PERATURAN BUPATI BARITO SELATAN
NOMOR d
TAHUN 2O2LTENTANG
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KARAKTER DAN BUDAYA ANTI KORUPSI DI KABUPATEN BARITO SELATAN
DENGA.N RAHMAT ?UHAN YANG MAHA ESA BUPATI BARITO SELATAN,
Menimbang :
a.bahwa
dalarn-,,,,rr.angka
'- meningkatkan
kesadaran masy,A{akat,,,rae*$en*jampakkorupsi,
dipandang
perlumenyden Fefi idikan
Karakterdan
BudayaAnti Korupsi pada Satua4 Pendidikan, bagi Aparatur
SipilNegara,,
Pqgawar,BA4an Usaha Milik Daerah
dan mas,yar.akat. ,e_ng,ri , hibah dan/atau bantuan
dariPemerintah lfubu.p.aqgn Barito Selatan ;
b. bahwa,r
dengan
menyelenggarakan.. Pendidikan
KarakterDan
Budaya.Anti. Kgllpsi diharapkan dapat
mengajakmasyarakat'untuk terlibat dalam gerakan anti
korupsi, serta membangun perilaku dan budayaanti korupsi
guna membantu mengoptimalkan upaya Pemerintah KabupatenBarito
Selatandalam
pencegahantindak pidana
korupsidi
lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Selatan ;c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam
huruf a
danhurrf b, perlu
menetapkan PeraturanBupati
tentang Penyelenggaraan Pendidikan Karakter dan BudayaAnti
Korupsi di Kabupaten Barito Selatan ;Mengingat
: 1. undang-undang Nomor 2T Tahun 1gs9
tentang Penetapan Undang-undangDarurat
Nomor 3Tahun
19sgtentang
PembentukanDaerah Tingkat II di
Kalimantan(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1gsgNomor 9l sebagai Undang-Undang {Lembaran
NegaraRepubiik
IndonesiaTahun 19s9 Nomor 72,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 1g20h2. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1g9g
tentang PenyelenggaraNegara yang Bersih dan Bebas
dariKorupsi, Kolusi dan Nepotisme (Lembaran
NegaraRepublik
IndonesiaTahun lggg Nomor Ts,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851);3. Undang-Undang Nomor
S1 Tahun tggg
tentang PemberantasanTindak
pidana Korupsi (Lembaran NegaraRepubiik
IndonesiaTahun lggg Nomor l4o,
TambahanLembaran Negara : .- Republik Indonesia Nomor gsr4)
sebagaimana telah diubah dengan undang-undang Nomor
20 Tahun 2oo1
tentang perubahan atas undang-undangNomor 31 Tahun Tggg tentang
pemberantasan TindakPidana Ko4rpsi
: {Le-mbaranNegara Republik
Indonesia. v
Tahun ZOU Nomor IB4, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor a1S0) ;4. undang=undang Nomor 20 rahun 2003
tentangsistem
Pendidikan Nasional (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2003
Nomor78, ?ambahan lrmbaran
Negara Republik Indonesia Nomor aBOl);
5. undang-undang Nomor 2s rahun 2ar4
tentangPemerintahan Daerah (Lembaran Negara
Republik IndonesiaTahun 2aL4
Nomor 244, Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor sssT)
sebagaimanatelah diubah beberapa kali terakhir dengan
undang-undang
Nomor9 Tahun 2o7s
tentang perubahan Keduaatas undang-Undang Nomor 2s rahun 2ot4
tentangPemerintahan Daerah (Lembaran Negara
Republik IndonesiaTahun 2015
Nomor58,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 56Z9);6. Peraturan Pemerintah Nomor Lg rahun 200s
tentang7.
standar
Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2005
Nomor41,
Tambahan LembaranNegara Republik Indonesia Nomor 4496|
sebagaimanatelah
beberapakali diubah
dengan Peraturan pemerintahNomor 13 Tahun
2A15tentang
Perubahan Kedua AtasPeraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005
tentang Standar Nasional Pendidikan (Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2Ol5
Nomor45,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5670) ;Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun
2AOT tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun
2OATNomor
124, Tambahan Lembaran NegaraRepublik
Indonesia Nomora7691 ;
Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun
2OO8 tentangGuru
(Lembarqn Negara Republik IndonesiaTahun
2008Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4941t sebagaimana telah diubah denganPeraturan
Pemerintah'Nomor 19 Tahun
ZOLT tentang Perubahan,atasPeraturan
Pemerintah NomorT4
Tahlun 2008 tentangGuru
(Lembaran Negara Republik IndonesiaTahun 2AL7 Nomor
1O7,Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 6O53) ;Peraturan Pemerintah Nomor tT Tahun
2A7A tentang Pengelolaandan
Penyelenggaraan Pendidikan (Lemb aranNegara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor
25, Tambahan Lembaran NegaraRepublik
Indonesia Nomor51O5) sebagaimana telah diubah dengan
peraturan PemerintahNomor 66 Tahun 2010 tentang
perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2O1O tentang Pengelolaandan
Penyelenggaraan Pendidikan (LembaranNegara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor ll2,
Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 5157) ;8.
9.
10.
Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017
tentangPenguatan Pendidikan Karakter (Lembaran
NegaraRepublik Indonesia Tahun ZOLT Nomor 195) ;
ll.Peraturan Menteri
Pendidikandan Kebudayaan
Nomor79 Tahun 2Ol4 tentang Muatan Lokal Kurikulum
2AL3 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun
2Ol4 Nomor 11721 ;12.Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan
Budi
Pekerti {Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1072) ;l3.Peraturan Menteri Dalam
Negeri Nomor80 Tahun
2015tentang Pembentukan Produk Hukum Daerah
(Berita NegaraRepublik
IndonesiaTahun
2015 Nomor
2036), sebagaimanatelah diubah dengan Peraturan
Menteri Dalam'Negeri Nomor 120Tahun
2018 tentang PerubahanAtas
Peraturarr ,MenteriDalam
Negeri Nomor 8O Tahun201,5 tentang
Pem-bentukanProduk Hukum
Daerah(Berita
NegaraRepublik Indonesia Tahun 2Oi8
Nomor1s7);
l5.Peraturan Daerah ,Kabupaten Barito Selatan Nomor
3Tahun 2OL6 tentang Pembentukan dan
SusunanPerangkat
Daerah KabupatenBarito
Selatan (LembaranDaerah
KabupatenBarito
SeiatanTahun
2016 Nomor 3, TambahanLembaran Daerah
KabupatenBarito
Selatan Nomor 2) ;16.
Peraturan Bupati Nomor 2t Tahun 2016
tentangKedudukar,
Susttnan Organisasi, Tugas Dan Fungsi SertaTata Kerja Dinas Pendidikan
KabupatenBarito
Selatan(Berita Daerah
KabupatenBarito
SelatanTahun
2016 Nomor 21) ;17.
Peraturan Bupati Nomor 38 Tahun 2016
tentangKedudukan, Susunan Organisasi, Tugas Dan Fungsi Serta
Tata Kerja Badan Kepegawaian dan
PengembanganSumber Daya Manusia Kabupaten Barito
Selatan(Berita Daerah
KabupatenBarito
SelatanTahun
2OL6 Nomor 38) ;18.
Peraturan Bupati Barito selatan Nomor s rahun
2CI2atentang Kedudukan, Susunan Organisasi, T\rgas
danFungsi serta Tata Kerja Inspektorat Daerah
KabupatenBarito
Selatan (BeritaDaerah
KabupatenBarito
selatan Tahun 2O2O Nomor 3) ;MEMUTUSKAN:
MeNetapKan
: PERATURAN BUPATI TENTANG
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KARAKTER DAN BUDAYA ANTI KORUPSI DI KABUPATEN BARITO SELATANBAB I
KETENTUAN UMUM
, Pasal 1
Dalam Peraturan Bupati
ini
yang dimaksud dengan :1.
Kabupaten adalah Kabupaten Barito Selatan.2.
Pemerintah Kabupatenadalal
Pemcrintah Kabupaten Barito Selatan.3.
Bupati ada-lah Bupati8"**5"61*,
4.
Sekretaris Daerah adalahSeketaris
Daerah Kabupaten Barito Selatan.5. Dinas Pendidikan yadrg selanjutnya .rdisebut Dinas adalah
Dinas Pendidikan KabupatenBarito,,sqldan-'
6.
Kepala Dinas adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Barito Selatan.7. Badan
Kepegawaiandan
pengembangansumber Daya Manusia
yangselanjutnya disingkat BKPSDM adarah Badan Kepegawaian
danPengembangan sumber Daya Manusia Kabupaten Barito selatan.
8.
KepalaBadan adalah Kepala Badan
Kepegawaiandan
Pengembangan Sumber Daya Manusia Kabupaten Barito Selatan.9.
Inspektorat adalah Inspektorat Daerah Kabupaten Barito Seiatan.l0.Inspektur
adalahlnspektur
Daerah Kabupaten Barito selatan.l
L.Perangkat Daerah adalah Perangkat Daerah Kabupaten Barito Selatan.l2.Unit Kerja pada
Perangkat Daerahadaiah Unit Kerja atau
Subordinat Perangkat Daerah.l3.Aparatur Sipil Negara selanjutnya disingkat ASN adalah ASN
di lingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Selatan.l4.Komite
Sekolah adalah lembagamandiri
yang beranggotakan orangtua/
waJi peserta
didik,
komunitas sekolah serta tokoh masyarakat yang peduli pendidikan.l5.Pegawai
Badan Usaha Milik
Daerahyang selanjutnya disebut
PegawaiBUMD adalah
dewankomisaris/dewan
pengawas,direksi dan
seiuruhkaryawan pada badan usaha milik daerah yang
sebagianbesar
atau seluruh sahamnyadimiliki
oleh Pemerintah Kabupaten Barito Selatan.16. Masyarakat adalah badan, lembaga dan organisasi kemasyarakatan, serta organisasi politik.
l7.Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk
mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar pesertadidik
secaraaktif
mengembangkanpotensi dirinya rgntuk memitiki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendaliandiri, kepribadian,
kecerdasan,akhlak
mulia,serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat,
bangsa, dannegara. ;
,.lS.Pendidikan
Anti
Korupsi adalah usaha sadaruntuk
memberi pemahaman dan pencegahan terjadiny4 perbuatan korupsi yangdilakukan
dalamdiri peserta didik, pendidik ,dan
tenagakependidikan, ASN di
lingkunganPemerintah Kabupaten B-arito Selatan, pegawai Badan Usaha Milik
Daerah, serta masyarakat,untuk'menguatkan sikapanti
korupsi.lg.Pendidikan
KarakterAnti
Korupsi adalahsatu
kesatuandari
pendidikankarakter
yang merupakan prosesuntuk
menguatkansikap anti
korupsidalam diri
pesertadidik sejak dini,
ASN, PegawaiBUMD,
pemerintah desa, dan masy arakat.20. Pendidikan
Karakter dan
BudayaAnti Korupsi
adalah kompetensi yangmenyangkut aspek pengetahuan, keterapilan dan sikap
yangmenunjukkan perilaku anti korupsi dalam hidupnya,
dimanapun, kapanpun dan dalam suasana bagaimgaimanapun.21.Aksi Anti Korupsi adalah sikap dan perilaku untuk tidak terlibat
dantidak mendukung tindak pidana korupsi
senantiasamenjalankan
dan mengedepankanintegritas dan
mengeiak setiap oranguntuk
melakukan tindakan antikorupsi.22.Penyelenggara
pendidikan adalah Pemerintah Daerah, tingkat
satuanpendidikan, tenaga pendidik dan kependidikan,
danfatau
masyarakat yang mengabdikandiri dan
diangkatuntuk
menunjang penyelenggaraan pendidikan.23.Pendidik adalah tenaga profesional dengan tugas utama
mendidik,mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih dan menilai
serta mengevaluasi Peserta Didik.Z4.Tenaga Pendidik adalah tenaga yang
berkualifikasi
sebagaiguru,
dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara,tutor, instruktur, fasilitator,
dansebutan lain yang sesuai
dengankekhususannya, serta
berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan.25.Tenaga Kependidikan adalah anggota masyarakat yang mengabdikan
diri
dan diangkat untuk menunjsng
penyelenggaraanpendidikan
yang bertugasdi
Satuan Pendidikan.26.
satuan pendidikan adalah kelompok layanan pendidikan
yang menyelenggarakan pendidikan padajalur
formal dan nonformal, meliputiTaman
Kanak-kanak,. SekolahDasar, dan
Sekolah Menengah pertama, dan Pusat Kegiatan Belajar Mandiri (PKBM).27.Muatan lokal adalatr bahan kajian :atau mata pelajaran pada
satuan pendidikan yang berisimuatan
dan proses pembelajaran tentang potensi dan keunikan lokal.28.Jenjang Pendidikan adalah tahapan pendidikan yang
ditetapkanberdasarkan tingkat
pengembanganpeserta Didik, tujuan yang
akan dicapai dan kemampuan yang akan dikembangkan.29.Kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan
mengenaitujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan
sebagaipedoman penyelenggaraan pembelajaran untuk mencapai tujuan
pendidikan tertentu.3O'Taman Kanak-kanak
yang selanjutnya disingkat TK adalah salah
satubentuk
satuanpendidikan anak usia dini
padajalur
pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak berusia4
(empat)tahun
sampai dengan 6 (enam) tahun.3l.Sekolah Dasar yang selanjutnya disingkat SD adalah salah
satubentuk satuan pendidikan formal yang
menyelenggarakan pendidikan umum pada jenjang pendidikan dasar.32' Sekolah Menengah Pertama yang selanjutnya disingkat SMp adalah salah
satu bentuk satuan pendidikan formal yang
menyelenggarakan pendidikanumum
padajenjang pendidikan
dasar sebagailanjutan
dari SD,MI, atau bentuk lain
yang sederajatatau lanjutan dari hasil
belajar yangdiakui
sama atau setara SD atau MI.33.
Peserta Didik adalah anak usia tertentu yang sedang
mengikutipendidikan pada satuan pendidikan TK, sD, sMp, dan PKBM
sesuaidengan syarat-syarat yang ditentukan.
34' Pembelajaran adalah proses
interaksi
PesertaDidik
dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkung belajar.35'
Nilai-nilai karakter adalah sikap dan perilaku yang didasarkan
padanorma dan nilai yang berlaku di
masyarakat,yang mencakup
aspekspiritual, aspek personal/kepribadian, aspek sosial, dan
aspeklingkungan.
.
B,{B IIMAKSUD DAN.TUJUAN
(U
pasal 2
Maksud penyeleng€aran Pendidikan
Karakter dan
BudayaAnti
Korupsi adalahuntuk
membent.rr.priu"Ji
yang beriman,jujur,
peduli, mandiri,disiplin, kerja keras, berani,
tanggungjawab, dan adil serta
mampuberadaptasi dengan lingkungannya, berwawasan ruas dan
berbudi pekertiluhur.
Penyelenggaraan
pendidikan Karakter dan Budaya Anti
Korupsibertujuan
:a.
mewujudkan
peningkatankeimanan dan
ketaqwaan kepada T\.rhan Yang Maha Esa ;b. sebagai pedoman
untuk
mewujudkan masyarakatyang
cerdas serta berkarakter unggul melalui pelayanan yang prima ;c. sebagai pedoman bagi guru dalam memberikan bimbingan
dan pengasuhanyang merupakan
bagiantidak terpisahkan dari
proses pembelajaran terhadap pesertaDidik di
sekolah ;(21
d. melatih peserta
didik untuk
membiasakan polahidup tertib,
mandiri,peduli dan peka terhadap lingkungan sekitarnya
denganmengaplikasikan nilai-nilai kejqjuran yang diperkenalkan
melalui proses pembelajarandi
sekolah ;e.
menjadikan satuan pendidikan
sebagaisarana
pembentukan sikap danperilaku
positifdari
pesertadidik
yangtidak
terpisahkan dengan rumah dan lingkungan tempat tinggalnya ;f. menjalin hubungan yang harmonis dan
sinergis antara guru dan orangtua pesertadidik
dalam mewujudkancita- cita
pendidikan dalam arti yang seluas-luasnya ; dang. menjalin hubungan yang harmonis dan sinergis antara Dinas dengan Perangkat Daerah dalam memperkuat dan mEmbangun karakter yang baik dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Barito Selatan.
RUANG IJNGI{UP,, DAN SASARAN Pasal 3
( 1) Ruang lingkup Peraturan Bupati'ini.adalah :sebagai berikut:
a. penyelenggaraa-n
pendidikan'ffi<ter
dan budayaanti
korupsi ;c. penghargaan
;
,,d. pembinaan dan pengalr,as$ i
-
e.
monitorirg,
evaluasi dan pelaporan ;f.
pembiayaan ; dan g. sanksi.(2) Ruang
lingkup
penyelenggaraan PendidikanKarakter dan
BudayaAnti
Kompsimeliputi
:a.
Pendidikan Karakter dan BudayaAnti
Korupsi ; danb.
AksiAnti
Korupsi.(3) Pendidikan
Karakter dan
BudayaAnti Korupsi
sebagaimana dimaksud pada ayat (2)huruf
aterdiri dari
:a. Pendidikan Karakter dan Budaya Anti Korupsi pada
SatuanPendidikan ;
b.
Pendidikan Karakter dan BudayaAnti
Korupsi bagi ASN ;c.
Pendidikan Karakterdan
BudayaAnti Korupsi
bagi PegawaiBUMD
; dand. Pendidikan Karakter dan Budaya Anti Korupsi bagl
masyarakat penerima hibahdan/atau
bantuan dari Pemerintah Kabupaten.(a)
Aksi Anti Korupsi
sebagaimanadimaksud pada
ayat {2)humf b terdiri
dari:a.
AksiAnti
Korupsi pada Satuan Pendidikan .b.
AksiAnti
Korupsi bagi ASN ;c.
AksiAnti
Korupsi bagi Pegawai BUMD ; dand.
AksiAnti
Korupsi bagi Masyarakat.P-asal 4
Sasaran
penyelenggaraanPendidikan Karakter dan Budaya Anti
Korupsiditujukan
kepada :.|..
a.
Peserta Didik;b.
Pendidik dan Tenaga(epe*didikap
i.r,:.c.
Orang T\ra dan Komite.Sekal#,;., , .,.,.,.,,d.
ASN;e.
Pegawai BUMD ; danf. Masyarakat. .
..,,:':,,:r::,'::,r:j'.-,,.,t' ,.:,' 'PENYELENCGARAANI.'FENDIDIKAN KARAKTER
.:
DAN.BUDAYAAXN KORUPSI
Bagian
Kesatu Umum Pasal 5Penyelenggaraan Pendidikan Karakter dan Budaya Anti
Korupsidiintegrasikan pada semua mata pelajaran dan kegiatan pada
Safuan Pendidikanuntuk
memberikan penegasan mengenainilai dan perilaku anti
korupsi,
sehinggatidak
menambahmata
pelajaranbaru dalam kurikulum
satuan pendidikan.t1)
t2|
Pasal 6
Integrasi Penyelenggaraan Pendidikan Karakter dan Budaya
Anti
Korupsipada semua mata pelajaran dan kegiatan pada satuan
pendidikansebagaimana dimaksud dalam Pasal
5
tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian yangtidak
terpisahkan dari peraturan Bupati ini.Integrasi Penyelenggaraan Pendidikan Karakter dan Budaya
Anti
Korupsipada semua mata pelajaran dan kegiatan pada Satuan
pendidikan sebagaimanadimaksud pada ayat
(1)dilaksanakan melalui
KelompokKerja Guru (KKc)lMusyawarah Guru Mata pelajaran
(MGMP) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S).Pendidikan Karakter dan Budaya AnLi Korupsi
Paragraf
1Peserta,DidikLs .Ulull\
Pasal,7r aJd.L ,
Pendidikan Karakter dan Buda:ra Anti Korupsi bagi peserta
Didik meiiputi
: a. Jenjang Pendidikan Anak Usia Dini:1.
pembiasaan sikap dan perilafcu yang jr.ljur, mandiri dandisiplin
melalui kegiatan menyanyi, rnendongeng, bercerita dan mewarnai ; dan2. pembiasaan nilai-nilai utama dalam keseharian sekoiah
dan memberikan keteladanan antar warga sekolah.b
Jenjang Sekolah Dasar:1. pembiasaan sikap dan perilaku
jujur,
peduli,mandiri,
tanggung jawab,disiplin, kerja keras,
sederhana,berani dan adil melalui
penguatanpendidikan karakter di Satuan Pendidikan dalam bentuk
kegiatanspiritual, bernyanyi,
mendengarkancerita, menonton,
menggambar, mengarangdan
apresiasilagu yang diterapkan dalam kurikuler
danekstrakurikuler
;2.
pemberian materi Pendidikan Karakter dan Budaya Anti
Korupsimelalui mata
pelajaran Pendidikan Pancasiladan
Kewarganegaraan ; dan3.
pembiasaan nilai-nilai utama dalam keseharian sekolah
dan memberikan keteladanan antar warga sekolah.c
Jenjang Sekolah Menengah Pertama:1. pembiasaarl
sikap dan perilaku jujur, disiplin,
bertanggung jawab,mandiri, kerja keras, sederhana, berani, peduli dan adil
melaluipenguatan pendidikan karakter di satuan pendidikan
yangdilaksanakan dalam bentuk kegiatan spiritual, diskusi,
bernyanyi,mendengarkan cerita, menonton, menggambar, mengarulng
dan apresiasi lagu yang diterapkan dalamkokurikuler
danekstrakurikuler
;2. pemberian materi Pendidikan Karakter dan Budaya Anti
Korupsimelalui mata
pelqiaran Pendidikan Pancasiladan
Kewarganegaraan ; dan3. pembiasaan nilai-nilai utama dalam keseharian sekolah
dan memberikan keteladaqaq antar warga sekolah..., ...Paragaf 2
' :'
',',P'endidik dan te.naga Pendidik
Pasal'8
Pendidikan Karakter
dq:rua@$
psi bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan dilakukan melaldi pemberianrnateril
modul pembelajaran pada kegiatan :a. peningkatan kompetensi teknis bqgi Pendidik dan Tenaga Kependidikan ; b. pengembangan keprofesian berkelanjutan ; dan
c- pelatihan atau sertifikasi
kejuruan/keahlian
bagi pendidik.Paragraf 3
Orang T\ra dan Komite Sekolah Pasal 9
Pendidikan
Karakter dan
BudayaAnti Korupsi
bagi OrangT\ra dan
Komite Sekolah dilakukan melalui :a. sosialisasi
nilai-nilai anti korupsi
;b.
komitmen
membangundan mematuhi norma, peraturan dan
ketentuan sekolah;Bagian Ketiga
Pendidikan Karakter dan Budaya
Anti
Korupsi Bagi ASNPasal
10(1) Pendidikan
Karakter dan
BudayaAnti Korupsi bagi
ASN dilaksanakan dengan pemberianmateri/modul
pembelajaran Pendidikan Karakter dan BudayaAnti
Korupsi dalam program pelatihan yang diselenggarakan oleh BKPSDM.(2) Program
pelatihan
sebagaimanadimaksud pada ayat (1)
dilaksanakan pada jenis:a. pelatihan teknis
i .,., ,,, '
.
b. pelatihan fungsional ;
c.
pelatihan manajerial ;d. pelatihan
dasar;
e. pelatihan kepemimpinan pemerintah daerah ; dan
f.
pelatihan lainnya sesuai ketentuan perundang-undangan.(3) Pemberian
materi/
modul pembelajaran Pendidikan Karakter dan BudayaAnti Korupsi
sebe,gaimagadimaksud,pada-,ayat
..(U dilakukan
oleh Widyaiswara/Fasilitatot/
PenyuluhAqtj
Kcrupsi pada proses pendidikan dan pelatihan dalamkurikulu*r,anti
korupsi.c.
pembiasaan nilai-nilai budi pekerti dalam keseharian sekolah
dan memberikan keteladanan antar warga sekolah ; dand. pelibatan komite sekolah dalam setiap Aksi
Anti
Korupsi.Bagian Keempat
Pendidikan Karakter dan Budaya
Anti
Korupsi bagi Pegawai BUMDPasal
11(1)
Pendidikan Karakter dan Budaya Anti Korupsi b*gt
pegawai BUMDdilaksanakan dengan pemberian materi anti korupsi dan
kejahatan korporasi dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh BUMD.BAB V
AKSI
AN?I
KORUPSIBagian
KesatuAksi
Anti
Korupsi Pada Satuan PendidikanAksi
Anti
Korupsi pada satuan Pendidikan dilaksanakan melalui :a.
penyampaian komitmen anti korupsi dalam setiap upacara
yang diiaksanakan dengan eara mernbaeakan naekahanti
korupsi ;b. membangun dan mematuhi.no,grrrar,:psiaturan dan ketentuan sekolah ; c. pendirian
kantin kejujuran
sebagai laboratorium Pendidikan Karakter danBudaya
Anti
Korupsi ;d. penerimaan peserta
didik 6aru dan,
gratankenaikan
kelasyang
bebas dari gratifikasi dan pungutanliar;
dengan integritas tinggi ;
f. pelibatan komite sekslah dalam menJrusun kebijakan dan
rencanakegiatan dan anggaran sekolah'
;.,.,
ig. pelaporan
dan
pertanggungfawabandana Bantuan
Operasional Sekolah dan Biaya operasional Pendidikan melalui sistem aplikasi ; danh. pengelolaan pengaduan masyarakat terkait pelayanan pendidikan.
(2) Pendidikan
Karakter dan
BudayaAnti Korupsi
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan padajenis
kegiatan :a.
program pengembangan Pegawai BUMD ;b.
seminar dan lokakarya'; danc. kegiatan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang- undangan.Bagian
KeduaAksi
Anti
Korupsi bagi ASNPasal
13(1) Aksi
Anti
Korupsi bagi ASN dilaksanakan melalui :a.
kampanyeanti
korupsi ;b.
seminar dan lokakarya ;c.
pembangunan zafia integritas ; dand.
aksi lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.{2) Kampanye
anti korupsi
sebagaimanadimaksud pada ayat (1} huruf
adilakukan
antaralain
dalam bentuk :a.
kunjungan di setiap PerangkatDaerah/Unit
Kerja pada Perangkat Daerah ;b.
pelabelananti korupsi pada prasarana dan sarana perkantoran
di lingkungan Pemerintah Kabupaten ; danc.
penyuluhananti
korupsi.(3) Pembangunan zorla integritas sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
huruf
c
dilakukan
dalam bentuk :a.
pembentukan kader anti korupsi di setiap
Perangkat DaerahI Unit
Kerja pada Perangkat Daerah ; dan
b. pembentukan Tim program pengendalian gratif,kasi
di
setiap PerangkatDaerahl Unit
Kerja pa.da,Perangkat Daerah.(4)
Untuk mendukung pembaqgunq4 zorra integritas pada ayat
(g)dilaksanakan melalui :
a.
pendidikan penyuluhanti
korupsi ; danb.
sertifikasi penyulufr,anti {-
,,.(5)
Ketentuan lebih laajut
rxr*nge11i.p!.tunjui<teknis
pembangunan ?,orLaintegritas
sebagairnanradimak"[6,,,pada: ayat t3] ditetapkan
dengan KePutusanBuPati.
1' ' :r",'-"
: - 'Bagrqn Ketiga
Aksi
Anti
Korup$i Bagr Pegawai BUMD , ,, Pasal .14,,'.(1) Aksi
Anti
Korupsi bagi Pegawai BUMD dilaksanakan melalui:a. kampanye
anti korupsi
; danb.aksi lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
(2) Kampanye
anti korupsi
sebagaimanadimaksud pada ayat (1) huruf
adilakukan
antaralain
dalam bentuk :a. pen1ruluhan
anti
korupsi di lingkungan BUMD ; danb.
pelabelan anti korupsi pada prasarana dan sarana perkantoran
di lingkungan BUMD.Bagian
KeempatAksi
Anti
Korupsi Bagi MasyarakatPasal
15(l)Aksi Anti Korupsi
bagi Masyarakat dilaksanakanoleh
perangkat Daerah pemberi rekomendasihibah dan/
atau bantuan diiakukan dalambentuk
:a.
kampanye anti korupsi ;b.
sosialisasi saat penerimaanbantuan dan/
atauhibah
;c.
pakta integritas bagi penerima bantuan d,an/ atau hibah; dand. kegiatan lainnya sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang- undangan.{2lKa-panye anti korupsi
sebagaimanadimaksud pada ayat (1} huruf
adilakukan
dalambentuk
:a.
penyuluhanantikorupsi
;b. branding antikorUpsi pada fasilitas umum dan fasilitas sosial di
lingkungan Masyarakat ;c.
penyebarluasan pamfletantikorupsi
; dand.
aksi kampanyelainnya
itai-aeagu
ketentuan peraturan perundang-,:,1,r.Sffi
KERJA SAMA
Pasal ,16
(1) Pelaksanaan Pendidikan
Karakter dan
BudayaAnti Korupsi oleh
Dinas, BKPSDM serta BUMD dapat bekerja sama dengan Pemerintahpusat danl
atau pihak ketiga sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang- undangan.(2)
Pemerintah Pusat
sebagaimanadimaksud pada ayat (1)
diantaranyaKomisi
PemberantasanKorupsi,
Kementerian/Lembagadan
instansi vertikal lainnya.(3) Pihak ketiga sebagaimana dimaksud pada ayat {1)
meliputi
perseorangan, badanhukum
dan organisasi kemasyarakatan.BAB VII PENDANAAN
Pasal
17Pendanaan penyelenggaraan Pendidikan
Karakter dan
BudayaAnti
Korupsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dengan ketentuan sebagaiberikut
: a.untuk Pendidikan Karakter dan Budaya Anti Korupsi pada
SatuanPendidikan, bagi ASN dan Masyarakat dibebankan pada
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerahdanl atau
sumber pembiayaanlain
yang sah serta tidak mengikat ; danb. untuk
Pendidikan Karakter dan BudayaAnti
Korupsi bagi Pegawai BUMD dibebankan pada anggaran BUMD.(u
, . ,,
,BAB*II
,
PENGHARGAAN
Dalam rangka
mq$,ingka!_{ :dan@ngembangkan
kegiatan Pendidikan Karakterdan
BudayaAnti fonrpei',pada,pada
Satuan Pendidikan, bagi ASN, Pegawai BUMN'dA+ ma*yerakat penerima hibahdan/atau
bantuan dari Pemerintah Kabupaten, Bupati dapat rnemberikan penghargaan.Pemberian
penghargaaa:r ;s,g,bagainranadimaksud pada ayat
(1)ditetapkan dengan Keputusan Bupati.
(2)
BAB
IXPEMBINAAN
DAN
PENGAWASANPasal
19(U Pembinaan
PenyelenggaraanPendidikan
Karakter Korupsidilakukan
olehBupati
melalui Kepala Dinas, BUMD.{21
Pembinaan sebagaimanadimaksud pada ayat
tUcara :
dan Budaya Anti
Kepala Badan dan
dilakukan
dengana. menyelenggarakan
pelatihan
PendidikanKarakter dan
BudayaAnti
Korupsi ; danb. mengoordinasikan pelaksanaan Pendidikan Karakter dan Budaya
Anti
Korupsi dengan orangtualwali
PesertaDidik
melalui Komite Sekolah dan Dewan Pendidikan.(3)
Pengawasan PenyelenggaraanPendidikan Karakter dan Budaya Anti Korupsi dilaksanakan oleh Kepala Dinas melalui
Pengawas/penilik Satuan Pendidikan.(4)
Hasil pembinaan dan pengawasan sebagaimana dimaksudpada
ayat {2) dan ayat (3) disampaikan oleh Kepala Dinas kepada Bupati.BAB X
MONITORING, EVALUASI DAN PELAPORAN Pasal 2O
(1)
Monitoring dan
evaluasi pelaksanaan PendidikanKarakter dan
BudayaAnti
Korupsi pada satuan,Fendidik?1, bagi ASN, bagi pegawai BUMD danbagi
Masyarakat,dillrksaaakafi olelt Inspqktorat bersama
perangkat Daerah terkait.(2)
Pelaporan hasil monito
.dan . evaluasi terhadap
pelaksanaan PendidikanKarakter dan
BudayaAnti Korupsi
sebagaimana dimaksud pada ayat (1)dilaksan
,oleh Inspektora-t kepadaBupati
paling sedikit1 (satu)
tahun
sekali atau,sewaktu-waktu apabila diperlukan.BAB xI
SANKSI Pasal 21
Kepala Perangkat Daerah,
BUMD dan/ atau
Satuan Pendidikan yang tidakmelaksanakan Peraturan Bupati ini dikenakan sanksi sesuai
ketentuan peraturan perundang-undangan.BAB
XII
KE?EN"UAI{ PEN{..rruP Pasal 22
Peraturan Bupati
ini
mulai berraku padata*gal
diunrrangkan-Agar setiap Gmng mengetahuirrya,
mernerintahhn
peagr:ndangan perah:ranBupati ini
denganFneepatarrrra dalam Berita
Daer,ah Kabulraten BaritoSel,atan-
?{' p*}3:*q1*.
2A21SEI.ATB.N,
YA SAMSURI Diundangkan di
Buntok
pada
tanggal
?6 -rffi.
2OZlBERITA DAERAH KABUPtrTEN EAEI?O SEI.&TA}I TAHUN 2A2O
NOMOR
4Ditetapkan
di Btmtok
a|d&iffi- ,/3.
BARTTO SELATAN,
S#
LAMPIRAN
PERATURAN BUPATI BARITO SELATAN
NoMoR 4
TAHUN 2O2lTANGGAL e6 g#:::,.:*r$ 2O2l TENTANG
PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KARAKTER DAN BUDAYA ANTI KORUPSI DI KABUPATEN BARITO SELATAN
NO NILAI DAN PERILAKU ANTI KORUPSI
CIRI-CIRI
1.
Mengenal perilaku korupsi
yang harusdihindari
a.
mengenal ciri-ciri
perilaku korupsi yang perlu dihindari;b.
terbiasa melakukan
tugas secara tepat waktu;c.
menunjukkan contoh
kasusperilaku korupsi
yang diketahuidi rumah, di
satuan pendidikan, dan di masyarakat; dand.
menunjukkan contoh
kasuspenlaku yang tidak inengandung unsur
korupsi yang pernahdilakukan
siswa.2.
Berlaku jujur,
disiplin,bertanggung jawab, dan
adildalam kehidupan sehari-hari.
a.
berani
mengemukakan sesuatusesuai dengan keadaan
yang sebenarnya;b.
terbiasa melakukan
sesuatu secara tepat waktu;c.
terbiasa melaksanakan
tugas secara tepat waktu; dand. terbiasa
berlaku tidak
memihakkepada siapapun
dalam melakukan suatu tindakan.3.
Hanya menerima
sesuatupemberian sesuai dengan
yang menjadi haknya.a.
menolak sesuatu
pemberianyang tidak sesuai
dengan haknya; danb.
tidak mau mengambil
sesuatu yang bukan haknya.4. Menghormati
dan memenuhi
hak orang laina.
memberikan sesuatu
kepadaorang lain sesuai
dengan haknya; danb.
tidak pernah
memberikan kepada oranglain
sesuatu yang bukan menjadi haknya.5.
Mampu menganalisis sebab
danakibat dari perilaku
korupsidalam kehidupan
bermaiyarakata. mampu mengidentifikasi sebab-
sebab yang
mendorongtimbulnya perilaku
korupsidalam kehidupan
bermasyarakat dan bernegara.
lnampu
mengidentifikasi akibatyang ditimbuikan dari
perilakukorupsi dalam
kehidupanbermasyarakat dan
bernegara;dan
marnpu
mengemllkakan alasanperlunya menghindari
perilakukorupsi dalam
kehidupan bermasyarakat dan bernegara b.C.
6.
Memiliki
kebanggaan berperilaku anti korupsi.bangga
terhadap perilaku
Anti korupsi; dananti terhadap
perilaku korupsi.a.
b.
7.
Memb*rdayakan prilaku anti
Kon:psi dilingkungan
keluarga dan masyarakata.
rletlyebarluaskan
gagasan dankeiuginan untuk
menghindari perilaku korupsi;b.
menuajukkan komitmen untuk
meaolak
perilahr
korupsi; dan c.meqiadi teladaaperilaku anti
korupsi.
Z>:----ElId