• Tidak ada hasil yang ditemukan

12 2 Trumon Tengah Ladang Rimba 12.350,2

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "12 2 Trumon Tengah Ladang Rimba 12.350,2"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 1

2.1 Gambaran Geografis dan Administratif

Wilayah Kabupaten Aceh Selatan terletak di pantai barat – selatan Provinsi Aceh yang berada di ujung utara Pulau Sumatera. Berdasarkan Peta Rupa Bumi Indonesia skala 1 : 50.000, wilayah daratan Kabupaten Aceh. Kabupaten Aceh Selatan dengan ibukotanya Tapaktuan, merupakan salah satu daerah pesisir tertua di Aceh. Kabupaten yang terbentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 7 (drt) Tahun 1956, dalam sejarah pembentukannya telah dilakukan sejak tanggal 10 Oktober 1945 (lihat kotak 1). Kabupaten Aceh Selatan berada di wilayah pantai barat-selatan Aceh dan terletak antara 20-40 Lintang Utara (LU) dan960-900 Bujur Timur (BT). Dari sisi letaknya, kabupaten ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Aceh Barat Daya, di sebelah Utara. Di sebelah Selatan berbatasan dengan Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil. Di sebelah Barat, berbatasan dengan Samudera Hindia. Dan, di sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Aceh Tenggara.

(2)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 2

W ilayah kabupaten Aceh Selatan secara geografis terletak pada 020

23’ 24” – 030 44’ 24” LU dan 960 57’ 36” – 970 56’ 24” BT. Dengan batas-batas

wilayah adalah:

sebelah utara : Kabupaten Aceh Tenggara;

sebelah timur : Kota Subulussalam dan Kabupaten Aceh Singkil; sebelah selatan : Samudera Hindia;

sebelah barat : Kabupaten Aceh Barat Daya.

Luas wilayah daratan Aceh Selatan adalah 4.173,67 Km2 atau 417.367,7 Ha, yang meliputi daratan utama di pesisir barat – selatan Provinsi Aceh. Sesuai dengan penetapan dalam UU No.11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, pembagian administrasi pemerintahan kabupaten/kota terdiri berturut-turut atas: kecamatan, mukim, dan gampong.

Dengan demikian Wilayah Kabupaten Aceh Selatan secara administrasi pemerintahan terbagi atas 18 kecamatan, 43 Mukim dan 260 Gampong.

Kotak I

Sejarah Aceh Selatan

Kabupaten Aceh Selatan adalah salah satu Kabupaten yang tergolong tertua di Provinsi Aceh. Perjuangan untuk meningkatkan status Aceh Selatan menjadi sebuah Kabupaten telah di mulai sejak tanggal 10 Oktober 1945 dengan Pembentukan Komite Nasional Kewedanaan Tapaktuan yang dikenal dengan KNID.

Usaha ke arah itu terus dilanjutkan dengan mencari dukungan dari Komite Nasional Daerah Aceh dan Komite Nasional Daerah Bakongan serta Singkil. Pembicaraan ketua KNID Tapaktuan yang diketuai oleh Ahmad Banuali mendapat sambutan dan persetujuan dari residen Aceh T. Nyak Arief dan Ketua Komite Nasional Daerah Aceh

Tuanku Mahmud dengan catatan pemekaran itu hanya untuk tiga kewedanaan yaitu Tapaktuan, Bakongan dan Singkil.

Kemudian setelah penggantian Residen Aceh dari T. Nyak Arief kepada T. Chik M Daud Syeh pembicaraan dilanjutkan dan diperoleh izin prinsip : Pada saat Komite Nasional Daerah KNID Tapaktuan telah berhasil memilih Bupati Aceh Selatan, maka pada saat itu Kabupaten Aceh Selatan resmi di bentuk.

Untuk melanjutkan proses tersebut maka pada tanggal 18 Mei 1946 diadakan rapat pemilihan Bupati Aceh Selatan yang pertama dan pemilihan Bupati pun dilaksanakan dengan perolehan suara terbanyak oleh M. Salim Hasyimi, dengan demikian resmilah lahirnya Kabupaten Aceh Selatan menjadi Kabupaten otonom.

(3)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 3

Wilayah laut kewenangan sejauh 4 mil dari garis pangkal seluas 3.677,53 Km2, wilayah udara di atas daratan dan laut kewenangan, serta termasuk ruang di dalam bumi di bawah wilayah daratan dan laut kewenangan. Luas wilayah administrasi Kabupaten Aceh Selatan yang dirinci menurut kecamatan seperti ditunjukkan pada Tabel 2 1.

Tabel 2.1

Pembagian Administrasi Pemerintahan Di Wilayah Kabupaten Aceh Selatan

Kabupaten Aceh Selatan Tapaktuan 417.367,7 43 260

Sumber: Aceh Selatan Dalam Angka 2015

(4)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 4

Gambar 2.1

(5)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 5

Gambar 2.2

(6)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 6

2.2 Gambaran Demografi

2.2.1 Jumlah dan Perkembangan Penduduk

Jumlah penduduk Kabupaten Aceh Selatan penduduk pada tahun 2014 adalah 220.971 jiwa, dengan total jumlah kepala keluarga atau rumah tangga adalah 50.956 kepala keluarga/rumah tangga. Perkembangan jumlah penduduk beserta sebarannya menurut masing-masing kabupetan/kota ditunjukkan pada Tabel 2.2. Kabupaten Aceh Selatan pada tahun 2011 terjadi pemekaran kecamatan yang semula 16 kecamatan menjadi 18 kecamatan yaitu Kecamatan Kota Bahagia merupakan Kecamatan Bakongan dan Kecamatan Trumon Tengah pemekaran dari Kecamatan Trumon dan Trumon Timur, sehingga berpengaruh pada jumlah penduduk pada Kecamatan Trumon Timur dan Kecamatan Bakongan.Kecamatan dalam Kabupaten Aceh Selatan pada tahun 2014 dengan jumlah penduduk terbesar adalah Kecamatan Kluet Utara (24.217 jiwa) dan jumlah penduduk terkecil adalah Kecamatan Trumon (4.683 jiwa).

2.2.2 Komposisi Penduduk Menurut Jenis Kelamin dan Kelompok Umur

Potensi penduduk yang besar merupakan faktor produksi dalam mendorong percepatan pembangunan. Di wilayah barat-selatan Aceh, Kabupaten Aceh Selatan memiliki potensi penduduk yang paling banyak. Dari total penduduk Aceh tahun 2014, paling kurang 4,5 persen mendiami di Kabupaten Aceh Selatan, tertinggi dibanding dengan kabupaten/kota di wilayah barat-selatan Aceh. Potensi penduduk tersebut harus didayagunakan secara optimal sehingga berkontribusi signifikan dalam mendorong percepatan pembangunan Kabupaten Aceh Selatan

Pada Tabel 2.2 ditunjukkan komposisi penduduk Kabupaten Aceh Selatan menurut jenis kelamin, pada tahun 2008, 2010, 2012 sampai 2014. Dari tahun 2008 sampai 2014 jumlah penduduk perempuan lebih besar dari pada laki-laki.

(7)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 7

Kelompok umur yang terbesar jumlah penduduknya adalah kelompok 10-14 tahun, kemudian kelompok 5 -9 tahun, dan selanjutnya kelompok 15 – 19 tahun.

Tabel 2.2

Jumlah Dan Perkembangan Penduduk Di Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2010–2014

Aceh Selatan 204.667 207.025 208.002 210.071 220.971

(8)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 8

Tabel 2.3

Komposisi Penduduk Kabupaten Aceh Selatan Menurut Jenis Kelamin Tahun 2010-2014

Tahun Laki-laki (jiwa) Perempuan (Jiwa) Jumlah (Jiwa)

2010 100.680 103.987 204.667

2011 101.967 105.058 207.025

2012 102.448 105.554 208.002

2013 106 688 110 306 212.242

2014 108.520 112.451 220.971

Sumber : BPS Aceh Selatan 2015

Penduduk berumur produktif mendominasi dalam struktur penduduk Kabupaten Aceh Selatan. Penduduk produktif merupakan angkatan kerja yang memiliki potensi menggerakkan aktivitas ekonomi, disamping juga menanggung sebagiannya untuk penduduk belum dan tidak produktif. Besarnya potensi penduduk produktif merupakan peluang dalam mendayagunakan potensi sumberdaya ekonomi lokal yang optimal dan berkelanjutan.

Tabel 2.4

(9)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 9

2.2.3 Kepadatan Penduduk

Kepadatan penduduk Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2014 yang dihitung berdasarkan jumlah penduduk (jiwa) dibagi dengan luas permukiman yang ada di tiap kecamatan rata- rata sebesar 35 jiwa/Ha. Dari seluruh kecamatan yang ada, Kecamatan Samadua mempunyai kepadatan yang tinggi yaitu 64 jiwa/Ha. Sementara itu kepadatan penduduk yang paling rendah terdapat di Kecamatan Trumon yaitu sebesar 11 jiwa/Ha. Tingginya angka kepadatan penduduk di Kecamatan Samadua dapat difahami karena kecamatan ini mempunyai jumlah penduduk sekitar 15.097 jiwa tidak signifikan bila dibandingkan dengan luas permukiman yang hanya 248,16 Ha .

Tabel 2.5.

Kepadatan Penduduk Aceh Selatan Tahun 2014

No Kecamatan

(10)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 10

Demikian juga halnya dengan Kecamatan Trumon sebagai kecamatan yang memiliki kepadatan paling rendah. Hal ini disebabkan oleh jumlah penduduk yang sedikit yaitu sekitar 4.683 jiwa, sedangkan permukimannya cukup luas yaitu sekitar 419,77 Ha. Lebih jelas mengenai kepadatan penduduk di Kabupaten Aceh Selatan tahun 2014 dapat lihat Tabel 2.5 dan Gambar 2.3.

Gambar 2.3

(11)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 11

2.2.4 Proyeksi Jumlah Penduduk

Berdasarkan kajian terhadap perkembangan jumlah penduduk sejak tahun 1980 sampai 2008, dan khususnya karakter perkembangan 2005 – 2008 yaitu setelah bencana tsunami melanda Aceh, serta karakter perkembangan wilayah yang diharapkan, maka diprediksikan jumlah penduduk pada akhir tahun perencanaan, yaitu tahun 2035 dengan jumlah prediksi Penduduk Kabupaten Aceh Selatan mencapai 332.045 jiwa. Lebih jelasnya proyeksi penduduk dapat dilihat pada Tabel 2. 6.

Tabel 2.6

Proyeksi Penduduk Kabupaten Aceh Selatan

No Kecamatan

Penduduk (Jiwa)

2015 2017 2022 2027 2032 2035

1 Trumon 4.700 4.725 5.295 5.933 6.648 7.136

Jumlah 224.897 232.475 259.932 291.256 326.355 332.045

(12)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 12

2.3 Kondisi Fisik Dasar Wilayah

2.3.1 Ketinggian/ Elevasi

Pada Gambar 2.4 ditampilkan sebaran ketinggian/elevasi daratan wilayah Aceh Sela tan menurut selang ketinggian setiap 100, 200 dan 400 meter. Sebagian besar wilayah dipesisir pantan Kabupaten Aceh Selatan berada pada ketinggian di bawah 100 meter, yang terdapat di Kecamatan Trumon, Trumon Timur, Bakongan, Bakongan Timur, Kluet Selatan, Kluet Utara dan Pasieraja. Sedangkan bagian utara Kabupaten Aceh Selatan sebagian besar mempunyai ketinggian > 100 meter yang merupakan gugusan bukit barisan, seperti pada Kecamatan Labuhan Haji Barat, Labuhan Haji Timur, Labuhan Haji, Meukek, Sawang, Samadua, Tapaktuan, Kluet Tengah dan Kluet Timur serta bagian utara Kecamatan Bakongan, Bakongan Timur, Trumon dan Trumon Timur. Ketinggian di atas 1000 meter sebagian besar berada di kawasan Hutan Lindung dan Taman Naional Gunung Leuser.

2.3.2 Kemiringan Lereng

Wilayah Kabupaten Aceh Selatan terletak pada lahan dengan keadaan morfologi datar–bergelombang sampai berbukit-bukit dan pegunungan. dengan kelompok kelerengan 0-8%, 8-15%, 15-25 %, 25-40%, >40%. terdiri dari:

(13)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 13

2. Wilayah landai dengan kondisi kemiringan 815% dengan luas 14.160,88 ha (3,39%). Wilayah dan kawasan dengan kondisi kemiringan ini mempunyai kecocokan sebagai lokasi pengembangan budidaya perkebunan atau tanaman tahunan. Bentuk permukaan bergelombang ini tersebar di setiap kecamatan, yang dominan terletak di Kecamatan Trumon Timur, Bakongan Timur dan Sawang.

3. Wilayah ini merpakan wilayah bergelombang dengan kondisi kemiringan 15–25% tersebar disetiap kecamatan dengan luas 39.391,81 Ha (9,43%). Bentuk permukaan bergelombang paling banyak dijumpai di Kecamatan Kota bahagia, Kluet Timur, dan Meukek.

4. Wilayah perbukitan dan curam dengan kondisi kemiringan 2540% tersebar disetiap kecamatan dengan luas 157.698,26 ha (37,76%). Wilayah perbukitan tersebar hampir semua kecamatan yang dominan terletak di Kecamatan Kluet Tengah, Kluet Timur, dan Meukek.

5. Wilayah pegunungan dengan kondisi kemiringan >40%, bentuk permukaannya yang sangat curam bervariasi terjal, umumnya dijumpai sebagai kerucut dan puncak vulkan, lahan mudah longsor hingga kawasan ini sebaiknya hanya digunakan sebagai kawasan lindung. Wilayah pengunungan ini memiliki luas 67.319,56 (16,12%) dengan penyebaran paling dominan terdapat di Kecamatan Kluet Tengah, Meukek dan Kluet Timur.

(14)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 14

Tabel 2.7

Sebaran dan persentase kemiringan lahan di Kabupaten Aceh Selatan

Nama Kecamatan

Kluet Tengah 1.034,38 932,69 3.351,47 45.550,84 28.220,02 80.107,91

Kluet Timur 5.510,84 1.690,28 5.439,66 25.615,13 7.535,85 44.902,95

Kluet Utara 4.176,76 358,11 778,19 1.821,58 175,87 7.323,68

Kota Bahagia 5.212,31 1.729,51 5.896,08 9.726,17 1.899,21 24.463,29

Labuhan Haji 469,84 146,69 442,65 3.417,22 1.591,77 5.482,51

Labuhan Haji Barat 1.532,42 362,96 852,08 2.875,75 2.032,67 7.656,10

Labuhan Haji Timur 309,89 336,20 1.022,55 5.715,50 1.589,02 9.550,22

Meukek 696,84 402,93 3.120,26 24.396,57 17.889,46 46.506,18

Pasieraja 3.012,79 271,87 932,50 5.219,46 374,60 9.811,37

Samadua 493,20 365,86 1.759,46 6.952,55 1.000,43 11.290,66

Sawang 256,87 314,54 2.738,70 13.054,17 3.293,50 18.937,61

Tapaktuan 70,77 154,41 1.919,05 6.271,23 1.654,67 10.070,36

Trumon 76.456,1 9

58,78 141,26 12,80 - 76.578,72

Trumon Tengah 3.598,20 1.584,09 3.534,43 3.571,05 6,44 12.350,23

(15)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 15

Gambar 2.4

(16)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 16

Gambar 2.5

(17)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 17

2.4 Fisiografi Wilayah

Kondisi fisiografi wilayah Kabupaten Aceh Selatan di daratan Pulau Sumatera (mainland) dapat dikelompokkan atas empat kelompok utama, yaitu :

dataran rendah, pegunungan bagian utara, perbukitan bagian tengah dan perbukitan bagian selatan. Dataran rendah di bagian selatan terdapat dari pesisir pantai Kecamatan Pasieraja, Kluet Utara, Kluet Selatan, bagian selatan Kecamatan Bakongan, Bakongan Timur, Trumon dan Trumon Timur. Dataran rendah sebagian besar berada di Kecamatan Trumon dan Trumon Timur yang merupakan rawa trumon, dimana sebagian Rawa Trumon masuk kedalam Suaka Margasatwa Rawa Trumon.

Hamparan dataran rendah di bagian hilir dan lembah Krueng Kluet yang merupakan dataran rendah yang sangat produktif untuk produksi tanaman pangan saat ini. Sebagian dataran rendah ini juga sangat rawan banjir bila curah hujan tinggi. Kondisi ini disebabkan ketidakmampuan sungai-sungai yang melewati dataran rendah ini untuk menampung volume air, sehingga menggenangi dataran rendah tersebut. Selain curah hujan yang tinggi, belum dibangunnya saluran-saluran drainase untuk mengalirkan sebagian debit banjir ke laut. Pengaturan sistem drainase yang terintegrasi dengan sistem pengelolaan lahan pada dataran rendah sangat diperlukan untuk mengembangkan dataran rendah dan rawa sebagai lahan produktif untuk pertanian dan penanggulangan bencana banjir.

(18)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 18

bagian tengah dan utara Kecamatan Samadua, Tapaktuan dan Pasieraja, bagian selatan Kecamatan Kluet Tengah, bagian utara dan timur Kecamatan Kluet Timur. rangkaian perbukitan bukit barisan yang menyambung dari perbukitan bagian tengah di Kabupaten Aceh Selatan. Elevasi tertinggi berada pada 1000 meter dari pemukaan laut. Sebagian besar wilayah perbukitan bagian selatan ini masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Hutan Lindung, Hutan Produksi Tetap dan Hutan Produksi Terbatas.

2.5 Morfologi

Kondisi morfologi wilayah Kabupaten Aceh Selatan terdiri dari datar, landai, bergelombang, berbukit / curam dan sangat curam, hingga pegunungan dengan tingkat kemiringan sangat curam/terjal. Dari data yang diperoleh kondisi lahan berupa bukit yang curam adalah yang terluas yakni mencapai 157.699,91 Ha, kondisi lahan yang sangat curam mencapai 67.320,12 Ha, kondisi lahan yang bergelombang mencapai 39.395,59 Ha, sedangkan kondisi lahan yang landai hanya seluas 14.171,4 Ha dan lahan datar hanya 139.092,95 Ha.

Tabel 2.8.

Luas wilayah Kabupaten Aceh Selatan berdasarkan kondisi Morfologi

No Morfologi Luas (Ha) Proporsi (%)

1 Berbukit/curam 157.699,91 37,78

2 Sangat Curam 67.320,12 16,13

3 Bergelombang 39.395,59 9,43

4 Datar 139.092,95 33,32

5 Landai 14.171,40 3,4

Jumlah 417.367,70 100,00

(19)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 19

Gambar 2.6

(20)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 20

2.6 Geologi

Sebagian besar batuan dasar wilayah Kabupaten Aceh Selatan tersusun dari batuan gunung api, batuan sedimen dan meta sedimen serta batuan terobosan. Batuan gunung api terdiri dari andesite, Tuff dan vulcanic rock. Sebaran andesite terdapat hampir seluruh kecamatan yang membentang dari utara Kecamatan Labuhan Haji Barat sampai ke Bakongan. Batuan tuff terdapat di trumon timur, sedangkan vulcanic rock terdapat di bagian selatan Kecamatan Bakongan Timur, bagian utara Kecamatan Trumon dan Trumon Timur.

Batuan sedimen dan meta-sedimen terdiri dari arrenite-sandstone, boulder-sandstone, calcilutites, conglomerate, gravel, meta-limestone, microgabro, sandstone dan sandstone- siltstone. Batuan sedimen dengan penyebaran terluas adalah arrenite-sandstone yang terdapat di bagian utara Kecamatan Labuhan Haji Barat, Labuhan Haji, Labuhan Haji Timur, Meukek, Sawang, Bakongan Timur, sebagian besar Kecamatan Kluet Tengah dan Kluet Timur. Boulder-sandstone terdapat di dataran rendah dan sepanjang aliran sungai dan muara sungai serta di pesisir pantai yang menyebar di Kecamatan Labuhan Haji Barat, Labuhan Haji, Labuhan Haji Timur, Meukek, Sawang, Samadua, Tapaktuan, Pasieraja, sepanjang aliran Krueng Kluet serta sebagian besar rawa dan pesisir di Kecamatan Bakongan, Bakongan Timur, Trumon dan Trumon Timur. Sebaran batuan sedimen dan meta-sedimen selengkapnya disajikan pada peta lithologi Kabupaten Aceh Selatan. Batuan teroboson terdiri dari diorite dan granite. Diorite terdapat di Kecamatan Bakongan Timur dan Trumon sedangkan granite menyebar di Kecamatan Labuhan Haji Timur, Labuhan Haji, Labuhan Haji Barat, Meukek, Sawang, Samadua, Tapaktuan, Kluet Tengah, Kluet Timur dan Bakongan.

(21)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 21

Gambar 2.7

(22)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 22

2.7 Klimatologi

Berdasarkan Atlas Iklim Pertanian Indonesia (Balitklimat 2007) yang disusun berdasarkan data klimatologi dari Tahun 1971-2000 menggunakan kombinasi klasifikasi iklim Oldeman dan Smith-Ferguson, pola iklim di Kabupaten Aceh Selatan sebagian besar berpola IVC (97.9%) dan hanya sebagian kecil yang berpola IIIC (2.1%) di bagian utara Kecamatan Kluet Tengah. Pola Iklim IVC mempunyai bulan kering berturut-turut kurang dari 3 bulan dan bulan basah berturut-turut 7-9 bulan, sehingga dapat ditanami padi umur pendek dua kali setahun dan satu kali palawija. Sedangkan pola

Iklim IIIC mempunyai curah hujan 2000–3000 mm tahun-1 dan mempunyai bulan kering berturut-turut kurang dari 4 bulan dan bulan basah berturut- turut 6-8 bulan sehingga dapat ditanami sekali padi dan sekali palawija tetapi penanaman jangan pada bulan kering.

Sebaran curah hujan di Kabupaten Aceh Selatan berkisar dari 2500-3750

mm/tahun Curah hujan tertinggi 3500–3750 mm tahun-1 terjadi di Sebelah Selatan Kecamatan Kluet Selatan, Sebelah Selatan Kecamatan Trumon dan

Trumon Timur, sedangkan yang terendah 2500–2750 mm tahun-1 terjadi di Sebelah Timur Laut Kecamatan Trumon Timur. Sebagian Besar curah hujan

Kabupaten Aceh Selatan 3250–3500 mm tahun-1 atau 54.32% luas wilayah Kabupaten Aceh Selatan dan hampir jatuh di setiap kecamatan. Sebaran curah hujan Kabupaten Aceh Selatan disajikan pada Gambar 2.8, sedangkan tabel distribusi curah hujan setiap kecamatan disajikan pada Tabel 2.9. Curah hujan di wilayah Kecamatan Kluet Utara, Kecamatan Pasie Raja, dan

(23)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 23

Tabel 2.9.

Luas Sebaran Curah Hujan Di Kabupaten Aceh Selatan

No. Kecamatan Luas (Ha)

Luas Distribusi Curah Hujan (mm.tahun-1)

2500-3. Trumon Timur 28.534,27 89,16 13.015,5

3

6. Bakongan Timur7.381,19 9.961,41 8.683,99

7. Kluet Selatan 10.658,25 5.607,92 5.855,08

8. Kluet Timur 44.902,95 45.992,0

0

9. Kluet Utara 7.323,68 7.370,00

10. Pasieraja 9.811,37 1.037,00

11. Kluet Tengah 80.107,91 1.108,06 31.779,2

3

46.063,7 3

12. Tapaktuan 10.070,36 10.203,0

0

13. Samadua 11.290,66 10.666,0

0

14. Sawang 18.937,61 3.132,32 16.648,6

8

Kab. Aceh Selatan 417.367,7 89,16 15.331,4

0

Presentase (%) 100 0,02 3,66 29,72 54,32 12,28

(24)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 24

2.8 Hidrologi, Daerah Aliran Sungai dan Cekungan Air Tanah

Secara Hidrologis Kabupaten Aceh Selatan terdiri dari 23 Daerah Aliran Sungai yaitu DAS Kluet, DAS Labuhanhaji, DAS Baro, DAS Peulumat, DAS Meukek, DAS Sikulat, DAS Dingin, DAS Panjupian, DAS Butea, DAS Rasian, DAS Suaq Panjang, DAS Laut Bangko, DAS Ujong Pulo Cut, DAS Trumon, DAS Lamedame, DAS Seleukat, DAS Bakongan, DAS Lembang, DAS Kuala Hitam, DAS Hitam, DAS Anun, DAS Serulah dan DAS Singkil. Didukung oleh 543 Sungai Kecil dan 21 Sungai Besar serta 1 Danau yaitu Danau Laut Bangko. Kebutuhan air bersih di Kabupaten Aceh Selatan tergantung pada sungai-sungai dan menjadi in-take bagi penyediaan air bersih. Jaringan sungai tersebut merupakan bagian dari sistem hidrologis yang berhubungan erat dengan kondisi air tanah yang terdapat di wilayah Kabupaten Aceh Selatan.

Selanjutnya mengenai Cekungan Air Tanah (CAT), mengacu pada atlas Cekungan Air Tanah Indonesia yang diterbitkan Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral tahun 2009 dapat diidentifikasikan ada 3 (tiga) Cekungan Air Tanah (CAT) di wilayah Kabupaten Aceh Selatan seperti terlihat dalam Tabel 2.10 berikut:

Tabel 2.10

Cekungan Air Tanah di Wilayah Kabupaten Aceh Selatan

No Cekungan Air Tanah Luas (Ha)

1 Meulaboh 1.267,03

2 Subulussalam 110.157,08

3 Kota Fajar 26.909,69

(25)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 25

2.8.1 Wilayah Sungai

Di wilayah Kabupaten Aceh Selatan terdapat 543 Sungai Kecil dan 21 Sungai Besar. Pengelolaan sungai sebagai sumber daya air ditetapkan 2 (dua) Wilayah Sungai (WS) seperti ditunjukkan dalam Tabel 2.11 berikut:

Tabel 2.11

Wilayah Sungai di wilayah kabupaten Aceh Selatan

Kode WS Wilayah Sungai Daerah Aliran Sungai Kewenangan

Lintas Provinsi

01.09.A2 Alas – Singkil Kuala Hitam, Hitam, Anun, Singkil, Bayak, Tuangku dan Bangkaru

Pemerintah Aceh

Lintas Kabupaten

01.07.B Baru – Kluet Butea, Kluet,Suak Panjang, Lembang,

Laut Bangko,

Bakongan, Ujong Pulo Cut, Seuleukat,

Trumon dan

Lamedame

(26)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 26

Gambar 2.8

(27)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 27

Gambar 2.9

(28)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 28

Gambar 2.10

(29)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 29

Gambar 2.11

(30)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 30

Gambar 2.12

(31)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 31

2.8.2 Pengelompokkan Jenis Tanah

Pengelompokkan jenis tanah yang diidentifikasikan di wilayah KabupatenAceh, yaitu dari pembacaan Peta Penyebaran Jenis Tanah menurut Pusat Penelitian Tanah Bogor. ada 7 jenis tanah yang terdapat di Kabupaten Aceh Selatan, yaitu : (1) Andosol, (2) Komplek Podsolik Coklat, Podsolik dan Podsol dan Litosol, (3) Komplek Podsolik Merah Kuning, Latosol dan Litosol, (4) Komplek Rensing dan Litosol, (5) Organosol dan Gle Humus, (6) Podsolik Merah Kuning dan (7) Regosol. Dari pembacaan pada peta sebaran jenis tanah dapat diindikasikan sebaran jenis tanah tersebut seperti berikut ini.

Jenis tanah regosol merupakan jenis tanah yang paling sedikit berdasarkan luas sebarannya, yaitu berada di bagian utara Kecamatan Labuhan Haji, Labuhan Haji Barat dan Labuhan Haji Timur yang merupakan lereng Gunung Leuser. Sedangkan jenis tanah andosol menyebar di bagian utara Kecamatan Labuhan Haji, Labuhan Haji Timur, Labuhan Haji Barat, Meukek dan Kluet Tengah yang merupakan lereng Gunung Leuser.

Jenis tanah Komplek Rensing dan Litosol tersebar di bagian tengah Kecamatan Labuhan Haji, Labuhan Haji Barat, Labuhan Haji Timur dan Meukek. Sementara itu penyebaran jenis tanah Komplek podsolik coklat, Podsol dan Litosol terdapat di bagian utara Kecamatan Kluet Tengah.

(32)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 32

Rawa Trumon. Untuk lebih jelas mengenai pengelompokkan jenis tanah di Kabupaten Aceh Selatan disajikan pada Gambar 2.13.

Gambar 2.13

(33)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 33

Adapun jenis tanah Podsolik Merah Kuning (PMK) menyebar dari utara sampai ke selatan dari Kabupaten Aceh Selatan. Penyebaran jenis tanah PMK terdapat pada bagian selatan Kecamatan Labuhan Haji, Labuhan Haji Barat, Labuhan Haji Timur, Kluet Tengah dan Meukek. Jenis tanah PMK juga menyebar seluruh lahan pada Kecamatan Sawang, Samadua, Tapaktuan dan Pasieraja. Jenis tanah PMK juga terdapat pada bagian tengah Kecamatan Bakongan dan Bakongan Timur serta pada bagian utara Kecamatan Trumon dan Trumon Timur.

2.9 Kawasan Hutan dan Penggunaan Lahan

Penetapan fungsi hutan di wilayah Kabupaten Aceh Selatan berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 103 Tahun 2015 tanggal 2 April 2015 tentang Perubahan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 865/Menhut II/2014 Tentang Kawasan Hutan dan Konservasi Perairan Provinsi Aceh. Menurut SK tersebut maka Luas Kawasan Lindung di Kabupaten Aceh Selatan adalah Hutan Lindung seluas 152.489,91 Ha, Suaka Margasatwa seluas 57.891,54 Ha dan Taman Nasional seluas 78.393,19 Ha. Sementara Hutan Produksi seluas 14.988,16 Ha dan APL seluas 106.790,70 Ha.

(34)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 34

Penggunaan lahan untuk budidaya yang paling besar adalah penggunaan untuk kegiatan pertanian lahan kering dan perkebunan, masing-masing seluas 39.697,11 Ha (9,51%), dan 39.871,97 Ha (9,55%). Lebih jelas mengenai Ka wa sa n Huta n da n penggunaan lahan di Kabupaten Aceh Selatan dapat lihat Tabel 2.12, Gambar 2.14, Gambar 2.15, dan Gambar 2 .16 berikut.

Gambar 2.14

(35)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 35

169,56 3,61 323,13 1.312,0 8

Perkebunan Rakyat 40,22 1044,74 2546,1 5

(36)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 36

Tabel 2.13

Penggunaan Lahan Lanjutan

Penggunaan Lahan Nama Kecamatan

Pasie Sama Sawa Tapa Trum Trum Trumo Jumlah Persent Hutan Lindung 3.263,

(37)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 37

Gambar 2.15

Peta Penggunaan Lahan Lindung-Budidaya 1

(38)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 38

Gambar 2.16

Peta Penggunaan Lahan Lindung-Budidaya 2 (WUP dan IUP Pertambangan) Kabupaten Aceh Selatan

2.10 Potensi Ekonomi Wilayah

(39)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 39

Tabel 2.14

Identifikasi Sektor Unggulan Dan Potensial Di Kabupaten Aceh Selatan

LPE (%)

Dari lapangan usaha pertanian

mempunyai nilai kontribusi yang

dominan terhadap pembentukan

PDRB. Sehingga sektor

kegiatan ini merupakan sektor

basis ekonomi wilayah.

4 Pengadaan Listrik dan Pertumbuhan stabil dan

5 Pengadaan air, Pengolahan Sampah

Pertumbuhan stabil (nilai turun)

6 Konstruksi Pertumbuhan lambat (nilai turun)

7 Perdagangan Besar dan Enceran,

Tumbuh stabil dan berpengaruh +

8 Transportasi dan Tumbuh stabil dan berpengaruh +

9 Penyediaan Akomodasi dan

Tumbuh lambat dan berpengaruh

1 Informasi dan Tumbuh cepat dan nilai turun

1 Jasa Keuangan dan Tumbuh stabil dan berpengaruh +

1 Real Estate Tumbuh stabil dan berpengaruh +

1 Jasa Perusahaan Pertumbuhan cepat dan

1 Administrasi Pemerintahan dan

Tumbuh stabil dan nilai turun

1 Jasa Pendidikan Tumbuh cepat dan berpengaruh +

1 Jasa Kesehatan dan Pertumbuhan stabil (nilai turun)

(40)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 40

Dari ketiga kelompok tersebut, kelompok Sekunder dan Tersier mempunyai kontribusi dominan terhadap PDRB pada tahun 2014. Namun dari lapangan usaha, sektor Pertanian masih memberikan kontribusi yang relatif besar, yaitu sebesar 25,74% pada tahun 2014 dan masih menjadi sektor basis ekonomi wilayah Kabupaten Aceh Selatan.

Sektor Sekunder kontribusinya pada periode tahun 2010-2014 terjadi penurunan sebesar 4,09 %. Secara umum, penurunan ini terjadi dari pengaruh fluktuasi harga-harga barang dasar (untuk bahan bangunan/konstruksi) dan beberapa alokasi sumber (terutama untuk sumber air bersih) yang mengalami kerusakan sebagai akibat bencana alam (banjir dan genangan air dengan durasi waktu yang cukup lama) dan kurangnya pemeliharaan terhadap jaringan pipa distribusinya.

2.11 Fasilitas Sosial dan Prasarana Wilayah

2.11.1 Pendidikan dan Kesehatan

Ketersediaan sumberdaya manusia (SDM) yang berkualitas sangat dipengaruhi oleh pendidikan dan kesehatan. Pada tahun 2014, di Kabupaten Aceh Selatan terdapat 235 unit Sekolah Dasar (SD)/sederajat, 72 unit Sekolah Menengah Pertama (SMP)/sederajat, 48 unit Sekolah Menengah Atas (SMA)/sederajat. Sementara itu, jumlah tenaga pengajar yang tersedia untuk masing-masing jenjang pendidikan yakni 2.632 pengajar pada tingkat SD/sederajat, 1.327 pengajar pada tingkat SMP/sederajat dan 1.112 pengajar pada tingkat SMA/sederajat. Sedangkan untuk peserta didiknya ada 21.970 murid SD/sederajat, 10.261 murid SMP/sederajat, dan 10.154 murid SMA/sederajat

(41)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 41

Disamping itu, terdapat juga 316 unit posyandu aktif yang dibantu 1.322 orang kader aktif yang memberikan pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak. Adapun tenaga kesehatan berjumlah 473 orang pada tahun 2014 yang tersebar relatif merata di setiap kecamatan, rumah sakit, dan dinas kesehatan.

2.11.2 Prasarana Perhubungan

Jalan memegang peranan penting dalam mendorong dan menggerakkan perekonomian wilayah, melancarkan arus mobilitas orang, serta distribusi barang dan jasa untuk berbagai kebutuhan pokok masyarakat. Kondisi jalan yang rusak dapat menimbulkan biaya yang tinggi bagi masyarakat serta dalam jangka panajng dapat menciptakan kantong-kantong kemiskinan dan daerah tertinggal.

Sebagian besar permukaan jalan di Kabupaten Aceh Selatan berupa jalan aspal yaitu sebesar 46 persen. Adapun sisanya berupa jalan kerikil yakni sebesar 26 persen, jalan tanah sebesar 23 persen, dan jalan lainnya sebesar 5 persen pada tahun 2014. Kemudian, untuk panjang jembatan yang ada di Kabupaten Aceh Selatan selama tahun 2011-2014 mengalami perubahan. Jembatan dengan kondisi baik meningkat dari 1.155 unit tahun 2011 menjadi 1.215 unit tahun 2014. Adapun jembatan dengan kondisi sedang dan rusak semakin berkurang jumlahnya yang diharapkan berimplikasi signifikan dalam mendorong aktivitas ekonomi antar wilayah.

2.12 Laju Inflasi Daerah

(42)

BAPPEDA KABUPATEN ACEH SELATAN II- 42

Gambar 2.17

Laju Inflasi Tahun 2010-2014 (persen)

Sumber : BPS Aceh 2015

Gambar

Tabel 2.1 Pembagian Administrasi Pemerintahan Di Wilayah  Kabupaten Aceh Selatan
Gambar 2.1  Peta Orientasi Kabupaten Aceh Selatan
Gambar 2.2
Tabel 2.3 Komposisi Penduduk Kabupaten Aceh Selatan Menurut
+7

Referensi

Dokumen terkait