah tidak akan
diberikan pahala kalian sebab mengumpulkan ilmu sehingga kamu
mengamalkannya. (HR. Abu Hasan)10
Wujud implementasi terkait perencanaan pembelajaran sesuai dengan sabda Rasulullah SAW. mengenai perintahnya dalam pengimplementasian sebuah ilmu pengetahuan atau segala sesuatu yang diharuskan terwujud dalam tindakan adalah dapat dilakukan dalam tiga kategori, yang pertama adalah skala mikro, pada skala ini prosedur desain sistem pembelajaran dilakukan dalam waktu relatif pendek misal mengenai pembahasan sub Bab pada silabus mata kuliah atau mata pelajaran. Yang kedua messo, pada skala ini jangka waktu yang dilakukan yakni kisaran satu semester atau lebih, misalkan silabus mata pelajaran. Selanjutnya yakni skala makro, pada skala ini desain ini di implementasikan pada pengembangan sistem, artinya segala bentuk silabus atau perencanaan dalam bentuk lainya harus sesuia dan tidak keluar
dari skala makro ini. Hal ini dapat kita lihat pada bentuk kurikulum nasional.11 Dapat
kita jabarkan pengimplementasian desain pembelajaran dalam beberapa jenjeng pendidikan, sebagai berikut:
1. Implementasi di Sekolah
a) Menciptakan opini bahwa belajar itu peneting.
ُبُل
طُا : َمَّل َس َو ِهْي
ْ
لَع ُالله ى َّل َص ِالله ُلْو ُسَر َلا
َ
َق : َلاَق ُهْنَع ُالله َي ِ ضَر ٍساَّبَع ِنْبِا ْنَع
9
http://www.al-ahkam.net/home/hadis-40/hadis-40-34-siapa-yang-melihat-kemunkaran-maka-ubahlah-dengan-tangannya. diakses pada26-11-2016 pukul 19:32 WIB.
10 http://rosyidnureka.blogspot.co.id/2013/09/kumpulan-hadist-mengenai-pendidikan.html diakses
pada 27-11-2016. Pukul 7:18 WIB.
َة َكِئ
لََ
َ
لْا َّن ِا ٍة َمِل ْس ُم َو ٍمِل ْس ُم ِِّل
ْ
ُك ىَلَع ٌةَضْيِرَف َمْلِعْلا َبَلَط َّنِاَف ِنْيِِّصلااِب ْوَلَو َمُلِعْلا
ا َه ِت َحِن ْج
ا ُع َضَت
َ
( ُبُل
طَي ا َمِب اًعا َضِر ٍبِلا
ْ
ط ِل
َ
ِِّرَب
لا ِدْبَع ِنْبِا ُها َوَر
ْ
)
Dari Ibnu Abbas R.A Ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Carilah ilmu sekalipun
di negeri Cina, karena sesungguhnya mencari ilmu itu wajib bagi seorang muslim laki-laki dan perempuan. Dan sesungguhnya para malaikat menaungkan sayapnya kepada orang yang menuntut ilmu karena ridho terhadap amal perbuatannya. (H.R Ibnu Abdul Barr)
َمَّل َس َو ِهْي
لَع ُالله ى َّل َص ِالله ُل ْو ُسَر ُتْعِم َس: َلا
َ
َق ُهْنَع ُالله َي ِ ضَر َءاَدْرَد ْيِبَا ْنَعَو
َم : ُل ْو ُقَي
ْن
ا َهَت َحِن ْج
ا ُع َضَت َة َكِئ
َ
لََ
َ
لْا َّن ِا ِةَّن َج
ْ
لا ى
ْ
لِإ ا
َ
ًقْيِرَط ُالله َلَّه َس اًمْلِع ِهْيِف ْي ِغَتْبَي اًقْيِرَط َكَل َس
ِل
ٍبِلا
ط
َ
ِضْرَع
لا ْي ِف ْن َمَو ِتَوا َم َسلا ْي ِف ْن َم ُه
ْ
ل ْر ِفْغَت ْسَيِل ُمِلاَع
َ
لا َّن
ْ
ا َو َعَن َص ا َمِب اًعاَضِر
َ
ْي َحلا ى َّت َح
ِنا
َت
َو َءا َم
لُع
َ
لا َّن
ْ
ا َو , ِب ِكاَو
َ
َكْلا ِرِئا َس ىَلَع ِرَمَقْلا ِلْضَفَك ِداَبِعْلا ىَلَع ِمِلاَعْلا ُلْضَف َو , ِءاَْلْا ْيِف
ُةَث َر
ُه َذ َخ
أ ْن َم َف , َمْلِع
َ
لا ْوُث ِر َو ا َمَّنِإ , ا ًما َهْر ِد
ْ
لَْو اًراَنْي ِد اْو
َ
ُثِرَي ْمَل ِءاَيِبْنَ ْلْا
ْوُب
ا ُها َوَر( ٍرِف
َ
ا َو ٍظ َحِب
َ
َذَخَأ
ْي ِذِمْرِ
ِّتْلا َو ْدُواَد
)
Dari Abu Darda’ R.A, beliau berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda :
Barang siapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu maka Allah memudahkan baginya jalan menuju surga, dan sesungguhnya para malaikat meletakkan sayapnya bagi penuntut ilmu yang ridho terhadap apa yang ia kerjakan, dan sesungguhnya orang yang alim dimintakan ampunan oleh orang-orang yang ada di langit dan orang-orang yang ada di bumi hingga ikan-ikan yang ada di air, dan keutamaan yang alim atas orang yang ahli ibadah seperti keutamaan bulan atas
seluruh bintang, dan sesungguhnya ulama’ adalah pewaris para Nabi, dan
sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan dinar dan tidak mewariskan dirham, melainkan mewariskan ilmu, maka barang siapa yang mengabilnya maka hendaklah ia mengambil dengan bagian yang sempurna. (H.R Abu Daud dan Tirmidzi)
b) Mengajar dengan lembut dan menekankan kebaikan.
Dari Abu Hurairah R.A, Ia berkata: Rasulullah SAW bersabda : Sesungghnya aku
bagimu adalah seperti orang tua kepada anaknya. (HR. Abu Dawud, Nasa’i, dan Ibnu
Hibban
c) Membuat proses belajar menarik dan menyenangkan, seperti memberi hadiah
bagi yang mampu menjawab pertanyaan atau yang mendapat nilai tertinggi.
َع
ْن
ا ْوُر ِِّشَب َو ا ْوُر ِِّسَع
ُت َلَْو ا ْوُر ِِّسَي : َلاَق َمَّل َسَو ِهْيَلَع ُالله ىَّلَص ِِّيِبَّنلا نَع ٍكِلاَم ِنْبِا ٍسَنَأ
ِساَّنلا ى
َلَع ِر ِسْيَّتلاَو ِفْيِفْخَتْلا ُّب ِحُي َناَكَو اْوُرَّفَنَت َلَْو
ىراخبلا هاور(
)
Dari Anas bin Malik R.A. dari Nabi Muhammad SAW beliau bersabda : Permudahkanlah dan jangan kamu persulit, dan bergembiralah dan jangan bercerai berai, dan beliau suka pada yang ringan dan memudahkan manusia (H.R
Bukhori)12
ى َّل َص ِالله ُلْو ُسَر َنا
َك
ِساَّبَع
لا ْي ِنَب ْنِم اًرْيِث
ْ
َك َو ِالله َدْيَبُع َو ِالله َدْبَع ُّفُصَي َمَّل َسَو ِهْيَلَع ُالله
ِر
ْدَص َو ِهِرْهَظ ىَلَع َنْوُعَقَيَف ِهْيَلِا َنْوُقِبَت ْسَيَف َلاَق اَذَك َو اَذَك ُهَلَف َّيَلِا َقَب َس ْنَم ُلْوُقَي َّمُث
ِه
ُمَزْلَي َو ْم ُهُلَّب َقَيَف
ْد َم ْح
ا ُها َوَر( ْم ُه
َ
)
“Pada suatu ketika Nabi membariskan Abdullah, Ubaidillah, dan anak-anak
paman beliau, Al-Abbas. Kemudian, beliau berkata : “ Barang siapa yang terlebih
dahulu sampai kepadaku, dia akan mendapatkan ini dan itu.” Lalu mereka
berlomba-lomba untuk sampai kepada beliau. Kemudian mereka merebahkan diri di atas punggung dan dada beliau. Kemudian, beliau menciumi dan memberi
penghargaan.” ( HR. Ahmad)
d) Bersikap mencerminkan sesuatu yang benar dari pada menerapkan hukuman.13
ْنَع
: َمَّل َس َو ِهْي
لَع ُالله ى َّل َص ِالله ُلْو ُسَر َلا
َ
َق : َلاَق امُهْنَع ُالله َي ِ ضَر َرَمُع ِنْبا ِاللهِدْبَع
( ٌّق َح َّلْ ِإ ُه
ْنِم ُجُرْخَي اَم ِه ِدَيِب ْي ِ سْفَن ْيِذَّلاَوَف ْبُتْكُا
ْد َم ْح
ا ُها َوَر
َ
)
Dari Abdillah bin Umar R.A. sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda : “Tulislah,
demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, tidak keluar dari mulut ini kecuali kebenaran. (HR. Abu Daud)
12 http://rosyidnureka.blogspot.co.id/2013/09/kumpulan-hadist-mengenai-pendidikan.html diakses
pada 27-11-2016. Pukul 7:58 WIB.
e) Memberikan kesempatan bertanya kepada murid, sebagai cara untuk merangsang daya kritis dan mengukur pengetahuan peserta didik.
: َلا َق ُهْنَع ُالله َي ِ ضَر ٍرِبا َج ْنَع
ُءا َف ِش ا َمَّنِإ : َم
َّل َسَو ِهْيَلَع ُالله ىَّلَص ِالله ُلْو ُسَر َلاَق
لاَئ ُّسلا ِِّي ِع
لا
ْ
(
ْي ِذِمْرِ
ِّتْلا َو ْدُواَد ْوُبَا ُها َوَر
)
Dari Jabir R.A, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda :“Sesungguhnya obat kebodohan itu tak lain adalah bertanya.” (HR. Abu Daud)
2. Implementasi desain di perguruan tinggi
Implementasi pada jenjang perguruan tinggi dapat dilakukan penerapan sistematik dan sistemik. Penerapan dapan dilakukan dari tahap analisis, desain,
pengembangan, implementasi, dan evaluasi.14
a. Analisis
Pada tahap ini perlu diketahui kompetensi apa saja yang perlu dimiliki mahasiswa. Sehingga pembelajaran akan mengarah pada titik fokus dengan efektif. Pada tahap ini juga dapat diketahui masalah pembelajaran yang dihadapi mahasiswa dan menentukan solusinya.
b. Desain dan pengembangan
Pada umumnya tahap desain di ikuti dengan tahap pengembangan, dimana pada tahap desain ini dilakukan untuk merancang proses pembelajaran yang dapat diciptakan untuk mencapai tujuan kompetensi yang telah ditentukan. Tahap ini mencakup penggunaan metode, media, strategi dan evaluasi.
c. Implementasi
ْوُب
ا ُها َوَر( اْوُل َّمَعَت ى َّت َح ِم
َ
ْلِعْلا
ِع
ْم َجِب ًءاَزَج ِتْؤُت َلْ ِاللهَوَف ْمُتْئ ِش اَم ِمْلِعْلا َنِم اْوُمَّلَعَت
) ْن َس َح
لا
ْ
“Belajarlah kalian semua atas ilmu yang kalian inginkan, maka demi Allah tidak akandiberikan pahala kalian sebab mengumpulkan ilmu sehingga kamu
mengamalkannya. (HR. Abu Hasan
Pada tahap ini terkhusus merealisasikan desain yang telah dibentuk berdasarkan analisis dan dikembanglan dalam pembelajaran.
d. Evaluasi.
َخ
لا ُنْبا ُر َم ُع ْنَع
ْ
ُهْنَع ُالله َي ِ ضَر ِبا
َّط
: َمَّل َس َو ِهْي
لَع ُالله ى َّل َص ِالله ُلْو ُسَر َلا
َ
َق : َلاَق
َم ْوَي ُبا َس ِح
لا ُّف َخَي ا َمَّنِإَو ِرَب
ْ
ْكَ ْلْا ِضْرَعْلِل اْوُنَّيَزَت اْوُب َساَحُت ْنَا َلْبَق ْمُك َسُفْنَا اْوُب ِساَح
ِف ُه َس ْف
َن َب َساَح ْنَم ىَلَع ِةَماَيِقْلا
اَيْن ُّدلا ْي
Dari Umar Ibnul Khattab R.A beliau berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Adakanlah perhitungan terhadap diri kalian sebelum kalian diperhitungkan”.
Pada tahap evaluasi sebenarnya ada dua metode penggunaan yang dilakukan yakni evaluasi formatif yang dilakukan pada proses pembelajaran. Sedang evaluasi
sumatif dilakukan pada akhir program.15
Daftar Pustaka
Kurniadin, D. Machali, I. (2012). Manajemen Pendidikan: Konsep dan Prinsip Pengelolaan
Pendidikan. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media.
Rohani, Ahmad. (2004). Pengelolaan Pengajaran. Jakarta: PT Rineka Cipta.
http://syaifasnack.blogspot.com/2012/06/hadis-tentang-perencanaan-pendidikan.html
Arif Armai, 2002, Pengantar Ilmu dan Metodologi Pendidikan Islam, Jakarta: CIPUTAT PRES.
Sutiah, 2009, Permen 8 Standar Nasional Pendidikan, Kota Batu.
Benny A. Pribadi. 2009.Model Desain Sistem Pembelajaran. PT.Dian Rakyat.
Asmadawati,2012. Desain Pembelajaran Agama Islam, Padang: Multicipta Nana Syaodih, 1996. Perencanaan Pengajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Benny, A. Pribadi. 2009. Model Desain Sistem Pembelajaran. Jakarta: PT. Dian Rakyat.
http://www.al-ahkam.net/home/hadis-40/hadis-40-34-siapa-yang-melihat-kemunkaran-maka-ubahlah-dengan-tangannya. diakses pada26-11-2016 pukul 19:32 WIB.
http://rosyidnureka.blogspot.co.id/2013/09/kumpulan-hadist-mengenai-pendidikan.html diakses pada 27-11-2016. Pukul 7:18 WIB.