IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MASKULIN DALAM KELOMPOK PEREMPUAN KEPALA KELUARGA SAKINAH MAWADAH WARAHMAH (PEKKA SAMAWA)
SEBAGAI UPAYA PENDIDIKAN KELUARGA
SKRIPSI
diajukan untuk memenuhi sebagian syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Konsentrasi Pelatihan
Departemen Pendidikan Luar Sekolah
oleh
SITI RIZKI NURANISSA NIM 1102027
DEPARTEMEN PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG
2015
SEBAGAI UPAYA PENDIDIKAN KELUARGA
Oleh
Siti Rizki Nuranissa
Sebuah skripsi yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana pada Fakultas Ilmu Pendidikan
© Siti Rizki Nuranissa 2015 Universitas Pendidikan Indonesia
Oktober 2015
Hak cipta dilindung undang-undang.
ABSTRAK
Siti Rizki Nuranissa, 2015
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MASKULIN DALAM KELOMPOK PEREMPUAN KEPALA KELUARGA SAKINAH MAWADAH WARAHMAH (PEKKA SAMAWA) SEBAGAI UPAYA PENDIDIKAN KELUARGA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
ABSTRACT
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR TABEL ... iv
DAFTAR LAMPIRAN ... v
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Rumusan Masalah ... 6
C. Tujuan Penelitian ... 7
D. Manfaat Penelitian ... 8
E. Sistematika Penulisan ... 9
BAB II KAJIAN TEORETIS ... 11
A. Keluarga ... 11
1. Definisi Keluarga ... 11
2. Fungsi Keluarga ... 11
3. Peranan yang Diharapkan dari Orang Tua ... 12
4. Komunikasi Efektif Dalam Keluarga ... 14
5. Keluarga sebagai Lembaga Pengendalian Sosial ... 16
B. Pendidikan Keluarga ... 18
1. Definisi Pendidikan Keluarga ... 18
2. Fungsi Pendidikan Keluarga ... 19
3. Ciri-ciri Pendidikan Keluarga ... 20
C. Isu Gender Dalam Keluarga ... 21
D. Konsep Maskulinitas ... 25
E. Konsep Nilai, Moral dan Perilaku ... 29
1. Nilai ... 29
2. Moral ... 30
3. Perilaku ... 31
BAB III METODE PENELITIAN ... 33
A. Desain Penelitian ... 33
B. Partisipan dan Tempat Penelitian ... 34
C. Pengumpulan Data ... 35
1. Jenis Data ... 35
2. Teknik Pengumpulan Data ... 35
3. Triangulasi ... 40
4. Instrumen Penelitian ... 40
5. Tahapan-tahapan Penelitian ... 40
D. Analisis Data ... 43
BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN ... 46
A. Profil Kelompok PEKKA Samawa ... 46
B. Hasil Temuan Lapangan ... 47
1. Identitas Responden ... 48
Siti Rizki Nuranissa, 2015
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MASKULIN DALAM KELOMPOK PEREMPUAN KEPALA KELUARGA SAKINAH MAWADAH WARAHMAH (PEKKA SAMAWA) SEBAGAI UPAYA PENDIDIKAN KELUARGA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
iii
C. Pembahasan Hasil Temuan Lapangan ... 73
1. Proses Penerapan Nilai-nilai Maskulin Dalam Keluarga Anggota Kelompok PEKKA Samawa Yang Telah Mengikuti Program Pendampingan ... 74
2. Proses Penerapan Pengendalian Perilaku Maskulin Dalam Keluarga Anggota Kelompok PEKKA Samawa Yang Telah Mengikuti Program Pendampingan ... 77
3. Hambatan Yang Dihadapi Dalam Penerapan Hasil Program Pendampingan Dalam Proses Pendidikan Keluarga Anggota Kelompok PEKKA Samawa ... 80
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN REKOMENDASI ... 85
A. Simpulan ... 85
B. Implikasi ... 87
C. Rekomendasi ... 87
DAFTAR RUJUKAN... 89
LAMPIRAN ... 93
DAFTAR TABEL
3.1 Matrik Rancangan Penelitian ……… 30 3.2 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Observasi Lapangan………... 32 3.3 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Wawancara………. 33
Siti Rizki Nuranissa, 2015
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MASKULIN DALAM KELOMPOK PEREMPUAN KEPALA KELUARGA SAKINAH MAWADAH WARAHMAH (PEKKA SAMAWA) SEBAGAI UPAYA PENDIDIKAN KELUARGA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
v
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Surat Keterangan Bebas Plagiat Lampiran 2 Kisi-kisi Penelitian
Lampiran 3 Pedoman Wawancara Lampiran 4 Hasil Wawancara Lampiran 5 Pedoman Observasi Lampiran 6 Hasil Observasi
Lampiran 7 Dokumentasi Kegiatan
Lampiran 8 Surat Keterangan Pembimbing Lampiran 9 Surat Permohonan Izin Penelitian
Lampiran 10 Surat Keterangan Telah Melaksanakan Penelitian Lampiran 11 Lembar Bimbingan Skripsi
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Pengembangan kualitas sumber daya manusia di tengah-tengah pesatnya perkembangan IPTEK dewasa ini, seakan menjadi suatu kebutuhan mutlak bagi suatu bangsa. Hal tersebut dilakukan untuk menghantarkan bangsa tersebut agar tumbuh dan berkembang ,sehingga mampu bersaing dan memainkan peranan penting dalam persaingan global. Dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia ini didukung oleh berbagai macam sektor yang saling berkaitan satu sama lainnya. Seperti yang di terangkan oleh Ace Suryadi (2012, hlm.1) bahwa sektor-sektor yang berkontribusi secara langsung terhadap pengembangan kualitas sumber daya manusia adalah: pendidikan, pelatihan, perbaikan gizi dan kesehatan, migrasi tenaga kerja, serta program-program sosial yang bertujuan untuk memenuhi hajat hidup orang banyak.
Siti Rizki Nuranissa, 2015
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MASKULIN DALAM KELOMPOK PEREMPUAN KEPALA KELUARGA SAKINAH MAWADAH WARAHMAH (PEKKA SAMAWA) SEBAGAI UPAYA PENDIDIKAN KELUARGA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
2
Pendidikan Informal sebagai salah satu jalur pendidikan memiliki peranan penting dalam proses pendidikan, hal ini dikarenakan pendidikan informal dilakukan oleh keluarga. Sebagai unit sosial terkecil, keluarga menjadi tempat pertama bagi setiap individu untuk mendapatkan pendidikan. Dalam dan dari keluarga manusia mempelajari banyak hal, seperti bagaimana berinteraksi dengan lingkungan, bertutur kata, tatakrama dan sopan santun, menyampaikan pendapat, hingga bagaimana menganut nilai-nilai tertentu sebagai prinsip dalam hidup, sehingga pendidikan dalam keluarga ini dianggap sebagai dasar bagi pembentukan karakter individu.
Orang tua merupakan pendidik yang paling utama dalam pendidikan keluarga, selain itu orang tua juga berperan sebagai guru serta teman bagi anak-anaknya, dan merupakan pihak yang bertanggung jawab atas pendidikan anak-anak di rumah. Anak-anak tumbuh dan berkembang di bawah asuhan orang tua. Di dalam mengasuh anak, masing-masing orangtua memiliki pola asuh tersendiri. Hal ini sangat dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan, mata pencaharian, keadaan sosial-ekonomi, adat istiadat, keutuhan serta keharmonisan rumah tangga, dan sebagainya.
menjadi orang tua tunggal ini sering disebut sebagai Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA)
Perubahan status ini menimbulkan masalah baru. Perempuan yang bercerai ataupun yang memutuskan untuk menjadi orang tua tunggal seringkali dibebani dengan masalah ekonomi. Permasalahan ini akan terasa lebih berat jika dialami oleh perempuan yang sebelumnya sangat menggantungkan hidupnya pada suaminya dan memilih tidak bekerja. Banyak wanita yang setelah menikah dilarang bekerja oleh suaminya dengan alasan untuk mengurus keluarga, sehingga pada saat ditinggalkan oleh suaminya (meninggal atau bercerai), tidak ada kestabilan secara ekonomi. Saat mencoba mencari pekerjaan, tingkat penghasilan tidak terlalu besar karena faktor pengalaman kerja yang masih minim. Belum lagi perasaan tidak terbiasa karena harus mengurus keluarga sekaligus mencari nafkah. Kondisi mental mulai terganggu, yang akhirnya menimbulkan rasa depresi.
Pergeseran peran yang menyebabkan perempuan menjadi kepala keluarga, memberikan dampak tersendiri dalam pelaksanaan pendidikan keluarga. Hal ini dikarenakan perempuan memiliki andil yang lebih besar dibandingkan dengan laki-laki. Ketiadaan salah satu pihak sedikit banyaknya akan mempengaruhi proses pendidikan anak-anak, bahkan tidak bisa dihindari bahwa anak akan mengalami dampak psikologis yang memengaruhi terhadap perilakunya sehari-hari, baik di rumah, sekolah, maupun masyarakat.
Perempuan kepala keluarga harus pandai membagi waktu dan harus pandai menjalankan perannya sebagai kepala keluarga. Berkaitan dengan hal tersebut, maka perempuan kepala keluarga diharuskan mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, harus mengasuh, dan membesarkan anaknya, serta mengurus hal-hal lainnya yang ada dalam rumah, sehingga dalam kondisi bekerja pun tetap harus mampu memonitor apa yang terjadi di rumah.
Siti Rizki Nuranissa, 2015
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MASKULIN DALAM KELOMPOK PEREMPUAN KEPALA KELUARGA SAKINAH MAWADAH WARAHMAH (PEKKA SAMAWA) SEBAGAI UPAYA PENDIDIKAN KELUARGA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
4
dengan gender, kemudian ditempelkan pada individu sesuai dengan jenis kelaminnya (laki-laki dan perempuan).
Gender yang dimaksud dalam tulisan ini seperti yang diungkapkan oleh Rianingsih Djohani (1996, hlm.7) adalah hal yang berkaitan dengan pembagian peran, kedudukan, dan tugas antara laki-laki dan perempuan yang ditetapkan oleh masyarakat berdasarkan sifat perempuan dan laki-laki yang dianggap pantas menurut norma-norma, adat istiadat, kepercayaan, dan kebiasaan masyarakat setempat. Disadari atau tidak, dalam setiap masyarakat baik perempuan maupun laki-laki ditentukan untuk mengisi peran, tugas, dan kedudukan tertentu sesuai dengan jenis kelaminnya, sehingga sedari kecil orang tua telah mengenalkan pada hal-hal yang pantas untuk dilakukan oleh seorang laki-laki, maupun perempuan. Hal ini berdampak pada perilaku individu tersebut, di mana terdapat kecenderungan laki-laki akan bersifat lebih maskulin dan perempuan akan bersifat lebih feminin, sehingga mengajarkan sesuatu yang bersifat maskulin kepada seorang anak lak-laki oleh orang tua tunggal (ibu) dianggap sulit untuk dilakukan. Kondisi inilah yang menyebabkan timbulnya ketidakmampuan orang tunggal untuk menjadi role model yang utuh bagi anak..
Ketidakmampuan orang tua tunggal untuk menjadi role model yang utuh, akan menimbulkan kegagalan peran di dalam rumah. Menurut William J. Goode (2005, hlm. 206) kegagalan peran tersebut rupanya mempunyai akibat yang lebih merusak terhadap anak-anak. Kondisi yang tercipta adalah anak mencari contoh lain untuk dijadukan panutan, perilaku anak menjadi lebih bebas, anak menjadi lebih sulit diatur, anak menjadi lebih sering bermain di luar rumah, dan sekolah hanya sekedar pergi ke sekolah, bermain dan mendapat uang jajan.
Kondisi ini melahirkan sebuah program yang bertujuan untuk menempatkan perempuan kepala keluarga lebih pada kedudukan, peran, dan tanggungjawabnya sebagai kepala keluarga. Selain itu, upaya ini diharapkan mampu membuat perubahan sosial dengan mengangkat martabat janda dalam masyarakat yang selama ini terlanjur mempunyai stereotipe negatif. Program ini diberi judul Program Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (PEKKA).
Sukajadi RT/RW 03/02 Desa Lembang Kec. Lembang Kab. Bandung Barat. Kelompok Samawa ini didirikan pada awal tahun 2014, dan hingga saat ini memiliki 20 anggota. Anggota kelompok ini mayoritas berusia dari 30 tahun hingga 60 tahun. Di mana mayoritasnya, 80% anggota merupakan lulusan SD, sisanya menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SMP dan SMA.
Mayoritas dari anggota kelompok PEKKA Samawa mencari nafkah dengan cara berwirausaha, yang lainnya bekerja sebagai buruh dan tidak bekerja. Selain itu didapati informasi bahwa umumnya anggota kelompok PEKKA Samawa memiliki pendapatan dibawah Rp. 15,000,- / hari, tetapi ada dari beberapa anggota yang mendapatkan penghasilan hingga Rp. 50.000,- / harinya. Dengan kondisi perekonomian yang mengharuskan perempuan kepala keluarga bekerja, maka waktunya dirumah menjadi semakin berkurang. Setiap pagi mereka berangkat bekerja, dan baru kembali ke rumah pada sore atau malam hari, sehingga tidak sedikit dari mereka yang menitipkan putra-putrinya kepada neneknya, terutama jika usia anak-anak mereka masih balita.
Untuk mengatasi permasalahan di atas, Kelompok PEKKA Samawa memiliki program pendampingan yang dipandang sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran anggotanya akan pentingnya pendidikan keluarga melalui peningkatan kapasitas dan membangun kesadaran kritis anggotanya. Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan agar anggota PEKKA menyadari pentingnya pendidikan keluarga.
Program pendampingan yang dilakukan oleh Kelompok PEKKA Samawa ini dilaksanakan dengan mengelompokkan kegiatan yang akan dilakukan ke dalam dua bidang, yaitu ekonomi, dan pendidikan. Di bidang ekonomi kegiatan yang dilakukan adalah kegiatan simpan pinjam dan usaha ekonomi kreatif. Sedangkan di bidang pendidikan kegiatan yang sering dilakukan biasanya bersifat sharing mengenai permasalahan yang sering dihadapi oleh perempuan kepala keluarga, tidak jarang juga pelaksanaan kegiatannya bekerja sama dengan POS KB Desa Lembang. Kegiatan ini biasanya dilakukan oleh petugas lapangan atau pun oleh ibu-ibu kader.
Siti Rizki Nuranissa, 2015
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MASKULIN DALAM KELOMPOK PEREMPUAN KEPALA KELUARGA SAKINAH MAWADAH WARAHMAH (PEKKA SAMAWA) SEBAGAI UPAYA PENDIDIKAN KELUARGA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
6
yang terjadi pada beberapa anak dari anggota kelompok ini, di mana mereka menjadi lebih rajin dan patuh terhadap orang tua, serta mau membantu orang tuanya dalam hal ekonomi dengan cara bekerja di pabrik atau garmen. Meskipun begitu, tetap saja ada anak-anak dari anggota kelompok ini yang tidak mengalami perubahan perilaku.
Berdasarkan pemaparan di atas maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian mengenai “Implementasi Nilai-nilai Maskulin Dalam Kelompok PEKKA Samawa Sebagai Upaya Pendidikan Keluarga”.
B. Rumusan Masalah
Setelah melakukan observasi pada Kelompok PEKKA Samawa didapati hal-hal sebagai berikut :
1. Proses pelaksanaan pendidikan dalam keluarga memiliki pola yang berbeda di masing-masing keluarga, hal ini dikarenakan tiap keluarga memili latar belakang pendidikan, sosial, ekonomi dan situasi lingkungan yang berbeda, 2. Umumnya anggota kelompok PEKKA Samawa memiliki pendapatan dibawah
Rp. 15,000,- / hari, tetapi ada dari beberapa anggota yang mendapatkan penghasilan hingga Rp. 50.000,- / harinya, di mana perolehan biaya ini belum dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan biaya pendidikan anak dan kehidupan sehari-hari,
3. Kegiatan program pendampingan yang telah dilakukan di kelompokan ke dalam dua bidang, yaitu ekonomi dan pendidikan, hanya saja dalam pelaksanaanya program pendampingan bidang ekonomi lebih di prioritaskan di bandingkan dengan program pendampingan bidang pendidikan,
Permasalahan yang akan diteliti dibatasi menjadi:
1. Bagaimana proses penerapan nilai-nilai maskulin dalam keluarga anggota kelompok PEKKA Samawa yang telah mengikuti program pendampingan? 2. Bagaimana proses penerapan pengendalian perilaku maskulin dalam keluarga
anggota kelompok PEKKA Samawa yang telah mengikuti program pendampingan?
3. Hambatan yang dihadapi dalam penerapan hasil program pendampingan dalam proses pendidikan keluarga anggota Kelompok PEKKA Samawa?
C. Tujuan Penelitian
Tujuan umum dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana proses implementasi nilai-nilai maskulin sebagai upaya pendidikan keluarga dalam Anggota Kelompok PEKKA Samawa setelah mengikuti Program Pendampingan. Adapun tujuan khusus dari penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mendapatkan informasi mengenai proses penerapan nilai-nilai maskulin
dalam keluarga anggota kelompok PEKKA Samawa yang telah mengikuti program pendampingan;
2. Untuk mendapatkan informasi mengenai proses penerapan pengendalian perilaku maskulin dalam keluarga anggota kelompok PEKKA Samawa yang telah mengikuti program pendampingan;
3. Untuk mendapatkan informasi mengenai faktor-faktor apa saja yang menjadi penghambat dalam pelaksanaan pendidikan keluarga.
D. Manfaat Penelitian
Merujuk pada permasalahan dan tujuan penelitian yang telah dipaparkan sebelumnya, dapat dirumuskan bahwa manfaat dilakukannya penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Manfaat/Signifikasi dari Segi Teori
Siti Rizki Nuranissa, 2015
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MASKULIN DALAM KELOMPOK PEREMPUAN KEPALA KELUARGA SAKINAH MAWADAH WARAHMAH (PEKKA SAMAWA) SEBAGAI UPAYA PENDIDIKAN KELUARGA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
8
2. Manfaat/Signifikasi dari Segi Kebijakan
Dengan dilakukannya penelitian ini, diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam merumuskan dan menentukan berbagai kebijakan yang dapat dijadikan solusi untuk memecahkan permasalahan mengenai perempuan kepala keluarga.
3. Manfaat/Signifikasi dari Segi Praktik
Dengan dilakukannya penelitian ini, diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam perencenaan program yang sesuai dengan kebutuhan PEKKA ,sehingga mampu memecahkan permasalahan yang dihadapi oleh perempuan kepala keluarga.
4. Manfaat dari Segi Aksi Sosial
Dengan dilakukannya penelitian ini, diharapkan mampu memberikan kontribusi dalam membangun kesadaran masyarakat bahwa pandangan negatif yang terkait dengan PEKKA sudah saatnya untuk di rubah.
E. Sistematika Penulisan
Penyusunan skripsi ini akan menggunakan sistematika penulisan sebagai berikut:
HALAMAN JUDUL
Judul skripsi yang disusun sesuai isi dari skripsi dan dirumuskan dalam satu kalimat yang ringkas, komunikatif, dan afirmatif.
HALAMAN PENGESAHAN
Halaman ini dimaksudkan untuk menunjukan bahwa karya tulis ini legal, karena telah mendapatkan persetujuan dari pembimbing dan ketua jurusan.
HALAMAN PERNYATAAN
Pernyataan ini menegaskan bahwa karya tulis adalah benar-benar karya mahasiswa yang bersangkutan, dan bukan jiplakan.
HALAMAN UCAPAN TERIMA KASIH
ABSTRAK
Abstrak merupakan uraian singkat tetapi lengkap, yang di dalamnya memuat judul, informasi umum mengenai penelitian, tujuan penelitian, alasan dilaksanakannya penelitian, metode yang digunakan, dan temuan penelitian. DAFTAR ISI
Merupakan penyajian sistematika isi secara lebih rinci, untuk mempermudah para pembaca dalam mencari judul ataupun sub judul.
DAFTAR TABEL
Menyajikan tabel secara berurutan. DAFTAR LAMPIRAN
Menyajikan lampiran secara berurutan. BAB I PENDAHULUAN
BAB I merupakan bagian awal dari karya tulis ilmiah. Pada bagian pendahuluan berisi: latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB II KAJIAN TEORETIS
Kajian teoretis dalam sebuah karya tulis ilmiah memiliki kedudukan yang sangat penting. Melalui karya pustaka ditunjukan kedudukan suatu penelitian di tengah perkembangan ilmu dalam bidang yang diteliti. Pengambilan teori yang dijadikan landasan dalam kegiatan penelitian ini diharuskan mampu menuntun peneliti untuk menjawab permasalahan penelitian berdasarkan data yang diperoleh dari lapangan.
BAB III METODE PENELITIAN
Menguraikan tentang desain penelitian yang diterapkan, partisipan dan tempat penelitian, metode serta teknik pengumpulan data yang dipilih, instrumen pengumpulan data yang digunakan, dan langkah-langkah dalam mengolah serta menganalisis data yang telah diperoleh.
BAB IV TEMUAN DAN PEMBAHASAN
Siti Rizki Nuranissa, 2015
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MASKULIN DALAM KELOMPOK PEREMPUAN KEPALA KELUARGA SAKINAH MAWADAH WARAHMAH (PEKKA SAMAWA) SEBAGAI UPAYA PENDIDIKAN KELUARGA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
10
BAB V SIMPULAN, IMPLIKASI DAN REKOMENDASI
BAB ini merupakan laporan akhir dari suatu penelitian. Di bagian ini disimpulkan apa saja yang telah berhasil dikumpulkan selama kegiatan penelitian, dan saran yang ditulis setelah kesimpulan diharapkan mampu membantu memberikan solusi dari hasil akhir penelitian sebagai suatu kegiatan ilmiah. DAFTAR RUJUKAN
Daftar rujukan memuat semua sumber tertulis yang pernah dikutip dan digunakan dalam penyusunan karya tulis ilmiah.
LAMPIRAN
Lampiran berisi semua dokumen yang digunakan dalam penelitian. RIWAYAT HIDUP
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian
Penelitian tentang Kualitas Pendidikan Keluarga di Lingkungan Anggota Kelompok PEKKA Samawa ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan desain penelitian studi kasus. Penelitian kualitatif menurut Nasution dalam Sugiyono (2014, hlm.180) pada hakekatnya adalah mengamati orang dalam lingkungan hidupnya, berinteraksi dengan mereka, berusaha memahami bahasa dan tafsiran mereka tentang dunia sekitarnya. Dengan kata lain, pendekatan kualitatif adalah suatu pendekatan dalam melakukan penelitian yang berorientasi pada gejala-gejala yang bersifat alamiah atau bersifat apa adanya dan harus dilakukan di lapangan.
Penggunaan desain penelitan studi kasus ini memfokuskan penelitian pada suatu fenomena atau permasalahan tertentu yang ingin dipahami secara mendalam. Seperti yang diungkapkan oleh Endang Komara (2007, hlm. 105) bahwa yang di maksud dengan studi kasus adalah penelitian yang bertujuan untuk mempelajari secara intensif latar belakang dan keadaan sekarang (termasuk interaksinya) mengenai unit sosial tertentu, yang meliputi individu, kelompok, dan lembaga masyarakat.
Pemilihan metode penelitian yang digunakan merujuk pada tujuan dari
penelitian ini, yaitu untuk menjawab pertanyaan ‘bagaimana proses pelaksanaan
34
Siti Rizki Nuranissa, 2015
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MASKULIN DALAM KELOMPOK PEREMPUAN KEPALA KELUARGA SAKINAH MAWADAH WARAHMAH (PEKKA SAMAWA) SEBAGAI UPAYA PENDIDIKAN KELUARGA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
B. Partisipan dan Tempat Penelitian
Penelitian ini bertempat di Kp. Sukajadi RT/RW 03/02 Desa Lembang Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat. Pemilihan lokasi penelitian ini didasarkan pada matrik rancangan penelitian yang telah di buat sebelumnya oleh peneliti, yaitu sebagai berikut:
Tabel 3.1
Matrik Rancangan Penelitian Kategori
Kategori
Status Sosial Ekonomi Tinggi
(SSET)
Status Sosial Ekonomi Rendah
(SSER)
Tingkat Pendidikan Tinggi
(TPT) 1 1
Tingkat Pendidikan Rendah
(TPR) 1 1
Pada dasarnya pemilihan partisipan dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Seperti yang dijelaskan oleh Sugiyono (2014, hlm. 53) bahwa yang dimaksud dengan purposive sampling adalah teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Merujuk pada definisi tersebut, penulis menentuka beberapa karakteristik yang harus dimiliki oleh partisipan dengan berlandaskan pada fokus penelitian dan matrik rancangan penelitian di atas, maka didapati kesimpulan bahwa partisipan yang dilibatkan dan dijadikan sumber data dalam penelitian ini sebanyak empat keluarga, di mana setiap keluarga mewakili setiap kategori pada matrik dengan karakteristik sebagai berikut:
1. Terdaftar sebagai anggota Kelompok PEKKA Samawa; 2. Memiliki anak-anak usia sekolah;
3. Tiap orang tua dalam masing-masing keluarga memiliki latar belakang pendidikan yang berbeda
4. Tiap keluarga memiliki status sosial – ekonomi yang berbeda
C. Pengumpulan Data 1. Jenis Data
Jenis data yang digali dalam penelitian ini adalah data yang bersifat kualitatif, dimana data kualitatif ini adalah data yang dinyatakan dalam bentuk ungkapan dan kata-kata. Selain data yang bersifat kualitatif, dalam penelitian ini penulis juga menggali data yang tergolong data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung dari partisipan, yaitu keluarga anggota kelompok PEKKA Samawa, sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh penulis dari sumber lain yang memiliki kedekatan dengan partisipan, seperti anggota keluarga maupun pengurus kelompok PEKKA Samawa.
2. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancara.
a. Observasi
36
Siti Rizki Nuranissa, 2015
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MASKULIN DALAM KELOMPOK PEREMPUAN KEPALA KELUARGA SAKINAH MAWADAH WARAHMAH (PEKKA SAMAWA) SEBAGAI UPAYA PENDIDIKAN KELUARGA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Tabel 3.2
Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Observasi Lapangan
No Waktu
observasi Tempat observasi
Aspek yang di
observasi Partisipan
Alat Pengumpul
Data Tgl. Jam
1 05 Sept 2015 11.00 – 12.30 Rumah Ibu Eli - Kondisi lingkungan sekitar rumah - Cara berinteraksi
dengan anak - Kedekatan orang
tua dengan anak - Cara mendidik
anak - Pemberian nasihat dan hukuman Keluarga Ibu Eli Mulyani - Pedoman Observasi - Perekam Suara 2 09
Sept 2015 13.00 – 15.00 Rumah Ibu Ai Keluarga Ibu Ai Rosmiati 3 13 Sept 2015 09.00 – 11.30 Rumah Ibu Yeye Keluarga Ibu Yeye 4 16 Sept 2015 13.00 – 14.30 Rumah Ibu Ilah Keluarga Ibu Ilah Hayati 5 23 Sept 2015 10.30 – 11.30 Rumah
Ibu Ilah - Perilaku anggota keluarga
- Sosialisasi Peran Gender
- Cara mendidik anak
- Kedekatan orang tua dengan anak
Keluarga Ibu Ilah - Pedoman Observasi - Perekam Suara - Kamera Digital - Alat Tulis 11.30 – 12.30 Rumah Ibu Eli Keluarga Ibu Eli 6 26 Sept 2015 10.00 – 10.45 Rumah Ibu Ai Keluarga Ibu Ai 10.45 – 11.30 Rumah Ibu Yeye Keluarga Ibu Yeye
b. Wawancara
Esteberg (2002) dalam Sugiyono (2014, hlm.72) mendefinisikan wawancara sebagai pertemuan dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu. Jenis wawancara yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara tidak terstruktur. Sugiyono (2014, hlm.74) menjelaskan bahwa tujuan dari wawancara semitersruktur ini adalah untuk mendapatkan informasi yang lebih mendalam dari responden seputar permasalahan yang sedang di teliti. Dengan menggunakan wawancara tidak terstruktur ini peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara yang telah disusun secara sistematis dan rapi, tetapi pedoman wawancara yang digunakan hanya berupa garis-garis besarnya saja. Wawancara ini sebanyak delapan kali dalam kurun waktu empat minggu, dengan lama waktu yang relatif berbeda di masing-masing keluarga, tapi rata-rata waktu yang diperlukan ialah selama 90 –120’. Pelaksanaan wawancara ini akan dijelaskan secara lebih terperinci dalam tabel dibawah ini.
Tabel 3.3
Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Wawancara
No Waktu
Wawancara Tempat
Wawancara
Aspek yang di
Wawancara Partisipan
Alat Pengumpul
Data Tgl. Jam
1 05 Sept 2015 11.00 – 12.30 Rumah Ibu Eli - Kondisi kehidupan keluarga - Cara mendidik
38
Siti Rizki Nuranissa, 2015
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MASKULIN DALAM KELOMPOK PEREMPUAN KEPALA KELUARGA SAKINAH MAWADAH WARAHMAH (PEKKA SAMAWA) SEBAGAI UPAYA PENDIDIKAN KELUARGA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
2 09 Sept 2015 13.00 – 15.00 Rumah Ibu Ai - Kondisi kehidupan keluarga - Cara mendidik
anak - Pemberian nasihat dan hukuman - Pengawasan terhadap anak - Pengaruh lingkungan Keluarga Ibu Ai Rosmiati - Pedoman Wawancara - Perekam Suara 3 13 Sept 2015 09.00 – 11.30 Rumah Ibu Yeye - Kondisi kehidupan keluarga - Cara mendidik
anak - Pemberian nasihat dan hukuman - Pengawasan terhadap anak - Pengaruh lingkungan Keluarga Ibu Yeye - Pedoman Wawancara Perekam Suara 4 16 Sept 2015 13.00 – 14.30 Rumah Ibu Ilah - Kondisi kehidupan keluarga - Cara mendidik
5 23 Sept 2015 10.00 – 11.30 Rumah Ibu Eli - Pengaruh lingkungan - Kesulitan dalam mendidik anak - Media dan
Pendekatan yang digunakan - Sosialisasi peran gender - Memberikan keteladanan Keluarga Ibu Eli - Pedoman Wawancara - Perekam Suara - Kamera Digital - Alat Tulis
11.30 – 12.30
Rumah Ibu Ilah
- Media dan Pendekatan yang digunakan - Sosialisasi peran gender - Memberikan Keteladanan Keluarga Ibu Ilah 6 26 Sept 2015 10.00 – 10.45 Rumah Ibu Ai - Kesulitan dalam mendidik anak - Media dan
Pendekatan yang digunakan - Sosialisasi peran gender - Memberikan Keteladanan Keluarga Ibu Ai - Pedoman Wawancara - Perekam Suara - Kamera Digital - Alat Tulis 10.45 – 11.30 Rumah Ibu Yeye - Kesulitan dalam mendidik anak - Media dan
40
Siti Rizki Nuranissa, 2015
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MASKULIN DALAM KELOMPOK PEREMPUAN KEPALA KELUARGA SAKINAH MAWADAH WARAHMAH (PEKKA SAMAWA) SEBAGAI UPAYA PENDIDIKAN KELUARGA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
Tabel di atas menjelaskan pelaksanaan wawancara berdasarkan pedoman wawancara yang telah dibuat sebelumnya, tetapi disamping itu penulis juga menanyakan aspek-aspek yang tidak terdapat pada tabel. Mengingat wawancara yang digunakan adalah wawancara tidak terstruktur, sehingga memberikan keleluasaan pada penulis untuk menanyakan pertanyaan berbeda pada tiap responden. Pertanyaan yang diberikan penulis berkisar pada pelaksanaan pendidikan keluarga itu sendiri, di mana tujuan dari pemberian pertanyaan di luar pedoman wawancara adalah untuk mengkonfirmasi dan memastikan apakah jawaban yang diberikan responden konsisten atau tidak.
3. Triangulasi
Observasi dan wawancara tidak terstruktur yang penulis gunakan dalam penelitian ini memang menghasilkan data yang tergolong masih kacau, sehingga mengharuskan penulis untuk melakukan triangulasi data. Triangulasi yang dilakukan oleh penulis dalam penelitian ini adalah triangulasi sumber, dimana triangulasi sumber ini bertujuan untuk memeriksa kembali data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber yang memiliki kedekatan dengan partisipan penelitian, seperti anggota keluarga atau kerabat, dan pengurus Kelompok PEKKA Samawa.
4. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian yang utama dalam penelitian kualitatif ini adalah penulis sendiri, kemudia setelah fokus permasalahan menjadi lebih jelas, maka peneliti mengembangkan instrumen penelitian yang bertujuan untuk menjadi acuan dalam proses pengumpulan data. Instrumen penelitian yang dikembangkan oleh peneliti berupa pedoman wawancara dan pedoman observasi. Baik pedoman wawancara maupun pedoman observasi, keduanya penulis susun tidak hanya berdasarkan pada tujuan penelitian saja, tetapi juga berdasarkan teori yang berkaitan dengan permasalahan yang sedang di teliti.
5. Tahapan-tahapan Penelitian
a. Tahapan Pra-Lapangan
Berbekal informasi awal yang diperoleh setelah penulis melakukan studi pendahuluan dan telaah pustaka, maka pada tahapan pra-lapangan ini penulis melakukan beberapa kegiatan, yaitu sebagai berikut: 1) Menyusun proposal penelitian; 2) Bimbingan dengan Dosen Pembimbing I dan Dosen Pembimbing II, 3) Melakukan penjajakan lapangan dan menyempurnakan rancangan penelitian; 4) Mengurus ijin kegiatan penelitian; 5) Melakukan interaksi dengan subjek penelitian, dan 6) Menyiapkan instrumen penelitian.
Kegiatan penjajakan lapangan dilakukan oleh penulis dengan menggunakan tiga teknik, yaitu melakukan pengamatan terhadap gejala-gejala umum permasalahan yang tampak, melakukan wawancara secara langsung terhadap pengurus dan beberapa anggota Kelompok PEKKA Samawa, dan teknik yang ketiga adalah dengan melakukan telaah pustaka dan dokumen, dimana penulis memilih dan mengkategorisasikan teori dan dokumen yang relevan, baik yang berkaitan dengan PEKKA, gender, ataupun yang berkaitan dengan kehidupan pendidikan keluarga.
Selama melakukan beberapa kegiatan di atas, dalam prosesnya peneliti banyak melakukan perubahan pada rancangan penelitian, seperti yang berkenaan dengan masalah penelitian, tempat penelitian, dan teori-teori pendukung. Perubahan-perubahan tersebut terjadi karena selama peneliti melakukan penjajakan di lapangan dan berinteraksi dengan calon partisipan penelitian, informasi yang didapati dan kondisi lingkungangan tempat penelitian mengalami perubahan, selain itu penulis juga mendapatkan beberapa masukan dan koreksi dari dosen pembimbingan, sehingga rancangan penelitian terus mengalami penajaman dan penyesuaian.
42
Siti Rizki Nuranissa, 2015
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MASKULIN DALAM KELOMPOK PEREMPUAN KEPALA KELUARGA SAKINAH MAWADAH WARAHMAH (PEKKA SAMAWA) SEBAGAI UPAYA PENDIDIKAN KELUARGA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
selanjutnya penulis membuat kesepakatan dengan partisipan tersebut mengenai waktu pelaksanaan wawamcara dan observasi.
b. Tahapan Kegiatan Lapangan
Menindak lanjuti beberapa kegiatan yang telah dilakukan pada tahap pra-lapangan, maka pada tahapan kegiatan ini diawali dengan wawancara sekaligus pengamatan yang dilakukan oleh peneliti terhadap partisipan. Baik wawancara maupun observasi, semuanya penulis upayakan untuk dapat dilakukan dalam suasana alamiah yang wajar. Pada tahap awal, penulis melakukan wawancara dengan observasi yang lebih bersifat tersamarkan, artinya sambil berbincang-bincang penulis mengamati cara berbicara, bahasa yang digunakan partisipan, gerak tubuh, penataan ruang rumah, gaya bangunan rumah, dan perilaku-perilaku anggota keluarga yang lain. Setelah penulis menjadi lebih dekat dan akrab dengan partisipan, maka ketersamaran dalam pengamatan juga mulai dikurangi, sehingga penulis dapat mengkonfirmasi secara langsung hasil pengamatan melalui wawancara lebih mendalam dengan partisipan.
Wawancara yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara tidak terstruktur, hal ini dilakukan agar tidak ada kekakuan antara penulis dan partisipan pada saat wawancara sedang berlangsung. Lamanya waktu pengamatan dan wawancara di masing-masing keluarga anggota Kelompok PEKKA Samawa cenderung berbeda, hal ini dikarenakan proses pengumpulan data akan dihentikan apabila data yang diperoleh sudah jenuh, sehingga ketuntasan peroleh informasi menjadi sesuatu yang sangat diperhatikan oleh penulis, dibandingkan dengan jumlah sumber data itu sendiri.
kali dalam seminggu peneliti melakukan wawancara dan pengamatan di keluarga anggota Kelompok PEKKA Samawa.
c. Tahapan Pelaporan
Berkenaan dengan tahapan pelaporan, beberapa kegiatan yang penulis lakukan sebelum menyusun laporan hasil analisis data yang telah diperoleh adalah sebagai berikut:
1) Setelah melakukan wawancara dan pengamatan terhadap partisipan, maka penlis mencatat hasilnya ke dalam lembar catatan lapangan. Lembar catatan lapangan ini memaparkan tentang identitas responden, waktu pengumpulan data, tempat kegiatan, dan paparan hasil wawancara dan observasi. Contoh catatan lapangan dapat diperiksa pada bagian lampiran. 2) Penulis melakukan analisis data dan interpretasi data dengan
menggunakan model analisis data yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman, dimana analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu reduksi data, display data, dan kesimpulan atau verifikasi.
3) Setelah kegiatan-kegiatan di atas selesai penulis lakukan, langkah selanjutnya adalah penulis menarik kesimpulan tentang hasil akhir dari penelitian yang telah dilakukan, dan penulis mencoba meberikan saran dan rekomendasi terhadap pihak-pihak terkait.
D. Analisis Data
Analisis data dalam penelitian kualitatif dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Miles dan Huberman (1984) dalam Sugiyono (2014, hlm.91) mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, hingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data yaitu reduksi data, display data, dan kesimpulan atau verifikasi.
1. Reduksi Data
44
Siti Rizki Nuranissa, 2015
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MASKULIN DALAM KELOMPOK PEREMPUAN KEPALA KELUARGA SAKINAH MAWADAH WARAHMAH (PEKKA SAMAWA) SEBAGAI UPAYA PENDIDIKAN KELUARGA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
sehingga data yang telah di peroleh dibaca secara berulang-ulang dengan tujuan agar penulis memahami dengan sebaik-baiknya data yang telah didapatkan.
Alasan pembacaan data secara berulang-ulang karena penulis beranggapan bahwa pada tahapan reduksi data ini diperlukan pemahaman yang mendalam terhadap data yang telah di peroleh, dan keterbukaan terhadap hal-hal baru diluar apa yang ingin penulis dapatkan. Selain itu, dalam mereduksi data penulis juga melakukan diskusi dengan Dosen Pembimbing, teman sejawat, dan orang yang dipandang ahli, hal ini penulis lakukan agar wawasan penulis semakin berkembang sehingga mampu mereduksi data secara objektif.
Mengingat teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara dan observasi, maka setelah menperoleh data yang dibutuhkan, penulis mencoba menganalisis data berdasarkan pemahaman terhadap hal-hal yang diungkapkan oleh responden. Setelah itu, berdasarkan kerangkan teori, kisi-kisi, instrumen penelitian dan matrik rancangan penelitian yang telah dibuat penulis menyusun sebuah kerangka awal analisis sebagai acuan dalam membuat kategorisasi, sehingga nantinya data yang relevan akan diberi kode baru kemudian dikategorikan berdasarkan kerangka analisis tersebut.
2. Display Data
Langkah selanjutnya setelah data direduksi adalah display data. Penyajian dilakukan dalam bentuk narasi dan tabel. Pada bagian sebelumnya telah diterangkan bahwa penulis membuat matrik rancangan penelitian, sehingga dalam penyajian data yang diperoleh penulis mengacu pada matrik rancangan penelitian yang telah dibuat sebelumnya. Melalui penyajian data berdasarkan matrik rancangan penelitian ini, maka data yang diperoleh akan mdah difahami karena terorganisasikan dan tersusun dalam pola hubungan tertentu.
3. Kesimpulan atau Verifikasi
85
Siti Rizki Nuranissa, 2015
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MASKULIN DALAM KELOMPOK PEREMPUAN KEPALA KELUARGA SAKINAH MAWADAH WARAHMAH (PEKKA SAMAWA) SEBAGAI UPAYA PENDIDIKAN KELUARGA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
BAB V
SIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian penulis akan menjabarkan simpulan dari masing-masing rumusan pertanyaan penelitian.
1. Proses Penerapan Nilai-nilai Maskulin Dalam Keluarga Anggota Kelompok PEKKA Samawa Yang Telah Mengikuti Program Pendampingan
Peranan keluarga mengkomunikasikan dan mensosialisasikan penerapan nilai-nilai maskulin dalam diri anak sangat besar, dengan tidak adanya sosok ayah yang menjadi role model utama bagi anak dalam menerapkan nilai-nilai maskulin, maka sosok ibu menjadi peran yang paling dominan dalam mengkomunikasikan dan mensosialisasikan penerapan nilai-nilai maskulin tersebut. Berkaitan dengan peranan orang tua (ibu) dalam mengkomunikasikan dan mensosialisasikan penerapan nilai-nilai maskulin biasanya dilakukan dengan beberapa cara, yaitu sebagai berikut: a) Mencontohkannya sendiri kepada anak, ini menunjukan bahwa orang tua memberikan keteladanan pada anak; b) Mengajak dan mengikutsertakan anak-anak untuk membantu pekerjaan yang sedang dilakukan oleh orang tua, sehingga dengan begitu anak akan memahami mengapa orang tua mensosialisasikan dan menerapkan nilai-nilai maskulin tersebut, dan c) Membantu orang lain yang dipekerjakan oleh ibu dalam melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan oleh laki-laki.
2. Proses Penerapan Pengendalian Perilaku Maskulin Dalam Keluarga Anggota Kelompok PEKKA Samawa Yang Telah Mengikuti Program Pendampingan
anak akan melakukan identifikasi terhadap peran-peran maskulin dan feminin yang dilakukan oleh orang-orang sekitarnya.
Berbagai cara dilakukan orang tua (ibu) dalam menyampaikan tugas dan menerapkan pengendalian perilaku maskulin dalam diri anak, seperti dengan cara memberikannya nasihat, mencontohkan melalui perilaku orang terdekat, melalui tayangan di Televisi, memberikan hadiah dan hukuman, memberikan mainan sesuai dengan jenis kelamin anak, dll, serta biasanya kegiatan tersebut dilakukan secara turun temurun dari nenek moyang mereka.
Berkaitan dengan sosialisasi peran gender terutama proses penerapan pengendalian perilaku maskulin dalam diri anak-anak sangat berbeda pada masing-masing keluarga, hal ini dikarenakan setiap orang memiliki pandangan yang berbeda terhadap arti feminitas dan maskulinitas itu sendiri, sehingga memengaruhi proses sosialisasi peran gender dalam keluarga. Perbedaan pandangan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, seperti peran yang biasa dimainkan di rumah, kepercayaan, tingkat pendidikan, lingkungan, pekerjaan, budaya setempat dan nilai yang di anut pada masyarakat tersebut.
3. Hambatan Yang Dihadapi Dalam Penerapan Hasil Program Pendampingan Dalam Proses Pendidikan Keluarga Anggota Kelompok PEKKA Samawa
Berdasarkan data temuan penelitian menunjukan bahwa orang tua tidak selalu berhasil dalam menerapkan hasil program pendampingan, sehingga perubahan perilaku yang diinginkan tidak dapat terjadi. Kegagalan tersebut menunjukan bahwa ada hambatan-hambatan yang harus dihadapi oleh orang tua dalam mengkomunikasikan dan menerapkan hasil program pendampingan tersebut. Di mana hambatan-hambatan tersebut berbeda pada masing-masing keluarga, tetapi secara umum hambatan-hambatan tersebut dapat digolongkan ke dalam dua kategori, yaitu hambatan yang berasal dari dalam keluarga dan hambatan yang berasal dari luar keluarga.
87
Siti Rizki Nuranissa, 2015
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MASKULIN DALAM KELOMPOK PEREMPUAN KEPALA KELUARGA SAKINAH MAWADAH WARAHMAH (PEKKA SAMAWA) SEBAGAI UPAYA PENDIDIKAN KELUARGA Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu
keluarga dalam menerapkan program pendampingan tersebut, hambatan terbesar yang berasal dari luar keluarga adalah lingkungan tempat sehari-hari bersosialisasi.
B. Implikasi
Implikasi pada penelitian yang telah dilaksanakan pada keluarga anggota Kelompok PEKKA Samawa terhadap penulis adalah sebagai berikut:
1. Ibu dapat menggantikan peran ayah dalam proses pengenalan dan penerapan nilai-nilai maskulin dalam diri anak;
2. Pekerjaan-pekerjaan yang bersifat maskulin dan biasa dilakukan sehari-hari oleh laki-laki dapat dikerjakan dan diselesaikan oleh perempuan;
3. Anak laki-laki yang dibesarkan di dalam lingkungan keluarga anggota Kelompok PEKKA Samawa tetap bersikap maskulin layaknya anak yang dibesarkan dengan struktur keluarga yang utuh.
C. Rekomendasi
Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan sebelumnya oleh penulis, maka penulis merasa perlu untuk memberikan rekomendasi bagi pihak-pihak terkait untuk perbaikan di masa mendatang, yaitu sebagai berikut:
1. Bagi Pengelola Kelompok PEKKA Samawa Lembang
Berdasarkan data hasil temuan di lapangan, didapati bahwa ada kecenderungan yang menunjukan bahwa orang tua tunggal (ibu) masih mengalami kesulitan dalam mensosialisasikan nilai-nilai maskulin dan menerapkan perilaku maskulin di dalam diri anak-anaknya, sehingga terhadap pengelola Kelompok PEKKA Samawa penulis merekomendasikan pengelola untuk mengembangkan program pendampingan bidang pendidikan yang dapat menjawab permasalahan tersebut dan memberikan solusi pada orang tua tunggal (ibu) tentang bagaimana caranya mensosialisasikan nilai-nilai maskulin dan menerapkan perilaku maskulin di dalam diri anak-anaknya.
2. Bagi Keluarga Anggota Kelompok PEKKA Samawa Lembang
Samawa yang lain mau belajar dan mencari tahu lebih banyak tentang upaya-upaya apa saja yang dilakukan oleh K1 sehingga dapat mensosialisasikan nilai-nilai maskulin dan menerapkan perilaku maskulin di dalam diri anak-anaknya dngan baik.
3. Bagi Peneliti Selanjutnya
89
Siti Rizki Nuranissa, 2015
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MASKULIN DALAM KELOMPOK PEREMPUAN KEPALA KELUARGA SAKINAH MAWADAH WARAHMAH (PEKKA SAMAWA) SEBAGAI UPAYA PENDIDIKAN KELUARGA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR RUJUKAN
Arifin, Zainal. (2013). Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Remaja Rosdakarya Aw, Suranto. (2011). Komunikasi Interpersonal. Yogyakarta: Graha Ilmu
Azwar, Saifuddin. (2015). Sikap Manusia, Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
De Vito, Joseph. (2011). Komunikasi Antar Manusia. Jakarta: Kharisma Group Publishing
Djohani, Rianingsih. (1996). Dimensi Gender dalam Pengembangan Program Secara Partisipatif. Bandung: Studio Driya Media
Faisal, Sanapiah. (1981). Pendidikan Luar Sekolah. Surabaya: CV Usaha Nasional Gerungan. (2004). Psikologi Sosial. Bandung: Refika Aditama
Goode, William J. (2005). Sosiologi Keluarga. Jakarta: Sinar Grafika Offset Hurlock, B.Elizabeth. (1980). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan
Sepanjang Rentang Kehidupan, Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga
Jajat S.A dan Achmad Hufad. (2007). Sosiologi Antropologi Pendidikan. Bandung: UPI Press
Komara, Endang. (2007). Metode Penulisan Karya Ilmiah. Bandung: Remaja Rosdakarya
Liliweri, Alo. (1994). Perspektif Teoritis Komunikasi Antar Pribadi. Bandung: PT.Citra Aditya Bakti
Muchson dan Samsuri. (2013). Dasar-dasar Pendidikan Moral. Yogyakarta: Ombak.
Purwanto, Ngalim. (1995). Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktis. Bandung: Remaja Rosdakarya
Robbins, Stephen.P. (2001). Perilaku Organisasi, Edisi Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Prenallindo
Sigit, Soehardi. (2003). Perilaku Organisasional. Yogyakarta: Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa
Setiono, Kusdwiratri. (2011). Psikologi Keluarga. Bandung: PT. Alumni Soekanto, Soerjono. (2009). Sosiologi Keluarga. Jakarta: Rineka Cipta Solaeman, M.I. (1994). Pendidikan Dalam Keluarga. Bandung: Alfabeta
Soelaiman Joesoef dan Slamet. (1981). Pendidikan Luar Sekolah. Surabaya: CV. Usaha Nasional
Sugiyono. (2014). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta
Suryadi, Ace. (2012). Pendidikan, Investasi SDM, dan Pengembangan. Bandung: Widya Aksara Press.
Tatang S dan Kurniasih. (2009). Pedagogik Teoritis Sistematis. Bandung: Percikan Ilmu
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 52 Tahun 2009 Tentang Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga
Universitas Pendidikan Indonesia. (2014). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah UPI Tahun Akademik 2014/2015. Bandung: UPI
Willis, S.S. (2008). Remaja dan Masalahnya, Menguapas Berbagai Bentuk Kenakalan Remaja Seperti Narkoba, Free Sex, dan Pemecahannya.
Bandung: Alfabeta
Yulius, Hendri. (2015). Coming out. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia
Skripsi
Syar’an, Nasir, (2007). Maskulinitas dalam lklan Gudang Garam: Analisis Semiotik atas lklan Gudang Garam. (Skripsi). Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
91
Siti Rizki Nuranissa, 2015
IMPLEMENTASI NILAI-NILAI MASKULIN DALAM KELOMPOK PEREMPUAN KEPALA KELUARGA SAKINAH MAWADAH WARAHMAH (PEKKA SAMAWA) SEBAGAI UPAYA PENDIDIKAN KELUARGA
Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Makalah dalam Prosiding Seminar