HUBUNGAN ANTARA PERTAMBAHAN BERAT BADAN IBU HAMIL DENGAN ANGKA KEJADIAN PREEKLAMPSIA Hubungan Antara Pertambahan Berat Badan Ibu Hamil dengan Angka Kejadian Preeklampsia di RSUD Dr. Moewardi Surakarta.
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Moewardi pada periode 1 Januari 2011 – 31 Desember 2011 didapatkan hasil bahwa Indeks Massa Tubuh (IMT) yang berlebih mempunyai hubungan terhadap risiko terjadinya
Jadi wanita yang berada pada awal atau akhir usia reproduktif lebih rentan menderita preeklampsia (Rambulangi, 2005)). Ada beberapa faktor seperti 1) ibu yang hamil pertama
hubungan yang bermakna antara berat badan ibu hamil dan makrosomia dengan nilai p = 0,000 karena nilai p<0,05 Nilai median pada kelompok makrosomia berat
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kadar hemoglobin ibu hamil dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Dr Moewardi Surakarta.. Jenis penelitian
Mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi kejadian preeklampsia berat pada ibu hamil di RS Immanuel Bandung periode Oktober - November 2016 berdasarkan faktor risiko
Berdasarkan hasil uji Chi-Square, didapatkan nilai bermakna untuk kepatuhan ibu hamil terhadap saran yang diberikan dengan terjadinya preeklampsia (p) sebesar 0,000 dengan α =
Berdasarkan hasil uji Chi-Square , didapatkan nilai bermakna untuk kepatuhan ibu hamil terhadap saran yang diberikan dengan terjadinya preeklampsia (p) sebesar 0,000 dengan α
Dari hasil uji korelasi Spearman diperoleh nilai p 0,076 yang menunjukkan bahwa korelasi antara pertambahan berat badan ibu hamil dan berat badan lahir bayi adalah