• Tidak ada hasil yang ditemukan

SHELLY ATMA DEVINTA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "SHELLY ATMA DEVINTA"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

SHELLY ATMA DEVINTA 3110100036

DOSEN PEMBIMBING:

Cahyono Bintang Nurcahyo ST, MT Ir. I Putu Artama Wiguna, MT, Ph.D

Jurusan Teknik Sipil

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember

(2)

LATAR BELAKANG MASALAH

PENDAHULUAN

Meningkatnya kebutuhan akan

tempat tinggal atau hunian di

Surabaya

Banyaknya proyek pembangunan

apartemen di Surabaya

Persaingan antar perusahaan penyedia jasa

konstruksi

STRATEGI RANTAI PASOK

Strategi rantai pasok dapat memunculkan

risiko Penanganan

yang baik terhadap risiko

(3)

Dengan upaya penggabungan strategi rantai pasok dengan manajemen risiko,

diharapkan dapat menekan dan

meminimalisir hambatan-hambatan yang terjadi dalam penghantaran produk

(material) ke pengguna akhir

(customer/kontraktor) sehingga dapat menghasilkan suatu produk konstruksi yang murah, berkualitas, dan selesai tepat waktu

LATAR BELAKANG MASALAH

PENDAHULUAN

(4)

PENDAHULUAN

RUMUSAN MASALAH TUJUAN PENELITIAN

Apa saja risiko dalam

aktivitas rantai pasok yang terjadi pada proyek

pembangunan apartemen di Surabaya?

Apa saja risiko kategori tinggi dalam aktivitas rantai pasok pada proyek pembangunan apartemen di Surabaya?

Bagaimana upaya

penanganan risiko kategori tinggi dalam aktivitas rantai pasok pada proyek

pembangunan apartemen di Surabaya?

Mengidentifikasi risiko dalam aktivitas rantai pasok pada proyek pembangunan

apartemen di Surabaya.

Mengetahui risiko kategori tinggi dalam aktivitas rantai pasok pada proyek

pembangunan apartemen di Surabaya.

Mengetahui upaya

penanganan risiko kategori tinggi dalam aktivitas rantai pasok pada proyek

pembangunan apartemen di

Surabaya.

(5)

 Populasi penelitian adalah para pelaku proyek konstruksi apartemen di Surabaya yang sedang dalam proses pembangunan

 Risiko yang diteliti adalah risiko dari sudut pandang kontraktor dan supplier

 Risiko yang diteliti adalah risiko dalam aktivitas rantai pasok pada hubungan kerja antara

kontraktor dengan supplier dan supplier dengan kontraktor

 Variabel-variabel risiko dalam aktivitas rantai pasok yang ditinjau adalah variabel aliran material/fisik, aliran finansial dan aliran informasi

Jenis material yang disuplai oleh supplier yang

diteliti adalah hanya material utama pada struktur bangunan atas yaitu readymix

BATASAN MASALAH

PENDAHULUAN

(6)

RANTAI PASOK

TINJAUAN PUSTAKA

Menurut Pujawan (2005) rantai pasok adalah jaringan dari berbagai pihak atau organisasi (terdiri dari:

pemasok – yang memasok material untuk keperluan produksi, manufaktur – yang melakukan produksi,

distributor atau retailer sebagai komponen yang mendistribusikan produk yang dihasilkan kepada pelanggan dengan perantaranya adalah retailer yang

berperan sebagai distributor pada tingkatan yang lebih rendah) yang saling berhubungan dalam

melakukan kegiatan untuk menghasilkan barang dan

jasa yang bermutu sampai pada pelanggan terakhir.

(7)

RISIKO DALAM RANTAI PASOK

TINJAUAN PUSTAKA

Manajemen risiko pada rantai pasok adalah proses

mengidentifikasi, menganalisis dan mengelola risiko di dalam sebuah jaringan rantai pasok.

Pada suatu jaringan rantai pasok, terdapat tiga macam aliran yang harus dikelola dengan baik. aliran tersebut ialah aliran material, aliran finansial dan aliran informasi.

Jenis – Jenis Aliran dalam Jaringan Rantai Pasok Aliran

Material/Fisik merupakan suatu aliran yang di dalamnya terdapat pergerakan aktual arus material baik di dalam perusahaan maupun antar perusahaan, baik berupa transportasi, mobilisasi pelayanan, pergerakan

pengiriman, penyimpanan dan persediaan.

Aliran Finansial merupakan suatu aliran yang terdapat pergerakan arus uang antar organisasi, penggunaan investasi untuk seluruh rantai (atau jaringan), serta sistem proses hutang dan piutang.

Aliran Informasi merupakan suatu aliran yang terdapat proses pergerakan data,

penangkapan dan penggunaan data, sehingga memungkinkan suatu proses pertukaran informasi yang terstruktur.

(8)

RISIKO DALAM RANTAI PASOK

TINJAUAN PUSTAKA

KONTRAKTOR SUPPLIER

ALIRAN

INFORMASI ALIRAN FINANSIAL

ALIRAN MATERIAL/FISIK

(9)

VARIABEL RISIKO KONTRAKTOR  SUPPLIER

VARIABEL PENELITIAN

Kategori Kode Variabel

Aliran Material/

Fisik

A1 Ketidakstabilan suplai material oleh supplier kepada pihak kontraktor A2 Risiko keterlambatan pengiriman material oleh supplier kepada pihak

kontraktor yang diakibatkan oleh proses mendapatkan material pengganti

A3 Kerusakan material saat pengiriman oleh supplier kepada pihak kontraktor

A4 Ketidaksesuaian antara volume material yang dikirim oleh supplier kepada pihak kontraktor dengan volume permintaan dari pihak kontraktor

A5 Ketidaksesuaian mutu/kualitas material yang dikirim oleh supplier

kepada pihak kontraktor terhadap standar mutu sesuai spesifikasi pada kontrak

A6 Kegagalan pengiriman material yang dikirim oleh supplier kepada pihak kontraktor karena lokasi proyek yang kurang jelas atau sulit dilalui

A7 Perizinan pengadaan material khusus yang berbelit A8 Pembatasan impor material dan peralatan

A9 Risiko akibat persyaratan ketat yang berlaku di sekitar lingkungan proyek terkait pengadaan material oleh supplier kepada kontraktor ke lokasi proyek

(10)

VARIABEL RISIKO KONTRAKTOR  SUPPLIER

VARIABEL PENELITIAN

Kategori Kode Variabel

Aliran Finansial

B1 Pembayaran yang terlambat atau bahkan tidak terbayarnya supplier karena keuangan kontraktor yang bermasalah

B2 Harga yang diberikan oleh supplier kepada pihak kontraktor kurang kompetitif

B3 Kesalahan dalam estimasi biaya

B4 Frekuensi pembayaran yang dilakukan oleh pihak kontraktor kepada supplier

B5 Perubahan harga material yang di-supply B6 Risiko akibat eskalasi kenaikan harga material B7 Risiko akibat fluktuasi kurs mata uang

B8 Terjadi peningkatan tarif pajak barang atau jasa B9 Terjadinya krisis ekonomi

(11)

VARIABEL RISIKO KONTRAKTOR  SUPPLIER

VARIABEL PENELITIAN

Kategori Kode Variabel

Aliran Informasi

C1 Ketidakjelasan supplier dalam memberikan informasi C2 Minimnya kepercayaan kontraktor terhadap supplier

C3 Minimnya sumber daya alat dan / atau manusia yang dimiliki perusahaan pada proses pertukaran informasi

C4 Perubahan spesifikasi dari material yang telah dipesan oleh kontraktor kepada pihak supplier

C5 Pengajuan klaim dari pihak kontraktor atas ketidakpuasan material yang telah dikirim oleh supplier

C6 Manipulasi informasi oleh supplier

C7 Negosiasi tidak berjalan lancar dengan pihak supplier

C8 Tidak adanya petunjuk penggunaan peralatan dan material oleh supplier kepada kontraktor

C9 Kurang baiknya proses pengawasan dokumen pengadaan C10 Minimnya frekuensi diadakannya rapat koordinasi antara pihak-

pihak yang terlibat dalam proses konstruksi

(12)

VARIABEL RISIKO SUPPLIER  KONTRAKTOR

VARIABEL PENELITIAN

Kategori Kode Variabel

Aliran Material/

Fisik

D1 Ketidakstabilan suplai material oleh supplier kepada pihak kontraktor D2 Risiko keterlambatan pengiriman material oleh supplier kepada pihak

kontraktor yang diakibatkan oleh proses mendapatkan material pengganti

D3 Kerusakan material saat pengiriman oleh supplier kepada pihak kontraktor

D4 Ketidaksesuaian antara volume material yang dikirim oleh supplier kepada pihak kontraktor dengan volume permintaan dari pihak kontraktor

D5 Ketidaksesuaian mutu/kualitas material yang dikirim oleh supplier

kepada pihak kontraktor terhadap standar mutu sesuai spesifikasi pada kontrak

D6 Kegagalan pengiriman material yang dikirim oleh supplier kepada pihak kontraktor karena lokasi proyek yang kurang jelas atau sulit dilalui D7 Perizinan pengadaan material khusus yang berbelit

D8 Pembatasan impor material dan peralatan

D9 Risiko akibat persyaratan ketat yang berlaku di sekitar lingkungan

proyek terkait pengadaan material oleh supplier kepada kontraktor ke lokasi proyek

(13)

VARIABEL RISIKO SUPPLIER  KONTRAKTOR

VARIABEL PENELITIAN

Kategori Kode Variabel

Aliran Finansial

E1 Pembayaran yang terlambat atau bahkan tidak terbayarnya supplier karena keuangan kontraktor yang bermasalah

E2 Harga yang diberikan oleh supplier kepada pihak kontraktor kurang kompetitif

E3 Kesalahan dalam estimasi biaya

E4 Frekuensi pembayaran yang dilakukan oleh pihak kontraktor kepada supplier

E5 Perubahan harga material yang di-supply E6 Risiko akibat eskalasi kenaikan harga material E7 Risiko akibat fluktuasi kurs mata uang

E8 Terjadi peningkatan tarif pajak barang atau jasa E9 Terjadinya krisis ekonomi

(14)

VARIABEL RISIKO SUPPLIER  KONTRAKTOR

VARIABEL PENELITIAN

Kategori Kode Variabel

Aliran Informasi

F1 Ketidakjelasan kontraktor dalam memberikan informasi F2 Minimnya kepercayaan supplier terhadap kontraktor

F3 Minimnya sumber daya alat dan / atau manusia yang dimiliki perusahaan pada proses pertukaran informasi

F4 Perubahan spesifikasi dari material yang telah dipesan oleh kontraktor kepada pihak supplier

F5 Pengajuan klaim dari pihak kontraktor atas ketidakpuasan material yang telah dikirim oleh supplier

F6 Manipulasi informasi oleh kontraktor

F7 Negosiasi tidak berjalan lancar dengan pihak kontraktor

F8 Tidak adanya petunjuk penggunaan peralatan dan material oleh supplier kepada kontraktor

F9 Kurang baiknya proses pengawasan dokumen pengadaan

F10 Minimnya frekuensi diadakannya rapat koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam proses konstruksi

(15)

METODOLOGI PENELITIAN

Responden Penelitian

Kontraktor

Pimpinan Pelaksana Proyek Site Manager

Staf Logistik, Pengadaan, Quantity Surveyor

Supplier Kepala Batching Plant Quality Control

RESPONDEN & OBYEK PENELITIAN

1. Apartemen De Papilio, Ahmad Yani 2. Apartemen Bale Hinggil, MERR II-C 3. Apartemen Puncak Bukit Golf, Darmo

Boulevard

4. Apartemen Educity, Pakuwon OBYEK

PENELITIAN

(16)

METODOLOGI PENELITIAN

INSTRUMEN PENELITIAN

KUESIONER

PROBABILITAS DAMPAK

SKALA

1 2 3 4 5

Sangat jarang terjadi

Jarang terjadi

Kadang-kadang terjadi

Sering terjadi

Sangat sering terjadi

Sangat kecil

Kecil

Sedang

Besar

Sangat besar

(17)

METODOLOGI PENELITIAN

TEKNIK PENGUMPULAN DAN ANALISIS DATA

SURVEI

PENDAHULUAN SURVEI

UTAMA SURVEI

RESPON RISIKO

Menghitung nilai mean dari persepsi probabilitas

dan dampak Mengidentifikasi variabel

risiko yang relevan Risiko kategori tinggi

o Faktor Penyebab o Dampak

o Strategi Risiko Preventif o Strategi Risiko

Kuratif

(18)

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

HASIL SURVEI PENDAHULUAN

ALIRAN MATERIAL/

FISIK

ALIRAN

FINANSIAL ALIRAN

INFORMASI

9 Variabel 9 Variabel 10 Variabel

(19)

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

HASIL SURVEI UTAMA (KONTRAKTOR  SUPPLIER)

Kode Variabel

Probabilitas Dampak

Kode Variabel

Probabilitas Dampak Nilai

mean Skala Nilai

Mean Skala Nilai

mean Skala Nilai

Mean Skala

A1 2,92 3 3,69 4 B6 2,77 3 3,69 4

A2 3,08 3 3,54 4 B7 2,31 2 2,69 3

A3 2,15 2 3,08 3 B8 2,38 2 2,92 3

A4 1,85 2 2,54 3 B9 1,92 2 3,23 3

A5 2,15 2 3,38 3 C1 1,92 2 2,69 3

A6 1,85 2 2,31 2 C2 1,77 2 2,08 2

A7 1,46 1 1,46 1 C3 1,54 2 1,85 2

A8 1,38 1 1,46 1 C4 2 2 2,31 2

A9 2 2 2,23 2 C5 2,85 3 3,08 3

B1 2,31 2 3,15 3 C6 1,77 2 2,92 3

B2 2,85 3 3,23 3 C7 2,31 2 2,54 3

B3 2,15 2 3 3 C8 1,46 1 2,08 2

B4 3 3 3 3 C9 1,85 2 2,62 3

B5 3,08 3 4 4 C10 3,31 3 2,69 3

(20)

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

HASIL SURVEI UTAMA (KONTRAKTOR  SUPPLIER)

(21)

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

HASIL SURVEI UTAMA (SUPPLIER  KONTRAKTOR)

Kode Variabel

Probabilitas Dampak

Kode Variabel

Probabilitas Dampak Nilai

mean Skala Nilai

Mean Skala Nilai

mean Skala Nilai

Mean Skala

D1 2,5 2 3,25 3 E6 2,75 3 3,5 3

D2 2,25 2 3,5 3 E7 2,75 3 2,75 3

D3 2,25 2 4,25 4 E8 2,5 2 3,25 3

D4 2 2 3,25 3 E9 2,25 2 4 4

D5 2,5 2 4 4 F1 2,75 3 3,75 4

D6 2 2 3,75 4 F2 2 2 2,75 3

D7 2 2 2,75 3 F3 2,5 2 3,5 3

D8 1,5 1 3 3 F4 2,5 2 3,5 3

D9 2,25 2 3 3 F5 2,25 2 4 4

E1 2,25 2 3,75 4 F6 2 2 3,25 3

E2 2,5 2 3,5 3 F7 2,5 2 3,25 3

E3 2,25 2 3,75 4 F8 2,25 2 2,5 2

E4 2,75 3 2,75 3 F9 2,25 2 3,5 3

E5 2,5 2 3,75 4 F10 3 3 3,75 4

(22)

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

HASIL SURVEI UTAMA (SUPPLIER  KONTRAKTOR)

(23)

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

HASIL SURVEI RESPON RISIKO (KONTRAKTOR  SUPPLIER)

Pernyataan High Risk : A1

Faktor

Penyebab • Kelangkaan bahan baku disebabkan peraturan pada daerah setempat yang membatasi perijinan untuk menggali pasir

• Kekurangan armada yang dimiliki oleh supplier untuk mengangkut readymix ke lokasi proyek

Dampak • Terhambatnya /terlambatnya progress pekerjaan dari jadwal yang telah ditentukan

• Penambahan biaya upah pekerja akibat penambahan jam kerja

Strategi Risiko Preventif

• Menjalin komunikasi yang baik kepada pihak supplier agar tidak terjadi kesalahan pertukaran informasi

• Konsisten terhadap jadwal yang telah direncanakan/ditentukan

• Membuat daftar supplier cadangan Strategi

Risiko Kuratif • Mencari supplier readymix lain yang dapat memenuhi

permintaan readymix pada proyek tersebut

(24)

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

HASIL SURVEI RESPON RISIKO (KONTRAKTOR  SUPPLIER)

Pernyataan High Risk : A2

Faktor

Penyebab • Kelangkaan bahan baku disebabkan peraturan pada daerah setempat yang membatasi perijinan untuk menggali pasir

Dampak • Terhambatnya /terlambatnya progress pekerjaan dari jadwal yang telah ditentukan

Strategi Risiko Preventif

• Menjalin komunikasi yang baik kepada pihak supplier agar tidak terjadi kesalahan pertukaran informasi

• Konsisten terhadap jadwal yang telah direncanakan/ditentukan

• Membuat daftar supplier cadangan Strategi

Risiko Kuratif

• Mencari supplier readymix lain yang dapat

memenuhi permintaan readymix pada proyek

tersebut

(25)

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

HASIL SURVEI RESPON RISIKO (KONTRAKTOR  SUPPLIER)

Pernyataan High Risk : B5

Faktor

Penyebab • Perubahan harga pada tarif BBM, TDL, UMR dan harga bahan baku readymix

Dampak • Tergerusnya anggaran kontraktor dan bila harga terus berubah maka memungkinkan terjadinya defisit pada anggaran biaya

Strategi Risiko

Preventif • Menyusun anggaran untuk material readymix

melebihi dari harga yang diberlakukan di pasaran Strategi Risiko

Kuratif • Bernegosiasi kepada supplier agar perubahan

harga yang diberikan tidak terlalu signifikan

(26)

Pernyataan High Risk : B6 Faktor

Penyebab • Perubahan harga pada tarif BBM, TDL, UMR dan harga bahan baku readymix

Dampak • Tergerusnya anggaran kontraktor dan bila harga terus berubah maka memungkinkan terjadinya defisit pada anggaran biaya

Strategi Risiko

Preventif • Menyusun anggaran untuk material readymix

melebihi dari harga yang diberlakukan di pasaran Strategi Risiko

Kuratif • Bernegosiasi kepada supplier agar perubahan harga yang diberikan tidak terlalu signifikan

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

HASIL SURVEI RESPON RISIKO (KONTRAKTOR  SUPPLIER)

(27)

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

HASIL SURVEI RESPON RISIKO (KONTRAKTOR  SUPPLIER)

High

Risk Strategi Risiko Risk Response

A1 Preventif Menjalin komunikasi yang baik kepada pihak supplier agar tidak terjadi kesalahan

pertukaran informasi Mengurangi Risiko

Konsisten terhadap jadwal yang telah

direncanakan/ditentukan Mengurangi Risiko Membuat daftar supplier cadangan Mengurangi Risiko Kuratif Mencari supplier readymix lain yang dapat

memenuhi permintaan readymix pada

proyek tersebut Mengurangi Risiko

A2 Preventif Menjalin komunikasi yang baik kepada pihak supplier agar tidak terjadi kesalahan

pertukaran informasi Mengurangi Risiko

Konsisten terhadap jadwal yang telah

direncanakan/ditentukan Mengurangi Risiko Membuat daftar supplier cadangan Mengurangi Risiko Kuratif Mencari supplier readymix lain yang dapat

memenuhi permintaan readymix pada

proyek tersebut Mengurangi Risiko

(28)

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

HASIL SURVEI RESPON RISIKO (KONTRAKTOR  SUPPLIER)

High

Risk Strategi Risiko Risk Response

B5 Preventif Menyusun anggaran untuk

material readymix melebihi dari harga yang diberlakukan di pasaran

Mengurangi Risiko

Kuratif Bernegosiasi kepada supplier agar perubahan harga yang diberikan tidak terlalu signifikan

Mengurangi Risiko

B6 Preventif Menyusun anggaran untuk

material readymix melebihi dari harga yang diberlakukan di pasaran

Mengurangi Risiko

Kuratif Bernegosiasi kepada supplier agar perubahan harga yang diberikan tidak terlalu signifikan

Mengurangi

Risiko

(29)

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

HASIL SURVEI RESPON RISIKO (SUPPLIER  KONTRAKTOR)

Pernyataan High Risk : F1

Faktor Penyebab • Belum diberikannya jadwal pengecoran oleh kontraktor

• Lahan atau zona pengecoran yang belum siap dan terlambat dari jadwal pengecoran

Dampak • Kerugian pada aspek waktu, biaya dan material Strategi Risiko

Preventif • Berkomunikasi kepada pihak kontraktor untuk memastikan waktu pengecoran Strategi Risiko

Kuratif • Mencari customer lain untuk mengalihkan volume readymix yang tersedia

Pernyataan High Risk : F10

Faktor Penyebab • Kesibukan jadwal baik dari pihak kontraktor maupun supplier

• Minimnya SDM yang dimiliki oleh kedua belah pihak dalam proses koordinasi Dampak • Terjadinya kesalahan pertukaran informasi

• Terjadinya komplain dari pihak kontraktor kepada supplier atas ketidakpuasan material yang dikirim

Strategi Risiko

Preventif • Pihak Supplier melakukan pendekatan kepada kontraktor Strategi Risiko

Kuratif Petugas lapangan dari supplier akan menginformasikan kepada mandor di lapangan jika terjadi permasalahan dalam proses pengecoran

(30)

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

HASIL SURVEI RESPON RISIKO (SUPPLIER  KONTRAKTOR)

High

Risk Strategi Risiko Risk Response

F1 Preventif Berkomunikasi kepada pihak kontraktor

untuk memastikan waktu pengecoran Mengurangi Risiko

Kuratif Mencari customer lain untuk

mengalihkan volume readymix yang tersedia

Mengurangi Risiko

F10 Preventif Pihak Supplier melakukan pendekatan

kepada kontraktor Mengurangi

Risiko Kuratif Petugas lapangan dari supplier akan

menginformasikan kepada mandor di lapangan jika terjadi permasalahan dalam proses pengecoran

Mengurangi

Risiko

(31)

KESIMPULAN

1. Diperoleh 9 variabel risiko pada aliran material/fisik, 9 variabel risiko pada aliran finansial dan 10 variabel risiko pada aliran informasi yang relevan terkait rantai pasok pada proyek

pembangunan apartemen di Surabaya.

2. Dari hasil survei utama dan analisis data didapatkan risiko kategori tinggi, yaitu:

a. Risiko kategori tinggi dari sudut pandang kontraktor terhadap supplier adalah, ketidakstabilan suplai material oleh supplier kepada pihak kontraktor; risiko keterlambatan pengiriman material oleh supplier kepada pihak kontraktor yang

diakibatkan oleh proses mendapatkan material pengganti; perubahan harga material yang di-supply; dan risiko akibat eskalasi kenaikan harga material.

b. Risiko kategori tinggi dari sudut pandang supplier terhadap kontraktor adalah, ketidakjelasan kontraktor dalam memberikan informasi; dan minimnya frekuensi

diadakannya rapat koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam proses konstruksi 3. Respon terhadap risiko kategori tinggi yang dilakukan adalah:

a. Respon risiko yang dilakukan kontraktor dalam menanggulangi risiko ketidakstabilan suplai material oleh supplier kepada pihak kontraktor dan risiko keterlambatan pengiriman

material oleh supplier kepada pihak kontraktor yang diakibatkan oleh proses

mendapatkan material pengganti adalah dengan mencari supplier readymix lain yang dapat memenuhi permintaan readymix pada proyek. Sedangkan upaya penanganan yang dilakukan pada risiko perubahan harga material yang di-supply dan risiko akibat eskalasi kenaikan harga material adalah dengan bernegosiasi dengan pihak supplier agar perubahan/kenaikan harga yang diberikan tidak terlalu ekstrim/signifikan.

b. Respon risiko yang dilakukan supplier dalam mengatasi risiko ketidakjelasan kontraktor dalam memberikan informasi adalah dengan mengalihkan volume readymix ke proyek konstruksi lainnya. Sedangkan strategi untuk menangani risiko minimnya frekuensi

diadakannya rapat koordinasi antara pihak-pihak yang terlibat dalam proses konstruksi adalah dengan menugaskan petugas lapangan dari pihak supplier untuk mendiskusikan permasalahan yang terjadi kepada petugas lapangan dari pihak kontraktor.

(32)

TERIMA KASIH

Referensi

Dokumen terkait

Kondisi lahan di wilayah Kecamatan Pammana Kabupaten Wajo Sulawesi Selatan ini memiliki potensi besar bagi pengembangan pertanian perlu perhatian khusus mengingat adanya

K&pling !lens kaku terdiri dari atas na! dengan !lens yang terbuat K&pling !lens kaku terdiri dari atas na! dengan !lens yang terbuat dari besi c&r atau ba.a c&r

Dengan mengikutkan batas bawah integral dan lebar interval sebagai dua variabel tambahan diperoleh bobot baru, batas bawah dan lebar interval yang digunakan untuk membentuk

Mawas diri dan koreksi diri setelah mengimani Hadhrat Masih Mau’ud as; Tuhan takkan mempedulikan kita bila kita mengalami kemerosotan moral; terdapat kekacauan dan kerusakan dan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas jasa sistem informasi terhadap kepuasan pengguna SAP Fi/Co pada PT Semen Indonesia (Persero)

Dari hasil kalibrasi debit model tangki dengan menggunakan data curah hujan dan evapotranspirasi tahun 1996, kemudian model diuji validasi dengan melakukan simulasi

Sebagai salah satu mata kuliah umum, ISD bertujuan membantu kepekaan wawasan pemikiran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas,

Pada bab terakhir penulis memberikan suatu kesimpulan dari hasil penelitiannya serta memberikan saran-saran kepada perusahaan yang diteliti, saran yang diberikan