• Tidak ada hasil yang ditemukan

REPRESENTASI PERMUKIMAN KUMUH DALAM FOTO ESAI MENYUSURI LABIRIN SEMPIT DI CIGUGUR TENGAH PADA RUBRIK SOROT DI HU PIKIRAN RAKYAT.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "REPRESENTASI PERMUKIMAN KUMUH DALAM FOTO ESAI MENYUSURI LABIRIN SEMPIT DI CIGUGUR TENGAH PADA RUBRIK SOROT DI HU PIKIRAN RAKYAT."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

v ABSTRAK

Tensi Toga Raditya, 210111090100, 2013. Representasi Permukiman Kumuh dalam Foto Esai. Analisis Semiotika Roland Barthes Terhadap Representasi Permukiman Kumuh dalam Foto Esai “Menyusuri Labirin Sempit di Cigugur Tengah” pada Rubrik Sorot di Harian Pikiran Rakyat edisi 26 Oktober 2010. Pembimbing Utama Drs. Darmawan Zainun, M.S.dan Pembimbing Pendamping Drs. Dian Wardiana Sjuchro, M.Si. Jurusan Jurnalistik, Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran Bandung.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tanda denotatif, makna konotatif, serta mitos dan ideologi sepuluh foto esai karya fotografer harian Pikiran Rakyat, Ade Bayu Indra, yang berjudul “Menyusuri Labirin Sempit di Cigugur Tengah” pada rubrik Sorot Edisi 26 Oktober 2010, yang merepresentasikan permukiman kumuh. Metode yang digunakan adalah metode semiotika model Roland Barthes. Metode ini dipilih agar tanda yang ada di dalam foto esai dipahami sehingga memunculkan mitos dan ideologi yang merepresentasikan permukiman kumuh.

Simpulan dari hasil penelitian menunjukkan denotasi yang meliputi: jalan berupa gang sempit, orang berjalan tanpa memakai alas kaki, bangunan tidak bercat, motor diparkir di jalan, jemuran pakaian berada di jalan, beberapa bagian tembok bangunan berlumut, atap bangunan terbuat dari seng, dan permukiman berada di pinggiran lintasan kereta.

Makna konotasi yang dihasilkan: pengetahuan warga Cigugur Tengah akan kesehatan kurang, wilayah Cigugur Tengah sudah sangat padat, kemampuan finansial warga Cigugur Tengah kurang, keberadaan warga kurang berarti untuk kalangan tertentu, lingkungan di beberapa bagian tempat di Cigugur tengah lembab, sebagian warga Cigugur Tengah kurang memperdulikan privasi, bangunan di Cigugur Tengah tidak beraturan, bangunan di Cigugur Tengah sebagian tidak permanen, beberapa pemilik bangunan di Cigugur Tengah tidak memiliki hak atas tanah di mana bangunannya berdiri, dan warga tidak nyaman berjalan di gang sempit.

Mitos dalam foto esai adalah: permukiman warga di Cigugur Tengah padat tidak teratur, sebagian bangunan berada di area marjinal, sebagian warga di Cigugur Tengah berpendidikan rendah, adanya pertumbuhan penduduk yang ditandai dengan kelahiran dan tingkat migrasi di Cigugur Tengah yang cukup tinggi, beberapa tempat di lingkungan Cigugur Tengah tidak sehat, warga Cigugur Tengah berpendapatan rendah, ada warga Cigugur Tengah yang bekerja di sektor informal, dan adanya usaha dari pemerintah untuk menata permukiman.

(2)

vi ABSTRACT

Tensi Toga Raditya, 210111090100, 2013. Representation of Slums Settlement in Essay Photo. Roland Barthes Semiotics Analysis toward Representation of Slums Settlement in Essay Photo “Menyusuri Labirin Sempit di Cigugur Tengah” on Sorot Section at Pikiran Rakyat Daily Issue October 26, 2010. Supervised by Drs. Darmawan Zainun, M.S. as the primary supervisor and Drs. Dian Wardiana Sjuchro, M.Si. as the associate supervisor. Journalism major in The Faculty of Communication Studies, Padjadjaran University.

This study aims to analyze the sign of denotative, connotative meanings, myths and ideologies of ten essay photo by Pikiran Rakyat Daily photographer, Ade Bayu Indra, entitled “Menyusuri Labirin Sempit di Cigugur Tengah” on the Sorot rubric issue October 26, 2010, which represent slums settlement. The method used is the method of semiotic model of Roland Barthes. This method was chosen so the sign in the essay photo is understandable, which raises myths and ideologies that represent the slums settlement.

The conclusions of the study showed a detonation are: narrow alley, walking people without wearing footwear, unpainted building, motorcycle parked on the alley, clothesline above the alley, walls of the building is mossy, iron sheeting roof, and settlement at the side of railway.

Connotations meaning: Cigugur Tengah residents knowledge towards health is low, Cigugur Tengah region is very dense, financial ability of resident is low, resident existence are less meaningful to some comunity, moisty environment at some part of Cigugur Tengah, some resident care less about their privacy, irregular building at Cigugur Tengah, some building in Cigugur Tengah not permanent, some building owners in Cigugur Tengah doesn’t have rights to the land on which the building stands, and people are not comfortable walking in a narrow alley.

Myth in the photo essay are: settlements in the Cigugur Tengah are dense and irregular, some buildings are in marginal areas, some residents in the Cigugur Tengah less educated, the population growth which characterized by birth and migration rates in the Cigugur Tengah high enough, some places in the Cigugur Tengah unhealthy, some residents in Cigugur Tengah have low-income, some residents of Cigugur Tengah working in the informal sector, and the efforts of the government to organize settlements.

Referensi

Dokumen terkait

Lebih lanjut, kecurangan yang disembunyikan oleh auditi dapat dideteksi apabila auditor senantiasa mengembangkan sikap skeptisisme profesionalnya, maka mampu

Ketika kita melakukan investigasi lanjutan dan mempertanyakan bagaimana memahami apa yang kita baca, bagaimana kita bisa mengenali teks yang tersusun dengan baik jika dibandingkan

PENGUJIAN KUAT TEKAN BEBAS (UNCONFINED TEST) Lokasi : Laboratorium Teknik Sipil Politeknik Negeri Sriwijaya. Tanggal : 26

Misalkan untuk kriteria Keberdayaan pemerintahan, aspek-aspek yang tercakup didalamnya seperti kemampuan dan kualitas aparat pemerintahan itu sendiri, atau sarana dan prasarana

Pembagian kerjanya yaitu komite bertanggung jawab untuk tindak lanjut setelah dilakukan pemicuan, kemudian untuk perkembangan pelaksanaan STBM komite mencatat

2 Agung, “Pentingnya Pendidikan Bagi Manusia”, Official Website of Agung.. punah atau mati. Hal ini berarti bahwa pondok pesantren merupakan bagian yang tidak terpisahkan

Bentuk tabuh bebarongan dengan menggunakan gamelan semar Pegulingan Saih Pitu dipilih penata karena: sistem modulasi yang ada pada gamelan Semar Pegulingan Saih

turcicum , karat daun dan virus serta ketahanan sedang terhadap perkecambahan tongkol.. - Agak rentan terhadap bulai dan rentan terhadap busuk