• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG."

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN

KEMAMPUAN BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB

NEGERI CICENDO BANDUNG

SKRIPSI

Diajukanuntukmemenuhisebagiansyaratuntukmemperolehgelarsarjana pendidikan Departemen PendidikanKhusus

Oleh :

Aryani Kartika

NIM 1001791

DEPARTEMEN PENDIDIKAN KHUSUS

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA

(2)

Oleh Aryanikartika

Sebuahskripsi yang diajukanuntukmemenuhisalahsatusyaratmemperolehgelar SarjanapadaFakultasIlmuPendidikan

© AryaniKartika 2014 UniversitasPendidikan Indonesia

Oktober 2014

HakCiptadilindungiundang – undang

(3)
(4)
(5)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR ISI

Pernyataan ... i

Kata Pengantar ... ii

Ucapan Terimakasih ... iii

Daftar Isi ... vi

Daftar Tabel ... vii

Daftar Grafik ... x

BAB I Pendahuluan A. Latar Belakang ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 5

C. Batasan Masalah ... 5

D. Rumusan Masalah ... 6

E. Tujuan dan Manfaat ... 6

F. Struktur Organisasi Skripsi... 7

BAB II Landasan Teori A. Konsep Media Pembelajaran ... 8

1. Pengertian Media Pembelajaran ... 8

2. Pengertian Media Film Animasi ... 10

3. Karakteristik Media Film Animasi... 12

4. Manfaat Media Film Animasi ... 13

B. Konsep Bahasa... 16

1. Pengertian Bahasa ... 16

2. Bahasa reseptif ... 17

C. Konsep Ketunarunguan ... 19

1. Pengertian Anak Tunarungu ... 19

2. Klasifikasi Anak Tunarungu ... 20

D. Penelitian Yang Relefan ... 22

E. Kerangka Berpikir ... 23

(6)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB III Metode Penelitian

A. Pengertian Metode Penelitian ... 26

B. Desain Penelitian ... 28

C. Variabel Penelitian ... 29

1. Definisi Operasional Variabel Bebas ... 29

2. Definisi Operasional Variabel Terikat ... 30

D. Prosedur Penelitian ... 32

E. Populasi, Sample, dan Lokasi Penelitian ... 34

1. Populasi Penelitian ... 34

2. Sample Penelitian ... 34

3. Lokasi Penelitian ... 35

F. Instrumen Penelitian ... 36

1. Kisi-kisi Instrumen Penelitian ... 36

2. Instrumen Penelitian ... 38

3. Kriteria Penilaian ... 41

4. Membuat Rencana Pembelajaran ... 48

5. Teknik Pengumpulan Data ... 48

G. Uji Coba Intrumen Penelitian ... 49

1. Validitas Instrumen Penelitian ... 46

2. Reliabilitas Instrumen Penelitian ... 52

H. Pengolahan dan Analisis Data ... 55

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian 1. Deskripsi hasil Penelitian ... 56

2. Pengujian Hipotesis ... 62

3. Pembahasan Hasil ... 64

(7)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

A. Simpulan ... 67

B. Saran ... 68

DAFTAR PUSTAKA ... 69

DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Defree Of Hearing Loss ... 22

Tabel 3.1 Langkah Operasional Penggunaan Media Film Animasi ... 28

Tabel 3.2 Data Populasi SLB Negeri Cicendo ... 32

Tabel 3.3 Data Sample Siswa Kelas VIII SLB Negeri Cicendo ... 33

Tabel 3.4 Kisi-kisi Instrumen Penelitian Pemahaman Bahasa Reseptif ... 37

Tabel 3.5 Instrumen Penelitian Pemahaman Bahasa reseptif ... 39

Tabel 3.6 Format Penulisan Isi Dari Film Animasi ... 41

Tabel 3.7 Kesesuaian Makna Keseluruhan cerita Dengan Film ... 42

Tabel 3.8 Ketepatan Urutan Cerita ... 43

Tabel 3.9 Struktur Kalimat ... 43

Tabel 3.10 Format Penulisan Membaca Kemasan Makanan ... 44

Tabel 3.11 Menuliskan Alat dan Bahan yang Digunakan... 46

Tabel 3.12 Ketepatan Menulis Prosedur ... 46

Tabel 3.13 Menuliskan Kandungan Gizi Dalam Makanan ... 47

Tabel 3.14 Menulis Waktu Kadaluarsa ... 48

Tabel 3.15 Daftar Penilaian Ahli Expert-Judgment Instrumen ... 50

Tabel 3.16 Hasil Uji Validitasi Instrumen ... 51

Tabel 3.17 Interpretasi Reliabilitas ... 53

Tabel 3.18 Hasil Perolehan Data Reliabilitas ... 54

(8)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tabel 4.2 Skor Post-Test ... 58 Tabel 4.3 Hasil Skor Pre-test dan Post Test ... 59 Tabel 4.4 Selisih Pre-test dan Post Test ... 61

Tabel 4.5 Presentase Kemampuan rata-rata Pre-Test,Post test dan

(9)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

DAFTAR GRAFIK

Grafik 4.1 Skor Pre-Test ... 57

Grafik Skor Post-Test ... 59

Grafik Hasil Skor Pre-test dan Post Test ... 60

(10)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

ABSTRAK

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM

MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASARESEPTIF

ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

ARYANI KARTIKA

1001791

Penelitianinidilatarbelakangikarenabanyaknyaanaktunarungu yang

mengalamikehilanganpendengaran yang

mengakibatkananaktunarunguterhambatdalamberbahasa,

khususnyabahasareseptif.Upaya yang

dilakukanpenelitidalammeningkatkankemampuanbahasareseptifadalahdenganmen

ggunakan media Film

Animasi.Penelitianinibertujuanuntukmembuktikankeefektifan media film animasidalammeningkatkankemampuanbahasareseptifanaktunarungu di SLB NegeriCicendo Bandung. Sample yang diambildalampenellitianiniadalah 9 orang

pesertadidik SMPLB kelas VIII SLB

NegeriCicendoMetodepenelitianiniadalaheksperimendengandesainpenelitianOne

Group Pre-test Post-test Design. Data

diolahdenganmenggunakanujiWilcoxonpadakemampuanbahasareseptifanaktunaru ngu.Hasilpenelitianinidapatdisimpulaknbahwahipotesis yang diajukandalampenelitianiniditerimakarenaadanyapeningkatankemampuanbahasare septifanaktunarungusetelahdiberiperlakuanberupaFilm

Animasihaltersebutterlihatdariketercapaianindikatoryaitupesertadidikmampumenc

eritakandanmenuliskankembaliisidari film

animasidenganruntutdanmenggunakanstrukturkalimat yang tepat, membacadanmenulisprosedurkemasanmakanan.Penelitianinidapatdikajilebihlanju tmengenaimateripembelajaranlainnyadenganmenggunakan media Film Animasi yang sesuaidengankebutuhandankemampuan sample yang diteliti.

(11)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

ABSTRACT

USE OF MEDIA ANIMATION FILM TO IMPROVED RECEPTIVE

LANGUAGE SKILLS OF DEAF CHILDREN IN SPEACIAL SCHOOLS

CICENDO BANDUNG

ARYANI KARTIKA

1001791

The background of thisresearchbecause manydeaf childrenwho havehearing loss thatresults instuntedchildren with hearing impairmentsinlanguage, receptive languagein particular.Efforts by researchers in receptive language skills is to use the media Animation. This research aims toprove the effectiveness ofthe medium of animation film inreceptivelanguage skillsof deaf childreninspecial schoolsCicendoBandung. Samples takenin this study were9studentsin class

VIIISLB NegeriSMPLBCicendo. This research

methodisexperimentalresearchdesign withone grouppre-testpost-test design. Datawere analyzed usingtheWilcoxon testof receptivelanguage skillsof deaf children. The results of this study it can be concluded that the hypothesis proposed in this study received due to an increase in receptive language abilities of deaf children after being given a treatment in the form of animated feature film that looks of achievement indicators that learners are able to recount and rewrite the contents of the animated film with a coherent and using structures appropriate sentence, read and write procedures food packaging. This research canbe studiedmore aboutother learning materialsby using the mediaAnimationappropriate to the needsand capabilities ofthe studiedsample.

(12)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

(13)

1 Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Bahasa adalah alat komunikasi, bahasa adalah sistem lambang bunyi yang arbiter yang digunakan oleh kelompok sosial untuk bekerjasama, berkomunikasi dan mengidentifikasi diri. Bahasamerupakanalatkomunikasi yang memilikiperananpentingbagikehidupanmanusia.Melaluibahasamanusiadapatberko munikasidanberinteraksidenganmanusialainnya,

olehkarenaitumanusiadituntutuntukmenguasaibahasa yang digunakansebagaialatuntukberinteraksidengansesamanya.Dalammenguasaisuatub

ahasadiperlukansuatu proses,

artinyasebelummanusiamenguasaisuatubahasamanusiaharusmendengarterlebihdah ulubahasa yang yangdiucapkanoleh orang-orang disekitarnya. Setelahmendengar, manusiabarubisamenirukanbunyibahasa yang diucapkanoleh orang lain.

Anak yang

memilikigangguanpendengaranatautunarunguanakmengalamihambatandalamberk omunikasidanberinteraksisecara verbal denganmanusialainnya.Akan tetapibilagangguanpendengarantersebutdapatditanganidengantepatsedinimungkin, secarasistematisdankonsistenmakaanaktunarungudapatmeminimalisirdampakketu narunguankhususnyadalamhalberkomunikasi.Dampakketunarunguantersebutadala hkesulitandalampendengaransehinggapemberianrangsanganterbesaranaktunarung ubisamelaluiindraperaba (taktil) danindrapenglihatan (visual).

Menurut Somantri (2007, hlm. 97) dampak kognitif yang akan muncul akibat dari ketunarunguan yang di derita oleh anak, yakni sebagai berikut:

(14)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

pencapaian pengetahuan yang lebih luas, dengan demikian perkembangan intelegensi secara fungsional terhambat.

Anaktunarungumemperolehsuatubahasatidak dari apa yang

didengarmelainkanmelaluipengalaman, ia

belajarmenghubungkanantarapengalamandanlambangbahasa yang

iaperolehmelaluiapa yang ialihat.

Setelahituanakdapatmemahamihubunganantaralambangbahasadenganbendaatauke

jadian-kejadian yang dialaminya,

dansetelahitubarulahterbentukbahasareseptif.Bahasareseptifdapatberkembangmela lui proses penglihatandanpengalaman yang diterimaataudialami. Pengalamanlangsungtidakmemerlukanbentukpenjelasandibandingkandenganpeng alamansecara verbal yang memerlukanbanyakpenjelasan.Menurut Burhan

Nurgiantoro (2010,hlm. 351) bahwa

bahasareseptifsendiriadalahkemampuanseseorangdalammemahami ide, pikiran, ataupunperasaan yang terjadi.

Peranbahasabicaradanindrapendengarandalamkontekskomunikasimerupaka

nhal yang salingberkaitan.

Terganggunyainderapendengaransangatlahberpengaruhterhadappenerimaanbahasa

dalambentuksuara.Makadalam proses

penerimaanbahasaanaktunarungulebihmengedepankanfungsidariindra visual sebagaimana yang dikemukakanolehEfendi (2004, hlm. 73),yakni :

Para pakarumumnyamengakui,

bahwapendengarandanpenglihatanmerupakaninderamanusia yang paling penting, di sampingindralainnya. Anak yang kehilangansalahsatuindra (khususnyapendengaran)

(15)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Berdasarkan pemaparan diatas, jelas dapat diketahui bahwa permasalahan yang terjadi pada anak tunarungu adalah kehilangan pendengaran yagn berakibat terganggunya bahasa reseptif pada anak tunarungu. Selain itu berdasarkan hasil observasidi lapangan, banyak ditemukan permasalahan yang dialami oleh anak tunarungu terkait penggunaan bahasa reseptif terutama dalam memahami teks prosedur dalam pembelajaran bahasa Indonesia.

Sesuai dengan pendapat Arsyad (2002, hlm. 91) media visual atau media yang berbasis visual (image atau perumpaan) memegang peran penting dalam proses belajar. Media visual diyakini dapat menumbuhkan minat belajar dan dapat memberikan hubungan antara isi materi pelajaran sehingga penyampaian materi menjadi lebih efektif dan mudah dicerna.

Penelitian yang mengupayakan suatu bentuk pembelajaran yang mampu mengatasi permasalahan anak tunarungu dalam meningkatkan kemampuan bahasa reseptif sudah banyak dilakukan sebelumnya. Salah satunya penelitian yang dilakukan oleh Intan Mara Mutiara (2013), dengan menggunakan media komunikasivisual. Penelitian lain dilakukan Aam Mardiah (2013) dengan Media Video.

Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, peneliti kemudian bermaksud untuk meningkatkan kemampuan bahasa reseptif peserta didik SLB B Cicendo, khususnya dalam pelajaran bahasa Indonesia mengenai membaca pemahaman teks prosedur. Sebagai langkah awal, peneliti melakukan observasi awal untuk mengetahui proses pembelajaran bahasa Indonesia di SLB B Cicendo dan melakukan pengamatan untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang dialami peseta didik selama proses pembelajaran berlangsung.

(16)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

terdapat pada kemasan makanan. Padahal materi ajar tersebut terdapat dalam SKKD, yaitu“Analisis petunjuk pemakaian, kamus, ensiklopedi, denah dan teks”. Jika dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari kompetensi tersebut sangatlah penting untuk dikuasai, karena teks prosedur banyak ditemukan dalam kemasan makanan, kemasan obat, dan kebutuhan rumah tangga. Oleh karena itu peserta didik sangat perlu memahami dan mengerti cara membeca teks prosedur tersebut untuk menghindari kesalahan pemakaian yang mungkin dapat membahayakan diri peserta didik.

Selamainidalam proses pembelajaran,media pembelajaran yang digunakan oleh guru belum sepenuhnya dapat memaksimalkan bahasa reseptif yang dimiliki siswa. Pemberian materi yang terlalu banyak membuat siswa jenuh dan sulit memahami isi dari materi yang disampaikan. Untuk dapat memahami teks prosedur hal yang perlu dilakukan adalah dengan memberikanbanyak pengalamankepada peserta didik. Pengalaman yang diberikan dapat berupa pemberian contoh teks prosedur dan pelatihan cara membaca teks prosedur. Sehingga peserta didik dapat dengan mudah memahami dan mengaplikasikannya dalam kehidupansehari-hari.

Sangatlahdiperlukanupayauntukmeningkatkankemampuanbahasareseptifme ngenaipetunjuk pemakaian suatu benda,petunjuk membuat suatu makanan, membaca kandungan gizi dan tanggal kadaluarsa yang terdapat pada kemasan makananuntukanaktunarungudandiperlukansebuah media pembelajaran yang menunjang, kreatif, inovatifdantidakmembosankanuntukmenunjang proses keberhasilananakdalammemahamisuatubahasa. Media yang sangatcocokadalah media yang mengandalkanindrapenglihatandibandingkandenganindralainnya.

(17)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

disuguhkanoleh film animasitersebut. Keunggulandari film animasiyaitu film animasiinitidakmenyertakansuaraataupun kata-kata didalamnya, makna yang ingindisampaikankepadapenontondisampaikanmelaluigerakdansituasi yang

terdapatdalam film

tersebutsepertihalnyaberpantomim.Dalamhalinianakdidoronguntukmampumemba cagerakdansituasi, sehinggaanakbenar-benarbelajardariapa yang ia lihat. Dari sanalahdiharapkan peserta didikmampumenginterpretasikanapa yang telahiapelajarikedalambentukbahasareseptif.

Penelitianinidiharapkandapatmemberikanbanyakmanfaatkhususnyabagianak tunarungudalam proses penerimaanbahasareseptif, agar guru danorang tuamengetahuibahwapemerolehanbahasareseptifpadaanaktunarungulebihefektifjik amenggunakan media yang berhubungandenganindra visual khususnya media film animasi. Jikahalinidilakukandenganbaikoleh guru terhadapsiswatunarungumakaperkembanganbahasareseptifanaktunarunguakanlebi hbaik.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkanlatarbelakangmasalah yang telahdikemukakan,

makapenelitimengidentifikasimasalah-masalah yang

telahdiungkapkan.Adapunidentifikasimasalahdalampenelitianiniadalahsebagaiberi kut:

1. Anak tunarungu mengalami kerusakan atau tidak berfungsinya indra pendengaran, maka rangsangan komunikasi dan informasi yang masuk melalui indera pendengarannya pun akan terhambat.

2. Akibat dari hambatan pendengaran tersebut adalah terhambatnya bahasa pada anak tunarungu salah satunya bahasa reseptif.

(18)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

4. Media yang

digunakanuntukmalatihbahasareseptifanaktunarungusangatlahbanyakkhususny a media visual dan salah satunya film animasi yangberupa media visual

C. Batasan Masalah

Berdasarkanidentifikasimasalah yang telahdikemukakan,

terdapatbanyakfaktor yang

menyebabkanterhambatnyabahasareseptifpadaanaktunarungudanbanyak media

pembelajaran yang

dapatdigunakanuntukmengajarkanbahasareseptifpadaanaktunarungu.Makapeneliti

aninidibatasipadapenggunaan media film

animasiuntukmeningkatkankemampuanbahasareseptifpadaanaktunarungu.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkanidentifikasimasalahdanlatarbelakangmasalah yang telahdiuraikan, rumusanmasalah yang perludijawabolehpenelitiadalah :

“Apakah penggunaan film animasi dapat meningkatkan kemampuan bahasa

reseptif pada siswa tunarungu kelas VIII SMPLB?”

E. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. TujuanUmum

Secaraumumtujuandaripenelitianiniyaituuntukmengetahuibagaimanahasilda ripemberian media pembelajaran film animasiterhadappeningkatan kemampuan bahasareseptifpadaanaktunarungu.

2. TujuanKhusus

(19)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

a. Untukmengetahuikemampuanbahasareseptifanaktunarungusebelumdiberika npembelajarandenganmenggunakan media film animasi.

b. Untukmengetahuikemampuanbahasareseptifanaktunarungusesudahdiberikan pembelajarandenganmenggunakan media film animasi.

3. Manfaat Penelitian

Dari penelitianini, penulisberharaplaporanpenelitianinidapatbermanfaat, adapunmanfaatpenelitianiniadalah :

1. Sebagaisumbangankaryailmiahbagiilmupengetahuandalambidangpendidikand anjugailmupadaumumnyasertalembagapendidikankhususitusendiri.

2. Mampumemberikankonstribusibaruterhadappengembangan media pembelajaranbagiparasiswakhususnyasiswatunarungu.

3. Bagisiswa,

membantumeningkatkankemampuanbahasareseptifsiswadalammemahamisuat

uperintah yang

nantinyaberkembangmenjadibahasareseptifdanakhirnyadapatdiekspresifkanol ehanaktunarungutersebut.

4. Bagipeneliti,

mengetahuikemampuananaktunarungudalampemerolehanbahasareseptifmelal ui media film animasi.

4. Struktur Organisasi Skripsi

Bab I : Berisikan latar belakang masalah yang diteliti, identifikasi penelitian, batasan masalah, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian, struktur organisasi skripsi

(20)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

tunarungu, media Film animasi dalam meningkatkan kemampuan bahasa reseptif anak tunarungu.

Bab III : Metode penelitian berisi tentang metode penelitian yang digunakan, variabel penelitian (variabel bebas dan variabel terikat), populasi dan sampel penelitian, lokasi penelitian, instrumen dan teknik pengumpulan data, teknik analisis data.

Bab IV : Hasil penelitian dan pembahasan berisi tentang hasil pre-test, treatment dan post-test yang diberikan pada siswa.

Hasil analisis dan pembahasannya.

(21)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

26 BAB III

METODE PENELITIAN

A. Pengertian Metode Penelitian

Menurut Irawan Suhartono, (2000, hlm. 1) metodologi berarti ilmu tentang jalan yang ditempuh untuk memperoleh pemahaman tentang sasaran yang telah disebutkan sebelumnya. Sedangkan Penelitian digunakan sebagai padanan research dalam bahasa Inggrisberarti kembali,dansearch berarti mencari) dengan

demikian research berarti mencari kembali. Kata research berasal dari bahasa latin reserare yang berarti mengungkapkan atau membuka. Kata ini juga diindonesiakan menjadi riset.Jadi research diartikan sebagai kegiatan mengungkapkan atau membuka pengetahuan karena pengetahuan, baik yang telah ada maupun yang masih belum ditemukan, dianggap sudah ada atau tersembunyi dialam yang hanya memerlukan pengungkapannya.

Penelitian dapat diartikan sebagai semua kegiatan pencarian, penyelidikan dan percobaan secara ilmiah dalam suatu bidang tertentu untuk mendapatkan fakta-fakta atau prinsip-prinsip baru yang bertujuan untuk mendapatkan pengertian baru dan menaikkan tingkat ilmu dan teknologi (Amirul Hadi dan Haryono,199, hlm. 39).

Penelitan pendidikan adalah suatu proses atau kegiatan yang dilakukan secara sistematis, logis, dan berencana untuk mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menyimpulkan data dengan menggunakan metode tertentu untuk mencari jawaban atas permasalahan yang timbul dalam bidang pendidikan.(Amirul Hadi, 1998, hlm. 12)

(22)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

dan mengantisipasi masalah dalam bidang pendidikan. Banyak jenis metode penelitian yang dapat digunakan, salah satunya adalah metode penelitian kuantitatif.

Metode penelitian kuantitatif berasal dari kata “kuantitatif” itu sendiri yang

bermakna jumlah atau penjumlahan, sehingga penelitian kuantitatif adalah penelitian yang menggunakan angka-angka yang dijumlahkan sebagai data yang kemudian dianalisis. Metode penelitian kuantitatif merupakan metode penelitian yang dimaksud untuk menjelaskan fenomena dengan menggunakan data-data numeric, kemudian dianalisis yang umumnya menggunakan statistic (Daniel Muijis, 2004).Secara umum Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif

yang menggunakan metode eksperimen. “metode eksperimen sendiri merupakan

metode penelitian yang digunakan untuk mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang dikendalikan.” (Sugiyono, 2011, hlm. 107). Dimana dalam penelitian eksperimen ada perlakuan atau treatment.

Penelitian pendidikan diambil dalam penelitian ini dikarenakan peneliti berada dalam ruang lingkup pendidikan, sample dan tempat penelitiannya pun berada di lingkungan sekolah. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif eksperimen. Peneliti mengambil kegitan penelitian ini untuk mengungkapkan keefektifitasan penggunaan media Film Animasiterhadap peningkatan kemampuan bahasa reseptif anak tunarungu. Tujuan

dari metode kuantitatif adalah untuk menyelidiki kemungkinanhubungan sebabakibatdari diberikannya perlakuan berupa Film Animasi terhadap kemampuan bahasa reseptif anak tunarung dengan cara membandingkan nilai sebelum dan sesudah diberikannya perlakuan.

(23)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

B. Desain Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen One Group Pretest-Posttest Design. Pada design ini terdapat pretest yang dilakukan sebelum adanya perlakuan (intervensi). Pretest dilakukan agar hasil perlakuan (intervensi) dapat diketahui lebih akurat karena peneliti dapat membandingkan keadaan sebelum diberi perlakukan (intervensi) dengan keadaan sesudah diberi perlakuan (intervensi). (Sugiyono, 2012, hlm. 111). Desain ini dapat digambarkan seperti berikut :

Adapun langkah-langkah penggunaan desain ini menurut Ali (2010, hlm. 93) adalah sebagai berikut.

1. Memilih secara random sekelompok subjek untuk dijadikan sampel yaitu siswa kelas VIII di SLB Negeri Cicendo

2. Mengadakan pre-test (O1) berupa test lisan dan tertulis.

Ket : O1 = nilai pretest sebelum diberikan perlakuan berupa Film Animasi O2 = nilai posttest sesudah diberikan perlakuanberupa Film Animasi Pengaruh media animasi dalam meningkatkan bahasa reseptif anak tunarungu = ( O1 – O2 )

(24)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 3. Memberikan perlakuan berupa pemberian Film Animasi. 4. Mengadakan post-test (O2) berupa test lisan dan tertulis. 5. Menganalisis data dengan menggunakan metode statistika.

6. Menarik kesimpulan berdasarkan hasil analisis data mengenai keefektifitasan Penggunaan Media Film Animasi Terhadap Kemampuan Bahasa Reseptif Anak Tunarungu.

C. Variabel Penelitian

Menurut Sugiyono (2012, hlm. 60) variabel penelitian dapat didefinikasn sebagai atribut seseorang atau objek, yang mempuanyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau satu objel yang lain. (Hatch dan Farhandy, 1981) dalam

Sugiyono (2011, hlm. 6) “Variabel juga dapat merupakan atribut bidang atau

keilmuan tertentu”. Kerlinger (2012) menyatakan bahwa variabel adalahh

konstrak atau sifat yang akan dipelajari. Dalam penelitian ini terdapat dua variabel, yaitu variabel bebas dan variabel terikat, sebagai berikut :

1. Definisi Operasional Variabel Bebas

Variabel bebas atau variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).(Sugiyono, 2012, hlm. 39).Dalam penelitian ini, variabel bebasnya adalahmedia Film Animasi.Media film animasi ini berupa buatan amerika serikat yang dibuat untuk tontonan anak dibawah umur. Media Film animasi juga dalam menyampaian pesan-pesannya dapat menimbulkan daya tarik

dan dapat menerjemahkan kata-kata abstrak kedalam bentuk yang lebih nyata yaitufilm animasi yang dimana film merupakan suatu gambar bergerak. Media film animasi merupakan alat bantu yang bertujuan untuk mempermudah menyampaikan maksud dan tujuan , makna, ataupun proses melalui indra visual.

(25)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Langkah Operasional Penggunaan Media Film Animasi

1  Masuk ke Film Animasi

Mr.Bean

 Pertama-tama yang akan muncul pada filmadalah tulisan Mr.Bean

2  Kemudian muncul Film

Animasi Mr.Bean yang sedang mengambil pasta (Mie) dalam lemari.

3  Mr.Bean Mencoba

membuat pasta (Mie) tersebut.

4  Berbagai cara telah

(26)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

5  Pada akhirnya setelah

menunggu berjam-jam pasta (Mie) tersebut tidak kaku lagi atau sudah bisa dimakan.

2. Defini Operasional Variabel Terikat

Varibel terikat (Y), merupakan variable yang dipengaruhi atau menjadi akibat, karena adanya variable bebas Sugiono (2011, hlm. 61). Dalam penelitian ini yang menjadi variable terikat adalah bahasa reseptif. Menurut Burhan Nurgiantoro (2010,hlm. 351-432) bahwa bahasa reseptif pada hakikatnya merupakan kemampuan menerima, kemampuan untuk memahami bahasa yang dituturkan oleh pihak lain baik yang dituturkan melalui sarana bunyi atau tulisan.Kemampuan bahasa reseptif seseorang dapat diukur dengan cara memberikannya test baik berupa test tradisional atau pilihan ganda, atau test otentik, yaitu peserta didik diminta untuk mengkonstruksikan atau menuliskan jawaban sendiri terhadap pemahamannya terhadap test yang diujikan. Bentuk tes yang diuji dapat berupa pertanyaan terbuka atau menceritakan kembali isi pesan tersebut baik secara lisan, tulisan atau perbuatan.Adapun keterampilan bahasa reseptif yang diukur dalam penelitian ini adalah:

a. Menuliskan isi dari cerita film animasi dengan urutan cerita dan ketepatan makna cerita

b. Menuliskan Alat dan Bahan yang digunakan untuk membuat La Pasta c. Menuliskan dengan runtut prosedur membuat La Pasta

d. Menuliskan kandungan gizi dan waktu kadaluarsa dari makanan instan La Pasta

Contoh :

(27)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Isi dari Film Animasi :

1. Mr.Bean sedang mengambil pasta (Mie) dalam lemari.

2. Mr.Bean mencoba membuat pasta (Mie) tersebut. Berbagai cara telah dilakukan Mr.Bean untuk membuat pasta tersebut namun selalu gagal karena pasta terlalu panjang sedangkan panci yang digunakan kecil. 3. Akhirnya ia memanaskan air dalam Bathub (bak mandi) dan memasukkan

pasta tersebut dalam bathub.

4. Pada akhirnya setelah menunggu berjam-jam pasta (Mie) tersebut tidak kaku lagi atau sudah matang.

b. Alat : Panci, Kompor, Spatula, dan Piring Bahan : Spaghetti La Pasta dan Air

c. 1. Masukkan spaghetti, minyak dan sayuran kering ke dalam 500ml air mendidih selama 4 menit, aduk sesekali.

2. Keluarkan spaghetti dan sayuran kering dari air dan tiriskan.

3. Campurkan spaghetti dengan bumbu barbekue pedas, aduk hingga merata. Taburkan bawang renyah pedas dan hidangkan.

d. Lemak, Protein, Natrium, Kalium, Vitamin A, Vitamin B1, Vitamin B12, Vitamin C, Asam Folat, Niasin, Zat Besi, Kalsium, Magnesium dan Seng. e. Sesuai dengan kemasan makanan

D. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Persiapan Penelitian

Langkah-langkah yang dilakukan sebelum penelitian dilaksanakan yaitu:

(28)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

ketunarunguan dan 2 orang Guru di SLBN Cicendo yang hasilnya ada pada (hal. ) ;

b) Peneliti melakukan uji reliabilitas pada peserta didik kelas VIIISLB Negeri Cicendo Kota Bandung;

c) Membuat instrumen berupa RPP yang berisi tentang bahasa reseptif yaitu Menganalisis petunjuk pemakaian dalam membaca petunjuk kemasan makanan instan.

d) Melakukan tes awal (pre-test) pada sampel, hal ini bertujuan untuk mengukur kemampuan awal dari sampel penelitian sebelum mendapatkan perlakuan (treatment).

e) Melakukan test akhir (post-test) pada sample. Hal ini bertujuan untuk mengukur kemampuan akhir dari sample setelah diberikannya perlakuan (treatment).

2. Pelaksanaan Penelitian

Penelitian dilaksanakan di SLB Negeri Cicendo Kota Bandung, yang beralamat di Jl. Cicendo No. 2 Kota Bandung penelitian ini dilaksanakan di dalam lingkungan sekolah dengan langkah-langkah sebagai berikut :

a) Peneliti memberikan pre test kepada peserta didik dengan menuliskan isi film animasi , Menulis Alat dan Bahan yang digunakan untuk membuat La Pasta, Menuliskan dengan runtut prosedur memasak La Pasta, Menuliskan kandungan dan tanggal kadaluarsa dari makanan instan La Pasta, Mempraktikkan Membuat La Pasta sesuai dengan petunjuk yang ada dalam kemasan dan Menuliskan petunjuk makanan instan yang pernah peserta didik buat dalam kehidupan sehari-hari.

b) Peneliti memberikan tayangan film animasi dan mengaitkan tindakan isi dari Film Animasidalam kehidupan sehari-hari. (Intervensi 1)

c) Peserta didik ditugaskan untuk Menceritakan kembali isi dari Film Animasi d) Peserta didik ditugaskan untuk menuliskan isi film Film Animasidengan

(29)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

e) Peneliti memberikan tayangan film animasi lalu peneliti memberikan penjelasan mengenaicara membaca pemahaman teks prosedur alat, bahan dan prosedur yang digunakan untuk membuat La Pasta.(Intervensi 2)

f) Peserta didik menyebutkan alat, bahan dan prosedur yang digunakan untuk membuat La Pasta

g) Peserta didik ditugaskan untuk menuliskan alat, bahan dan prosedur yang digunakan untuk membuat La Pasta

h) Peneliti memberikan tayangan film animasi lalu peneliti memberikan penjelasan mengenaicara membaca pemahaman teks prosedur kemasan makanan instan yaitu membaca kandungan gizi dan waktu kadaluarsa kemasan La Pasta. (Intervensi 3)

i) Peserta didik menyebutkankandungan gizi dan waktu kadaluarsa kemasan La Pasta

j) Peserta didik ditugaskan untuk menuliskankandungan gizi dan waktu kadaluarsa yang dibutuhkan dan prosedur memasak La Pasta.

E. Populasi, Sampel dan Lokasi Penelitian

1. Populasi Penelitian

(30)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

NegeriCicendoKota Bandung. Berikut merupakan gambar dari populasi dalam penelitian ini :

Tabel 3.2

Data Populasi SLB Negeri Cicendo Bandung

Populasi Jumlah Siswa

VII 5

VIII 9

IX 4

2. Sampel Penelitian

Menurut Sukmadinata (2005, hlm. 266) sampel adalah kelompok kecil bagian dari target populasi yang mewakili populasi dan secara riil diteliti. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2012, hlm. 118). Sampel pada penelitian ini diambil secara Sampling purposive. Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan

pertimbangan tertentu, adapun karakteristik individu yang dijadikan sampel pada penelitian ini adalah anak tunarungu dengan klasifikasi kehilangan kemampuan mendengar termasuk sedang dan berat dan mengalami dalam bahasa reseptifnya. Dalam penelitian ini sampel yang diteliti adalah 9 orang siswaSMPLB BNegeri Cicendo, Kota Bandung. Adapun data sampelnya adalah sebagai berikut.

Tabel 3.3

(31)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

3. Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di SLB B Negeri Cicendo, latar belakang peneliti mengambil lokasi penelitian di SLB B Negeri Cicendo karena SLB B Cicendo merupakan salah satu SLB tertua di Bandung, SLB Cicendo merupakan salah satu SLB besar dikota bandung dan memiliki banyak peserta didik yang bisa dijadikan lokasi penelitian, selain itu peneliti melaksanakan Program Latihan Profesi di SLB Negeri Cicendo, peneliti menemukan permasalahan penelitian di SLB Negeri Cicendo. Lokasi dari SLB Negeri Cicendo yakni beralamat di Jalan Cicendo No.2 Kode Pos 40171 No.Telepon (022) 4211855 Kota Bandung, Jawa Barat.

F. Instrumen Penelitian

No Nama Sampel

1 AT

2 AD

3 FD

4 FR

5 KM

6 SY

7 SN

8 RF

(32)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Menurut Sukmadinata (2005, hlm. 230) instrumen tes bersifat mengukur, karena berisi pertanyaan atu pernyataan yang alternatif jawabannya memiliki standar jawaban tertentu, benar-salah ataupun skala jawaban. Menurut Sugiyono (2012, hlm. 102) instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Sedangkan menurut Arikunto (2002, hlm. 126) instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh peneliti dalam mengumpulkan data. Oleh karena itu sebelum melaksanakan penelitian ke lapangan, terlebih dahulu peneliti membuat kisi-kisi instrumen dan instrumen penelitian. Selain itu tentunya membuat pula kriteria penilaian pada tiap indikator instrumen.

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes menulis, dan perbuatan (Kinerja). ). Hal ini sesuai dengan Burhan Nurgiyantoro (2010, hlm.422) bahwa aktifitas menulis merupakan suatu bentuk menifestasi kompetensi tertulis berbasis paling akhir dikuasi peserta didik setelah kompetensi mendengar, berbicara dan membaca. Dibandingkan dengan kompetensi menulis objektif berupa Pilihan Ganda atau isian, tes tulis dengan menuliskan kembali isi dari cerita sebuah film merupakan yang paling sulit dikuasai namun hasilnya akan lebih baik karena didalamnya akan menghasilkan suatu kalimat yang dapat dinilai dari keruntutannya, padu padannya dan isinya.

Adapun tentang pemaparan kisi-kisi instrumen, instrumen penelitian, kriteria penilaian pada tiap indikator instrumen penelitiandan rencana pembelajaran adalah sebagai berikut.

1. Kisi-kisi Instrumen Penelitian

(33)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tabel 3.4

Kisi-kisi Instrumen Penelitian Pemahaman Bahasa Reseptif

(Untuk Anak Tunarungu SLB B Negeri Cicendo)

Standar

Kompetensi

Kompetansi

Dasar

Variabel Indikator Materi

Mambaca :

1. Menceritakan kembali isi cerita film animasi 2. Menyebutkan alat yang

digunakan untuk membuat La Pasta

3. Menyebutkan bahan yang digunakan untuk membuat La Pasta

4. Menyebutkan prosedur membuat makanan La Pasta

5. Menyebutkan kandungan gizi dari makanan instan La Pasta

(34)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Bahasa

4. Menuliskan prosedur membuat makanan La Pasta

5. Menuliskan kandungan gizi dari makanan instan La Pasta

6. Menuliskanwaktu

kadaluarsa dari makanan instan La Pasta

2. Instrumen Penelitian

(35)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

tujuan pembelajaran yang diharapkan. Berikut ini pengembangan indikator menjadi butir-butir soal test.

Tabel 3.5

Instrumen Penelitian Bahasa Reseptif Anak Tunarungu

No Variabel Indikator Butir Soal

(36)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 5. Menyebutkan cerita film animasi 2. Menuliskan alat yang digunakan untuk membuat La Pasta

(37)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

3. Kriteria Penilaian

Kriteria penilaian pada penelitian ini adalah dengan mengunakan Rating Scale (skala bertingkat) untuk ditiap indikatornya. Untuk lebih jelasnya dapat

dilihat pada tabel di bawah ini. Arikunto (2002, hlm. 157) mengemukakan rating atau skala bertingkat adalah suatu ukuran sujektif yang dibuat berskala. Kriteria penilaian dalam penelitian ini menggunakan rumus Alpha Cronbach, Susetyo

(2011, hlm.120) bahwa”Pengujian degnan menggunakan rumus Alpha Cronbach

ini digunakan karena instrument tes yang digunakan berbentuk essay yang memiliki kriteria butir polimi. Perhitungan alpha cronbach menggunakan variasi, yaitu variasi skor responden dan variasi skor butir.artinya, prosedur uji reabilitasi ini diterapkan pada hasil pengukuran yang berjenjang, misalnya 1-3,1-4,1-5 atau yang lainnya tergantung maksud penyusunannya”. Adapun skala kriteria penilaian test lisan dan tukisan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

Tabel 3.6

Format Penulisan Isi Dari Film Animasi

No Aspek Yang Dinilai Skor Jumlah

instan La Pasta Menuliskan waktu kadaluarsa dari makanan instan La Pasta

10.

makanan instan La Pasta?

(38)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Skor

4 3 2 1 0

1 Kesesuaian makna keseluruhan isi cerita dengan film

2 Ketepatan urutan cerita 3 Struktur kalimat

Keterangan:

1. Kesesuaian makna keseluruhan cerita dengan film

Isi cerita yang ditulis oleh anak harus sesuai dengan film yang ditontonkan walau dengan bahasa yang sederhana namun isinya menceritakan isi dari film tersebut.

Tabel 3.7

Kesesuaian makna keseluruhan cerita dengan film

Skor Uraian

4 4 point makna cerita yang ditulis sangat sesuai dengan isi film animasi.

3 3 point makna cerita yang ditulis sesuai dengan isi film animasi.

2 2 point makna cerita yang ditulis sesuai dengan isi film animasi.

1 1 point makna cerita yang ditulis sangat sesuai dengan isi film animasi.

(39)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

2. Ketepatan urutan cerita

Urutan cerita atau alur adalah pergerakan cerita dari waktu ke waktu, atau rangkaian peristiwa demi peristiwa dari awal sampai akhir cerita dari film animasi. urutan cerita yang dibuat harus sesuai dengan rangkaian peristiwa didalam film animasi.

Tabel 3.8

Ketepatan urutan cerita

animasi

Skor Uraian

(40)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

3. Struktur kalimat

Penilaian kalimat di sini adalah penulisan kalimat yang ditulis peserta didik harus sesuai dengan struktur kalimat yang baik. Kalimat yang dibuat harus mengandung unsur subjek, predikat, objek, dan keterangan. Kalimat yang diberi nilai setidaknya memiliki pola S-P, S-P-O, atau S-P-O-K.

Tabel 3.9

Struktur Kalimat

Skor Uraian

4 4 point kalimat yang ditulis sesuai dengan struktur kalimat S-P/ S-P-O/S-P-O-K.

3 3 point kalimat yang ditulis sesuai dengan struktur kalimat S-P/ S-P-O/S-P-O-K.

2 2 point kalimat yang ditulis sesuai dengan struktur kalimat S-P/ S-P-O/S-P-O-K.

1 1 point kalimat yang ditulis sesuai dengan struktur kalimat S-P/ S-P-O/S-P-O-K.

0 Mengosongkan atau tidak menulis isi dari film animasi

film animasi

3 3 Urutan cerita yang di tulis sangat sesuai dengan film animasi

2 2 Urutan cerita yang di tulis cukup sesuai dengan film animasi

1 1 Urutan cerita sesuai dengan film animasi

(41)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tabel 3.10

Format Penulisan Membaca Kemasan Makanan La PAsta

N

o Aspek Yang Dinilai

Skor Jumlah

Skor

3 2 1 0

5 Ketepatan menulis prosedur membuat La Pasta

No Aspek Yang Dinilai

Skor Jumlah

Skor

4 3 2 1 0

6 Menulis kandungan gizi

No Aspek Yang Dinilai

Skor Jumlah

Skor

4 3 2 1 0

7 Menulis waktu kadaluarsa

No Aspek Yang

Dinilai

Skor Jumlah

Skor

6 5 4 3 2 1 0

(42)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Keterangan :

Skor Maks = 29 Nilai Maks = 100

Nilai = Perolehan Skor x 100 Skor Maks

Keterangan:

86 – 100 = Baik Sekali 71– 85 = Baik

56- 70 = Cukup

55- kebawah = Kurang

Keterangan:

1. Menuliskan Alat dan bahan

Setiap kemasan sebuah produk pasti memiliki penjelasan khusus baik mengenai kegunaan, komposisi, petunjuk pemakaian atau alat dan bahan yang digunakan untuk mempermudah konsumen ketika pemakaian. Alat dan bahan yang digunakan dalam membuat La Pasta tertulis jelas dalam prosedur membuat La Pasta.

2 Ketepatan urutan cerita

3 Struktur kalimat

4 Menuliskan Alat dan bahan

5 Ketepatan menulis prosedur membuat La Pasta

(43)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Tabel 3.11

Menuliskan Alat dan Bahan yang digunakan

Skor Uraian

6 Jika menuliskan 6 alat dan bahan yang digunakan dalam membuat La Pasta dengan benar

5 Jika menuliskan 5 alat dan bahan yang digunakan dalam membuat La Pasta dengan benar

4 Jika menuliskan 4alat dan bahan yang digunakan dalam membuat La Pasta dengan benar

3 Jika menuliskan 3alat dan bahan yang digunakan dalam membuat La Pasta dengan benar

2 Jika menuliskan 2 alat dan bahan yang digunakan dalam membuat La Pasta dengan benar

1 Jika menuliskan 1 alat dan bahan yang digunakan dalam membuat La Pasta dengan benar

0 Jika tidak menulis alat dan bahan yang digunakan

2. Ketepatan menulis prosedur membuat La Pasta

Ketepatan dan keruntutan dalam membuat suatu produk sangatlah penting. Penulisan petunjuk bertujuan agar konsumen tidak mengalami kesulitan atau keliru dalam menggunakan atau membuat sebuah produk. Oleh karena itu, peetunjuk penggunaan atau petunjuk pemakaian harus ditulis runtut dan jelas.

Tabel 3.12

(44)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Skor Uraian

3 Jika menuliskan 3 prosedur dengan runtut dan sesuai dengan kemasan La Pasta tersebut.

2 Jika menuliskan 2 prosedur membuat La Pastakurang runtut

1 Jika hanya menuliskan 1 prosedur membuat La Pasta dengan runtut

0 Jika tidak prosedur membuat La Pasta

3. Menulis kandungan gizi

Membaca kandungan gizi atau kandungan ada didalam makanan yang kita beli sangatkah penting karena untuk mengetahui apakah produk mengandung unsur-unsur yang diharamkan atau membahayakan bagi kesehatan dan Sebagai konsumen yang baik dan cerdas,kita harus membaca dan memperhatikan label terlebih dahulu untuk mengetahui kandungan apa saja kah yang terdapat dalam makanan tersebut.

Tabel 3.13

Menulis Kandungan Gizi Dalam Makanan

Skor Uraian

4 Jika menuliskan 13 - 16 kandungan gizi yang ada dalam kemasan makanan La Pasta dengan benar dan sesuai

3 Jika menuliskan 9 - 12 kandungan gizi yang ada dalam kemasan makanan La Pasta dengan benar dan sesuai

(45)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

1 Jika hanya menuliskan 1 -4 kandungan gizi yang ada dalam kemasan makanan La Pasta

0 Jika tidak menulis kandungan gizi dalam makanan La Pasta

4. Menulis Waktu Kadaluarsa

Membaca waktu kadaluarsa dalam kemasan adalah hal yang paling penting dan bertujuan untuk mengetahui kapan makanan tersebut tidak layak lagi untuk dikonsumsi.

Tabel 3.14

Menulis Waktu Kadaluarsa

Skor Uraian

3 Jika menuliskan 3 waktu kadaluarsa yaitu tanggal kadaluarsa, bulan kadaluarsa, dan tahun kadaluarsa makanan tersebut sesuai dengan waktu yang tertera di kemasan La Pasta

2 Jika menuliskan 2 waktu kadaluarsayaitu tanggal kadaluarsa atau bulan kadaluarsa, atau tahun kadaluarsa yang tertera di kemasan La Pasta

1 Jika menuliskan 1 waktu kadaluarsa yaitu tanggal kadaluarsa atau bulan kadaluarsa, atau tahun kadaluarsa yang tertera di kemasan La Pasta

(46)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

4. Membuat Rencana Pembelajaran

Proses pembelajaran memerlukan adanya perencana, agar pembelajaran yang dilakukan efektif. Adapun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dibuat berdasarkan kurikulum 2013 dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar kurikulum tingkat satuan pendidikan.

5. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan tes.Tes yang diberikan dalam penelitian ini berupa tes lisan dan tes tulis untuk mengukur kemampuan sampel dalam kemampuan bahasa reseptifnya.Terdapat dua tahap tes yang dilakukan, tahapan tersebut adalah sebagai berikut :

a) Tahap I pemberian tes berupa pre-test mengenai film animasi dan membaca prosedur teks kemasan makanan..

b) Tahap II memberikan materi mengenai menulis film animasi dan membaca prosedur teks kemasan makanan dengan menggunakan film animasi .

c) Tahap ke III pemberian post-tes yang sama dengan tes yang pertama yakni tes lisan dan tertulis.

G. Uji Coba Instrumen Penelitian

1. Validitas Instrumen Penelitian

Tes merupakan salah satu alat ukur hasil belajar peserta didik. . Menurut

Sugiyono, (2012, hlm. 173) “instrumen yang valid berarti instrumen tersebut

(47)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Hasil dari judgment kemudian dihitung dengan rumus :Menurut Arikunto (2002, hlm. 144) menyatakan validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan sesuatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya, instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas yang rendah. Sedangkan menurut Susetyo (2011, hlm. 88), validitas suatu tes, menggunakan indeks angka yang menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran dapat mencerminkan secara tepat tingkah laku seseorang yang diperoleh dari berbagai proses. Validitas pengukuran memiliki nilai dari yang tinggi sampai rendah, semakin tinggi nilai validitas maka semakin baik tingkat validitas, sebaliknya validitas pengukuran rendah diakibatkan adanya kekeliruan sistematis.Adapun Validitas yang digunakanpada tes ini adalah validitas isi.

Validitas isi adalah validitas yang akan mengecek kecocokan diantara butir butir tes yang dibuat dengan indikator, materi atau tujuan pembelajaran yang telah

ditetapkan. Butir tes dinyatakan valid, jika “butir-butir tes yang dibuat secara tepat dapat mengukur indikator (Djaali dan Puji, 2004, hlm.83). Suatu tes dinyatakan memiliki validitas isi, bila butir-butir yang disusun sesuai dengan materi-materi pelajaran dan indikaor yang telah ditetapkan. Validitas isi lebih cocok digunakan dalam bidang pendidikan atau pembelajaran di sekolah.

Uji validitas pada instrumen dalam penelitian ini di-expert-judgementoleh tiga orang penilai ahli. Penilai ahli tersebut terdiri dari 3 orang yaitu dua orang guru di SLB B Negeri Cicendo, satu orang dosen dari jurusan Pendidikan Khusus spesialisasi tunarungu.

Tabel 3.15

Daftar Penilai Ahli Expert-Judgemet Instrumen

No Nama Jabatan

1 Drs. Endang Rusyani, M.Pd Dosen PKh

(48)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

3 Ine Rahayu, S.Pd Guru Matapelajaran Bahasa Indonesia

Keterangan:

∑n : Jumlah cocok

∑N : Jumlah penilai P : Persentase

Setelah dilakukan uji validitas, dan hasil judgement terhadap tiga orang penilai, maka diperoleh hasil sebagai berikut:

a. Menceritakan isi dari film animasi dengan runtut dan tepat, diperoleh hasil sebanyak 100 %.

b. Menyebutkan alat dan bahan yang digunakan untuk membuat La Pasta, diperoleh hasil sebanyak 100 %.

c. Menyebutkan prosedur yang digunakan untuk membuat La Pasta, diperoleh hasil sebanyak 100 %.

d. Menyebutkan kandungan gizi dari makanan instan La Pasta, diperoleh hasil sebanyak 100 %.

e. Menyebutkan waktu kadaluarsa dari makanan instan La Pastadiperoleh hasil sebanyak 100 %.

f. Menuliskan isi dari film animasi dengan runtut dan tepat, diperoleh hasil sebanyak 100 %.

g. Menuliskan alat dan bahan yang digunakan untuk membuat La Pasta, diperoleh hasil sebanyak 100 %.

h. Menuliskan prosedur yang digunakan untuk membuat La Pasta, diperoleh hasil sebanyak 100 %.

P =

∑�

(49)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

i. Menuliskan kandungan gizi dari makanan instan La Pasta, diperoleh hasil sebanyak 100 %.

j. Menuliskan waktu kadaluarsa dari makanan instan La Pastadiperoleh hasil sebanyak 100 %.

Tabel 3.16

Hasil Uji Validitas Instrumen

Nomor

Total Hitungan Keterangan

1 1 1 1 3 P = f

(50)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

peneliti buat dikatakan valid 100%.Maka, instrumen tersebut dapat dikatakan layak untuk digunakan di lapangan untuk keperluan penelitian.

2. Reliabilitas Instrumen Penelitian

Uji reliabilitas dilakukan untuk menentukan apakah suatu instrument dapat dipercaya atau tidak untuk digunakan sebagai alat pengumpul data. Arikunto (Haryadi, 2007,hlm.39) mengemukakan bahwa “reliabilitas tes adalah taraf kepercayaan yang tinggi suatu soal apakah suatu tes memberikan soal yang tetap atay berubah-ubah”.

Untuk mengetahui tingkat reliabilitas instrumen digunakan pengujian reliabilitas konsistensi internal, dilakukan dengan cara mengujicoba instrumen kemudian hasil yang diperoleh dianalisis dengan teknik tertentu. hasil analisis dapat digunakan untuk memprediksi reliabilitas instrument. Pengujian reliabilitas pada penelitian ini digunakan rumus Alpha Cronbach, Susetyo (2011, hlm.120) bahwa :

Pengujian dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach ini digunakan karena instrument tes yang digunakan berbentuk essay yang memiliki kriteria butir polimi. Perhitungan alpha cronbach menggunakan variasi, yaitu variasi skor responden dan variasi skor butir. Penggunaan variasi ini sama dengan perhitungan koefisien reliabilitaskeseluruhan perangkat ukur yang mneggunakan variasi skor murni ganjil dan genap.

Adapun rumus Alpha yang digunakan dalam perhitungan reliabilitas ini adalah sebagai berikut:

Keterangan :

R11 : reliabilitas yang dicari

r11 = {

�−1

} { 1-

∑σ1 2

(51)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

∑σ2

1 : jumlah varians skor tiap-tiap item

σ2

1 : jumlah varians total

Kriteria reliabilitas yang dibuat oleh Guilford, dikategorikan

sebagaiberikut:

Tabel 3.17

Interpretasi Reliabilitas

Tabel 3.18

Perolehan Data Reliabilitas

Nilai Interpretasi

0,000 – 0,199 Sangat rendah

0,200 – 0,399 Rendah

0,400 – 0,599 Cukup

0,600 – 0,799 Tinggi

0,800 – 1,000 Sangat tinggi

(52)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Dimasukan ke dalam rumus Alpha

�� = �

�−1 1−

∑��2

2

=

9

9−1 1− 2,004

4,44 = 1,125 × 0,55 = 0,618

Berdasarkan hasil perhitungan reliabilitas diatas, diperolehkoefisien relibitas sebesar 0,618 (tinggi) maka instrumen tidak perlu direvisi atau dibuang. Dengan demikian.Instrumen tes yang telah dibuat dapat dipakai sebagai pengumpul data dalam penelitian ini.Tes uji reliabilitas ini dilakukan di kelas VIIII SLB Negeri Cicendo Kota Bandung sebanyak sembilan orang.

H. Pengolahan dan Analisis Data

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 A A2

1 N1 3 1 1 1 0 3 1 1 1 0 12 144 2 N2 3 1 1 2 1 3 1 1 2 1 14 196 3 N3 3 1 1 2 3 3 1 1 2 3 20 400 4 N4 3 1 1 1 1 3 1 1 1 1 14 196 5 N5 3 1 1 1 1 3 1 1 1 1 14 196 6 N6 3 1 1 1 1 3 1 1 1 1 14 196 7 N7 2 1 2 1 1 2 1 2 1 1 14 196 8 N8 4 1 1 1 1 4 1 1 1 1 16 256 9 N9 3 1 1 1 1 3 1 1 1 1 14 196

(53)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Dalam penelitian ini data yang telah didapat, diolah, dan dianalisis dengan menggunakan statistik nonparametrik, dikarenakan jumlah sampel yang terbatas. Data yang telah diperoleh akan dianalisis menggunakan uji wilcoxon, karena uji ini dapat digunakan untuk penelitian yang datanya berpasangan dengan sampel terbatas, selain itu uji wilcoxon tidak memerlukan uji normalitas. Tujuan diadakannya analisis data adalah untuk menyederhanakan data kedalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diimplementasikan.

Adapun langkah-langkah yang ditempuh dalam pengolahan data adalah sebagai berikut:

1. Menskor pretest dan posttest;

2. Mentabulasi skor pretest dan posttest;

3. Menghitung rata-rata skor pretest dan posttest; 4. Menghitung selisih (d) pretest dan posttest;

5. Membuat rank tanpa memperhatikan tandanya, jika rank kembar, maka dipergunakan rank rata-ratanya;

6. Mengelompokan rangking yang bertanda positif (+) dan negatif (-) kedalam tabel;

7. Menjumlahkan semua rank bertanda positif (+) dan negatif (-);

8. Untuk jumlah rank yang didapat, maka jumlah yang paling kecil dari kedua kelompok rank untuk menetapkan tanda (T);

9. Membandingkan nilai T yang diperoleh dengan T pada tabel nilai kritis dalam

uji wilcoxon, dengan α= 0,05; dan

10.Menguji hipotesis.

Kriteria pengambilan keputusan, sebagai berikut: Ho ditolak : Thitung≤ Ttabel

(54)

Aryani Kartika , 2014

PENGGUNAAN MEDIA FILM ANIMASI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN

BAHASARESEPTIF ANAK TUNARUNGU DI SLB NEGERI CICENDO BANDUNG

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

67

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. Simpulan

Berdasarkan hasil analisis data serta pengujian hipotesis, diperoleh kesimpulan bahwa pengggunaan media Film Animasi dalam penelitian ini dikatakan efektif karena dapat meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Setelah diberikan perlakuan pada bahasa reseptif dengan menggunakan Film Animasi. Bahasa reseptiff atau pemahaman anak tunarungu mengenai menulis isi film animasi dan membaca teks prosedur kemasan makanan dapat meningkat.

Dari hasil perhitungan yang telah dilakukan dengan menggunakan uji

Wilcoxon pada kemampuan Bahasa Reseptif anak tunarungu, di peroleh

kesimpulan bahwa adanya pengaruh atau perbedaan sebelum dan sesudah

diberikannya media Film Animasi dalam meningkatkan kemampuan bahasa

reseptif pada anak tunarungu. Sesuai dengan perhitungan uji Wilcoxon yang

bertujuan untuk menguji perbedaan data skor Pre-Test dan Post-Testdengan

jumlah sample yang diteliti. Hasil dari hitung dariJtabel menunjukkan Jhitung>Jtabel

yaitu 45 > 6, maka H0 di tolak karena Jhitung > J tabel. Oleh karena itu dapat ditarik kesimpulan hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima. Berdasarkan data skor sampel penelitian menunjukkan adanya peningkatan setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan media Film Animasi. Masing-masing sampel mengalami peningkatan Hal tersebut terlihat dari ketercapaian indikator yaitu peserta didik mampu menceritakan dan menuliskan kembali isi dari film animasi

dengan runtut dan menggunakan struktur kalimat yang tepat, membaca dan

Gambar

Tabel 3.2
Tabel 3.4 Kisi-kisi Instrumen Penelitian Pemahaman Bahasa Reseptif
Tabel 3.5
Tabel 3.6
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dalam penyusunan LKS, materi yang diberikan pada setiap kali pertemuan kegiatan belajar mengajar (KBM), disediakan tiga jenis tugas, yaitu pemahaman konsep, latihan

Dengan melihat kondisi tersebut di atas Penulis berkeinginan untuk membuat suatu Aplikasi yang dapat mengolah data pembayaran kredit secara cepat dan akurat, dengan

Peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa dengan kemampuan awal matematika sedang, yang mendapat pembelajaran melalui pendekatan kontekstual lebih baik daripada

Psikotes merupakan satu – satunya alat untuk melihat kecenderungan pelamar maupun siswa yang dites, apakah sesuai dengan karakter bidang yang mereka minati atau sudah

MENURUT ORGANI SASI / BAGI AN ANGGARAN, UNI T ORGANI SASI , PUSAT,DAERAH DAN KEWENANGAN. KODE PROVINSI KANTOR PUSAT KANTOR

Diakses pada tanggal 5 februari 2013. Universitas

Isi Tanggal Sertifikat Pendidik (tertera pada pojok kanan bawah serdik yang asli bukan pada surat keterangan) dan isi sesuai Format Date (biasanya bisa dilihat pada taskbar Pojok

Prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati.. Pendekatan ini