_frelrugrery
..
ffi$#8,ffi${lb'F;hEH
SELASA,
16
FEBRUART
2096. r
"$
Heri Priyatmoko
Dosen Sejarah,
Universi-tas Sanata Dharma Sejarawan Solo
estiual lenang
Solo
kem-.bali
dihelat.Gelaran
ini
bak
loncengpengingat
agar
publik menaruhpeduli
terhadapkuliner tradisional asli Nu-santara, khususnya jenang
atawa bubur. Bila lonceng
tak
dibunyikan, bisa-bisakita
kian
teriena .meng-gandrungi makanan asingyang dibumbui unsur
mo-dernitas serta melupakan
serpihan kekayaan leluhur.
Gampang
dicap
primitif,mengalami
kemunduran,serra ndesa
jika kita
rutinmenikmati jenang,
gron-tol, tiwul, uwi dan ganyong
yang merupakan
kulinerkita
sebenarnya. Namun,mental kita disulap menja-di percaya diri dan berlagak
modein
selepas melahaphamburger,
pizza,
steak,dan
I(FC yang sebetulnyatidak
punyaakar
historis dengan Indonesia.Penjajahan industri
bu-daya
kuliner begitu
mas-sif tidak butuh bedil
oanmeriam
laksana kompenimenggempur
balatentaraSultan Agung,
penguasakerajaan Mataram
Islamyang keok dalam
peperan-gan kala merebut Batavia.
Mereka
kini
cukupmere-produksi wacana
biner:makanan
modern
(maiu) disandingkan makanan tr. adisional (kuno) menjalardalam benak
masyarakatIndonesia.
Kemenanganindustri
makanan
Baratmencapai
puncak
keti-ka
anak bangsa perlahanmenghapus
satu
persatudoa.
Menilik
k?hanan ini,jenang
secaranyata
di-gempur dari dua kutub.
Fakta berharga yang
per-lu
kita bedah, yaitu jenangbukanlah produk
budayayang
berumur
"kemarinsore'l
Ia
terentang'mele-wati ruang dan waktu yang
panjang
dalam
gerakse-jarah Nusantara. Mari kita
melacak
jejak
sejarahnyademi melakukan
legitima-si budaya. Zaman kerajaan
I(ediri sekitar abad XII,
tra-hir
Sera-t Lubdakakaran-gan
Mpu
Tanakung. Nas-kah klasik tersebut memuatselarik kalimat: ikang
caru-bubur pehan
bubur' gulaDokumen sejarah yang
agak muda
merekamjenang, yaitut
Serat
Tem-bangraras atau sohordise-but
Serat Centhini (l9l4-1823).Pimpinan
proyek,Pangeran
Adipati
AnomAmangkungara
III
yangselanjutnya .menjadi Paku Buwana V (1820-1823) ini,
kepingin memunguti
ke-'pingan
pengetahuanbu-daya Jawa yang berserakan
di
area pinggiran sebelumtergilas dan terkubur
aki-bat tak kuat menahan
ge-lombang
-budaya
asing.Buah
hati
Paku
BuwanaIV
(r7s0-r820)
tersebuthendak
menyelamatkanwilayah Mataram,
pem-buat sesaji jempolan ber-nama Nyai Sriyanta
mem-beberkan
aneka
sesaji.Dalam pelaksanaan hajat
pernikahan
disorongkanragam hidangan
untuksesaji
di
setiap tahapaca-ranya. Sesaji sebelum me. masang
tarub,
di
antara-nya jenang abang, jenang
baro-baro,
dan
jenangputih.
Di
kawasan yangsama,
pagi
hari
wargabergotong-royong'
men-gatur segala sesuatu yang
dibutuhkan
dalam
suatuperhelatan.
Selepas itu, disiapkan sajen ruwatan.Sebtrt saja, jenang blowok
jenang pala arum
gurih, jenang duren, jenangnang-ka dan lainnya.
Kisah
berikutnya
di Wanamarta.Usai
meng-gelar
upacara
kenduridan pembagian berkat, Ki
Bayi
Panurtamengeluar-kan hidangan
untuk
teta-mu
yang hadir. Sajiannyaantara
lain jenang
kenul,jenang candil,
jenang caca, danjenang
kalong.Masih
di
Wanamarta,fay-engwesti menitahkan
be-lahan hatinya bernama Ni
Turida membuat nasi
sen-anjung.
Turida
dipenuhi perasaangugup
sewaktumenyiapkan
makanan.Dibantu
adiknya,ia
me-nata
berbagai
makananyang berupa buah-buahan dan makanan jajanan. An-tara
lain
randha keli, raramendhut, pipis tuban,
sem-purna, lemet pasung,
lem-per, gempol pleret, jadah, jenang dodol, serta jenang
jagung.
Setelahsemuan-ya
tersedia, fayengswestimempersilahkan
SehAmongraga
mehyantap-nya.
Begitu
komplit
hi-dangan menjamu tamu di-maknai sebagai anugerah
dari
Gusti AIIah. Terekampula
makananjenang
te-fel
di
Wanamarta ketikaNi
Malarsih
menyiapkanmakan pagi
di
pendhapa,dibantu oleh Centhini dan Sumbali mengatur tata
le-tak makanan. '
Tenunan fakta tersebut
memperlihatkan
jenangseiain dikonsumsi, juga
se-bagai
pelengkap upacara adat dan selametan. Dalamperspektif
historis-antro-pologi, jenang
tak
hanyabertemali dengan
aspekfisiologis dan biologis
ma-nusia, melainkan
secaramenyeluruh terserap
da-lam
suafu,sispmssg{6a
makanan yang, rnencalglp kegiatan produksi,
distribu-si, dan konsumsi makanan.
Ienang dimakan
guna menambah kekuatan, kese-hatan, dan mengembalikantubuh
prima. Takberlebi-han
jika
jenang
sumsumditempatkan
sebagai hi-dangan purna kerja untukmengembalikan kekuatan bagi orangyang bekerja.
Se-liwet
acarub katak
wilis(adapun sebagai sesajian
ialah
bubur
susu [santen]dan bubur gula, nasi liwet
dicampur
-diberi
lauk-ki.:ak hiiau).
'r"rsrrrai
bukti
"blh-wa
jena'ngtelah
ada danberjejalin
dengan tradisiritual
setempat
selamaratusan
tahun.
Kalaudi-tarik
mundur lagi, jenang sebagaibentuk
carame-masak (dijenang atau
dib-ubur)
bahan
makanan,kemungkinan besar sudah
hadir sejak manusia klasik
mengenal
piranti
mema-pengetahuan Jawa
yangpenting, termasuk kuliner,
untuk
dikabarkan kegen-erasi berikutnya
di
kemu-dian hari. Pujangga Raden
Ngabehi
Ranggasutrasna,'
Raden Ngabehi YasatlipuraII, dan Raden Ngabehi
Sas-tradipura dititahkan terjun
Iapangan
demi
mereal-isasikan
keinginan
muliaanak raja itu.
Para
pujangga
istanamenulis
perjalanan
pu-tra-putri
SunanGiri
yang berpencar dan berkelana keberbagai wilayah
di
Pulau Jawa. Takkala tokohpetu-Dok
bang
biru
ijem
pethakcemeng
myang
kuning,jenang lemu sanga,
danjenang katul.
Episode lainnya,
MasCebolang
di
Kerta(ibuko-ta
Mataram)bertamu
kerumah Amat Tengara dan
ibunya yang menjadi abdi
dalem keraton.
Lantaranmelihat kondisi
tuan
ru-mah miskin, Mas Cebolang
yang digdaya lantas men-ciptakan sederet hidangan
makanan
seper,ti jenangdodol,
jenang
nangka,jenang duren, dan jenang