28 BAB III METODOLOGI
Gambaran Umum
Penulis menggunakan metode kualitatif dalam mengumpulkan data. Data yang digunakan berupa tulisan, jurnal, maupun buku yang telah diterbitkan sebelumnya.
3.1.1. Sinopsis
Prabu, sang pemilik restoran mie pada awalnya akan memilih koki terbaik diantara sari dan rara. Karena hal itu, Prabu memanggil chef Juned, koki terkenal untuk menjadi juri dari kompetisi memasak antara Sari dan Rara. Rara merupakan lulusan universitas kuliner ternama, namun sayang ia diterima kerja karena kemampuan memasak mie yang sama. Sari merupakan koki dengan jam terbang tinggi, namun ia bukan lulusan sekolah memasak. Terjadi kompetisi memasak sengit diantara keduanya.
Rara yang licik menyabotase peralatan Sari. Rara mendapat alat masak dan bahan berkualitas tinggi, sedangkan sari berbanding terbalik. Sari sempat bingung pada awalnya, namun dengan kreatifitas, ia dapat membuat mie lezat dengan bahan seadanya.
Koki Juned menilai masakan mereka berdua, dan diputuskan bahwa Sari adalah pemenangnya.
29 3.1.2. Posisi Penulis
Posisi penulis dalam pembuatan karya film animasi 2D Noodle’s Rivalry adalah sebagai perancang tokoh yang bertugas membangun dua tokoh yang memiliki sifat yang bertolak belakang (antagonis dan protagonis) yang bernama Sari dan Rara.
Tahapan Kerja
Tahapan kerja dalam merancang tokoh Sari dan Rara dimulai dari keinginan tim Lawaspop untuk membuat cerita berdasarkan cerita rakyat Lutung Kasarung. Namun setelah beberapa revisi, plot cerita diubah seutuhnya namun beberapa unsur dari karakter seperti nama dan ras tetap dipakai. Penulis kemudian mencari berbagai sumber untuk studi literatur. Baik untuk studi visual dan studi film, mengambil inspirasi dari berbagai film live-action dan animasi.
Setelah terkumpul semua data dan bahan referensi yang dibutuhkan, penulis melakukan uji coba desain karakter. Proses mencapai final membutuhkan tiga kali revisi. Setelah mencapai desain karakter final untuk Sari dan Rara, barulah kedua karakter tersebut dimasukkan dalam pembuatan keyframes.
30 Gambar 3.1 Skema
31 Acuan
Dalam perancangan karakter, penulis melakukan observasi pada tokoh protagonist dan antagonis dari berbagai media (Film, animasi, dan webtoon). Penulis kemudian membandingkan karakter-karakter tersebut dan menggunakannya sebagai dasar referensi pembuatan tokoh Sari dan Rara.
3.3.1. Acuan Rara
3.3.1.1. Acuan Bentuk
a. Black Finger dari webtoon “Spirit Fingers”
Black Finger, yang bernama asli Taengja, adalah salah satu karakter dalam webtoon Spirit Fingers (2016) karya Kyoungchal Han yang diterbitkan pada aplikasi komik digital Webtoon. Black Fingers digambarkan sebagai gadis eksentrik yang hobi bergaya fashion goth. Wajahnya kecil dengan dagu segitiga dan mata tajam. Secara umum bentuk wajah Black Finger adalah segitiga. Black Finger memiliki betuk mata yang tajam runcing ke atas, disertai dengan alis yang tajam. Bentuk tubuhnya secara keseluruhan adalah persegi dengan sudut-sudut tajam.
32 Gambar 3.2 Black Finger
b. Lyra dari film serial Fullmetal Alchemist (2003)
Acuan bentuk kedua yang digunakan penulis adalah karakter alkemis Lyra dari serial anime Fullmetal Alchemist. Lyra memiliki bentuk kepala yang kecil dengan dagu yang meruncing. Lyra juga memiliki mata tajam yang menonjolkan sosok antagonisnya.
sumber: Spirit Fingers, 2016
33 Gambar 3.3 Lyra
3.3.1.2. Acuan Warna
a. Black Finger dari webtoon “Spirit Fingers”
Sebagai acuan pertama, penulis juga masih mengambil karakter Black Finger dengan variasi pakaian yang berbeda sebagai acuan warna karena terdapat unsur-unsur warna yang sesuai dengan konsep karaker tokoh Rara.
sumber: Fullmetal Alchemist, 2003
34 Gambar 3.4 Tokoh Black Finger dengan kostum dominan hitam
Pada gambar 3.4 terlihat Black Finger mengguakan jaket berwarna hitam ang dipadukan dengan rok kotak-kotak yang didominasi warna hitam dengan tambahan aksen merah berupa garis-garis. Black Finger juga mengunakan kaus kaki berwara hitam setinggi lutut. Aksen warna hitam juga terlihat pada sol sepatu yang dipakai oleh tokoh tersebut.
b. Maleficent
Maleficent adalah pemeran film Maleficent (2014) yang dalam cerita aslinya di Sleeping Beauty (1959) merupakan sang tokoh antagonis. Oleh
sumber: Spirit Fingers, 2016
35 sebab itu, rancangan tokohnya tidak berubah. Maleficent memakai jubah megah berwarna serba hitam. Warna hitam yang dipakai menambah auranya sebagai peran antagonis. Jika disesuaikan dengan teori warna Mikellides (2017), warna hitam melambangkan kekuatan dan otoritas.
Gambar 3.5 Maleficent
3.3.1.3. Acuan Kostum
a. Seragam Jurusan Tataboga Trisakti
Selain mencari acuan karakter dari media, penulis juga sedikit melakukan wawancara terhadap teman yang adalah mahasiswi jurusan tataboga. Menurut narasumber, anak tataboga tidak mengalami perubahan drastis pada fashion mereka.
Namun semua anak lulusan tataboga cenderung senang melakukan eksperimen pada sumber: Maleficent, 2014
36 masakan mereka. Berbeda dengan jurusan lain dimana mahasiswa-mahasiswi bebas berpakaian, anak jurusan tataboga memiliki seragam khusus yang mereka pakai di lingkungan kampus. Berikut adalah contoh seragam yang dipakai mahasiswa- mahasiswi dari kampus narasumber.
Gambar 3.6 Tabel seragam mahasiswa-mahasiswi tataboga Trisakti
Pada gambar di atas terlihat mahasiwi jurusan tataboga enggunakan variasi pakaian, yaitu baju kemeja lengan pendek dan rok selutut. Kemeja yang digunakan tidak bermotif (polos dilengkapi dasi), sedangkan rok yang digunakan memiliki warna gelap. Variasi pakaian untuk mahasiswi yang lain adalah baju kemeja yang dikeluarkan dengan motif batik dengan mengunakan rok yang sama dengan tampilan sebelumnya.
sumber: Website https://stptrisakti.ac.id/biaya-pendidikan/
37 b. E-girl fashion
E-girl fashion atau disebut juga electronic girls fashion adalah sebuah gaya
yang lahir dari anak muda yang sering menghabiskan waktunya dalam internet seperti twitch, tiktok, twitter, ataupun Instagram. Trend ini populer di kalangan remaja sampai
anak dewasa muda. Karakteristik dari trend ini menunjukkan anak muda yang suka bermain game, menonton anime, memes, kpop, dan lain-lain. E-girl fashion didominasi warna hitam, namun tidak sedikit juga yang berani mencampur dengan warna-warna cerah.
Gambar 3.7 E-girl fashion
3.3.1.4. Acuan psikologis
Amber Strang dari film Cook Off (2017). Tokoh Amber Strang dalam film ini memiliki sifat ceroboh, ingin tahu, energik, dan percaya diri. Amber juga terlihat tidak
sumber: dokumentasi pribadi
38 terlalu peduli dengan hasil masakannya. Ia hanya peduli untuk menang tanpa memikirkan proses yang baik dan benar. Amber Strang memiliki sifat tidak terlalu peduli dengan lingkungan sekitar, maupun orang lain.
Gambar 3.8 Amber Strang
3.3.2. Acuan Sari
3.3.2.1. Acuan Bentuk a. Chelsea Olivia
Agar memberi kesan lugu, periang, dan baik. Penulis memakai karakter- karakter yang telah diperankan Chelsea Olivia di masa remajanya. Tokoh ini memiliki mata yang besar, alis yang melengkung, dengan rambut yang dikuncir kuda. Wajah Chelsea Olivia bulat, tanpa ada unsur yang terlihat tajam ataupu runcing.
sumber: Film Cook Off (2017)
39 Gambar 3.9 Chelsea
b. Popura Taneshima
Popura Taneshima, seorang siswi SMA berusia 17 tahun yang bekerja sebagai pelayan di restoran Wagnaria. Karakter ini dipilih karena memilliki bentuk wajah dan mata yang bulat. Bentuk wajah dan matanya membuatnya terkesan polos dan ramah. Sehingga cocok sebagai acuan Sari.
sumber: Buku Harian Nayla (2006)
40 Gambar 3.10 Popura Taneshima
3.3.2.2. Acuan Warna
Warna Sari lebih bersahabat dibandingkan Rara. Warna dasar Sari lebih menggunakan warna-warna hangat. Sementara Rara menggunakan warna- warna dingin.
a. Adit dari “Adit & Sopo Jarwo”
Adit adalah tokoh utama dari serial animasi “Adit & Sopo Jarwo”. Adit adalah orang Indonesia berkulit sawo matang. Tokoh Adit dipilih karena
sumber: Serial Working!! (2010)
41 warna kulitnya, dan juga dari keseluruhan rancangannya yang mengandung warna-warna hangat yang memiliki kesan protagonis seperti merah dan putih.
Gambar 3.11 Adit yang berwarna warm tone
b. Tiana dari “Princess and the Frogs”
Tiana adalah salah satu dari sekian banyak Disney princess, yang merupakan princess pertama berkulit gelap. Dia bekerja sebagai koki dan memiliki watak periang. Tiana dipilih sebagai acuan kedua karena warna karakternya yang hangat: berkulit cokelat tua, bibir merah, memakai gaun kuning dengan apron berwarna putih.
sumber: Serial animasi Adit & Sopo Jarwo (2014)
42 Gambar 3.12 Tiana yang memiliki warna hangat
3.3.2.3. Acuan Kostum
Kostum Sari terinspirasi dari seragam pegawai restoran cwiemie dan Cwims (Cwina Cwiemie) yang terlihat ringan dan nyaman dipakai, namun sopan. Gambar 3.13 merupakan foto salah satu pelayan yang bekerja di Cwims.
Setelah melakukan wawancara dengan pemilik Cwims, narasumber mengatakan bahwa untuk semua pegawai diharuskan memakai apron, sarung tangan, dan masker (karena pandemi). Untuk pegawai pria diharuskan memakai topi, dan untuk pegawai wanita diberikan hak untuk memakai hijab.
sumber: Film The Princess and the Frog (2009)
43 Gambar 3.13 Seragam Pegawai Cwims (Cwina Cwiemie)
3.3.2.4. Acuan Psikologis
Sari adalah anak penurut, berkebalikan dengan kakaknya. Dia bukan anak yang senang berpakaian mencolok dan lebih suka menaati aturan. Sari memiliki passion pada memasak dan mengutamakan masakan lebih dari
sumber: Dokumentasi pribadi
44 segalanya. Sifat Sari yang cinta memasak terinspirasi dari Colette Tatou.
Seorang chef wanita dari animasi Ratatouille yang terkenal.
Colette memiliki passion dalam bidang kuliner dan dia sangat bangga uuntuk bekerja di restoran Gusteau. Colette berhati jujur dan taat peraturan. dia menjunjung tinggi tradisi, Teknik, dan ilmu memasak yang diberikan turun- menurun. Maka dari itu ketika dia diminta untuk mengajar Linguini untuk menjadi chef yang baik, dia tidak mengerahkan serratus persen kemampuannya hingga mengajari Linguini cara memasak dari hal yang paling dasar. Cara memotong, cara menggunakan jaket koki yang benar, bahkan sampai menentukan baquette yang enak dapat dibedakan dari suara retakan kulitnya saat dipegang.
Gambar 14 Colette menunjukkan Linguini bagaimana Baquette yang lezat sumber: Ratatouille (2007)
45 3.3.3. Perancangan Tokoh Sari dan Rara
Dari analisis terhadap refrensi pustaka dan acuan tokoh-tokoh di atas maka penulis melakukan perancangan tokoh Sari dan Rara.
3.3.3.1. Perancangan Tokoh Sari
Table 4.1 Three-Dimentional Sari
Fisiologis Sosiologis Psikologis
Kulit sawo matang Berasal dari keluarga menengah ke atas
Extrovert
Usia: 21 Tinggal di Semarang Rapi dan terorganisir Warna mata: hitam Pendidikan terakhir S1 Rajin bekerja
Warna rambut: hitam Pergaulan akrab dengan semua orang
Patuh pada aturan dan orang tua
Tinggi badan: 160 Ramah pada pelanggan
Awal dari perancangan tokoh Sari sebagai adik adalah dari plot awal cerita yang sebenarnya ingin menceritakan kembali legenda Lutung Kasarung melalui kacamata modern. Namun karena setelah direvisi, menggabungkan dua tema tersebut sulit, maka tim Lawaspop memutuskan untuk menghapus unsur legendanya, dan menyisakan tokoh-tokoh tanpa plot. Tokoh-tokoh yang tersisa tersebut salah satunya adalah Purbasari (yang sekarang menjadi Sari). Nama Purbasari dipotong menjadi Sari karena
46 terkesan kuno dan kurang cocok untuk latar waktu yang baru yaitu abad 21. Nama Sari terdengar lebih modern dan ceria.
Gambar 3.15 Sketsa awal Sari
Gambar 3.15 merupakan rancangan awal Sari. Sari digambarkan sebagai anak periang yang senang bekerja sebagai pegawai restoran Eat Mie. Rambut yang dikuncir serta wajah bulat sudah direncanakan sejak awal. Di sini Sari masih memakai celana panjang di balik apronnya.
Kemudian, rancangan Sari setelah direvisi. Sari sudah berwarna. Rambutnya berwarna oranye, dan mengenakan kemejab putih dibalik apron hijau. Warna Rambut
sumber: Dokumentasi pribadi
47 oranya dipilih karena terinpirasi dari tokoh bernama Reggie dari serial Twelve Forever.
Reggie adalah seorang anak perempuan ceria yang memiliki rambut berwarna oranye.
Gambar 3.15 Rancangan Sari setelah revisi pertama
Sari, sekali lagi mengalami revisi dan terpaksa harus mengubah rancangan kostumnya. Seragamnya kini berubah total dan tidak lagi memakai apron. Seragamnya berwarna hitam dengan motif batik setengah badan. Motif batik disesuaikan dengan motif batik lokal Semarang.
sumber: Dokumentasi pribadi
48 Gambar 3.16 Rancangan Sari setelah revisi kedua
Akhirnya rancangan Sari mencapai final, dan seragamnya kembali lagi dengan kemeja putih dengan apron hijau. Celana panjangnya dihilangkan demi menambah siluet kotak pada badannya. Dan seragam hitam dengan motif batik ditolak karena sudah terlalu banyak warna hitam dalam desainnya. Warna rambut oranya Sari diubah menjadi hitam untuk menunjukkan bagaimana wajah orang lokal asli Indonesia dengan kulit sawo matang dan rambut hitam.
sumber: Dokumentasi pribadi
49 Gambar 3.17 Rancangan akhir Sari
3.3.3.2. Perancagan Tokoh Rara
Table 4.2 Three-Dimentional Rara
Fisiologis Sosiologis Psikologis
Kulit pucat putih Berasal dari keluarga menengah ke atas
Introvert
Usia: 22 Tinggal di Semarang Berantakan dan ceroboh Warna mata: hitam Pendidikan terakhir S1 Lebih senang bermain
disbanding bekerja sumber: Dokumentasi pribadi
50 Warna rambut: hitam Pergaulan: memiliki
lingkup pergaulan sendiri yang kecil.
Senang membangkang
Tinggi badan: 163 Berbicara pada pelanggan
seperlunya
Rancangan tokoh Rara juga bernasib sama seperti Sari. Awalnya tokoh Rara diambil dari legenda Lutung Kasarung Purbarara. Dan kemudian namanya dipotong dan diganti menjadi Rara agar terdengar lebih modern. berikut adalah sketsa awal dari Rara.
Gambar 3.18 Sketsa awal Rara sumber: Dokumentasi pribadi
51 Pada sketsa awal, Rara belum berwarna dan diberi rambut ikal panjang. Dia juga memakai celana panjang. dan ekspresinya culas.
Gambar 3.19 Rancangan Rara setelah revisi pertama
Setelah revisi pertama, Rara masih berambut keriting panjang berwarna cokelat.
Warna keseluruhan kulitnya adalah cokelat tua. Dia memakai kaus ungu dibalik apron hijau. Bentuk wajah masih lonjong dengan dagu runcing. Matanya tajam dan alisnya menukik tajam ke atas.
sumber: Dokumentasi pribadi
52 Gambar 3.20 Rancangan Rara setelah revisi kedua
Kostum yang Rara pakai masih sama, karena ingin memberikan kesan bahwa Rara bukan anak yang taat peraturan. Sementara saudarinya telah memakaii seragam hitam bermotif batik, Rara masih memakai kaus ungunya yang tidak formal.
sumber: Dokumentasi pribadi
53 Gambar 3.21 Rancangan final Rara
Pada rancangan akhir, tampilan Rara berubah total. Diambil langkah ekstrim untuk mengubah semuanya. Rambut Rara sekarang pendek hitam, dia tidak memakai apron, seragamnya hitam-hitam bukannya hitam-putih, dia memakai piercing di telinga dan bawah bibirnya, dan kulitnya tidak lagi cokelat madu melainkan putih pucat.
Rancangannya diubah sedemikian rupa untuk menekankan sisi antagonisnya dan membuat Rara terlihat seperti e-girl. Dagu masih tetap runcing. Lekuk tubuh ditonjolkan dan diperlihatkan. Panjang rok lebih pendek dari Sari. Tidak memakai sepatu khusus di dapur namun memakai sepatu converse.
sumber: Dokumentasi pribadi